Anda di halaman 1dari 23

4.1.

Fungsi Naik/Turun dan Nilai Ekstrim


Suatu fungsi f(x) yang kontinu dan diferensiabel dapat dikatakan naik, turun
pada suatu selang atau interval tertentu.
Suatu fungsi f(x) dikatakan naik, turun, atau stasioner (nilai ekstrim) pada
interval I, yaitu :
1. f(x) dikatakan NAIK pada interval tertentu jika f ‘(x) > 0, x ∈ I
2. f(x) dikatakan TURUN pada interval tertentu jika f ‘(x) < 0, x ∈ I
3. f(x) dikatakan mencapai nilai ekstrim atau titik stasioner jika f ‘(x) = 0
dengan mengetahui suatu fungsi akan naik pada interval tertentu dan akan
turun pada interval tertentu, maka kita dapat membuat grafik dari fungsi
tersebut dengan bantuan interval f(x) naik, interval f(x) turun serta koordinat
titik stasioner.

Contoh :
Diketahui f(x) = - x3 + 3x2 – 1
a). Tentukan titik stasionernya
b). Tentukan interval fungsi naik dan interval fungsi turun
c). Gambarkan sketsa grafiknya

Aplikasi Turunan Hal : 50


a). Untuk mencapai titik stasioner, maka f ‘(x) = 0
diketahui fungsinya adalah f(x) = –x3 + 3x2 – 1, maka f ‘ (x) = –3x2 + 6x
untuk mencapai titik stasioner, maka f ‘(x) = 0, maka diperoleh :
⇒ –3x2 + 6x = 0
⇒ (–3x1 + 0)( x2 – 2) = 0
⇒ diperoleh nilai x1 = 0 dan x2 = 2
sehingga titik stasionernya didapat :
• x1 = 0 ⇒ f(x1) = –x3 + 3x2 – 1
⇒ f(0) = –(0)3 + 3(0)2 – 1
⇒ f(0) = –1, jadi titik stasioner yang pertama (0, –1)
• x2 = 2 ⇒ f(x2) = –x3 + 3x2 – 1
⇒ f(2) = –(2)3 + 3(2)2 – 1
⇒ f(2) = –8 + 12 – 1
⇒ f(2) = 3, jadi titik stasioner yang kedua (2,3)

b). Interval fungsi naik dan fungsi turun


dari jawaban a) diperoleh titik stasioner diperoleh jika x1 = 0 dan x2 = 2,
artinya daerah asal x atau domain x (Df) terbagi menjadi 3 (tiga) interval
yaitu :

Interval I 0 Interval II 2 Interval III

Interval I = – ∞ < x < 0, Interval II = 0 < x < 2, Interval III = 2 < x < ∞

Aplikasi Turunan Hal : 51


Uji Setiap Interval :
1. Uji Interval I
Misalkan kita ambil salah satu nilai x yang ada di dalam interval I
yaitu x = –1, kemudian kita subsitusikan ke dalam f ‘(x) = –3x2 + 6x
diperoleh f ’(–1) = –3(–1)2 + 6(–1) = –9, atau nilai f ‘(x) < 0 artinya
f(x) pada interval I TURUN kita beri tanda (–)
------------
Interval I 0 Interval II 2 Interval III

2. Uji Interval II
Misalkan kita ambil salah satu nilai x yang ada di dalam interval II
yaitu x = 1, kemudian kita subsitusikan ke dalam f ‘(x) = –3x2 + 6x
diperoleh f ’(1) = –3(1)2 + 6(1) = 3, atau nilai f ‘(x) > 0 artinya f(x)
pada interval II NAIK kita beri tanda ( + )

------------ ++++++++
Interval I 0 Interval II 2 Interval III

3. Uji Interval III


Misalkan kita ambil salah satu nilai x yang ada di dalam interval I
yaitu x = 3, kemudian kita subsitusikan ke dalam f ‘(x) = –3x2 + 6x
diperoleh f ’(3) = –3(3)2 + 6(3) = –9, atau nilai f ‘(x) < 0 artinya f(x)
pada interval III TURUN kita beri tanda ( - )

