Anda di halaman 1dari 3

PSIKOTROPIKA GOLONGAN II

Di susun oleh :

Citra Mardiana
Erlina Kusumastuti
Febri Wulan Dari

Psikotropika golongan II

Psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan dapat digunakan


dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai
potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan.
Contoh : amfetamin, fensiklidin, metamefamin (shabu, mandrax)

1. AMFETAMIN
Kegunaan amfetamin dalam medis
 Untuk gangguan pemusatan perhatian pada anak
 Untuk gangguan depresi
 Untuk menghilangkan rasa lelah
 Untuk menghilangkan rasa shock pembedahan
 Untuk menjaga kestabilan tekanan darah waktu pembedahan
 Untuk mengurangi nafsu makan
 Untuk membangkitkan semangat kerja

Efek penggunaan amfetamin


 Energi tambahan 4 –6 jam
 Mencegah untuk tidur
 Mengurangi nafsu makan
 Mempercepat pernafasan dan jantung
 Melebarkan kelopak mata
 Energik, gembira dan percaya diri

Efek jangka panjang


 Paranoid
 Mudah panik
 Malnutrisi
 Mudah terinfeksi
 Rusaknya sel otak
 Gila

2. FENSIKLIDIN
Fensiklidin (PCP, debu malaikat ditemukan sebagai suatu obat bius,
yang betul-betul mengurangi rasa nyeri.
Setelah ditaburkan diatas tanaman (misalnya peterseli, daun mint,
tembakau atau marijuana), PCP kemudian dihisap.
PCP kadang dipakai dalam sediaan per-oral (ditelan) atau disuntikkan.

GEJALA
PCP menekan otak dan pemakainya biasanya akan menjadi bingung
dan mengalami disorientasi, segera setelah obat digunakan.
Mereka tidak tahu dimana mereka berada, siapa mereka atau jam
berapa dan hari apa.
Mereka bisa masuk ke dalam keadaan mabuk (kesurupan, trance),
seperti dihipnotis.
Pembentukan air ludah dan keringat bisa meningkat.
Mereka menjadi suka berkelahi dan karena mereka tidak meresakan
nyeri, mereka akan terus menerus berkelahi meskipun dipukul dengan
keras.
Tekanan darah dan denyut jantung juga meningkat.
Sering terjadi tremor otot (gemetar).

Dosis PCP yang sangat tinggi bisa menyebabkan:


- tekanan darah tinggi, yang selanjutnya bisa menyebabkan stroke
- halusinasi dengar (mendengar suara-suara)
- kejang
- hipertermia (demam yang sangat tinggi)
- koma
- kematian

Penyalahgunaan PCP jangka panjang bisa merusak otak, ginjal dan otot.
Pemakai PCP yang skizofrenik kemungkinan besar akan menderita
psikosa selama beberapa hari atau beberapa minggu setelah
pemakaian PCP.

3. Sabu-sabu
Shabu-shabu berbentuk kristal, biasanya berwarna putih, dan
dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil sehingga
mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain. Kemudian asap yang
ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang
didalamnya berisi air).

Efek jangka panjang


 Gangguan serius pada kejiwaan;
 Jantung tidak teratur;
 Pembuluh darah rusak;
 Metabolisme tubuh;
 Rusaknya ujung syaraf dan otot;
 Kehilangan berat badan mencolok;
 Tekanan darah meningkat;
 Radang hati.