KONFIDENSIAL TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT Lampiran Surat Keputusan Kasad Nomor Skep / / / 2006

Tanggal 2006

BUKU PETUNJUK PELAKSANAAN Tentang PENYELENGGARAAN LATIHAN PRATUGAS KE DAERAH RAWAN BAB I PENDAHULUAN 1. Umum. a. TNI AD sebagai bagian dari TNI memiliki tugas pokok menegakkan kedaulatan

negara dan keutuhan wilayah darat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia di wilayah daratan dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara. Dihadapkan pada tugas pokok tersebut, maka persepsi terhadap bentuk ancaman yang menjadi fokus perhatian adalah semua tindakan yang mengarah pada ancaman militer maupun non militer. b. Kondisi kekuatan dan kemampuan satuan-satuan TNI AD saat ini bila

dihadapkan pada berbagai bentuk ancaman dan gangguan yang terjadi dibutuhkan kebijaksanaan dalam pengorganisasian dengan membentuk satuan-satuan tugas. Pembentukan satuan tugas tersebut diharapkan akan dapat menjawab berbagai kebutuhan gelar kekuatan yang dihadapkan dengan satuan yang dibutuhkan untuk penugasan ke daerah rawan. c. Dalam penyelenggaraan latihan Pratugas ke daerah rawan di jajaran TNI AD

diperlukan Buku Petunjuk sebagai pedoman penyelenggaraan latihan Pratugas, guna memperlancar pelaksanaan latihan disusunlah Buku Petunjuk Pelaksanaan tentang Penyelenggaraan Latihan Pratugas ke Daerah Rawan.

2.

Maksud dan Tujuan. KONFIDENSIAL

5 a. Maksud. Memberikan penjelasan kepada pembina latihan dalam

menyelenggarakan latihan Pratugas ke Daerah Rawan. b. Tujuan. Sebagai pedoman bagi pembina latihan agar dalam

menyelenggarakan latihan Pratugas ke Daerah Rawan dapat dilaksanakan secara optimal. 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. a. Ruang Lingkup. Pembahasan Buku Petunjuk Pelaksanaan tentang

Penyelenggaraan Latihan Pratugas ke Daerah Rawan berisi tentang penyiapan satuan tugas TNI AD untuk melaksanakan tugas di daerah rawan. b. Tata urut. 1) 2) 3) 4) 5) 4. Landasan. a. Surat Keputusan Kasad Nomor Skep / 331 / IX / 2002 tanggal 12 September Bab I Bab II Bab III Bab IV Bab V Bujuklak ini disusun dengan tata urut sebagai berikut : Pendahuluan. Ketentuan Umum. Pelaksanaan. Komando dan Pengendalian. Penutup.

2002 berlakunya Buku Petunjuk Induk tentang Latihan. b. Surat keputusan Kasad Nomor Skep / 10 / I / 2003 tanggal 28 Januari 2003

berlakunya Buku Petunjuk Pembinaan tentang Pembinaan Latihan. c. Surat keputusan Kasad Nomor Skep / 11 / I / 2003 tanggal 28 Januari 2003

berlakunya Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyelenggaraan Latihan. d. Surat Keputusan Kasad Nomor Skep / 162 / VII / 2003 tanggal 3 Juli 2003

berlakunya Buku Petunjuk Teknik tentang Penerapan Hukum HAM dan Hukum Humaniter dalam Penyelenggaraan Latihan. e. Buku Petunjuk Penyiapan Satuan TNI AD untuk Tugas Mengatasi Konflik

Vertikal, Kodiklatad Mei 2000.

6 f. Buku Petunjuk Penyiapan Satuan TNI AD untuk Tugas Mengatasi Konflik

Horisontal, Kodiklatad Mei 2002. 5. Pengertian. a. Konflik vertikal adalah konflik yang terjadi karena adanya kemajemukan

vertikal yaitu struktur masyarakat menurut pemilikan kekayaan, pengetahuan dan kekuasaan. Hal ini terjadi disebabkan karena sebagian besar masyarakat yang tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit kekayaan, pengetahuan dan kekuasaan akan memiliki kepentingan yang bertentangan dengan kelompok kecil masyarakat yang mendominasi ketiga sumber pengaruh tersebut. Distribusi kekayaan, pengetahuan dan kekuasaan yang pincang merupakan penyebab utama timbulnya konflik. b. Konflik horisontal adalah konflik yang terjadi karena adanya kemajemukan

struktur masyarakat sebagai berikut : 1) 2) Majemuk secara kultural, seperti suku bangsa, daerah, agama dan ras. Majemuk secara sosial dalam arti perbedaan pekerjaan dan profesi,

seperti petani, buruh, pedagang, pengusaha, pegawai negeri sipil, militer, wartawan, dokter, alim ulama dan cendekiawan. 3) Majemuk dalam arti perbedaan karakteristik tempat tinggal seperti desa

dan kota. c. Sabotase adalah perbuatan/tindakan destruktif yang bertujuan menghancurkan,

merusak atau melumpuhkan suatu mekanisme atau suatu organ vital. d. Separatisme adalah faham yang mencari keuntungan dengan memecah belah

suatu golongan (bangsa).

e.

Subversi

adalah segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang dilakukan secara

sengaja dan konsepsional yang sifatnya bertentangan dengan kepentingan nasional,

7 dengan maksud merongrong atau menjatuhkan kekuasaan dan kewibawaan pemerintah yang sah. f. Teror adalah usaha menciptakan ketakutan, kengerian dan kekejaman oleh

seseorang atau golongan.

BAB II KETENTUAN UMUM

6.

Umum.

