Anda di halaman 1dari 12

M.

Yusha Firdaus
XI TKJ B
No. Urut : 18
Tujuan
 Siswa dapat memahami apa itu Through Put.
 Siswa dapat memahami apa fungsi yang didapatkan dari aplikasi pendeteksi Through
Put.
 Siswa dapat memahami cara mendeteksi proses terjadinya Through Put
menggunakan aplikasi pendeteksi Through Put.

Pendahuluan
Sebagai seorang teknisi jaringan, sudah seharusnya kita bisa dan memahami
bagaimana proses transfer data antar host pada sebuah jaringan. Proses transfer data ini
melalui sebuah skema jaringan yang disebut Model Referensi. Spesifiknya, Model Referensi
adalah sebuah standar acuan yang digunakan dalam jaringan, sehingga tidak terjadi kesalah
pahaman data saat dikirimkan kepada host lain. Terdapat dua Model Referensi yang
digunakan, diantaranya :
 OSI (Open System Interconnection)
 TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
Enkapsulasi adalah suatu proses untuk menyembunyikan atau memproteksi suatu
proses dari kemungkinan interferensi atau penyalahgunaan dari luar sistem sekaligus
menyederhanakan penggunaan sistem itu sendiri, juga membuat satu jenis paket data
jaringan menjadi jenis data lainnya. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada
pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada pada layer yang
lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protokol tersebut. Akses
ke internal sistem diatur sedemikian rupa melalui seperangkat interface.
Dengan enkapsulasi data menjadi memiliki identitas. Contoh sederhana proses
enkapsulasi dalam proses pengiriman surat, jika sebuah surat akan dikirim namun tanpa
adanya amplop, alamat dan perangko. Surat tersebut hendaknya memiliki identitas agar
dapat sampai ke tujuan, jika tidak memiliki identitas maka surat tersebut tidak akan dapat
sampai ke tujuan. Amplop dengan alamat dan perangko sama dengan enkapsulasi pada
data.
Untuk proses pembelajaran, digunakan Model OSI. Untuk lebih jelasnya, mari kita
perhatikan langkah-langkah praktek berikut di bawah ini.

Alat & Bahan :


 1 Unit PC dengan OS terintegrasi dan terinstal aplikasi pendukung (pendeteksi
Through Put:Wireshark, perantara source pengamatan:Web Browser)
 Koneksi Internet (bukan modem Broadband, harus Baseband (LAN))

Langkah Kerja :
 Siapkan alat & bahan.
 Aktifkan PC.
 Aktifkan aplikasi pendeteksi Through Put (eg:Wireshark). Lihat gambar 1.1!

Gambar 1.1
 Aktifkan aplikasi perantara source pengamatan (eg:Web Browser “Google Chrome”).
Lihat gambar 1.2!

Gambar 1.2
 Pastikan Web Browser belum melakukan aktivitas apapun. Lihat gambar 1.3!

Gambar 1.3
 Pindah ke Window Wireshark. Pada kolom Capture, Terdapat Interface List yang berisi
beberapa Interface yang akan di-capture aktivitasnya. Lihat gambar 1.4!

Gambar 1.4
 Pilih salah satu yang akan diamati. Untuk lebih spesifik, klik pada Interface List, pilih
salah satu Interface, klik Start. Lihat gambar 1.5!

Gambar 1.5
 Pindah ke Window Google Chrome. Masukkan alamat sebuah situs
(misal:http://www.google.co.id/). Lihat gambar 1.6!

Gambar 1.6
 Pindahkan Window ke Wireshark. Kita akan melihat munculnya banyak frame-frame
baru. Setelah dikiranya cukup, klik stop. Lihat gambar 1.7!

Gambar 1.7
 Karena kita akan meneliti frame HTTP, pada kolom filter, ketik “HTTP”, tekan Enter.
Pada Frame List, akan muncul semua Frame HTTP yang ada. Pilih salah satu Frame
yang akan diamati. Lihat gambar 1.8!

Gambar 1.8
 Amati setiap baris dan hierarki dalam Frame dan berikan penjelasan (semampunya).
Hasil Pengamatan
Berikut adalah hasil dari pengamatan yang telah kami laksanakan.
 Frame (Physical Layer)

◦ Isi dalam bagian ini diantaranya :


▪ Frame Number (62)
▪ Jitter pada current frame
▪ Panjang Frame (686 bytes)
▪ Panjang capture seluruhnya (686 bytes)
▪ Protocol yang digunakan dalam Frame (HTTP)
 Ethernet II (Datalink Layer)

◦ Isi dalam bagian ini diantaranya :


▪ Standar enkapsulasi paket data (Ethernet II)
▪ MAC address pada Source dan Destination
(Src : 70:5a:b6:0c:d8:47 Dst : 00:21:91:8f:bd:6f)
▪ Device ID (IP=0x0800)
 Internet Protocol (Network Layer)

◦ Isi dalam bagian ini diantaranya :


▪ Versi IP yang digunakan (IPv4)
▪ Panjang Header (20 bytes)
▪ Panjang total (672 bytes)
▪ IP address pada Source dan Destination
(Src : 192.168.1.19 Dst : 64.233.181.104)
 Transmission Control Protocol (Transport Layer)

◦ Isi dalam bagian ini diantaranya :


▪ Source dan Destination Port
(Src : 51474 - Google Chrome Dst : 80 – HTTP)
▪ Panjang Header (32 bytes)
 Hypertext Transfer Protocol (Application, Presentation, Session Layer)

◦ Isi dalam bagian ini diantaranya :


▪ Host/alamat yang dituju (www.google.co.id)
▪ Info content yang dimuat
Kesimpulan
 Tiap frame memiliki tugasnya masing-masing dalam proses enkapsulasi ataupun
dekapsulasi
 Dalam frame-frame tersebut, terdapat header-header yang berpengaruh terhadap
terkirim dan terbukanya data yang ditransfer ke pengirim lain.
 Walaupun terlihat simpel, namun proses enkapsulasi dan dekapsulasi ini sangatlah
kompleks.