Anda di halaman 1dari 12

c  cc


  

  
c



?     


Nama : Ny. J
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 28 tahun
Suku : Jawa
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Payaman, Jepang, Mejobo Kudus
Masuk RS : 17 Novemnber 2010, jam: 22.20
G1P1A0

IDENTITAS SUAMI
Nama : Tn. A
Umur : 29 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : karyawan PT Djarum
Alamat : Payaman, Jepang, Mejobo Kudus
Suku : Jawa

?    
Diambil secara autoanamnesis pada tanggal 17 November 2010, jam : 22.30 WIB

? c

Keluar cairan dari kemaluan sejak 1 jam SMRS.

? c
Perut terasa kenceng-kenceng dan tekanan darah tinggi

ÿ?   

Pasien datang dari rujukan bidan dengan keluhan keluar cairan dari kemaluan
sejak 1 jam SMRS dengan tekanan darah yang tinggi. Cairan berwarna bening, tidak
berbau, tidak seperti air kencing, memenuhi celana dalamnya. Tidak ada darah yang
keluar. Pasien juga mengeluh perut terasa kenceng-kenceng namun hilang timbul sejak 3
hari yang lalu namun saat itu tidak ada darah maupun yang cairan yang keluar dari
kemaluannya. Saat diperiksa di bidan perut semakin sering kenceng-kenceng dan
tekanan darahnya tinggi, masih keluar cairan dari kemaluan, sudah ada pembukaan
kepala sudah turun. Ini merupakan kehamilan pertama, hari pertama haid terakhir
tanggal 20 Februari 2010. Pasien sering memeriksakan kehamilannya di bidan dengan
hasil bahwa keadaan ibu dan janinnya baik-baik saja namun tidak pernah dilakukan
USG. Pasien mengaku tekanan darah setiap kali periksa selalu normal 120/80, tidak
pernah mengalami tekanan darah tinggi maupun minum obat tekanan darah tinggi.
Namun saat pasien datang ke UGD RS Mardi Rahayu tekanan darahnya tinggi, tetapi
pasien tidak mengeluh sakit kepala berdenyut ataupun pusing berputar, tidak sesak,
jantung tidak berdebar-debar.

? 
Pasien belum pernah merasakan hal ini sebelumnya.
Riwayat penyakit jantung, hipertensi, DM, dan asma disangkal oleh pasien.

? c 
Riwayat penyakit jantung, DM, dan asma disangkal oleh pasien.

! ?  ""
Menarche : 13 th
Siklus : 28 hari
Lamanya : 6 hari
Banyaknya : 3 kali ganti pembalut/hari
HPHT : 20 Februari 2010
HPL : 27 November 2010

u? "
Status : Menikah
Pernikahan : Satu kali, umur 27 tahun, lamanya kawin 1 tahun

? c 

Anak Tahun Jenis Umur Jenis Penolong Hidup Riwayat Menetek


ke Persali Kelamin Kehamilan Persalin atau nifas sampai
nan an Mati umur
1 Hamil
ini

? c 
Pasien tidak pernah memakai alat KB.

6?  #"


Tidak pernah dioperasi sebelumnya.

c? ÿ
Pasien memeriksakan kehamilannya 8x di bidan.
?  c ! cü17 November 2010)
? "u"
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Tanda Vital
Tensi : 200/130 mmHg
Nadi : 96x/menit
Pernapasan : 20 x/menit
Suhu : 36 0C
Tinggi Badan : 156 cm
Berat Badan : 50 kg
Kepala : Normocephal, rambut hitam, distribusi merata
Wajah : Simetris, pucat ü-), sianosis ü-)
Mata : Konjungtiva anemis-/-,sclera ikterik-/-,edem palpebra-
cekung ü-)
Telinga : Normotia
Hidung : Septum deviasi ü-)
Mulut : Bibir sianosis ü-), lidah kotor ü-), bibir ü-)
Tenggorokan : Faring hiperemis ü-), tonsil T1-T1 tenang
Leher : KGB dan thyroid tidak teraba membesar
Thoraks
Cor :
-? Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
-? Palpasi : Ictus cordis teraba di ICS V linea midclavicula sinistra
-? Perkusi : Batas atas jantung ICS III linea sternalis sinistra
Batas kiri jantung ICS V linea midclavicularis sinistra
Batas kanan jantung ICS III linea sternalis dekstra
-? Auskultasi : Bunyi jantung I dan II regular, murmur ü-), gallop ü-)
Pulmo :
-? Inspeksi : Kedua hemithoraks simetris dekstra dan sinistra
-? Palpasi : Vokal fremitus sama dekstra dan sinistra
-? Perkusi : Sonor di kedua hemithoraks
-? Auskultasi : Suara napas vesikuler, ronkhi ü-), wheezing ü-)
Ekstremitas : Akral hangat, udema ü-/-), deformitas ü-)
Turgor kulit : Baik

