P. 1
PENGERTIAN

PENGERTIAN

|Views: 2,343|Likes:
Dipublikasikan oleh nabila_sabrina_1

More info:

Published by: nabila_sabrina_1 on Nov 19, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

PENGERTIAN Berbagai jenis antimikroba telah tersedia untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh patogen.

Zat antimikroba yg digunakan dalam pengobatan bertujuan untuk mengeliminasi patogen atau mencegah terjadinya infeksi. Untuk tujuan terapi, suatu zat antimikroba harus menunjukkan toksisitas selektif, artinya zat antimikroba tsb hrs menghambat dan bersifat toksik hanya terhadap patogen, tetapi tidak terhadap inangnya. Antibiotik mewakili kelompok terbesar dari zat antimikroba. Antibiotik merupakan zat biokimia yg diproduksi oleh mikroorganisme yg dlm jml kecil dpt menghambat pertumb/membunuh mikroorganisme lain parasit di dalam tubuh manusia dengan berbagai mekanisme sehinga manusia terbebas dari infeksi bakteri. Antibiotik hanya untuk bakteri dan tidak digunakan untuk virus. PENGGOLONGAN ANTIBIOTIK Ada banyak penggolongan antibiotik, setidaknya ada 3 golongan Antibiotik yang perlu kita ketahui yaitu : 1. Penggolongan Berdasarkan daya bunuh terhadap bakteri. 2. Penggolongan Berdasarkan spektrum kerja antibiotik 3. Penggolongan Berdasarkan cara kerjanya

Ad 1. Golongan Antibiotik Berdasarkan daya bunuh terhadap bakteri. Dikelompokkan menjadi : a) Bakterisid : Antibiotika yang bakterisid secara aktif membasmi kuman. Termasuk dalam golongan ini adalah : penisilin, sefalosporin, aminoglikosida (dosis besar), kotrimoksazol, rifampisin, isoniazid dll. b) Bakteriostatik : Antibiotika bakteriostatik bekerja dengan mencegah atau menghambat pertumbuhan kuman, TIDAK MEMBUNUHNYA, sehingga pembasmian kuman sangat tergantung pada daya tahan tubuh. Termasuk dalam golongan ini adalah : sulfonamida, tetrasiklin, kloramfenikol, eritromisin, trimetropim, linkomisin, klindamisin, asam paraaminosalisilat, dll.

Ad. 2 Penggolongan Berdasarkan spektrum kerja antibiotik a) Spectrum luas : antibiotic yang bersifat aktif terhadap bakteri gram positif dan gram negative. Contoh antibiotic dalam kelompok ini adalah : tetrasiklin, kloramfenikol b) Spectrum sempit : antibiotic yang bersifat aktif hanya terhadap bakteri gram positif atau gram negative saja. Contohnya : Penisilin G, streptomisin

Ad 3. Penggolongan Berdasarkan cara kerjanya Antibiotika golongan ini dibedakan berdasarkan sasaran kerja senyawa tersebut dan susunan kimiawinya. Ada enam kelompok antibiotika dilihat dari target atau sasaran kerjanya

Inhibitor sintesis atau mengaktivasi enzim yang merusak dinding sel bakteri sehingga menghilangkan kemampuan berkembang biak dan sering kali terjadi lisis, mencakup golongan Penicsillin, Polipeptida, sikloserin, basitrasin, vankomisin dan Sefalosporin, misalnya ampisillin, penisillin G;

