Anda di halaman 1dari 10

I.

PENDAHULUAN

Agni Purana merupakan Mahapurana atau Purana mayor yang termasuk ke dalam
golongan Tamasika Purana, yaitu kelompok purana yang mengagungkan Siva dan lebih
banyak berbicara kepada ritual serta norma-norma sosial. Pengarang dari Agni Purana
adalah Dewa Agni yang kemudian menurunkan ajaran Agni Purana kepada Rsi Vasistha,
yang dilanjutkan diturunkan kepada Vyasadeva, dan murid Vyasadeva yang bernama
Suta kemudian mewarisi ajaran ini dari gurunya.
Agni Purana merupakan kitab suci yang membicarakan banyak hal, yaitu dari
mengenai inkarnasi Avatar Visnu yang pernah menjelma ke bumi, juga diajarkan
bagaimana persyaratan membangun sebuah kuil, astrologi, pengetahuan tentang obat-
obatan, arsitektur, botani, sastra, drama, menari, tata bahasa dan rangkuman ajaran dalam
Bhagavad Gita, Veda dan Upanisad.
Dalam Agni Purana terdapat sekitar lima belas ribu sloka yang terbagi menjadi
383 adhyaya (bab), yaitu dengan perincial masing-masing bab sebagai berikut :
• Bab 1, pendahuluan yang menceritakan mengenai 10 Avatar Visnu
• Bab 2-4 menceritakan mengenai Matsya, Kurma dan Varaha Avatar
• Bab 5-11, ringkasan mengenai Ramayana
• Bab 12, ringkasan mengenai Harivamsha
• Bab 13-15, menceritakan kisah Mahabharata
• Bab 16, menggambarkan Budha dan Kalki Avatar
• Bab 17-20, menggambarkan lima karakteristik Purana
• Bab 21-70, berisikan diskusi antara Narada, Agni, Hayagriva dan Bhagavan. Bab ini
menjelaskan mengenai proses penciptaan, membangun Kunda, Mudra (posisi tangan
selama pemujaan), metode pemujaan dan Vasudeva, Samkarshana, Pradyumna dan
Anirudha
• Bab 71, mengenai pemujaan Ganesha
• Bab 72-105, berhubungan mengenai pemujaan Lingga dan manifestasi Devi, dan juga
bersiikan mengenai persembahan api, pemujaan Canda, Kapila.

Pankania - cat
• Bab 106, mendiskusikan mengenai Vastu
• Bab 107, ditujukan mengenai penciptaan Svayambuva Manu
• Bab 108, adalah mengenai Bhuvana-Kosha (penjelasan alam semesta)
• Bab 109-116, menceritakan mengenai tempat-tempat suci untuk bertirtayatra
• Bab 117, mengenai pemujaan keluarga
• Bab 118-120, menggambarkan geografi, baik India dan bagian lain di dunia
• Bab 121-149, mengenai astronomi dan astologi
• Bab 150, mengenai Manvantara dan nama-nama Manu
• Bab 151-167, mengenai pembagian Varna
• Bab 168-174, mendiskusikan mengenai doa
• Bab 175-207, menggambarkan Vrata
• Bab 208-217, mengenai dana punia
• Bab 218-248, mengenai kenegarawanan / raja
• Bab 249-252, mengenai persenjataaan
• Bab 254-258, mendikusikan Vyavahara (hukum dan perundang-undangan)
• Bab 259-271, mengenai beragam topik ringkasan Veda
• Bab 272, mengenai pahala dari membaca Purana
• Bab 273-278, mengenai silsilah raja-raja
• Bab 279-300, mengenai obat-obatan
• Bab 301-316, mengenai pemujaan terhadap Surya dan beragam mantra
• Bab 317-326, pembicaraan Ishvara kepada Skanda mengenai pemujaan Gana,
Aghora, Pashupata, Rudra dan Gauri
• Bab 327, berisikan keutamaan pembangunan lingga
• Bab 328-335, ringkasan Pingala Sutra
• Bab 336-337, mengenai tata bahasa dan kesusasteraan
• Bab 338, berisikan mengenai komposisi dan retorika dalam drama dan puisi
• Bab 339-340 mengenai emosi dalam berperan
• Bab 341-342, mendiskusikan mengenai peran pemain drama
• Bab 343-345, mengenai ragam pengucapan

Pankania - cat
• Bab 346-347, komposisi drama
• Bab 348, berisikan kata-kata monosylabic
• Bab 349-359, mengenai tata bahasa Sansekerta
• Bab 360-367, mengenai kamus bentuk Amarakosha
• Bab 369-370, mengenai anatomi tubuh
• Bab 371, menggambarkan beragam Naraka
• Bab 372-376, mengenai Raja Yoga dan Hatha Yoga
• Bab 377-380, adalah mengenai filosofi Vedanta dan pengetahuan tentang Brahman
• Bab 381, mengenai Bhagavad Gita
• Bab 382, mengenai Yamagita
• Bab 383 mengenai kebajikan Agni Purana
Agni Purana dihimpun pada saat dimana agama Brahmana sedang tumbuh dan
mekarnya. Supremasi dan kedudukan para Brahmana dalam kehidupan sangat dijunjung
dalam kitab ini.

