Anda di halaman 1dari 1

Konstruksi jembatan dari kayu.

Dengan pesatnya kemjuan teknik baja dan beton bertulang, maka jmlah dan arti
jembatan kayu semakin berkurang. Jembatan kayu hanya digunakan jika diperlukan
jembatan darurat dengan lebar bentang kecil atau jembatan bagi orang berjalan.

Dalam perancanaan , pelaksanaan dan pemeliharaan jembatan dari kayu perlu


diperhatikan hal – hal berikut :
1. Arsitektonis baik, bentuk dan konstruksi di pertimbangkan sesuai dengan berbagai
pembebanan kayu yang diperkenankan. Juga ketepatan statis bentuk jembatan yang
dipilh.
2. Sambungan – sambunganbaik dengan titik potong sumbu berat, tanpa kelebihan
pembebanan setempat pada kayu, meskipun jembatan menerima beban yang tidak
seimbang.
3. Sambungan – sambungan sesederhana mungkin dan menggunakan besi dan baja
dengan jumlah yang sedikit.
4. Kalau tidak digunakan baut pasang khusus atau pasak cincin, hindari sambungan
tarik miring. Batang tarik sedapat mungkin dibuat dalam bentuk papan pengapit
dan perhatikan adanya kayu muka yang cukup.
5. Bagian – bagian yang mendapatkan beban statis jangan disambungdengan baut,
kecuali baut klem dengan garis tengah minimal 1/2” ( 12 mm ) dan cincin
seperlunya yang cukup besar.
6. Semua rangka atau batang dari kayu harus terkena udara, jangan menanam balok
sidalam tanah atau beton. Dalam konstruksi rangka harus diperhatikan, jangan
sampai terjadi genangan-genangan air .
7. Gigi dan takikan hendaknya dilindungi dari curah hujan. Pen dan lobang hanya
boleh digunakan, kalau air tidak berkumpul di dalam lobang. Kepala ( ujung –
ujung ) kayu diberi bahan/obat anti pembusuk atau kool-ter sebelum dipasang.
8. Konstruksi yang letaknya horisontal perlu mendapatkan peninggian secukupnya.