------------ ++++++++ ------------


Interval I 0 Interval II 2 Interval III

Kesimpulannya :
• f(x) naik pada interval 0 < x < 2
• f(x) turun pada interval – ∞ < x < 0 dan 2 < x < + ∞

Aplikasi Turunan Hal : 52


c). Grafik dari fungsi f(x) = –x3 + 3x2 – 1 dengan titik stasioner (0, –1) dan
(2,3) adalah :

Y f(x) = –x3 + 3x2 – 1


3 •

0
2 X
-1•

Contoh :
Diketahui f(x) = x3 – 6x2 + 9x – 8
a). Tentukan titik stasionernya
b). Tentukan interval fungsi naik dan interval fungsi turun
c). Gambarkan sketsa grafiknya

a). Untuk mencapai titik stasioner, maka f ‘(x) = 0


diketahui fungsinya adalah f(x) = x3 – 6x2 + 9x – 8, maka turunanya
adalah f ‘(x) = 3x2 – 12x + 9
untuk mencapai titik stasioner, maka f ‘(x) = 0, maka diperoleh :
⇒ 3x2 – 12x + 9 = 0
⇒ (3x1 – 3)(x2 – 3) = 0 diperoleh nilai x yaitu x1 = 1 dan x2 = 3
sehingga titik stasionernya didapat :
• x1 = 1 ⇒ f(x) = x3 – 6x2 + 9x – 8
⇒ f(1) = (1)3 – 6.(1)2 + 9.(1) – 8
⇒ f(1) = – 4, jadi titik stasioner yang pertama (1,-4)
Aplikasi Turunan Hal : 53
• x2 = 3 ⇒ f(x) = x3 – 6x2 + 9x – 8
⇒ f(3) = (3)3 – 6.(3)2 + 9.(3) – 8
⇒ f(3) = –8, jadi titik stasioner yang kedua (3, –8)

b). Interval fungsi naik dan fungsi turun


dari jawaban a) diperoleh titik stasioner diperoleh jika x1 = 1 dan x2 = 3,
artinya daerah asal x atau domain x (Df) terbagi menjadi 3 (tiga) interval
yaitu :

Interval I 1 Interval II 3 Interval III

Interval I = – ∞ < x < 1, Interval II = 1 < x < 3, Interval III = 3 < x < ∞

Uji Setiap Interval :


1. Uji Interval I
Misalkan kita ambil salah satu nilai x yang ada di dalam interval I
yaitu x = 0, kemudian kita subsitusikan ke f ‘(x) = 3x2 – 12x + 9
diperoleh f ’(0) = 3.(0)2 – 12.(0) + 9 = 9, atau nilai f ‘(x) > 0 artinya
f(x) pada interval I NAIK kita beri tanda ( + )

++++++++
Interval I 1 Interval II 3 Interval III

2. Uji Interval II
Misalkan kita ambil salah satu nilai x yang ada di dalam interval II
yaitu x = 2, kemudian kita subsitusikan ke f ‘(x) = 3x2 – 12x + 9
diperoleh f ’(2) = 3.(2)2 – 12.(2) + 9 = -3, atau nilai f ‘(x) < 0 artinya
f(x) pada interval II TURUN kita beri tanda (– )

++++++++ -----------
Interval I 1 Interval II 3 Interval III
Aplikasi Turunan Hal : 54
3. Uji Interval III
Misalkan kita ambil salah satu nilai x yang ada di dalam interval I
yaitu x = 4, kemudian kita subsitusikan ke f ‘(x) = 3x2 – 12x + 9
diperoleh f ’(4) = 3.(4)2 – 12.(4) + 9 = 9, atau nilai f ‘(x) > 0 artinya
f(x) pada interval III NAIK kita beri tanda ( + )