Latihan Pratugas pada dasarnya untuk menyiapkan satuan dari aspek latihan

agar mampu melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepada satuan tesebut di daerah tugas. Karenanya latihan pratugas harus diorientsikan pada tugas-tugas yang akan dilaksanakan (mission oriented training). Agar pelaksanaan latihan ini dapat mengarah pada tugas-tugas satuan di daerah tugas, maka penyelenggara latihan dan perangkat-perangkat latihan harus disiapkan serta diarahkan pada kebutuhan tugas. 7. Tujuan. Membekali Satuan Tugas TNI AD yang disiapkan untuk tugas operasi ke

daerah rawan di seluruh wilayah NKRI. 8. Sasaran. a. Terwujudnya kesiapan Satgas agar mampu melaksanakan pencegahan,

penanggulangan dan pemulihan keamanan terhadap gangguan di daerah rawan. b. Terwujudnya kesiapan personel agar mampu melaksanakan taktik dan teknik

bertempur sesuai tuntutan tugas yang akan dihadapi. c. Terwujudnya kesiapan Satgas yang mampu melokalisir dan menghancurkan

gerakan lawan yang mengganggu stabilitas keamanan suatu daerah. d. Terwujudnya kesiapan Satgas agar mampu melaksanakan Pam Obvit Nasional

di daerah rawan dari berbagai gangguan. e. Terwujudnya kesiapan Satgas agar mampu mencegah, membatasi dan

mengatasi terjadinya konflik di daerah rawan.

b. Penyiapan penyelenggaraan latihan pratugas ke daerah rawan dilaksanakan oleh Kotama dengan membentuk suatu organisasi yang mendukung dalam penyelenggaraan latihan pratugas ke daerah rawan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap pengakhiran yang dilaksanakan oleh komando latihan bertugas menyiapkan perangkat kendali latihan. Melakukan penelitian dan menyiapkan bahan-bahan ajaran hal-hal yang berkaitan dengan taktik. Menyusun perangkat kendali latihan untuk Satgas yang disiapkan penugasan ke Melakukan monitoring aktif terhadap perkembangan situasi di daerah rawan daerah rawan. organisasi ini hanya berlaku dalam penyelenggara latihan pratugas ke daerah rawan dan pada prinsipnya pengorganisasian penyelenggaraan latihan Pratugas ke daerah rawan sama dengan pengorganisasian latihan yang digunakan untuk latihan pembinaan kekuatan adapun tugas Kolat antara lain : a.. . 4) Menyiapkan personel untuk dilibatkan dalam pengawasan dan pengendalian latihan di Kotama tentang keselarasan program latihan pratugas. d. Mabesad. 3) Mengeluarkan direktif latihan kepada Kotama yang akan melaksanakan latihan pratugas ke daerah rawan apabila Mabes TNI tidak mengeluarkan direktif latihan. 1) Merumuskan dan menginventarisir satuan-satuan yang akan dilibatkan dalam penugasan ke daerah rawan berdasarkan Rengunkuat Mabes TNI.8 9. Melatih Satgas yang disiapkan untuk penugasan ke daerah rawan. yang berguna untuk penyempurnaan materi latihan bagi satgas yang disiapkan untuk penugasan ke daerah rawan. a. 2) Menentukan perorganisasian penyelenggara latihan berdasarkan kebijaksanaan latihan yang dikeluarkan Mabes TNI. Tataran Kewenangan Penyelenggaraan Latihan Pratugas. teknik dan adat istiadat serta budaya daerah rawan 10. c. Pengorganisasian latihan.

3) Memberi masukan kepada Kotama tentang jalannya penyelenggaraan latihan pratugas dan hasil yang dicapai. 1) Merumuskan dan menginventarisir personel yang akan dilibatkan dalam asistensi. Puscab/Fung. pengawasan dan pengendalian latihan pratugas di Kotama tentang sistem dan metoda latihan. pengawasan dan pengendalian latihan pratugas di Kotama. Kodiklat TNI AD. 2) Menyiapkan dan merencanakan kebutuhan administrasi logistik untuk mendukung asistensi.9 b. 1) Merencanakan dan menyiapkan perangkat kendali latihan dalam penyelenggaraan latihan pratugas ke daerah rawan. d. 1) Merumuskan dan menginventarisir personel yang akan dilibatkan dalam asistensi. 3) Memberi masukan kepada Kotama tentang jalannya penyelenggaraan latihan pratugas. c. 3) Mengajukan kebutuhan administrasi logistik untuk mendukung latihan pratugas ke daerah rawan. Kotama. 2) Menyiapkan personel sebagai penyelenggara maupun pelaku yang dilibatkan dalam latihan pratugas ke daerah rawan. . 2) Menyiapkan dan merencanakan kebutuhan administrasi logistik untuk mendukung asistensi. pengawasan dan pengendalian latihan pratugas di Kotama tentang taktik dan teknik sesuai kecabangan. pengawasan dan pengendalian latihan pratugas di Kotama.

. Mematahkan daya tempur ofensif lawan untuk membantu tugas pasukan Tugas Satuan Pengamanan Wilayah. 3) Melaksanakan eksploitasi hasil yang telah dicapai oleh satuan pemukul. Bertanggungjawab terhadap jalannya latihan pratugas. dikuasai guna mempersempit dan memperkecil ruang gerak separatis. oleh separatis sehingga obyek vital tersebut dapat bekerja sebagaimana mestinya. Melaksanakan Asistensi. 1) lain. Tugas Satgas TNI AD. Melakukan serangan pendadakan dengan cepat dilanjutkan menghancurkan gerakan separatis. c. 5) 6) Memonitor pelaksanaan latihan pratugas secara terus menerus. Melakukan aksi ofensif mendalam jauh di daerah yang dikuasai gerakan Menghancurkan gerakan separatis jika sudah dilokalisir. 7) 11. 1) 2) Melaksanakan pengamanan dan pengawasan terhadap obyek vital yangg Melaksanakan pengamanan obyek vital dari aksi-aksi yang dilancarkan menjaddi tanggung jawabnya. Tugas Satuan Pemukul. Secara berangsur-angsur mengembangkan dan meluaskan daerah yang Melaksanakan pembersihan setelah penghancuran gerakan separatis. 1) 2) 3) 4) Menguasai daerah yang menjadi sumber penghidupan separatis. Tugas Satuan Pengamanan Obyek Vital. separatis. 2) 3) 4) b. Mengeksploitasi hasil yang telah dicapai. a.10 4) Menerima paparan RGB dari Danlat yang ditunjuk tentang penyelenggaraan latihan pratugas. pengawasan dan pengendalian latihan terhadap pelaksanaan latihan pratugas.

