Anda di halaman 1dari 6

KEBUDAYAAN

1. Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan
masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
2. Kebudayaan dari bahasa Sansekerta “buddayah” (jamak) dari “buddhi”= budi atau akal.
Jadi kebudayaan: hal-hal yang bersangkut paut dengan akal.
3. Kebudayaan budi-daya—daya dari budi yang berupa cipta, rasa, dan karsa.
4. Budaya---culture—mengolah atau mengerjakan. Kebudayaan = segala daya upaya serta
tindakan manusia untuk mengolah tanah atau mengubah alam.

HAKIKAT BUDAYA
1. Kebudayaan adalah semua jenis aktivitas manusia dan hasilnya yang berpola, baik yang
terindra maupun yang tidak terindra.
2. Kebudayaan dapat dipilah ke dalam 2 hal, yakni kebudayaan sebagai produk dan sebagai
keseluruhan cara hidup masyarakat.
3. Sebagai produk, ia berwujud nilai-nilai, kepercayaan, norma-norma, simbol-simbol, dan
ideologi.
4. Sebagai cara hidup, ia berupa hubungan antarmanusia dan sikap atau perilaku manusia
dalam menjalin hubungan dengan sesamanya.
5. Kebudayaan sebagai sesuatu yang dapat dipelajari, ditransmisikan, diturunkan dari
generasi ke generasi dan diwariskan melalui tindakan manusia dalam bentuk interaksi
bersemuka dan komunikasi bahasa.
6. Budaya sebagai komunikasi berarti melihat budaya sebagai sistem tanda. Dalam hal ini,
budaya dipandang sebagai representasi dunia, cara memberikan makna realitas melalui
sejarah, mitos, deskripsi, teori, peribahasa, produk seni, dan kinerja seni.

BUDAYA ANTROPOLOGI (ASAL USUL)


1. Kebudayaan sebagai totalitas pengalaman manusia (Tylor dalam Saefuddin, 2005).
2. Kebudayaan mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, moral, hukum, adat istiadat,
kapabilitas serta kebiasaan-kebiasaan lain yang dimiliki manusia sebagai anggota
masyarakat.
3. Kuncaraningrat (2003) mengkalsifikasikan kebudayaan menjadi 7 unsur pokok:
BAHASA, PENGETAHUAN, ORGANISASI SOSIAL, SISTEM PERALATAN
HIDUP DAN TEKNOLOGI, SISTEM MATA PENCAHARIAN HIDUP, SISTEM
RELIGI, DAN KSESENIAN.

Setiap unsur itu memiliki tiga wujud: sistem budaya, sistem sosial, dan unsur budaya fisik.
Sistem religi, misalnya berwujud sistem keyakinan thd Tuhan, memiliki bentuk upacara, dan
menyiapkan benda-benda suci.

TIGA WUJUD KEBUDAYAAN MENURUT J.J. HOENIGMAN


1. Kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dsb.(sistem budaya)
2. Kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat (sistem sosial).
3. Benda-benda hasil karya manusia (artifacts).

KEBUDAYAAN DAPAT DIBEDAKAN MENJADI 2 MACAM YAITU


1. Kebudayaan material
2. Kebudayaan immaterial.

• Kebudayaan material/jasmaniah adalah kebudayaan yang dapat diraba,


dilihat secara konkrit/nyata atau yang bersifat kebendaan. Contohnya meja, buku, gedung,
pakaian dan sebagainya.
• Kebudayaan immaterial/rohaniah/spiritual adalah kebudayaan yang tidak
dapat dilihat dan diraba tetapi dapat dirasakan dan dinikmati contohnya religi, kesenian,
ideologi, filsafat dan sebagainya.
KEBUDAYAAN =/ PERADAPAN
• Peradaban mengacu pada bagian-bagian atau unsur2 kebudayaan yang halus, maju, dan
indah seperti kesenian, ilmu pengetahuan, sopan santun pergaulan, kepandaian menulis,
organisasi kenegaraan dsb.
• Peradaban juga mengacu pada kebudayaan yang memiliki sistem teknologi, ilmu
pengetahuan, seni bangunan, seni rupa dll.

