Anda di halaman 1dari 3

MASALAH

KEPENDUDUKAN
DI INDONESIA *
Apabila kita perhatikan secara saksama, maka masalah ke- Tingkat kelahiran kasar pada tahun 2001 diperkirakan sebesar
pendudukan di Indonesia ditandai oleh beberapa ciri (karak- 4,65% (proyeksi tinggi), sedangkan tingkat kematian kasar
teristik) : scbcsar 1,65% (proyeksi tinggi).
Jika tidak diambil langkah-langkah yang menyeluruh untuk
1. Besar dan cepatnya laju perkembangan penduduk.
mempraktekkan Keluarga Berencana, maka dapat diperkira-
Seperti halnya negara-negara lain terutama negara-negara kan bahwa tingkat dan pola kelahiran di lndonesia akan secara
yang sedang berkembang, maka lndonesia 'pada akhir abad konstan berada pada taraf yang tinggi.
ke-20 ini tidak luput dari gejala duma yaitu "Peledakan Pen-
duduk" (Population explosion). Berdasarkan sensus penduduk 2. Penyebaran penduduk yang tidak merata.
1961, lndonesia berpenduduk lebih kurang 97 juta jiwa dan Kenyataan menunjukkan bahwa penyebaran penduduk
jumlah im meningkat menjadi 119,2 juta pada tahun 1971. tidak seimbang antara daerah (pulau) yang satu dengan daerah
Bilamana tingkat pertambahan penduduknya tetap berada (pulau) yang lain. Sebanyak 76,1 juta penduduk atau 63,8%
pada taraf yang tinggi (di atas 2% per tahun), maka dalam dari seluruh penduduk lndonesia menetap di Pulau Jawa
tahun 2001 penduduk lndonesia akan menjadi tiga kali lipat dan Madura, yang luas wilayahnya hanya meliputi 6,6% dari
jumlah pada tahun 1961. seluruh luas wilayah lndonesia.
Ditinjau dari segi besarnya jumlah penduduk di dunia, maka Keadaan ini menimbulkan perbedaan yang besar pada
lndonesia menempati kedudukan nomor lima sesudah RRC, tingkat kepadatan penduduk antara berbagai daerah (pulau).
India, Uni Sovyet dan USA. Sebagai contoh, kepadatan penduduk di Jawa dan Madura
Tingkat perkembangan penduduk disekitar tahun 1960 berkisar pada angka 565 orang per km 2 , Bali sebesar 377 orang
adalah sebesar lebih kurang 2,52% per tahun sebagai selisih per km2, Sumatera 38 orang per km 2 , Kalimantan 9 orang per
tingkat kelahiran kasar sehesar 4,76% per tahun dan tingkat km 2 , Sulawesi 37 orang per km 2 , sedangkan lrian Jaya hanya
kematian sebesar 2,24% per tahun. mempunyai kepadatan penduduk sebesar 2 orang per km 2 .
Cepatnya perkembangan penduduk ini disamping disehabkan
oleh tingginya tingkat kelahiran, juga disebabkan oleh menu- 3. Komposisi penduduk menurut umur dan kelamin.
runnya tingkat kematian. Kalau tingkat kematian kasar pada Ditinjau dari segi komposisi umur, maka tingkat fertilitas
masa scbelum Perang Dunia 11 adalah lebih kurang 3% per yang tinggi membawa akibat-akibat yang cukup gawat.
menur tahun, maka pada sekitar tahun 1960 angka tersebut Apabila kita perhatikan komposisi penduduk Indonesia
inenjadi 2,24%. Demikian pula harapan hidup rata-rata (life menurut golongan umur dan kelamin, maka penduduk dari
expectancy at birth) pada semua tingkat umur telah mening- golongan umur 0 - 14 tahun berjumlah 44,1% , golongan
kat. Kalau pada tahun 1940 harapan hidup rata-rata adalah umur 15 - 64 tahun 53,4%, dan golongan umur 65 tahun
32,5 tahun, maka pada sekitar tahun 1960 telah meningkat keatas 2,5%.
