Anda di halaman 1dari 1

http://gurumuda.

com/bse/category
Kelarutan senyawa dalam sebuah pelarut dinyatakan sebagai jumlah gram terlarut dalam
100 mL pelarut pada 250C. Suatu senyawa dapat larut jika pelarut yang digunakannya
sesuai. Sebagai contoh, senyawa yang polar akan larut dalam pelarut polar, dan sebaliknya.

Ekstraksi adalah pemisahan satu atau lebih senyawa dari satu fasa ke fasa lain didasarkan
pada prinsip kelarutan. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang
diinginkan tanpa melarutkan material lainnya. Jika kedua fasa tersebut adalah zat cair yang
tidak saling bercampur, disebut ekstraksi cair -cair.

Dasar metode ekstraksi cair-cair adalah distribusi senyawa diantara dua fasa cair yang
berada dalam keadaan kesetimbangan. Perbandingan konsentrasi di kedua fasa disebut
koefisien distribusi (K = Ca/Cb). Perpindahan senyawa terlarut dari satu fasa ke fasa lain
sebanding dengan jumlah ekstraksi d ilakukan, bukan dengan volume pelarut.

Kebanyakan senyawa organik memiliki senyawa kovalen, senyawa anorganik, terutama


terutama garam, diikat oleh ikatan ion. Walaupun ada senyawa anorganik yang beikatan
kovalen seperti H2O, HCl, B2H6, SO2, NH3, dan PCl3, ikatan kovalen adalah ciri khas
senyawa karbon. Selain karbon, masih ada beberapa unsur ( silikon, boron dan belerang )
yang diketahui berikatan kovalen dengan sesamanya untuk membentuk rantai pendek
atau cincin, tetapi karbon jauh lebih mudah melakukan hal ini. Kemampuan karbon
beikatan dengan atom karbon lain membentuk rantai yang tak terhingga menyebabkan
sangat beragamnya senyawaan organik. Umumnya perbedaan yang dapat diamati antara
senyawa organik dan anorganik disebabkan oleh sifat ikatan kovalen pada karbon.