SUMBER :
Drs. H. Samsuri, M.Pd.
Program Doktor Univ. Negeri Malang
Dosen Manusia dan Kebudayaan Indonesia (mas_sam66@yahoo.co.id)

APA PERBEDAAN KEBUDAYAAN DAN PERADABAN?

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan
bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan
budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari
kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah
tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa
Indonesia.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan


Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam
masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah
untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan
sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian
disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung
keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur
sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Afrika.Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang


di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat,
dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana
hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem
pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia,
sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan
perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk
yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola
perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.

Cara pandang terhadap kebudayaan

Kebudayaan sebagai peradaban


Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan di Eropa pada
abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya
ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya.
Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai "peradaban" sebagai lawan kata dari "alam".
Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan;
salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.
Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang "elit"
seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik,
sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui,
dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika seseorang
berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang "berkelas", elit, dan bercita rasa seni,
sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan
zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah "berkebudayaan".

Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan
lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur
norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki
kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang "berkebudayaan" disebut sebagai orang yang
"tidak berkebudayaan"; bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain." Orang yang "tidak
berkebudayaan" dikatakan lebih "alam," dan para pengamat seringkali mempertahankan
elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran "manusia
alami" (human nature)

Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara
berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu —berkebudayaan dan tidak
berkebudayaan— dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai
perkembangan yang merusak dan "tidak alami" yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat
dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas
pekerja) dianggap mengekspresikan "jalan hidup yang alami" (natural way of life), dan musik
klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.

Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan
dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa
kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan "kebudayaan elit" adalah sama —
masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan.
Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture)
atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh
banyak orang

Peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia.
Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat "kompleks":
masyarakat yang mempraktikkan pertanian intensif; memiliki pembagian kerja; dan
kepadatan penduduk yang mencukupi untuk membentuk kota-kota. "Peradaban" dapat juga
digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia
dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global). Istilah peradaban sendiri
sebenarnya lebih digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya
dan kehidupannya.
Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi
tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan,
sistem ekonomi, dan IPTEK.

SUMBER :
YAHOO! ANSWERS
JAWABAN DARI SAUDAR/I AURANECI

Antara Peradaban dan Kebudayaan


Apakah peradaban dan kebudayaan berbeda ? Kalau kita perhatikan, kata peradaban dalam
bahasa Indonesia berkonotasi dengan pengertian adab, kesopanan, kesantunan serta kehalusan.
Sedangkan budaya dalam pengertian yang terkenal diartikan sebagai seluruh hasil cipta, rasa dan
karsa manusia, setidaknya begitu yang dipahami waktu sekolah dulu. Dalam konteks ini budaya
melingkupi seluruh aspek kehidupan manusia.
Menurut penjelasan ‘Effat al Sharqawi, pembedaaan antara kebudayaan dan peradaban dalam
bahasa arab bisa ditelusuri dari makna hadharah, tsaqafah dan madaniah. Hadharah berakar
pada kata hadhara yang berarti hadir, hadir dalam kondisi baik. Di sini termuat indikasi ruang
dan kebaikan. Hadharah berarti hidup menetap di kota sebagai lawan dari badw yang berarti
desa, dusun, pengembara. Tsaqafah berkonotasi dengan aspek ide. Tsaqafah berakar pada
pengertian memahami secara mendalam, orang yang cerdik dan cermat dan cepat belajar.
Sedangkan madaniyah terkait dengan aspek-aspek kehidupan kota, madinah.

Dalam bahasa Inggris dibedakan antara culture dan civilization. Culture berakar pada pertanian,
yang kemudian dimaknai sebagai bentuk ungkapan semangat mendalam suatu masyarakat,
mencirikan apa yang dirindukan oleh manusia, yang terefleksi pada seni, moral dan religi.
Civilization berakar pada civitas (kota), civility (kesopanan), yang kemudian dimaknai sebagai
manifestasi kemajuan mekanis (teknologis), mencirikan apa yang digunakan oleh manusia, yang
terefleksi pada politik, ekonomi dan teknologi. Dalam kata-kata Will Durant, civilization is social
order promoting cultural creation. .(Peradaban adalah mendorong terciptanya tatanan sosial
budaya.