Pankania - cat
II. PEMBAHASAN

Kitab Purana merupakan gudang pengetahuan agama yang sangat besar, yang
dimaksudkan untuk menjabarkan ajaran suci Veda yang demikian luas, penuh kandungan
spritiual, filosofis, moralitas, edukatif dan hal-hal lainnya. Di dalam kitab-kitab purana
diuraikan pokok-pokok ajaran agama Hindu yaitu Sraddha (Tatwa), Tata Susila (Etika)
dan Acara Agama (Upacara).
Seperti kitab Mahapurana lainnya, Kitab Agni Purana juga mengandung pokok-
pokok ajaran Sradha, Tata susila dan Acara Agama, dan selain itu Agni Purana juga
merupakan ensiklopedia yang mengandung beragam hal. Pembagian isi Agni Purana
berdasarkan pokok-pokok ajaran dapat disarikan sebagai berikut:
• Sraddha
 Avatar (Mengenai Avatar sampai dengan Buddha dan Kalki)
 Tetang Penciptaan
 Manvantara
 Neraka
 Dana Punya
 Raja
 Penghancuran (Pralaya)
 Yama dan Neraka
 Pengetahuan tentang Brahman
 Bhagavad Gita
 Yama Gita
 Kebajikan dari Agni Purana
• Tata Susila
 Mahabarata
 Varnasrama Dharma
 Ajaran Sang Rama
 Masalah Kesejahteraan

Pankania - cat
• Acara Agama
 Tetang Berdoa, membangun kuil dan patung dewa
 Tempat suci untuk bertirtayatra
 Dosa dan Penebusannya
 Vrata
 Gayatri
 Mimpi
 Pertanda dan Firasat
 Perang
 Menyumbangkan Kitab Purana
 Yoga
• Ensiklopedia / Ragam Hal
 Geography
 Astrology
 Mimpi
 Pertanda dan Firasat
 Dhanur Veda
 Dinasti para raja
 Obat-obatan
 Tata bahasa dan kesusasteraan
Uraian ringkas dari masing-masing pokok ajaran yang terkandung dalam kitab
purana disajikan dalam sub bab di pembahasan ini

2.1. Pokok Ajaran Sraddha


Sradha merupakan pokok-pokok keyakinan agama Hindu yang terdiri dari Brahman,
Atman, Karmaphala, Samsara dan Moksa. Dalam Agni Purana, pokok-pokok ajaran
Sradaha antara lain adalah :
• Avatar (Mengenai Avatar sampai dengan Buddha dan Kalki)
Avatar adalah sebuah inkarnasi dewa, yang berarti dewa yang bersangkutan mengambil
wujud manusia untuk lahir di dunia. Tujuannya adalah untuk menegakkan kebenaran dan