menjadi 42,5 tahun. Banyaknya penduduk pada ketiga kelompok umur ini
Peningkatan harapan hidup rata-rata disebabkan oleh turun- sangat besar artinya bagi kchidupan masyarakat karena mereka
nya tingkat kematian bayi dari sekitar 30% per tahun pada yang berumur di bawah 15 tahun merupakan golongan yang
masa sebelum Perang Dunia 11 menjadi kira-kira 17,5% pada belum produktip. Mereka yang produktip adalah dari golongan
sekitar tahun 1960. Dengan proyeksi tinggi atau tanpa penu- umur-kerja (15 - 64 tahun). Dari prosentase tersebut dapat
runan fertilitas, menurut asumsi Lembaga Demografi Fakultas disimpulkan, bahwa beban ketergantungan untuk lndonesia
Ekonomi U.I. pada tahun 1981 jumlah penduduk meningkat besarnya adalah 87,3. Ini berarti bahwa ditinjau dari segi
menjadi lebih kurang 161 juta dan pada tahun 2001 meningkat umur, di antara setiap 100 orang yang potensiil produktip
lagi menjadi lebih kurang 280 juta atau tiga kali lipat pendu- terdapat 87,3 orang yang nafkahnya tergantung dari 100 orang
duk tahun 1961. tersebut.
Jika tingkat fertilitas tetap berada pada taraf yang tinggi,
* Pusat Jaringan Nasional Informasi dan Dokumentasi Bidang Ke- maka proporsi anak-anak di bawah umur 15 tahun akan
luarga Berencana dan Kependudukan-BKKBN. memngkat pada akhir abad ini menjadi 45,1%. Sebaliknya

10 Cermin Dunia Kedokteran No. 10, 1977


kalau tingkat fertilitas menurun seperti pada proyeksi rendah secara keseluruhan. Kenyataan ini menunjukkan betapa besar-
(asumsi Dr. lskandar - Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi nya arus urbanisasi ke kota-kota besar.
U.I .), maka proporsi ini menurun menjadi 33,3%.
Besarnya proporsi ini sangat menentukan potensi produksi
nasional dan beban pemeliharaan pendidikan, pemeliharaan IMPLIKASI FAKTOR KEPENDUDUKAN
kesehatan serta pemeliharaan fasilitas-fasilitas sosial lainnya. Perkembangan penduduk yang cepat mempunyai implikasi
Tentang perbandingan jumlah pria dan wanita, sensus pada berbagai bidang seperti tenaga kerja, pendidikan, kesehat-
tahun 1971 menunjukkan angka yang lebih besar untuk wanita an, pangan, perumahan dan lain-lain.
dibandingkan dengan pria, yaitu 100 orang wanita terhadap Bertambahnya penduduk dengan cepat mengakibatkan
96,8 pria. Menurut sensus 1961 jumlah wanita usia subur tekanan pada sektor penyediaan fasilitas pada masing-masing
(dari golongan umur 15 - 44 tahun) adalah sebesar 22,3 juta bidang tersebut, baik kwantitatip maupun kwalitatip. Meng-
atau 22,6% dari seluruh masyarakat wanita. Jumlah ini me- ingat kemampuan kita yang masih sangat terbatas terutama di
ningkat menjadi 26,5 juta pada tahun 1971. Angka-angka ini segi sumber-sumber pembiayaan, maka perlu diadakan Keluar-
menunjukkan suatu potensi perkembangan penduduk yang ga Berencana guna memperlambat laju perkembangan pendu-
tinggi. duk ini. Dengan berhasilnya Keluarga Berencana memperlam-
4. Arus urbanisasi yang tinggi. bat laju perkembangan penduduk, maka biaya-biaya yang
Sebab dari pada urbanisasi belumlah jelas, akan tetapi sedianya diperuntukkan penyediaan fasilitas guna mengejar
salah satu di antaranya adalah keinginan di kalangan kebutuhan masyarakat yang meningkat akibat cepatnya per-
orang-
orang di daerah pedesaan untuk mengadu nasib dan menge- kembangan penduduk itu, dapat di-realokasikan untuk kepen-
tingan-kepentingan lainnya atau untuk menaikkan kwalitas
jar kemungkinan kehidupan yang lebih baik di kota-kota
dari pada fasilitas-fasilitas tersebut. Perbaikan dalam bidang-
besar.
