Anda di halaman 1dari 7

M.

IQBAL FIRMAN ALFARIZI XI/20 HISTORY

JENIS – JENIS SEJARAH

1. Sejarah Lokal

=> Definisi
1. Kisah masa lampau dari kelompok masyarakat tertentu yang berada pada daerah geografis yang terbatas
2. Suatu peristiwa yang terjadi dalam lokasi yang kecil, baik pada desa dan kota tertentu
3. Studi tentang kehidupan masyarakat atau khususnya komunitas dari suatu lingkugan sekitar
(neighborhood) tertentu dalam dinamika perkembangannya dalam berbagai aspek kehidupan manusia4.
Suatu cabang studi sejarah yang terutama menekankan pengkajian peristiwa sejarah dilingkungan suatu
lokalitas tertentu
5. Sejarah yang terjadi dalam lokalitas yang merupakan bagian dari unit sejarah bangsa atau lebih tepat
negara
6. Sejarah dari suatu “tempat” suatu “locality” yang batasannya ditentukan oleh perjanjian
=> Contoh Sejarah Lokal
Sejarah Lamongan dan Kecamatan-nya
Dulu Lamongan merupakan Pintu Gerbang ke Kerajaan Kahuripan, Kerajaan Panjalu, Kerajaan Jenggala,
Kerajaan Singosari atau Kerajaan Mojopahit, berada di Ujung Galuh, Canggu dan kambang Putih ( Tuban).
Setelah itu tumbuh pelabuhan Sedayu Lawas dan Gujaratan (Gresik), merupakan daerah amat ramai ,
sebagai penyambung hubungan dengan Kerajaan luar Jawa bahkan luar Negeri.

Zaman Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur, Di Lamongan berkembang Kerajaan kecil Malawapati (
kini dusun Melawan desa Kedung Wangi kecamatan Sambeng ) dipimpin Raja Agung Angling darma
dibantu Patih Sakti Batik Maadrim termasuk kawasan Bojonegoro kuno. Saat ini masih tersimpan dengan
baik, Sumping dan Baju Anglingdarma didusun tersebut. Di sebelah barat berdiri Kerajaan Rajekwesi di
dekat kota Bojonegoro sekarang.

Pada waktu Kerajaan Majapahit dipimpin Raja Hayam Wuruk (1350 -1389) kawasan kanan kiri Bengawan
Solo menjadi daerah Pardikan. Merupakan daerah penyangga ekonomi Mojopahit dan jalan menuju
pelabuhan Kambang Putih. Wilayah ini disebut Daerah Swatantra Pamotan dibawah kendali Bhre Pamotan
atau Sri Baduga Bhrameswara paman Raja Hayam Wuruk ( Petilasan desa Pamotan kecamatan Sambeng ),
sebelumnya. Di bawah kendali Bhre Wengker ( Ponorogo ). Daerah swatantra Pamotan meliputi 3 kawasan
pemerintahan Akuwu , meliputi Daerah Biluluk (Bluluk) Daerah Tenggulunan (Tenggulun Solokuro) , dan
daerah Pepadhangan (Padangan Bojonegoro).

Menurut buku Negara Kertagama telah berdiri pusat pengkaderan para cantrik yang mondok di
Wonosrama Budha Syiwa bertempat di Balwa (desa Blawi Karangbinangun) , di Pacira ( Sendang Duwur
Paciran), di Klupang (Lopang Kembangbahu) dan di Luwansa ( desa Lawak Ngimbang). Desa Babat
kecamatan Babat ditengarahi terjadi perang Bubat, sebab saat itu babat salah satu tempat penyeberangan
diantar 42 temapt sepanjang aliran bengawan Solo. Berita ini terdapat dalam Prasasti Biluluk yang
tersimpan di Musium Gajah Jakarta, berupa lempengan tembaga serta 39 gurit di Lamongan yang tersebar
di Pegunungan Kendeng bagian Timur dan beberapa temapt lainnya.