BEBERAPA CIRI DARI PERBEDAAN PERADABAN DAN KEBUDAYAAN.

Peradaban (hadharah, civilization) berakar pada ide tentang kota. Kemajuan material (ilmu dan
teknologi), aspek kehalusan, penataan sosial dan aspek kemajuan lain.
Kebudayaan (culture, tsaqafah) berakar pada ide mengenai nilai, tujuan, pemikiran yang
ditransmisikan melalui ilmu, seni dan agama suatu masyarakat.

Kebudayaan dan peradaban merupakan aspek-aspek kehidupan sosial manusia. Sebuah deskripsi
mengenai kontras-kontras antara kebudayaan dan peradaban dijelaskan secara menarik oleh Alija
Izebegovic dalam Membangun Jalan Tengah. Karena peradaban dan kebudayaan adalah dua
aspek dalam kehidupan manusia, ada interelasi antara keduanya. Sebagaimana interelasi antara
aspek spiritual, mental dan material dalam diri manusia.
Ide utama yang terkandung dalam peradaban adalah kemajuan, perkembangan (progress dan
development). Tetapi sebuah masyarakat memiliki nilai-nilai, pemikiran-pemikiran dasar yang
tetap, yang menjadi identitas kulturalnya. Nilai-nilai yang tidak hilang begitu saja ketika sebuah
peradaban mundur atau hancur. Yang terjadi adalah nilai-nilai itu menjadi tidak efektif secara
sosial.
Sebuah peradaban mengalami siklus dalam ruang dan waktu. Ia mengalami pasang dan surut.
Sedang kebudayaan lepas dari kontradiksi ruang dan waktu. Ia memiliki ukuran tersendiri
(ukuran benar salah, tepat tidak atau berguna tidak) di dunai pemikiran.
Membangun peradaban tidak bisa dengan sekedar menumpuk-numpuk produk peradaban lain.
Sebuah peradaban diukur dari pencapaiannya.
Untuk membangun peradaban perlu adanya jaringan sosial (dalam terminologi Bennabi) atau
inovasi sosial (dalam terminologi Drucker) yang menciptakan pranata (institusi) sosial yang
memungkinkannya menerima dan mengembangkan produk-produk peradaban lain dalam konteks
kebudayaan sendiri.
SUMBER :
http//AntaraPeradabandanKebudayaanABRefleksiBudi.htm
http://refleksibudi.wordpress.com/2010/03/02/konsep-kebudayaan/
http://refleksibudi.wordpress.com/2010/03/02/bennabi-tentang-budaya/
http://refleksibudi.wordpress.com/2010/03/02/konsep-peradpan/
YUNANI, AWAL PERADABAN DAN KEBUDAYAAN DI DUNIA

Yunani. Begitu mendengar kata itu, hanya satu hal yang terlintas di benak kita : peradaban yang
maju. Tidak bisa dipungkiri, Yunani adalah negara yang banyak memberikan sumbangan besar
bagi kemajuan manusia dewasa ini. Sumbangan Yunani yang besar itu terwujud dalam berbagai
bidang, mulai dari bidang pengetahuan, kesenian, arsitektur, sistem pemerintahan, sampai pada
bidang agama. Oleh karena itu, pantaslah jika peradaban Yunani disebut-sebut sebagai Peradaban
Tertinggi di Masa Lalu.

PERADABAN

Kata peradaban (civilization) berasal dari Bahasa Latin, civis, yang berarti orang yang tinggal di
sebuah kota, dan civitas, yang berarti komunitas di mana orang tinggal. Kata “civilization”
(peradaban) mengandung gagasan tentang “citification” atau “the coming-to-be-of cities” .