++++++++ ----------- ++++++++


Interval I 1 Interval II 3 Interval III

Kesimpulannya :
• f(x) naik pada interval – ∞ < x < 1 dan 3 < x < + ∞
• f(x) turun pada interval 1 < x < 3

c). Grafik dari fungsi f(x) = x3 – 6x2 + 9x – 8 dengan titik stasioner (1,-4)
dan (3,-8) adalah :

Y
1 3
X
f(x)
(1,-4)
-4 •

-8 •
(3,-8)

Aplikasi Turunan Hal : 55


Soal Latihan 1:
Diketahui fungsi sebagai berikut :
1). F(x) = (1/3)x3 + (1/2)x2 – 6x + 8
2). F(x) = x4 + 2x3 - 3x2 – 4x + 4
3). F(x) = x4 - 2x2 + 10
4). F(x) = x3 - 6x2 + 9x – 4
5). F(x) = x3 - 6x2 + 12x – 6
6). F(x) = (1/5)x5 - (5/3)x3 + 4x
7). F(x) = (3/5)x5 - 13x3 + 108x + 120
8). F(x) = x5 - (40/3)x3 + 8x – 50
9). F(x) = 3x4 - 10x3 – 12x2 + 18x - 7
10). F(x) = x3 - 6x2 + 9x – 8
11). F(x) = - x3 - 3x2 + 1

a). Tentukan titik stasionernya


b). Tentukan interval fungsi naik dan interval fungsi turun
c). Gambarkan sketsa grafiknya

Aplikasi Turunan Hal : 56


4.2. Nilai Maksimum dan Minimum Suatu Fungsi
Suatu fungsi f(x) mempunyai nilai ekstrim, yaitu nilai maksimum dan atau
nilai minimum, untuk mencapai nilai maksimum atau minimum haruslah
ada suatu nilai x yang jika disubsitusikan ke f(x) akan menyebabkan fungsi
itu mencapai nilai maksimum atau minimum, nilai x itulah yang diperoleh
dari f ‘(x) = 0
Hasil dari f ‘(x) = 0 dapat diperoleh :
1. Satu buah nilai x
Jika hasil dari f ‘(x) = 0 hanya diperoleh satu buah nilai x, yaitu x = α,
maka fungsi tersebut hanya mempunyai nilai maksimum saja atau nilai
minimum saja, jenisnya diperoleh jika :
→ f ’’(α) > 0 (positif), maka f(x) mempunyai nilai Minimum yaitu f(α)
→ f ’’(α)< 0 (negatif), maka f(x) mempunyai nilai Maksimum yaitu f(α)

2. Dua buah nilai x


Jika hasil dari f ‘(x) = 0 diperoleh dua buah nilai x, yaitu x1 = α dan x2 =
β, maka fungsi tersebut mempunyai nilai maksimum dan nilai minimum,
jenisnya diperoleh jika :
→ f ’’(α) > 0 (positif), maka f(x) mempunyai nilai Minimum yaitu f(α)
→ f ’’(β)< 0 (negatif), maka f(x) mempunyai nilai Maksimum yaitu f(β)
Secara grafik nilai maksimum atau nilai minimum dapat digambarkan
sebagai berikut :
f(x) mempunyai nilai Minimum f(x) mempunyai nilai maksimum
Y Y
f(a)

a
f(a) X a X
f(a) nilai Minimum f(a) nilai Maksimum
Aplikasi Turunan Hal : 57
Contoh :
Diketahui fungsi f(x) = 2x2 – 4x, tentukan nilai maksimum atau nilai
minimumnya.

• Nilai Maksimum atau Minimum diperoleh dari f ’(x) = 0.


