P. 1
MR Edisi 225

MR Edisi 225

|Views: 730|Likes:
Dipublikasikan oleh akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on Nov 20, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2012

pdf

text

original

e-mail : mediarakyat_new@yahoo.

com Contact Person : 0812 9936 977

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 3
22.000 Perangkat Desa Ikut Jamsostek

website : www.mediarakyatonline.com

Hal. 5
Pemerintah Didesak Perhatikan Salak Wine

Pembawa Suara Pembangunan
Edisi 225 Tahun X, 20 - 30 Nopember 2010

Bangsa

Hal. 7
Kasus Perceraian di Natuna Masih Tinggi

Harga Rp. 3.500,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

Baca Juga
Perlu Insentif Bagi Aparat Hukum
Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun melontarkan wacana pemberian insentif bagi aparat hukum yang berhasil mengembalikan (Hal 2)

Menkum dan HAM:
Mendiknas Tambah Beasiswa Bagi Calon Guru
Mendiknas Mohammad Nuh bermokitmen menye-diakan beasiswa bagi 5.000 orang calon guru yang menempuh (Hal 5)

Penerima Sogok Diganjar Sanksi Tegas
Johan Budi Marzuki Alie Patrialis Akbar

Jakarta,(MR) Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) Patrialis Akbar menegaskan akan memberi sanksi tegas bagi oknum aparatnya yang terbukti menerima sogok atau suap dari tahanan di rumah tahanan negara dan lembaga pemasyarakatan di Tanah Air. "Tindakan kalau ketahuan ya diberikan sanksi tegas. Kalau nggak ketahuan ya jalan, mau baca hal 11

Menakertrans:

Belum Ada Moratorium TKI ke Arab
Presiden Tunggu Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas ?
Jakarta,(MR) Anggota Komisi III DPR RI Nasir Jamil mengutarakan pendapatnya terkait dengan pemilihan Jaksa Agung definitif. Dia memandang nama Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas merupakan kandidat kuat. Hal tersebut diutarakan oleh Nasir saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (15/11). "Tentu, Nasir Jamil saran saya pertama adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus segera menentukan Jaksa Agung definitif, saya juga tidak tahu beliau sedang menunggu apa dan siapa. Mungkin menunggu Bambang Widjojanto atau Busyro Muqoddas," jelasnya. "Jadi bisa-bisa saja salah satu dari kedua nama itu akan mendudukin posisi Jaksa Agung jika salah satu yang lainnya sudah menjabat sebagai ketua KPK. Jadi jangan-jangan RI 1 baca hal 11 sedang menunggu kedua orang tersebut," ujar

Pramono: Gayus Hanya Pemain Kecil, Pemain yang Lebih Besar Di Belakangnya
Jakarta,(MR) Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung, meminta pimpinan Polri dan Kejaksaan menjadikan kasus bebasnya Gayus Tambunan dari rumah tahanan di Mako Brimob Depok sebagai momentum untuk mengungkap pemain yang lebih besar. Pramono Anung "Gayus ini dalam mafia hukum hanya pemain kecil atau pemain lapangan, tentu ada pemain yang lebih besar di belakangnya," kata kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa, (16/11). Menurut Pramono, pemain kecil saja sudah seperti Gayus, bagaimana dengan pemain besarnya yang memiliki kekuatan melebihi Gayus. Lembaga penegakan hukum, menurut Pramono, hendaknya bersinergi dalam menindaklanjuti kasus bebasnya Gayus Tambunan dari rumah tahanan di Mako Brimob, di Depok, Jawa Barat. Mantan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan baca hal 11

Hartono Tanoesoedibjo

Pembatasan BBM Bersubsidi Diberlakukan 1 Januari 2011
Jakarta,(MR) Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan kesiapannya menjalankan pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi pada 2011. Hal ini dikatakan Anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo saat dihubungi di Jakarta, Selasa (16/11). Pemerintah merencanakan pembatasan BBM subsidi mulai diberlakukan 1 Januari 2011. Menurut Adi, pembatasan BBM mesti dilakukan tahun 2011. Sebab, lanjutnya, kuota BBM subsidi tahun 2011 telah ditetapkan sebesar 38,5 juta kiloliter, sementara konsumsi sampai November 2010 sudah mencapai 38 juta kiloliter. "Artinya, melihat realisasi konsumsi tahun ini, maka tidak mungkin tidak ada pembatasan tahun depan. Karenanya, di lapangan juga harus siap," katanya. Adi mengatakan, persiapan yang telah baca hal 11

Walikota Bekasi
Jakarta,(MR) Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menyatakan belum ada rencana moratorium atau menghentikan sementara pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Arab Saudi pascakasus penyiksaan yang menimpa Sumiati. "Untuk rencana penghentian belum. Akan kita analisis dulu karena ada satu juta TKI kita di sana," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar seusai bertemu Duta Besar Arab Saudi Abdurrahman Mohammad Amin Al Hayat di kantor Kemenakertrans di Kalibata, Jakarta, Kamis. Meskipun demikian, pemerintah disebut Menakertrans tidak akan tinggal diam menanggapi kasus yang menimpa TKI tersebut dan akan terus melakukan langkah hukum. Selain itu, Menakertrans juga akan meminta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) memperketat pengawasan dalam pengiriman TKI ke luar negeri untuk menghindari kejadian semacam itu di masa yang akan datang. "BNP2TKI akan diminta mengecek apakah TKI kita memiliki kesiapan sebelum diberangkatkan," kata Muhaimin.
baca hal 11

Terjerat Tiga Kasus Korupsi
Jakarta,(MR) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad sebagai tersangka untuk tiga kasus sekaligus. "Ada tiga kasus, semoga tidak berkembang. Tapi kalau berkembang tidak apa juga," kata pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto, di Jakarta, Selasa (16/11). Kasus pertama, menurut Bibit, dalam rangka mendapatkan Adipura untuk Pemkot Bekasi 201, Mochtar Mohammad, selaku Wali Kota memberi perintah pada kepala dinas, camat, hingga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar berpatisipasi atau berkontribusi memberikan dana untuk pemenangan penghargaan tersebut. "Jadi ternyata, Adipura ada harganya juga," ujar Bibit. Kasus kedua, lanjutnya, terkait dugaan upaya penyuapan pengesahan APBD Tahun 2010. Wali Kota Bekasi meminta dana partisipasi sebesar dua persen dari anggaran proyek kepada beberapa kepala dinas,
baca hal 11

Makbul Bantah Beri Perintah Disposisi Kepada Susno
Duadji kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (16/11). Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi. Diawal sidang, mantan Kapolda Jawa Barat itu mengaku sakit kepada majelis hakim. "Kondisi badan saya belum terlalu baik. Demi persidangan dan cepatnya kasus ini, saya akan mencoba," kata Susno. Ketua Majelis Hakim Ketua Charis Mardianto mengingatkan agar Susno tak segansegan menyampaikan keluhanya jika merasa tak sehat. Pasalnya, Susno mesti mendengarkan baik-baik keterangan Sri Sultan HB X saksi. "Ini menyangkut nasib saudara. Kalau memang merasa ada sesuatu sampaikan saja kepada majelis hakim," kata Charis. Sidang Susno tengah mendengarkan keterangan Wani Sabu, Kepala Biro Hallo BCA. Ia menjelaskan, Haposan Hutagalung memang merupakan nasabah banknya sejak 8 November 2007. Pada 14 Desember 2008 Haposan Hutagalung memang pernah menarik uang sebanyak Rp500 juta. "Tapi karena waktu itu teller bernama Nurmala Sari punya limit, dia mengonfirmasi kepada supervisor. Baru uang tersebut bisa dicairkan," jelas Wani. baca hal 11

Babi Tidak Ikut Disembelih
Menjelang Idul Adha, semua kambing, sapi dan kerbau terlihat murung dan sedih. Babi ketawa sambil berkata kepada bebek, "Bek, untung aku haram, jadi kagak dipotong." Bebek senyum-senyum saja dan berbisik ke hewan lainnya, "Dia belum sadar kalau sebentar lagi Natal..."

Lintas Daerah

Jakarta,(MR) Sidang lanjutan kasus dugaan penyuapan terhadap mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Susno

Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad

Pemkab Natuna Adakan Pelatihan Manajemen Pemerintahan Desa
Natuna, (MR) Untuk dapat menjelani dengan baik apa yang telah diamanat dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintah Daerah. Maka otonomi daerah dapat didefinisikan hak, wewenang dan kewajiban daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka optimalisasi potensi yang ada demi pemerataan dan kesejahteraan masyarakat. Mengingat apa yang tertuang didalam UU tersebut,

Drs. H. Ilyas Sabli, M.Si

tepatnya Senin ( 25/10 ) Pemkab Natuna baru saja mengadakan kegiatan pelatihan manajemen pemerintahan desa. Acara yang dihadiri langsung oleh Sekda Natuna Drs. H. Ilyas Sabli, M.Si itu, berlangsung dengan baik di Ruang Balai Pertemuan Rumah Makan Sisi Basisir Ranai Kabupaten Natuna. Selain dihadiri oleh Kabag Pemerintahan Asmiyadi, rangkain acara yang dinilai dapat memberikan suatu pembelajaran konsep pembangunan yang asfiratif itu juga dihadari oleh Kades, dan Ketua BPD se-Kabupaten Natuna. Dalam sambutannya Sekda Natuna menjelaskan bahwa, sebagai upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat dibutuhkan suatu

konsep pembangunan yang terpadu dan berkesinambungan hendaknya memiliki relevansi dengan pilar-pilar penbangunan daerah yang selalu mengedepankan konsef pembangunan yang aspiratif, partisipatif serta tranparansi disegala bidang oleh semua pihak pelaksana pembangunan. Dikatakannya pula, sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pembangunan, pemerintah desa yang secara langsung berhadapan dengan masyarakat hendaknya selalu proaktif dalam mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi diberbagai masyarakat sebagai upaya peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan dengan baca hal 11

2
PTN Wajib Beri Kuota Mahasiswa Miskin
Jakarta,(MR) Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, mewajibkan setiap Perguruan Tinggi Negeri memberikan kuota 20 persen untuk mahasiswa dari kalangan keluarga miskin. Ketika melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (13/11), M Nuh mengatakan, kewajiban tersebut, akan diatur kembali dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang akan dikeluarkan bersamaan dengan rekuitmen mahasiswa baru tahun 2011. "Sudah kita buat peraturannya dan sudah ditandatangani Presiden, namun akan kita keluarkan bersamaan rekrutmen mahasiswa baru tahun 2011 nanti, hal ini untuk mengangkat derajat masyarakat miskin di Indonesia," katanya. Ia menjelaskan, aturan ini bersifat wajib bagi setiap PTN sebab Mendiknas sudah berkoordinasi kepada setiap rektor PTN dan mayoritas menyetujuinya. Sebelumnya, pemerintah juga pernah mengharuskan PTN memberi kuota 20 persen mahasiswa miskin. Ini sesuai dengan PP Nomor 66/2010 yang keluar pada 28 September silam. Namun hal itu ditolak sejumlah PTN dengan alasan akan membebani anggaran PTN. "Bagi yang menolak tentunya akan ada sanksi atau hukuman, tapi yang penting kita jalankan dulu aturan tersebut, soal ancaman itu nanti saja," kata M Nuh. M Nuh menjelaskan, tidak ada alasan bagi PTN menolak mahasiswa dari keluarga miskin. Bahkan, pemerintah sudah menyiapkan mekanisme agar mahasiswa miskin bisa memperoleh beasiswa sekaligus biaya hidup. "Pemerintah mengambil kebijakan itu agar tak terjadi proses kemiskinan secara sistematis. Dia berharap PTN tak menolak membiayai mahasiswa miskin," katanya. Sementara itu ketika ditanya mengapa jumlah kuota hanya 20 persen, M Nuh menjelaskan, angka tersebut diambil dari tingkat rata-rata kemiskinan di Indonesia yang mencapai 13,3 persen. "Jika dirata-rata, angka kemiskinan pada tingkat SMA mencapai 13,3 persen, maka kita ambil kuota setiap PTN 20 persen," katanya. >>Ediatmo

Berita Utama
Jakarta,(MR) Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun melontarkan wacana pemberian insentif bagi aparat hukum yang berhasil mengembalikan uang negara hasil korupsi. Menurutnya, ini bukan hal yang baru, mengingat sebelumnya PLN selama ini melakukan hal tersebut kepada petugasnya. Diharapkan, hal ini dapat menjadi penyemangat petugas agar para petugas dapat mengambil uang hasil korupsi secara hukum dengan intensif. Gayus yang berasal dari Fraksi PDIP mengakui hal ini memang bakal memunculkan pro dan kontra. Namun, ia menilai selama ini belum ada remunerasi bagi KPK, Kejagung, dan Polri. "Semua kebijakan begitu, tapi saya pikir ini bisa memunculkan semangat petugas untuk tidak main mata dan aparat bisa didorong semangatnya untuk tidak main mata dengan para koruptor," kata Gayus,, Minggu (14/11). Secara terpisah, Ketua Dewan Pengurus Transparency International (TI) Indonesia Todung Mulya Lubis menegaskan perlunya keberanian politik dari pemerintah untuk melakukan terobosan-terobosan. "Pemerintah harus meminta kepada hakim-hakim, melalu MA, untuk bersikap tidak kompromistis terhadap koruptor dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya bagi koruptor dan memiskinkan mereka," tukas Todung. Pemerintah tidak perlu takut dituding melakukan intervensi. Sebaliknya, politik hukum pemerintah harus bisa memperlihatkan kepada ketua MA dan publik atas retorika mereka. Soal apakah hakim akan melakukannya, itu urusan kedua. Tetapi bagaimana mungkin mengharapkan keberanian dari penegak hukum kalau tidak ada keberanian politik dari pemerintah? Todung mengingatkan, pemiskinan koruptor dapat menciptakan ketakutan tersendiri. Kalau tidak, koruptor yang dihukum di penjara masih bisa menikmati kekayaannya begitu keluar. Itu tidak membuat banyak orang jera, karena jumlah korupsi besar sekali sementara hukumannya sangat ringan. >> Mohammad

Tahun Edisi 225 Tahun X 20-30 Nopember 2010

Perlu Insentif Bagi Aparat Hukum

Gayus Lumbuun

WNA Penyelundup Sabu Divonis Seumur Hidup
Denpasar,(MR) Rouhullah Serish Abadi bin Samad (26), warga Negara Iran dijatuhi vonis seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Senin karena terbukti mengimpor sabu-sabu 1,047 kg bruto atau 970 gram netto. " Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana mengimpor narkotika golongan 1 bukan tananam, sebagaimana diatur dalam ketentuaan pasal 113 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika," ujar Ketua Majelis Hakim Amzer Simanjuntak saat membacakan amar putusannya. Ia menyatakan, setelah mempertimbangkan hal-hal meringankan dan memberatkan, terdakwa diganjar hukuman penjara seumur hidup. " Hal-hal yang memberatkan, ulah terdakwa dengan mengimpor barang haram jenis sabu-sabu seberat 970 gram netto sangat merusak martabat bangsa dan negara Indonesia," ujar Amzer. Perbuatan terdakwa juga bisa merusak moral anak-anak muda Indonesia. "Karena itu vonis seumur hidup merupakan hukuman yang pantas diberikan untuk terdakwan," tegas Amzer. Atas putusan atau vonis tersebut, penasehat hukum terdakwa yakni HM Husein SH lansung menyatakan banding. Pasalnya, vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih berat dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) I Made Tangkas SH, yang nenuntutnya dengan pidana penjara 17 tahun dipotong masa penahanan dan denda Rp2 miliar subsider dua tahun kurungan. Seperti diketahui dalam amar putusan tersebut diuraikan terdakwa ditangkap petugas Bea Cukai Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar, di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai, usai turun dari Qatar Airways, pada tanggal 13 Mei 2010 sekitar pukul 20.15 Wita. Saat itu, petugas curiga karena terdakwa terlihat gelisah dan ketakutan. Petugas semakin curiga setelah melihat jadwal penerbangan dalam tiket elektronik yang dibawa terdakwa, tercatat hanya transit di Bandara Ngurah Rai Denpasar. Selanjutnya terdakwa diduga melanjutkan penerbangan ke rute yang sama, hari itu juga. Padahal saat itu tujuan terdakwa terbang dari Damascus-Doha-Denpasar. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap koper tua yang dibawa Rouhullah akhirnya ditemukan barang dipastikan sabu-sabu seberat 1,047 kg atau 970 gram netto yang ditata rapi di dinding rongga koper. >> Nyoman

Pasangan ASLI Raih Suara Terbanyak
Karawang,(MR) Acara pleno penghitungan suara yang disampaikan 30 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se kabupaten Karawang di Kantor KPUD Karawang, Kamis (18/11). Pasangan Ade Swara dan dr.Cellica Nurachdiana, akhirnya dinyatakan sebagai calon Bupati Karawang sebagai peraih suara terbanyak pada Pilkada kabupaten Karawang tahun 2010. Pada acara penghitungan suara di KPUD itu, selain disaksikan empat perwakilan dari empat pesangan calon sedangkan satu saksi dari pasangan Endang Warsa dan Agustia Mulyana, tidak hadir, acara tersebut juga disaksikan Panwaskab, Muspida Karawang, relewan pemantau pemilukada serta PPK dari tiap kecamatan se Kabupaten Karawang. Ade Swara dan dr. Cellica (ASLI), meraih dukungan 372.822 suara (38,76 %), kedua Pasangan Sony HersonaDadang S. (SDM) meraih 288.732 suara 30,60%), ketiga Hj. Eli Amalia Priatna dan Endang Abdullah (ELANG), 153.962 suara (16%), Karda Wiranata dan Deden Darmansah (KADE) meraih 122.062 suara (12 %), Endang Warsa dan Agustia Mulyana (WARAS) meraih 23.283 orang (2,42 %). Minggu berikutnya sesuai tahapan, KPUD akan menetapkan pasangan yang dinyatakan sebagai peraih suara terbanyak pada Pilkada di Karawang. Posko Pilkada mencatat jumlah pemilih yang menggunakan haknya 980.130 orang. Angka partisipasi 63,1 persen dari total pemilih yang terdaftar 1.551.925 orang. Mereka menggunakan haknya dalam pemungutan suara yang digelar di 2.996 tempat pemungutan suara yang tersebar di 309 desa/ kelurahan di 30 kecamatan. Sebelumnya ditempat terpisah, Dadang S. Muchtar, yang kini masih menjabat sebagai Bupati Karawang. menyatakan, perolehan suara pasangan Soni Hersona-Dadang S. Muchtar (SDM), yang diusung Partai Golongan Karya dan Partai Amanat Nasional itu mencapai target. Perkiraan tim sukses SDM, perolehan suaranya sekitar 31-32%. " Namun, ada hal lain yang menyebabkan kami kalah, tetapi kami terima itu," kata Dadang. Dia memperkirakan kekalahannya itu karena pasangan lain tidak mampu menjaga suaranya. Tadinya, dia menganalisis pasangan Eli AmaliaEndang Abdullah (Elang) akan memperoleh suara sekitar 19 persen. Kenyataannya, dari perhitungan berbagai elemen, Elang hanya memperoleh 15 persen suara. ujarnya. >> Jenri

Pleno Pemilukada Karawang

17 Pejabat Dicopot, Akan Gugat ke PTUN
Pandeglang, (MR) Sebanyak 17 pejabat eselon II dan III yang yang dicopot dari jabatannya akan menggugat surat keputusan (SK) mutasi pejabat yang dikeluarkan Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). "Para pejabat yang `dinonjobkan` itu berencana mengugat SK mutasi yang dikeluarkan Bupati Erwan Kurtubi ke TPUN," kata kuasa hukum para pejabat tersebut Sukatma di Pandeglang, Senin 15/11). Ia mengaku, sudah memiliki berkas mutasi yang dilakukan Bupati Pandeglang itu, dan dalam waktu dekat akan mengajukan gugatan ke PTUN Serang Provinsi Banten. Poin penting dari para pejabat sebagai pemohon, kata dia, merasa keberatan atas mutasi yang dilakukan Bupati Pandeglang karena telah merusak tatanan asas umum pemerintahan yang baik. "Klien saya menilai mutasi atau demosi pejabat yang dilakukan Erwan tidak mengedepankan asas profesionalaisme. Bupati dinilai telah melabrak norma-norma pemerintahan, karena mutasi itu lebih mengedepankan sisi egoisme dan kepentingan golongan," katanya. Para pejabat itu, kata dia, juga merasa diperlakukan tidak adil karena ada pejabat yang sudah akan pensiun pada Desember 2010, justru tidak terkena mutasi. Sementara 17 pejabat yang dicopot dari jabatannya dan dijadikan sebagai staf biasa, masa pensiunnya masih lama. Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi pada 11 November 2010 melakukan mutasi terhadap 173 pejabat eselon II, II dan IV di lingkungan pemerintahan Kabupaten tersebut. Semua yang dimutasi itu, terdapat 17 pejabat yang dicopot dari jabatannya dan dipidahkan menjadi staf biasa, dan mereka yang menjadi saksi pada persidangan gugatan Pilkada di Mahkamah Konstitus (MK). Di antara pejabat itu adalah Taufik Hidayat yang sebelumnya staf ahli bupati bidang pembangunan, Enjat Sudrajat (staf ahli bidang ekonomi dan keuangan) Edi Sumardi (Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Periwisata) dan Sua`edi (Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi). >> Belfri/ Herianto

Perbankan Syariah Butuhkan 27.328 Tenaga Kerja

Jakarta,(MR) Perbankan syariah masih membutuhkan sumber daya manusia atau tenaga kerja yang cukup besar pada tahun mendatang sebanyak 27.328 orang dengan asumsi pertumbuhan perbankan syariah moderat

atau berada di level 43%. "Dengan skenario moderat, maka proyeksi kebutuhan pegawai pada tahun 2011 adalah menjadi 27.328 orang," ungkap Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Rizqullah dalam acara

Infobank Outlook 2011 di Jakarta, Selasa (16/11). Dengan skenario ini perbankan syariah akan memiliki total aset pada akhir tahun 2010 menjadi Rp 95 triliun dan tahun 2011 menjadi Rp 135 triliun. Sampai dengan September

2010, aset perbankan syariah telah mencapai Rp 83,454 triliun. Rizqullah mengatakan dengan proyeksi ini perbankan syariah ditantang untuk mengembangkan industrinya dengan menambah jumlah tenaga kerja yang mendukungnya. Maka perbankan syariah harus bekerja sama dengan penyedia tenaga kerja, yaitu perguruan tinggi, untuk mendapatkan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan perbankan syariah. "Pada dasarnya, bentuk kerja samanya (perbankan syariah dan perguruan tinggi) harus link and match. Jadi yang dibidik sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Kita bisa sediakan tempat untuk magang, pelatihan sehingga betul-betul waktu masuk bisa langsung bekerja,"

tutur Rizqullah. BNI Syariah sendiri membutuhkan sekitar 500 orang tenaga kerja dengan rencana penambahan 10 kantor cabang dan 25 kantor cabang pembantu, serta penambahan di kantor pusat. "Kalau satu cabang itu butuh 20 orang, cabang pembantu butuh 5 orang. Dari situ kita sudah butuh hampir 400 orang, kemudian tambahan tenaga di kantor pusat untuk mendukung semuanya itu kurang lebih 500an," jelasnya. Walaupun membutuhkan tenaga kerja yang banyak, perbankan syariah tidak mungkin melakukan hunting atau bajakmembajak di antara mereka. Rizqullah mengatakan bahwa setiap perbankan syariah tidak ingin bajak-membajak tenaga kerja karena ingin tetap tumbuh bersama. >> Nokipa/Ediatmo

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Drs. H. Ilyas Sabli, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Irwan Hamid, Litbang : Herman Sugianto, Manager Iklan : Rudi Harris, Manager Distribusi : Herdi, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra.
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi, Bogor, Depok : Ali, Ruslan, Bekasi Kota : S. Wahyudi, Kab. Bekasi : A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Iman, Bandung Kota : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Indramayu : Abdullah (Kepala), Mukromin, Suhada, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : Rustandi, Asep Zamzam, B. Supandi, Biro Cianjur : Ruslan AG, H. Apipudin, Jaenudin, Mulyadi, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R, Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi, (Kepala), Kota Palembang, Adiyanto, (Kepala), Kota Prabumulih / kab. Muara Enim : Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah, Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Amiruddin, Biro Batu Raja / OKU : Sahmi, (Kepala), Biro Oku Selatan : Swardi, (Kepala), Thomas Ivan, Ogan Ilir : Marleni (Kepala), Astute, Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Jambi : Hendar, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : Winarto, Jerlin P, Rony Rudianto, Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto, Nurjaly, Hendrano, Biro Natuna : Herman Sugianto (Kepala), Didik Harjanto, M. Amin, Edi Zamri, Kab. Anambas : S. Edwar. S, (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Jawa Timur : RH. Batubara (Kepala), Adesva HT, Lambok Ferdinando, Hertanto, V. Julius Tarigan, Sidoarjo : Palguno, Tabi’in, Biro Blitar: A. Parlin Siagian (Kepala), Yatik Endang, Luhut P. Siagian, Kediri :Rokim, Zainal Abidin, Pasuruan : Achmad Effendi, Madura : Mubarok, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Kota Medan : Frendi Tua (Kepala), Herwan, Siti, Tebing Tinggi : Hasni (Kepala), Herdan, Langkat : Ojak Sianturi (Kepala), Waskito, Deli Serdang : T. Manalu (Kepala), Belfri, Pematang Siantar : Heru (Kepala), Sintan, Simalungun : Togap Munthe (Kepala), Jentar Bangun, Tarutung : Juang N, Dairi : Karlen (Kepala), Benni Sitorus, Dadang Kusmandi, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman, Putu Artha.

