Anda di halaman 1dari 7

Ketika Serikat Buruh Berbicara Lingkungan Hidup

REP
Kahar S. Cahyono
| 07 April 2010 | 05:48

169
12
2 dari 2 Kompasianer menilai Inspiratif.

Demonstrasi: Aksi yang sering dilakukan oleh serikat pekerja/serikat


buruh

Ketika saya menyampaikan pandangan akan pentingnya peran serikat


pekerja/serikat buruh untuk terlibat dalam kampanye tentang isu
lingkungan hidup, beberapa kawan sempat memberikan komentar
sinis. Banyak yang berpendapat, bahwa isu lingkungan hidup tidak ada
korelasinya dengan permasalahan yang dihadapi kaum buruh.

”Kurang pekerjaan, apa? Masalah perburuhan saja banyak yang belum


terselesaikan,” komentar seorang kawan.

Sebagai orang yang sehari-hari berkecimpung dalam dunia peburuhan,


saya menanggapi berbagai pendapat itu dengan senyuman. Saya
sadar betul, bahwa selama ini perjuangan serikat pekerja/serikat buruh
selalu melulu soal rendahnya tingkat upah, maraknya Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK), tidak adanya jaminan sosial, hingga
permasalahan seputar buruh kontrak/outsourcing.

Pandangan itu saya sampaikan pada akhir 2007, dalam rapat kerja
tahunan Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS). Rapat Kerja Tahunan
merupakan forum tertinggi di dalam FSBS yang berfungsi untuk
menyusun program kerja. Sejak adanya penolakan beberapa kawan,
saya tidak pernah lagi membicarakan perihal pentingnya
mengkolaborasikan gerakan buruh dengan isu-isu lingkungan hidup.

Hingga suatu ketika, FSBS mendapat undangan dari Sekolah


Demokrasi Tangerang untuk menghadiri Dialog Publik bertajuk
Demokrasi dan Lingkungan Hidup. Pada kesempatan itu, Asep Jatnika,
Kepala Pengawasan dan Pengendalian Limbah Kabupaten Tangerang,
mengungkapkan fakta yang mengejutkan. ”Banyak industri besar,
termasuk industi penghasil B3, yang membuang limbahnya ke sungai
tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu. Sebanyak 192 industri di
Tangerang berpotensi menghasilkan limbah cair, 111 industri
mempunyai IPAL dengan total potensi limbah cair 8.815 m3/hari dan
81 industri tidak memiliki IPAL dengan potensi limbah cair 8.370
m3/hari.”
Tidak berhenti sampai disitu, data tersebut masih ditambah dengan
110 industri yang berpotensi menghasilkan limbah gas. Dari jumlah
tersebut, baru 50 industri yang memiliki cerobong yang sudah sesuai
dengan Keputusan Bapedal Nomor: 205/Bapedal/07/1996. Belum lagi
dengan dengan adanya 311 industri yang berpotensi menghasilkan
limbah padat. 161 diantaranya menghasilkan limbah pada non B3, dan
150 lainnya menghasilkan limbah padat B3 (Bahan Berbahaya dan
Beracun).

Bisa dibayangkan, kerusakan lingkungan yang lebih parah akan terjadi,


apabila pertumbuhan industri tidak disertai dengan adanya
keseimbangan pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup.
Padahal kita tahu, lingkungan yang sehat adalah syarat mutlak yang
harus dipenuhi untuk terwujudnya masyarakat yang sejahera dan
berkualitas. Pun kita tahu, ratusan ribu buruh bekerja di perusahaan-
perusahaan, yang limbahnya mencemari lingkungan hidup.

Gagasan Baru, Langkah Baru

Penanaman Pohon di Modern Cikande Industrial Estate, Serang -


Banten, oleh Kapolda Banten dalam rangka memperingati Hari Buruh
Internasional

Sejak saat itulah, beberapa orang aktivis buruh mulai menyadari


pentingnya program kerja serikat buruh juga menyinggung soal
lingkungan. Beberapa data juga menunjukkan, bahwa penghasil limbah
industri yang menyebabkan pencemaran lingkungan, beberapa
diantaranya berasal dari pabrik-pabrik yang didalamnya sudah berdiri
organisasi serikat pekerja. Ini sebenarnya sudah cukup mendorong
serikat pekerja, yang didalamnya terhimpun para pekerja – di sektor
formal – dengan segala pontensi yang dimilikinya, memainkan peran
lebih besar. Apalagi, selama ini gerakan buruh cukup diakui
eksistensinya. Hal ini terlihat ketika melakukan advokasi dalam
memperjuangkan hak-hak kaum buruh, dan berbagai aksi untuk
menentang berbagai macam ketidakadilan.