⇒ f(x) = 2x2 – 4x
⇒ f ’(x) = 4x – 4
⇒ f ’(x) = 0
⇒ 4x – 4 = 0
⇒x=1
Karena diperoleh satu buah nilai x yaitu x = 1, maka f(x) hanya
mempunyai nilai maksimum saja atau nilai minimum saja.
• Menentukan jenis nilai Maksimum atau Minimum :
⇒ f ’(x) = 4x – 4
⇒ f ’’(x) = 4
jika x = 1 disubsitusikan ke f ’’(x) diperoleh f ’’(1) = 4 atau f ’’(x) > 0
(positif) artinya f(x) mempunyai nilai Minimum yaitu f(1) = 2(1)2 – 4(1)
didapat f(1) = –2
jadi nilai Minimum untuk fungsi f(x) = 2x2 – 4x adalah –2.

Contoh :
Diketahui fungsi f(x) = x3 – 3x2 + 2, tentukan nilai minimum dan nilai
maksimumnya.

• Nilai Maksimum atau Minimum diperoleh dari f ’(x) = 0.


⇒ f(x) = x3 – 3x2 + 2
⇒ f ‘(x) = 3x2 – 6x
Aplikasi Turunan Hal : 58
⇒ f ‘(x) = 0
⇒ 3x2 – 6x = 0
⇒ 3x (x – 2) = 0
Karena diperoleh dua buah nilai x yaitu x1 = 0 dan x2 = 2, maka f(x)
mempunyai nilai maksimum dan nilai minimum.

• Menentukan jenis nilai Maksimum atau Minimum :


⇒ f ‘(x) = 3x2 – 6x
⇒ f ’’(x) = 6x – 6
► x1 = 0 disubsitusikan ke f ’’(x) = 6x – 6, diperoleh f ’’(0) = 6(0) – 6
f ’’(0) = –6 (negative), artinya f(x) mempunyai nilai Maksimum jika
x1 = 0 disubsitusikan ke f(x) = x3 – 3x2 + 2 diperoleh :
⇒ f(0) = (0)3 – 3(0)2 + 2
⇒ f(0) = 2
Jadi nilai Maksimum untuk f(x) = x3 – 3x2 + 2 adalah 2
► x2 = 2 disubsitusikan ke f ’’(x) = 6x – 6, diperoleh f ’’(2) = 6(2) – 6
f ’’(2) = 6 (positif), artinya f(x) mempunyai nilai Minimum jika x2 =
2 disubsitusikan ke f(x) = x3 – 3x2 + 2 diperoleh :
⇒ f(2) = (2)3 – 3(2)2 + 2
⇒ f(2) = 8 – 12 + 2
⇒ f(0) = –2
Jadi nilai Minimum untuk f(x) = x3 – 3x2 + 2 adalah –2

Sehingga diperoleh jawaban bahwa fungsi f(x) = x3 – 3x2 + 2 mempunyau


nilai minimum = –2 dan nilai maksimumnya = 2.

Aplikasi Turunan Hal : 59


Contoh :
Diketahui fungsi f(x) = x2 + 16x -1, tentukan nilai maksimum atau minimum

• Nilai Maksimum atau Minimum diperoleh dari f ’(x) = 0.


⇒ f(x) = x2 + 16x –1
⇒ f ‘(x) = 2x – 16x –2
⇒ f ‘(x) = 0
⇒ 2x – 16x –2 = 0
⇒ 2x = 16x –2
⇒ x 3 = 16/2
⇒x3=8
⇒x =2
Karena diperoleh satu buah nilai x yaitu x = 2, maka f(x) hanya
mempunyai nilai maksimum saja atau nilai minimum saja.
• Menentukan jenis nilai Maksimum atau Minimum :
⇒ f ‘(x) = 2x – 16x –2
⇒ f ’’(x) = 2 + 32x –3
jika x = 2 disubsitusikan ke f ’’(x) = 2 + 32x –3 diperoleh
⇒ f ’’(2) = 2 + 32(2) –3
⇒ f ’’(2) = 4 + 32/8
⇒ f ’’(2) = 8
Karena f ’’(2) > 0 (positif) artinya f(x) mempunyai nilai Minimum yaitu
f(2) = (2)2 + 16(2)–1 didapat f(2) = 8 dengan x ≠ 0
jadi nilai Minimum untuk fungsi f(x) = x2 + 16x –1 adalah 8.