11 4) d. Sosiologi dan antropologi masyarakat setempat. Melaksanakan pengamalan sikap teritorial agar bhakti TNI dapat dan benar. 1) 2) 3) 4) 5) Melaksanakan pembuatan jembatan standar dan non standar dengan baik Melaksanakan pembuatan jalan konstruksi. 6) Melaksanakan patroli untuk mengamankan pos kedudukan dan tempat kerja bagi TNI. Peserta Latihan. Materi yang bersifat khusus sesuai kebutuhan penugasan. Tugas Satuan Bhakti TNI. Materi Latihan. Memberikan kekenyalan bertindak terhadap satuan lain. Melaksanakan pembuatan bangunan rumah permanen dan semi Menyelenggarakan dan melaksanakan sistim keamanan swakarsa. Hukum HAM dan Hukum Humaniter. Situasi terakhir daerah rawan. Materi taktik dan teknik pengamanan wilayah. Kepemimpinan lapangan. Materi taktik dan teknik pengamanan Obvit. Study kasus. dilaksanakan tanpa ada gangguan serta terwujudnya upaya rekonsiliasi terhadap pihak-pihak yang bertikai serta menarik simpati masyarakat. a. permanen dengan baik dan benar. Pamwil dan Bhakti TNI. 1) 2) 3) 4) Materi taktik dan teknik bertempur bagi satuan pemukul. . Materi latihan pembekalan yang bersifat umum. Binter terbatas. Secara umum materi latihan pratugas ke daerah rawan dikelompokkan yaitu materi latihan pratugas untuk satuan pemukul dan satuan Pam Obvit. 13. 1) 2) 3) 4) 5) 6) b. 12. Materi taktik dan teknik pelaksanaan bhakti TNI.

Pasiintel. Danton. Dansimin. Ba Juyar. : 7 orang. Ta Banjuyar. Tayanrad. Pasiops dan Pasiminlog. terdiri dari 1) Masatgas a) b) c) d) e) 2) Tim Pam a) b) c) d) e) f) 3) Ki Markas a) (1) (2) (3) (4) (5) b) Simin 5 orang terdiri dari : (1) (2) (3) (4) c) Sima 7 orang terdiri dari : (1) (2) (3) Dansima. Dokter. Danki. Dansatgas Wadansatgas. Tabanruh. Pabintal. 56 orang. Batih. : Pokko 5 orang terdiri dari : . Ta Kes. Basiops. 29 orang. 3 Ru : 24 orang. Tamudi. : : Baton. Tajurlis. Kekuatan personel Satuan Pemukul 488 orang. Tabanruh. Tabanjurlis.12 a. Tayanrad.

13 (4) (5) (6) d) Si Intel 11 orang terdiri dari : (1) Dansi Intel. (3) 4 Ta operator. (7) Tamudi. (2) Bamonjat. (8) Tabanmudi. Danton. h) Siwat 4 orang terdiri dari : (1) Dansiwat. Tayanrad Dan. e) Si Ang 9 orang terdiri dari : (1) (2) (3) f) Sikes 10 orang terdiri dari : (1) Danton. (2) 2 Balidik. Tanyanrad Wadan. g) Sikom 6 orang terdiri dari : (1) Dansikom. (5) Ta Siap ev. (2) Bamin Watkes. (2) Bamonrad. 7 Ta mudi. (3) 2 Tabanwat. (3) 4 Talidik. (4) Danpok Prov. (5) 5 Ta Prov. . (4) Ba Obring1. Ta mudi Dan dan Wadan. (6) 3 Tayandu. (3) Ba Obber. Ba Montir.

(2) Baton. Tiap Ki terdiri dari : Pok Koki 10 rang terdiri dari : Ru CI 5 orang terdiri dari : (1) Danru. (2) Wadanru. (7) Taban. (7) Tayanrad. (5) Takes. (2) Batih Ki. (4) Tayanrad. (2) Wadanru. (10) b) Bakes Ki. (3) Bamin Ki. b) 3 Regu Pan @ 10 orang (1) Danru. (6) Tajurlis.14 4) 3 Kipan @ 132 a) (1) Danki. (3) 3 anggota. 5) 3 Ton Pan @ 39 a) (1) Danton. : 396 orang. (9) Tasat. (8) Tamudi. (5) Tabanruh. (6) Tabak Mori. : 117 orang terdiri dari : Pokko Ton 9 orang terdiri dari : (3) 2 Tabanruh. : 30 orang terdiri dari : . (4) Ba Kurir.

37 orang. Danton.15 (3) Tabakso. Ru CI : 30 orang. (5) 5 Tabakpan. Tayanrad. Tayanrad. (4) Tabanso. Danton. b. e) Dokter. . 35 orang. Tabanruh. Pasiops dan Pasiminlog. Kekuatan personel Satuan Pamwil 650 orang terdiri dari 1) Masatgas : 7 orang. : a) Dansatgas b) Wadansatgas. 2) Waltis a) b) c) d) e) f) 3) Tonsus a) b) c) d) e) f) g) : Baton. Papen Bapen : Baton. c) Pasiintel. (6) Tabak SPG. 2 Tabanruh. d) Pabintal. Tasak 3 Ru : 30 orang.

Pokko 6 orang terdiri dari : Tabanruh. (3) Ba Juyar. (2) Tabanjurlis. . (3) Bamin (4) : 111 orang. (2) Batih.16 4) Ki Markas a) (1) Danki. (2) Basiops. (4) Ta Banjuyar. (3) 4 Tajurlis. c) Sima 12 orang terdiri dari : (1) Dansima. b) Simin 4 orang terdiri dari : (1) Dansimin. (5) Tayanrad. (6) Tamudi.

(2) Bamin Watkes. (2) Balidik. (5) Tanyanrad Wadan. (2) Ba Montir. (3) 4 Talidik. Si Intel 6 orang terdiri dari : (1) Dansi Intel. f) Tonkes 46 orang terdiri dari : (1) Danton. e) Si Ang 9 orang terdiri dari : (1) Dansiang.17 (4) Tayanrad Dan. . (3) Ta Mudi (4) Ba Obber I. (6) d) 4 Ta mudi. (3) 2 Ta Montir (4) 5 Ta mudi.

(11) 11 Ba Kes Ki II (12) 24 Ta Kes Ki g) Tonkom 17 orang terdiri dari : (1) Dantonkom. (7) Ba Obring II (8) Ta Siap ev. (9) 6 Tayandu.18 (5) Ba Obber II (6) Ba Obring I. (2) Bamonrad. (3) Tamonrad (4) Danru Torbra (5) 2 Ta Torbra (6) 2 Ta Caraka (7) Danru Radio (8) Bajurad . (10) 4 Ba Keski I.