Menjelang keruntuhan Mojopahit tahun 1478M, Lamongan saat itu dibawah kekuasaaan Keerajaan
Sengguruh (Singosari) bergantian dengan Kerajaan Kertosono (Nganjuk) dikenal dengan kawasan Gunung
Kendeng Wetan diperintah oleh Demung, bertempat disekitar Candi Budha Syiwa di Mantup. Setelah itu
diperintah Rakrian Rangga samapi 1542M ( petilasan di Mushalla KH.M.Mastoer Asnawi kranggan kota
Lamongan ). Kekuasaan Mojopahit di bawah kendali Ario Jimbun (Ariajaya) anak Prabu Brawijaya V di
Galgahwangi yang berganti Demak Bintoro bergelar Sultan Alam Akbar Al Fatah ( Raden Patah ) 1500 –
1518, lalu diganti anaknya, Adipati Unus 1518 -1521 M , Sultan Trenggono 1521 – 1546 M. Dalam
mengembangkan ambisinya, sultan Trenggono mengutus Sunan Gunung Jati ( Fatahilah ) ke wilayah barat
M. IQBAL FIRMAN ALFARIZI XI/20 HISTORY

untuk menaklukkan Banten, Jayakarta, danCirebon. Ke timur langsung dpimpin Sultan sendiri menyerbu
Lasem, Tuban dan Surabaya sebelum menyerang Kerajaan Blambangan ( Panarukan). Pada saat
menaklukkan Surabaya dan sekitarnya, pemerintahan Rakryan Rangga Kali Segunting ( Lamong ),
ditaklukkan sendiri oleh Sultan Trenggono 1541 . Namun tahun 1542 terjadi pertempuran hebat antara
pasukan Rakkryan Kali Segunting dibantu Kerajaan sengguruh (Singosari) dan Kerajaan Kertosono
Nganjuk dibawah pimpinan Ki Ageng Angsa dan Ki Ageng Panuluh, mampu ditaklukkan pasukan
Kesultanan Demak dipimpin Raden Abu Amin, Panji Laras, Panji Liris. Pertempuran sengit terjadi
didaerah Bandung, Kalibumbung, Tambakboyo dan sekitarnya.

Tahun 1543M, dimulailah Pemerintahan Islam yang direstui Sunan Giri III, oleh Sultan Trenggono
ditunjuklah R.Abu Amin untuk memimpin Karanggan Kali Segunting, yang wilayahnya diapit kali
Lamong dan kali Solo. Wilayah utara kali Solo menjadi wilayah Tuban, perdikan Drajat, Sidayu, sedang
wilayah selatan kali Lamong masih menjadi wilayah Japanan dan Jombang. Tahun 1556 M R.Abu Amin
wafat digantikan oleh R.Hadi yang masih paman Sunan Giri III sebagai Rangga Hadi 1556 -1569M Tepat
hari Kamis pahing 10 Dzulhijjah 976H atau bertepatan 26 mei 1569M, Rangga Hadi dilantik menjadi
Tumenggung Lamong bergelar Tumenggung Surajaya ( Soerodjojo) hingga tahun 1607 dan dimakamkan
di Kelurahan Tumenggungan kecamatan Lamongan dikenal dengan Makam Mbah Lamong. Tanggal
tersebut dipakai sebagai Hari Jadi Lamongan.

Setelah Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945, daerah Lamongan menjadi daerah garis depan melawan
tentara pendudukan Belanda, perencanaan serangan 10 Nopember Surabaya juga dilakukan Bung Tomo
dengan mengunjungi dulu Kyai Lamongan dengan pekikan khas pembakar semangat Allahu Akbar.
Lamongan yang dulunya daerah miskin dan langganan banjir, berangsur-angsur bangkit menjadi daerah
makmur dan menjadi rujukan daerah lain dalam pengentasan banjir. Dulu ada pameo “ Wong Lamongan
nek rendeng gak iso ndodok, nek ketigo gak iso cewok “ tapi kini diatasi dengan semboyan dari Sunan
Drajat, Derajate para Sunan dan Kyai “ Memayu Raharjaning Praja “ yang benar –benar dilakukan dengan
perubahan mendasar, dalam memsejahterahkan rakyatnya masih memegang budaya kebersamaan saling
membantu sesuai pesan kanjeng Sunan Drajat “ Menehono mangan marang wong kangluwe, menehono
paying marang wong kang kudanan , menehono teken marang wong kang wutho, menehono busaono
marang wong kang wudho “

