Anda di halaman 1dari 5

http://babang‐juwanto.blogspot.

com/2010/09/bahasa‐fiksi‐unik‐
dan‐universal.html
1

Bahasa Fiksi: Unik Dan Universal


http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/09/bahasa‐fiksi‐unik‐
dan‐universal.html
3

Sementara “SLOGAN BULAN BAHASA DAN SASTRA


2010”, yang saya suka adalah: ‘Sastra mencerminkan peradaban
bangsa’, ‘Sastra menumbuhkan solidaritas kemanusiaan’, ‘Sastra
Indonesia membuka wawasan tentang Indonesia’, ‘Apresiasi
sastra Indonesia membina budi pekerti bangsa’. Sebuah asersi
bahwa dengan belajar sastra dan/atau susastra berarti belajar
tentang kehidupan, bukan sekadar pepesan kosong. Bagaimana
menurut Anda?
Robert Stanton, dalam bukunya yang berjudul “An
Introduction to Fiction”, sebenarnya menurut dia, dalam
kehidupan nyata tidak terdapat stereotipe atau kesamaan identik.
Alasannya bahwa setiap orang adalah individu bagi siapa pun
yang mengenalnya. Karena setiap hubungan cinta selalu bersifat
unik bagi para pelakunya, maka pengarang fiksi serius
mengambil kehidupan sebagai model. Dia lebih memilih berkisah
tentang orang-orang tertentu dalam keadaan-keadaan tertentu
ketimbang mengarang ‘kisah cinta’ atau ‘cerita perang yang
tipikal’. Hasil akhirnya adalah paradoks karena cinta rekaannya
itu merupakan tipikal kehidupan. Untuk memahami perbedaan di
antaranya keduanya perlu disodorkan satu contoh sederahna.
Sekolompok mahasiswa diminta membuat tulisan dengan tema
‘kawan dekat’. Seorang dari mahasiswa tersebut akan memberi
judul tema karangannya Kawan Sekamarku: Seorang Remaja
Tipikal dan membatasi gambarannya hanya pada model rambut,
penyanyi rock and rool favorit, kawan sejenis, dan semacamnya.
Semua gambaraannya tentang kawan sekamar tersebut tidak lebih
sekadar ulasan tipikal. Dikatakan demikian karena seorang
remaja ‘tipkal’ adalah manusia biasa. Pelajar lain memberi judul
tema karangannya Kawan Sekamarku: Mary Harper dan bercerita
soal harapan Mary berkunjung ke Finlandia, keengganannya
belajar sejarah, pandangan anehnya terhadap pernikahan, dan
keramahannya pada orang baru. Tema karangan di atas
menunjukkan bagaimana sifat-sifat tersebut berpadu dalam
seorang individu bernama Mary Harper. Ketika mengarang ini, si
mahasiswa otomatis menampilkan gambaran seorang remaja
tipikal (karena memang seperti itulah Mary Harper). Sama halnya
dengan apa yang dikatakan Francis Scott Fitzgeral dalam The
Rich Boy; “Kau menciptakan seorang individu, sebelum kau
sadar kau akan tahu bahwa kau menciptakan satu tipe. Jika
memulai dengan tipe, kau tidak akan mencipakan apa pun.”
Intinya, menurut Robert Stanton, bahwa seorang
pengarang fiksi serius menciptakan satu ‘tipe’ melalui seorang
manusia. Ketika pertama kali membaca sebuah cerita akan
tampak bahwa terdapat karakter-karakter yang jauh dari lazim;
seorang matador berusaha mendapat pekerjaan, seorang kapten
pada pelayaran perdananya, atau seorang pemuda Dublin yang
megunjungi sebuah bazaar. Semakin paham kita akan
permasalahan yang ia geluti dan semakin mengerti kita akan
usahanya menyelesaikan persoalan tersebut, akan diketahui
bahwa karakter bersangkutan cukup lazim adanya. Permasalahan
http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/09/bahasa‐fiksi‐unik‐
dan‐universal.html
5

yang ia hadapi berkisar pada kegagalan, tanggung jawab, atau


disilusi. Ketiganya merupakan persoalan yang biasa menimpa
setiap orang. Apa yang dilakukan si tokoh mungkin bergantung
pada keberanian, kepengecutan, sinisime, atau kemudaannya.
Bisa dikatakan bahwa dalam konteks ini, tokoh tersebut adalah
satu tipe. Hanya saja, tokoh tersebut adalah tipe yang dapat
dipahami karena kita telah merasakan pengalaman-
pengalamannya. Dengan kata lain, kita telah berbagi pengalaman
dengannya. Pengarang, dalam hal ini, menunjukkan satu
pengalaman universal pada kita melalui sebuah kejadian unik.
Pengarang bisa saja berkisah tentang Manuel Garcia, seorang
matador di Madrid, tetapi di lain pihak ia bercerita tentang
seorang pria pemberani yang mengalami kegagalan. Pada sisi
tertentu, cerita ini adalah kisah yang pernah dialami semua orang.

(Dikutip dari Stanton, Robert. 1965. “An Introduction to Fiction”,


dengan pelbagai perubahan1)

1
http://babang-juwanto.blogspot.com/2010/09/bahasa-fiksi-unik-
dan-universal.html