Anda di halaman 1dari 3

Siaran Pers

Allianz Bantu Bangun Kembali Microfinance di Aceh


Aceh, 25 Januari 2006 - Allianz telah meluncurkan 3 proyek microfinance
(pelayanan keuangan bagi usaha kecil dan mikro) senilai 330.000 Euro
untuk membantu pembangunan institusi keuangan mikro di Aceh. Ketiga
proyek ini dijalankan bersama dengan German Technical Cooperation
(GTZ), suatu organisasi pemerintah Jerman yang mempunyai pengalaman
lebih dari 10 tahun dalam mengembangkan sektor keuangan mikro di
Indonesia.

“Di Aceh – daerah yang terkena bencana tsunami - cukup hanya dengan 100 Dollar
seseorang dapat membangun usaha kecil. Usaha dalam skala ini dapat memberikan
sumber penghasilan yang tetap bagi seluruh anggota keluarga”, ungkap Jens Reisch,
Presiden Direktur Allianz Life Indonesia.

Namun, saat ini, satu tahun paska Tsunami, masyarakat di Aceh menghadapi kendala
yang cukup besar untuk memperoleh pinjaman sebesar Rp. 1 juta. Banyak dari institusi
keuangan yang memberikan pinjaman kepada pengusaha kecil hilang terbawa bencana
yang lalu.

Kelompok Mandiri Perempuan


Proyek keuangan mikro pertama adalah membangun jaringan mandiri kelompok
perempuan (Kelompok Simpan Pinjam – KSP) di Banda Aceh dan Aceh Timur. Sebelum
Tsunami, kelompok ini melakukan kegiatan semacam arisan dengan jumlah anggota
sekitar 40 orang. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan sebagai pinjaman dengan
bunga kepada anggota yang ingin memulai atau mengembangkan usahanya – aktivitas
tradisional seperti menyulam, menenun atau membuat obat-obatan herbal.

Allianz memberikan bantuan kepada 20 Kelompok ini sebagai pengganti harta milik
mereka yang hilang akibat Tsunami. Hal ini memungkinkan mereka untuk memberikan
pinjaman sampai sebesar 100 Euro atau sekitar Rp. 1, 14 juta. Lebih lanjut lagi,
GTZ menyediakan pelatihan dalam hal pemasaran dan manajemen kepada
kelompok ini.

Koperasi Simpan Pinjam


Pada proyek yang kedua, Allianz and GTZ saat ini tengah membangun dua koperasi
simpan pinjam di wilayah Aceh Timur. Koperasi ini memberikan pelayanan yang
hampir sama dengan Kelompok Mandiri Perempuan namun dalam skala yang lebih
besar, lebih formal dan berdasarkan prinsip keuangan Islam yang berlaku. Akibat
Tsunami hanya tersisa 10 koperasi - dari 21 koperasi jenis ini - yang masih berfungsi.
Namun, GTZ mengidentifikasi terdapat lebih dari 500 koperasi simpan pinjam yang
potensial.

Untuk kedua proyek ini Allianz dan GTZ memberikan bantuan teknis selama proses
pendirian usaha bersamaan dengan pemberian pinjaman untuk modal awal. Dana yang
diberikan kepada koperasi akan berfungsi sebagai proses pinjaman yang akan terus
berputar untuk memastikan agar keberadaan institusi ini akan terus ada dalam jangka
panjang. Proyek ini merupakan proyek percontohan yang akan diikuti di wilayah Aceh
lainnya.

Bank Pengkreditan Rakyat


Institusi formal yang paling merasakan manfaat dari proyek microfinance Allianz adalah
5 buah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Banda Aceh. Kelima bank ini
kehilangan modal, karyawan dan nasabahnya akibat Tsunami sehingga mereka
kekurangan likuiditas, ekuitas dan keahlian. Sama seperti Kelompok Mandiri Perempuan
dan Koperasi, Allianz dan GTZ akan membantu institusi ini dengan dana rekapitalisasi
dan pelatihan manajemen mengenai hal-hal yang sudah terbukti berhasil berdasarkan
standar internasional dan nasional.