Alamat Redaksi Tata Usaha / Iklan / Sirkulasi : Jl. Paledang RT 19/20 No. 4 Kel. Karawang Kulon - Karawang 41311 Telp. (0267) 8454238 Jawa Barat E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com PO. BOX 88 Karawang 41300 Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala Kantor Perwakilan Utama : Jl. Bina Harapan No. 38-C, Telp. (021) 79192764 Kel. Duren Tiga Pancoran - Jakarta Selatan Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 225 Tahun X Tahun 20-30 Nopember 2010

Berita Utama
Bali, (MR) Seorang siswa SD menemukan untaian 56 peluru aktif kaliber 9.0 milimeter produksi PT Pindad di saluran irigasi depan SMPN 4 Seririt di Banjar Pamesan, Desa Lokapaksa, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin. Kapolres Buleleng AKBP Muhamad Yudi Hartanto menyatakan, puluhan peluru aktif di dalam sebuah kaleng plastik yang ditemukan di saluran irigasi itu bukan amunisi standar yang biasa digunakan oleh Polri. "Peluru kaliber 9.0 milimeter itu biasanya digunakan untuk senjata laras panjang. Kami juga sudah melakukan kordinasi dengan pihak TNI serta akan membawa peluru itu ke laboratorium forensik Polri di Denpasar untuk memastikan jenisnya," ujarnya. Yudi mengatakan, orang yang pertama kali menemukan untaian peluru seperti ranai itu seorang siswa kelas 1 SD bernama Kadek Junilia (7). Dia kemudian memberitahukan kepada orang tuanya, Ketut Sudiasa (40), warga Dusun Tengah, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Sudiasa yang kesehariannya berprofesi sebagai sopir angkutan umum, kemudian membawa peluru tersebut untuk dilaporkan dan diserahkan ke Mapolsek Seririt. Ditanya mengenai keterkaitan penemuan peluru itu dengan informasi peredaran senjata rakitan di kawasan utara Bali itu, Yudi menyatakan hal tersebut tidak memiliki "benang merah" atau tak ada hubungannya. "Yang pasti, di bagian bawah proyektil itu tertulis ukuran kaliber 9.0 MM dan secara kasat mata teridentifikasi merupakan produksi PT Pindad," ujar Kapolres Yudi menegaskan. Dikatakan, ada dugaan bahwa peluru tersebut kemungkinan besar digunakan oleh para pemburu karena merupakan amunisi dari senjata laras panjang. "Masih kita selidiki dan anggota juga sudah kami

3

Penerimaan CPNS Kota Tasikmalaya 2010
Kota Tasikmalaya,(MR) Antusias masyarakat akan informasi pembukaan CPNSD terjawab sudah, untuk tahun 2010 ini Kota Tasikmalaya mendapatkan alokasi 173 orang formasi untuk direkrut menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) ungkap Kepala Bagian Humas Setda Kota Tasikmalaya Drs. Asep MP M.Si di ruang kerjanya, pekan lalu. Dijelaskan Asep bahwa berdasarkan surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara untuk tahun 2010 ini disetujui quota sebanyak 173 orang yang masing-masing 78 formasi guru, tenaga kesehatan 52 formasi, dan tenaga teknis 43 orang “ Nah untuk rincian formasinya kami belum mendapat persetujuan dari menpan ” katanya. Kabag Humas menyampaikan untuk penetapan pembukaan lamaran dan test dimohon kesabaran masyarakat karena akan dibuka dan berdasarkan hasil kesepakatan Kabupaten/Kota seJawa Barat “ Pembukaan lamaran dan tes dilaksanakan serempak, sementara detail formasi dan kelulusan akan di ekspos di surat kabar ” katanya. ditambahkannya, bahwa pendaftaran dan pengiriman kartu peserta dilaksanakan via POS “ Biaya pos ditanggung masing-masing pelamar yaitu Rp.17.500 dan dikirim ke PO.BOX 3278 ” tambahnya. >> Iin Kartiwan

Siswa SD Temukan Untaian 56 Peluru Aktif

perintahkan untuk melacak serta menyerap informasi dari masyarakat. Kita lacak siapa

yang memiliki senjata laras panjang," papar Yudi. >> Nyoman

Pencurian Ikan Rugikan Negara Rp 21 Triliun per Tahun

Paru-paru Mahasiswi Korban Tusukan Oknum TNI, Masih Dibersihkan
Denpasar,(MR) Nindi Oristya Wanda (20) mahasiswi Unud yang menjadi korban penusukan oknum Bintara TNI, kini di paru-parunya masih dipasangi alat oleh dokter RSUP Sanglah yang merawatnya. "Kondisi pasien secara umum sudah membaik, namun masih kami pasang alat berupa selang untuk membersihkan luka tusuk di paruparunya," kata Kepala Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah dr. Kresna Wibawa, di Denpasar, Bali, Kamis. Dijelaskan, alat tersebut berfungsi untuk membersihkan sisasisa darah yang mungkin masih terdapat di sekitar paru-paru pasien. Selain itu, juga untuk menghindari terjadinya gumpalan darah akibat luka tusukan yang dialami pasien. Alat yang dipasang itu masih belum bisa dipastikan kapan bisa dilepas, ujarnya, tapi apabila kondisi pasien sudah 100 persen pulih kemungkinan alat tersebut bisa tidak digunakan lagi. "Dari hasil diagnosis kami, pasien mengalami luka tusuk yang cukup parah, itu melukai paru-paru dan menembus diafragmanya serta hampir mengenai jantungnya," katanya. Pasien bisa dikatakan bernasib baik, ucapnya, sebab tusukan yang dilakukan pelaku yang merupakan oknum TNI itu tidak sampai mengenai jantungnya. Jika luka tusuk itu sampai mengenai jantungnya, maka tentu ceritanya akan lain. "Dari hasil pantauan kami, kesehatan pasien tersebut terus mengalami perkembangan yang baik. Sampai saat ini tidak ada komplikasi penyakit yang bisa memperparah kondisinya," ujarnya. Setelah meningkatkan kesehatan fisiknya, katanya, diharapkan juga pihak keluarga nantinya bisa membantu kesehatan mentalnya. Dari pantauan di sekitar kamar tempat mahasiswi asal Palembang itu dirawat, tampak kedua orang tuanya yang setiap saat selalu menunggu untuk mengetahui perkembangan kesehatan anggota keluarganya itu. Penusukan yang dialami mahasiswi Unud itu terjadi Sabtu (23/10) malam, di rumah kosnya di Jalan Tukad Pakerisan Gang Lestari IV No 21 Denpasar. Pelaku penusukan tersebut diduga adalah oknum anggota TNI yang tinggal bersebelahan dengan kamar yang ditempati korban.>> Nyoman

Seorang Pengacara Dituntut Lima Tahun Penjara
Jakarta,(MR) Lambertus Palang Ama, dituntut lima tahun penjara karena dianggap bersalah melakukan tindak pidana korupsi. " Menghukum terdakwa Lambertus Palang Ama dengan pidana penjara lima tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," kata Penuntut Umum, Adhi Prabowo, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (16/11). Lambertus merupakan pengacara Andi Kosasih -terdakwa kasus Gayus-, yang dituduh berperan dalam mengatur kepemilikan harta kekayaan Gayus. Penuntut umum menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan melakukan atau turut serta melakukan dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan. Lambertus dikenai dengan Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Lambertus juga dikenai denda sebesar Rp150 juta atau subsidair enam bulan kurungan. Seusai persidangan, kuasa hukum Lambertus, Petrus B, tidak bisa menerima tuntutan terhadap kliennya itu. "Surat tuntutan dari penuntut umum, jauh dari fakta yang ada," katanya. Ia mengatakan kliennya sama sekali tidak bersalah dan sama sekali tidak mengetahui pembukaan blokir uang Gayus yang ada di rekening BCA. " Pembukaan blokir itu sendiri, sudah terjadi sebelum kasus Gayus mengemuka," katanya. >> Yusandi/ Sahrial N

Kupang,(MR) Pencurian ikan yang terjadi perairan Indonesia setiap tahunnya diperkirakan menimbulkan kerugian hingga Rp21 triliun setiap tahun. Pemerintah sendiri dinilai tidak memiliki langkah-langkah pengamanan laut yang maksimal. Dosen Universitas Hasanuddin Makassar Aulia Rahman mengatakan itu sebelum berbicara pada Focus Group Discussion (FGD) Restorasi Budaya Maritim yang digelar Organisasi Kemasyarakatan Nasional Demokrat (Nasdem) di Universitas Nusa Cendana Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (16/11). Menurut Aulia pemerintah seharusnya memiliki kapal pemburu yang handal untuk bisa menangkap kapal asing yang mencuri ikan. "Sekarang semua instansi membeli kapal tetapi ukurannya kecil. Kapal seperti itu tidak mampu memburu kapal asing," katanya. Instansi yang membeli kapal yakni Kementerian Perhubungan, Bea Cukai, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Untuk mencegah masuknya kapal asing ke perairan Indonesia, jelas Aulia, kapal yang dimiliki pemerintah harus berukuran besar. Pasalnya, perairan Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga sangat luas dan perlu diawasi banyak kapal. >> Moses Mone

Bengkulu Tengah Dapat Bantuan Desa Tertinggal
Bengkulu,(MR) Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu menerima bantuan untuk desa tertinggal dari pemerintah pusat sebesar Rp2,5 miliar dalam tahun 2010. Dana tersebut diarahkan untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif dan menunjang angkutan desa. Hal itu dikatakan pejabat Bupati Bengkulu Tengah H Bambang Suseno, Senin (15/11). Ia mengatakan, kucuran dana dari pemerintah pusat itu antara lain untuk mendukung pengembangan usaha usaha ternak dan modal untuk kegiatan simpan pinjam. Selain itu juga diarahkan untuk menyediakan angkutan transportasi ke desa tertinggal di wilayah ini. Kabupaten Bengkulu Tengah, hasil pemekaran dari kabupaten induknya Bengkulu Utara, memiliki 108 desa tertinggal dari 134 desa yang ada di wilayah ini. Bahkan dari jumlah desa tertinggal itu 58 desa masuk katagori sangat tertinggal, sebagian besar berlokasi pada lereng perbukitan, sehingga sarana dan prasaran di daerah itu sangat minim, termasuk sumber daya manusianya. Fasilitas jalan menuju ke desa-desa tersebut masih merupakan jalan tanah dengan tanjakan dan tikungan tajam, sehingga menyulitkan transportasi pada saat musim hujan. Guna mengatasi ketertinggal ratusan desa di daerah ini, Pemkab Bengkulu Tengah berupaya mencari dan mengandalkan dana dari pemerintah pusat, antara lain melalui usulan serta dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU). Hal itu dilakukan, jika hanya mengandalakan dana bantuan desa tertinggal sebesar Rp2,5 miliar tersebut, sangat sulit menembus isolasinya, akibat dana tersebut sangat kecil. Dari jumlah desa tertinggal itu saat ini terdapat sekitar 54.000 jiwa atau 52 persen warga masuk katagori miskin dari jumlah penduduk seluruhnya 105.600 jiwa. Sebab itu untuk menekan sekecil mngkin jumlah angka kemiskinan itu membutuhkan dana rata-rata Rp200 miliar pertahun, mengingat sarana dan prasarana di daerah ini sangat minim dan terbelakang, ujar Bambang.>> Aman S

22.000 Perangkat Desa di Purwakarta Ikut Jamsostek
Jakarta,(MR) Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga memberi apresiasi pada kebijakan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang mengikutsertakan 22.000 perangkat desa dan pekerja sosial di wilayahnya dalam program jamsostek. "Kebijakan ini pantas ditiru dan diikuti pimpinan daerah kabupaten dan kota lainnya agar semakin banyak masyarakat yang terlindungi dari risiko kerja," kata Hotbonar dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Selasa. Dia menilai langkah Bupati Purwakarta itu bisa diterapkan di kabupaten atau kota lain, tetapi harus mendapat dukungan dari DPRD setempat. Sebelumnya Hotbonar bersama Direktur Operasi dan Pelayanan Ahmad Anshori dan Kakanwil IV Jamsostek E Illyas Lubis menyerahkan kartu tanda peserta kepada perwakilan 22.000 perangkat desa dan pekerja sosial Kabupaten Purwakarta tersebut. Kepala Kantor PT Jamsostek Cabang Purwakarta Dadang Kusnadi mengungkapkan iuran kepesertaan perangkat desa dan pekerja sosial tersebut dibantu melalui dana bantuan desa. Mereka yang disertakan dalam program di antaranya kepala desa, kepala dusun, ketua RW/RT, paraji (dukun beranak), imam masjid, guru ngaji, ketua karang taruna dan perangkat lainnya. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengungkapkan pihaknya melakukan efisiensi keuangan khususnya dalam penggunaan listrik dan air, sehingga setiap tahunnya bisa disisihkan dana Rp10 miliar hingga Rp12 miliar. "Dana itulah yang dipakai untuk melindungi perangkat desa dan pekerja sosial melalui program jamsostek," kata Dedi. Dia juga menyatakan tekadnya untuk memberi perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan warga dan masyarakat di wilayah kerjanya. Dedi berharap ke depan tidak hanya dua program, yakni jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja saja yang diberikan, tetapi ditambah dengan program jaminan hari tua dan jaminan kecelakaan kerja. >> Sarif/ Yanto S

Pencari Kerja di Medan Didominasi Lulusan SMA
Medan,(MR) Kepala Seksi Informasi Pasar Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, Sumatra Utara, Eddie Sembiring Cholia mengatakan, jejanng pendidikan para pencari kerja yang mengurus kartu kuning masih didominasi tingkat sekolah menengah atas. "Kalau dibandingkan tigkat pendidikan yang lain, jenjang SMA masih mendominasi," katanya, di Medan, Senin (15/11). Ia menjelaskan, berdasarkan data kepengurusan kartu kuning jumlah pencari kerja tingkat pendidikan sekolah menengah atas (SMA) melalui Dinas Sosial Medan mencapai 3.258 pencari kerja. Jumlah pencari kerja dengan jenjang diploma, sejak Januari hingga Oktober 2010, mencapai 2.018 orang, tambahnya. "Kalau jenjang pendidikan sekolah menengah pertama sekarang sudah sangat jarang," ucapnya. Ia menambahkan, pendaftar kartu kuninng di Dinas Tenaga Kerja Kota Medan sejak Januari sampai Oktober 2010 mencapai 10.089 pencari kerja. Bila dilihat pergerakannya berdasarkan data ketenagakerjaan, maka kepengurusan kartu kuning kemungkinan mengalami peningkatan, bila dibandingkan dengan tahun 2009 tercatat 17.157 pencari kerja, katanya. Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Leppy mengatakan, untuk pengurusan kartu kuning bagi para pencari kerja jenjang sarjana, biasanya memuncak pada Agustus dan Oktober. "Ada asumsi dari para pencari kerja itu, bahwa pada dua bulan itu banyak lowongan pegawai negeri sipil yang tersedia," katanya. >> Herwan

Dana APBN 1,2 Miliar Habis Proyek Gedung Mamin Mangkrak
Surabaya,(MR) Proyek pembangunan gedung UPTD Mamin jalan kyta trosobo wilaya lingkugan industri kecil mangkrak tertunda akibat kehabisan dana, diduga proyek tersebut asal jadi karena dalam pelaksanaanya tidak ada pengawasan dari dinas terkait. Masalah Proyek pembangunan Mamin terjadi karena proses pembangunanya tidak tepat, alias asal jadi. masih ada bagian bangunan yang belum selesai, padahal hanya tinggal beberapa aitem saja yang belum di kerjakan. seperti teras, belakang yang belum di plester, ini kan hal yang tidak perlu terjadi, kekurangan yang tidak memakan biaya. Tapi teras itu sengaja tidak di kerjakan, juga pilar depan dekat teras belum selesai dan masih banyak lagi kekurangan-kekurangan yang sepele, yang belum di kerjakan oleh pelaksana proyek ini, agar pemerintah mengeluarkan anggaran lagi ?. Kepala Unit Pelaksana Teknis Makanan dan Minuman (UPTD Mamin) yang meng-

Sekda Bekasi Divonis Tiga Tahun Penjara
Jakarta,(MR) Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis tiga tahun penjara kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Tjandra Utama Effendi. Tjandra dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena dianggap terbukti menyuap anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat. "Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," ujar ketua majelis hakim, Tjokorda Rai Suamba, Senin (15/11). Tidak hanya hukuman penjara saja, Tjandra juga diwajibkan membayar uang denda Rp100 juta subsidair tiga bulan penjara. Hukuman yang dijatuhkan lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum, yaitu 3,5 tahun. Hakim menilai Tjandra terbukti melakukan suap kepada dua pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat, yakni Enang Hernawan dan Suharto sebesar Rp400 juta untuk mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap LKPD Kota Bekasi tahun 2009. Atas perbuatannya ini, Tjandra dianggap melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. >> Tedy Sutisna

gantikan Ani, saudara Misran mengatakan “ Saya baru menjabat di UPTD mamin jadi saya tidak tau apa-apa’’. Tanya saja langsung ke Ani selaku kepala UPTD lama, dan sekaligus sebagai KPA (Kuasa Pengguna Anggaran).jelasnya. Dari struktur penanggung jawab proyek tersebut, ppk di tunjuk untuk bertangung jawab dengan proyek tersebut secara teknis dan keuangan pada saat bangunan itu di mulai yang selaku ppk, Budiarto dikuasai penuh, dan menurut keteragan Ani selaku kepala UPTD pada

tahun lalu, Anggaran yang di keluarkan oleh pemerintah melalui APBN sebayak 1,2 milyar tidak cukup untuk melakukan pembagunan gedung mamin tersebut, ada pun kekurangan dana Pembangunan gedung mamin itu hanya sedikit saja yang kelihatan dari luar belum jadi, kata Ani. Terkait pembangunan gedung mamin yang tidak di fungsikan kelihatan dari tampak luar, peran LSM sebagai control social sesuai uu RI No 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik

(KIP) dan uu no 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara Republik Indonesia yang bersih dan bebas KKN, dan PP RI NO 71 Tahun 2000 Tentang tata cara dan pelaksananan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantas KKN dengan adanya dugaan menyalagunakan anggaran Negara. Selanjutnya Rh batubara dari LSM Gerhana mengatakan Peran LSM memantau kinerja pemerintahaan,dan berhak melaporkan apa bila ada kedapatan meyalahgunakan anggaran Negara. RH batubara mencoba menghubungi Ani selaku kepalah UPTD mamin, setelah ani di komfirmasi oleh lsm kata kata ani proyek tersebut memang kekurangan angaran pada saat

itu,dan seharusnya proyek tersebut sudah di fungsikan menurut kami proyek ini menggunakan teknis dilapangan yang benar benar, hingga akhirnya ppk dan kepalah UPTD jadi kebingugan mengatasi pekerjaan ini karena mungkin sebagian anggaran diduga masuk kantong pribadi, apa jadinya gedung dengan cat yang cerah di biarkan nangrak saja dikelilinggi rumput liar, dan menurut Ani, proyek tersebut tidak akan mangrak dan akan selesai tahun ini, “ Kami sudah ajukan anggaran tetapi tidak tau berapa anggaranya dan pasti diselesaikan meski-pun Ani sudah tidak menjabat sebagai kepalah UPTD, karena merasa tangung jawab, kata Ani. Kepada Lsm gerhana dan wartawan, akan selalu memantau. >>Tim

4
Pemkot Kupang Sediakan Lahan 52 Ha Untuk Listrik Tenaga Surya
Kupang, (MR) Pemerintah Kota Kupang menyediakan lahan seluas 52 hektare untuk pembangunan pusat instalasi listrik tenaga surya milik PT Ruha, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang energi listrik bertenaga surya, yang hendak melakukan investasi di wilayah tersebut. "Lahan yang kita sediakan dan akan dibeli oleh PT Ruha berada di Kelurahan Alak, Kecamatan Alak," kata Wali Kota Kupang, Daniel Adoe di Kupang, Kamis. Dia mengatakan, di atas lahan tersebut, akan dijadikan sebagai `home base` PT Ruha untuk membangun pusat jaringan listrik tenaga surya dan akan melayani masyarakat miskin di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, untuk bisa menikmati listrik. Diakuinya, masih banyak warga miskin di Kota Kupang yang belum menikmati listrik, karena terkendala biaya yang dinilai masih mahal. Untuk itu, Pemerintah Kota Kupang, lanjut Adoe, menempuh langkah baru dengan menyediakan fasilitas listrik bertenaga surya yang bekerja sama dengan PT Ruha sebagai perusahaan yang berkompeten untuk mengerjakannya, sehingga masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan layanan listrik yang lebih murah. "Semua upaya akan terus dilakukan pemerintah untuk bisa memberikan kepuasan kepada masyarakat termasuk segala layanan umum yang fital, agar masyarakat bisa lebih sejahtera," kata dia. Dengan sistem energi listrik bertenaga surya, kata Adoe, masyarakat akan semakin hemat terhadap biaya rekening bulanan yang biasanya dialami jika menggunakan tenaga diesel milik PLN, sehingga kelebihannya bisa digunakan untuk berbagai hal lain yang lebih produktif untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangganya. Mekanisme pelaksanaannya, menurut Adoe listrik bertenaga surya itu akan dijual kepada PLN dan selanjutnya PLN menjualnya kepada setiap rumah tangga sebagai pelanggan dengan harga yang murah, karena sudah disubsidi dari Pemerintah Kota Kupang. "Mekanisme itulah yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang dan pihak PT Ruha untuk menjaga eksistensi PLN sebagai salah satu lembaga yang mengurus listrik," kata Adoe. Terhadap semua rencana tersebut, menurut Adoe, PT Ruha selaku pihak yang akan mengerjakan semua sistem jaringan itu, sudah menyampaikan permohonan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan sudah mendapatkan persetujuan. "Mudah-mudahan semua urusan yang berkaitan dengan administrasi di Kementerian ESDM segera selesai, sehingga aksi di lapangan bisa segera dimulai," kata dia. >> Klaudius Edy Burga

