Anda di halaman 1dari 4

Massa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa

Untuk nama sebuah kota di Italia, lihat massa (kota).

Sir Isaac Newton (1642-1727)

Massa (berasal dari bahasa Yunani μάζα) adalah suatu sifat fisika dari suatu benda yang digunakan
untuk menjelaskan berbagai perilaku objek yang terpantau. Dalam kegunaan sehari-hari, massa
biasanya disinonimkan dengn berat. Namun menurut pemahaman ilmiah modern, berat suatu objek
diakibatkan oleh interaksi massa dengan medan gravitasi.

Sebagai contoh, seseorang yang mengangkat benda berat di Bumi dapat mengasosiasi berat benda
tersebut dengan massanya. Asosiasi ini dapat diterima untuk benda-benda yang berada di Bumi.
Namun apabila benda tersebut berada di Bulan, maka berat benda tersebut akan lebih kecil dan lebih
mudah diangkat namun massanya tetaplah sama.

Tubuh manusia dilengkapi dengan indera-indera perasa yang membuat kita dapat merasakan
berbagai fenomena-fenomena yang diasosiasikan dengan massa. Seseorang dapat mengamati suatu
objek untuk menentukan ukurannya, mengangkatnya untuk merasakan beratnya, dan mendorongnya
untuk merasakan gaya gesek inersia benda tersebut. Penginderaan ini merupakan bagian dari
pemahaman kita mengenai massa, namun tiada satupun yang secara penuh dapat mewakili konsep
abstrak massa. Konsep abstrak bukanlah berasal dari penginderaan, melainkan berasal dari
gabungan berbagai pengalaman manusia.

Konsep modern massa diperkenalkan oleh Isaac Newton dalam penjelasan gravitasi dan inersia yang
dikembangkannya. Sebelumnya, berbagai fenomena gravitasi dan inersia dipandang sebagai dua hal
yang berbeda dan tidak berhubungan. Namun, Isaac Newton menggabungkan fenomena-fenomena
ini dan berargumen bahwa kesemuaan fenomena ini disebabkan oleh adanya keberadaan massa.
[sunting]Satuan-satuan massa
Alat yang digunakan untuk mengukur massa biasanya adalah timbangan. Dalam satuan SI, massa
diukur dalam satuan kilogram, kg. Terdapat pula berbagai satuan-satuan massa lainnya, misalnya:

 gram: 1 g = 0,001 kg (1000 g = 1 kg)

 ton: 1 ton = 1000 kg

 MeV/c2 (Umumnya digunakan untuk mengalamatkan massa partikel subatom.)

Pada situasi normal, berat suatu objek adalah sebanding dengan massanya. Namun pembedaan
antara massa dengan berat diperlukan untuk pengukuran berpresisi tinggi.

Oleh karena hubungan relativistik antara massa dengan energi, adalah mungkin untuk menggunakan
satuan energi untuk mewakili massa. Sebagai contoh, eV normalnya digunakan sebagai satuan
massa (kira-kira 1,783×10−36 kg) dalam fisika partikel.

[sunting]Ringkasan konsep-konsep massa

Diagram di atas mengilustrasikan hubungan antara lima sifat-sifat massa beserta tetapan proporsionalitas yang
menghubungkan kelima konsep ini. Tiap-tiap sampel massa dipercayai memiliki lima sifat ini, namun oleh karena
nilai tetapan proporsionalitas yang besar, umumnya sangat sulit untuk memverifikasi lebih dari dua atau tiga sifat
pada sampel massa tertentu.
* Jari-jari Schwarzschild (rs) mewakili kemampuan massa menyebabkan pelengkungan ruang dan waktu.
* Parameter gravitasional standar (μ) mewakili kemampuan benda masif melakukan gaya gravitasi Newton

terhadap benda lain.