Kabupaten Lamongan yang dikomandani H.Masfuk sebagai Bupati periode ke 2 dan H.Tsalis Fahmi
sebagai wakil Bupati sebelum Fadeli melejit bagaikan Sulapan , dengan terobosannya yang menjadi
perbincangan Nasional. Yang menonjol selama ini menjadi Ikon Wisata Bahari Lamongan (Lamongan
Ocean Tourism Ressort) , Lamongan Integrated Sharebased, Proyek Pelabuhan Rakyat, dan Proyek
Lapangan Terbang dan Eksplorasi minyak Balong Wangi Sarirejo,memungkinkan datangnya investasi baik
dari dalam negeri maupun investor luar negeri. Dengan tangan dinginnya PKL ditata rapi, Kelancara jalan
desa dan pengairan ditata sedemikian rupa, termasuk memberikan Bea siswa bagi siswa dan mahasiswa
berprestasi yang ekonominya kurang beruntung, dan nantinya jika telah menyelesaikan studynya bisa
kembali dan menyumbangkan pikiran dan kemampuannya demi kemajuan Lamongan. Kegiatan HJL kali
ini juga dumeriahkan oleh Dewan Kesenian Lamongan (DKL) parade Teater dan Pameran Senirupa kerja
sama dengan STKW Surabaya di gedung Handayani tanggal 26 mei dilanjutkan Sarasehan seni rupa oleh
Agus Koecing Surabaya , mengusung Peran dan perkembangan seni rupa jawa timur dan Management
berkesenian , 27 mei 2007

2. Sejarah Nasional

=> Definisi
Sejarah Nasional merupakan kerangkan referensi bagi sejarah local. Penulisan sejarah lokal merupakan
langkah strategis untuk menuju kepenulisan sejarah Nasional
M. IQBAL FIRMAN ALFARIZI XI/20 HISTORY

...=> Contoh Sejarah Nasional


Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Jumat, 17 Agustus 1945 Tahun Masehi, atau 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang dibacakan oleh Ir.
Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.
Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika
Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan
Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti
nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai
dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.
Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang
menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk
memproklamasikan kemerdekaannya.
Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI
diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi.
Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan
kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir
telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah
tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan
sebagai hadiah Jepang.
Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada
Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada
Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja
PPKI.[1] Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir
mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di
Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan
demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan
kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah
menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar,
dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta
bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan
proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang (sic).
Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih
berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan
Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC.
Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk
segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka
tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam
bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang
dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan
pemberian Jepang.
Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di
kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.
Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan
Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka
dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima
konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera
mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16
Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang
berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
M. IQBAL FIRMAN ALFARIZI XI/20 HISTORY

Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin
memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi
tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa
Rengasdengklok

3. Sejarah Dunia
=> Definisi
Sejarah Dunia adalah sejarah tentang manusia di dunia. Ini termasuk dari munculnya Homo sapiens
pertama sekitar 400.000 tahun yang lalu sampai sekarang.