Berita Utama
Natuna (MR) Sekcam Kecamatan Bunguran Utara Kabupaten Natuna Erlina,SH. berharap agar para wakil rakyat yang telah duduk di kursi legeslatif baik yang berada di Kabupaten Natuna maupun yang berada di Provinsi Kepri kiranya dapat memperhatikan keadaan yang terjadi di daerah kerjanya. Karena tujuan utama dipilihnya seseorang dari sekian banyak tokoh masayarakat yang ada di Natuna tidak lain adalah untuk memperjuangkan aspirasi masayarakat Natuna secara menyeluruh. Ungkapan itu keluar karena adanya kekawatiran yang timbul di lubuk hatinya sebagai pelayan masyarakat, terhadap keberadaan sejumlah Anggota DPRD yang telah dipilih diduga lebih memperhatikan daerah asalnya, bukan untuk kepentingan dan kemajuan Natuna secara menyeluruh. Kecurigaan itu muncul dari beberapa pandangan yang melekat di fikirannya dalam beberapa bulan belakangan ini khususnya terhadap pembagian paket pembangunan yang ada. Dia melihat sejak dimekarnya Bunguran Utara sampai saat ini jumlah paket pembangunan yang mereka peroleh sangatlah sedikit. Hal itu membuat pembangunan di Bunguran Utara menjadi jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang ada di Natuna. “ Karena kita melihat sekarang ini memang ada beberapa indikasi, mungkin dewan kita sekarang ini kebanyakan dari kontraktor dan mereka masih memikirkan proyeknya. Sehingga masyarakat ini belum terkaper, mereka sibuk sendiri. Saya ingin menyampaikan bahwa pembangunan ini untuk Natuna, bukan untuk Bunguran Utara. Mengenai masalah ini memang belum pernah kita ajukan, ini cuma pandangan sekilas saja. Karena dalam fikiran saya dewan itu untuk membangun Kabupaten Natuna bukan untuk daerah masing-masing. Kalau ada dewan berfikiran seperti itu, tidak perlu kita pakai. Seandainya setiap daerah itu harus mengeluarkan perwakilan, baru bisa mendapatkan proyek, kita siap. Ada dewan yang berbagi dari masyarakat Bunguran Utara ini tapi tidak menang, akhirnya menjauh”. Ungkap Elina beberapa waktu lalu di ruang dinasnya. Dengan tegas Erlina, meminta agar pembagian kue pembangunan yang ada di Natuna kiranya dapat dibagi secara adil dan merata meskipun, tidak ada wakil rakyat yang duduk di bangku legeslatif Natuna itu berasal dari daerah yang dinilainya sangat terisolir. Karena itu dia berharap adanya peninjauan yang dilakukan oleh sejumlah Anggota DPRD terhadap wilayah yang belum tampak berkembang. “Umpamanya Pilkada, tidak ada perwakilan dari Kecamatan Bunguran Utara, apakah Bunguran Utara ditinggalkan ?. Jadi pemikiran orang harus satu untuk membangun Natuna. Kalau hanya untuk itu, Kecamatan Bunguran Utara pun bisa mengeluarkan beberapa orang perwakilan. Tapikan tidak seperti itu, kita harus memikirkan Natuna secara keseluruhan. Sebenarnya masalah memperhatikan itu bukan jumlah uang saku yang diberika kepada masyarakat kita. Tetapai pembangunan, jadi datanglah bersilaturrahmi, tinjaulah masyarakat mana yang belum bangkit, jangan ada maunya baru datang ”. Tegasnya meminta. Sementara itu, Camat Bunguran Utara Sabkhi Muhammad dengan tegas meminta agar Pemkab Natuna dapat secepatnya menyelesaikan pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Kelarik-Batubi. Karena keberadaan jalan tersebut dinilainya dapat memperbaiki perekonomian masyarakat banyak. Pembangunan jalan yang sudah lama direncanakan oleh Pemkab Natuna itu juga dinilainya telah menjadi dambaan semua masyarakat yang ada di wilayah kerjanya sejak tahun 2009 silam. “Tahun 2009 lalu kami mengusulkan jalan tembus ke Kabupaten yaitu Kelarek Batubi itu yang kita prioritaskan. Karena masyarakat kita sangat mengharapkan jalan itu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Selama ini kalau kita memakai very dari pelabuhan ini mau ke Kabupaten besar sekali biayanya dan masyarakat banyak mengeluh. Sebenarnya tahun 2009 lalu sudah dikerjakan tapi dipending oleh DPRD dan permasalahannya itu saya kurang tahu. Tahun 2010 ini baru ada sosialisasi Insaallah dalam bulan 10 akan dikerjakan, dan kita ada juga dana dari Provinsi, sekitar 2 Miliar lebih. Usulan itu sudah disahkan oleh DPRD ”. Ungkap Sabkhi singkat. Menanggapi persoalan yang terjadi, Bupati Natuna Drs. H. Raja Amirullah, Apt mengatakan bahwa pembangunan jalan tembus tersebut kemungkinan besar akan terealisasi pada tahun 2010 ini. “Anggarannya sudah ada untuk tahun ini hampir 10 Miliar, Insyaallah. Jadi mari kita samasama berdoa mudah-mudahan jalan tembus itu terealisasi pada tahun 2010 ini. Untuk jalan tembus itu Insa Allah, kemudian masalah listrik, beliau juga sudah berbisik dengan saya, itu trafo sudah ada segera disiapkan kebetulan sebelah saya ada Kepala Dinas Distamben, jadi saya memerintahkan kepada Kepala Dinas saya. Khususnya masyarakat Ulu Timur yang jadi masaalah itu dalam waktu yang tidak lama ini akan kita realisasikan “. Ungkap Raja dihadapan masyarakat Kecamatan Bunguran Utara melalui kata sambutannya saat menghadiri acara sukuran Desa Belakang Gunung Kecamatan Bunguran Utara beberapa wakatu lalu. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum ( DPU ) Kabupaten Natuna melalui surat pengumuman lelang nomor 01/Peng/ PANLEL-PU/VII/2010 yang diedarkan tanggal 06 Juli 2010. Menjelaskan bahwa pihaknya telah mengadakan pelelangan dan seleksi umum pengadaan barang jasa. Poin nomor empat pada tabel pengumuman tertulis satu paket pembukaan dan pengerasan jalan tanah Batubi - Kelarik tahap akhir dengan pagu dana lelang sebesar Rp. 7.945.000.000.00. Berdasarkan hasil survey wartawan koran ini dilapangan pengerjaan terlihat sedang berlangsung. Terkait pembangunan Natuna kedapan, Ketua DPRD Natuna Hadi Candra, S.Sos menjelaskan. “Kita memang maunya ada sedikit perubahan jadi itu salah satu bentuk kesimpulannya. Kita sudah mengevaluasi, sudah melaksanakan dan sudah menginvestigasi serta sudah menganggarkan. Kemarin mengenai transportasi DPRD dan pihak terkait, sejumlah tekhnis, Bupati juga dengan tim tekhnisnya, kami DPRD juga dengan tim tekhnisnya disini, sudah merespon cepat apa yang menjadi keluhan masyarakat, dan keresahan-keresahan dari masyarakat.”. Tegas Candra menjawab. Untuk menjawab keinginan masyarakat sebagai ketua wakil rakyat dirinya akan berupaya semaksimal mungkin untuk dapat memperbaiki perekonomian di Natuna.” Iya memang betul, disini saya punya keinginan, kemarin sudah saya sampaikan, dan Bupati merespon itu. Kita akan menggerakan roda ekonomi kerakyatan seperti nelayan yang ada di Kecamatan Midai, nelayan di Subi, Serasan, dan nelayan yang ada di Kelarik maupun nelayan di Kecamatan Pulau Laut. Hari ini mereka mengantar ikan masih pakai pompong yang muatannya 2 ton. Kita tahu bahwa laut kita seperti apa, tapi kalau jalur regional ini, diadakan seperti Kapal Perintis, 2 hari mereka sudah bisa balik lagi ke Ranai. Maka dari itu nanti kalau anggaran

Tahun Edisi 225 Tahun X 20-30 Nopember 2010

Bunguran Utara Minta Diperhatikan
Erlina : Kita Harus Memikirkan Natuna Secara Keseluruhan

Beberapa lokasi menjadi dambaan masyarakat Kelarik, yang ada di Kecamatan Bunguran Utara

memungkinkan kita akan adakan kapal seperti Perintis “. Katanya menjanjikan. Menurutnya semua itu memang harus dilakukan karena dapat membantu peningkatan ekonomi rakyat. “ Minimal orang di Kelarik tidak takut lagi bercocok tanam, hari ini mereka masih takut, karena jarak tempuh yang ada saat ini belum memungkinkan. Tapi kalau sudah mendukung, saya

rasa mereka nanam lada tidak takut lagi, nanam pisang juga tidak takut lagi. Karena minat beli sekarang yang paling tinggi itu ada di Ranai. Makanya kita siapkan kapal secepatnya yang semi kargo, separoh pakai penumpang, separuh kargo. Masalah ini juga sudah saya sampaikan untuk mengantisipasi semuanya, jadi itu solusinya “. Tambah Candra. >> Otoy

Gunung Sinabung Waspada

Pelajar Diajak Daur Ulang Sampah

Tebing Tinggi,(MR) Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, mengajak para guru dan pelajar untuk menggalakkan kegiatan daur ulang sampah sebagai gerakan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, " Para guru diharapkan dapat memberi contoh kepada peserta didik dalam mencintai lingkungan seperti mengumpulkan dan mendaur ulang sampah," kata Penjabat Wali Kota Tebing Tinggi, Eddy Syofian saat melakukan kunjungan kerja ke Perguruan Diponegara Tebing Tinggi, Senin. Menurut dia, guru memiliki peran strategis dalam memberi edukasi kepada para pelajar dan masyarakat bahwa dengan mengumpulkan sampah atau barang-barang yang dapat didaur ulang akan memberikan kontribusi besar dalam pelestarian lingkungan. Sampah yang sudah dipilah dan didaur ulang, lanjut dia, jika dikelola dengan benar bisa mengatasi masalah pencemaran lingkungan dan bahkan dapat dijadikan barang bernilai ekonomis. Disebutkannya, warga Tebing Tinggi memproduksi sampah sekitar 90 ton per hari dan sebanyak 25 ton lebih di antaranya belum bisa diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) oleh Dinas Kebersihan setempat. Untuk mengatasi tumpukan sampah yang tidak terangkut itu, Eddy mengajak segenap elemen masyarakat termasuk jajaran pendidik dan pelajar di kota itu agar bahu membahu mengelola sampah tersebut secara bijaksana dengan cara mendaur ulang. Selain memberi keuntungan secara ekonomi, katanya, kegiatan mendaur ulang sampah secara berksinambungan akan mengurangi volume sampah yang sampai ke TPA. "Jika pelajar belum memahami bagaimana cara mengelola sampah menjadi barang yang lebih berguna, setidaknya sampah yang sudah dikumpulkan tersebut bisa dibersihkan untuk selanjutnya dijual kepada Yayasan Budha Tzu Chi," ujarnya. Dia menyatakan bangga dengan langkah pengurus Yayasan Buddha Tzu Chi Tebing Tinggi yang selama ini telah mensosialisasikan kepada para pelajar mengenai cara mengelola dan mendaur ulang sampah hingga menjadi berbagai jenis barang yang bermanfaat. Dikatakannya, kegiatan mendaur ulang sampah perlu terus digalakkan di masing-masing permukiman warga. "Dengan kepedulian dan kemampuan yang dimiliki para pelajar memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar, diharapakan Kota Tebing Tinggi kelak dapat menjadi inspirator bagi pembangunan dan pelestarian lingkungan," ucap Eddy. >> Hasni/ Herdan

Medan,(MR) Pengamat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatra Utara, Minggu (14/11) berstatus waspada. Status tersebut turun dari siaga dan aktivitasnya masih terpantau. "Pengamatan aktivitas Sinabung terus dilakukan sejak tipe gunung itu berubah dari tipe B menjadi tipe A," terang Warseno petugas PVMBG. Pascaletusan 27 Oktober 2010, gunung setinggi 2.460 meter di atas permukaan laut itu belum lagi mengeluarkan lava dan debu vulkanik. Namun demikian, kata dia, dalam waktu tertentu terembus sulfatara (gas gunung berapi mengandung belerang) dari kawah Sinabung. Sedangkan getaran gempa mikro di gunung tipe A itu terjadi fluktuatif. Pihak PVMBG, lanjut Warseno, senantiasa mengimbau masyarakat tidak mendaki hingga radius dua kilometer dari kawah gunung. Sejak status kegempaan waspada, aktivitas warga di sekitar gunung tersebut kembali normal. "Aktivitas warga masyarakat di sekitar lereng Gunung Sinabung saat ini sudah berjalan normal," ujar Warseno. >> Herwan/ Siti

Agus Ridwan. SH anggota DPRD Kabupaten Garut

Kemana Diberikannya CSR Chevron?
Garut, (MR) Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan tanggung jawab perusahaan baik swasta atau Negara, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Agus Ridwan. SH anggota komisi B DPRD Kabupaten Garut ketika ditemui Media Rakyat, diruang kerjanya mengatakan, “ Terkait CSR sepenuhnya telah diatur oleh undang-undang dan setiap perusahaan wajib mematuhi terhadap segala perundangundangan yang berlaku ”. Agar ketentuannya lebih jelas, dan Negara telah mengatur tentang CSR dengan dasar hukum yang termasuk dalam beberapa undang-undang atau peraturan seperti ISO 26000 : Guidance Standart on Social Responsibility, undang-undang No.39 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU RI NO.19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara, undang-undang No.40 tahun 2007 Tentang Penanaman Modal,” jelasnya. Ditambahkan Agus, begitu pun halnya di Kabupaten Garut banyak perusahaan swasta atau Negara yang bercokol yang melimpah dengan sumber daya alamnya, mulai dari bahan tambang, pertanian, agrobisnis, pabrik dan lain-lain, sehinngga kemudian berdatangan investor dari skala kecil sampai skala besar, seperti adanya Chevron, Indonesia, Bank Swasta atau Pemerintah, Perusahaan dan Industri. “Semuanya wajib memberikan CSR kepada lingkungan sekitar khususnya, umumnya ke pemerintah Kabupaten Garut. Dan selama ini persoalan CSR di Kabupaten Garut gelap, karena kita semua tidak tahu berapa perusahaan yang mengeluarkannya di Kabupaten Garut, serta nilai CSR yang dikeluarkan setiap tahunnya termasuk kemana saja CSR tersebut diberikan. Baru tahun 2010 saja kita tahu bahwa Chevron telah mengeluarkan CSR nya sebesar 4 Milyar pertahunnya, kita juga tidak tahu ke titik mana saja CSR tersebut sisalurkan, untuk pembangunan infrastuktur apa saja ? ” ungkapnya. Oleh Karena itu, kedepan perlu dibentuk Forum Multi Stake Holder yang langsung diketuai oleh Bupati agar semua persoalan tersebut diatas dapat di minimalisir, tugas utama forum itu sendiri nantinya menginventarisir berapa jumlah perusahaan yang menyalurkan CSR di Kabupaten Garut, berapa nilai CSR mereka pertahun, digunakan untuk apa dan kemana CSR mereka disalurkan, sehingga nantinya tidak ada duplikasi bantuan dalam penyaluran dana tersebut. “Contoh kasus, ketika APBD sudah ketok palu, ada pembangunan jalan di desa A misalnya, pembangunan jalan tersebut didanai dari APBD, karena ketidak tahuan, kemudian di perusahaan A menyalurkan CSR untuk pembangunan jalan di desa A tersebut, ini yang disebut duplikasi peran. Memang semua itu belum terjadi, namun upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum semua itu terjadi, dan itulah fungsi dari forum itu nantinya,” perjelasnya. Ide untuk membuat forum tersebut ter-ilhami dari Forum sejenis yang ada di Kabupaten Kutai Kalimantan Timur, pertama dan baru satu-satunya di Indonesia, dan sudah ada hasil positifnya, melihat banyak perusahaan swasta atau negeri di Kabupaten Kutai. Dirinya memandang perlu agar forum ini segera dibentuk, langsung diketuai Bupati dengan anggota perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan CSR tersebut, dengan ketua Harian dari KADIN Garut. Karena KADIN merupakan wadah semua kegiatan baik dari jasa kontruksi, infrastuktur, serta UKM, ujar Agus mengakhiri. >>Undang

Edisi 225 Tahun X Tahun 20-30 Nopember 2010

Sos-Ek-Bis

5
untuk bahan baku wine jauh lebih tinggi dan sangat menguntungkan petani. Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengakui kalau saat ini salah satu alternatif yang paling memungkinkan mendongkrak pendapatan petani yakni melalui produksi wine salak serta wine tradisional berbahan baku nira. "Dengan diproduksi menjadi wine akan mampu mengatrol harga ketingkat jauh lebih tinggi dibanding nilai tambah dalam bentuk dodol salak maupun keripik salak," katanya. Geredeg berharap wine salak agar mampu sejajar dengan wine mancanegara yang berkelas dan memiliki trade mark saat ini. "Alternatif pengolahan dalam bentuk wine merupakan satu-satunya pilihan yang memiliki prospek dan peluang bernilai tambah tinggi," katanya. Untuk itu produk olahan wine kini bahkan sudah memperoleh pengakuan pasca pengujian di Nusa Dua dan banyak di gemari wisatawan. Jika produksi dan pemasaran nantinya sudah dapat digarap dengan baik, dirinya optimistis wine salak menjadi salah satu ikon Karangasem yang dicari wisatawan. >> Putu Artha

Pemkab Garut Keluarkan Izin Pembangunan Mall
Garut,(MR) Pada awal 2011 mendatang di kawasan Jalan Guntur Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut jawa barat akan dibangun mall yang merupakan investasi jenis perniagaan dengan nilai mencapai Rp 50 Milyar. Hal tersebut diungkapkan kepala Kantor Penanaman Modal Kabupaten Garut, Drs. Wahyudijaya MSi, kepada Media Rakyat ketika ditemui di ruang kerjanya. Lebih lanjut Wahyudijaya mengatakan, pihaknya baru saja menandatangani perjainjian investasi senilai Rp 50 Milyar dengan PT Jakarta Intiland. Perusahaan itu berencana akan membangun pusat perbelanjaan modern di kota Garut, ujarnya. Pihak PT Jakarta Intiland dan Pemkab Garut sudah melakukan pendatangannan izin prinsip atau izin penanaman modal. Proses lainnya berupa pengurusan izin peruntukan pengguna tanah (APPT), izin lokasi dan izin-ijzn laninnya sedang dalam proses. “ Izin prinsip tersebut sebagai langkah awal untuk pembuatan izin-izin lainnya, yang mana kemungkinan jika semuanya lancar, pembangunan mall atau plaza bisa mulai dikerjakan tahun ini. Dikeluarkannya izin pembangunan mall tersebut, setelah melalui kajian bahwa Kabupataen Garut sudah layak memiliki pusat perbelanjaan modern, selain itu, dari tata ruang pun sudah sesuai pembentukannya ” perjelasnya. Pembangunan mall tersebut, direncanakan akan dibangun secara konsep tata ruang, dan pelaksanaan pembanguna sendiri sesuai dengan proposal pengajuannya, yang dilakukan pada Desember 2010 hingga Juli 2011 di area lahan seluas 1,6 hektar di tanah eks pabrik tenun Garut atau PTG ” landasnya. >> Undang/Ali

Pemerintah Didesak Perhatikan Produksi Salak Wine

Salak Wine

Peduli Kesehatan Balita Pemkab Natuna Adakan Imunisasi dan Polio

Bali, (MR) Para petani salak di Kabupaten Karangasem berharap besar pihak pemerintah memberi perhatian penuh terkait pengembangan salak "wine" atau anggur salak. "Kami berharap pemerintah dapat membantu terus upaya pengembangan wine agar bisa terangkat sebagai ikon pasca pengolahan sebagai komoditi salak khas Karangasem," ujar Ketua kelompok Tani Dukuh Lestari, I Wayan Suparta, Selasa. Ia mengaku potensi salak wine menjadi sangat berpeluang diolah hasilnya agar bisa

meningkatkan nilai tambah. "Harga salak yang selalu jatuh saat panen raya, pengembangan salak wine sangat menolong petani untuk menikmati keuntungan, " ujarnya. Saat ini, kata Dia, pihaknya telah memproduksi wine salak yang diberi nama label "salaka wine" atau anggur buah salak. " Direncanakan kami akan memproduski salaka wine sebanyak 6000 liter per bulan, " katanya. Ia mengatakan kadar alkohol salaka wine itu diproduski sebesar 12 persen. " Wine salak asal Kecamatan Sibetan itu

tergolong wine kelas B," katanya. Ia mengaku proses produksi hingga kemasan diperlukan waktu 3-6 bulan disimpan sebelumnya dalam tangki berkapasitas 1000 liter dan 750 liter. Nantinya diharapkan proses pengolahan wine salak dapat menyerap seluruh produk salak di Desa Sibetan dan luar Sibetan yang berjumlah jutaan pohon, dengan harga Rp5000 Rp10.000 per kilogram. Kata dia, jika dibandingkan harga dipasar saat panen raya hingga Rp1000 per kilogram maka prospek harga salak

Hama Wereng Menyerang Petani Gagal Panen

Disperindag Natuna Upayakan Pasar Produksi Baru
Pengrajin Diminta Terus Berkarya
Ny. Diana Raja Amirullah saat memberikan tetesan mineral polio pada bayi

Ranai,(MR) Demi terwujudkan visi dan misi menuju Natuna Mas 2020. Selain adanya program kerja pembangunan yang tepat dan efektif, maka dibutuhkan pula aparatur yang profesional dan berdedikasi sebagai ujung tombak pelayanan prima. Karena itu Pemkab Natuna Senin ( 4/10 ) beberapa pekan lalu baru saja selesai mengadakan serangkaian acara pencanangan yang disebut Crash Program Imunisasi Campak dan Polio Bagi Bayi dan Balita. Acara yang dinilai dapat menghidupkan budaya sehat khusunya bagi generasi penerus itu, berlangsung dengan baik dan berjalan sukses di Pusat Pelayan Terpadu ( Posyandu ) Kelurahan Bandarsyah Ranai Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna. Pada Kesempatan itu, turut hadir Bupati Natuna Drs. H. Raja Amirullah, Apt, Sekda Natuna Drs. H Ilyas Sabli, M.Si, Kadis Kesehatan Natuna Drs. Ahmad Mukhtar, Unsur Muspida dan sejumlah SKPD yang ada di wilayah Pemkab Natuna. Pada kesempatan itu, Sekda Natuna mewakili Bupati Natuna dalam kata sambutannya menjelaskan bahwa, di bidang kesehatan telah banyak program kerja yang telah diluncurkan dipertimbangkan secara matang berdasar kondisi geografis dan keadaan lingkungan masyarakat serta budaya hidup masyarakat setempat. Agar setiap program berjalan secara efektif dibutuhkan pula pertisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga pada akhirnya masyarakat mampu hidup sehat dan dapat diwujudkan bersama. Dijelaskannya pula, sampai saat ini, penyakit campak dan polio telah masuk dalam katagori kasus penyakit luar biasa yang terjadi hampir disetiap polosok tanah air. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Natuna akan memberikan dukungan sepenuhnya program Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melalui Program Kerja Dinas Kesehatan. Namun mengingat pengetasan penyakit diatas sudah begitu mendesak, maka seluruh pihak terkait hendaknya segera menjalankan segala kebijakan dan tindakan nyata. Pada kesemptan yang sama pula, Kepala Dinas Kesehtan Kabupaten Natuna Drs. Ahmad Muktar dalam laporannya menjelaskan bahwa, di Indonesia Progran Imunisasi telah dimulai sejak tahun 1984 dengan kebijakan memberi 1 dosis pada setiap bayi. Namum pada saat ini campak masih menjadi wabah yang menakutkan dalam masyarakat, untuk itu harus dilakukan pengendalian campak dan polio. Menurutnya, berdasarkan kajian terhadap laporan cakupan imunisasi rutin dan tambahan survey cakupan imunisasi serta data campak dan polio Kementrian Rebuplik Indonesia, mengingat kondisi kedua penyakit ini masih dalam katagori kasus luar biasa. Maka dipandang perlu untuk melakukan imunisasi tambahan pada anak usia 9-59 bulan dan 0-59 bulan. Lebih jauh dia mengatakan bahwa, untuk Kabupaten Natuna, bayi dan balita yang menjadi sasaran imunisasi campak sebanyak 6.682 dan polio sebanyak 7.861 orang anak melalui 12 Puskesmas sasaran dan 73 Desa. Selain dari pada itu, program ini juga akan dilaksanakan di 118 Posyandu dan 76 taman kanak-kanak diseluruh Kabupatn Natuna. >> Otoy

Hendriyo Supono

Rima Ainun Azhar, Peserta Ekstra Kurikuler Kewartawanan tampak sibuk giat berlatih mengolah dan menulis berita di ruang computer MA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Haurgeulis kabupaten Indramayu Jawa Barat, Kamis siang pekan lalu. (foto: Abdullah)

Natuna,(MR) Agar aneka ragam jenis kerajinan yang dimiliki Kabupaten Natuna dapat lebih cepat dikenal dan diminati oleh banyak orang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Natuna Hendriyo Supono berencana akan memperluas jaringan pemasaran dibeberapa wilayah strategis khususnya di Provinsi Kepri. Meskipun dibeberapa bidang yang telah dibentuk sudah berupaya semaksimal mungkin meningkatkan perannanya. Seperti adanya Showroom dan juga lembaga kerajinan yang disebut Dekranasda. Namun untuk dapat memperkenalkan produk yang sudah ada pihaknya akan terus mencari solusi terbaru. Salah satu dengan cara membuka showroom ditempat keluar masuknya orang-orang menuju Kepri. “ Kita ingin produk-produk kita bisa dilihat dan dibeli oleh masyarakat Kepri maupun dari luar. Karena kalau kita berputar di Natuna saja mungkin kita tidak akan maju. Kita contohkan produksi-produksinya sudah bagus. Saya contohkan kemaren kita buka di PRJ, itu pesanannya banyak dari luar, dari manca negara, itu kan masih tahap promosi bahan produk yang kita hasilkan. Kalau pesanan sudah dapat kita produksi secara masal, jadi dari hasil PRJ itu maka saya punya pemikiran mengapa tidak kita buka di Hang Nadim saja. Karena itu pintunya Kepri, jadi kita taruklah sorum disitu ”. Ungkap Hendrio belum lama ini diruang dinasnya. Dikatakannya pula, tempat yang dipilih itu dinilainya bakal lebih cepat memperkenalkan produk-produk buatan Natuna,

karena kebanyakan orang yang berada di sekitar lokasi tersebut notaben pendatang. Agar aneka ragam produksi yang ada di Natuna dapat lebih diminti, pihaknya berencana akan melakukan berbagai rangkaian sosialisasi guna memberi pemahaman kepada para pembuatnya, sekaligus memperbaiki kualitas agar tampak indah dan menarik. “ Disanakan banyak knsumen, banyak pendatang di bandara itukan relative. Bisa melihat hasil produksi kita yang sebenarnya tidak kalah saing juga. Cuma yang menjadi persoalan para perajin itu kalau saya buat apa pasti laku barang itu. Makanya saya arahkan kalau memang produk-produk yang diminati para pengunjung dan saya ingin memang tidak besar-besar buatnya. Misalnya kita buat sejadah yang kecil dari tikar sejenis gantungan kunci dari kerang, begitu juga makanan. Makanan itu kita harus kemas dengan bagus, contoh macam lempuk durian, kita buat dari kertas kado sehinggaa yang makannyaa tidak segan. Tapi kalau kita bikin besar-besar harus kita potong dulu. Jadi halan ini harus kita sosialisasikan dulu sama pengrajin, sebenar maunya konsumen itu apa.