? " "
Pemeriksaan luar

 Wajah$Chloasma gravidarum ü )


Payudara$Pembesaran payudara ü ), pengeluaran ASIü-), hiperpigmentasi areola
mammae ü ), Putting susu menonjol.
Striae livide dan striae albicans ü-)

Abdomen 

?Inspeksi : Membuncit membujur linea nigrae ü ),striae livide ü-), striae


albicans ü-).

?Palpasi :
Leopold I : TFU 3 jari di bawah processus xyphoideus. Teraba bagian
bulat dan lunak.
Leopold II : Teraba bagian-bagian kecil di kiri, bagian melengkung dan
memanjang di kanan.
Leopold III : Teraba bagian bulat keras, sudah masuk PAP
Leopold IV : Divergen

? Auskultasi : DJJ : 144x/menit 5´I 12x, 5´III 12x, 5´V 12x


? HIS : 2 kali/ 10 menit, selama 20 detik dengan intensitas kuat.
? TBJ : TFU-12 x 155= ü33 -12) x 155 = 3100 g

Pemeriksaan dalam
? Anogenital :
Inspeksi : Vagina / Vulva / Uretra : Tidak edem üNormal)
Inspekulo : Tidak dilakukan

? Vagina Toucher : Portio tipis, lunak


Pembukaan : 3 cm
Effecement : 50 %
Kulit ketuban : ü-)
Bagian terendah : Kepala
Turunnya bagian terendah : Hodge II
Point of Denominator : Ubun-ubun kecil kanan
Tidak ada bagian kecil janin yang menumbung keluar

? UPD : Promontorium : tidak teraba


Linea inominata : teraba kurang dari setengah lingkaran
Dinding samping pelvis : sejajar
Spina isiadika : tidak menonjol
Arcus pubis > 90 derajat
Kelengkungan sacrum cukup
Os cocygea baik
%?  c   

USG > tidak pernah dilakukan
Dilakukan pemeriksaan laboratorium ü17 November 2010)
Hematologi
Hb 12.7 g/dl 12-16 Basofil 0,2 % 0-1
Lekosit 12,34 Ribu/mm3 5-10 Eosinofil 1,9 % 1-3
Hematokrit 38,2 % 38-47 Neutrofil batang 69.7 % 3-5
Trombosit 286 Ribu/mm3 150-450 RDW 16,7
PDW 13
LED 50/60 Mm/jam <20 Limfosit 19 % 25-33
MCV 90,1 Mikro m3 80-100 Monosit 9,2 % 3-7
MCH 30 Pg 26-34 MPV 10,8
MCHC 33,2 g/dl 32-36
A
Gol drh/Rh
Clohting 4,30 menit 2-6mnt
time

% ? 



%? u  c 6
? G1P0 A0, umur 27 tahun, Hamil 39 minggu 
? Anak 1 hidup intra uterine
? Presentasi kepala U punggung kanan 
? Inpartu kala I fase aktif
? Preeklampsia berat
? Ketuban pecah dini
%?  c 6