=> Contoh Sejarah Dunia


Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki
Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki adalah serangan nuklir selama Perang Dunia II
terhadap kekaisaran Jepang oleh Amerika Serikat atas perintah Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman.
Setelah enam bulan pengeboman 67 kota di Jepang lainnya, senjata nuklir "Little Boy" dijatuhkan di kota
Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945, diikuti dengan pada tanggal 9 Agustus 1945, dijatuhkan bom
nuklir "Fat Man" di atas Nagasaki. Kedua tanggal tersebut adalah satu-satunya serangan nuklir yang
pernah terjadi.
Bom atom ini membunuh sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki pada akhir tahun
1945.[1] Sejak itu, ribuan telah tewas akibat luka atau sakit yang berhubungan dengan radiasi yang
dikeluarkan oleh bom.[2] Pada kedua kota, mayoritas yang tewas adalah penduduk.
Enam hari setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, pada 15 Agustus, Jepang mengumumkan bahwa
Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, menandatangani instrumen menyerah pada tanggal 2
September, yang secara resmi mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II. (Jerman sudah
menandatangani menyerah pada tanggal 7 Mei 1945, mengakhiri teater Eropa.) Pengeboman ini membuat
Jepang sesudah perang mengadopsi Three Non-Nuclear Principles, melarang negara itu memiliki senjata
nuklir.[3]
4. Sejarah Makanan
=>Definisi
Makanan memiliki sejarah. Ketika kita masak dan makan kita bisa menyelidiki asal-usul dan makna dari
makanan ini yang membantu kita untuk menghargai apa twisted sejarah panjang itu. Di sini Anda akan
menemukan sejarah yang mendalam dan entri pendek yang membuat makanan dimengerti sebagai bagian
dari budaya material.Masakan tidak muncul dari mana. Masakan berkembang sebagai bagian dari budaya
materi melalui usaha dan cinta orang sungguhan yang harus menyediakan makanan untuk keluarga
mereka. Di sinilah Anda akan menemukan bagaimana itu semua terhubung, dari asal bayam dengan
sejarah limun, bagaimana bajak laut dipengaruhi makanan Mediterania dan bagaimana polenta berubah
dari makanan yang termiskin di Mediterania ke tabel New York fanciest restoran.
=> Contoh Sejarah Makanan
Nasi Boranan
Lamongan has been famous by its particular food like Soto or Wingko Babat,
another traditional food which sometimes been forgotten is Boranan Rice.
Lamongan telah terkenal oleh makanan tertentu yang seperti Soto atau Wingko
Babat, makanan tradisional lain yang kadang-kadang telah dilupakan adalah
Boranan Rice. Boranan rice become favorite food for Lamongan inhabitant.
Boranan beras menjadi makanan favorit bagi penduduk Lamongan. This food is
serve with banana's leaf which makes it more traditional, it also serve in many
side dishes like soy bean cake or Tempe, Tofu, Fishes, Chicken, Rempeyek or chips and for sure, rice.
Makanan ini melayani dengan daun pisang's yang membuatnya lebih tradisional, juga melayani di berbagai
lauk seperti kue kacang kedelai atau tempe, Tahu, Ikan, Ayam, rempeyek atau keripik dan pasti, beras.
Boranan nasi atau 'Sego Boranan' adalah makanan tradisional dari Lamongan, Jawa Timur. It is not very
popular from other area, for Lamongan is the one that has this food. Hal ini tidak begitu populer dari
M. IQBAL FIRMAN ALFARIZI XI/20 HISTORY

daerah lain, untuk Lamongan adalah salah satu yang memiliki makanan ini. We
can find this food Kita bisa menemukan makanan ini around the traditional
market in Lamongan. di sekitar pasar tradisional di Lamongan. Boranan rice is
consist of: rice, the sauce, the side dishes, rempeyek or chips. nasi Boranan
adalah terdiri dari: nasi, saus, sisi piring, rempeyek atau keripik. The sauce for
this rice is very rich, the side dishes also in variant like meat, chicken, the
innards, milk fish, scrambled egg, salty egg, tofu, soy bean cake, and the most
expensive fish - the Sili fish. Saus untuk padi ini sangat kaya, lauk juga dalam
varian seperti daging, ayam, jeroan, ikan bandeng, orak-arik telur, telur asin, tahu, kue kacang kedelai, dan
ikan yang paling mahal - ikan sili.
Boranan rice is similar with Jamblang rice from Cirebon, West Java, which is serve by using teak leaf. nasi
Boranan mirip dengan nasi jamblang dari Cirebon, Jawa Barat, yang melayani dengan menggunakan daun
jati. the thing which makes Boranan rice become more particular is coming from the Sili fish and the chili
sauce. hal yang membuat nasi Boranan menjadi lebih tertentu adalah berasal dari ikan sili dan saus cabai.
Sili fish is taste sweet like a sardine fish, a smoke sardine. Ikan sili rasa manis seperti ikan sarden, sebuah
sarden asap.
5. Sejarah Ekonomi
=> Definisi
sejarah ekonomi adalah studi tentang bagaimana fenomena ekonomi berevolusi dari sejarah perspektif.
Analysis in economic history is undertaken using a combination of historical methods , statistical methods
and by applying economic theory to historical situations. Analisis dalam ekonomi sejarah dilakukan
dengan menggunakan kombinasi metode sejarah , metode statistik dan dengan menerapkan teori ekonomi
untuk situasi historis.
=> Contoh Sejarah Ekonomi
Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI)
yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.
Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis,
namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih
ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal
tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.[37]
Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi,
menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan
investasi asing.[37] Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya
nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968
sampai 1981.[37] Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa
deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali,[37] selanjutnya mengalirkan
investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989
sampai 1997[38] Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis
ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu,[39] yang disertai pula berakhirnya masa Orde
Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.
Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi
5% dan diperkirakan akan terus berlanjut.[40] Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup
besar dalam mempengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%.[41][42] Perkiraan tahun 2006,
sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup
dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari.[43]
Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam,
timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia
telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh,
kopi, rempah-rempah, dan karet.[44] Sektor jasa adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3%
untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang
14,0%.[45] Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor
M. IQBAL FIRMAN ALFARIZI XI/20 HISTORY

lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor
industri sebesar 18,8%.[46]
Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara jirannya yaitu
Malaysia, Singapura dan Australia.
Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam
bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan.
Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara
dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.[47]