Aplikasi Turunan Hal : 60


Contoh :
x2 + 40x + 400
Diketahui fungsi berikut : f(x) =
x – 20

tentukan nilai minimum dan nilai maksimumnya.

• Nilai Maksimum atau Minimum diperoleh dari f ’(x) = 0.

x2 + 40x + 400
⇒ f(x) =
x – 20

⇒ misalkan u(x) = x2 + 40x + 400, maka u’(x) = 2x + 40 dan


v(x) = x – 20 , maka v’(x) = 1, sehingga f ’(x) diperoleh :

u’(x).v(x) – u(x).v’(x)
⇒ f ‘(x) =
{v(x)}2

(2x + 40) (x – 20) – (x2 + 40x + 400)


⇒ f ‘(x) =
(x – 20)2

x2 – 40x – 1200
⇒ f ‘(x) =
(x – 20)2

⇒ f ‘(x) = 0
⇒ x2 – 40x – 1200 = 0
⇒ (x + 20)(x – 60) = 0, didapat x1 = –20 dan x2 = 60,

Karena diperoleh dua buah nilai x yaitu x1 = –20 dan x2 = 60, maka f(x)
mempunyai nilai maksimum dan nilai minimum.

Aplikasi Turunan Hal : 61


• Menentukan jenis nilai Maksimum atau Minimum :

x2 – 40x – 1200
⇒ f ‘(x) =
(x – 20)2

⇒ misalkan u(x) = x2 – 40x –1200, maka u’(x) = 2x – 40 dan


v(x) = (x – 20)2 , maka v’(x) = 2(x – 20), sehingga f ’’(x) diperoleh

u’(x).v(x) – u(x).v’(x)
⇒ f ‘‘(x) =
{v(x)}2

(2x – 40).(x – 20)2 – (x2 – 40x –1200).2(x – 20)


⇒ f ‘‘(x) =
{(x – 20)2}2

3200
⇒ f ‘‘(x) =
(x – 20)3

► x1 = –20 disubsitusikan ke f ’’(x), diperoleh :

3200
⇒ f ‘‘(–20) =
(–20 – 20)3
3200
⇒ f ‘‘(–20) =
(–40)3
3200
⇒ f ‘‘(–20) =
–64000

⇒ f ‘‘(–20) = –0,05 ( negatif)

Artinya f(x) mempunyai nilai maksimum, jika x = –20


disubsitusikan ke f(x) yaitu diperoleh f(–20) = 0

Aplikasi Turunan Hal : 62


► x2 = 60 disubsitusikan ke f ’’(x), diperoleh :

3200
⇒ f ‘‘(60) =
(60 – 20)3
3200
⇒ f ‘‘(60) =
(40)3
3200
⇒ f ‘‘(60) =
64000

⇒ f ‘‘(60) = 0,05 ( positif)

Artinya f(x) mempunyai nilai minimum, jika x = 60 disubsitusikan


ke f(x) yaitu diperoleh f(60) = 160
Jadi nilai minimum = 160 dan nilai maksimum 0 dengan x ≠ 20

Contoh :
2x2
Diketahui fungsi berikut : f(x) =
x+1

tentukan nilai minimum dan nilai maksimumnya.

• Nilai Maksimum atau Minimum diperoleh dari f ’(x) = 0.

2x2
⇒ f(x) =
x+1

⇒ misal u(x) = 2x2, maka u’(x) = 4x dan v(x) = x + 1, maka v’(x) = 1,


sehingga f ’(x) diperoleh :

u’(x).v(x) – u(x).v’(x)
⇒ f ‘(x) =
{v(x)}2

Aplikasi Turunan Hal : 63


(4x) (x + 1) – (2x2) (1)
⇒ f ‘(x) =
(x + 1)2

2x2 + 4x
⇒ f ‘(x) =
(x + 1)2
⇒ f ‘(x) = 0
⇒ 2x2 + 4x = 0
⇒ 2x(x + 2) = 0, didapat x1 = 0 dan x2 = –2
Karena diperoleh dua buah nilai x yaitu x1 = 0 dan x2 = –2, maka f(x)
mempunyai nilai maksimum dan nilai minimum.