Pankania - cat
menghancurkan kejahatan. Dewa wisnu adalah pemelihara alam semesta, oleh karena itu
beliau paling sering berinkarnasi. Sepuluh avatar utama visnu adalah (1) Matsya – berwujud
ikan maha besar, (2) Kurma – berwujud kura-kura, (3) Varaha – berwujud hutan, (4)
Narasimha – berwujud manusia setengah singa, (5) Vamana – berwujud brahmana cebol (6)
Parasurama, (7) Rama, (8) Krsna, (9) Budha dan (10) Kalki – inkarnasi Visnu yang belum
turun.
Dalam pokok ajaran mengenai Avatar juga disajikan kisah Rama, Harivamsa dan Mahabarata
beserta niali-nilai yang terkandung di dalamnya.
• Tetang Penciptaan
Sebelum penciptaan dimulai yang ada hanyalah Brahman yang memenuhi segalanya.
Pertama-tama Visnu menciptakan air, dan dalam air itu beliau memperlihatkan sebuah benih
Brahmanda, telur mahabesar. Dari telur ini Brahma menciptakan dirinya sendiri, maka beliau
bergelar Svayambhu. Setelah menciptakan dirinya sendiri, beliau diam di dalam telur selama
satu than, dan pada akhir tahun, Brahma membelar telur menjadi dua, satu bagian menjadi
surga dan yang lainnya menjadi bumi. Dan diantara dua wilah itu Brahma menciptakan langit
yang maha luas.
Selanjutnya Brahma meletakkan bumi di atas air dan menciptakan waktu, kilat, guntur, awan,
pelangi, kata-kata dan amarah. Dan untuk memastikan Yajna bias dilakukan, dari tubuh
beilau keluarlah kitab Rig Veda, Yajur Veda dan Sama Veda. Dari kekuatan batinnya,
Brahma menciptakan tujurh orang Rsi.
• Manvantara
Setiap Manvantara diperintah oleh seorang Manu, dengan urutan : (1) Manu pertama adalah
Svayambhuva Manu, (2) Manu yang kedua adlaah Svarocisa, (3) Manu yang ketiga adalah
Utamma, (4) Manu yang keempat adalah Tapasa, (5) Manu yang kelima adalah Raivata, (6)
Manu yang keenam adalah Caksusa dan (7) Manu yang ketujuh, sedang berlangsung
sekarang ini adalah Sraddhadeva. Untuk manvantara yang kedelapan dan selanjutnya masih
belum dating.
Selama setiap siangnya Branhma ada empat belas Manvantara, dan setelah itu datanglah
malamnya Brahma dimana semua mahluk akan dihancurakan dan selanjutnya alam semesta
akan diciptakan kembali.
• Neraka
Bagian ini Agni purana menjelaskan tentang keberadaan beberapa neraka, seperti yang
berhubungan dengan pernikahan, pembunuhan binatang, menggunduli hutan, menghinda
Veda.

Pankania - cat
• Dana Punia
Dana punia cara yang terpenting untuk mendapatkan pahala. Dana punia biasanya diberikan
ketika seorang pergi ke tempat suci . Benda-benda yang digunakan untuk sumbangan bisanya
adalah emas, kuda, bahan makanan, bibit tanaman, rumah, sapi dan sebagainya. Konsep
tentang pemberian dana akan berubah sesuai dengan perkembangan jaman.
• Penghancuran (Pralaya)
Penghancuran total / Pralaya terjadi periodic dan terjadi setiap empat ribu yuga telah berlalu
di bumi ini.
• Pengetahuan tentang Brahman
Brahma jnana adalah pengetahuan tentang Brahman. Pengetahuan inilah yang memberikan
kebahagiaan yang sejati yang tiada lain adalah jivatman yang berada pada individu yang
dengan kata lain adalah jiwa yang universal.
• Bhagavad Gita
Ketika prang Bharata Yuddha hendak dimulai, Sri Krsna mengajarkan Gita pada Arjuna di
medan Kuruksetra. Dalam Agni purana diajarkan esensi Gita tersebut.
• Yama Gita
Intisari ajaran Yama Gita adalah bahwa sungguh aneh jika manusia mengejar kedudukan,
harta, bangunan dan segala jenis kenikmatan duniawi. Seoerang hendaknya tidak terikat pada
segala jenis kenikmatan duniawi.
• Kebajikan dari Agni Purana
Agni Purana memberikan kekayaan dan menghilangkan segala mimpi dan memberika
kebahagiaan. Dengan membaca keseluruhan dari kitab Agni Purana akan mendapat pahala
yang sama dengan menyubangkan seratus sapi atau menyumbangkan sebuah tempat suci.

2.2. Tata Susila


Susila memegang peranan penting bagi tata kehidupan manusia sehari- hari. Ajaran susila
dalam Agni Purana terkandung antara lain dalam bab-bab mengenai:
• Varnasrama Dharma
Empat varna adalah Brahmana (melakukan upacara kurban, menymbang pada mereka
yang membutuhkan dan mempelajari kitab suci), Ksatriya hendaknya melindungi
kebaikan dan membasmi kejahatan, Vaisya (melakukan kegiatan perdagangan,
bertani dan beternak) dan Sudra (melayani ketiga varna di atasnya).