Hingga suatu ketika, Lembaga Kerjasama Tripartit Provinsi Banten,


sebuah lembaga non struktural yang beranggotakan perwakilan serikat
buruh, organisasi pengusaha, dan wakil pemerintah
menyelenggarakan gerakan penanaman seribu pohon dalam acara
May Day (peringatan hari buruh internasional), tahun 2009.

Atas inisiatif Isbandi Anggono, Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat


Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Serang, akhirnya
disepakati untuk me-launching Jaringan Pekerja Peduli Lingkungan
Hidup (JP2LH) dibawah kendali Forum Solidaritas Buruh Serang. Ide
pembentukan JP2LH adalah menggunakan pengaruh serikat buruh
untuk mengawasi perilaku perusahaan. Misalnya memastikan
perusahaan tidak membuang limbah ke sungai, mendorong pengusaha
untuk menanam dan merawat pepohonan di lingkungan pabrik, hingga
menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada para
anggotanya.

Salah satu kegiatan pemetaan lapangan yang dilakukan oleh Kader


Jaringan Pekerja Peduli Lingkungan Hidup (JP2LH)

”Jumlah buruh di Serang-Banten merupakan angka yang signifikan


untuk turut serta mengkampanyekan isu-isu lingkungan. Oleh
karenanya, kita membutuhkan kader-kader militan yang terstruktur
dan mempunyai jaringan yang luas untuk menyebarkan gerakan cinta
lingkungan dalam bahasa yang mudah dicerna oleh buruh. Di
perusahaan tempat mereka bekerja, dan di lingkungan tempat mereka
tinggal,” ujar pria yang pernah hadir dalam konferensi PBB untuk
perubahan iklim (UNFCCC) di Bali pada bulan Desember 2007 itu.

Hanya, memang, sebagai gagasan baru, apa yang dilakukan Forum


Solidaritas Buruh Serang dengan JP2LH-nya merupakan langkah yang
menarik. Kendati hasilnya tidak bisa dilihat secara instan. Namun
begitu, ibarat bunga yang masih kuncup, keberadaannya berpotensi
menghadirkan perubahan besar bagi masyarakat di kawasan industri
untuk lebih peduli terhadap lingkungannya. Kita tunggu saja, dan
biarkan waktu yang akan membuktikannya.

Berbicara tentang perjuangan upah murah di kalangan serikat buruh,


itu sudah lumrah. Agenda tolak outsorcing dan PHK, menjadi agenda
sepanjang tahun gerakan serikat pekerja. Namun, bila gerakan serikat
buruh juga mengkolaborasikan dengan isu-isu lingkungan, barangkali
belum banyak yang melakukan. (*)
Nokia
Masuk
Desa!
06 Nov
2009

Nokia membidik masyarakat pedesaan, buruh tani dan nelayan dengan menawarkan
layanan aplikasi terbarunya, Nokia Life Tools. Layanan ini diklaim Nokia mampu
meningkatkan penghasilan dan kualitas hidup masyarakat desa. Layanan aplikasi berbasis
SMS ini akan diluncurkan pada awal bulan Desember 2009.

"Menyusul kesuksesan Nokia Life Tools di India, dimana penggunanya memperoleh


manfaat dari informasi penting yang dikirimkan langsung ke ponsel mereka, kami senang
dapat membawa layanan tersebut untuk masyarakat Indonesia,” ujar Jawahar Kanjilal,
Global Head of Nokia Life Tools, Emerging Markets, Nokia. “Inform, Involve,
Empower sebagai visi Nokia Life Tools dapat diterapkan dimana pun. bersamaan dengan
peluncuran ponsel yang mendukung Nokia Life Tools, kami berikan sebuah solusi yang
paling sesuai dengan kebutuhan mereka,” tambahnya saat wawancara khusus dengan
rileks.com