bidang tersebut secara kwantitatip maupun kwalitatip, teruta-
Merosotnya tingkat hidup akibat relatip tingginya tingkat
ma bidang pendidikan dan kesehatan, merupakan human
kelahiran di daerah pedesaan terutama disebabkan oleh me-
investment yang kelak akan menghasilkan generasi pemba-
nurunnya luas tanah garapan per kapita (land-man ratio) di
sektor pertanian. ngunan yang berkwalitas tinggi baik fisik maupun mental-
lni merupakan salah satu pendorong yang menyebabkan spirituil. Hanya dengan potensi bangsa yang memenuhi per-
sebagian penduduk daerah pedesaan pindah kekota-kota besar syaratan kesehatan, kecerdasan, kemampuan, rasa tanggung
jawab serta semangat pengabdian yang tinggi-lah akselerasi
guna mengejar kehidupan ya.ng lebih baik. Adanya arus perpin-
pembangunan dan modernisasi dapat dilaksanakan dengan
dahan ini menyebabkan cepatnya perkembangan penduduk
baik, sehingga makin dekat-lah kita pada cita-cita suatu bang-
di daerah perkotaan.
sa yang tertib, percaya atas kemampuan sendiri (self reliance)
Cepatnya perkembangan penduduk di daerah perkotaan dan terhormat dimata dunia internasional.
selain disebabkan oleh urbanisasi, juga disebabkan tinggiuya
pertambahan alami penduduk daerah perkotaan itu sendiri. 1. Masalah tenaga kerja.
Sebagai contoh, kalau antara tahun 1920 - 1930 jumlah Akibat tingkat fertilitas yang tinggi maka sebagian pendu-
penduduk secara keseluruhan meningkat 23%, maka penduduk duk menjadi terlalu muda untuk masuk angkatan kerja, se-
daerah perkotaan meningkat 55%. Begitu pula pada periode- hingga pertambahan penduduk ini hanya meningkatkan
periode berikutnya prosentase peningkatan adalah 60 diban- potensi tenaga kerja secara kurang proporsionil. Hal ini kurang
dingkan dengan 75,5 untuk 1930 - 1961 dan 21 dibandingkan menguntungkan usaha pembangunan karena golongan muda
dengan 57 untuk 1961 - 1971. ini merupakan beban.
Berdasarkan angka-angka tersebut di atas dapatlah dike- Pengeluaran konsumsi yang tinggi oleh golongan bukan
mukakan, bahwa hampir 1/3 dari jumlah pertambahan pen- tenaga kerja ini akan membatasi tabungan, baik tabungan yang
duduk Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir ini (1961 - dilakukan oleh Pemerintah maupun Swasta.
1971) ditampung oleh daerah perkotaan. Hal ini berarti mengurangi kemampuan untuk mengadakan
investasi guna mempertinggi kapasitas produksi, sehingga
Di antara kota-kota besar di Indonesia yang kecepatan menghambat pula perluasan kesempatan kerja.
pertambahan penduduknya memperlihatkan angka-angka
yang menyolok pada periode 1961 - 1971 adalah pertama 2. Masalah pendidikan.
Jakarta yaitu sebesar lebih kurang 5,3% per tahun, kemudian Jika tingkat fertilitas tetap tinggi, maka proporsi anak-
menyusul Surabaya sebesar lebih kurang 5,0%, Bandung se- anak di bawah umur 15 tahun akan meningkat terus dan:pada
besar 2,3%. tahun 2001 akan mencapai proporsi sebesar 45,1%. Besarnya
Khusus untuk Jakarta dapat ditambahkan, bahwa penduduk proporsi ini membawa akibat-akibat yang gawat terutama di
daerah ini pada tahun 1961 berjumlah 2.907.000 dan pada bidang pendidikan.
