Anda di halaman 1dari 10

Bab 2 Gerak Peluru

Pendahuluan
Sekarang kita akan memperluas pemahaman kita tentang gerak
dengan mempelajari gerak dalam ruang dimensi dua. Contoh gerak
dua dimensi adalah gerak benda dalam bidang datar, atau gerak benda
yang dilemparkan ke atas dengan sudut elevasi tertentu (tidak tegak ke
atas), serta gerak perikan kembalng api. Lebih lanjut dalam bahasan
berikut secara khusus membahas gerak peluru.

Gambar 2.1
Contoh Gerak Peluru
Kalau kita masuk ke persoalan gerak dalam dua dimensi, maka penggunaan
satu koordinat saja untuk posisi menjadi tidak cukup. Posisi benda baru
terdefinisi secara lengkap apabila kita menggunakan dua buah koordinat
posisi. Di sini kita gunakan koordinat x dan y di mana dua sumbu koordinat
tersebut saling tegak lurus. Seperti lazimnya digunakan, kita pilih sumbu x
dalam arah horizontal dan sumbu y dalam arah vertical (catatan: sebenarnya
kita bebas memilih arah dua koordinat tersebut, asalkan tidak sejajar).

Gerak Peluru
Salah satu gerak dua dimensi yang paling popular bagi kita adalah gerak
peluru. Peluru yang ditembakkan dengan kecepatan awal membentuk
sudut elevasi tertentu terhadap sumbu datar akan mengambil lintasan
seperti pada Gambar 2.2.
Gambar 2.2. (kiri) Lintasan benda yang ditembakkan dengan membentuk sudut
elevasi tertentu, dan (kanan) komponen-komponen kecepatan benda selama bergerak

(2.1) (2.2)
(2.3)

(2.4)
(2.5a)

(2.5b)

(2.6a)

(2.6b)
Ketinggian Maksimum
Tampak dari persamaan (2.5b) laju dalam arah vertikal yang mula-mula
makin lama makin kecil, kemudian menjadi nol pada puncak lintasan lalu
membalik arah ke bawah. Berapa ketinggian maksim lintasan benda? Lihat
Gambar 2.2 untuk penjelasan tentang ketinggian maksimum.

Gambar 2.2. Penjelasan ketinggian maksimum dan jangkauan maksimum peluru.


(2.7)

(2.8)
Gambar 2.3 Atlit lombat tinggi berusaha mencapai
ketinggian maksimum yang paling besar
Jangkauan Maksimum
Misalkan peluru ditembakkan pada bidang datar. Jangkauan maksimum
adalah jarak horizontal diukur dari tempat penembakan peluru ke tempat
jatuhnya peluru. Untuk menentukan jangkauan maksium, terlebih dahulu
kita tentukan waktu yang diperlukan sampai peluru kembali ke tanah.

Jika ketinggian posisi pelemparan dan posisi peluru jatuh kembali ke tanah
sama maka peluru akan jatuh kembali setelah selang waktu

(2.9)

(2.10)
(2.11)
Lintasan Parabolik

(2.12)

Masukkan t - to dalam ungkapan persamaan (2.12) ke dalam persamaan


(2.6b) sehingga diperoleh

(2.13)

Persamaan di atas tidak lain daripada persamaan parabola. Bentuk umum


persamaan parabola: y = A + Bx + Cx2. Untuk persamaan (2.13) kita dapat
mengidentifikasi