Tiap Ki terdiri dari : Pok Koki 10 rang terdiri dari : . (10) Ta Mudi. j) Ru Provost 6 orang terdiri dari (1) Danru (2) Wadanru. h) Sipimu 5 orang terdiri dari : (1) Dansipimu. (3) 2 Ta Pioner. (3) 4 Ta Provost 5) 4 Ki Pan @ 115 a) (1) Danki. (4) Bakom. : 460 orang. (2) 2 Ta Mu/Gud.19 (9) 6 Ta operator. (2) Batih Ki. (3) Bamin Ki.

Tabanso. . Pasiintel. Tayanrad. 6 Tabakpan. (8) 2 Sniper. Tabakso. Kekuatan personel Satuan Pam Obvit 450 orang terdiri dari : 1) Masatgas a) b) c) : 7 orang. (7) Tamudi. : 105 orang terdiri dari : Pokko Ton 5 orang terdiri dari : Danton. Dansatgas Wadansatgas.20 (5) Tayanrad. Tabanruh. Baton. b) 3 Ton Pan @ 35 (1) (a) (b) (c) (d) (e) (2) dari : (a) (b) (c) (d) (e) Danru. Tasak. : 30 orang terdiri 3 Regu Pan @ 10 orang c. Wadanru. (9) Tasak. (6) Tabanruh.

d) Sikom 7 orang terdiri dari : (1) (2) (3) (4) Dansikom. Dansiminlog. Ki Markas a) (1) (2) (3) b) Pokko 3 orang terdiri dari : Siintel 5 orang terdiri dari : (1) (2) (3) Dansiintel. Batih. 2 Tabanjurlis. Ba Juyar. Pasiminlog. Dokter. Danki. 2 Balidik. Basiops. c) Sima 8 orang terdiri dari : (1) (2) (3) (4) (5) Dansima. Pabintal. 2 Talidik. 2 Tayanrad/ruh Dan/Wadan. 2 Tamudi. Ta Banjuyar. Bamonrad. : 47 orang. Tamonrad 4 Ta Operator. e) Simin 5 orang terdiri dari : (1) (2) (3) (4) .21 d) e) f) g) 4) Pasiops. 2 Tajurlis. Tayanrad.

Bamin Watkes. 3 Ta Provost. Ba Fourir.22 f) Siang 5 orang terdiri dari : (1) (2) (3) g) Dansiang. Wadan Provost. Tasak. Bamin Ki. : 396 orang. Tasiap ev. Tamudi. 2 Tayandu. Bamontir. 3 Tamudi. Pok Koki 9 orang terdiri dari : Batih Ki. Tabanruh. Tajurlis Tayanrad. : 90 orang terdiri dari : 3 Ton Pan @ 30 (1) Pokko Ton 3 orang terdiri dari : . Tiap Ki terdiri dari : 5) 4 Ki Pan @ 99 a) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) b) Danki. 3 Taban i) Provost 5 orang terdiri dari : (1) (2) (3) Danprovost. Sikes 5 orang terdiri dari : (1) (2) (3) (4) Dansikes. h) Siwat 4 orang terdiri dari : (1) (2) Dansiwast.

Bamin Tayanrad. Tamudi. Tabakso. Tayanrad. (2) (3) (4) (5) Batih. Dansatgas Wadansatgas. Baton. Wadanru. Dokter. Kekuatan personel Satuan Bhakti TNI 400 orang terdiri dari : 1) Masatgas a) b) c) d) 2) : 6 orang. Ki Markas a) (1) Pokko 5 orang terdiri dari : b) Simin 3 orang terdiri dari : (1) (2) (3) Basimin.23 (a) (b) (c) (2) dari : (a) (b) (c) (d) (e) Danru. Tajurlis. Danton. : 27 orang terdiri 3 Regu Pan @ 9 orang d. Ba Juyar. : Danki. 5 Tabakpan. Pasiops dan Pasiminlog. Tabanso. c) Sima 6 orang terdiri dari : . Pasiintel. 38 orang.

(4) Tanyanrad Wadan.24 (1) Basiops. Tabankes/Mudi 4 Takeslap g) Sikom 4 orang terdiri dari : (1) (2) Bamonrad. d) Si Intel 3 orang terdiri dari : (1) (2) (3) e) Basi Intel. h) Provost 3 orang terdiri dari : . Ba Montir. (5) Ta mudi Dan dan Wadan. Taban Jurkes. Balidik. Tajurlis. 4 Ta mudi. (3) Tayanrad Dan. f) Sikes 8 orang terdiri dari : (1) Danton. (2) Tajurlis. Si Ang 6 orang terdiri dari : (1) (2) (3) Danton. (2) (3) (4) (5) Bamin Watkes. 3 Ta operator.

Baton. Tayanrad : 24 orang 3 Regu Pan @ 8 orang (a) (b) (c) Danru. terdiri dari : BAB III PELAKSANAAN . : 356 orang. : 81 orang terdiri dari : b) 3 Ton Pan @ 27 (1) (a) (b) (c) (2) Pokko Ton 3 orang terdiri dari : Danton. 2 Ta Provost. Tayanrad. Ba Kurir. Bakes Ki.25 (1) (2) 3) Danru. Tiap Ki terdiri dari : 4 Ki Pan @ 89 a) (1) (2) Danki. 6 Anggota. Wadanru. (3) (4) (5) (6) (7) Bamin Ki. Tamudi/ruh. Pok Koki 8 orang terdiri dari : Batih Ki.

5) Materi yang dilatihkan adalah : a) Pembekalan : (1) (2) (3) Antropologi / Sosiologi masyarakat setempat. maka diperlukan penyiapan satuan tugas dan penyelenggaraan latihan pratugas dengan mengacu pada macam penugasan yang akan dilaksanakan. Latihan Tahap . Metoda yang digunakan adalah Ceramah. Latihan tahap I merupakan latihan dalam satauan yang diselenggarakan oleh Batalyon. Peragaan dan Drill .26 14. 15. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan. Kepemimpinan Lapangan. Diskusi. Latihan pratugas ke daerah rawan pada dasarnya untuk menyiapkan satuan dari aspek latihan agar mampu melaksanakan tugas yang dibebankan kepada satuan tersebut di daerah rawan. Umum. 16. Agar pelaksanaan latihan dapat mengarah pada tugas-tugas di daerah rawan maka penyelenggaraan latihan serta perangkat latihan harus disiapkan dan diarahkan sesuai kebutuhan dan dilaksanakan oleh Kotama dengan menunjuk Rindam/Brigif/Korem sebagai penyelenggara latihan. Satuan Tugas TNI AD adalah satuan yang diproyeksikan untuk melaksanakan tugas operasi ke daerah rawan. 4) Base. Penyelenggaraan Latihan.I. Terkait dengan hal tersebut. a. 2) 3) Teknis. Waktu latihan selama dua minggu dan tempat latihan disekitar Home Pelaku adalah para seluruh personel Satgas. Agar satuan tugas TNI AD dapat melaksanakan tugas secara optimal. 1) Penyelenggara latihan. Hukum HAM dan Hukum Humaniter. selanjutnya akan diuraikan penyiapan Satuan Tugas ke daerah rawan. Latihan untuk Satuan Pemukul. Kolat Pratugas ini menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar.