“Hari ini merupakan awal sebuah periode yang paling dinantikan dalam sejarah mobile
telecommunication Indonesia. Nokia, bersama dengan para mitra bangga menjadi bagian
dari ekosistem perkembangan ini di mana penggunaan ponsel menjadi sama pentingnya
untuk keperluan komunikasi dan pemberdayaan masyarakat – tidak hanya melalui alat
namun juga melalui layanan yang dapat mengimprovisasi hidup, khususnya bagi
masyarakat non perkotaan. Kami berterima kasih kepada para mitra kami yang telah
percaya dan mendukung visi Nokia untuk memberdayakan dan menghubungkan
masyarakat dengan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka,“ kata Bob McDougall,
General Manager, Nokia Indonesia.

Nokia Life Tools di Indonesia

Nokia Life Tools akan tersedia di Indonesia mulai awal Desember 2009, dengan layanan
Pertanian untuk Jawa dan Sumatera di tahap awal, serta layanan Pendidikan dan Hiburan
tersedia secara nasional. Pelanggan dapat berlangganan informasi dan isi layanan
Pertanian, Pendidikan, and Hiburan. Nokia bekerja sama dengan Departemen Pertanian
Republik Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Synovate,
dan mitra industri lain dengan memberikan informasi, harga, berita dan tips berguna yang
dikirim langsung ke pelanggan.

“Informasi harga komoditas pertanian memegang peranan penting dalam memperkuat


posisi tawar petani serta perencanaan usaha tani yang akan berujung pada peningkatan
kesejahteraan hidup mereka. Oleh karenanya guna mempercepat dan memperlancar
penyebarluasan informasi harga komoditas pertanian diperlukan penggunaan dan
pemanfaatan teknologi informasi yang efektif dan efisien. Ponsel merupakan sebuah
perangkat pengakses informasi yang penetrasinya paling luas dibanding perangkat lain,
khususnya untuk pengguna di pedesaan yang sebagian besar adalah masyarakat pertanian.

Melalui kerjasama PPHP dengan Synovate dalam mendiseminasikan harga komoditas


bagi para petani melalui Ponsel (salah satunya melalui peluncuran Nokia Life Tools),
diharapkan para petani dapat mengetahui harga komoditas pertanian yang berkembang di
pasar, selain informasi pertanian lainnya yang sangat bermanfaat bagi mereka," ujar Prof.
Dr. Ir. Zaenal Bachruddin, M.Sc - Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Pertanian, Departemen Pertanian Republik Indonesia.

Layanan Pertanian akan menyediakan informasi komoditas; mulai dari bibit, ternak,
hortikultura, dan perikanan. Pelanggan dapat berlangganan tiga macam komoditas yang
paling sering ditanam di wilayah mereka. Dalam layanan Pertanian juga tersedia
informasi lain seperti prakiraan cuaca, harga komoditi dan berita, serta tips seputar
pertanian. Fitur-fitur dalam layanan Pendidikan, antara lain Belajar Bahasa Inggris,
Pengetahuan Umum, dan Persiapan Ujian. Belajar Bahasa Inggris memiliki tiga tahap
kemampuan dengan fokus pada bahasa Inggris dasar. Pengetahuan Umum utamanya akan
terkait dengan provinsi di mana pelanggan tinggal, juga berisi informasi dari lingkup
nasional maupun internasional. Sedangkan Persiapan Ujian menyediakan layanan bagi
siswa/siswi SMP dan SMA.

Layanan Hiburan menampilkan konten hiburan, termasuk didalamnya berita, musik,


komik, humor, astrologi, juga resensi film. Konten-konten ini tersedia berdasarkan
permintaan dan/atau berlangganan. Pada saat peluncuran nanti ; pelanggan Telkomsel,
Indosat, XL dan Hutch (3) dapat langsung berlangganan layanan Nokia Life Tools.
Layanan Nokia Life Tools di Indonesia, pada tahap awal akan tersedia untuk Nokia 2323
classic, Nokia 2330 classic dan Nokia 2700 classic. Saat ini, secara global terdapat 11
jenis ponsel Nokia yang akan pre-loaded dengan Nokia Life Tools, selain itu layanan ini
juga dapat diunduh untuk jenis ponsel lainnya.

