Anda di halaman 1dari 2

Suasana Diskusi (amz/rou/inet)

Jakarta - Kasus VoIP yang menyandung Telkom membuat resah pemain VoIP lain di In
donesia. Yurisprudensi seakan-akan jadi harapan terakhir untuk meniadakan resah
tersebut. Di Indonesia, Voice over Internet Protocol (VoIP) menjadi teknologi ya
ng dilematis. Meski bisa membantu menurunkan biaya telekomunikasi suara, pemanfa
atan VoIP dalam bisnis ternyata dianggap melanggar hukum. Tengok saja kasus VoIP
yang menjebloskan beberapa petinggi PT Telkom ke penjara. Hingga saat ini kasus
tersebut masih 'terombang-ambing'. Kabar terakhir mengatakan, Kejaksaan belum m
au menerima berkas perkara yang diajukan. Akibatnya, penahanan bagi lima tersang
ka kasus tersebut ditangguhkan. Meski ditangguhkan, kasus tersebut terus berjala
n. Bagi beberapa pihak, kasus tersebut tak memiliki dasar hukum yang kuat. Oleh
karena itu, ada baiknya kasus itu dimajukan terus ke pengadilan hingga kemudian
diputuskan 'tak bersalah' oleh hakim. Ini diharapkan mejadi yurisprudensi bagi k
asus-kasus serupa di masa datang. Demikian sekilas intisari diskusi 'Legalitas B
isnis VoIP di Indonesia' yang digelar detikINET, Rabu malam (26/04/2006). Diskus
i dihadiri Heru Nugroho (salah satu Ketua Mastel), Juni Soehardjo (Mastel), Retn
o S. Renggana (Sekretaris Jendral Mastel), Bambang Soesijanto (Telkom), Sammy Pa
ngerapan (Pebisnis VoIP), Freddy Harris (Pakar Hukum), Sapto Anggoro (APJII), Ro
y Suryo (Pengamat Telematika), dan Mas Wigrantoro (Pengamat Telematika). Kasus L
emah? Yurisprudensi adalah keputusan hakim yang bisa dijadikan acuan bagi kasus
serupa di masa yang akan datang. Umumnya yurisprudensi dilakukan karena belum ad
a ketentuan hukum yang pasti, atau spesifik, terhadap suatu kasus. Yurisprudensi
paling terkenal, yang kerap dijadikan contoh dalam 'dasar-dasar ilmu hukum' ada
lah yurisprudensi mengenai pencurian arus listrik. Peserta diskusi agaknya berha
rap bahwa hakim akan memutuskan kasus tersebut untuk keuntungan pihak Telkom. Al
asannya? Dasar hukum yang digunakan untuk membangun kasus ini masih lemah. Apala
gi jika yang digunakan adalah UU No 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Mas Wi
grantoro memaparkan, soal traffic inbound VoIP berada pada peraturan teknis yang
termaktub dalam Keputusan Menteri Perhubungan No 21 tahun 2001 dan No 2 Tahun 2
003. Soal itu, ujarnya, tidak terdapat pada UU maupun Peraturan Pemerintah. "Jik
a di level itu (Keputusan Menteri-red), tak bisa dipidanakan. Sanksinya administ
ratif," ujar Mas Wig. Di sisi lain, Freddy Harris menyebut penegak hukum bisa ju
ga mengambil sudut pandang lain dalam kasus ini. Yaitu korupsi, dengan dasar huk
um UU no.31 tahun 1999 jo UU no.20 tahun 2001. "Misalnya dikatakan, mengapa Anda
menggunakan jasa dari perusahaan yang merugikan negara?" ujar Freddy. Namun, ji
ka itu yang jadi dasar hukumnya, pihak penegak hukum harus bisa mengajukan bukti
terjadinya kerugian negara. Politik Selain yurisprudensi, peserta diskusi juga
sempat 'menyentil' ranah politik sebagai cara untuk mengurangi keresahan industr
i terkait legalitas VoIP. Menurut Mas Wigrantoro, kalau sudah tidak bisa secara
hukum dan penjelasan melalui logika ekonomi praktis pun mentok, pendekatan polit