Dengan jumlah rekapitalisasi rata-rata sebesar 25.000 Euro, masing-masing bank ini,
tiga diantaranya mengikuti prinsip hukum Islam, akan dapat melayani sampai dengan
100 usaha mikro. Mungkin kelihatannya kecil jika dibandingkan dengan bank komersial
besar, yang biasanya tidak melayani pengusaha kecil dan sektor usaha mikro.
Bagaimanapun, untuk sebagian besar orang Aceh, yang kebanyakan melakukan usaha
di sektor informal, bantuan ini terasa bermanfaat.

Untuk mengoptimalkan manfaat dari pendanaan ini bagi segi ekonomi dan
kesejahteraan masyarakat sekitar, 65% dari dana BPR harus disalurkan kepada sektor
produksi dan pertanian. Hanya 35% yang dialokasikan untuk kegiatan perdagangan.

Seluruh proyek keuangan mikro Allianz mengikuti prinsip berkesinambungan dan


menggunakan sumber daya lokal : “Pada dasarnya kami ingin membantu masyarakat
untuk dapat mandiri. Dengan meningkatkan mata pencaharian dan pendapatan mereka,
kami berharap dapat membantu masyarakat Aceh kembali kepada kehidupan yang
normal.” singkat Jens Reisch, Presiden Direktur Allianz Life Indonesia.

Dengan lebih dari 2,000 rumah tangga yang dibantu dalam rentang waktu 8 tahun,
proyek keuangan mikro Allianz menunjukan komitmen dan dedikasi Allianz terhadap
bantuan jangka panjang bagi wilayah yang kena dampak Tsunami. Hal ini menunjukkan
kuatnya ikatan Allianz terhadap Indonesia dan wilayah Asia Tenggara secara
keseluruhan.

Ketiga proyek keuangan mikro yang diluncurkan pada bulan Januari di Aceh ini, dibiayai
oleh sumbangan korporasi Allianz dan direncanakan untuk diperluas di kemudian hari.
Sumbangan korporasi Allianz berjumlah 1,6 juta Euro.

Selain sumbangan dari korporasi, karyawan Allianz di seluruh dunia telah


menyumbangkan 1,4 juta Euro untuk dana keadaan darurat akibat Tsunami. Dana ini
kebanyakan digunakan untuk menunjang proyek pendidikan dan kesehatan.
Tentang Allianz
Allianz Group merupakan penyedia jasa asuransi dan keuangan terkemuka di dunia
yang beroperasi di lebih dari 70 negara dan memiliki 173.000 karyawan di seluruh dunia.
Group ini melayani lebih dari 60 juta nasabahnya, dimana hampir separuh dari nasabah
tersebut masuk dalam peringkat Fortune 500. Melalui bisnisnya dibidang asuransi,
Allianz memiliki 20.000 karyawan di 14 negara di wilayah Asia Pasifik. Pada tahun 2004,
untuk kegiatannya di wilayah Asia Pasifik, Group ini mencatat pendapatan total sebesar
1,672 miliar Euro dari bisnis asuransi non jiwa dan 2,551 miliar Euro dari bisnis asuransi
jiwa dan kesehatan*.

PT. Asuransi Allianz Life Indonesia berdiri pada tahun 1996, dan menawarkan asuransi
jiwa dan kesehatan, produk-produk unit link dan pensiun (DPLK) bagi perorangan dan
perusahaan. Saat ini Allianz Life Indonesia beroperasi di lebih dari 60 kantor keagenan
yang berada di 42 kota dan memiliki 6.000 financial consultant untuk melayani lebih dari
280.000 pemegang polis. PT Asuransi Allianz Life Indonesia telah tumbuh dengan pesat
setahun terakhir ini, dengan pertumbuhan pendapatan premi di tahun 2005 sebesar
40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sejak berdirinya di tahun 1989, Allianz Utama telah tumbuh menjadi salah satu asuransi
non jiwa terbesar di Indonesia. Saat ini Allianz Utama memiliki 7 kantor cabang dan 17
Point of Sales di kota-kota besar di Indonesia. Atas prestasi kinerjanya, Allianz Utama
Indonesia mendapat penilaian Istimewa/Amat Baik dari Infobank Insurance rating 2002
& 2003, Penghargaan dari Bisnis Indonesia sebagai Perusahaan Asuransi Umum
terbaik dan di tahun 2004 mendapatkan peringkat terbaik dari Majalah Investor dalam
kategori Asuransi Umum.

*Total pendapatan terdiri dari GWP asuransi non jiwa, jiwa dan kesehatan.