mencakup golongan Quinolone. sebagai contoh sulfonamid yang resisten dapat disebabkan oleh enzim resisten baru yang dibuat dari gen yang dibawa oleh plasmid. misalnya difiksasi pada subunit ribosom 30 S menyebabkan timbunan kompleks pemula sintesis protein. JENIS RESISTENs Resist intrinsik : bentuk resistensi sbg adaptasi thdp pd lingkungan melalui mutasi spontan DNA yg tjd dgn cepat. produksi polipeptida abnormal. oxytetracycline. yang mengganggu fungsi ribosom bakteri. Replacement target (target diganti) Target yang sensitif masih di dalam sel tetapi adanya komponen yang dibuat dapat membentuk peranan yang sama untuk menjadi resisten terhadap antibiotika. yaitu kemampuan mikroba utk menahan efek dr antibiotik. misalnya gentamycin. menyebabkan inhibisi sintesis protein secara reversibel. misalnya rifampicin. Contoh aminoglikosida. Pada umumnya. dan mengubah struktur obat (enzim). Uji potensi bertujuan utk menguji potensi antibiotik dlm menghambat/membunuh mikroba. penurunan permeabilitas. salah membaca kode mRNA. Sedangkan Uji resistensi bertujuan utk menguji resistensi mikroba terhadap antibiotik. metabolime alternatif. misalnya ionomycin. dan Tetracycline.b) Inhibitor transkripsi dan replikasi. kanamycin. dan f) Antimetabolit yang mengganggu metabolisme asam nukleat. Contoh rifampin (inhibisi RNA polimerase yang dependen DNA). bakteri dgn resist intrinsik tdk memliki dinding sel. nalidixic acid. sebagai contoh penambahan kelompok methyl ke 23S ribosom dari RNA dapat mencegah erythromycin untuk mengikat 23S rRNA sehingga sel menjadi resisten. Mekanisme terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotika dapat terjadi dengan berbagai cara. Pada beberapa kasus antibiotika mungkin . streptomycin. struktur target diubah. actinomycin D. misalnya oligomycin. Aminoglycoside. dipompa keluar. mencakup banyak jenis antibiotik. yaitu uji resistensi dan uji potensi. terutama dari golongan Macrolide. Mekanisme resisny yaitu: dgn inaktivasi antibiotik. mempengaruhi permeabilitas sehingga menimbulkan kehilangan senyawa intraselular. yaitu: Alteration target (gangguan pada target) Target utama diganggu sehingga antibiotika tidak mempunyai efek yang lama. Perubahan transportasi sel Sel bakteri mungkin mengalami perubahan sehingga antibiotika tidak dapat masuk ke dalam sel secara baik. d) Inhibitor fungsi membran sel. UJI RESIST DAN POTENSI Ada 2 macam uji. tunicamycin.azaserine. golongan sulfa atau sulfonamida. c) Inhibitor sintesis protein. chloramphenicol. Namun resis ini tdk menyebabkan penyebaran resist yg cepat pd populasi bakteri. valinomycin dan polimiksin e) Inhibitor fungsi sel lainnya.