Produsen itu seharusnya mengikuti keinginan konsumen, makanya konsep markering jaman sekarang dengan jaman dulu itu beda”. Katanya menjelaskan. Terkait apa yang sedang direncanakan itu, Hendriyo berharap agar hasil kerajinan yang ada terlebih dahulu kiranya dapat dibeli oleh orangorang yang berada di Natuna terutama para pejabat. Menyangkut kualitas yang dimiliki dengan tegas Hendriyo mengatakan bahwa sampai saat ini Natuna hanya mampu mengungguli kerajinan anyaman tikar yang terbuat dari pandan, karena motif yang ada dinilainya jauh lebih banyak dan mampu menarik perhatian orang banyak. “ Makanya saya inginkan kita buatnya macam-macam model oknernya, saya berharap Bupati bisa merekomendasi agar setiap SKPD jangan beli diluar, tetapi beli di daerah kita sendiri. Kita kan bisa buat maporner penjepit. Setiap SKPD kan banyak membutuhkan barang tersebut. Kalau untuk pameran kita menangnya di motif, kita mempunyai 46 macam motif. Untuk kemasannya kita bikin sendiri karena pembelinya orang luar. Kami sudah membuat

Karawang,(MR) Untung dan rugi dalam panen sudah menjadi hal yang lajim, namun di dusun krajan I Rt.03/01 desa Tambaksumur kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang sebagai petani merugi karena adanya hama wereng menyerang sawah, pemilik sawah Rindon dan Rahmat serta pemilik sawah lainya mengeluh, karena pada musim panen kali ini mereka mengalami gagal panen pendapatanpun menurun drastis. Biasanya setiap panen Rindon mendapat 5 ton padi perhektare, namun pada musim panen kali ini hanya mendapat 2 ton padi per hektare. Rindon menuturkan kepada wartawan MR “ Saya sangat merasa rugi karena pada musim panen kali ini saya gagal panen, meskipun untung dan rugi sudah menjadi resiko para petani namun kegagalan panen kali ini di sebabkan karena adanya hama wereng sehingga padi menjadi menurun kualitasnya, menjadi murah dan tidak seimbang antara modal dan penghasilan. ungkapnya ketika di temui di kediamanya (20/ 10). Padahal bibit yang ditanam oleh para petani adalah bibit unggul, pupuk memadai dan pengairan yang cukup karena hama wereng menyerang tetap saja padi menjadi tidak bagus. Masyarakat Krajan sekarang ini merencanakan untuk kedepannya akan menanam bibit dengan menggunakan bibit Ciherang atau Batang Lembang menjaga agar kualitas padi tidak menurun. Kepala desa Tambaksumur Leles Lesmana menambahkan bahwa “ Panen kali ini memang mengalami penurunan hasil, biasanya setiap panen pendapatan mencapai 99 persen, kali ini hanya 35 persen, penghasilan yang di dapat oleh para petani khususnya para petani di dusun Krajan I ” jelasnya. >> Warsian

kelengkapanya. Saya juga menginginkan buat KF untuk orang Naatuna, khususnya bagi yang mau berangkat. Kita akan kerjasama dengan Hang Nadim ”. Jelasnya berencana. Dari hasil pemikirannya itu, Hendriyo berharap agar para pengrajin yang ada kiranya dapat terus menekuni kegiatannya, dan mau meningkatkan kualitas hasil kerajinan yang dibuatnya dengan baik. Karena apa yang dilakukan itu juga bakal dapat menutupi kekurangan ekonomi keluarga. Dalam hal ini pihaknya akan terus berupaya mencari ide-ide terbaru agar semua yang ada secepat mungkin dapat diminati

dan menjadi incaran pasar. “ Harapan saya para pengrajin bisa meningkatkan kualitas, pendapatan, dan kesejahteraan sehingga ada pekerjaan. Jadi bukan hanya ngurus rumah tangga, tapi dia juga bisa menghasilkan, bisa membantu keluarganya. Supaya minat pemuda daerah ini mau melakukannya kita haru menunjukan barang-barang itu supaya laku dijual. Dengan begitu minatnya akan timbul. Kita sebagai Pemerintah Daerah akan terus memotipasi mereka supaya berminat ”. Ungkapnya memberi keyakinan dan berjanji akan berupaya mencarikan solusi. >> Otoy

6
MTs Al-Musyahadah Haurgeulis Salurkan BSM TA 2010
Indramayu,(MR) Kadmarih, S.Pd.I. MM. Kepala MTs Al-Musyahadah Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, menyatakan jumlah penerima dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) ada 30 siswa masing-masing mendapat Rp. 360 ribu. Di jelaskannya, penerimaan dana BSM tahun anggaran 2010 diberikan secara penuh dalam bentuk uang. Jadi tidak benar bila ada pihak yang menuding negative tentang penyaluran BSM di sekolah ini, kata Kadmarih. “ Kami memberikan penuh uang BSM tersebut kepada para siswa yang masuk dalam ketegori keluarga miskin, bertujuan supaya dapat membelanjakan keperluan sekolahnya masing-masing,” paparnya. Sejumlah wali murid MTs Al-Musyahadah Haurgeulis, yang mengaku menerima BSM kepada MR menuturkan, pihaknya telah membelanjakan dana BSM untuk keperluan anakanaknya seperti membeli tas sekolah, sepatu, baju seragam dan buku/alat-alat tulis. >> Abdullah

Pendidikan
Jakarta,(MR) Mendiknas Mohammad Nuh bermokitmen menyediakan beasiswa bagi 5.000 orang calon guru yang menempuh pendidikan di jurusan ilmu pendidikan dan keguruan di sejumlah perguruan tinggi. “Sebanyak 5.000 beasiswa yang menjadi komitmen Mendiknas itu di luar program beasiswa Bidik Misi untuk 20.000 mahasiswa di berbagai perguruan tinggi sejak tahun ini, ujar Sukemi, Staf Ahli Khusus Mendiknas. Menurut dia, komitmen tersebut disampaikan Mendiknas Mohammad Nuh saat saat melantik rektor baru Universitas Negri Malang (UM) Suparno, akhir pekan lalu. Mendiknas meminta institut keguruan ilmu pendidikan (IKIP) yang sekarang berubah menjadi universitas dan berfungsi sebagai lembaga pendidikan tenaga pendidikan (LPTK) menghasilkan alumni yang siap mendedikasikan diri sebagai guru. Percepatan penyediaan guru dengan beasiswa tersebut terkait dengan kebutuhan peningkatan kelulusan menjadi D4/S1 sekitar 1,2 juta guru atau 57% dari 2,7 juta guru, adapun sisanya harus disertifikasi. Kemendiknas juga telah

Tahun Edisi 225 Tahun X 20-30 Nopember 2010

Mendiknas Tambah Beasiswa Bagi 5.000 CalonGuru

SMPN 8 Kota Banjar Realisasikan Pembagunan Perpustakan
kan Dasar 9 Tahun untuk menunjang peningkatan akses kualitas Profesionalisme dalam kontek kesejahtraan Pendidikan. Pemerintah. Kepala SMPN 8 Kota Banjar. Drs.Usep Romli MP.d. diruang kerjanya oleh MR senin (11/11) tentang pembangunan ruang perpustakaan tersebut, menurutnya, itu bukan kewenangannya. Sepenuhnya masih tanggungjawab kepala sekolah yang lama. Sebab dirinya menjabat kepala sekolah SMPN 8 ini baru dua minggu. Untuk itu akan tetapi kedepan dalam kinerja kami tuturnya kepada MR. Usep menambahkan, dengan dilaksananaknya pembangunan ruang perpustakaan SMPN 8 ini kami sangat bersyukur terlebih memberikan motivasi untuk sekolah kami tentunya kedepan pengetahuan murid-murid bertambah luas dan menunjang meningkatkan aktivitas pembelajaran khususnya di SMPN 8 ini. Pungkasnya. >> AS

SMPN 1 Haurgeulis Butuh Peluasan Areal Sekolah
Indramayu, (MR) Akibat terbatasnya luas areal tanah di SMP Negeri 1 Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, pengembangan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan prestasi para murid dalam kegiatan lomba baik tingkat daerah maupun nasional mengalami hambatan. Momod, S.Pd. Kepala SMP Negeri 1 Haurgeulis, mengatakan persoalan tersebut diruang computer lembaga pendidikan yang dipimpinnya, Selasa siang pekan lalu. “ terbatasnya luas tanah disekolah ini menyebabkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) baik didalam maupun diluar ruang kelas menjadi tidak nyaman, ujar Momod. Meskipun begitu, para siswa SMP Negeri 1Haurgeulis, meraih juara 1 dalam kegiatan lomba UKS tingkat Provinsi Jawa Barat, serta pernah meraih beberapa kejuaraan lainnya, baik dibidang akademik maupun non akademik, apakah di tingkat Kabupaten dan tingkat wilayah III Cirebon dalam beberapa tahun ini, terang Momod seraya menunjukan sejumlah piagam dan piala. Ilham Soleh, pengamat social dan kebudayaan pada Universitas Islam Pangeran Dharma Kusuma (Unidarma) Haurgeulis Indramayu, berharap pihak dinas yang berwenang memperhatikan kekurangan lahan tanah di SMP Negeri 1 Haurgeulis tersebut. Sebab, pembangunan Infrastruktur sekolah, sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas, sangat mendukung suksesnya KBM Wajardikdas 9 tahun, kata Ilham Soleh melalui ponsel. >> Mukromin

memberi beasiswa pascasarjana untuk para dosen hingga tingkat doktor dengan target menghasilkan 27.000 orang dosen lulusan S3. “Untuk mempercepat peningkatan kualifi-

kasi dan kompetensi dosen, Kemendiknas tahun depan mempercepat program tersebut dengan menyediakan beasiswa program S3 untuk 3.000 dosen,” ujarnya. >> Nokipa

2 Pramuka Asal Kota Tasikmalaya

Ikuti Jambore Asean di Singapura

PROSES Pembangunan Ruang Perpustakan SMPN 8 SMPN 8 terletak di Jln. Raya KujangSari Kec. Langensari Kota Banjar

SMP N 1 Kedungwaringin Gelar Acara Lomba Pekan Bulan Bahasa

Banjar,(MR) Kota Banjar Terus Menerus meningkatkan kualitas dunia Pendidikan. Berbagai pembenahan secara bertahap terus dilakukan mulai dari pembangunan Infrastruktur hingga penyediaan sarana dan Prasarana, salah satunya disektor ruang perpustakaan sekolah. Seperti dilaksanakanya Pembangunan Ruang Perpustakaan SMP Negeri 8 Kota

Banjar yang saat ini sedang dilaksanakan. Dana pembangunan yang bersumber dari APBD Kota Banjar dari anggaran Pendidikan Tahun 2010. Pelaksanaanya Swakelola “ Dengan nilai anggaran Rp. 140.000.000,- Waktu pelaksanaan 90 hari menurut kalender. Pelaksnaan Pembangunan Ruang tersebut adalah salah satu Prioritas peningkatan kualitas wajib belajar Pendidi-

Era Keemasan Bagi Para Guru
Kota Tasikmalaya,(MR) Sekarang merupakan era keemasan bagi para guru karena dari APBD Kota Tasikmalaya sudah mengeluarkan 60 Milyar untuk guru saja dan itu merupakan di luar gaji, juga untuk sertifikasi mengeluarkan 50 Milyar dan non sertifikasi menjadi 10 Milyar. Hal itu merupakan imbalan dari Pemerintah Kota dan mudah-mudahan ke depan akan semakin besar lagi dan ini akan banyak diserap oleh tenaga kerja PNS termasuk di dalamnya adalah para guru. Demikian disampaikan Walikota Tasikmalaya, Drs. H Syarif Hidayat, M.Si pada pembukaan PORSENI Olah Raga Guru dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke- 65, yang diikuti guru se-Kota Tasikmalaya dengan mengikuti Jalan Sehat, Cabor Bulutangkis dan kesenian bertempat di GOR Susi Dadaha, Selasa (9/1). Tampak hadir pula Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Kadis Pendidikan Kota Tasikmalaya, Ketua Dewan Pendidikan, Ketua beserta pengurus PGRI Kota Tasikmalaya, Ketua Umum KONI, Kepala UPTD Pendidikan se-Kota Tasikmalaya dan para peserta. H Syarif dalam sambutannya juga menyampaikan, peran guru ibarat khalifah, dimana Allah menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada, setelah itu tugas selanjutnya diserahkan kepada kita sebagai khalifah. Allah menciptakan pulau juga kota tapi Allah tidak menciptakan mobil atau kapal untuk mengantarkan kita ke suatu tempat. Akan tetapi Allah memberikan kelengkapan supaya kita. Dapat menciptakan mobil atau kapal. Dan ini adalah akibat rekayasa teknologi para guru yang mendidik anak-anaknya. Oleh karena itu ucapkanlah terima kasih setinggi-tingginya dan berdo’a kepada guru - guru kita semoga jasa-jasanya senantiasa mendapat balasan dari Allah SWT. Menurut Walikota, Atas berbagai upaya para guru, Kota Tasikmalaya sering disebut bukan hanya saja di tingkat Provinsi tapi juga tingkat Nasional dengan berbagai prestasi dan penghargaan. “ Ketika saya hadir dalam penyerahan Penghargaan Widyakrama yang diserahkan langsung oleh Presiden, di sana yang muncul dan berdiri bukanlah saya tapi para guru yang berjasa ”. bangga Syarif. Drs. H. Dadang Yudhistira, SH, M.Pd selaku Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan tujuan dilaksanakan acara ini untuk meningkatkan semangat anggota PGRI, juga dalam rangka meningkatkan semangat kerja PGRI dan Guru serta memperkokoh rasa kesetiakawanan di antara pengurus PGRI dan guru. >>Iin K

Kota Tasikmalaya,(MR) Dua orang pramuka penggalang asal Kota Tasikmalaya, masing-masing M.Alfath.Prasetiawan siswa SMP N 1 Kota Tasikmalaya dan Putri Tiara Nurmasari Nur siswi SMP AlMutaqin Kota Tasikmalaya akan mengikuti Jambore pertemuan tingkat Asean di Singapura. Keduanya terpilih setelah hasil seleksi berdasarkan penilaian Bahasa Inggris, Seni Keahlian, dan kepramukaannya di tingkat Jawa Barat. Mereka akan bergabung dengan 16 orang pramuka penggalang lainnya perwakilan Kwartir daerah Jawa Barat. Ketua Andalan Urusan Wilayah Priangan Timur Sekaligus Sekertaris Kwarcab Kota Tasikmalaya Darusman, Mengatakan Mereka akan berangkat menuju Singapura sebagai salah satu perwakilan dari jabar “Dari Kota Tasik kita kebagian perwakilan sebanyak 2 orang,” sahutnya. Mereka akan diberangkatkan pada tanggal 1 hingga 11 desember 2010, dengan biaya yang ditanggung kwartir daerah. “ Pemberangkatan mereka akan ditanggung oleh kwartir daerah,” sahutnya. Darusman pun meminta doa dan dukungan seluruh warga Tasikmalaya agar keberangkatan mereka nantinya bisa membawa nama harum Kota Tasikmalaya. “ Saya minta doa kepada semua warga Tasik agar mereka diberi keselamatan,” sahutnya. >> Iin Kartiwan

SMA Negeri 1 Gantar Adakan LDK
Indramayu,(MR) Civitas Akademika SMA Negeri 1 Gantar Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengadakan acara kegitan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi para peserta didiknya, bertempat di kampus sekolah tersebut. Drs. Ridwan, Kepala SMA Negeri 1 Gantar mengatakan Digelarnya aktivitas LDK selama 3 hari, yakni Jumat, Sabtu dan Minggu, “ Diharapkan bisa membawa manfaat bagi para siswa yang menjadi pesertanya, baik dalam kehidupan sehari-hari dilingkungan sekolah maupun ditengah masyarakat,” katanya. Sejumlah wali murid SMA Negeri 1 Gantar, menyatakan dukungannya adanya LDK di sekolah tersebut, yang banyak manfaatnya dalam pembentukan kecakapan para murid. Kami berharap pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan LDK berikutnya, sehingga murid memperoleh pengetahuan yang cukup di bidang kepemimpinan, tuturnya. >>Mukromin

Bekasi,(MR) Setelah menyelesaikan pekan ulangan harian bersama (PUHB) atau mid semester, Siswa-siswi SMA Negeri 1 Kedungwaringin kabupaten Bekasi menggelar perlombaan acara pekan bulan bahasa yang di selenggarakan langsung di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 kedungwaringin sabtu (7/ 10), acara pekan bulan bahasa ini sekaligus memeriahkan Hari Sumpah Pemuda juga puncak dari serangkainya kegiatan yang diadakan Osis SMA Negeri 1 Kedungwaringin. Perlombaan kali ini berupa musikalisasi puisi, tulis mading, cerdas cermat dan seni drama, Tema yang di usung adalah Meningkatkan kreatipitas dalam bidang bahasa Indonesia dan meningkatkan seni-seni yang di usung adalah Meningkatkan kreatifitas dalam bidang bahasa indonesia dan meningkatkan seni-seni yang ada di SMA Negri 1 kedungwaringin, acara tersebut di ikuti dan di meriahkan oleh seluruh siswa-siswi, guru, serta kepala sekolah dan komite SMA negri 1 kedungwringin. Ketua panitia pelaksana kegiatan, Rina saat di wawancarai koran ini mengatakan dengan di gelarnya acara seperti ini di harapkan dapat menampilkan bakat dan kemampuan siswa, sehingga potensi yang ada apa diri murid dapat di tingkatkan semaksimal mungkin, Rina berharap agar anak lebih mempunyai wawasan luas tentang bahasa indonesia juga untuk meningkatkan kualitas siswa SMA N 1 kedungwaringin, tuturnya. Pekan bulan bahasa kali ini di meriahkan dengan pertunjukan seni drama yang di bawakan oleh para siswa-siswi. Sementara itu kapala SMA N 1 Kedungwaringin Mandra Trisudana M.pd mengatakan kegiatan lomba pekan bulan bahasa ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan melatih siswa murid agar suatu saat nanti ada acara seperti ini di tingkat daerah, tingkat propinsi maupun tingkat nasional tidak kaku lagi. Manda menambahkan kegiatan ini juga untuk mempererat tali silaturahmi antara siswa dan guru, tuturnya. >> Nana/ wahyu

Edisi 225 Tahun X Tahun 20-30 Nopember 2010

Investigasi
Ranai,(MR) Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Natuna Muhammad Muhibuddin, S.Ag, SH, M.Si menjalaskan bahwa sampai saat ini jumlah kasus perceraian yang telah termuat kedalam data buku laporan menjelang berakhirnya tahun 2010 di Kabupaten Natuna tercatat sebanyak 110 kasus. Sedangkan perkara yang diterima hingga akhir bulan Oktober 2010 ini sudah tercat sebanyak 145 perkara. Laporan yang diperoleh kebanyakan diajukan oleh pihak istri. “ Menurut data laporan yang ada, sepanjang tahun 2010 sejak Januari hingga tanggal 30 September 2010 kasus perceraian yang terjadi sebanyak 110 perkara. Sedangkan perkara perceraian yang diterima sepanjang tahun 2010 hingga tanggal 30 Oktober 2010 sebanyak 145 perkara. Yang diajukan pihak suami sejumlah 36 perkara dan yang diajukan pihak isteri sejumlah 109 perkara”. Pernyataan ini disampaikannya kepada wartawan koran di ruang dinasnya beberapa waktu lalu. Menurutnya, perceraian yang terjadi di Natuna sepanjang tahun 2010 ini kebanyakan dikarenakan kurang terciptanya hubungan yang baik oleh kedua belah pihak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sedangkan perceraian yang diakibatkan karena kurangnya kebutuhan di dalam rumah tangga untuk sementara waktu ini masih dapat diatasi dengan baik, karena data yang diperoleh berada pada urutan terakhir. “Penyebab utama terjadinya perceraian secara berurutan dalam presentase, adalah tidak adanya keharmonisan dalam rumah tangga (33 %), tidak ada tanggung jawab (32%), cemburu (15 %), krisis akhlak (12 %), gangguan dari pihak ketiga (7 %), dan ekonomi (1%) ”. Katanya menjelaskan. Dari pengalaman yang ada, Muhibuddin berharap kapada masayarakat khususnya bagi yang sudah berumah tangga kiranya dapat saling menjaga hubungan baik serta memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing sesuai dengan kemampuan yang dimilkinya demi tercapainya kehidupan yang mawaddah dan warrahmah. “Himbauan kepada masyarakat agar selalu menjaga keutuhan rumah tangga dengan cara memelihara rasa kasih sayang dan saling mencintai pasangan hidupnya. Hormat menghormati, setia dan memberi bantuan lahir batin yang satu kepada yang lainnya”. Jelasnya meminta. Muhibuddin juga berpesan kepada kaula muda khususnya yang ingin berumah tangga (menikah-red), terlebih dahulu diminta untuk dapat mempersiapkan segala kekurangan baik lahir maupun batin. “Kepada

7
masyarakat yang ingin menikah hendaknya mempersiapkan diri baik lahir maupun batin. Secara lahir mempunyai bekal yang cukup untuk menikah dan secara batin telah siap mental dan jiwanya, dan hendaknya menikah niatnya semata-mata untuk beribadaah kepada Allah sehingga akan terwujud keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah ”. Pintanya berharap. >> Otoy

