Anda di halaman 1dari 4

Ada berbagai cara pemisahan dan pemurnian suatu zat dari campurannya

secara fisik antara lain adalah dekantasi, sublimasi, filtrasi, ekstraksi,


koagulasi, adsorbsi dan destilasi.

Dekantasi merupakan proses pemisahan padatan dari cairan. Padatan


dibiarkan turun ke dasar labu, kemudian cairannya dituangkan dengan hati-hati
agar padatan tidak terganggu.

Sublimasi adalah proses pemurnian suatu zat dengan jalan memanaskan


campuran, sehingga dihasilkan sublimat (kumpulan materi pada tempat
tertentu yang terbentuk pada pemanasan zat yang dapat berubah langsung dari
fasa padat ke fasa gas dan kembali lagi ke fasa padat).

Filtrasi adalah proses pemisahan padatan dari cairan dengan menggunakan


bahan berpori yang hanya dapat dilalui oleh cairan.

Ekstraksi adalah proses pengambilan salah satu komponen campuran dengan


menggunakan pelarut.

Koagulasi merupakan proses pengendapan koloid.

Adsorpsi adalah kemampuan zat untuk menyerap gas, cairan, atau zat terlarut
pada permukaanya.

Destilasi adalah pemurnian cairan dengan jalan mendidihkannya, mendinginkan


uap yang terbentuk dan mengumpulkan cairan yang diperoleh dari pendingin
uap.

a. DEFINISI Kriztalisasi
⇒ Pemisahan padat-cair dimana terjadi transfer massa solute dari
larutan ke padatan.
⇒ Partikel padatan terbentuk dari suatu fase homogen (larutan ).
Dalam industri kristalisasi, beberapa hal yang perlu diketahui :
1. rendemen,
2. kemurnian,
3. bentuk dan ukuran ( tergantung data keseimbangan fase padat – cair),
4. keseragaman ukuran (ada distribusi ukuran produk kristaliser).
Distribusi ukuran dan bentuk merupakan sifat yang mempengaruhi kualitas
produk.

Memisahkan Zat Padat dari Larutan : Zat padat terlarut tidak dapat dipisahkan melalui
penyaringan atau pemusingan. zat padat terlarut dapat dipisahkan melalui penguapan
ataupun kristalisasi. Contoh pemisahan zat padat terlarut dari larutannya melalui
penguapan adalah ladang garam sedangkan contoh kristalisasi adalah pembentukan
kristal gula.
Memisahkan Campuran Zat Cair : Zat cair dapat dipisahkan dari campurannya melalui
proses distilasi ataupun distilasi bertingkat. Distilasi menggunakan prinsip bahwa hanya
cairan yang dapat menguap sedangkan zat padat yang terlarut tidak dapat menguap.
Distillasi bertingkat memanfaatkan perbedaan titik uap antara zat-zat cair dalam
campuran yang saling melarutkan. Adapun pemisahan dua zat cair yang tidak saling
melarutkan dapat dilakukan dengan menggunakan corong pisah.

Pemisahan Campuran Zat Padat :


Campuran dua jenis padatan dapat dipisahkan melalui proses sublimasi ataupun
kristalisasi. Sublimasi dapat digunakan untuk memisahkan campuran komponen yang
dapat menyublim dari campurannya yang tidak menyublim (misalnya memisahkan iodine
dari campuran iodine dan pasir). Rekristalisasi berdasarkan perbedaan kelarutan antara
komponen-komponan dalam campuran.

Kromatografi adalah cara pemisahan campuran zat-zat yang komponen-komponen yang


akan dipisahkan didistribusikan antara dua fase: fase stasioner (fase diam) dan fase mobil
(fase bergerak). Fase stasioner cenderung menahan komponen dalam campuran
sedangfkan fase mobil cenderung menghanyutkannya. Pada kromatografi kertas, kertas
saring berperan sebagai fase stasioner sedangkan pelarut berperan sebagai fase
mobil.Kromatografi kertas memisahkan zat-zat yang terdapat dalam tinta