is adalah jalan yang bisa ditempuh. "Nah, yang sedang berkuasa sekarang kan part
ai demokrat," ujar Mas Wigrantoro menyentil Roy Suryo dan Heru Nugroho yang dudu
k di kepengurusan Partai Demokrat. Namun pernyataan ini tak sempat dikaji lebih
lanjut karena peserta diskusi agaknya masih enggan menempuh jalur politis. Pada
akhirnya, semua peserta cenderung menyepakati bahwa kasus tersebut harus berjala
n ke pengadilan. Harapannya, Telkom dinyatakan 'tak bersalah' dan timbul yurispr
udensi yang mendukung tumbuhnya industri VoIP di Indonesia. Namun hal itu bukan
berarti tak akan memakan korban. Para tersangka dari PT Telkom bisa jadi akan di
berhentikan dari jabatannya. Ini termasuk Dody Sujani (mantan Kepala Divisi Netw
ork PT Telkom), Komarudin (mantan Direktur Operasional dan Pemasaran), Endi Prij
anto (mantan Kepala Probis Voice Over Internet Protocol) dan John Welly (Direktu
r Sumber Daya Manusia PT Telkom). Pemberhentian tersebut merupakan risiko jika p
engadilan berlangsung cukup lama, misalnya lebih dari dua tahun. Menyusul diskus
i tersebut, pihak Mastel menginformasikan akan menggelar diskusi yang lebih besa
r mengenai VoIP pada tanggal 2 Mei 2006 di Hotel Hilton. Diskusi tersebut, ujar
Retno, akan berusaha menghadirkan pula pihak penegak hukum. (wsh) detikINET Plat
form 3.0 detikINET Platform 3.0 merupakan nama salah satu program community serv
ice development yang dimotori oleh tim redaksi detikINET. Bentuk acaranya adalah
'off-air', semisal diskusi, workshop, roadshow, dan sebagainya. Adapun program
itu sendiri sifatnya adalah 'dari-oleh-untuk' komunitas teknologi informasi (TI
Indonesia pada umumnya, dan komunitas pembaca detikINET pada khususnya. Tentu sa
ja dengan didukung oleh mitra terkait. Peran detikINET tak lebih hanyalah sebaga
i fasilitator. detikINET Platform 3.0 diharapkan dapat terselenggara rutin dalam
1 hingga 3 bulan sekali, disesuaikan dengan animo dan isu yang terus berkembang
. Untuk detikINET Platform 3.0 kali ini, yang telah mengulas soal legalitas VoIP
, adalah masuk pada putaran yang ke-7. Bagi komunitas TI apapun dan dimanapun ya
ng ingin menyelenggarakan suatu diskusi internal ataupun umum, kami siap membant
u menyediakan fasilitas ruang diskusi secara cuma-cuma. Atau institusi Anda ingi
n bekerjasama dengan kami dalam menyusun, melaksanakan atau mempromosikan suatu
kegiatan seminar, demo, tutorial atau workshop tentang teknologi informasi (TI)?
Dengan senang hati kami siap berdiskusi dengan Anda. Pun bagi mitra yang ingin
mensponsori atau mendukung program detikINET Platform 3.0 berikutnya, jangan sun
gkan untuk langsung menghubungi kami melalui e-mail redaksi(at)detikinet.com det
ik ini juga! Adapun detikINET Platform 3.0 putaran sebelumnya adalah sebagai ber
ikut: - Putaran 6 (Kamis, 20/4/2006) Pemanfaatan Blog bagi Aktivis Masjid dan Pe
santren - Putaran 5 (Sabtu, 25/3/2006 dan Selasa, 28/3/2006) Demo dan Tutorial V
oIP - Putaran 4 (Selasa, 21/02/2006) Diskusi Komunitas Warnet Indonesia - Putara
n 3 (Sabtu, 29/01/2006) Diskusi Komunitas Blogger Indonesia - Putaran 2 (Kamis,
26/01/2006) Tutorial Kiat Mengelola Web Server - Putaran 1 (Jumat, 20/01/2006) D
iskusi Penyedia Jasa Internet (ISP) (commdev/wsh) ( wsh )