Patroli Penghadangan. Situasi terakhir daerah rawan. Latihan Tahap . 1) Penyelenggara latihan. Materi Teknik. Penyeberangan sungai. Niksarpat. Study Kasus. Pengetahuan Handak. Longmalap. Kolat menyiapkan berupa Rencana Garis Besar. Wandangran. Pionir. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Niksarpur. Bantuan Udara. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan.27 (4) (5) (6) b) Binter terbatas. Sanjak. Patroli Keamanan. . Menembak. Kompur. Ilmu Medan / Navrat. 2) Pelaku latihan adalah seluruh personel Satuan tugas yang tidak mengikuti latihan tahap I. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Han BOD/BT. Pur di daerah bangunan/pemukiman.II. Diselenggarakan oleh Kolat yang dibentuk oleh satuan yang bersangkutan. Patroli Penyergapan. c) Materi Taktik. Wandang jalan kaki. 1) b. Pam RPU. Pungsihpung Dahmah.

Aplikasi. Penyeberangan sungai. Patroli Keamanan. Drill Teknis dan Drill Taktis. Kompur. Bantuan Udara. Longmalap. Materi yang dilatihkan : a) Pembekalan. Pengetahuan Handak. Han BOD/BT. Patroli Penghadangan. Patroli Penyergapan. Binter terbatas Situasi terakhir daerah rawan. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Niksarpat. Ilmu Medan / Navrat. . Study Kasus Materi Teknik. Pionir. Menembak. Diskusi. Pur di daerah bangunan/pemukiman. (1) (2) (3) (4) (5) b) Antropologi / Sosiologi masyarakat setempat. 4) 5) Waktu latihan selama empat Minggu. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Niksarpur. Sanjak. Hukum HAM dan Hukum Humaniter. c) Materi Taktik.28 3) Metoda yang digunakan adalah Ceramah.

Kolat menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar. Menembak. Pur di daaerah bangunan/pemukiman. 1) Penyelenggara latihan. Wandangran. Pungsihpung Dahmah.III. 2) Pelaku latihan adalah seluruh personel Satuan Tugas yang telah mengikuti latihan tahap I dan tahap II. Latihan untuk Satuan Pengamanan wilayah. Penyeberangan sungai. Patroli Penyergapan. . Latihan Tahap . Diselenggarakan oleh Kolat yang dibentuk oleh Pam RPU. Longmalap. Patroli Keamanan. Materi yang dilatihkan (Aplikasi) : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) 17. Han BOD/BT.29 (7) (8) (9) (10) c. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan tidak perlu membuat naskah geladi.I. Pungsihpung Dahmah. Waktu latihan selama dua Minggu. Latihan Tahap . 3) 4) 5) Metoda yang digunakan adalah Drill Tempur dan Geladi Lapangan. Wandang jalan kaki. Patroli Penghadangan. Wandang jalan kaki. a. Kotama. Wandangran. Implementasi Hukum HAM dan Hukum Humaniter. Pam RPU.

(1) (2) Pam Giat. Latihan tahap I diselenggarakan oleh Kolat yang dibentuk oleh Kotama. c) Materi Intelijen. Kepemimpinan Lapangan. 5) Materi yang dilatihkan adalah : a) Pembekalan : (1) (2) (3) (4) (5) b) Antropologi / Sosiologi masyarakat setempat. . Pengetahuan Klandestin. Peragaan dan Drill Kotama masing-masing. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (11) (12) Bhakti TNI. Komunikasi massa. Study Kasus Materi Teritorial. Pyskologi massa. 2) Pelaku adalah para unsur Pimpinan Satuan dan Kader Satuan yang akan melatihkan kembali di satuan . 4) Waktu latihan selama empat minggu dan tempat latihan ditentukan oleh Metoda yang digunakan adalah Ceramah. Diskusi.30 1) Penyelenggara latihan. Masalah kependudukan. Hukum HAM dan Hukum Humaniter. Kesehatan masyarakat. Situasi terakhir daerah rawan. Kolat Pratugas ini menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar dan Rencana Latihan. 3) Teknis. Komsos. Bintahwil. Pul data Ter. Sikap Ter.

Patroli penyergapan. (5) Jaring Intel. (10) Longmalap. (8) Wandangran (9) Wandang jalan kaki. (7) Interogasi taktis. Patroli penghadangan. Menembak. (8) Deteksi dini dan cegah dini d) Materi tempur.31 (3) (4) Roda perputaran penyelidikan. (7) Pung Pung Dah Mah. (1) (2) (3) (4) (5) (4) Han BOD/Pos (5) Pengamanan mukim. Navigasi Darat. . (11) Penyebrangan sungai. (6) Wawancara. Patroli keamanan. Matbar. (6) Pengamanan RPU.

Sikap Ter. Study Kasus Materi Teritorial. c) Materi Intelijen. Situasi terakhir daerah rawan. Bintahwil. . (1) (2) Pam Giat. Diselenggarakan oleh Kolat yang dibentuk oleh Kotama. (1) (2) (3) (4) (5) Bhakti TNI. 4) 5) Waktu latihan selama dua Minggu. 2) Pelaku latihan adalah seluruh personel Satuan tugas termasuk yang telah mengikuti latihan tahap I. Hukum HAM dan Hukum Humaniter. Drill Taktis. Diskusi. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan. Aplikasi dan Drill Teknis. Pul data Ter. 3) Metoda yang digunakan adalah Ceramah. Latihan Tahap . Materi yang dilatihkan : a) Pembekalan : (1) (2) (3) (4) b) Antropologi / Sosiologi masyarakat setempat.II. Komsos.32 b. 1) Penyelenggara latihan. Kolat menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar. Pengetahuan Klandestin.