Pembangunan Proyek Jalan Juana Jawa Tengah Diduga Acak-Acakan

Kasus Perceraian di Natuna Masih Tinggi

Muhammad Muhibuddin, S.Ag, SH, M.Si

Jalan Raya Juana Jawa Tengah

Jawa Tengah,(MR) Pembangunan Proyek Jalan Raya Juana di Jawa Tengah diduga acak-acakan dan tidak sesuai bestek, sebab target selesainya 8 desember juga pun tidak mungkin selesai, dilihat dari kacamata yang dilapangan, kami jam 2 malam melintas jalan juana, tepatnya di jawa tengah, melihat ada pembagunan jalanraya juana’ kami berhenti,dan melihat pekerjaan itu,kami mencoba mengkomfirmasiterkait pembagunan tersebut. Kami sempat ambil foto dan kami melihat ada kecurigaan dalam diri kami terkait pembesian tulang tengah jalan itu?yang biasanya setau kami ada pembesian di tengah tegah jalan yang di cor,dan besi itu ful disisikiri maupun kanandan di tengah tegah,ini kamimelihat tidakada pembesian di tengah tengah,kami curiga dengan pelaksanan proyek jalan itu,kenapa tidak dikasikan besi di tengah tengah?kami penasaran dan menayakan hal tersebut ke pekerja,kata pekerja emang dikasi besitetapi kami melihattidakada besi?di tengah malah yang ada di samping samping dan ada muncul pipa2 kami pun bergegas melanjutkan perjalanan ke jawa tengah,dan esoknya kami kembali dan melintas jalan itu. Kami mampir dan mau menemui pengawas proyek jalan juana ternyata tidak juga berada di tempat yang ada hanya pekerjaternyata benar ditegah tegah jalan itutidak dikasibesipenahan agar pada saat getran atau melintas mobil mobil truk tidak ambals jalan itu”dari situ kami menilai kontraktor yang mengkan proyek jalan tersebut bekerja asal jadi dan tidak sesuai bestek,padahal angaran yang di keluarkan dari APBD sangat besar,sebanyak Rp.5.558.732.850,00,di buang percuma dan masi banyak lagihal hal kecil yang kurang di perhatiakn oleh kontraktor itu’kami berharap agar instansi yang terkait seperti PU Bina Marga Balai besar Pelaksanan jalan nasional’V ,dan pembuatan komitmen preservasi jembatan jawa tengah agar benar benar turun lapagan dan memantau pelaksanaan pembagunan jalan itu, agar bisa hasilnya bagus sesuai angaran, jangan asal nama lepas kepercayaan kepada kontraktor PT Structural.precast concrete Indonesia.dan konsultan, Pt Mono heksa. karangkumpul widya, mengakibatkan kerjanya asal jadi. Kami dari LSM Gerhana Dan Teman Teman Wartawan, media rakyat berharap agar proyek tersebut bisa berjalan dengan baik dan hasilnya mksimal,sebap uang rakyat yang digunakan untuk membagung jalan tersebut,padahal waktu pelaksanannya 300 hari kalender dan tanggal mulai 11 februari 2010 tanggal selesai 8 desember 2010, kemungkinan besar tidak selesai?proyek tersebut seperti peningkatan jembatan karanggeneg.cs.lokasi perbaikan jbt. juana (km. smg. 87+780)pembagunan jbt.tasik harjo (km. smg. 101=610) perbaikan jbt. karanggeneng (km.smg,109+200) perbaikan jbt. ngacor(km.smg.141+430) >>Tim

Massa NU Tuntut Pembubaran LSM Radikal

Proyek Jalan Rp 6,7 Milyar Dikerjakan Asal Jadi
Bojonegoro,(MR) Proyek jalan raya Bojonegoro pandagan bulu di buat uji coba oleh Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga, SNVT Pembagunan Jalan dan Jembatan Jawa Timur jl.Gayun Kebun Sari no 40 Surabaya dinas PU balai besar pelaksanaan jalan nasioanl V SNVT melakukan pelelangan konstruksi maupun pemborong baik secara individu maupun yang membentuk kemitraan /kerjasama operasi di bidang sipil sub bidang jalan maupun jembatan untuk mengikuti pelelangan umum dengan pasca kualifikasi yang dibiayai APBN tahun angaran 2010. Proyek jalan yang pada pelelangan umum dimenangkan oleh PT. Dwi dengan pagu sebesar Rp.6,7 Milyar, dan mulai dilaksanakan pekerjaan sesudah puasa hingga kini, pekerjaan yang dilakukan meliputih 300 cakar ayam dan 200 laba-laba total panjang jalan tersebut sepanjang 500 meter. Investigasi LSM Gerhana Bersama wartawan MR, senin tanggal 8/11 melintas lokasi jalan tersebut terlihat, pekerjaan jalan ada keganjilan, terlihat dari pengecoran maupun pembuatan cakar ayam dan laba-laba. Menanyakan keganjilan itu ke pada pengawas dari dinas terkait maupun ppk’ namun kata salah satu sumber yang ada di lapangan bahwa tidak ada pengawas atau ppk. Menurut sumber, bahwa jalan tersebut hanya uji coba saja, tidak ada yang bisa memberikan kejelasan terkait jalan tersebut, mengambil gambar dan selanjutnya menghubungi ppk, kata pekerja bahwa ppk nya Agus hp., informasi yang diperoleh ppk sedang berada di mekah melakukan Ibadah Umroh? selama Agus dimekah ppk dipercayakan ke pada Arif, Proyek dengan anggaran begitu besar sudah sepantasnya dikerjakan dengan baik, tetapi yan terlihat dari kaca mata kami, bahwa proyek tersebut diduga ada permainan antara ppk dengan kontraktor, telihat dengan jelas, lapisan cor pertama kurang bagus, dengan dan cakar ayam pun hasil dari pengecoran itu tidak meratah, dan rapat kesimpulan kami kemungkinan besar tidak memakai alat seperti fibrator’ biar bisa meratah hasil cor itu dan proyek tersebut kemungkinan besar tidak bisa selesai pada bulan desember, kegiatan pada proyek tidak di awasi dengan baik oleh ppk dan pengawas dari pemerintahan, akibat pengawasan yang minim kerja kontraktor pun tidak evisiensi dan asal-asalan. Dari bagian-bagian pekerjaan, kurang baik pada saat pengecoran cakar ayam maupun laba-laba sehingga mengurangi kuantitas jalan, seharusnya memakai alat fibrator yang gunanya untuk memperkuat semen atau dengan kata lain, membuat semen cor itu menjadi padat, dan tidak berlubanglubang, juga pada pemakayan bahan baku, menggunakan K.150, seharusnya memakai K.400. sesuai spek yang ada. Disisi lain, arus lalu lintas pun sangat terganggu degan adanya pembagunan jalan bojonegoro padangan desa kali tiduh tersebut dan menurut keteragan lsm Gerhana R.h Batu batubara kepada wartawan media rakyat kami akan melakukan krostek degan dinas terkait masalah pembangunan jalan tersebut karena kami mendapat informasi dari sumber terdekat bahwa jalan nasional tersebut, dengan anggaran besar itu hanya di buat uji cobah? dan yang bertangung jawab masalah jalan tersebut adalah ppk dengan Ir.Tutuk Sujatmiko harus mengambil langkah tegas dan turun ke lapagan untuk melihat kegiatan kerja, jalan itu, karena tidak pernah ada salah satupun pengawas yang ada di lapagan, kata Rh.Batubara. >> Yohanes

Tasikmalaya,(MR) Lebih dari lima ratus massa Nahdhtul Ulama (NU) yang dimotori PMII Tasikmalaya menggelar aksi di Depan Balekota Tasikmalaya, Rabu (10/11). Mereka menuntut pembubaran salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang disinyalir telah melakukan intimidasi, pemerasan dengan kekerasan terhadap salah satu tokoh NU di Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya. M. Farid Korlap aksi meminta Pemerintah Daerah untuk meninjau ulang legalitas organisasi dan LSM yang mencederai nama organisasi sebagai social control serta disinyalir telah menjadi Mafia proyek dari program-program Pemerintah.“ Bubarkan organisasi dan lembaga swadaya masyarakat yang bersikap radikal, ” Teriaknya sambil diikuti seluruh rombongan aksi. Rombongan aksi lebih didominasi para santri, Mahasiswa dan pelajar kemudian bergerak menuju Mapolresta Tasikmalaya menuntut ketegasan aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti pengaduan mereka. Aksi masa tersebut sempat membuat macet jalur lalul intas Jl.Letnan Harun Tasikmalaya. >> H. Ade Dimyati

Tindak Tegas Calo di Imigrasi Tanjung Perak

PT. MB Buang Limbah Ke Sungai Berantas BLH Kota Surabaya Diam

Foto para calo passport imigrasi kelas 1 tanjung perak.

Karyawan PT. Merak Beton menunjukkan limbah yang keluar ke sungai berantas.

Surabaya,(MR) Limbah pabrik PT.MB sangat meresahkan warga Jawa Timur, sebab air dan limbah bekas pencucian semen dengan tidak melalui proses, tapi langsung dibuang ke sungai berantas, hingga mencemari sungai tersebut, seharusnya sebelum limbah di buang kesungai harus diproses melalui bak IPAL. Tetapi PT.MB tidak menghiraukan aturan tersebut, sebelumnya, BLH Kota Surabaya telah memberikan surat peringatan 1 kepada perusahaan tersebut, hingga kini dengan tidak adanya perubahan itu maka ketua LSM Gerhana jawa timur, RH Batubara meminta agar pihak pihak yang terkait segera turun dan melakukan investigasi terkait limbah PT.MB. Winda, bagian HRD PT Merak Beton, dikonfirmasi Media Rakyat lewat telp seluler Menjawab “ Saya tidak bisa memberikan komentar lagi, terkait masalah limbah PT. MB. karena komentar saya yang anda tulis di koran anda itu, boz, PT. Merak Biton marah besar dan saya sudah dilarang memberikan komentar apapun dan kepada siapa pun yang bertanya terkait limba. jelas Winda dari ujung telpon. Diminta agar pihak-pihak terkait segera turun dan mengatasi masalah limbah PT. Merak Beton dengan sangat serius dan bila perlu adakan penyidikan langsung oleh pihak kepolisian, hingga tidak main-main dan angap enteng dengan masalah tersebut ” >> Tim Surabaya

Surabaya,(MR) Wartawan media rakyat degan penulisan edisi 221 tetntang imigrasi,hingga kini tidak ada perubahan masi saja calo calo yangsliwar sliwir,untuk mengurus pasport,padahal menurut humas imigrasi tanjung perak bpk Tohadi pelayanan penggurusan passport di imigrasi tanjng perak tidak melalui jasa calo,katanya tetapi fakta yangf kami dapatkan di lapangan,lain masi banyak calo yang membawa map sliwar sliwir,kami mencobah menghubungi kepalah kantor wilaya departemen hokum dan Ham Jawa timur,melalui seluler dan menajayakan apakah sudah menindak lanjuti brita kami edisi 221 ? lkata kanwil saya masi ada tamu dari jakarta ,jadi belum sempat menindak lanjuti ,kami tunggu inga kini belum jugah ada tindakan,bukan kami saja kami berkordinasi dengan LSM Gerhana,agar membantu kami terkait masalah ini,dan Lsm gerhana Bpk RH.Batubara,pun mencobah tlp dan smsm bpk Kakanwil Dep Hukum dan Ham jawa timur,Bpk Sihabudin,itu pun tidak ada respon kata ketua lsm gerhana jawa timur Rh Batu bara du ruang kerjanya,menurut ketua lsm gerhana kanwil tidak bisa mengambil langkah tegas dan memangil kakanim kantor imigrasi kelas 1 tanjung perak,dan meminta pertangung jawabban terkait pelayanan public,yang benar benar transparan dan wajib antri,tidak melaui jasa jasa calo yang ada?ata rh Batubara oleh wartawan media rakyat,(Tim) (bersambung )

8
Walikota Tasikmalaya Lantik Pengurus P2TP2A
Ranai,(MR) Demi tercapainya pembangunan di Kabupaten Natuna yang merata, terarah dan tepat sasaran, sebagaimana yang diharapkan oleh semua para pelaku pembanguna. Tepatnya Rabu ( 6/10 ), Pemkab Natuna mengadakan Review Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Natuna Drs. H. Raja Amirullah, Apt itu, berlangsung dengan baik di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna Bukit Arai. Dalam sambutannya Bupati Natuna mengungkapkan bahwa, Rencana Pembagunan Jangka Panjang (RPJP). Merupaan dokumen perencanaan pembangunan yang disusun untuk priode 20 tahun yang memuat visi dan misi serta memuat arah pembangunan jangka panjang daerah yang diharuskan tetap mengacu pada RPJP Pemerintah Pusat dan RPJP Pemerintah Provinsi. Menurutnya, review RPJP Kabupaten Natuna disusun sebagai penyempurnaan dan acuan baku. Sehingga masingmasing pelaku pembangunan dapat secara sinergi, koorinatif dan saling melengkapi satu

Nusantara
RPJP Natuna dibuat agar program kerja yang akan direncanakan lebih focus, tajam dan efektif dalam menyele-saikan permasalahan spesipik di Kabupaten Natuna sebagai daerah perbatasan yang ber-bentuk kepulauan. Untuk mencapai tujuan pembangunan sebagaiman harapan bersama, hendaknya RPJP Natuna dapat secepatnya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) kinerja dari setiap unsur pembangunan. Pada kesempatan yang sama pula, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal Kabupaten Natuna, Drs. H. Abdullah, dalam lapornnya menjelaskan bahwa, RPJP Kabupaten Natuna disusun pada tahun 2006. Sedangkan RPJP Nasional ditetapkan dengan Undang-Undang nomor 17 tahun 2007 dan RPJP Provinsi Kepulauan Riau

Tahun Edisi 225 Tahun X 20-30 Nopember 2010

RPJP Acuan Mutlak Pelaksanaan Pembangunan
ditetapkan dengan Peraturan Daerah nomor 2 tahun 2009. Atas dasar itu, maka RPJP Natuna perlu untuk ditinjau kembali. Karena dilihat dari tahun penetapan tidak terjadi sinergisitas dan mengacu pada RPJP Provinsi Kepulauan Riau dan RPJP Nasional. Selain dari hal tersebut, dimasa hadapan, legitas untuk berbagai kebijakan penganggaran Provinsi dan Pusat didasarkan pada sinergisitas RPJP Kabupaten / Kota.>> Otoy

Tasikmalaya,(MR) Bertempat di Aula Bale Kota Tasikmalaya kamis (11/11), Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat,M.Si melantik pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaann Perempuan dan Anak (P2TP2A). Acara tersebut dihadiri Wakil Walikota Tasikmalaya, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Muspida Tasikmalaya dan para kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Walikota Tasikmalaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sebagai wadah pemberdayaan perempuan di Kota Tasikmalaya, yang akan mengakomodasi aspirasi masyarakat dalam upaya pemberdayaan perempuan. Unsur-unsur yang terlibat adalah berbagai bidang / instansi pemerintah seperti bidang ketenagakerjaan, Pendidikan, Hukum, Kesehatan dan bidang-bidang lainnya untuk bekerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat yang peduli dengan peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak. “ Penanggulangan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah tanggung bersama, serta berharap kepada pengurus P2TP2A Kota Tasikmalaya yang baru saja dilantik untuk memaksimalkan kinerjanya dalam melindungi perempuan dan anak agar terhindar dari kekerasan,”. >> Iin Kartiwan

P2IP Desa Bantarsari Terserap Sesuai Juklak-Juknis
suasana saat berlangsungnya acara pembahasan RPJP

dengan yang lain. Dijelaskannya pula bahwa, RPJP Natuna dibuat agar program kerja yang akan direncanakan lebih focus, tajam dan efektif dalam menyelesaikan permasalahan spesipik di Kabupaten Natuna sebagai daerah perbatasan yang berbentuk kepulauan. Untuk mencapai tujuan pembangunan

sebagaiman harapan bersama, hendaknya RPJP Natuna dapat secepatnya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Hal itu ditegaskannya, agar setiap pergantian pimpinan tidak menyebabkan perubahan arah pembangunan, tetapi dalam pelaksanaan pembangunan pola fikir harus dirubah agar terjadi peningkatan mutu
Bekasi,(MR) Program pemerintah infrastruktur perdesaan (P2IP) di desa Bantarsari kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi baru-baru ini sudah rampung dilaksanakan, program pemerintah pusat yang kegiatan dikerjakan langsung oleh warga.Dengan semangat gotong-royong dalam kebersamaan warga, akhirnya program P2IP di desa Bantarsari dapat terselesaikan dengan baik, berjalan lancar dan sesuai sesuai juklak-juknisnya. Desa Bantarsari mendapat bantuan dana Program P2IP dari pemerintah pusat dengan anggaran Rp.250 juta yang di alokasikan di beberapa titik yaitu di kampung leweng gede Rt 01 s/d Rw 02 dusun 01 yang dibangun dengan menggunakan Rabat beton 15 cm sudah selesai di kerjakan 100 persen. Ketua OMS Naci Sonjaya yang akrab sapa Longleng saat di komfirmasi MR beberapa waktu lalu mengatakan “ Bantuan dana P2IP Pusat yang di terimanya di gunakan sepenuhnya untuk membiayai kegiatan pembangunan jalan cor ” tuturnya. Selain itu dengan di kucurkanya dana P2IP Pusat di katakan ketua BPD Desa Bantarsari Yahya Sarmili “ Sangat membantu dan menunjukkan perhatian serius pemerintah dalam menggarap infrastruktur desa Bantarsari yang selama ini sangat tertinggal dengan desa-desa lain karena kurang di perhatikan pemerintah daerah (pemda) ” tutur dia. Pantauwan wartawan MR pada pembangunan program P2IP terserap sesuai Juklak-juknis mulai dari pelaksanaan sampai panjang, lebar dan tebal beton sesuai besaran teknis (bestek),. Lebih lanjut Longleng menjelaskan pembangunan proyek P2IP di desa Bantarsari telah mampu memotivasi masyarakat berperanserta aktif dalam pelaksanaannya. Longleng menambahkan sangat berterimakasih kepada pemerintah yang sudah peduli terhadap desa Bantarsari yang telah membantu melalui program P2IP didesanya, tutur Longleng yang juga menjabat sebagai sekretaris desanya. Selaku ketua OMS P2IP, Longleng berharap kepada pemerintah apabila tahun yang akan datang (2011) desanya ingin tetap mendapat bantuan P2IP karena masih banyak jalan di desanya yang harus di perbaiki, pinta Longleng berharap. >> Nana/Wahyu

Hujan Abu Guyur Kota Tasikmalaya

Rakor Adipura Tahun 2010-2011 di Kota Tasikmalaya
Kota Tasikmalaya,(MR) Program adipura merupakan kegiatan strategis Kementerian Lingkungan Hidup yang membantu pelaksanaan otonomi daerah melalui peningkatan kemampuan pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup dengan menerapkan prinsip Good Governance (pemerintahan yang baik) khususnya di bidang lingkungan hidup. Pada adipura tahun 20092010 Kota Tasikmalaya menduduki peringkat ke 79 dari 100 kota yang ada di Jawa dengan perolehan nilai 68,83 point, demikian paparan Walik Walikota Tasikmalaya Ir. H Dede Sudrajat, M.Si dalam mempimpin Rapat koordinasi Program Adipura Periode Tahun 2010-2011 di Aula Wakil Walikota Setda Kota Tasikmalaya, Rabu (10/10). Untuk memperbaiki pering kat dan hasil penilaian adipura diperlukan strategi salah satunya : Komitmen dan kesiapan dari semua pihak, baik pemerintah, unsur legislatif, LSM, Dunia usaha (swasta) maupun masyarakat untuk menciptakan Kota Tasikmalaya yang bersih, teduh dan indah, sesuai dengan tujuan adipura serta anggaran dan kegiatan yang tersebar dan tidak hanya terpusat pada satu dinas saja, lanjut Dede Sudrajat. Dede juga menambahkan kelemahan dan kekurangan yang masih harus diperbaiki menuju adpira 2010-2011 yakni : Kurangnya pohonpohon peneduh di lokasi yang dijadikan titik pantau adipura, belum adanya pemilahan sampah di pemukiman dan pasar, belum adanya pengolahan sampah di pemukiman perkantoran, pasar dan sekolah, pelaksanaan dan anggaran adipura yang terpusat hanya pada satu OPD/Dinas, sulitnya mendapatkan data pendukung program adipura serta kondisi trotoar yang belum tertata dengan rapi dan masih banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah titik pantau. “ Melalui rapat ini, mudahmudahan kita mendapatkan gambaran sejauh mana persiapan dan pengelolaan yang telah dilakukan terhadap lingkungan, dengan harapan dapat menjadi pendorong khususnya kepada Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Adipura Kota Tasikmalaya untuk lebih baik lagi dalam melaksanakan pengelolaan lingkungan sehingga Kota Tasikmalaya yang Resik (Ramah, Elok, sehat, Indah dan Kertaraharja) serta memperoleh penghargaan adipura dapat terwujud ”. Selain dihadiri oleh Wakil Walikota Tasikmalaya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya, Drs. H. Eddy Sumardi, M.Ed, Kadis Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Kota Tasikmalaya, turut hadir pula unsur Muspida Kota Tasikmalaya dan Kepala OPD se- Kota Tasikmalaya. H. Eddy Sumardi selaku Ketua Tim Koordinasi Program Adipura Kota Tasikmalaya, dalam laporannya menyampaikan, diperlukan strategi dan upaya untuk memperbaiki nilai adipura Kota Tasikmalaya, salah satunya dengan di adakannya sosialisasi program adipura pada tanggal 19 s/d 26 Oktober 2010 dengan nara sumber dari anggota Tim Adipura dengan moderator para camat dan diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh agama dan perwakilan masyarakat dengan harapan agar semua perwakilan masyarakat dengan harapan agar semua pihak dapat terlibat dalam kegiatan adipura ini ”. Adapun strategi mengha dapi P1 adalah sebagai berikut : 1).Setiap Koordinator Tim meningkatkan sosialisasi dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan sektor yang dibidangi nya. 2).Pelaksanaan kegiatan Jumsih, Solari dan jumat Sehat di fokuskan pada titik pantau penilaian adipura. 3).Memper cepat springline, menyeragam kan lapak PKL, merelokasi PKL dari trotoar agar tidak mengganggu pejalan kaki serta memberikan pembinaan kepada PKL agar menyediakan tempat sampah dilokasinya. 4).Menghimbau kepada per tokoan dan dunia usaha untuk menyediakan tempat sampah yang terpilah (organik dan anorganik) serta mencat kem bali tembok-tembok yang kotor atau akibat dari coretancoretan. 5).Untuk pasar, terminal, stasiun kereta dan sekolah lebih memperhatikan kebersihan WC, tersedia air bersih, adanya tempat sampah terpilah, diupayakan adanya pengelola an sampah dengan sistem 3 R dan penghijauan. 6).Merapikan spanduk/ papan reklame yang mengganggu nilai estetika. >>Iin Kartiwan

Tasikmalaya,(MR) Abu vulkanik letusan Gunung Merapi guyur wilayah Tasikmalaya. hal ini terbukti banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi kendaraan saat akan digunakan diselimuti debu. Seperti di ungkapkan Deni (40thn) petugas parkir RSUD Kota Tasikmalaya yang menuturkan bahwa debu mulai terlihat pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. “ Suganteh kebul biasa we, lami-lami janten rada kerep-sunda ” tuturnya. Deni juga menuturkan masker digunakan atas inisiatif sendiri karena cukup mengganggu pernapasan. Sementara Kepala Dinas Kesehatan, dr. H A.Haris, M.Kes. Walaupun intensitasnya tidak terlalu tinggi diharapkan warga Kota Tasikmalaya dalam beraktifitas di luar ruangan menggunakan penutup hidung/ masker dan pelindung mata. Hal ini untuk mencegah Infeksi saluran pernafasan dan iritasi pada mata. >>Iin Kartiwan

Kasie PMD Sukra :

