Anda di halaman 1dari 33

c   

 c  

OLEH :
ELVIPSON SINAGA, SKM
PENGERTIAN STATISTIKA

Secara umum Statistika adalah disiplin


ilmu yang mempelajari metode dan
prosedur pengumpulan, penyajian,
analisa dan penyimpulan suatu data
mentah, agar menghasilkan
informasi yang lebih jelas untuk
keperluan suatu pendekatan ilmiah
(scientific inferences).
STATISTIKA
pefinisi lain statistika adalah kumpulan
angka-angka yang melukiskan atau
menggambarkan sesuatu persoalan,
biasanya disusun dalam tabel atau
daftar, sering disertaidiagram atau
grafik dan keterangan-keteranganlain
seperlunya (Sudjana, 1989).
STATISTIKA
Statistik deskriptif merupakan metode dan
prosedur statistik yang dipakai hanya
terbatas pada pengumpulan, penyajian dan
analisa data dalam bentuk narasi, tabulasi
atau diagram. Ukuran-ukuran yang dapat
dihitung dalam analisis ini adalah ukuran
tendensi sentral dan ukuran variasi tanpa
perlu adanya peramalan (estimasi) dan
pembuktian statistik terhadap parameter
populasi.
STATISTIKA

Statistik inferensial (induktif) merupakan alat


untuk merancang riset, menganalisis data
dan menarik kesimpulan tentang populasi
dari data sampel.
c IOSTATISTIK

ciostatistik merupakan salah satu aplikasi


konsep dan metode statistika yang
diterapkan pada ilmu biologi,
kedokteran, farmasi dan kesehatan. Sifat
aplikatif dari ciostatistik juga bermanfaat
untuk menganalisis, membuat
interprestasi, dan memahami fakta dan
temuan-temuan riset biologi, kedokteran,
farmasi dan kesehatan.
KEGUNAAN STATISTIK
Ê       
  
           

  
    
  

    
        
             
 
         
     
   
           
    
      
       
pATA STATISTIK

pefinisi pata
pata adalah bahan atau keterangan/fakta yang
dinyatakan dalam angka (bilangan), dan
kebenarannya harus dapat dipercaya atau
dapat diandalkan.

Jenis pata
cerdasarkan jenisnya, data dapat dibagi dalam
2 kelompok, yaitu :
1. pata kontinu     

  
  
     
   

 
   
   
    

!
 
"   #$% &   
 #'()(* 
 
 
2.pata diskrit, merupakan variabel
numerikal yang nilai tidak dapat diukur
sekecil-kecilnya dan merupakan satu
kesatuan atau merupakan bilangan
bulat, data diskrit dapat bersifat
kuantitatif atau kualitatif.

Misalnya jumlah ibu hamil di desa A, nilai


pembobotan pada pengukuran skala
likert, dan lain-lain.
Sifat pata
ý pata kualitatif     
         

    !
+ 
 
     
 
 
ý pata kuantitatif    
       
 
  !
,    
 

     
 

 
Sumber pata
X pata primer    
 
  
  
  

    
  
X pata sekunder   
 
     
    
       
 
 
 
X pata tertier    
  
   
 -   
 
Pengumpulan pata
X Ô  
   
  
  
  
            
      
   
 
 
       

.     


 
   
 
   +

X Observasi,      


   

  
         
     
    
 
  "
       
  
 
    
  
Interview atau Wawancara,     
    

  
   
      
  
          

        
 
Kuesioner atau Angket,    
    
           
       
   
   
  
/           
         
    
     

      

  
        
 
Registrasi dan Pencatatan, yaitu berupa pengumpulan
data secara rutin terhadap setiap kegiatan atau
kejadian, dengan menggunakan sistem manajemen
data yang baik, seperti angka kelahiran, kematian,
kesakitan dan lain-lain.
Hasil ujian (test) atau hasil laboratorium, yaitu berupa
pengumpulan data yang dilakukan untuk mengukur
tingkat pengetahuan atau keahlian seseorang atau
pencatatan hasil pemeriksaan laboratorium dan lain
sebagainya.
Pengolahan pata
Pengertian Pengolahan pata
Ô 
    
          
  
  
      
Guna Pengolahan pata
Ô 
          
       
   
    
 
Proses Pengolahan pata
*  
    
   

 +
!     2 
0           

       
    
     
    
 
!    ` 
1            
               
   
   
   

   
          
!    
Ô            
        
 
          

 
    p 


p  
p   
p      p  
   p  p
  
 
p  

    



    

VARIAcEL pAN SKALA PENGUKURAN
Variabel
  

        
 
   
   

     
    
           
     

SKALA PENGUKURAN
ý Ê
       

 ÊÊÊ  
  

   
     
    
     
 +
Ê
2  

Ê
3  

Ê
4  

$Ê
5 
SKALA NOMINAL

ý Skala nominal 


    
      
 
  2  
    
     
       
 

      
 
SKALA NOMINAL
X 1  +
6 
  +#Ô 
#7  
. +#4
 
#*   Ô   
#*   *  

$#" 
(#/ 
Skala nominal
X Ê     
+*
,
6 -
$Ô  1 
X Ê  +!

/   
6
$* 
'Ê
 
SKALA ORpINAL

ý Skala ordinal    


         
           
           
        
SKALA ORpINAL
1  +
X Ê    +#/  
#Ê 
#5  
X ,    +#Ê
#Ê8,Ô
#Ê8,.
$#. 
(#Ê  
SKALA INTERVAL
X Skala intervalskala ini mempunyai sifat
berurutan. Pada skala ini, disamping untuk
membedakan, juga mempunyai tingkatan,
dan jarak yang pasti antara satu kategori
dengan kategori lainnya dalam satu variabel
atau subjek yang diukur. Jarak yang sama
dan pasti antara satu kategori dengan
kategori lainnya dalam satu variabel disebut
jarak interval atau skala interval. cesar
interval dapat ditambah atau dikurangi,
dimana yang dijumlahkan bukanlah kuantitas
atau besaran, tetapi interval.
SKALA INTERVAL
1  +
 
X ,     1  *

!
     '1
1

    $1    
 '19
 $1
.
    
%1  
     
     
         
    
 

  
   
 
 
SKALA INTERVAL
1  
 +
X Ê   

X *  
 
SKALA RASIO
X Skala rasio, 
       
      Ê
 
   

 
   
  
   

     
 
     
  Ê  
  
   
 
  
     
  
           

   

     Ô

       
        
  
      
SKALA RASIO
1  + | 
  
  
M 
           %*
M    :#;    /:+/#'+
M    /#%(;    /+#+$
M  :
          ./
1 <
M Ô      < .
 (#$
M /         =
 
 
SKALA RASIO
1  
 +
X ,     *
%

X    




X    

X 
 
  

X    

X *