Waktu latihan selama satu Minggu. Kolat menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar. Menembak. Wawancara. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) Longmalap. 2) Pelaku latihan adalah seluruh personel Satuan Tugas yang telah mengikuti latihan tahap I dan tahap II. Patroli penghadangan. 3) 4) Metoda yang digunakan adalah Drill Tempur atau Geladi Lapangan. Han BOD/Pos Pengamanan mukim. Jaring Intel. Latihan Tahap . . Patroli keamanan. Pengamanan RPU.III. Patroli penyergapan. Wandangran Wandang jalan kaki. Interogasi taktis. Diselenggarakan oleh Kolat yang dibentuk oleh Kotama. Deteksi dini dan cegah dini Materi tempur.33 (3) (4) (5) (6) (7) d) Matbar. (13) Penyebrangan sungai. 1) Penyelenggara latihan. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan. Navigasi Darat. c. Pung Pung Dah Mah.

Wawancara. Deteksi dini dan cegah dini. 3) Teknis. Pam Mukim dan RPU. a.I. Wandangran dan jalan kaki. Latihan untuk Satuan Pengamanan Obyek Vital. 1) Penyelenggara latihan. 18. Latihan tahap I diselenggarakan oleh Kolat yang dibentuk oleh Kotama. Peragaan dan Drill . Metoda yang digunakan adalah Ceramah. Pung Pung Dah Mah. Matbar. Bintahwil. Penyeberangan sungai. Pam Giat. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan.34 5) Materi yang dilatihkan (Aplikasi) : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) o) p) q) r) Bhakti TNI. Patroli Penghadangan. Patroli Keamanan. Latihan Tahap . Diskusi. Kolat Pratugas ini menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar. Longmalap. Komsos Pengamalan sikap Ter. Pertahanan BOD/Pos. 2) Pelaku adalah para unsur Pimpinan Satuan dan Kader Satuan yang akan melatihkan kembali di satuan . Pul data Ter. Patroli Penyergapan.

Materi Teritorial. (1) (2) (3) (4) Bakti TNI. Binter terbatas Situasi terakhir daerah rawan. (1) (2) (3) Kir Pam dan Kirka Pam. Pengaman kegiatan. Komsos. c) Materi Intelijen. Bintahwil. Teknik pengamanan. 5) Materi yang dilatihkan adalah : a) Pembekalan : (1) (2) (3) (4) (5) (6) b) Antropologi / Sosiologi masyarakat setempat. Sikap Ter. Pengamanan materiil.35 4) Waktu latihan selama empat minggu dan tempat latihan ditentukan oleh Kotama masing-masing. Patroli Keamanan. Study Kasus. Pengaman berita. (a) (b) (c) (d) (e) (f) (4) Pengamanan personel. Pengaman VIP/VVIP. (1) (2) Pengetahuan Ops Wanger. Teknik penyelidikan. Pengamanan Obvit. . Teknik penggalangan. Hukum HAM dan Hukum Humaniter. Kepemimpinan Lapangan. d) Materi Tempur.

3) Metoda yang digunakan adalah Ceramah. Latihan Tahap . Materi yang dilatihkan : a) Pembekalan : (1) (2) (3) (4) (5) b) Antropologi / Sosiologi masyarakat setempat. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan. Diskusi. Diselenggarakan oleh Kolat yang dibentuk oleh Patroli Penghadangan. Patroli Bermotor. Longmalap. Pengamanan RPU. Kotama. Aplikasi. Pengenalan Handak dan Jihandak. Wandangran. Penyeberangan sungai. 1) Penyelenggara latihan. Study Kasus Materi Teritorial. . Wandang jalan kaki. Kolat menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar. Pertahanan BOD/Pos. Hukum HAM dan Hukum Humaniter. Menembak.36 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) b. 4) 5) Waktu latihan selama dua Minggu. Binter terbatas Situasi terakhir daerah rawan. Pengaman Instalasi. 2) Pelaku latihan adalah seluruh personel Satuan tugas termasuk yang sudah mengikuti latihan tahap I. Pengamanan mukim.II. Drill Teknis dan Drill Taktis.

Longmalap. Pengamanan Obvit. Pertahanan BOD/Pos. Pengaman Instalasi. Wandangran Wandang jalan kaki. Diselenggarakan oleh Kolat yang dibentuk oleh Kotama. Kolat menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar. d) Materi Tempur. Teknik pengamanan. Penyeberangan sungai. Menembak.III. Pengamanan materiil. Pengamanan kegiatan. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) Pengetahuan Ops Wanger. Komsos. . Pengamanan berita. Bintahwil. Latihan Tahap . Pengamanan mukim Pengamanan RPU. Sikap Ter. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pengamanan personel. Pengamanan VIP/VVIP. 1) Penyelenggara latihan. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan.37 (1) (2) (3) (4) c) Bhakti TNI. Patroli Keamanan Patroli Penghadangan. c. Pengenalan Handak dan Jihandak. Patroli Bermotor.

Kolat Pratugas ini menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar. Waktu latihan selama satu Minggu. Pengamanan Instalasi.I. 4) Waktu latihan selama empat minggu dan tempat latihan ditentukan oleh Metoda yang digunakan adalah Ceramah. a. Pertahanan BOD/Pos. Materi yang dilatihkan (Aplikasi) : a) b) c) d) e) f) g) h) i) Wandangran. Patroli Penghadangan. Latihan untuk Satuan Bhakti TNI. Pengamanan kegiatan dan berita. 2) Pelaku adalah para unsur Pimpinan Satuan dan Kader Satuan yang akan melatihkan kembali di satuan . 1) Penyelenggara latihan. 19. Peragaan dan Drill Kotama masing-masing. Pengamanan RPU. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan. Pengamanan mukim. yang dibentuk oleh Kotama. 5) Materi yang dilatihkan adalah : . Wandang jalan kaki. Latihan Tahap . Pengamanan Obvit dan VIP/VVIP. Patroli Keamanan. Latihan tahap I diselenggarakan oleh Kolat Pengamanan personel dan materiil. 3) Teknis. 3) 4) 5) Metoda yang digunakan adalah Drill Tempur atau Geladi Lapangan. Diskusi.38 2) Pelaku latihan adalah seluruh personel Satuan Tugas yang telah mengikuti latihan tahap I dan tahap II.