Voltaire, seorang filsuf dari Perancis pada abad ke-18 mengartikan peradaban sebagai kondisi
masyarakat yang beradab, berperilaku baik, serta memiliki pengendalian diri.

Louis Henry Morgan, antropolog dari Amerika mengartikan peradaban adalah perkembangan
yang dialami seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan kemampuan manusia, yang
mendukung kehidupan manusia sehingga menjadi beradab.

Johann Gottfried von Herder, filsuf asal Jerman pada abad ke-18 mengatakan peradaban bersifat
plural, dan berbeda-beda pada setiap tempat sehingga harus dibedakan antara peradaban satu
dengan peradaban lainnya

KEBUDAYAAN

Sedangkan definisi kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya
manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar 6.

Menurut Ferraro, kebudayaan adalah segala sesuatu yang orang miliki, pikirkan, atau lakukan
sebagai anggota dari masyarakat.

Menurut Haviland, kebudayaan adalah seperangkat peraturan atau norma yang dimiliki bersama
oleh para anggota masyarakat, yang kalau dilaksanakan oleh para anggotanya, melahirkan
perilaku yang oleh para anggotanya dipandang layak dan dapat diterima.

Yunani adalah negara yang banyak memberikan sumbangan besar bagi kemajuan manusia
dewasa ini. Sumbangan Yunani yang besar itu terwujud dalam berbagai bidang, mulai dari
bidang pengetahuan, kesenian, arsitektur, sistem pemerintahan, sampai pada bidang agama. Dari
bidang pengetahuan, Yunani telah melahirkan sejumlah besar tokoh ilmu pengetahuan seperti
Pythagoras, Hipocrates, Euclid, Archimedes, Thales, Analisagoras, Democritus, Heroditus, dan
Thucydides.

Mereka adalah tokoh-tokoh zaman dahulu yang sangat berperan dalam kemajuan ilmu
pengetahuan di berbagai bidang dewasa ini. Sementara dari bidang pemerintahan, Yunani
menyumbangkan berbagai pemikiran dengan keberadaan polis-nya, sistem oligarkhi, tirani,
sampai yang paling penting : demokrasi.

Selain dari bidang pengetahuan dan sistem pemerintahannya, hal yang paling terkenal dari
kebudayaan Yunani adalah peninggalan budayanya. Peninggalan budaya Yunani salah satunya
adalah bidang sastra yang meliputi hasil karya tulis dan teater/drama Yunani. Salah satu hasil
kesusasteraan Yunani yang terkenal adalah kitab Illiad dan Oddyseia karangan Homerus.
Namun dari semua hasil kebudayaannya, peninggalan budaya Yunani yang paling menonjol
adalah seni bangunan (arsitektur) dan seni pahatnya. Begitu banyak patung dewa-dewi yang
masih dapat kita lihat di jaman sekarang, patung-patung itu telah menampakkan bentuk dan
mimik yang mirip dengan manusia. Ini merupakan hal yang jelas membedakan seni patung
Yunani dengan seni patung egara lain. Begitu juga dengan seni bangunannya. Berbagai kuil
pemujaan indah, seperti Parthenon dan Erechteum, masih dapat kita saksikan kini.

Satu hal dari peradaban Yunani yang paling menonjol adalah kepercayaannya tehadap dewa-
dewa, yang sampai sekarang masih merupakan dasar dari semua agama yang ada di dunia. Dewa-
dewa Yunani hingga kini masih dapat kita saksikan perwujudan dan cerita-ceritanya melalui
cerita dan patung-patungnya. Yunani juga terkenal dengan para filsuf / pemikirnya, beberapa di
antaranya yang terkenal adalah Aristoteles, Socrates, dan Plato.
Peradaban Yunani, yang merupakan salah satu peradaban pertama di dunia, telah menjadi dasar
dari segala peradaban di dunia. Oleh karena itu, kiranya pantaslah bila Peradaban Yunani disebut
sebagai Peradaban Tertinggi di Masa Lalu.

SUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Yunani_Kuno
http://id.wikipedia.org/wiki/Mitologi_Yunani
http://id.wikipedia.org/wiki/Peradaban