Anda di halaman 1dari 2

Listrik Tenaga Surya Makin Murah

http://erabaru.net/top-news/37-news2/14297-listrik-tenaga-surya-maki

Pasang Iklan | Ketentuan Penggunaan | About Us |

Pasang Iklan | Ketentuan Penggunaan | About Us | Contact Us | Redaksi

Ketentuan Penggunaan | About Us | Contact Us | Redaksi Home Nasional China News & Culture

Home

Nasional

China News & Culture

Internasional

Wisata

Kehidupan

Kesehatan

Opini

Iptek

Sejarah

Cerita Budi Pekerti

Berita Foto

NTD Video

Era Baru News >> Top News >> Jakarta >> Listrik Tenaga Surya Makin Murah

 

Listrik Tenaga Surya Makin Murah

Era Baru News

Minggu, 06 Juni 2010

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Bandung - "Solar panel" atau pembangkit listrik tenaga surya produksi dalam negeri semakin murah sehingga memungkinkan untuk dipergunakan lebih luas, kata Presiden Direktur PT Surya Energy Indonesia Nany Wardhani.

"Harga solar panel dan perangkat PLT Surya semakin murah karena penggunaan komponen lokal terus meningkat. Diharapkan ke depan bisa dipergunakan lebih luas lagi," katanya di Bandung, Minggu (06/06).

Ia menyebutkan, sebagian besar komponen pembuatan solar panel yang diproduksi oleh PT Surya Energy Indonesia (SEI), anak perusahaan PT Len Industries (Persero) Bandung, memang masih mengandalkan pasokan impor.

Namun seiring pengembangan teknologi dan pengembangan komponen lokal, maka penggunaan komponen lokal untuk pembangkit listrik tenaga surya itu makin meningkat dengan kualitas yang bagus.

Ia mengakui, selama ini kendala penggunaan solar panel di masyarakat terkendala harga yang dianggap terlalu mahal. Namun bila dilakukan penghitungan dengan biaya penggunaan BBM untuk listrik, maka biaya pemasangan solar panel akan sebanding bahkan dari sisi ekonomis bisa lebih murah.

"Fokus pemasaran untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan yang belum tersentuh listrik, kawasan itu masih cukup besar, khususnya di luar Jawa," kata Nany.

Menurut Nany, selama ini sebagian besar penjualan solar panel masih mengandalkan anggaran dari APBN dan APBD daerah. Selain dalam program elektrifikasi daerah yang belum terkena listrik, juga memenuhi kebutuhan untuk menghidupkan sinyal jalur kereta api di Sumatra dan di beberapa daerah di Pulau Jawa.

PT SEI mulai tahun ini juga fokus untuk melakukan penjualan ke pihak swasta, salah satunya menyiapkan energi untuk menghidupkan BTS-BTS milik provider telekomunikasi di daerah yang belum tersentuh jaringan listrik PLN.

"Tahun ini sudah memulai dengan memasang solar panel di beberapa BTS rural milik Indosat, ke depan akan dilakukan kerjasama dengan provider telekomunikasi lainnya," katanya.

Presdir PT SEI itu menyebutkan, PT Len Industries sebagai perusahaan induk dari SEI telah berpengalaman memproduksi solar panel. Bahkan sempat mengekspor perangkat itu ke Republik Madagaskar dan Republik Zimbabwe.

Sedangkan untuk meningkatkan penggunaan PLT Surya, kata Nany Wardhani, PT SEI terus melakukan pengembangan untuk mencari solisi efesiensi penggunaan lahan untuk penempatan solar panel.

"Efektifnya penyerapan sinar ultra violet itu antara pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Di Indonesia tak ada masalah karena sinar mataharinya normal. Energi tenaga matahari tidak ada dampak negatifnya terhadap lingkungan," kata Nany Wardhani.

Sementara itu Kepala Dinas ESDM Jawa Barat, Taher Sastradiningrat menyebutkan Pemprov Jawa Barat sudah beberapa tahun terakhir ini memanfaatkan energi solar panel untuk kebutuhan energi dikawasan yang belum teraliri listrik.

"Pemprov Jabar menganggarkan pembelian sonar panel Rp5 miliar hingga Rp10 miliar setiap tahunnya, ditambah pembelial solar panel dari anggaran pemerintah," kata Taher.

Ia menyebutkan, penempatan solar panel itu di daerah yang belum tersentuh listrik terutama di kawasan Jawa Barat bagian selatan.

Bahkan, di Kabupaten Sukabumi, pembangkit listrik tenaga surya mampu memenuhi kebutuhan 200 KK di kawasan itu dengan solar panel ukuran besar.

"Biayanya memang lebih mahal jadi fokusnya untuk daerah yang belum teraliri listrik," kata Taher menambahkan.(ant/waa)

Komentar

Bagikan halaman ini ke :

|

|

Bagikan halaman ini ke : | | DENGARKAN: LIVE STREAMING RADIO ERABARU FM Cari Artikel di

DENGARKAN: LIVE STREAMING RADIO ERABARU FM

Cari Artikel di Era Baru :

Ketik di sini

Cari

Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda? Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

Beranda Anda? Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya! UPDATE TERKINI TERFAVORIT MINGGU INI Radius Bahaya Merapi
Beranda Anda? Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya! UPDATE TERKINI TERFAVORIT MINGGU INI Radius Bahaya Merapi
Beranda Anda? Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya! UPDATE TERKINI TERFAVORIT MINGGU INI Radius Bahaya Merapi
Beranda Anda? Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya! UPDATE TERKINI TERFAVORIT MINGGU INI Radius Bahaya Merapi
Beranda Anda? Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya! UPDATE TERKINI TERFAVORIT MINGGU INI Radius Bahaya Merapi

UPDATE TERKINI

TERFAVORIT MINGGU INI

Radius Bahaya Merapi Kembali Dikurangipenggemar lainnya! UPDATE TERKINI TERFAVORIT MINGGU INI Korea Kabulkan Status Pengungsi Falun Gong Kemajuan

Korea Kabulkan Status Pengungsi Falun GongTERFAVORIT MINGGU INI Radius Bahaya Merapi Kembali Dikurangi Kemajuan Peradaban Pra-sejarah Peru Pernikahan William

Kemajuan Peradaban Pra-sejarah PeruKembali Dikurangi Korea Kabulkan Status Pengungsi Falun Gong Pernikahan William Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banner Arak,

Pernikahan William Dorong Pertumbuhan EkonomiPengungsi Falun Gong Kemajuan Peradaban Pra-sejarah Peru Banner Arak, Banner Reklame Tertua Letusan Merapi Terekam

Banner Arak, Banner Reklame TertuaPeru Pernikahan William Dorong Pertumbuhan Ekonomi Letusan Merapi Terekam Satelit NASA Korban Susu Beracun

Letusan Merapi Terekam Satelit NASADorong Pertumbuhan Ekonomi Banner Arak, Banner Reklame Tertua Korban Susu Beracun Mundur Dari Komunis Sekarung Permata

Korban Susu Beracun Mundur Dari KomunisWilliam Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banner Arak, Banner Reklame Tertua Letusan Merapi Terekam Satelit NASA Sekarung Permata

Sekarung PermataEkonomi Banner Arak, Banner Reklame Tertua Letusan Merapi Terekam Satelit NASA Korban Susu Beracun Mundur Dari

Listrik Tenaga Surya Makin Murah

© 2003 - 2010 ERABARU NEWS Mengutip atau mengcopy berita di situs ini harus mencantumkan Erabaru.Net sebagai sumber berita.

http://erabaru.net/top-news/37-news2/14297-listrik-tenaga-surya-maki

Home | Ketentuan Penggunaan | Disclaimer | Contact Us Link lain : Internasional | China | Korea | Jepang | Jerman | Rusia | Swedia | Hebrew | Rumania | Bulgaria | Slovakia | Ukraina

Untuk tampilan terbaik gunakan

| Slovakia | Ukraina Untuk tampilan terbaik gunakan Mozilla Firefox sebagai browser Anda 2 of 2

Mozilla Firefox sebagai browser Anda