39 a) Pembekalan : (1) (2) (5) (6) (5) (6) b) Antropologi / Sosiologi masyarakat setempat. Patroli keamanan. c) Materi Taktik. (1) Navigasi Darat. Binter terbatas Situasi terakhir daerah rawan. (1) (2) (3) (4) Bhakti TNI.tidak bertingkat. Study Kasus. Longmalap. Komsos. Materi teknik. . Bintahwil. jalan dan Konstruksi bangunan. Sikap Ter. Penyeberangan sungai. (1) (2) (3) (4) (5) Lidikzi. e) Materi kecabangan. Kepemimpinan Lapangan. Pam Pemukiman. (1) (2) (3) (4) (5) Pertahanan BOD/Pos. Pengenalan Jihandak.tidak bertingkat. jembatan. Wandang jalan kaki. d) Materi Teritorial. Konstruksi jalan dan jembatan. (2) (3) (4) Menembak. Hukum HAM dan Hukum Humaniter. Wandangran. Gambar konstruksi bangunan.

4) 5) Waktu latihan selama dua Minggu. (5) (6) (7) Menembak. c) Materi Taktik. Latihan Tahap . Kotama. Hukum HAM dan Hukum Humaniter. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan. Study Kasus. Diselenggarakan oleh Kolat yang dibentuk oleh Perbekalan air dan listrik. Aplikasi. Kepemimpinan Lapangan. . 1) Penyelenggara latihan. (1) (2) (3) Pertahanan BOD/Pos. Wandangran. Penyeberangan sungai. Materi teknik. Drill Teknis dan Drill Taktis. Teknik sanitasi. Longmalap. Binter terbatas Situasi terakhir daerah rawan. 2) Pelaku latihan adalah seluruh personel Satuan tugas termasuk yang sudah mengikuti latihan tahap I. Diskusi. Materi yang dilatihkan : a) Pembekalan : (1) (2) (7) (8) (5) (6) b) Antropologi / Sosiologi masyarakat setempat. Kolat menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar. 3) Metoda yang digunakan adalah Ceramah. (1) Navigasi Darat. Patroli keamanan.40 (6) (7) b.II.

Materi yang dilatihkan (aplikasi) : a) b) c) Pertahanan BOD/Pos. Komsos. d) Pengetahuan Teritorial. jalan dan jembatan. Diselenggarakan oleh Kolat yang dibentuk oleh Kotama. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Ilmu bahan. e) Materi Kecabangan. 3) 4) 5) Metoda yang digunakan adalah drill tempur atau geladi lapangan. Latihan Tahap . RAB bangunan tidak bertingkat.41 (4) (5) Wandang jalan kaki. 2) Pelaku latihan adalah seluruh personel Satuan Tugas yang telah mengikuti latihan tahap I dan tahap II. . c. Wandangran. Bintahwil. Waktu latihan selama satu minggu. Gambar konstruksi tidak bertingkat. Konstruksi jalan dan jembatan. 1) Penyelenggara latihan. Rencana Latihan dan rencana lapangan. jalan dan jembatan. Kolat menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar. Patroli keamanan. Pam Pemukiman. Teknik sanitasi. (1) (2) (3) (4) Bhakti TNI.III. Konstruksi bangunan. Instalasi air dan listrik. Sikap Ter.

Hukum HAM dan Hukum Humaniter. Binter terbatas. Latihan untuk Satuan Pamtas. Waktu latihan selama dua minggu dan tempat latihan disekitar Home Pelaku adalah para seluruh personel Satgas.42 d) e) f) g) h) i) j) k) 16. Kepemimpinan Lapangan.I. 2) 3) Teknis. Mou dan Protap Pamtas. Latihan Tahap . Wandang jalan kaki. Diskusi. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan. Kolat Pratugas ini menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar. a. Metoda yang digunakan adalah Ceramah. Situasi terakhir daerah rawan. Pam pemukiman. Latihan tahap I merupakan latihan dalam satauan yang diselenggarakan oleh Batalyon. Konstruksi bangunan tidak bertingkat. Konstruksi jalan dan jembatan. Sikap teritorial. Instalasi air dan listrik. 4) Base. Peragaan dan Drill . 5) Materi yang dilatihkan adalah : a) Pembekalan : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Antropologi / Sosiologi masyarakat setempat. Bintahwil. Komsos. Study Kasus. 1) Penyelenggara latihan.

Patroli Penghadangan. Patroli Keamanan. Pengetahuan Handak. Patroli Penyergapan. Pungsihpung Dahmah. (1) (2) (3) (4) (5) (13) (14) (15) (16) (17) c) Niksarpur. Pertahanan Ki. Bantuan Udara. . 1) b. Penyeberangan sungai. Pam RPU. Niksarpat. Latihan menembak Senban. Sanjak. Pertahanan Ton. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) Han BOD/BT. Longmalap. Pionir. Bantem MO dalam serangan dan pertahanan. Ilmu Medan / Navrat. Serangan Ton.43 b) Materi Teknik. Patroli Pengintaian. Wandang jalan kaki. Latihan Tahap .II. Wandangran. Materi Taktik. Pur di daerah bangunan/pemukiman. Menembak. Kompur. Serangan Ki.

Kepemimpinan Lapangan. Bantuan Udara. Drill Teknis dan Drill Taktis. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Niksarpur. Materi Teknik. Metoda yang digunakan adalah Ceramah. 2) 3) Pelaku latihan adalah seluruh personel Satuan tugas. Ilmu Medan / Navrat. c) Materi Taktik. . Situasi terakhir daerah rawan. Pionir. Penyeberangan sungai. Diskusi. Aplikasi. 5) Materi yang dilatihkan : a) Pembekalan : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) b) Antropologi / Sosiologi masyarakat setempat. Longmalap. 4) Waktu latihan selama empat Minggu. Menembak. Binter terbatas.44 1) Penyelenggara latihan. Diselenggarakan oleh Kolat yang dibentuk oleh Kotama. Mou dan Protap Pamtas. Sanjak. Hukum HAM dan Hukum Humaniter. Pengetahuan Handak. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan. Study Kasus. Kolat menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar. Kompur.