Layanan Nokia Life Tools menggunakan ikon, user interface yang kaya grafik yang hadir
lengkap dengan tabel, serta menampilkan informasi secara simultan dalam dua bahasa.
Selain itu, SMS akan digunakan untuk mengirim informasi penting, untuk memastikan
bahwa layanan ini mudah untuk digunakan dimanapun, selama ponsel dapat berfungsi,
tanpa perlu mengatur setting atau

Nokia Garap Pasar Suburban

Posted on Apr 18th, 2010 and filed under Strategi.


You can leave a response or trackback to this entry

nokiaTak hanya masyarakat kota saja yang butuh informasi, orang-orang suburban pun
membutuhkannya. Nokia melihat sebagai peluang untuk mengembangkan layanan
informasi untuk orang-orang suburban.

Kemajuan teknologi seluler sekarang ini memungkinkan orang bisa mendapatkan


informasi dalam bentuk apa pun dalam waktu singkat, di mana saja, dan kapan saja.
Sebab, fungsi telepon seluler tak terbatas untuk menelpon dan menulis SMS. Namun bisa
digunakan untuk ambil gambar, akses internet, games, e-mail, GPS atau nonton film. Hal
ini seturut dengan beragamnya fitur-fitur yang ada di ponsel tersebut. Sepertinya tren
fitur ponsel ini akan terus berkembang seiring dengan kebutuhan konsumen yang terus
meningkat.

Belakangan ini, semua produsen ponsel berlomba-lomba menyajikan fitur selengkap


mungkin pada ponselnya dengan memakai teknologi terkini. Tak ketinggalan Nokia yang
masih memimpin pasar ponsel Indonesia. Merek asal Firlandia ini juga mengembangkan
layanan yang berupa konten Nokia Life Tools (NLT) sebagai nilai tambah yang ia
tawarkan kepada konsumen.

NLT merupakan layanan yang memberikan fasilitas informasi kepada masyarakat untuk
meningkatkan penghasilan dan kualitas hidup. Latar belakang Nokia meluncurkan
layanan NLT ini adalah untuk membantu mengatasi kesenjangan penyaluran informasi
kepada pengguna ponsel, khususnya di daerah suburban dan pedesaan, dengan
memberikan informasi yang bermanfaat bagi mereka.
Menurut Legi Soegianto, Product Manager Nokia Indonesia, dengan NLT konsumen
dapat berlangganan layanan informasi mengenai pertanian, pendidikan, dan hiburan.
Untuk layanan ini, Nokia menggandeng beberapa mitra industri yang terpercaya sebagai
penyedia informasi akurat bagi pelanggan. Mitra industri itu memberikan informasi
sesuai dengan bidang yang dikuasainya.

Tak semua perangkat Nokia kompatibel dengan layanan ini. Pada awalnya, ada tiga
produk Nokia yang bisa mendukung fasilitas ini, yaitu Nokia 2330 Classic, Nokia 2700
Classsic, dan Nokia 2323 Classic. Kemudian NLT ini dikembangkan untuk produk seri
lainnya, yaitu seri 1616 dan seri 2220 Slide yang sudah dipasarkan, serta beberapa produk
yang akan datang, yaitu seri 1800, seri 1280, dan seri 2690. “Saat ini, secara global
terdapat 11 jenis ponsel Nokia yang akan pre-loaded dengan NLT, selain itu layanan ini
juga dapat diunduh untuk jenis ponsel lainnya,” kata Legi.

Secara teknis, pelanggan bisa mendapatkan fasilitas NLT yang disesuaikan dengan area
tempat tinggalnya. Di sini, pengguna harus meregistrasikan wilayah dan kode pos tempat
tinggalnya. Menurutnya, pelanggan bisa mendapatkan tiga jenis informasi, yaitu
informasi tentang pertanian, pendidikan, dan hiburan.

Dalam kategori pertanian, konsumen bisa mendapatkan informasi tentang tips untuk
bercocok tanam, memanen, perkebunan, memelihara ternak, dan perikanan. Pengguna
juga bisa mendapatkan informasi cuaca dan harga pasar untuk komoditas yang telah
dipilih. “Pelanggan dapat berlangganan tiga macam komoditas yang paling sering
ditanam di wilayah mereka. Misalnya, komoditas di wilayah Indramayu adalah mangga,
maka akan muncul di pilihan komoditas itu bagi pelanggan yang memasukkan kode pos
Indramayu,” papar Legi.

