Anda di halaman 1dari 1

Banyaknya korban yang membanjiri Rumah Sakit saat terjadi bencana harus dapat

diantisipasi oleh pihak Rumah Sakit, sehingga Rumah Sakit sebagai tempat rujukan
bagi korban bencana harus mampu menjadi tempat yang aman dan layak untuk
para pasien. Untuk meminimalkan resiko bencana, institusi kesehatan khususnya
Rumah Sakit harus mempunyai perencanaan dan prosedur untuk penanganan
bencana, sehingga dapat menangani korban dalam jumlah yang sangat banyak
dalam situasi bencana bahkan dapat mengidentifikasi potensial terjadinya bencana
di lingkungan Rumah Sakit. Rumah Sakit (RS) dalam hal ini memegang peranan
utama dalam kesiapan menangani korban bencana.
Dalam beberapa tahun terakhir ini terdapat peningkatan pemahaman akan
perlunya manajemen layanan kesehatan dalam situasi bencana alam baik di RS
maupun dikalangan dokter. Hal ini dipicu oleh adanya kelompok kesehatan dan RS
yang telah mengalami situasi bencana alam di daerahnya dan menginginkan
adanya persiapan yang lebih baik apabila bencana terjadi kembali. Disamping itu
keinginan untuk memberikan kontribusi bagi komunitas lokal dalam hal perawatan
bagi korban bencana alam (terlepas dari banyaknya jumlah korban) juga telah
menjadi alasan untuk peningkatan ini.
Karena itu perlu adanya sistem penanggulangan bencana di tiap RS. Dan
diharapkan setiap RS mempunyai rencana penanggulangan bencana di RS (Hospital
Disaster Plan) yang sesuai dengan RS nya sendiri (Tailor Made). Program pelatihan
langsung di RS (In House Training) bagi tim penyusun Hospital Disaster Plan (HDP),
sengaja di buat agar tim penyusun bisa langsung membuat dengan melihat
keadaan RS mereka sendiri. Karena masing-masing RS berbeda HDPnya. Ini semua
dilakukan agar para fasilitator dapat membantu RS dalam membuat HDP yang
Operasional dengan langsung melakukan pelatihan di RS yang akan membuat HDP.
Hal inilah yang melatar belakangi di adakannya program pelatihan langsung di RS
bagi tim penyusun HDP di RSUD Panembahan Senopati tanggal 22 – 23 April 2010
kemarin dengan menghadirkan narasumber dari Pusat Manajemen Pelayanan
Kesehatan (PMPK) Fakultas Kedokteran UGM yang dipimpin Dr. Hendro Wartatmo,
SpB-KBD dan PPK Depkes RI. Yang bertujuan :
1. Peserta memahami bahwa HDP berbeda di tiap RS.
2. Memahami pembuatan HDP berdasarkan template yang ada.
3. Seluruh RS mempunyai HDP yang Operasional dan siap terakreditasi.
Peserta Tim Penyusun HDP terdiri dari 15 – 18 orang dan terbagi dalam 4 kelompok
yaitu :
1. Unsur Pimpinan : Direktur, Direktur Pelayanan, Direktur Penunjang, Komite
Medik.
2. Operasional : Kepala IGD, SMF Bedah, SMF Anestesi, Keperawatan, K3, IBS.
3. Logistik : IPSRS, IFRS, Rumah Tangga,Gizi.
4. Planning/Perencanaan : Pelayanan Medik, Diklat.
5. Finance/Keuangan : Administrasi dan Keuangan, Medical Record.