Darah rutin
Urin rutin
USG

%? c&c
1.? Tunggu dan evaluasi
- O2 2L
- Infus RL 20 tpm
- MgSO4 40 % 15 cc drip, 10 cc bolus
- Metyldopa tab 500 mg
- Amoxcyllin 1x2gram i.v
Observasi ½ jam : Tekanan darah : 180/120 mmHg
DJJ : 144x/menit 5´I 12x, 5´III 12x, 5´V 12x
His : 2 kali/ 10 menit, selama 20 detik dengan intensitas kuat
2.? Operasi Sectio Caesaria > Tekanan darah : 170/110mmHg
Laporan operasi ü17 November 2010)
- Incisi linea mediana sepanjang 10 cm
- Incisi diperdalam sampai terbuka peritoneum
- Plica vesico uterina di buka
- Incisi segmen bawah rahim ± 10 cm, kepala diluksir, bayi dilahirkan
- Lahir bayi laki-laki, BB 2300 gram, Apgar Score 8-9-10
- Plasenta dilahirkan secar manual, kotiledon lengkap, infark ü-), hematom ü-)
- Jahit dinding uterus dengan chromic catgut no.1
- Plica vesica uterina di jahit kembali üover hecting)
- Kontrol perdarahan, perdarahan ü ) 300cc, adnexa ovarium dalam batas normal
- Jahit abdomen lapis demi lapis
- Tindakan selesai

Instruksi dokter pasca tindakan


- O2 2L
- Infus RL 1 gram induksi ümetylergotamin) 20 tpm
- Bactosin syr 2 x1
- Tramal 3x1gram i.v
- Alinamin 2x1 gram i.v
- Vit. C 1x1 i.v
- Tidur bantal tinggi
- Cek Hb post operasi
- Cek urin rutin
- Bila TD • 160/100mmHg infus RL MgSO 4 40 % 15cc 1 gr induksi drip 20 tpm
- Konsul dr.Irin SpPD.

Diagnosa Post Operasi

1.? Preeklampasia berat


2.? Ketuban pecah dini
3.? Berat badan lahir rendah
4.? Multiple mioma

'?  u  
Power : Tekanan darah terlalu tinggi ditakutkan terjadi kejang sebelum bayi
dilahirkan.
Passage : Dengan tinggi badan ibu 155 cm, diperkirakan panggul tidak sempit.
Passanger : Dengan TBJ 3100 gr diharapkan tidak ada kesulitan dari bayi.

!  (


 )*+,-.)./0$.-..1

S : Lemas > setelah operasi SC


O : Status general :
Keadaan umum : baik, compos mentis
Tekanan Darah : 200 / 130 mmHg
Nadi :100 x / menit
Suhu : 36,4 º C
Pernafasaan : 24 x / menit

Status Obstetri :
Berat bayi lahir 2300gram üBBLR)
Ditemukan multiple mioma

Laboratorium ü18 November 2010)


Hematologi
Hb : 14,2 g/dl

Urin Lengkap
Albumin 2 üNormal : Negatif)
Reduksi - üNormal : Negatif)
Bilirubin - üNormal : Negatif)
Rx/ pH 5,5 üNormal : 4,8- 7,4)
Urobilinogen Normal
Benda Keton - üNormal : Negatif)
Nitrit - üNormal : Negatif)
BJ 1,025 ü1,015-1,025)
Darah samar 3 üNormal : Negatif)
Leukosit 1 üNormal : Negatif)
Vit. C - ü Normal: Negatif)
Eritrosit Penuh
Leukosit 3-5
Silinder 0
Parasit -
Bakteri -
Jamur -
Kristal -

A:
? G1P0 A0, umur 27 tahun, Hamil 39 minggu
? Post SC hari I atas indikasi Preeklampsia berat, Ketuban Pecah Dini, Berat Badan
Lahir Rendah, Multiple Mioma
P:
Non medikamentosa:
-? Bed rest dengan bantal tinggi
Medikamentosa
-? O2 3L
-? Infus RL 1 gram induksi ümetylergotamin) 20 tpm
-? Bactosin syr 2 x1
-? Tramal 3x1gram i.v
-? Alinamin 2x1 gram i.v
-? Vit. C 1x1 i.v
-? Konsul dr Irin SpPD >- Lasik 2x1 ampul i.v
- Catapres 2 ampul dalam 200 cc
Jadi infus RL MgSO 4 40 % 1 gram induksi 20 tpm
RL 200cc Catapres 12 tpm