NLT juga menyediakan informasi tentang pendidikan dan hiburan. Untuk pendidikan,
informasi yang disediakan antara lain adalah bahasa inggris, pengetahuan umum, dan
persiapan ujian bagi siswa-siswi SMP dan SMU. Selain itu NLT juga memberikan konten
hiburan. Konten ini memuat berita, musik, komik, humor, astrologi, juga resensi film.
Konten-konten hiburan ini tersedia berdasarkan permintaan pelanggan.

Untuk sumber informasi, Nokia bekerja sama dengan beberapa mitra industri yang
kompeten dalam bidangnya. Beberapa mitra industri itu adalah Departemen Pertanian,
Direktorat Jendral Pengolahan & Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP), Synovate, Badan
Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk konten pertanian. Kemudian dengan
Gamatechno, ELTI, SSCI, Mitracom Ekasarana, Grasindo, dan Balai Pustaka untuk
konten pendidikan. Sedang Detik.com, Arita, dan Iguana untuk konten hiburan.

Ditilik dari layanannya, sangat jelas bahwa NLT diperuntukkan untuk segmen kelas
menengah ke bawah atau segmen kelas B dan C. Produk ini mempunyai positioning
sebagai produk yang berkualitas dengan harga terjangkau sehingga bisa memenuhi
kebutuhan informasi masyarakat di negara berkembang. “Target market untuk produk ini
adalah masyarakat suburban dan non-perkotaan, terutama bagi petani, pelajar, dan
pekerja. Mengingat kadang mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi
aktual yang mereka butuhkan,” imbuh Legi.

Menurut Legi, karakter konsumen masyarakat suburban mempunyai beragam tipe.


Sebagian besar dari mereka menginginkan kemudahan dalam mengakses informasi.
Terutama informasi seputar pertanian, pendidikan, dan hiburan. Dan yang pasti, mereka
menginginkan produk dengan harga yang terjangkau, baik untuk ponsel maupun layanan
yang diberikan. Oleh karenanya, Nokia membanderol ponsel yang kompatibel dengan
NLT dengan harga sekitar Rp 400-800 ribu.

Produk ini sudah dipasarkan di Indonesia sejak awal Desember 2009. Sambutan pasar
pun sangat baik terlihat penjualannya yang terus meningkat. Kendati demikian, Nokia
tetap fokus pada inovasi demi kebutuhan konsumen. “Saat ini Nokia sangat fokus pada
kegiatan yang bersifat edukatif tentang NLT karena menjadi layanan yang baru dari
Nokia,” imbuhnya.
Proses pengenalannya pun tidak cukup dengan beriklan di media saja. Tapi, konsumen
perlu diedukasi mengenai layanan ini. Sebab itu Nokia menggelar roadshow ke berbagai
daerah sampai kota-kota kecil. Usai roadshow tersebut, Nokia membuka NLT Center
yang tersebar di beberapa tempat untuk memberikan informasi tentang NLT.

Kegiatan itu juga didukung dengan adanya Nokia Van atau mobil Nokia yang berkeliling
untuk memberikan informasi tentang NLT. Selain itu, ada pulaTask Force atau tim
edukasi untuk mendatangi konsumen secara langsung, terutama untuk daerah-daerah
yang tidak didatangi oleh Nokia Van. Secara berkala mereka melakukan edukasi melalui
staf promosi yang ada di beberapa toko, duta-duta NLT yang terdiri dari para petani,
guru, dan pelajar.

Untuk promosi above the line, Nokia masih menggunakan cara-cara lama seperti iklan di
media cetak dan elektronik, pembagian poster dan selebaran yang dibagikan ke
konsumen. Selain itu Nokia juga memberikan beberapa kegiatan yang ditujukan kepada
media, seperti media briefing maupun konferensi pers.

Strategi pemasarannya memang tak jauh berbeda dengan pemasaran produk Nokia
lainnya. Namun untuk NLT ini, Nokia perlu menambahkan dukungan dari para promoter
yang bertugas di setiap toko untuk memberikan penjelasan mengenai NLT kepada
konsumen. “Kami juga memberikan kenyamanan kepada konsumen dengan adanya
jaringan sembilan puluh delapan Nokia Care Center di berbagai kota di Indonesia,” kata
Legi. (Majalah MARKETING/Leonardus Meta Noven)