4 DesaAjukan Konvensasi Pertamina
Indramayu,(MR) Abadi,Kepala seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Jawa barat, menyebutkan ada 4 desa yang mengajukan permohonan dana konvensasi ke pihak Pertamina,terkait Eksplorasi Migas di wilayah desa yang bersangkutan. Menurutnya, 4 desa yang ada lokasi Eksplorasi Migas yaitu Desa Sukra, Sukra Wetan, Karang Layung dan Tegaltaman. “Memang kami pernah melengkapi berkas data-data ke 4 desa tersebut,untuk memperoleh dana konvensasi dari pihak Pertamina, tetapi hingga saat ini kami belum mendapat informasi proses pencairan dananya,’’ ungkap Abadi. Sebab itu, bila ada rekan-rekan pers yang melaksanakan peliputan berita tentang pembangunan Inprastruktur perdesaan di 4 desa tersebut, yang dananya bersumber dari konvensasi Pertamina, kami sangat mendukung mengingat dalam beberapa bulan ini tidak ada kejelasan realisasinya, tutur Abadi diruang kerjanya rabu siang pekan lalu. Ditempat terpisah, Staf kantor Kuwu Sukra, Sujadi mengatakan hal yang serupa. Kalau pihaknya pernah mengajukan permohonan dana konvensasi ke pertamina, tetapi hingga sekarang belum menerima kabar pencairan dananya. “ Saya hendak mencari informasi apakah pertamina sudah mencairkan dananya atau belum,’’ ujarnya. >> Mukromin

Edisi 225 Tahun X Tahun 20-30 Nopember 2010

Nusantara
Jawa Tengah,(MR) Kementrian pekerjaan umum direktorat jendral bina marga SNVT preservasi jalan dan Jembatan Jawa tengah khususnya preservasi jalan dan jembatan demak-bulu, paket kegiatan paket peningkatan jalan lingkar kudus dengan anggaran Rp.16.681.848.124,lokasi yang di kerjakan, Km. Smg 47+692 s& 48+450 (KA/ KI) dan KM. SMG.49+000 S&D 50+300 (KA/KI) dan KM.SMG.52+315 S/D+250 (KA/KI) dan 47+521 s/d 47+692 (KA/KI) dan KM. SMG 48+830 S/D 49+000 (KA/KI) waktu pelaksananan yang di tentukan 260 hari pekerjaan yang di lakukan peningkatan jalan, target panjang jalan 6,50 km. Berdasarkan monitoring tim investigasi lsm dan MR dilokasi proyek tersebut terlihat banyak penyimpangan mendasar proyek tersebut, semisal pada pembangunan jalan yang pada cor beton, terlihat tidak menggunakan rangka besi dan pemakaian besi itu harus hal ini dikwatirkan dalam life time, jalan tidak akan bertahan lama karena volume lalu lintas situasi jalan sangat tinggi, pembangunan jalan tersebut lemah dalam pengawasan karena terlihat dilapangan tidak ada rambu-rambu penunjuk arah bagi pengguna jalan sehingga banyak yang salah arah mengakibatkan macetkan jalan dan pemasangan besi pada jalan yang di cor hanya digunakan pada sisi kiri dan kanan di ujungnya. Berat dugaan di tengah jalan yang sudah di cor oleh kontraktor tidak menggunakan rangka besi baja. Ada pula jalan yang sudah rusak berat dan bergelombang padahal jalan tersebut baru di bangun tahun 2010 ini karena jalan tersebut tidak dikerjakan secara maxsimal oleh pihak terkait dan dapat juga menghancurkan jalan pada musim hujan, proyek jalan dana APBN tidak tepat sasaran dan kebutuhan pembangunan. Diharapkan kepala Satker Preservasi Jalan Dan Jembatan Jawa Tengah dapat mempertangung jawabkan mutu dan kualitas kerja sebagai penyedia jasa dan anggaran tahun 2010 dan tanggungjawabnya harus di pertanyakan, adalah juga bertangung jawab secara fisik dan keuangan urusan pemerintahan bidang pekerjaan umum agar sesuai dengan dokumen kontrak spesifikasi, rab dan peraturan yang sudah di maksimalkkan,oleh pengguna angaran’ (PA) dan kuasa pengguna angaran (KPA) hingga ke PPK pelaksanan teknik dan adminitrasi khusus Propinsi Jawa Tengah, kami ragukan dan tidak akan selesai pada akhir tahun ini ? proyek jalan dapat merugikan masyarakat dan Negara terutama dalam penggunaan anggaran negara. Hari Suko Ka.Saker Preserfasi jalan dan jembatan Jawa Tengah, saat akan di konfirmasi melalui telepon selulaer mengarahkan wartawan MR untuk menghubunggi Memet dibalai besar V Surabaya dan jangan ke jawa tengah sudah saya mintain tolong untuk klarifikasi masalah ini jelas Ari suko ka.Saker kepada wartawan ! jelang beberapa menit kami pun mencobah menghubunggi Memet, lewat seluler, dan diarahkan untuk ketemu selasa (09/11) di kantornya, setibanya di kantor, Memet tidak di tempat, Satpam pun menggontak memet,dan Memet Mengarahkan ke Wahyu. Pertemuan setelah pulang dari Jakarta dan Memet akan memberi keterangan tentang

9

Kontraktor Tutup Jalan, Dinas Bina Marga Diminta Bertindak Tegas

Proyek Jalan dan Jembatan di Demak Bulu, Sarat Penyimpangan

Indramayu,(MR) Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu Jawa Barat, diminta harus bertindak terkait Kontraktor yang menutup ruas jalan raya Desa Situraja Kecamatan Gantar. Pasalnya, akibat penutupan jalan dengan alat berat aktivitas transportasi social ekonomi masyarakat setempat mengalami kesulitan dalam beberapa bulan ini. Masalah tersebut mengemuka dalam perbincangan antara wartawan MR dengan Kuwu Situraja, Turah, dikantornya barubaru ini. “ Pihak Kontraktor yang membangun jembatan itu pernah berjanji hendak membuka alat berat pada 5 Oktober, tetapi hingga saat ini janji kontraktor belum dilaksanakan, sehingga jika hal itu dibiarkan berdampak krisis social masyarakat Situraja, “ ujar Turah geram. Petugas kantor UPTD Bina Marga Haurgeulis, ketika dilapori kasus penutupan ruas jalan raya Situraja tersebut, Sabtu siang pekan lalu, pihaknya menjelaskan prosedur penutupan jalan raya. Adapun soal penutupan jalan di Desa Situraja merupakan kewenangan kontraktor yang membangun jembatan, jadi silahkan saudara temui kontraktor saja, cetusnya sambil buru-buru bergegas pergi.>> Abdullah

Warga keluhkan Proyek Embong Desa Kepuh Rejo

Jalan di Kelurahan Mekarjati “Dianak Tirikan”
Jombang,(MR) Warga desa kepuh rejo Kabupaten Jombang jawa timur, merasa terganggu dengan adanya rehap pembangunan embong oleh balai besar wilayah sungai brantas SNVT pelaksana pengelolaan sda brantas yang berkantoran di jalan menganti no.312 surabaya, tidak adanya pengawasan pada kegiatan pembangunan dan konservasi sumber daya air pembangunan waduk dana dari APBN Sebanyak Rp 966.736.000.00. anggaran yang begitu besar untuk pembangunan embung. Warga desa awalnya merasa senang adanya proyek pembangunan embung tersebut, mereka menganggap bahwa pembangunan embung brtujuan untuk mencegah banjir yang bisa mengakibatkan lahan dan sawas warga kebanjiran dan tidak bisa panen seperti yang selama ini mereka alami. Pembangunan embung di desa grogol dikerjakan oleh PT.Tiara Multi Teknik waktu berjalan embung pun hampir selesai di kerjakan ternyata, begitu 80 persen pembangunan itu ada beberapa warga yang merasa dirugikan degan adanya pembagunan itu, karena adanya embung tersebut ada 7 kk desa grogol tidak bisa panen dari ladangnya akibat banjir di sekitar persawahan mereka. Warga mencoba melakukan protes ke dinas pengairan brantas di Kediri, mereka melalui desa untuk melakukan pemberitahuan kepada ppk pengembangan dan konservasi sumber daya air, ternyata kepalah desa setempat tidak menghiraukan aspirasi warganya, wargapun kembali menunggu adanya perbaikan embung agar sawah dan ladang mereka tidak kebanjiran, tepat pada saat itu lsm gerhana dan wartawan media rakyat melintas desa grogol kabupaten jombang. Awalnya, atas kedatangan wartawan para warga menanyakan dengan nada curiga, bpk dari mana? setelah di jawab dari media, warga pun mau bicara terkait pembangunan embung itu, menanggapi aspirasi dan keluhan warga desa setempat dan investigasi di lokasi pembangunan fisik embung, terlihat nilai pekerjaan itu ternyata buruk sekali, banyak yang rusak/retak sebagian ambrul, dapat dinilai pekerjaan embung tersebut buruk sekali, asal jadi dan menjadi pertanyaan ada dimana pengawasan dari dinas terkait untuk proyek tersebut. Tim gabungan lsm dan wartawan mencoba mengkomfirmasi hal ini kepada Ir.Siswo selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) yang berkantoran di Kediri, awalnya konfimasi tidak di tanggapi Ir.Siswo, tetapi jelang waktu beberapa hari, tim investigasi melalui telp selulernya di di hubungi PPK dengan tujuan untuk mengklarifikasi masalah tersebut dan mengundang tim kelapangan, selanjutnya, untuk yang bergelar Ir.Siswo tidak dapat hadir dan diwakili Yetno sebagai pegawas proyek dan bertemu dilapagan pada saat itu juga proyek embung di PHO, Profesioanal hand offer, kami merasa ganjal dengan adanya pho, itu karena proyek tersebut belum selesai dilaksanakan oleh pihak kontraktor. Rh Batu bara lsm gerhana meminta dan menegaskan agar proyek embung tersebut jangan di PHGO karena kalau pho dalam keadaan belum selesai harus di kenakan denda 1"1000 mil/ per hari, tetapi begitu kami menanyakan denda tersebut kepada pengawas dilapangan tidak bayak bicara, kami curiga ada permainan di antara kontraktor dan ppk, maupun pegawas ?. ada lontaran kalimat Yetno pegawas bahwa akan diadakan kalenan di pintu air, itu sudah tidak sesuai spek yang ada, dan keputusan itu di ambil karena warga merasa resah dan gagal panen dengan adanya proyek embung itu.Padahal sudah menyalai aturan dan tidak pantas untuk di bagun lagi karena salah dan anggaran dari mana lagi ? yang di dapatkan kami dan masi bayak lagi permasalahan adanya pembagunan embung di dusun grogol desa klatemas kabu-paten jombang, kami berharap agar, kasaker Ir.Rudi Novianto bertangung jawab mulai anggaran dan penanggung jawab operasional di wilayah jawa timur dan juga ppk dan pegawas utama menjurus pegawas lapangan dari kasaker kepala balai dan ppk harus bertangung jawab masalah tersebut. kata Rh Batubara Korlip Lsm Gerhana Jawa Timur kepada wartawan. >> Tim Investigasi Surabaya

jalan tersebut, informasi selanjutnya, ada LSM yang sudah melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Tengah, terkait menyalahgunakan uang Negara APBN, hingga kini dalam proses penyidikan dan kata Memet “ Jangan dibesar-besar kan dulu masalah ini. Rh,Batubara LSM Gerhana di komfirmasi wartawan Media Rakyat,diruang kerjanya mengatakan, LSM Gerhana akan memantau kasus tersebut dan akan melayangkan surat sesuai : 1.UU RI NO.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik (KIP). 2. UU RI. No.28 Tahun 1999 tentang penyelengaraan Negara Republik Indonesia yang bersih dan bebas KKN. 3. PP RI No.29 Tahun 2000 Pasal 34 tentang kesalahan penguna jasa mau-pun penyedia jasa. 5. KEPRES 80 Tahun 2003

Tentang pedo-man pengadaan barang dan jasa pemerintah. LSM Gerhana Juga akan melayangkan surat ke Kepala Dinas Pu Bina Marga, provinsi Jawa Tengah, Mentri Keuangan RI, Mentri Pu. Kepala Bapenas RI. Komisi V, DPR RI Dirjen Pu Binah Marga Mabes Polri Kejaksaan Agung RI. Kapolda Jateng kejaksaanTinggi Jateng’ Komisi Pemberantas Koropsi (KPK) Koordinator pusat Lsm Gerhana Jakarta,dalam hal ini kami sebagai control social dan sesuai peraturan Mentri pekerjaan umum no 323/prt/m/2005 tentang tata cara penanganan masukan dari masyarakat di lingkugan departemen pekerjaan umum pasal 1.ayat 7 dan KEPMEN 362/KPTS/M/2004, tentang pedoman mutu pekerjaan kata Rh BatuBara Lsm Gerhana. >> Tim

Karawang,(MR) Jalan merupakan salah satu infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, keberadaan jalan juga sangat berpengaruh pada berjalannya roda perekonomian suatu daerah. Keberadaan infastruktur jalan yang bagus akan dibanggakan warga, tetapi sebaliknya apabila jalan tersebut rusak akan sangat disesalkan. Seperti halnya yang terjadi di Kelurahan Mekarjati Kecamatan Karawang Barat akibat parahnya kerusakan infrastruktur jalan, masyarakat setempat sangat mengeluhkan kondisi tersebut bahkan ada sebagian warga yang menanami pohon pisang di jalan tersebut sebagai bukti menumpahkan kekesalannya, Kerusakan jalan tersebut terjadi di ruas-ruas jalan

menuju kelurahan Mekarjati bahkan sebagian kondisinya rusak total, terutama jalan yang menuju dusun Jarakosta, Kampung Iplik, bangkuang Tegal Koneng, Secang, dan Jati Mulya I, walhasil hampir seluruh jalan yang berada di kelurahan Mekatrjati kondisinya rusak parah.

Disaat bupati Karawang menggembar-gemborkan sosialisasi keberhasilan pembangunan infrastruktur di 30 kecamatan di Kabupaten Karawang beberapa pekan silam, sampai saat ini kelurahan Mekarjati belum pernah mendapatkan realisasi pembangunan tersebut, bahkan seolah-olah peme-

rintah hanya melirik sebelah mata. Lain halnya dengan keberadaan jalan di desa sebelahnya yaitu desa Mekarjaya dan Purwamekar Kecamatan Rawamerta, di desa tersebut terbentang dengan kokoh jalan dengan menggunakan material cor beton, padahal jalan tersebut berhubungan langsung dengan jalan yang berada di Kelurahan Mekarjati yang merupakan urat nadi perekonomi rakyat dari beberapa desa. Ironisnya jalan yang berada di Kelurahan Mekarjati hanya menjadi perlintasan mobil-mobil yang bermuatan cor beton yang sedang membangun jalan di desa sebelah sehingga kondisinya semakin parah. Lagi-lagi warga menganggap seolah-olah jalan di kelurahan Mekarjati “dianak tirikan”.

Menurut para ketua RW, RT dan tokoh masyarakat juga tokoh pemuda setempat, keberadaan jalan yang ada di kelurahan Mekarjati sangat memperihatinkan bahkan ada yang sudah tidak bisa di lewati kendaraan, terlebih ketika hujan turun, padahal menurut mereka dulu Bupati Dadang S Muchtar berjanji akan memperbaiki jalan, rupanya hanya baru sebagian yang direalisasikan itupun sampai saat ini sebagian besar masih rusak berat. Hingga akhir masa jabatan bupati Dadang S. Muchtar, jalan di kelurahan Mekarjati masih rusak, warga berharap siapapaun kelak yang akan menjadi pemimpin Karawang berikutnya agar memperhatikan infrastruktur jalan secara merata. >>K.Lomarudin/ Ledeng

Kota Tasikmalaya Gelar STQ KE-II
Kota Tasikmalaya,(MR) Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si dalam sambutannya pada acara Penutupan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke- II Tahun 2010 Tingkat Kota Tasikmalaya di Halaman Masjid Attajdid Bale Wiwitan Kecamatan Tawang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pengurus LPTQ Kota Tasikmalaya dan panitia serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya haflah STQ Ke-II sehingga berjalan dengan lancar dan sukses sesuai dengan harapan. H. Syarif juga menyampaikan, selamat atas prestasi yang telah dicapai para qori - qoriah, hafidz-hafdzah, mufasirin dan mufasiroh serta bidang lainnya yang telah meraih prestasi yang terbaik pada STQ kali ini dan terus berusaha dalam event yang lebih tinggi lagi yaitu pada STQ Tingkat Propinsi Jawa Barat yang akan berlangsung pada Tahun 2011. Kepada yang belum berhasil meraih yang terbaik pada STQ Tahun ini jangan berkecil hati, namun dapat dijadikan evaluasi untuk perbaikan yang akan datang, lanjut Syarif. Diakhir sambutannya, walikota berpesan agar kita terus meningkatkan kemampuan baca tulis dan kajian mengenai Al-Quran dan menjadikannya sebagai pedoman hidup serta dapat mengamalkannya dengan sebaik-baiknya untuk kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya beserta jajarannya, Unsur Forum Konsultasi Pimpinan Daerah Kota Tasikmalaya, Wakil Walikota Tasikmalaya, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Para Pejabat Sipil, TNI, Polri, Ketua MUI Kota Tasikmalaya, Kepala Organisasi Perangkat Daerah se-Kota Tasikmalaya. Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Tasikmalaya dalam laporannya menyampaikan STQ Ke-II Tingkat Kota Tasikmalaya yang dilaksanakan dari tanggal 25 s/d 27 Oktober 2010 diikuti oleh seluruh utusan dari 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya dengan jumlah peserta dan official sebanyak 137 orang. Sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Hakim STQ II Tingkat Kota Tasikmalaya Tahun 2010 Nomor: 01/Dewan Hakim/STQ-II/Kota Tsm/X/ 2010 tanggal 27 Oktober 2010 tentang Penetapan Qori/ Qoriah, Hafidz/Hafidzah dan Mufasir/Mufasiroh Terbaik I,II dan II pada STQ II Tingkat Kota Tasikmalaya Tahun 2010, yang dibacakan oleh Ketua Dewan Hakim, Drs. H. Ahmad Patoni,MM. yaitu : 1.Cabang Tilawah Golongan Dewasa Putera, Terbaik I diraih oleh Abdul Fiqri dengan nilai 188,5 dan no. peserta 008 dari Utusan Kecamatan Tawang. 2.Cabang Tilawah Golongan Dewasa Puteri, Terbaik I diraih oleh Juju Julaiha dengan nilai 185 dan no. peserta 007 dari Utusan Kecamatan Tawang. 3.Cabang MHQ Golongan 1 Juz Beserta Tilawah Putera, Terbaik I diraih oleh Zam-Zam dengan nilai 125,5 dan no. peserta 040 dari Utusan Kecamatan Cibereum. 4.Cabang MHQ Golongan 1 Juz besertaTilawah Puteri, Terbaik I diraih oleh Marhamah dengan nilai 125,5 dan no. peserta 031 dari Utusan Keca.Purbaratu. 5.Cabang MHQ Golonan 5 Juz Beserta Tilawah Putera, Terbaik I diraih oleh Ade Muhtar dengan nilai 127,5 dan no. peserta 052 dari Utusan Kec. Purbaratu. 6.Cabang MHQ Golongan 5 Juz Beserta Tilawah Puteri, Terbaik I diraih oleh Fatimah dengan nilai 129,5 dan no. peserta 047 dari

Utusan Kecamatan Tawang. 7. Cabang MHQ Golongan 10 Juz Putera, Terbaik I diraih oleh Rofi dengan nilai 98 dan no. peserta 064 dari Utusan kec. Bungursari. 8.Cabang MHQ Golongan 10 Juz Puteri. Terbaik I diraih oleh Yanti dengan nilai 96,5 dan no. peserta 075 dari Utusan Kecamatan Cihideung. 9.Cabang MHQ Golongan 20 Juz Putera. Terbaik I diraih oleh H. Nurholis M dengan nilai 98,5 dan no. peserta 092 dari Utusan Kec. Tamansari. 10. Cabang MHQ Golongan 20 Juz Puteri. Terbaik I diraih oleh Khotimah dengan nilai 91,5 dan no. peserta 085 dari Utusan kecamatan Tawang. 11. Cabang MHQ Golongan 30 Juz Putera. Terbaik I

diraih oleh Sulaemi dengan nilai 94,33 dan no. peserta 110 dari Utusan Kecamatan Purbaratu. 12.Cabang MHQ Golongan 30 Juz Puteri, Terbaik I diraih oleh Lina Inayah dengan nilai 93.33 dan no. peserta 101 dari Utusan Kec.Bungursari. 13.Cabang Tafsir Golongan Bahasa Arab Putera, Terbaik I diraih oleh Ali mansyur dengan nilai 204 dan no. peserta 134 dari Utusan Kecamatan Cibereum. 14. Cabang Ttafsir Golongan Bahasa Arab Puteri, Terbaik I diraih oleh Fatimah Azzahra dengan nilai 179 dan no. peserta 123 dari Utusan Kec. Tawang Juara Umum STQ KeII Tahun 2010 Tingkat Kota Tasikmalaya diraih oleh Kecamatan Tawang. >> Iin K

10
Pisah Sambut Camat Pebayuran

Nusantara
Fraksi DPR Natuna :
“Kami dari Fraksi DPR akan terus kritis memberikan saran dan masu-kan demi kepentingan masayarakat, dan kami berterima kasih kepada semua masyarakat atas segala masukan dan pendapat yang telah disampaikan kepada kami. Sebagai bahan dalam menjalankan tugas kami menjebatani masyarakat dan pemerintah semoga kritikankritikan dan saran tersebut dapat membawa kita kearah perubahan dan pembaharuan yang lebih baik ”
Dwitra Gunawan

Tahun Edisi 225 Tahun X 20-30 Nopember 2010

“Semoga Kritik dan Saran Membawa Perubahan”
Ranai,(MR) Santapan pagi pembahasan panjang yang harus segera diselesaikan oleh lembaga eksekutif dan legeslatif terhadap Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P). Untuk disahkan menjadi Perda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Natuna Tahun Anggaran 2010, yang dibahas secara internal oleh Panitia Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan melibatkan sejumlah Badan, Dinas serta Kepala Bagian Setda Kabupaten Natuna berakhir sudah. Dalam penyampaian akhir Fraksi Demokrat Pembaharuan Rakyat ( Fraksi DPR ) meminta agar proyek-proyek yang telah dibangun tetapi belum selesai seratus persen atau terbangkalai menjadi perhatian serius Pemkab Natuna. Fraksi DPR berharap agar proyek yang ada itu, dapat diselesaikan dalam waktu yang cepat dan segera difungsikan sebagaimana yang diharapkan bersama. Selain dari itu, kritikan yang menjadi sumbangan fikiran dan pendapat demi kepentingan masyarakat, Fraksi DPR juga meminta agar Pemkab Natuna dapat lebih memperhatikan keberadaan air bersih dan keberadaan listrik. Karena keberadaan air dan listrik dinilai lebih menyentuh pada kepentingan masyarakat banyak, dan dapat memper-cepat proses pembangunan di Natuna. Dalam laporan pendapat akhir Fraksi yang diketui oleh tokoh masa depan Dwitra Gunawan itu, juga berharap kepada saudara Bupati Natuna dalam hal menyampaikan pendapat agar lebih arif dan bijak, sehingga tidak melukai hati masyarakat. Pihaknya juga meminta dengan telah disahkannya APBD Murni dan RAPBD-P seyogyanya Pemkab Natuna dapat melaksanakan dengan asas umum pengelolaan keuangan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku secara efektif, effesien, dan transparan. Dengan tegas dihadapan para undangan yang ada, Fraksi DPR mengatakan bahwa, seandainya apa yang disampaikan dalam laporan pendapat akhir fraksi tersebut tidak terealisasi atau direspon secepatnya oleh Pemkab Natuna. Dalam hal ini Saudara Bupati, maka jangan disalahkan jika timbul persepsi di kalangan masyarakat bahwasanya SDM Pemerintah Kabupaten Natuna yang dipimpin oleh Saudara Bupati adalah SDM Tapai, yang terbuat dari Ubi Kayu yang sudah dibusukan atau setelah melalui proses permentasi. “ Kami dari Fraksi DPR akan terus kritis memberikan saran dan masukan demi kepentingan masayarakat, dan kami berterima kasih kepada semua masyarakat atas segala masukan dan pendapat yang telah disampaikan kepada kami. Sebagai bahan dalam menjalankan tugas kami menjebatani masyarakat dan pemerintah semoga kritikankritikan dan saran tersebut dapat membawa kita kearah perubahan dan pembaharuan yang lebih baik ”. Ungkap penyampai laporan pandangan akhir Fraksi DPR menegaskan.>> Otoy