 )*+,-.)./0$)2..1

S : Nyeri kaki kiri post SC


O : Status general :
Keadaan umum : baik, compos mentis
Tekanan Darah : 190 / 120 mmHg
Nadi :96 x / menit
Suhu : 36,4 º C
Pernafasaan : 20 x / menit

Status Obstetri :
Abdomen : TFU : 2 jari dibawah pusat
Bekas luka : Baik, tidak ada rembesan darah, pus ü-)
Genitalia : Leuko rubra :
Berat bayi lahir 2300gram üBBLR)
Ditemukan multiple mioma

A : Idem
P:
Non medikamentosa:
-? Bed rest dengan bantal tinggi

Medikamentosa
-? Infus RL 1 gram induksi ümetylergotamin) 20 tpm
-? Amoxycillin 1x 2 gram i.v
-? Bactosin syr 2 x1
-? Tramal 3x1gram i.v
-? Alinamin 2x1 gram i.v
-? Konsul dr Irin SpPD >- Lasik 2x1 ampul i.v
- Catapres 2 ampul dalam 200 cc stop
- Angioten 1x50 mg

 )3+,-.)./0$)4..1

S : Tidak ada keluhan, sudah bisa menyusui bayi


O : Status general :
Keadaan umum : baik, compos mentis
Tekanan Darah : 160 / 120 mmHg
Nadi :90 x / menit
Suhu : 36,4 º C
Pernafasaan : 20 x / menit

Status Obstetri :
Payudara : Pembesaran payudara ü ), pengeluaran ASIü ), hiperpigmentasi areola
mammae ü ), Putting susu menonjol.
Abdomen : TFU : 2 jari dibawah pusat
Bekas luka : Baik, tidak ada rembesan darah, pus ü-), nyeri tekan
Bising usus ü ) normoperistaltik
Genitalia : Leuko rubra :
Berat bayi lahir 2300gram üBBLR)
Ditemukan multiple mioma

A : Idem
P:
Non medikamentosa:
-? Bed rest dengan bantal tinggi
-? Boleh minum
Medikamentosa
-? Infus D5% MgSO4 15 cc 15 tpm
-? Kaltrofen sup 2x1
-? Amlodipin 1x10 mg
-? Angioten 1x50 mg
  c   


5
Wanita yang sedang mengalami kehamilan akan mengalami banyak perubahan
perubahan dalam komposisi baik hormonal, system kardivaskuler, system traktus urinarius
dan lanilla yang berbeda dengan wanita tidak hamil.
Dalam keadaan hamil, curah jantung akan meningkat sebesar 40% oleh karena adanya
peningkatan isi sekuncup jantung mulai pada minggu ke-6 mencapai maksimum pada
trimester ke-2 dan ke-3, sejalan dengan peningkatan curah jantung ini, terjadi peningkatan
aliran darah ke organ visceral seperti ginjal dan uterus. Aliran plasma ginjal dan laja filtrasi
glomerulus menjadi meningkat.

 #"
I. Definisi
Pre-eklampsia ialah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat
kehamilan, setelah kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat
timbal sebelum 20 minggu bila terjadi penyakit trofoblastik. Ibu tersebut tidak menunjukan
tanda tanda kelainan vasculer atau hipertensi sebelumnya.

II. Klasifikasi
Pre-eklampsia dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :
1.? Pre-eklampsia ringan, bila disertai keadaan sebagai berikut :
a.? TD 140/90 mmHg atau lebih yang diukur pada posisi berbaring terlentang,
atau kenaikan diastolik 15 mmHg atau lebih, atau kenaikan sistolik 30 mmHg
atau lebih. Cara pengukuran sekurang kurangnya pada 2 kali pemeriksaan
dengan jarak periksa 1 jam, sebaiknya 6 jam.
b.? Edema umum, kaki, jari tangan dan muka atau kenaikan berat badan 1 kg atau
lebih per minggu.
c.? Proteinuria keantitatif 0,3 gram atau lebih per liter, kwalitatif 1 atau 2 pada
urin catéter atau midstream.
2.? Pre-eklampsia berat, bila disertai keadaan sebagai berikut :
Bila didapatkan satu atau lebih gejala di bawah ini, pre-eklampsia digolongkan berat :
a.? TD sistolik lebih atau sama dengan 160 mmHg atau tekanan diastolik lebih
atau sama dengan 110 mmHg. Tekanan darah ini tidak menurun meskipun ibu
hamil sudah dirawat di RS dan sudah menjalankan tirah baring.
b.? Proteinuria 5 gram atau 3 dalam pemeriksaan kualitatif.
c.? Oliguria, yaitu jumlah urin kurang dari 500 cc per 24 jam yang disertai
kenaikan kadar kreatinin plasma.
d.? Adanya gangguan cerebral, gangguan visus dan rasa nyeri di epigastrium.
e.? Terdapat edema paru dan sianosis.
f.? Adanya ³the HELLP síndrome´ ü H: Hemolysis ; ELL: Elevated Liver
Enzymes ; P: low Platelet count )