• Menentukan jenis nilai Maksimum atau Minimum :

2x2 + 4x
⇒ f ‘(x) =
(x + 1)2

⇒ misalkan u(x) = 2x2 + 4x, maka u’(x) = 4x + 4 dan v(x) = (x + 1)2,


maka v’(x) = 2(x + 1), sehingga f ’’(x) diperoleh

u’(x).v(x) – u(x).v’(x)
⇒ f‘‘(x) =
{v(x)}2

(4x + 4).(x + 1)2 – (2x2 + 4x).2(x + 1)


⇒ f‘‘(x) =
{(x + 1)2}2

4
⇒ f‘‘(x) =
(x + 1)3

Aplikasi Turunan Hal : 64


► x1 = 0 disubsitusikan ke f ’’(x), diperoleh :

4
⇒ f‘‘(0) =
(0 + 1)3

⇒ f ’’(0) = 4 (positif)
Artinya f(x) mempunyai nilai minimum, jika x = 0 disubsitusikan ke
f(x) yaitu diperoleh f(0) = 0

► x1 = –2 disubsitusikan ke f ’’(x), diperoleh :

4
⇒ f‘‘(–2) =
(–2 + 1)3

⇒ f ’’(–2) = –4 (negative)
Artinya f(x) mempunyai nilai maksimum, jika x = –2 disubsitusikan
ke f(x) yaitu diperoleh f(–2) = –8
diperoleh nilai minimumnya adalah 0 dan nilai maksimumnya adalah –8
dengan x ≠ –1

Aplikasi Turunan Hal : 65


4.3. Aplikasi Nilai Maksimum dan Minimum
Jika fungsi yang akan dicari nilai maksimum atau minimumnya belum
diketahui yaitu masih dalam berupa kalimat (soal cerita), maka yang
terpenting dalam menentukan nilai maksimum atau nilai minimum yang
terkandung dalam soal cerita, kita harus bisa membuat model matematika
dari soal cerita tersebut.
Model matematika tersebut merupakan suatu fungsi yang mewakili soal
cerita tersebut.
Secara rinci, langkah untuk menyelesaikan soal cerita adalah :
1. Tentukan fungsi matematika (model matematika) yang mewakili cerita
tersebut dalam bentuk f(x)
2. Dalam menentukan fungsi matematika f(x), senantiasa dimisalkan
dengan variable x atau y
3. Untuk mencapai nilai maksimum atau mnimum tentukan turunan dari
fungsi tersebut yaitu f ’(x) = 0

Contoh :
Jumlah dua bilangan positif adalah 20, tentukan dua bilangan positif
tersebut supaya hasil kalinya maksimum

1. Mencari model matematikanya :


misalkan dua bilangan itu adalah x dan y, maka dari kalimat matematika
dari “Jumlah dua bilangan positif adalah 20 ” adalah : x + y = 20,
sedangkan kalimat matematika “ hasil kalinya maksimum ” dapat
ditulis : f(x) = xy
agar kalimat matematika f(x) = xy hanya mengandung variable x saja,
maka dari kalimat x + y = 20 diperoleh y = 20 – x, jika disubsitusikan ke
dalam f(x) = xy, diperoleh :

Aplikasi Turunan Hal : 66


f(x) = x(20 – x)
f(x) = 20x – x2 ini yang disebut Model Matematika
2. Mencari nilai maksimum
untuk mencapai hasil kali maksimum, maka f ‘(x) = 0 diperoleh :
⇒ f(x) = 20x – x2
⇒ f ‘(x) = 20 – 2x
⇒ f ‘(x) = 0
⇒ 20 – 2x = 0
⇒ x = 10 jika disubsitusikan ke x + y = 20 diperoleh y = 10
Artinya agar diperoleh nilai hasil kali maksimum dua bilangan positif,
dengan jumlah 20, maka didapat bilangan ke 1 adalah 10 dan bilangan
ke 2 adalah 10

Contoh :
Andy mempunyai sebatang kawat yang panjangnya 100 cm, jika Andy ingin
membuat segi empat dari sebatang kawat tersebut yang luasnya maksimum,
berapa ukuran segi empat yang harus Andy buat ?