Pankania - cat
Empat tahap kehidupan disebut Catur Asrama terdiri dari Brahmacarya (masa
menuntut ilmu), Grhasta (berumah tangga), Vanaprastha (menjauhkan diri dari
keduniawian dengan tinggal di tempat sepi), Pertapa (mencapai pengetahuan yang
sejati dan sepenuhnya terbebas dari keduniawian).
• Raja
Raja adalah soerang pemimpin, pelindung dan pengayom rakyatnya. Ia memiliki
kewajiban yang sangat banyak. Ia harus menghukum mereka yang berbuat jahat,
menghancurkan musuh, menjamin kesejahteraan rakyat, dan lainnya.
Bagian ini juga menjelaskan etika yang harus dilakukan raja seperti kesetiaan pada
tugasnya, menunjuk pegawai, memperhatikan putra-putranya, kebiasaan yang harus
dihindari, cara-cara yang dipakai raja untuk memerintah.
• Ajaran Sang Rama
Ajaran Rama mengenai kewajiban seorang raja yaitu ada empat: (1) mengumpulkan
kekayaan sebanyaknya untuk kerjaan (2) meningkatkan kekayaan (3) melindungi
kekayaan dan (4) memberikan beberapa dari kekayaan untuk mereka yang
membutuhkan
• Masalah Kesejahteraan
Dalam ajaran masalah kesejahteraan dijelaskan mengenai hutang-hutang atau harta
warisan yang ditinggal mati oleh pemiliknya.
• Perang
Bagian ini menjelaskan aturan dalam perang, missal raja tidak boleh ikut turun ke
medan perang secara langsung, gajah perang hendaknya dikelilingi empat kereta,
melawan musuh yang sesuai, memakai senjata yang sama dan yang sama
kedudukannya dalam struktur pasukannya, yang meneyrah tidak boleh dibunuh dan
lain-lainnya.

2.3. Acara Agama


Acara agama terkait erat dengan Sadacara, tempat suci, upacara Yajna, Hari Raya / Hari
Suci. Pokok-pokok ajaran acara agama dalam Agni Purana yaitu antara lannya:
• Tetang Berdoa, membangun kuil dan patung dewa

Pankania - cat
Bagian ini menjelaskan tentang aturan untuk memjua, bagaimana membangun kuil dan
patung dewa. Orang yang membangun kuil atau tempat suci akan menjadi orang yang
terberkati, dan walau hanya dengan berpikir membangun kuil, akan membuatnya terbebas
dari dosa.
Pahala yang besar akan didapatkan dengan membuat patung dewa, dan hendaknya patung
dewa dibuat agar menghadap ke arah kota / pedesaan.
Dalam bagian ini dijelaskan bentuk-bentuk patung dewa yaitu Dewa Wisnu dan inkarnasinya,
Durga, Siva / Sivalingga.
• Tempat suci untuk bertirtayatra
Sungai yang menjadi tempat untuk bertirtayatra adalah Sungai narmada. Dan tempat yang
plaing keramat dan Suci adalah Gayasura, dimana sangat erat dengan kejadian seorang asura
bernama Gayasura yang melakukan tapa hebat di tempat itu.
• Dosa dan Penebusannya
Seseorang yang melakukan dosa berkewajiban untuk melakukan penebusan atas dosa-dosa
yang dilakukannya. Dalam bagian dosa dan penebusannya diuraikan cara-cara penebusan
dosa.
• Vrata
Bagian ini menjelaskan ritual dan upacara tertentu harus dilakukan berdasarkan Tithi
dan Naksatra, yang disebut dengan Vrata.
• Gayatri Mantra
Gayatri Mantra adalah mantra yang tertinggi dalam Veda, dan ditujukan kepada Dewi
Gayatri, dewi yang dipuja untuk menemukan identitas sejati manusia.
Jika seorang memiliki samskara yang bagus, hanya dengan tujuh kali pengucapan
akan menghapus segala dosanya. Mengucapkan duapuluh satu kali akan mencapai
alam-alam yang jauh mengatasi surga. Mengucapkan seratus delapan kalai, akan tidak
mengalami reinkarnasi lagi.
• Raja
Dalam bagian Raja, selain mengungkapkan etika raja, juga diuraikan upacara yang
harus dilkukan soerang calon raja, dan siapa yang berhak melakukan penobatan.
Selanjutnya juga diuraikan doa-doa yang harus dilakukan oleh Raja kepada dewa
Brahma, visnu dan Siva serta dewa lainnya.
• Perang

Pankania - cat
Selain menjelaskan etika perang, bagian ini menjelaskan hal-hal yang dilakukan
seorang raja sebelum hendak melakukan peperangan, yaitu diperlukan tujuh hari
persiapan yaitu (1) melakukan puja Ganesa, Visnu dan Siva, (2) memuja Dikpala (3)
Memuja Rudra, (4) memuja planet dan bintang yang berkuasa, (5) memuja Asvini
kembar dan sungai-sungai suci, (6) melakukan upacara permandian suci atas
kemenangan yang akan dicapai dan (7) menuju medan perang.
• Menyumbangkan Kitab Purana
Pada baigan ini, dijelaskan mengenai pahala yang didapatkan dengan memberikan
sumbangan yang disertai dengan sumbangan berupa kitab Purana.
• Yoga
Yoga merupakan cara untuk mengatasi segala penderitaan dan kesulitan hidup. Yoga
akan cara untuk menyatukan jivatman dengan paramatman. Pantangan pertama dalam
yoga adalah sifat tanpa kekerasan.

Pankania - cat