6. Sejarah Geografi
=> Definisi
geografi sejarah adalah studi tentang manusia , fisik , fiksi teoretis, dan "nyata" geografi, dari masa lalu.
=> Contoh Sejarah Geografi
Kawasan Geografi Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan memperluas 5.120 kilometer (3.181 mil) dari timur ke barat dan
1.760 kilometer (1.094 mil) dari utara ke selatan. [1] Ini meliputi suatu pulau diperkirakan 17.508, hanya
6.000 yang dihuni. It comprises five main islands: Sumatra , Java , Borneo (known as " Kalimantan " in
Indonesia), Sulawesi , and New Guinea ; two major archipelagos ( Nusa Tenggara and the Maluku
Islands ); and sixty smaller archipelagos. Ini terdiri dari lima pulau utama: Sumatra , Jawa , Kalimantan
(dikenal sebagai " Kalimantan "di Indonesia), Sulawesi , dan New Guinea ; dua kepulauan utama ( Nusa
Tenggara dan Kepulauan Maluku ), dan kepulauan kecil enam puluh. Four of the islands are shared with
other nations: Borneo is shared with Malaysia and Brunei , Sebatik , located eastern coast of Kalimantan,
shared with Malaysia, Timor is shared with East Timor , and the newly divided provinces of Papua and
West Papua share the island of New Guinea with Papua New Guinea . Empat pulau dibagi dengan negara
lain: Borneo dibagi dengan Malaysia dan Brunei , Sebatik , terletak di pantai timur Kalimantan, bersama
dengan Malaysia, Timor dibagi dengan Timor Leste , dan yang baru dibagi provinsi Papua dan Papua
Barat berbagi pulau dari New Guinea dengan Papua New Guinea . Indonesia's total land area is
1,919,317 square kilometres (741,052 sq mi). total luas lahan Indonesia adalah 1.919.317 kilometer persegi
(741.052 sq mi). Included in Indonesia's total territory is another 93,000 square kilometres (35,908 sq mi)
of inland seas ( straits , bays , and other bodies of water). Termasuk dalam total wilayah itu Indonesia
adalah lain 93.000 kilometer persegi (35.908 sq mi) dari pedalaman laut ( selat , teluk , dan badan air
lainnya). The additional surrounding sea areas bring Indonesia's generally recognized territory (land and
sea) to about 5 million square kilometers. Wilayah laut membawa tambahan sekitar wilayah Indonesia
umumnya diakui (tanah dan laut) untuk sekitar 5 juta kilometer persegi. The government, however, also
claims an exclusive economic zone, which brings the total to about 7.9 million square kilometers.
Pemerintah, bagaimanapun, juga mengklaim zona ekonomi eksklusif, yang membawa total menjadi sekitar
7,9 juta kilometer persegi.

7. Sejarah Sosial
=> Definisi
sejarah sosial, yang sering disebut sejarah sosial baru, adalah cabang dari Sejarah yang mencakup sejarah
orang-orang biasa dan strategi mereka menghadapi kehidupan. Dalam "nya emas" usia sebuah lapangan
utama pertumbuhan pada 1960-an dan 1970-an di kalangan sarjana, dan masih juga terwakili di
departemen sejarah.
=> Contoh Sejarah Sosial
Sejarah Sumpah Pemuda

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia
(PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh indonesia. Atas inisiatif PPPI,
kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Sehingga
menghasilkan Sumpah Pemuda.
M. IQBAL FIRMAN ALFARIZI XI/20 HISTORY

Rapat Pertama, Gedung Katholieke Jongenlingen Bond


Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan
Banteng. Dalam sambutannya, Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan
dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Jamin tentang arti dan
hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan
Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat Kedua, Gedung Oost-Java Bioscoop


Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan.
Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat bahwa anak harus
mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di
rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Rapat Ketiga, Gedung Indonesisch Huis Kramat


Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan
kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari
pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang
dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia” karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut
disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan
hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia, berbunyi :

PERTAMA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,
TANAH INDONESIA.

KEDOEA
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,
BANGSA INDONESIA.

KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN,
BAHASA INDONESIA

Beri Nilai