Serangan Ton. Patroli Penghadangan. Diselenggarakan oleh Kolat yang dibentuk oleh Niksarpat. Wandangran.III. Serangan Ki. Pertahanan Ki. Rencana Latihan dan Rencana Lapangan tidak perlu membuat naskah geladi. Patroli Penghadangan. Pam RPU. . Kotama. Bantem MO dalam serangan dan pertahanan. Latihan Tahap . Wandang jalan kaki. Waktu latihan selama dua Minggu. Han BOD/BT. Patroli Pengintaian. Latihan menembak Senban. Patroli Penyergapan. 1) Penyelenggara latihan. Pertahanan Ton. Pungsihpung Dahmah.45 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) c. 2) Pelaku latihan adalah seluruh personel Satuan Tugas yang telah mengikuti latihan tahap I dan tahap II. Kolat menyiapkan perangkat kendali latihan berupa Rencana Garis Besar. Patroli Keamanan. Pur di daerah bangunan/pemukiman. Patroli Keamanan. Materi yang dilatihkan (Aplikasi) : n) o) p) Han BOD/BT. 3) 4) 5) Metoda yang digunakan adalah Drill Tempur dan Geladi Lapangan.

Wandang jalan kaki. BAB IV KOMANDO DAN PENGENDALIAN 20. Dalam pelaksanaan latihan Pratugas bertanggung jawab kepada Danlat dan mempunyai kewengan mengatur para pelatih yang ada di bawahnya. Dalam pelaksanaan latihan Danlat bertanggung jawab terhadap suksesnya latihan. unsur pendukung latihan dan Bulsi. Kawasdal/koordinator materi/pelatih. Komando. Pungsihpung Dahmah. yaitu terhadap unsur seksi/staf latihan. Dengan demikian Danlat mempunyai kewenangan dalam mengatur penyelenggaraan latihan yang ada di bawahnya. Komandan latihan. b. Umum. tahap persiapan. Wandangran. Penyeberangan sungai. a. Kawasdal / Koordinator materi. Menembak. Longmalap. Implementasi Hukum HAM dan Hukum Humaniter.46 q) r) s) t) u) v) w) x) y) z) Patroli Penyergapan. . Pam RPU. Dalam pelaksanaan latihan pratugas perlu adanya satu kesatuan Komando dan Pengendalian agar dalam pelaksanaan latihan dapat berjalan sesuai tujuan dan sasaran latihan yang ingin dicapai. tahap pelaksanaan dan tahap pengakhiran. Bertannggung jawab terhadap penyelenggaraan latihan pratugas dari tahap perencaanan. 21. Pur di daaerah bangunan/pemukiman.

(1) (2) (3) (4) Menerima paparan Renlap dan memberikan persetujuan. Pengendalian administrasi.47 c. Pengendalian opoerasioanal. Pelatih. materi yang diberikan kepada pelaku. Pengendalian aperasional terhadap latihan pratugas dimaksudkan agar latihan dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan dalam bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Danlat/Wadanlat Koordonator materi dan pelatih. Pada latihan pratugas pengdalian latihan yang berkaitan dengan administrasi disesuaikan dengan program latihan dan anggaran yang dibuat oleh Mabes TNI AD. (1) (2) (3) b) Mengendaliklan rencana lapangan Mengesahkan kegiatan staf latihan. Pengendalian latihan pratugas merupakan suatu proses tindakan / usaha untuk mempengaruhi jalannya latihan dengan metode dan perangakat tertentu sehingga latihan dapat berlasung sesuai dengan rencana lapangan. a. c. Wewenang pengendalian. Pengendalian operasional. Dalam pelaksanaan latihan pratugas para pelatih bertanggung jawab kepada koordinator materi dan mempunyai kewenangan dalam mengatur Bulsi. Membuat laporan dalam evaluasi pelaksanaan yang diajukan oleh koordinartor materi. Dalam pelaksanaan yang mempunyai kewenangan mengendalikan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan pengakhiran adalah 1) Danlat a) Pengendalian administrasi. Menyampaikan tujuan dan sasaran latihan yang ingin dicapai Mengendalikan koordinator materi/pelatih pada saat melatihkan Mengendalikan jalannya latihan sesuai dengan rencana latihan serta ketentuan dan aturan yang harus ditaati selama pelaksanaan latihan. Pengendalian. b. yang telah dibuat. 22. .

48 (5) Menentukan kebijakan yang dapat mempengaruhi penyelenggaraan latihan pratugas. 2) Kawasdal/Koordinator materi. a) Pengendalian administrasi. Pengendalian oprasional. . sebagi bahan masukan kepada Danlat. Mengendalikan jalannya latihan pratugas sesuai materi yang Mengadakan pengawasan dan pengendalian terhadap pelatih. 3) Pelatih. Mengendalikan Bulsi demi kelancaran jalannya latihan prartugas. Membuat hasil pencatatan penyelenggaraan latihan pratugas dipertanggung jawabkan. (1) materi (2) (3) b) Membuat. Membuat laporan pelaksanaan latihan pratugas Pengendalian oprasional. (1) (2) (3) (4) Memaparkan rencan lapangan kepada Danlat/Wadanlat. jawabnya. a) Pengendalian administrasi. (1) (2) (3) Memberikan dan mengawasi materi latihan sesuai tanggung Mengemdalikan jalannya penyelengaraan latihan peratugas. Mengoreksi jalannya pelaksanaan jalannya latihan pratugas. Membuat catatan sebagai bahan pembuatan laporan. (1) (2) b) Membuat catatan terhadap pelaksanaan latihan pratugas. mengatur pendistribusian rencana lapangan sesuai yang dipertanggung jawabkan sebagai sarana dalam melaksanakan kegiatan latihan pratugas.

Keberhasilan. Penyempurnaan. 24. DIRLAT SIHAR E. A. SAGALA BRIGADIR JENDERAL TNI KONFIDENSIAL . Disiplin dan kemauan Komandan Latihan serta unsur-unsurnya dalam mempedomani ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam buku petunjuk Bujuklak tentang Penyelenggaraan Latihan Pratugas ke Daerah Rawan sangangt berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas.E.b. Hal-hal yang dirasakan perlu untuk penyempurnaan Buku Petunjuk Pelaksanaan tentang Penyelenggaran Latihan Pratugas ke Daerah Rawan akibat adanya perkembangan yang terjadi di lapangan agar disarankan kepada Kasad melalui Dankodiklat TNI AD.49 Lampiran Surat Keputusan Kasad Nomor Skep / / / 2006 Tanggal 2006 BAB V PENUTUP 23.n. KEPALA STAF ANGKATAN DARAT KOMANDAN KODIKLAT U.

50 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful