Anda di halaman 1dari 5

http://babang‐juwanto.blogspot.

com/2010/09/membaca‐fiksi‐
serius‐fakta‐dan‐makna.html
1

Fiksi Serius dan Pembaca1

1
Lihat http://babang-juwanto.blogspot.com/2010/09/membaca-
fiksi-serius-fakta-dan-makna.html

1
Pembicaraan dibuka dengan fakta bahwa meski kebanyakan
orang memuji fiksi serius dengan melabelinya ‘bagus’, hanya
sebagian kecil yang mau membacanya. Pembaca memuji fiksi
serius karena telah diajarkan untuk berbuat demikian dan bukan
karena mereka lebih menyukainya ketimbang fiksi populer. Cara
penjelasan yang dipakai untuk menjelaskan yang ‘bagus’ dan
yang enak dibaca seolah-olah mengisyaratkan bahwa ‘bagus’
bagi fiksi serius berarti tidak enak dibaca. Secara implisit maupun
eksplisit mereka menyebut bahwa fiksi serius dimasudkan untuk
mendididk dan mengajarkan seseuatu yang berguna untuk kita
dan bukannya memberi kenikmatan.
Faktanya, fiksi serius dapat memberi kenikmatan dan
memang begitu adanya. Pernyataan ini telah diungkapkan
sekaligus dibuktikan oleh banyak orang. Mereka membaca fiksi
serius bukan karena suatu keharusan, melainkan karena mereka
menikmaatinya apa adanya. Bagaimana bisa menikmati sesuatu
yang sukar? Bagaimana cara menikmati bridge, catur, dan sepak
bola karena tiga permainan ini sama-sama rumit dan sukar
dipelajari dan membutuhkan keahlian, kecermatan , dan
pengamatan tertentu? Mengapa tidak memilih Old Maid, dam
cina, atau petak umpet? Tentu saja karena bridge, catur, dan
sepak bola sukar dimainkan; setiap gerakan perlu dilakukan
secara cermat karena menyasar satu tujuan tertentu. Sama halnya
dengan permainan tersebut, fiksi serius mengandung kesukaran
sekaligus menantang karena berwujud satu bangunan rumit,

2
http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/09/membaca‐fiksi‐
serius‐fakta‐dan‐makna.html
3

terdiri atas detail-detail yang menyelubungi satu maksud atau


gagasan utama.
Sebagian besar fiksi serius memerlukan pembacaan dan
‘pembacaan kembali’; keduanya dilakukan dengan cermat dan
tepat. Kenikmatan dan pemahaman atas karya sastra dicerap
sedikit demi sedikit. Jarang sekali ada orang yang mampu
sepenuhnya memahami sebuah cerita bagus dengan membaca
sekali saja. Anda boleh tidak percaya tapi kenyataannya memang
demikian; musik klasik atau bahkan musik pop perlu disimak
berulang-ulang sebelum benar-benar bisa dinikmati. Kenikmatan
yang terpicu kala pertama mendengarkan komposisi musik
sedikit banyak bergantung pada pegetahuan kita tentang alunan
nada dan keseluruhan pola yang ada pada komposisi musik
bersangkutan. Hal yang sama terjadi pula ketika membaca
cerpen, novel, drama, atau puisi yang bagus. Pada kasus-kasus
tertentu, proses ‘pembacaan kembali’ bahkan dirasa kurang.
Terkadang perlu dilakukan penghayatan yang dalam (analisis)
sebelum efek karya tersebut dapat benar-benar dirasakan.
Meski demikian, tantangan dan gagasan yang disodorkan
oleh fiksi serius bukan berarti menjadikannya sulit. Tidak semua
tantangan harus dijawab, gagasan-gagasan bagus pun tidak selalu
hadir melalui karya sastra. Apa yang diperlukan adalah
mengetahui mengapa fiksi serius cerderung rumit dan
mengandung gagasan. Singkatnya, kita perlu tahu maksud yang
ada padanya. Maksud utama sebuah karya fiksi serius adalah

3
memungkinkan pembaca membayangkan sekaligus memahami
satu pengalaman manusia. Untuk menjawab pertanyaaan
mengapa maksud tersebut harus dicerna melalui berbagai hal
yang rumit dan sulit, harus diingat bahwa pengalaman manusia
bukanlah sekadar rangkaian kejadian-kejadian yang sinambung.
Rangkaian kejadian-kejadian tersebut hendaknya dirasakan
dalam-dalam seolah-olah sedang benar-benar dialami. Dua orang
pria mungkin pernah menjalani kehidupan yang sama seperti
berkencan dengan wanita yang sama, mengemudikan mobil yang
sama, dan mengerjakan pekerjaan yang sama pula. Kesamaan
tersebut tidak berarti apa pun karena pengalaman yang mereka
rasakan bisa sangat berbeda. Pengalaman terdiri atas dua lapisan
yang melekat satu sama lain. Satu bagian tersebut adalah fakta,
sedangkan bagian lainnya adalah makna. Bagian makna
merupakan bagian yang akan berbeda bagi tiap-tiap orang karena
bergantung pada emosi, standar, dan pemahaman masing-masing
atas fakta bersangkutan. Salah satu contohnya terjadi saat Anda
berbicara dengan seorang teman. Sebagian yang Anda ingat
bersifat faktual seperti gerakan-gerakan tubuh dan kata-kata yang
Anda dan kawan Anda gunakan, pakaian kawan Anda dan Anda,
dan orang-orang dan benda-benda lain di sekeliling. Bagian lain
yaitu bagian yang paling berpengaruh adalah makna dari fakta-
fakta tersebut seperti persoalan yang Anda berdua sedang
perbincangkan, emosi yang Anda berdua rasakan, tegangan dan
pengertian antara Anda berdua, relavansi perbincangan tersebut

4
http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/09/membaca‐fiksi‐
serius‐fakta‐dan‐makna.html
5

dengan pola hidup Anda. Gambaran yang paling menyeluruh dari


pengalaman Anda haruslah mencakup keduanya yaitu fakta dan
makna2.

2
Lihat juga di http://babang-
juwanto.blogspot.com/2010/09/membaca-fiksi-serius-fakta-dan-
makna.html

Anda mungkin juga menyukai