Bekasi, (MR) Tepatnya di aula kecamatan Pebayuran desa Kertasari kabupaten Bekasi yang biasa sepi mendadak ramai, puluhan orang berdatangan dengan memakai seragam kerja masingmasing rabu (20/10) karena akan menggelar acara pisah sambut camat pebayuran, seiring dengan rotasi yang dilakukan di lingkungan pemerintah kabupaten Bekasi dan Peraturan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hasil dari pelantikan Bupati yang beberapa waktu lalu di gelar langsung di ruang rapat Bupati jumat (15/10), akhirnya Ujang Emid yang sebelumnya menjadi camat (Sukawangi) memutasi Karnadi Camat (pebayuran) dan rotasi ke (Cikarang utara). acara ini di lakukan untuk melepas ucapan selamat jalan kepada Karnadi yang telah menjadi camat pebayuran dan sekaligus menyambut Ujang Emid yang sebelumnya menjadi camat sukawargi, Kepala desa Sumberurip M.Apeng mewakili pemerintahan desa pebayuran dalam sambutanya mengatakan “ Bahwa rotasi yang terjadi antara camat adalah hal yang lumrah, sehingga kita harapkan hal ini menjadi motivasi yang lebih baik untuk mengembankan tugas di tempat yang baru. Dengan demikian acara pisah sambut bukan berarti kepala desa di pebayuran akan lepas komunikasi dengan camat Karnadi, “ Jika selama ini Karnadi menjadi camat pebayuran sudah menunjukkan dedikasi dan kinerja yang memuaskan, tuturnya. Dalam acara tersebut di hadiri oleh kepala desa pebayuran, muspika, danramil, kapolsek, dinas Pendidikan, dinas Kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala KUA dan kepala desa Sukawangi. Ditempat terpisah saat di konfirmasi MR Ujang Emid mengatakan keberhasilan kecamatan Pebayuran ini bukan semata oleh camat, akan tetapi bantuan dari Muspika, Danramil, Kapolsek dan tokoh masyarakat. Ujang menambahkan setelah serah terimajabatan (sertijab) akan melaksanakan minggon awal bulan di aula kecamatan Pebayuran dan untuk mengenal wilayah akan ada kunjungan ke tiap-tiap desa untuk melakukan pertemuan dengan alim ulama, ketua DKM, jajaran petani dan kepala puskesmas. Ujang mengucapkan rasa terimakasih kepada para staf kecamatan Sukawangi yang telah mengantar dirinya ke kecamatan Pebayuran dalam pisah sambut, dan tak lupa kepada sekcam dan kepala desa Sukawangi, tuturnya. Dengan keberadaanya, Ujang sebagai camat pebayuran tidak lupa dirinya minta bantuan kinerjanya dan kerjasama baik kepada rekan-rekan Pers yang ada di wilayah Pebayuran dan sekitarnya. >> Nana /Wahyu

Pemda Tasikmalaya Gelar Upacara Hari Pahlawan
Kota Tasikmalaya,(MR) Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tingkat Kota Tasikmalaya Tahun 2010 di halaman BaleKota Tasikmalaya, Senin (10/11). Dihadiri Unsur Forum Konsultasi Daerah, Para Pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, Dharma Wanita Persatuan Kota Tasikmalaya serta Veteran dan perwakilan LSM di Wilayah Kota Tasikmalaya. Kpt. CKU. Andrias Danursena bertindak selaku Komandan Upacara dengan membawahi 4 kompi gabungan dari TNI, Polri, PolPP, Dishub, Korpri serta Pramuka dan Pelajar. Sementara 2 Porsonil TNI dari Brigif 13/1 Kostrad mengambil tempat sebagai Pembaca teks pancasila dan Pembukaan UUD’45. Walikota Tasikmalaya membacakan Sambutan Menteri Sosial RI DR. Salim Segaf

Al-Jufri, MA pada Peringatan Hari Pahlawan dengan tema “ Dengan Semangat Nilai Kepahlawanan Kita Tingkatkan Kesetiakawanan Nasional ”. Momentum ini diharapkan mampu menggugah hati untuk berjuang bersama serta peningkatan rasa kesetiakawanan sosial sebagai salah satu modal untuk menyelesaikan persoalan dan masalah bangsa guna mewujudkan keutuhan NKRI, Kesejahteraan Rakyat dan

Bangsa Bermartabat yang dapat berdiri sejajardengan bangsa lain Derap Langkah Pasukan Paskibraka Kota Tasikmalaya saat Pengibaran Bendera, dan iringan lagu Kebangsaan oleh Marching Band Gita Resik Praja Kota Tasikmalaya menambah hidmat suasana. Kegiatan berlanjut dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan jalan Karoeng Tasikmalaya. >> H. Ade Dimyati

umpah Pemuda merupakan sumpahnya bangsa Indonesia untuk mengakui, memiliki, memperjuangkan dan mempertahankan tanah air, bangsa dan bahasa yang terungkap dalam isi Sumpah Pemuda itu sendiri yaitu, kami putra dan putri Indonesia mengaku, bertanah air satu tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku, berbangsa satu bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku, berbahasa satu bahasa Indonesia. Untuk dapat mengingat kembali janji dan sumpah yang pernah diucapkan oleh para pemuda bangsa Indonesia beberapa tahun silam. Agar apa yang sudah diikrarkan itu dapat terus di lestarikan oleh para pemuda yang ada saat ini. Tepatnya Kamis ( 28/10 ) DPD KNPI Kabupaten Natuna baru saja mengadakan serangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ( HSP ) yang ke-82. Acara yang dinilai bersejarah itu berlangsung dengan baik di Rumah Makan Sisi Basisir Ranai Kabupaten Natuna. Pada kesempatan itu, turut hadir Bupati Natuna Drs. H. Raja Amirullah, Apt, Sekda Natuna Drs. H. Ilyas Sabli, M.Si, Ketua DPRD Natuna Hadi Candra, S.Sos, Wakil Ketua I DPRD Natuna Daeng Amhar, SE, MM, Ketua DPD KNPI Natuna Harmidi, S.Sos, Unsur Muspida, dan sejumlah SKPD Pemkab Natuna bersama para Alim Ulama juga sejumlah Tokoh Masyarakat Natuna. Ketua DPD KNPI Natuna melalui sambutannya menjelaskan bahwa dalam rangka memperingati HSP yang ke-82 tahun 2010 ini pihaknya telah melakukan beberapa rangkaian kegiatan yang bersifat membangun kerakter bangsa pada umumnya dan kerakter pemuda yang ada di Natuna pada khususnya seperti, adanya kegiatan latihan bela negara, latihan fhotografer dan jurnalistik, latihan anyaman rotan. Selain itu pihaknya juga mengadakan latihan weldhing school, latihan referensi HP, latihan dasar kepemimpinan, latihan da’i muda, intensif tahsiah, dan tajwid Al-Quran, juga latihan pencegahan kebekaran serta pelatihan MC dan mak adam pengantin melayu. (*****).

DPD KNPI Natuna Meriahkan Peringatan HSP Ke-82 S

photo bersama Ketua KNPI Natuna beserta sejumlah petingginya dan anggotanya

Bupati Natuna, didampingi Sekda Natuna dan Ketua KNPI Natuna beserta para undangan lainnya saat mengikuti berlangsungnya acara

Bupati Natuna Drs. H. Raja Amirullah, Apt saat menyampaikan kata sambutan

Ketua KNPI Natuna Harmidi, S.Sos saat menyampaikan sambutan

Sekda Natuna Drs. H. Ilyas Sabli, M.Si tiba ditempat berlangsungnya acara langsung menyalami sejumlah petugas

Acara juga di hibur dengan aneka tarian daerah

Tampak Plt. Kabag Umum Helmi Wahyuda, mantan Kabag Umum Hussyaini didampingi Kabag Kesra Tasrif, beserta undangan saat mengikuti berlangsungnya acara

Edisi 225 Tahun X Tahun 20-30 Nopember 2010

Ragam
Karawang,(MR) Hewan kurban di RSUD Karawang dinyatakan bebas dari segala penyakit hewan yang menular / antrak, hal tersebut dikatakan mantri hewan dari Dinas Peternakan Karawang, Asep Saepudin, menurutnya semua hewan kurban yang di potong di RSUD Karawang juga dagingnya sudah layak untuk dikonsumsi. Senada dengan ketua panitia kurban Dr.Suhardisah juga Dokter Spesialis Gigi di RSUD Karawang mengatakan pada Media Rakyat, bahwa seluruh hewan kurban yang ada bersumber dari dana bantuan para dokter dan karyawan karyawati RSUD Karawang. Selain itu juga dikatakan, hewan kurban yang berupa kambing pada saat ini menurun yang biasanya mencapai 28 ekor sampai 35 ekor saat ini hanya 5 ekor , penurunan di duga karyawan dan dokter yang berkurban di tempat lain terlebih yang sedang pergi haji. Kedatipun kambing menurun tetapi sapi meningkat, yang biasanya 5 ekor pada saat ini Alhamdulillah bertambah menjadi 6 ekor dan pendistribusian ada yang berupa daging juga ada yang hidup, beberapa yayasan yatim piatu di Kabupaten Karawang yang menerima hewan kurban seperti yayasan yatim piatu Tanjungpura dan Rawamerta, selain itu juga pada masyarakat sekitar RSUD Karawang. Pelaksanaan dan pembagian daging kurban di RSUD Karawang berjalan dengan aman dan lancar. >> Cece / W.

11

Baksos Kesehatan dan Sunatan Masal Disambut Antusias Warga

Hewan Kurban Di RSUD Karawang Bebas Penyakit

Karawang,(MR) Dalam rangka Hari Sumpah Pemuda yang ke 82, tahun 2010 Hajah Diana Cito mengadakan pengobatan gratis dan sunatan di seluruh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) seKabupaten Karawang. Hj Diana Cito, sekaligus sebagai pemilik Rumah Sakit Cito, mengatakan kegiatan social merupakan kewajiban kita untuk membantu sesama manusia, khususnya anak-anak Paud di Kabupaten Karawang, untuk meningkatkan drajat kesehatan di masyarakat dan Insya Allah ketika anak-anak kita sehat maka akan menjadi potensi masa depan Kabupaten Karawang dan menciptakan masyarakat Karawang khususnya dibidang kesehatan agar lebih maju untuk kedepan. Karma sehat itu mahal, maka lebih baik mencegah daripada mengobati. Pada intinya Baksos ini, semata-mata untuk meningkat ibadah kepada Allah SWT. Karena manusia pada dasarnya tidak daya upaya, dan kita bersumerah diri kepada yang Maha Kuasa, waulau bagaimanapun, adapun hasil upaya yang kita miliki tetap ada sebagian milik orang lain, maka dari itu, keluarga besar Rumah Sakit Cito Karawang mau menyumbang melalui bakti social ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat Karawang pada umumnya. Ditempat yang sama, Ibu-ibu sebagai wali / Guru pengajar PAUD, mengucapkan banyak terimakasih kepada Hj Diana Cito sekeluarga yang telah peduli terhadap masyarakat kelurahan Mekarjati khususnya dan masyarakat Kabupaten Karawang pada umumnya. Karena keperdulian ini dapat dirasakan masyarakat menegah dan bawah. Semoga kepedulian ini dapat dijadikan inspirasi untuk yang lain. Mudah-mudahan kebaikan Hj. Diana Cito sekeluarga mendapat perlindungan dari Allah SWT, dan diberikan pahala yang berlipat ganda. >> (K.Komarudin)

Gayus ......................................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini (DPP PDIP) ini menambahkan lembaga penegak hukum sudah selayaknya bersinergi untuk menindaklanjuti kasus Gayus ini untuk mengungkap persoalan yang lebih besar lagi. "Lembaga penegak hukum bukan malah saling menyalahkan, tapi bagaimana membuat dan menjalankan sistem secara transparan sehingga orang yang terkena pidana dapat menjalaninya dengan baik," kata dia. Menurut Pramono kasus Gayus ini sudah lebih dari cukup menggambar buruknya citra lembaga penegakan hukum di Indonesia. Pada saat memberikan keterangan pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/11), terdakwa kasus mafia pajak ini menjelaskan, di Mako Brimob Depok, masih ada sejumlah tahanan lainnya yang keluar sehingga dirinya juga ikut-ikutan keluar. Dari pernyataan Gayus tersebut, menurut Pramono, sudah menguatkan indikasi bahwa kasus bebasnya tahanan dari rumah tahanan tidak hanya terjadi pada Gayus Tambunan, tapi terjadi pada sejumlah tahanan lainnya. "Hal ini harus dibuktikan kebenarannya, dengan menindaklanjutinya," katanya. Menurut Pramono, kasus bebasnya Gayus dari rumah tahanan di Mako Brimob ini menunjukkan bahwa tahanan yang memiliki banyak uang bisa keluar begitu saja dari rumah tahanan. Pernyataan Gayus bahwa dirinya keluar dari rumah tahanan karena rindu pada keluarga, menurut dia, perlu dicermati lagi. "Kalau sekadar kangen dengan istri dan anak cukup di rumah saja, tidak perlu sampai ke Bali. Dalam kasus ini lembaga penegak hukum seharusnya segera menindaklanjuti untuk mengungkap pemain yang lebih besar lagi," katanya. >> Tedy Sutisna

Penghematan ................ (Sambungan dari Hal 1)
Menakertrans juga menyebut selain Sumiati, masih ada sekitar 200 TKI lain yang juga bermasalah di Arab Saudi. "Untuk para TKI ini kita akan memulai proses pemulangan," ujarnya. Muhaimin mengatakan pihaknya akan memperketat, memperkuat dan menambah tenaga pengawasan bagi pengiriman TKI agar dapat dijamin mereka yang dikirim memiliki kualitas yang dibutuhkan. Saat ini, Kemenakertrans melakukan moratorium pengiriman TKI terutama bagi sektor penata laksana rumah tangga ke beberapa negara hingga kondisi ketenagakerjaan di negara itu mengalami perbaikan. Moratorium diberlakukan Indonesia ke tiga negara yakni Malaysia, Yordania dan Kuwait disebabkan banyaknya permasalahan di negara-negara tersebut. >> Nokipa

Sogok ....................................... (Sambungan dari Hal 1)
diapain," kata Menkumham Patrialis Akbar kepada wartawan seusai meresmikan Pusat Hukum dan HAM di Palu, Sabtu (13/ 11). Sebab menurutnya, sulit bagi dirinya untuk memberikan sanksi kepada oknum aparat yang bertugas di bawah naungan Kemenkumham jika tak ketahuan menerima suap atau sogokan dari tahanan. " Bagaimana mau memberi sanksi kalau tak ketahuan," ujar dia. Ia mengatakan, upaya pemberantasan terhadap penyogok dan penerima suap di tubuh instansi yang dipimpinnya terus dilakukan. Salah satu upaya itu adalah dirinya telah mengimbau dan mewanti-wanti kepada seluruh jajarannya di Tanah Air untuk tidak menerima pungutan liar (pungli). "Nggak boleh lagi ada pungli. Saya sudah beri briefing (pengarahan singkat) semua jajaran bahwa pungli itu dilarang," ujar mantan anggota DPR-RI asal daerah pemilihan Provinsi Sumatera Barat itu. Patrialis mengaku tidak akan tinggal diam jika mengetahui atau mendapat laporan ada oknum aparatnya yang menerima suap dari tahanan. "Kita tidak tinggal diam karena sudah mengibarkan bendera pemerintahan bersih dan baik," kata Patrialis Akbar. Selain meresmikan pusat hukum dan HAM, kunjungan kerja orang pertama di Kementerian Hukum dan HAM itu juga memberikan penghargaan kepada 29 kepala desa di Sulteng karena dinilai mampu menciptakan daerah sadar hukum. Tak hanya itu, Menkumham Patrialis Akbar juga menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan kepala daerah, pejabat, dan pengusaha yang berkomitmen menegakkan hukum dan mengarahkan warga binaan lembaga permasyarakatan untuk berkarya di tengah masyarakat. >> Ediatmo

Makbul Bantah .............................................................. (Sambungan dari Hal 1)
Pengacara Susno, Henry Yosodiningrat, menanyakan kepada saksi apakah Haposan pernah mentransfer uang kepada Sjahril Johan pada 16,17,19,20,21,22 dan 23 Maret 2010. Pasalnya, menurut data digital forensik, Sjahril pernah meminta transfer uang kepada Haposan pada tanggaltanggal tersebut. "Saat ini saya tidak bisa memperlihatkan rekening koran nasabah kami. Saya harus mendiskusikan dengan satuan hukum BCA, mohon maaf," tandas Wani. Kuasa hukum Susno Duadji, Hendry Yosodiningrat, menolak saksi dari Polda Jawa Barat yang diajukan penuntut umum. Akhirnya, sidang lanjutan mantan Kapolda Jawa Barat ini hanya membacakan keterangan saksi Baginda Harahap dan mantan Wakapolri Makbul Padmanegara. Keduanya diinformasikan berhalangan hadir. Sidang hari ini seyogyanya menghadirkan Baginda Harahap dan Makbul Padmanegara dalam kasus PT Salmah Arowana Lestari. "Kepada kami Pak Makbul ada keterangan hadir, tapi dari Mabes Polri bilang tidak bisa hadir," kata penuntut umum. Penuntut Umum menjelaskan, pihaknya selalu mengupayakan agar saksi-saksi penting dihadirkan terlebih dahulu dibanding saksi dari Polda Jawa Barat. Tetapi selalu terkendala karena yang bersangkutan berhalangan. Misalnya Syamsul Rizal tengah naik haji. Fincen Apriono sudah dipanggil namun hingga kini tidak ada keterangan sedikitpun. "Sebetulmya, kami dalam persidangan kemarin mengatakan Polda Jawa Barat duluan. Daripada harus menunggu. Ini demi efesiensi," kata penuntut umu. Menanggapi itu, Hendry menyatakan, kehadiran saksi dari Polda Jawa Barat membuat pola pikir menjadi rancu. Ia meminta penuntut umum melibatkan dirinya dalam pemanggilan saksi. Ketua Majelis Hakim Ketua Charis Mardianto pun memutuskan tetap mempersilahkan saksi dari Polda Jawa Barat. Pertimbangannya demi efisensi. Mendengar itu Hendry pun akhirnya bersedia. Namun, untuk persidangan selanjutnya Hendry meminta agar pendapat pihaknya didengarkan. Mantan Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Makbul Padmanegara membantah memberi disposisi kepada mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji sebelum disposisi mantan Kapolda Jawa Barat itu kepada Direktorat I Mabes Polri agar kasus PT Salmah Arowana Lestari dilengkapi pemeriksaannya pada 5 Desember 2008., Makbul hanya pernah memberi disposisi kepada Susno pada 26 Mei 2009 dan 25 Agustus 2009. Demikian keterangan Makbul yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Erbagtyo Rohan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (16/11). Makbul menjelaskan disposisi pada 26 Mei 2009 terkait penerapan quick win reserse dalam transparansi penyidikan yang sudah berjalan satu tahun. Ia meminta agar Susno menuntaskan penyidikan bila terbukti ada tindak pidana. Sementara disposisi pada 25 Agustus 2009 meminta, dalam menghadapi kasus harus saling lapor serta melakukan gelar perkara yang dihadiri penyidik dan dikendalikan Kabag atau Direktur supaya diperoleh hasil objektif. "Kedua disposisi ditujukan pada Kabareskrim sesuai surat dari Haposan Hutagalung yang bertanya perkembangan kasus PT Salmah Arowana," jelas Makbul. Makbul juga menegaskan tidak pernah meminta tolong dalam kasus apapun. Baik saat Susno menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat ataupun Kabareskrim Mabes Polri. Sebelumnya, Susno Duadji menyebut Makbul memiliki saham di PT Salmah Arowana. Agar kasus ini semakin terang, jaksa diminta menghadirkan Makbul di persidangan. >>Teddy.s

Dede Suhono S.Ag

Selalu Ada di Tempat Kerja Dalam Jam Tugas
Bekasi, (MR) Dede Suhono S.Ag. Semenjak di tempatkan sebagai kepala KUA Kecamatan Pebayuran dari tahun 2004 sampai sekarang dalam melaksanakan tugas selalu ada di tempat kerjanya, dalam tugas sebagai Kepala kantor urusan agama Kecamatan Pebayuran, selalu melayani masyarakat dan disiplin dalam melaksanakan tugas kerja dalam jam tugas KUA, Kecamatan Pebayuran kecuali ada kegiatan kementrian Agama di Kabupaten atau melaksanakan pelayanan masyarakat di 13 desa di kecamatan Pebayuran seperti pelayanan pernikahan selalu berusaha menepati waktu dan Akta nikah langsung di terbitkan dan di serahkan kepada yang bersangkutan. Pada hari selasa (9/11) wartawan MR mengkonfirmasi Kepala Kantor urusan Agama. Kecamatan Pebayuran Dede Suhono.S.Ag. diruang kerjanya mengatakan dalam melaksanakan tugas kerja saya sebagai kepala kantor urusan Agama, kecamatan pebayuran selalu ada di tempat dalam jam kerja dan selalu melaksanakan di bidang Pembinaan Kemitraan Umat, karena di wilayah kecamatan pebayuran masyarakatnya menganut agama yang beragam dan lengkap semua agama ada seperti : Islam, kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Begitu juga dengan melalui forum rapat minggon kecamatan dan kunjungan ketempat-tempat ibadah, juga sosialisasi tentang Undang-Undang perkawinan No.1 tahun 1071, sosialisasi penyempurnaan arah kiblat dan tata cara penyembelehan hewan. >> Wahyu

Walikota Bekasi .......... (Sambungan dari Hal 1)
guna mempercepat proses pengesahan APBD. Sedangkan kasus ketiga, Bibit mengatakan bahwa Mochtar Mohammad mengadakan perjanjian kredit multiguna untuk kepentingan pribadi. Namun untuk melunasinya Wali Kota Bekasi ini memerintahkan stafnya untuk membantu penyelesaian pembayaran kreditnya dengan menggunakan dana dari kegiatan dialog, audiensi Wali Kota dengan tokoh masyarakat, atau organisasi dengan anggaran tahun 2009, dengan cara mark-up dan SPJ fiktif. "Sampai sekarang sedang dihitung kerugiannya (negara) berapa," kata Bibit. Walaupun telah menetapkan Mochtar sebagai tersangka, KPK masih menghitung kerugian negara yang diakibatkan perbuatan Mochtar ini. "Mengenai berapa jumlah kerugian, dihitung pihak penyidik terlebih dahulu," imbuhnya. Nama Mochtar juga disebut-sebut dalam kasus suap BPK Jabar. Akan tetapi, hingga sekarang, namanya belum tersangkut kasus tersebut. "Dalam persidangan, kasus pemberian suap auditor BPK Jabar juga dalam proses pengembangan," tegasnya. Mochtar Mohammad disangkakan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3, dan atau pasal 5 ayat 1, atau pasal 5 ayat 1, pasal 12 huruf e atau huruf f, pasal 13 jo pasal 15 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). >> Tedy Sutisna