tahun 1971 meningkat menjadi 4.576.000 jiwa. Ini berarti Seperti kita ketahui pendidikan adalah kunci daripada kemaju-
bahwa dalam jangka waktu 10 tahun pertambahan penduduk an. Melalui pendidikan akan dapat dipercepat penemuan tek-
daerah ini bergerak rata-rata 6,5% setiap tahun. nologi baru sehingga mendorong proses pembangunan. Di sam-
Dengan memperhatikan data-data tersebut, dapat disim- ping itu pendidikan mempercepat pula proses perobahan nilai/
pulkan bahwa perkembangan penduduk di daerah perkotaan pola lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan kemajuan zaman
di Indonesia lebih cepat dari pada perkembangan penduduk seperti misalnya kepercayaan bahwa "banyak anak - banyak

Cermin Dunia Kedokteran No. 10, 1977 13


rezeki". Menurut sensus tahun 1961 prosentase anak yang ber- bagi lancarnya pembangunan ekonomi.
sekolah (enrollme.nt ratio) dari kelompok umur 5 - 6 tahun, Pada tahun 1963 penduduk lndonesia diperkirakan ber-
7 - 13 tahun, 14 - 16 tahun dan 17 - 19 tahun masing-masing jumlah 100,8 juta. Korisumsi beras per tahun pada waktu itu
adalah 0,12; 0,55; 0,29 dan 0,13. lni berarti bahwa dari se- adalah 85 kg per kapita. Sepuluh tahun kemudian jumlah
luruh penduduk kelompok umur 5 - 6 tahun (5,856 juta), penduduk meningkat menjadi lebih kurang 130,9 juta, sedang-
hanya 12% saja yang tertampung di Taman Kanak-kanak; kan konsumsi beras per tahun lebih kurang 1 12,0 kg per kapita
demikian pula dengan kelompok umur-umur lainnya. Konsumsi beras dalam tahun 1973 secara keseluruhan ada-
Tanpa Keluarga Berencana, maka betapapun kerasnya lah sebesar 14,68 juta ton, sedangkan produksinya hanya se-
usaha untuk mengatasi masalah pendidikan ini, sebagian besar banyak 14,49 juta ton, sehingga terdapat kekurangan sebesar
anak-anak tetap tidak akan tertampung dalam sekolah-sekolah 0,19 juta ton. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa
atau tidak mendapatkan mutu pendidikan yang memadai, se- produksi dan konsumsi beras tiap tahunnya sudah tidak se-
hingga hal ini menimbulkan masalah gawat bagi generasi muda. imbang lagi.
Cepatnya tingkat pertambahan penduduk, bertambahnya
3. Masalah kesehatan. golongan penduduk yang makan beras serta meningkatnya
Salah satu tujuan pembangunan adalah memperbaiki dan konsumsi beras per kapita tidak seimbang dengan kemampuan
meningkatkan kesehatan masyarakat. Perbaikan kesehatan produksi beras dalam negeri.
ini pada dirinya bertujuan meningkatkan produktivitas kerja 5. Bidang-bidang lainnya.
guna mempercepat proses pembangunan. Perbaikan kesehat-
Bidang-bidang lainnya seperti penyediaan fasilitas transpor-
an masyarakat haruslah dinilai sebagai investasi, yaitu inves-
tasi dalam bentuk manusia. Meskipun dalam bidang kesehatan tasi, fasilitas komunikasi, fasilitas perumahan, dan lain-lain
telah banyak dicapai kemajuan, sebagaimana tercermin dari juga mengalami tekanan-tekanan berat akibat cepatnya laju
pertambahan penduduk. Hal ini disebabkan karena program
makin
mut menurunnya tingkat kematian, namun demikian
kesehatan masyarakat pada umumnya masih jauh dari memu- kerja di tiap bidang didasarkan atas target yang makin mening-
kat baik kwantitatip maupun kwalitatip.
askan.