1. Mencari model matematikanya :


Misal kawat tersebut adalah :

100 cm

Dari kawat tersebut akan dibuat segi empat yang berbentuk seperti
gambar di bawah ini :

x cm

(50 – x) cm

Aplikasi Turunan Hal : 67


Misalkan lebar = l dan panjang = p , jika l = x cm, maka :
p = (100 cm – 2x cm)/2
p = (50 – x ) cm
Karena Luas = panjang x lebar, maka fungsi matematikanya :
⇒ L(x) = p . l
⇒ L(x) = (50 – x ) . x
⇒ L(x) = 50x – x2 ini yang disebut Model Matematika
2. Mencari nilai maksimum
Untuk mencapai luas maksimum, maka L ‘(x) = 0 diperoleh :
⇒ L(x) = 50x – x2
⇒ L’(x) = 50 – 2x
⇒ L’(x) = 0
⇒ 50 – 2x = 0
⇒ x = 25
artinya lebarnya harus 25 cm dan panjang juga 25 cm yang diperoleh
dari p = (50 – x ) cm
sehingga Luas maksimumnya = 25 cm x 25 cm = 625 cm2

Contoh :
Kawat sepanjang 100 meter dipotong menjadi dua bagian, yang satu
dibentuk lingkaran dengan jari-jari R dan yang lain dibentuk bujur sangkar,
tentukan panjang masing-masing agar jumlah luas daerah lingkaran dan
bujur sangkar tersebut maksimum ? ambil π = 22/7

Aplikasi Turunan Hal : 68


1. Mencari model matematikanya :
Misalkan kawat tersebut di bagi dua bagian, yaitu bagian I panjangnya x
cm, maka bagian II panjangnya (100 – x)cm:
(100 – x) cm x cm

► Bagian I (x cm) dibentuk LINGKARAN dengan jari-jari R

R ⇒ Keliling Lingkaran = Panjang Kawat I


⇒2πR= x
⇒ R = x /(2π)
Sehingga Luas Lingkaran L(x) adalah :
⇒ L(x) = π R2
⇒ L(x) = π { x /(2π) }2
⇒ L(x) = π { x2 / (4π2) }
⇒ L(x) = x2 / (4π)

► Bagian II (100 – x ) cm dibentuk BUJUR SANGKAR

⇒ Sisi Bujur Sangkar (S) = Panjang Kawat II / 4


⇒ Sisi Bujur Sangkar (S) = (100 – x ) / 4
(100 – x)/4 ⇒ Sisi Bujur Sangkar (S) = 25 – x/4

Sehingga Luas Bujur Sangkar B(x) adalah :


⇒ B(x) = S2
⇒ B(x) = (25 – x/4)2
⇒ B(x) = 625 – 25x/2 + x2/16

Aplikasi Turunan Hal : 69


Jumlah Luas Lingkaran dan Luas Bujur Sangkar misalkan F(x),
maka diperoleh F(x) adalah :
⇒ F(x) = Luas Lingkaran + Luas Bujur Sangkar
⇒ F(x) = L(x) + B(x)
⇒ F(x) = x2/(4π) + 625 – 25x/2 + x2/16
⇒ F(x) = (1/4π + 1/16)x2 – 25x/2 + 625
ini yang disebut Model Matematika

2. Mencari nilai maksimum


untuk mencapai Jumlah Luas Maksimum, maka F ‘(x) = 0 diperoleh :
⇒ F(x) = (1/4π + 1/16)x2 – 25x/2 + 625
⇒ F ’(x) = 2(1/4π + 1/16)x – 25/2
⇒ F ’(x) = (1/2π + 1/8)x – 25/2
⇒ F ’(x) = 0
⇒ (1/2π + 1/8)x – 25/2 = 0
⇒ x = 44 cx
Jadi Kawat tersebut dipotong menjadi dua bagian, yaitu Bagian I dengan
panjang 44 cm dan bagian II dengan panjang 56 cm, hal itu akan
menyebabkan jumlah luas maksimum.