Pencuri Putus Asa, Gantung Diri Kepergok Polisi
Gianyar,(MR) Petugas Polse Gianyar, Bali, Kamis menyelamatkan Ni Made Nadia (40), wanita pencuri yang hendak gantung diri di kamar mandi polsek tersebut. Wanita yang ditahan karena kepergok mencuri rokok milik I Gusti Ngurah Darsana di Pasar Gianyar, Kamis sekitar pukul 07.00 Wita itu berusaha mencekik lehernya sendiri dengan baju yang dikenakannya saat berada di kamar mandi. Namun, aksi wanita setengah baya keburu diketahui oleh polisi yang bertugas dan segera diselamatkan. Saat diselamatkan, perempuan itu mengaku nekat mengakhiri hidup karena merasa sudah tidak memiliki apaapa. Wanita asal Singaraja itu stres karena tidak mendapatkan pekerjaan. "Sudah tak punya pekerjaan, ditinggal keluarga, ditangkap polisi lagi. Saya tidak tahan dengan keadaan ini," ujarnya. Selain hendak gantung diri, wanita yang datang ke Kabupaten Gianyar untuk mencari pekerjaan itu juga sempat sesak nafas. Kapolsek Kota Gianyar AKP I Gede Putu Astawa membenarkan kejadian itu. Pada awalnya pelaku datang dari Singaraja, Rabu (10/11) sekitar pukul 03.00 wita. Pelaku, kata Astawa, berusaha mencari pekerjaan di Kabupaten Gianyar dan karena sudah dijanjikan seseorang di Pasar Gianyar, akhirnya pelaku datang ke pasar itu. Sesampai di pasar, pelaku tidak menemukan orang yang dimaksud kemudian bermalam di pasar Gianyar. Keesokan harinya, Kamis sekitar pukul 03.00 Wita, pelaku melihat ada bungkusan tas di pinggir toko yang ditinggal oleh pemiliknya. Dengan alasan hanya berbekal Rp10 ribu, pelaku akhirnya mengambil bungkusan tas yang diketahui berisi sekitar lima pak rokok dengan harga Rp200 ribu. "Sang pemilik I Gusti Ketut Darsana mengetahuinya, kemudian pelaku diserahkan ke polsek untuk diproses," katanya. >> Putu Artha

Presiden Tunggu .......................................................... (Sambungan dari Hal 1)
Nasir lagi. Pernyataan Nasir tersebut diperkuat oleh para anggota Komisi III lainnya yang menyatakan bahwa hampir keseluruhan anggota DPR Komisi III sudah membidik Bambang sebagai ketua KPK. "Apalagi kalau kemudian para anggota komisi III sudah membidik Bambang sebagai pimpinan sebagai ketua KPK, lantas hanya tinggal Busyro yang layak dan belum memiliki jabatan. Jadi tentu saya rasa bisa saja Busyro yang akan dijadikan oleh Presiden seorang Jaksa Agung," tuturnya. Lebih lanjut, Nasir juga mengatakan bahwa pihak eksternal akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjabat Jaksa Agung definitif. "Oh iya, kemungkinan besar akan dari eksternal dan saya rasa pihak internal Kejaksaan juga akan menerima jika Jaksa Agung berasal dari eksternal," imbuh Nasir. Menurut Nasir, lambatnya Presiden dalam menentukan langkah tersebut menggambarkan ketidakseriusan pemerintah dalam mempercepat proses peningkatan hukum dan melakukan reformasi birokrasi di institusi kejaksaan yang sedang dibentuk. "Ke depan harus diperbaiki UU Kejaksaan, sebab dalam UU tersebut dikatakan bahwa tidak ada jangka waktu seorang Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung dalam melakukan tugasnya. Jadi kedepannya harus jelas, seorang Plt harus bekerja selama berapa lama, harus diatur supaya tidak menjadi sepenuhnya hak prerogatif Presiden," tutup politisi asal PKS itu. >> Mohammad

BBM .......................................... (Sambungan dari Hal 1)
dilakukan BPH Migas antara lain sejak bulan lalu, meminta PT Pertamina (Persero) melakukan penambahan dispenser BBM nonsubsidi khususnya di sekitar lokasi tambang dan kota-kota besar. Menurut dia, saat ini, hanya 40 persen stasiun pengisian bahan bakar umum yang memiliki dispenser nonsubsidi. "Kalau langsung diterapkan pembatasan, maka dikhawatirkan akan terjadi kekacauan. Karena konsumen akan sulit cari BBM nonsubsidi," ujarnya. Ia juga mengatakan, penambahan dispenser BBM nonsubsidi mesti dilakukan bertahap mengingat memerlukan tambahan investasi terutama buat tangki timbunnya. Terkait investasi tersebut, Adi juga mengatakan, dalam sosialisasi yang dilakukan BPH Migas, para pemilik SPBU meminta agar kebijakan pembatasan dilakukan secara konsisten. "Jangan kemudian batal atau tertunda-tunda, karena mereka sudah investasi. Mereka ragu kalau tidak ada kepastian pemerintah," ujarnya. Persiapan lainnya, menurut Adi, adalah revisi Peraturan Presiden No 55 Tahun 2005 yang telah diubah menjadi No 9 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Perpres No 55 Tahun 2005 tentang Harga Jual Eceran BBM Dalam Negeri. BPH Migas sudah menyerahkan draf perpres ke Kementerian ESDM. >> Ediatmo

Pemkab Natuna ........... (Sambungan dari Hal 1)
memaksimalkan segala sarana yang ada dengan tetap mengedepankan citra pembangunann yang good government and clean governance. Menurut Sekda, dengan keragaman tuntutan pelayanan dari masyarakat sudah menjadi kewajiban aparatur pemerintah untuk dapat memenuhi hal tersebut secara bertahap. Akan tetapi dengan adanya berbagai hambatan yang terjadi mengingat Kabupaten Natuna sebagai daerah kepulauan, hendaknya melalui pelatihan ini dapat memberikan nilai tambah dalam rangka efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas Kepala Desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) dan jalinan koordinasipun tetap terjaga. Pada kesempatan yang sama pula, Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Natuna Asmiyadi, dalam laporannya mengaakan bahwa jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah sebanyak 134 orang, yang terdiri dari 67 orang Kepala Desa dan 67 orang BPD. >>Otoy

SURAT KABAR UMUM

Ragam

Edisi 225 Tahun X 20 - 30 Nopember 2010

12

PLN Yogyakarta Sediakan 90 Genset Pengungsian Merapi

Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah Dinilai Tidak Transparan
Jakarta,(MR) Kurangnya transparansi dalam perencanaan dan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (APBS), dinilai menjadi salah satu pemicu tumbuh suburnya tindak korupsi di sekolah. Atas dasar itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) melayangkan gugatan terhadap lima sekolah yang diduga terlibat korupsi dan menolak membuka APBS mereka. ICW mengklaim menemukan penyimpangan yang terjadi di lima sekolah, terutama soal penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk tempat kegiatan belajar mandiri (TKBM). Kelima sekolah yang dipermasalahkan tersebut yakni SMPN 28, SMPN 67, SMPN 84, SMPN 95, dan SMPN 100. ''Kami menemukan adanya penyimpangan. Paling tidak dari jenis dana BOS untuk TKBM, harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan TKBM. Nah, pengurus TKBM menyatakan bahwa masih ada sebagian besar dana tersebut yang tidak mereka pakai, atau pun tidak mereka peroleh, tutur peneliti ICW, Febri Hendri, yang hadir sebagai pemohon dalam sidang ajudikasi sengketa informasi publik antara ICW melawan sekolahsekolah tersebut, yang digelar di Kantor Komisi Informasi Publik (KIP) Jakarta, Senin lalu. Sidang yang dipimpin ketua majelis komisioner Ahmad Alamsyah Saragih, serta dua anggota majelis yakni Abdul Rahman Ma'mun dan Dono Prasetyo itu, digelar untuk memutuskan apakah dokumen SPJ yang diminta oleh ICW itu termasuk ke dalam kategori informasi publik. yang diminta oleh publik. "SPJ ini kami perlukan untuk mengetahui ke mana aliran dana BOS ini pergi. Karena berdasarkan pengakuan pengurus TKBM, bahwa ada dana BOS yang tidak jelas alirannya ke mana. Jadi, kalau misalnya kami punya dokumen SPJ, kami bisa tahu ke mana aliran dana BOS itu pergi," tukasnya. Menurut Jenri Sinaga, selalu saksi ahli dari BPKP, untuk hasil laporan audit dalam konteks dana BOS, tidak ada larangan bagi auditor untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Bahkan, ujarnya, sekolah wajib menempelkan laporan pertanggungjawaban tersebut di dinding sekolah, dan melaporkannya ke dinas pendidikan kabupaten/kota untuk transparansi dana BOS. Menurutnya, apabila hasil audit telah mencapai tahap final, maka informasi tersebut bisa disampaikan oleh auditan, dalam hal ini pihak sekolah, kepada publik. Sementara itu, pihak auditor sendiri tidak berhak untuk memberikan informasi tersebut kepada publik. Yang menjadi kendala, hingga saat ini belum ada aturan khusus yang mengatur mengenai siapa yang bertanggung jawab untuk meneruskan informasi tersebut kepada publik. "Karena tidak ada yang ditunjuk, semua saling lemparm e l e m p a r. S e b a b , y a n g memegang informasinya lebih dari satu," cetus Surahmin, saksi ahli lain dari BPKP. Semua orang, ujarnya, boleh mengetahui informasi soal pengelolaan keuangan negara, kecuali jika dokumen tersebut dinyatakan sebagai rahasia negara. Informasi SPJ dana BOS, menurutnya, merupakan informasi publik yang berhak diakses oleh publik, karena tidak menyangkut pertahanan dan keamanan negara. "SPJ tidak termasuk dokumen yang dirahasiakan. Jadi, publik boleh mengakses. Publik tidak dibatasi dan publik punya hak sepanjang tidak dirahasiakan." Informasi yang terbuka itu, menurut Surahmin, termasuk hasil pemeriksaan, kertas kerja pemeriksaan, dan dokumen-dokumen pendukung. Hasil pemeriksaan itu diserahkan BPK kepada badan legislatif, auditan, atasan auditan, serta satuan internal pengawasan. Sementara itu, Hendri mengungkapkan, apabila majelis komisi informasi memutuskan informasi SPJ dana BOS termasuk informasi publik yang berhak diakses oleh publik, ICW akan mempergunakan informasi tersebut sebagai bahan bukti investigasi untuk membongkar penyelewengan dana. "Bisa saja nanti ada juga sanksi pidana kalau mereka tidak mau memberikannya. Karena, setelah ini kita menunggu putusan dari majelis komisi informasi. Kalau tidak dijalankan atau ada yang dirugikan, kemudian bisa diajukan aduan pidana karena ada yang dirugikan," jelas Hendri. "Kita tahu bahwa ada anak-anak murid miskin di TKBM yang tidak mendapatkan hak-hak mereka. Kerugian untuk kasus ini sekitar Rp380 juta untuk satu sekolah, yakni SMP 28. Sekolah yang lain tentu kami ingin tahu juga," ungkap Henri lagi. Dana yang diduga diselewengkan itu berasal dari dana BOS periode 2007-2009. Lima SMP yang disebutkan itu merupakan SMP induk dari TKBM. Jika putusan Komisi Informasi Publik menetapkan bahwa dokumen SPJ adalah informasi publik, ujar Hendri, badan-badan publik lainnya di Indonesia wajib memberikan SPJ jika diminta oleh publik. >> Ediatmo/Nokipa

Yogyakarta,(MR) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan Yogyakarta menyediakan 90 genset bagi penampungan pengungsi korban letusan Gunung Merapi di Provinsi Derah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah (Jateng), "Dari jumlah tersebut sebanyak 32 genset didistribusikan di Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta, 32 genset di Klaten, dan 26 di Magelang," kata Asisten Manager Hukum dan Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan Jaringan (APJ) Yogyakarta, F.P, Koesno, di Yogyakarta, Selasa. Ia mengatakan, genset-genset tersebut disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik di penampungan pengungsi, hanya ada enam titik pengungsian yang sepenuhnya bergantung pada genset. "Enam titik pengungsian tersebut antara lain di Hutan Bunder Gunung Kidul dan `Jogja Expo Center` (JEC). Pengelola JEC hanya bersedia menyediakan tempat penampungan tetapi tidak bersedia memberikan pasokan listrik," katanya. Menurut dia, pihaknya membebaskan biaya operasional genset tersebut selama tanggap darurat Merapi, sebagai gambaran, setiap genset membutuhkan 1 liter solar per 3 kwh. "Sebenarnya kami hanya mempunyai sekitar 10 unit genset, untuk mencukupi kebutuhan, kami membeli genset baru," katanya. PLN APJ Yogyakarta juga meminjam genset dari daerah lain sebagai cadanganpersedian jika ada barak yang masih membutuhkan genset tambahan. "Genset-genset tersebut sangat diperlukan karena pasokan listrik masih belum normal, kami terpaksa beberapa kali memutus jaringan saat hujan abu vulkanik mengguyur," katanya. Abu vulkanik tersebut, kata dia, karena mengandung logam, merupakan konduktor aliran listrik. "Selain itu, banyak komponen listrik seperti trafo dan isolator yang masih harus dibersihkan dari debu vulkanik," katanya. Ia mengatakan, genset-genset yang disediakan PLN APJ Yogyakarta selama masa tanggap darurat berdaya 2 kva hingga yang terbesar berdaya 500 kva. >> Suratno

Menurut Hendri, kelima sekolah tersebut menolak memberikan surat pertanggungjawaban (SPJ), seperti yang diminta. Padahal, ujarnya, sekolah adalah badan publik, dan badan publik menurut UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, wajib memberikan informasi publik

BPS:

Orang Gila Terbanyak Ada di Samarinda
Samarinda,(MR) Data BPS Kaltim mengungkapkan bahwa dari 353 gelandangan dan orang gila di daerah itu, maka Kota Samarinda menghadapi persoalan karena menjadi daerah terbanyak terdapat masalah sosial dan kesehatan mental, yakni 96 orang. "Data itu hanya diambil dari lima kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Nunukan, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kota Tarakan," kata Kepala Bidang Integrasi, Pengolahan, Diseminasi Statistik- Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim)Ahmad Zaini di Samarinda, Kamis. Data tersebut berdasarkan hasil perhitungan olah cepat Sensus Penduduk 2010. Pendataan untuk orang gila dan gelandangan dilakukan serentak di seluruh daerah pada tengah malam tanggal 15 Mei 2010. Orang gila di Kaltim yang mendapat perawatan di RS Atma Husada Mahakam Samarinda atau dulu dikenal sebagai RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Samarinda 209 orang, sedangkan orang gila yang masih tinggal bersama keluarga atau masih memiliki rumah tidak tercatat sebagai warga gelandangan. Daerah yang terdapat orang gila dan gelandangan terbanyak kedua adalah Balikpapan dengan jumlah 22 orang. Mereka tersebar di empat kecamatan, yakni Balikpapan Selatan ada lima orang, Balikpapan Utara tujuh orang, Balikpapan Tengah satu orang dan Kecamatan Balikpapan Barat ada sembilan orang. Terbanyak ketiga adalah di Kabupaten Nunukan yang mencapai 19 orang. Keempat adalah di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan jumlah lima orang, mereka berada di Kecamatan Tenggarong. Selanjutnya adalah di Kota Tarakan terdapat dua orang gila dan gelandangan. Menurut Zaini, ke-353 orang gila dan gelandangan tersebut merupakan bagian dari total warga Kaltim yang berjumlah 3,55 juta jiwa yang didata selama Mei 2010. Sedangkan jumlah penduduk terbanyak adalah Samarinda dengan jumlah 726.223 jiwa. Masalah gangguan jiwa khususnya depresi, diperkirakan akan menjadi penyakit atau gangguan nomor satu di dunia pada 2020. Hasil laporan The World Haelth Report 2001 memperkirakan bahwa ternyata kondisi gangguan mental dan prilaku sangat tinggi pada masyarakat dunia. Laporan tersebut menyebutkan bahwa 24 persen pengunjung fasilitas kesehatan dasar mengalami gangguan mental dan emosi. Jika dilakukan screening (uji kejiwaan) maka artinya satu di antara 10 orang dewasa mengalami gangguan jiwa. Hasil riset Kementerian Kesehatan memperkuat akan hal itu, yakni dari tiga juta warga Kaltim yang berusia 15 tahun ke atas, sekitar 200 ribu jiwa terindikasi mengalami gangguan jiwa. Hasil ini perlu antisipasi, terutama terkait penambahan tenaga psikiater. Faktor utama antara lain stres karena pekerjaan, ekonomi serta masalah keluarga misalnya perselingkuhan. Seorang dokter spesialis kejiwaan di Samarinda pernah mengungkapkan kepada media massa bahwa penderita gangguan kejiwaan di Kalimantan Timur mengalami kenaikan 5 hingga 10 persen tiap tahunnya. Pada 2007 lalu jumlah pasien gangguan jiwa hanya 131 ribu orang namun pada 2010 telah mencapai 150 ribu orang. Trennya tiap tahun naik, sekarang diperkirakan dokter spesialis kejiwaan, Jaya Mualim sudah 150 ribuan orang. Jaya Mualimin memperkirakan bahwa jumlah penderita gangguan kejiwaan tersebut, sebagian besar adalah penderita gangguan jiwa ringan yang berada di kawasan perkotaan. Sedangkan penderita jiwa berat hanya sektar 3.000 orang. Kondisi ini juga diperparah kurangnya minat penderita memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti memeriksakan kesehatannya ke dokter dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Selain itu, jumlah dokter spesialis kejiwaan di Kalimantan Timur hanya 10 orang. padahal idelanya 1 dokter berbanding 1.000 orang dengan jumlah penderita yang diperiksa ke dokter angkanya masih berkisar satu sampai lima persen saja.>> Kipan Suerta/Delimah

Pemohon "Kartu Kuning" Padati Kantor Tenaga Kerja Kalbar
Kalbar, (MR) Ratusan pemohon pembuat kartu tenaga kerja memadati Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kubu Raya di Jalan Adi Sucipto. "Bisa dilihat sendiri, antusias masyarakat yang akan membuat kartu kuning atau kartu tenaga kerja, sebagai persyaratan administrasi pendaftaran CPNS cukup tinggi, sampai-sampai mereka rela berjejal," kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kubu Raya, J Sinurat di Sungai Raya, Senin (15/11). Menurutnya, jumlah pembuat kartu kuning tersebut memang lebih ramai dari hari sebelumnya. "Kalau hari biasa kita melayani sekitar 50 pemohon baru atau perpanjangan, pagi ini saja sudah ada 200 lebih yang membuat atau memperpanjang kartu kuning" ujarnya. Ia menjelaskan, tahun ini kartu AK 1 atau kartu kuning, menjadi salah satu syarat yang harus dilampirkan para pelamar. Pihaknya memang belum bisa menghitung berapa jumlah pelayanan hari ini yang telah dilakukan. Sebab, ada yang membuat baru ada juga yang memperpanjang. Di sisi lain, Sinurat menambahkan Dinsosnakertrans juga menjadikan para pembuat kartu AK 1 menjadi basis data Pemkab Kubu Raya. "Artinya, angka tenaga kerja atau pengangguran terbuka yang membutuhkan pekerjaan terdaftar di pemerintahan, kalau ada yang diterima nantinya, tentu kita lakukan pengurangan," ujar Sinurat. Namun, yang jelas, ia menegaskan bahwa pelayanan pembuatan maupun perpanjangan kartu AK 1 di Dinsosnakertrans Kubu Raya sama sekali tidak dipungut biaya. "Kalau ada keluhan, langsung saja lapor ke kami, itu akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk peningkatan kinerja," jelas Sinurat. >>Ranto Leonardo

Beras Mahal Operasi Pasar Siap Digelar

JK Sedih Lihat Mahasiswa Minta-Minta untuk Merapi
Jakarta,(MR) "Saya sedih melihat Merapi. Mana mahasiswanya? Di sana (lokasi bencana) memang banyak. Tetapi di luar, banyak mahasiswa (minta sumbangan) pakai kotak-kotak. Cara ini mengajak mengemis." Itulah penuturan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla di hadapan peserta kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada Senin siang (8/11) di Depok. Sindiran itu sempat membuat seisi ruangan terdiam. JK pun cepat-cepat menambahkan, "Ya, saya harap yang di ruangan ini tidak begitu. Janganlah berbuat begitu," ujarnya. Bantuan dan pertolongan untuk korban bencana, kata JK, seharusnya bisa dilakukan dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif. "Niat mahasiswa itu harus dengan cara inovasi, membuat sesuatu. Misalnya melukis atau membuat baju kaos, topi, stiker bergambar Merapi, lalu dijual ke kantor-kantor. Itu kreatif. Jangan bilang hei, hei, sini sumbang-sumbang. Itu mengajar mental pengemis. Banyak cara lain yang bisa dilakukan," ujarnya. JK meminta agar para mahasiswa menanamkan cara kerja dengan otak dan otot sekaligus. Begitu halnya yang dilakukan JK semasa menjadi aktivis HMI 56 tahun silam. "Saya persis 56 tahun lalu masuk HMI. Untuk mencari uang, kami menjual karcis bioskop. Jadi mencari uang dengan cara-cara yang lebih baik. HMI mengajar kita semangat berusaha," tegasnya. >> Nokipa

100 Terpidana Mati Masih Bernafas
Jakarta,(MR) Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat sampai Oktober 2010, terdapat 100 terpidana mati di tanah air yang sedang menunggu proses eksekusi. "Totalnya semula ada 116 orang, namun dikurangi tujuh terpidana mati yang vonisnya berubah, enam terpidana melarikan diri, serta tiga orang sudah meninggal dunia," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Babul Khoir Harahap di Jakarta, Rabu (17/11). Ia menjelaskan, terdapat enam terpidana mati vonisnya berubah menjadi hukuman seumur hidup. Satu terpidana mati berubah hukumannya menjadi 12 tahun penjara, serta terdapat tiga terpidana mati yang meninggal dunia. Sedangkan enam terpidana mati yang melarikan diri, yakni Jufri Bin H Muhammad Dahri lari dari LP Maros pada 19 Pebruari 2003 dan hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Imran Sinaga melarikan diri dari LP Riau dan saat itu belum menentukan sikap untuk mengajukan upaya hukum. Kemudian, Rambe Hadipah Paulus Purba melarikan diri dari LP Riau saat dalam proses grasi, Dodi Marsal melarikan diri dalam proses kasasi. Taroni Hia Lias Roni

Babul Khoir

melarikan diri dari LP Padang dalam proses peninjauan kembali, Irwan Sadawa Hia alias Irwan melarikan diri dari LP Padang dalam proses PK," katanya. >> Tedy Sutisna

Jakarta,(MR) Pemerintah siap menggelar operasi pasar beras menyusul terus naiknya harga komoditas pangan pokok tersebut di beberapa wilayah di Tanah Air. Deputi Menko Perekonomian, Diah Maulida di Jakarta, Selasa (16/11) mengatakan, masuknya masa paceklik membuat kenaikan harga tidak bisa dihindarkan. Saat ini, lanjutnya pada coffe morning di Gedung Bulog, harga beras cenderung naik karena sudah masuk masa paceklik hingga masa panen raya Maret "Jadi kenaikan harga tidak bisa dihindarkan, sehingga kita berjaga-jaga agar tidak melonjak," katanya. Selain itu dalam menghadapi hari besar keagamaan, pemerintah setiap pekan akan melakukan monitoring harga pangan pokok. Diah mengungkapkan, November pekan kedua kenaikan harga beras secara nasional mencapai 0,26 persen sedangkan termurah 0,18 persen dalam tiga bulan terakhir. Sementara itu pada Juli lalu kenaikan harga beras cukup besar yakni mencapai enam persen dan terendah lima persen, namun demikian rata-rata cukup stabil setiap pekannya. "Pemerintah tetap berupaya agar kenaikan (harga beras) tetap terkendali. Instrumen (yang digunakan) operasi pasar. Dengan kecenderungan kenaikan itu, Bulog akan melakukan OP," katanya. Menyinggung wilayah yang akan dijadikan sasaran operasi pasar beras tersebut, dia menyatakan, hal itu sedang diatur namun diutamakan kota yang kenaikan harga berasnya cukup tinggi. "Beras yang akan dijual dalam OP tersebut nantinya dalam kemasan isi lima kg dengan mutu dan harga yang kompetitif," katanya tanpa menyebut angka pasti. Sementara itu berkaitan dengan penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin), lanjutnya, hal itu tetap dilakukan meskipun sedang dilakukan OP beras. Sehubungan dengan itu Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso menyatakan, pihaknya siap melakukan OP beras setiap saat diperintahkan. "Bulog bisa melaksanakan (operasi pasar beras) kalau ada perintah," katanya. Menyinggung harga jual beras dalam OP tersebut, dia menyatakan, tidak akan jauh dari harga pasar atau perbedaannya tidak sampai Rp1.000 per kg. Kalau perbedaan harganya terlalu jauh dari Rp1.000 per kg, tambahnya, dikhawatirkan justru akan diborong oleh para pedagang. "Jadi operasi pasar ini sistemnya hanya menggandoli atau menahan agar harga beras di pasaran tidak melonjak terlalu tinggi," katanya. >> Ediatmo/Nokipa

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->