Belum meratanya kesadaran untuk hidup secara sehat, Berbicara mengenai perumahan, sebagian besar penduduk
.
di daerah pedesaan dan di kota-kota mendiami rumah-rumah
tidak saja terdapat di daerah-daerah pedesaan tetapi juga di
Maslhdengan kwalitas yang jauh dibawah standar kesehatan.
kota-kota. Data-data menunjukkan bahwa di lndonesia ini
perumahan di daerah perkotaan bersumber pada ketidak se-
baru 42% penduduk yang menggunakan jasa-jasa kesehatan
larasan jumlah rumah dengan jumlah penduduk karena tinggi-
Pemerintah dan 4% yang menggunakan jasa-jasa kesehatan
nya tingkat kepadatan penduduk di daerah perkotaan.
Swasta, sedangkan. selebihnya (lebih dari 50% penduduk)
Cepatnya laju perkembangan penduduk mempunyai akibat
belum menggunakan pelayanan kesehatan Pemerintah mau-
pada bidang ekonomi dan sosial seperti kcschatan, pendidikan,
pun Swasta. Hal ini mencerminkan ketidak sadaran masyarakat
perumahan dan lain-lain. Kalau tingkat perkembangan pendu-
akan pentingnya arti kesehatan. Di samping itu fasilitas ke-
duk di lndonesia tetap berada di atas angka 2% per tahun, ma-
sehatan yang masih belum baik perlu ditingkatkan kwalitas
ka menurut proyeksi Dr. N. lskandar (Lembaga Demografi Fa-
maupun kwantitasnya. Selama tingkat fertilitas masih tetap
kultas Ekonomi U.I.) jumlah penduduk yang menurut sensus
tinggi, maka usaha mengejar perbaikan dalam fasilitas pelayan-
tahun 1971 sebesar kira-kira 119,2 juta jiwa itu akan mening-
an kesehatan ini akan menjadi terlampau berat, sehingga tidak
bisa diharapkan untuk meningkatkan mutu kesehatan masya- kat menjadi kira-kira 280 juta jiwa pada tahun 2001, suatu
peningkatan tiga kali lipat daripada jumlah.penduduk tahun
rakat. Kurang sehatnya sebagian besar masyarakat akan mem-
I96I (Iebih kurang 97 juta jiwa). Tingginya tingkat kelahiran/
pengaruhi produktivitas nasional.
fertilitas ini menimbulkan keprihatinan nasional. Pesatnya per-
Dengan makin bertamhah baiknya mutu pelayanan kese-
tambahan-jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan naik-
hatan masyarakat serta bertambah majunya teknologi medis,
nya tingkat produksi akan mengakibatkan kegelisahan/kete-
maka tingkat kematian terutama pada anak-anak akan menu-
gangan sosial yang secara potensiil merupakan faktor ancaman
run terus.
yang serius terhadap Ketahanan Nasional.
Harapan hidup pada tahun 2001 diproyeksikan setinggi
49,6 tahun untuk pria dan 52,5 tahun untuk wanita. Dengan
bertambah kecilnya risiko kematian pada anak-anak, maka
fungsi "banyak anak" sebagai cadangan terhadap kemungkin-
an kematian pada anak, secara ber-angsur-angsur tidak akan Tahukah anda bahwa ................................ ?

berlaku lagi. Keadaan ini menunjang ide "Keluarga Kccil" Cara penetapan ovulasi dengan BBT (Basal Body Tempera-
dan menguntungkan program Keluarga Berencana. turc) Rhythm method telah diselidiki ketcpatannya di USA dan
lnggris. Hasilnya menunjukkan bahwa derajat kegagalan cara ini
4. Masalah pangan. dalam menetapkan saat ovulasi adalah 20 % di USA dan 25 di
Kegawatan masalah beras yang sering menimpa negara kita lnggris. Dari penyelidikan itu juga disimpulkan bahwa tidak
akan menempatkan kita dalam kedudukan yang tidak mcng- adanya peningkatan suhu basal tubuh tidak sclalu berarti tidak
ada ovulasi.
untungkan karena adanya kecenderungan bahwa masalah Intern FPDigest 3. June 1977
beraspun tidak terlepas dari pengaruh politik negara-negara
besar. Di samping itu kegawatan ini dapat mengganggu stabili-
tas sosial, ekonomi dan keamanan yang merupakan prasyarat

14 Cermin Dunia Kedokteran No. 10, 1977