Aplikasi Turunan Hal : 70


Soal Latihan 2:
1). Hasil kali dua bilangan positif adalah 144, tentukan kedua bilangan itu
agar jumlah kedua bilangan tersebut minimum
2). Afnan mempunyai kawat dengan panjang 50 m, jika kawat tersebut
akan dibentuk menjadi empat persegi panjang, berapa ukuran persegi
panjang yang terbentuk agar luasnya maksimum
3). Ada sehelai kertas karton dengan ukuran panjang 30 cm lebar 30 cm,
dari karton itu akan dibuat kotak tanpa tutup dengan cara membuang
ke empat sudutnya, berapa ukuran kotak yang terbentuk agar
volumenya maksimum ?
4). Ada kawat panjang 20 meter dan tinggi 30 cm, kawat tersebut untuk
membuat kandang itik yang berbentuk persegi panjang dengan sisi
yang satunya tembok, berapa ukuran kandang itik itu agar luasnya
maksimum ?
5). Kawat yang panjangnya 16 m akan dipotong menjadi dua bagian,
bagian pertama dibuat segitiga sama sisi dan bagian kedua dibuat
bujur sangkar, tentukan ukuran segi tiga dan bujur sangkar yang
terbentuk agar jumlah luasnya maksimum, sebagai catatan Luas
segitiga sama sisi = (1/2) x Sisi x Sisi x Sin 60
6). Sebuah jendela berbentu empat persegi panjang dan bagian atasnya
berbentuk setengah lingkaran yang diameternya sama dengan lebar
empat persegi panjang tersebut, jika keliling jendela itu 800 sm,
tentukan ukuran jendela tersebut agar luasnya maksimum. Sebagai
catatan keliling lingkaran = 2πR
7). Pemda Bogor (B) akan membangun villa di desa Dadu (D) yang
berjarak lurus 6 km ke arah utara dari kota Ciawi (C), jarak lurus dari
kota Ciawi (C) ke Bogor (B) (dari timur ke barat) adalah 10 km, PT
Telkom akan memasang jaringan telpon dengan membangun gardu

Aplikasi Turunan Hal : 71


(G) diantara Bogor (B) – Ciawi (C), jika biaya pembangunan jaringan
telpon dari Bogor (B) ke Gardu (G) adalah 5 Juta/km dan dari Gardu
(G) ke desa Dadu (D) adalah 13 juta/km, dimana atau berapa
kilometer dari Bogor (B) gardu (G) harus dibangun agar menghasilkan
biaya yang minimum ?
8). Budi dan Yanto membagi uang Rp. 1000, bila bagian Budi dan Yanto
dikalikan akan mencapai nilai maksimum, berapa bagian masing-
masing ?
9). Sebuah balok dibuat dari selembar kertas karton dengan volumenya
72 m3, panjang = 2 kali lebar, tentukan ukuran balok (panjang, lebar
dan tinggi) agar bahan yang digunakan sehemat mungkin ?
10). Sebuah kaleng susu berbentuk silinder, luas silinder tersebut adalah
924 cm2, tentukan ukuran silinder tersebut agar volume silinder
tersebut sebanyak-banyaknya

Tugas Materi Aplikasi Turunan


Kerjakan Soal Latihan 1 & Soal Latihan 2
Kirim via e-mail dengan nama
(Nama Anda_Aplikasi Turunan.Doc)

Aplikasi Turunan Hal : 72