III. Penatalaksanaan Pre-Eklampsia Berat


Rawat segera, tentukan jenis perawatan atau tindakan :
1.? Perawatan aktif
a.? Segera masuk rumah sakit.
b.? Tirah baring miring ke satu sisi
c.? Infuse dextrose 5% yang tiap 1 liternya diselingi dengan larutan RL 500 cc
d.? Antasida
e.? Diet : cukup protein, rendah karbohidrat, lemak dan garam
f.? Pemberian obat anti kejang : MgSO4
g.? Diuretikum tidak diberikan kecuali bila ada edema paru paru, payah jantung
kongestif, edema anasarca.
h.? Antihipertensi diberikan bila TD sistolik > 180 mmHg dan TD diastolik > 110
mmHg.
i.? Kardiotonika. Indikasi bila ada tanda tanda menjurus payah jantung.
j.? Lain lain : obat antipiretika, antibiotika, anti nyeri.
2.? Pengobatan obstetrik
Cara terminasi kehamilan :
a.? Belum inpartu :
-? Induksi persalinan : amniotomi oksitosin drip dengan syarat skor bishop
>5
-? Seksio secarea :
? Syarat oksitosin drip tidak dipenuhi atau adanya kontraindikasi
oksitosin drip.
? 12 jam sejak dimulainya oksitosin drip belum masuk fase aktif.
Pada primigravida lebih diarahkan untuk dilakukan terminasi
dengan seksio secarea.
b.? Sudah inpartu :
Kala I :
Fase laten : seksia secarea
Fase aktif : - amniotomi
- bila sudah 6 jam amniotomi belum terjadi pembukaan
lengkap, dilakukan seksio secarea.
Kala II :
Pada persalinan pervaginam, maka kala II diselesaikan dengan partus buatan
amniotomi dan oksitosin drip dilakukan sekurang kurangnya 30 menit
setelah pemberian pengobatan medicial.
IV. Perawatan RS
1.? Pre-Eklampsia ringan :
Kriteria pre-eklampsia ringan untuk dirawat di RS :
-? Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan, tidak menunjukan adanya
perbaikan dari gejala gejala pre eklampsia.
-? Kenaikan berat badan ibu lebih dari 1 kg per minggu, selama 2 kali
berturut turut.
-? Timbul salah satu atau lebih gejal atau tanda tanda pre eklampsia berat.
-?
2.? Pre eklampsia berat.
3.? Eklampsia.

V. Prinsip manajemen Pre-Eklampsia


Tujuan penanganan di sini adalah :
a. untuk melindungi ibu dari efek meningkatnya teakanan darah dan mencegah
progresifitas penyakit menjadi eklampsia dengan segala komplikasinya.
b. untuk mengatasi dan menurunkan risiko janin termasuk terjadinya solusio plasenta,
pertumbuhan janin terhambat dan kematian janin intra uterus.
c. untuk melahirkan janin dengan cara yang paling aman dan cepat dalam arti
sesegera mungkin setelah matur apapun imatur bila diketahui bahwa risiko janin
dan atau ibu bila dilanjutkan akan lebih berat.
VI. Penyulit
Gagal ginjal, gagal jantung, edema paru paru, kelainan pembekuan darah,
perdarahan otak, kematian janin.
?