mengalami expelled secara aktif. dalam hal ini penyakit yg disebabkan oleh pseudomonas aeruginosa. Beberapa antibiotika seperti chloramphenicol dan aminoglycosida dapat diinaktivasi dengan penambahan kelompok phosphat atau kelompok acetyl. amikasin. Faktor yg mempengaruhi: metabolisme MH. Lalu pipet ditekan penuh Untuk mengeluarkan larutan tsb dr tip. konsentrasi antib pd cakram filter. tahan. maka pertumbh mikroba akan langsung terhambat dan hsil percobaan akan menjadi tdk tepat. Salah satu metode yg mudah untuk menentukan kepekaan patogen thdp antibiotik adalah metode difusi agar cakram. Ukuran zona hambat dapat dipengaruhi ol kepadatan media biakan. Gen protein reissten dibawa oleh kebanyakan plasmid. biakan pd plat agar harus dibiarkan terlebih dahulu slm 5 menit agar mikroba dapat tumbuh terlebih dahulu. distribusi obat. Uji in vitro: di luar tubuh. Cara mendapatkan resist ada 3 jenis: konjugasi (transfer antara bakteri jantan donor dgn bakteri betina resipien dr spesies yg sama menggunakan pili). MIKROPIPET Cara menggunakan mikropipet yaitu: untuk mengambil lartan. kanamisin. sensitivitas organisme thdp antibiotik. masukkan ujung tip ke dalam larutan. yaitu in vivo dan in vitro.. berpenetrasi pada dinding bakteri dan mengikatkan diri pada ribosom dalam sel Contoh : streptomisin. konsentrasi obat (absorpsi dan distribusi). MEKANISME KERJA ANTIBIOTIK Kanamisin gol Aminoglikosida Mekanisme kerjanya : bakterisid. Sebagai contoh. Efektivitas antibiotik ditunjukkan ol zona hambatan yg tampak sbg area jernih yg mengelilingi ckram. transformasi (DNA bebas yg dilepaskan dr satu bakteri krn bakteri lisis diabsorpsi oleh bakteri lainnya). Pengujian antibiotik ada 2 cara. Tetracyclin adalah contoh antibiotika yang secara aktif mengalami expelled oleh protein tetracyclin yang resisten. In vivo: di dalam tubuh. gentamisin. Sebelum cakram diletakkan. neomisin Ampisilin gol penisilin . lokasi baketri. & interaksi antib dgn media. tekan tombol setengah. Antibi diteteskan dgn menggunakan mikropipet. krn jika lgsg diletakkan cakram & ditetesi antibiotik. beta lactamase dapat menghancurkan penicillin dan cephalosporin. nutrisi. Resist dapatan: resist pd mikroba yg dpt menyebabkan penyebaran resist pd populasi bakteri. PENGUJIAN KEPEKAAN MIKROBA Penetapan kerentanan patogen terhadap antibiotik penting utk menyelidiki antibiotik yg sesuai utk mengobati penyakit. patogen diinokulasikan secara merata pada pelat agar. dan lepaskan tekanan secara perlahan. Inaktivasi antibiotika Sel bakteri menurunkan gen yang membuat enzym menghancurkan antibiotika. Pada metode ini. dan transduksi (transfer bakteriofag dr plasmid yg melibatkan virus) . kec difusi antib. Uji yang dilakukan pada percobaan ini adalah uji in vitro. Antibiotik pada cakram yg diletakkan di plat akan berdifusi ke media agar sampai pada titik antibiotik tsb tdk lg menghambat pertumb patogen.

dgn menghambat enzim DNA gyrase bakteri sehingga menghambat sintesa DNA.[1] Cara mengatasi infeksi bakteri ini adalah dengan terapi antimikroba yang agresif.Mekanisme kerjanya mengganggu sintesis protein kuman Spektrum kerjanya luas kecuali thp Psudomonas & Proteus Siprofloksasin gol kuinolon Berkhasiat bakterisid pada fase pertumbuhan kuman. Pseudmonas merupakan bakteri yg plg sulit dieliminasi krn hanya sdkit antibiotik yg efektif melawan bakteri ini. . Tetrasiklin Khasiatnya bersifat bakteriostatik . antibiotik β-laktam antipseudomonal. Antibiotik yang secara efektif dapat melawan P. aeruginosa tergolong sulit ditemukan. seperti menggabungkan dua antibiotik bakteriosidal (contohnya aminoglukosida. atau quinolon). Aktif terutama pada bakteri gram (+) dan beberapa gram (-) Kloramfenikol Bersifat bakteriostatik terhadap Enterobacter & S. aeruginosa.Memiliki cincin b-laktam yang diinaktifkan oleh enzim b-laktamase bakteri. pada pemberian iv dapat dicapai kadar plasma yang bersifat bakterisid lemah. aureus berdasarkan perintangan sintesis polipeptida kuman. hal ini disebabkan oleh mekanisme resisten antibiotik yang dimiliki oleh P.

edisi 3. Buku Ajar Analisis Hayati.. Jakarta. p. 2-4. 2006. Maksum Radji.DAPUS Harmita. Penerbit Buku Kedokteran EGC. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->