Anda di halaman 1dari 3

Klarifikasi skenario 2

1. Biologi Molekuler
Menurut handout dr. Hairrudin, M.Kes
Senyawa-senyawa pembentuk sel

2. DNA
• Polimer DNA terdiri dari 3 komponen utama yaitu:
a. gugus fosfat
b. gula deoksiribosa
c. basa nitrogen
• DNA terutama ditemui di inti sel
• DNA merupakan pengemban kode genetik dan dapat
memproduksi/ mereplikasi diri dengan tujuan membentuk sel-sel baru
• Menurut handout dr. Hairrudin M.Kes tentang Dasar-dasar
Biologi Molekuler
DNA membawa informasi genetik dan dipakai sebagai acuan proses
sintesis semua protein dan diturunkan kepada sel anak.
• Bagian pentosa DNA adalah deoksiribosa
• Bentuk molekul DNA adalah heliks ganda
• DNA mengandung basa adenin, guanin, sitosin, dan timin
• A berpasangan dengan T, diikat oleh 2 ikatan Hidrogen
• C berpasangan dengan G, diikat oleh 3 ikatan Hidrogen
• Jumlah A=T, sedangkan jumlah C=G
• Replikasi DNA terjadi pada saat sel akan membelah (pada fase S
di interfase)
• DNA dalam suatu organisme tidak semuanya berbentuk linear.
Beberapa virus dan bakteri umumnya mempunyai DNA dalam bentuk
sirkuler.

3. Menurut Handout dr. Hairrudin M.Kes, Dasar-dasar Biologi Molekuler


Macam-macam gen,yaitu:
a. Gen struktural
Bertanggung jawab dalam pembentukan protein tertentu
b. Gen kontrol
Mengatur aktivitas gen-gen struktural

4. Sistem Imun
Sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang
dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme (Wikipedia).

Jika sistem imun ini bekerja dengan baik, maka:


a. sistem ini melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus
b. menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh
Jika sistem ini melemah, maka:
Kemampuan tubuh berkurang sehingga menyebabkan patogen termasuk virus
dapat berkembang di dalam tubuh.
Gangguan pada sistem kekebalan terjadi jika:
a. ketika tubuh menghasilkan reaksi kekebalan yang melawan dirinya sendiri
(gangguan autoimun)
b. ketika tubuh tidak dapat menghasilkan reaksi kekebalan yang tepat
melawan serangan mikroorganisme (gangguan imunodefisiensi)
c. ketika reaksi kekebalan normal terhadap antigen benda asing malah
merusak jaringan-jaringan normal (reaksi alergi).

5. Rekayasa gen
Rekayasa gen merupakan teknik pencangkokan gen ( bahan genetik ) dari
suatu makhluk hidup pada bahan genetik individu lainnya, sehingga nantinya
dihasilkan susunan bahan genetik yang baru dan tentunya memberikan perubahan
sifat bagi makhluk hidup yang memilikinya.

Keuntungan :
Memunculkan makhluk hidup baru dengan sifat baru, misalnya: mempunyai
sifat yang unggul, cepat menghasilkan buah, tahan terhadap hama,atau beranak
banyak.

Kerugian :
Berpotensi mengurangi atau bahkan menghilangkan sifat asli dari suatu
makhluk hidup.

6. Faktor-faktor penyebab suatu gen aktif atau tidak adalah:


a. Umur
Ada gen yang tidak aktif pada waktu bayi dan baru aktif setelah dewasa
contoh: gen penumbuh kumis dan sebaliknya ada gen yang aktif pada
waktu bayi namun tidak aktif pada waktu dewasa.
b. Letak
Ada gen yang aktif di tempat tertentu dalam tubuh tetapi tidak aktif jika
berada di jaringan yang lain misal: gen kumis hanya memunculkan kumis
jika berada di atas bibir.
c. Jenis kelamin
Gen penghasil kumis pada wanita tidak aktif sedangkan pada pria aktif.
Aktif tidaknya gen pembentuk kumis dipengaruhi oleh hormon
testosteron. Jadi, ada kerjasama antara jenis kelamin dengan pengaruh
hormon yang dihasilkan.

7. Terapi gen
Terapi gen melibatkan penyisipan gen ke dalam sel-sel individu dan jaringan
untuk mengobati penyakit kronis dan kelainan genetik dimana suatu gangguan
gen mutan diganti dengan gen fungsional dengan vektor virus.
Terapi gen ini memegang janji besar untuk mengobati penyakit yang tidak
dapat disembuhkan seperti hemofilia, kanker, dan muscular dystrophy.

Contoh :
1. Beberapa penelitian dengan menggunakan vektor adenovirus (AD) dan herpes
simpleks (HSV) mendapatkan peningkatan ekspresi bcl2 dan HSP27 sehingga
mampu mencegah kematian sel neuron akibat apoptosis.
2. Peneliti lain mendapatkan berkurangnya nekrosis sel neuron karena iskemia,
setelah transfeksi dengan gen antagonis reseptor interleukin-1 beta (IL-1)

Bahaya Terapi gen adalah :


1. Seorang pasien yang menerima terapi gen mungkin menghadapi
masalah jumlah potensial. Salah satu resiko besar adalah potensi
untuk infeksi / reaksi sistem kekebalan.
2. Vektor virus yang digunakan untuk terapi gen ini bisa
menyebabkan infeksi/peradangan pada jaringan.
3. Pengenalan buatan virus ini ke tubuh dapat memulai proses
penyakit lain.
4. Gen baru mungkin diperkenalkan di posisi yang salah dalam DNA
sehingga menyebabkan mutasi genetik yang malah merusak DNA
atau bahkan mengakibatkan kanker.

Beri Nilai