* Massa inersia (m) mewakili respon Newtonian massa terhadap gaya.
* Energi diam (E0) mewakili kemampuan massa diubah menjadi bentuk-bentuk energi yang lain.
* Panjang gelombang Compton (λ) mewakili respon kuantum massa terhadap geometri lokal.

Dalam ilmu fisika, kita dapat secara konseptual membedakan paling tidak tujuh corak massa ataupun
tujuh fenomena fisika yang dapat dijelaskan menggunakan konsep massa:[1]

 Massa inersia merupakan ukuran resistansi suatu objek untuk mengubah keadaan geraknya
ketika suatu gaya diterapkan. Ia ditentukan dengan menerapkan gaya ke sebuah objek dan
mengukur percepatan yang dihasilkan oleh gaya tersebut. Objek dengan massa inersia yang
rendah akan berakselerasi lebih cepat daripada objek dengan massa inersia yang besar. Dapat
dikatakan, benda dengan massa yang lebih besar memiliki inersiayang lebih besar.

 Jumlah materi pada beberapa jenis sampel dapat ditentukan secara persis
melalui elektrodeposisi ataupun proses-proses lainnya. Massa persis suatu sampel ditentukan
dengan menghitung jumlah dan jenis atom-atom yang terdapat di dalamnya. Selain itu, dihitung
pula eneri yang terlibat dalam pengikatan atom-atom tersebut (bertanggung jawab terhadap defisit
massa ataupun massa yang hilang).

 Massa gravitasional aktif merupakan ukuran kekuatan fluks gravitasional. Medan gravitasi
dapat diukur dengan mengijinkan suatu objek jatuh bebas dan mengukur perpecapatan jatuh
bebas benda tersebut. Sebagai contoh, suatu objek yang jatuh bebas di Bulan akan menerima
medan gravitasi yang sedikit, sehingga berakselerasi lebih lambat daripada apabila benda
tersebut jatuh bebas di bumi. Medan gravitasi bulan lebih lemah karena Bulan memiliki massa
gravitasional aktif yang lebih kecil.

 Massa gravitasional pasif merupakan ukuran kekuatan interaksi suatu objek dengan medan
gravitasi. Massa gravitasional pasif ditentukan dengan membagi berat objek dengan percepatan
jatuh bebas objek itu sendiri. Dua objek dalam medan gravitasi yang sama akan mengalami
percepatan yang sama. Namun objek dengan massa gravitasional pasif lebih kecil akan
mengalami gaya yang lebih kecil (berat lebih ringan daripada objek dengan massa gravitasiional
pasif yang besar.

 Energi juga bermassa menurut prinsip kesetaraan massa-energi. Kesetaraan ini dapat
terlihat pada proses fusi nuklir dan lensa gravitasi. Pada fusi nuklir, sejumlah massa diubah
menjadi energi. Pada fenomena pelensaan gravitasi pula, foton yang merupakan energi
memperlihatkan perilaku yang mirip dengan massa gravitasional pasif.
 Pelengkungan ruang waktu adalah manifestasi relativistik akan keberadaan massa.
Pelengkungan ini sangatlah lemah dan sulit diukur. Oleh karena itu, fenomena ini barulah
ditemukan setelah teori relativitas umum Einstein memprediksinya. Jam atom dengan presisi yang
sangat tinggi ditemukan berjalan lebih lambat di bumi dibandingkan dengan jam atom yang
berjalan di ruang angkasa. Perbedaan waktu ini dinamakan dilasi waktu gravitasional.

 Massa kuantum merupakan perbedaan antara frekuensi kuantum suatu objek


dengan bilangan gelombangnya: m2 = ω2 − k2. Massa kuantum sebuah elektron dapat ditentukan
menggunakan berbagai macam spektroskopi dan utamanya berkaitan erat dengan tetapan
Rydberg, jari-jari Bohr, dan jari-jari elektron klasik. Massa kuantum benda yang lebih besar dapat
diukur secara langsung menggunakan timbangan watt.

[sunting]Referensi dan pranala luar