Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM KI1101 KIMIA DASAR IA

MODUL III

TERMOKIMIA

Nama: Indah Nurina Fitri Hapsari

NIM: 16010275

Nama asisten: Nina Amelia (13008053)

Tanggal percobaan: 25 Oktober 2010

Tanggal pengumpulan: 1 November 2010

LABORATORIUM KIMIA DASAR

PROGRAM STUDI KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2010
I Tujuan Percobaan

1. Menentukan tetapan kalorimeter (k) melalui perbedaan kalor yang diserap dan diterima
oleh air saat pencampuran air dengan temperatur berbeda.
2. Menentukan kalor reaksi Zn(s) + CuSO4 (aq)
3. Menentukan kalor pelarutan etanol dalam air
4. Menentukan kalor penetralan NH4 dah HCl
5. Menentukan kalor penetralan NaOH dan CH3COOH

II Teori Dasar
Termokimia adalah bagian dari termodinamika yang mempelajari perpindahan dan perubahan
energi pada suatu reaksi. Hukum termodinamika I menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan
maupun dimusnahkan tetapi dapat berubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain. Begitu juga dalam
sebuah reaksi kimia, sesuai dengan hukum termodinamika perubahan energi dalam dari suatu sistem
termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan
kerja yang dilakukan terhadap sistem.

Reaksi kimia meliputi pelepasan dan penggabungan ikatan kimia. Pada hampir semua
reaksi, ketika ikatan terbentuk, energi kimia sistem akan berkurang. Ibarat dua buah benda
yang saling tarik menarik, kemudian didekatkan, maka potensial energinya akan berkurang.
Dalam reaksi kimia, potensial energi disebut dengan energi kimia. Saat terjadi pembentukan
ikatan, sebagian energi kimia berubah menjadi energi kinetik. Energi kinetik menyebabkan
temperatur meningkat. Jika reaksi terjadi pada sistem yang tidak terisolasi, maka panas akan
dilepas ke lingkungan. Reaksi yang melepaskan panas ke lingkungan disebut reaksi
eksotermik.

Reactant Product + heat

Sebaliknya, reaksi pelepasan ikatan membutuhkan energi untuk memisahkan ikatan yang
saling tarik menarik. Reaksi yang membutuhkan energi disebut reaksi endotermik. Jika reaksi
terjadi pada sistem yang tidak terisolasi, maka temperatur lingkungan akan menurun seiring
dengan mengalirnya panas ke sistem.

Reactant + energy Product

Kuat lemahnya sebuah ikatan dapat ditentukan melalui banyaknya energi yang dibutuhkan
untuk melepas ikatan tersebut.

Jumlah panas yang dilepas atau yang diserap dalam sebuah reaksi kimia disebut panas
reaksi. Panas reaksi dapat diukur melalui perubahan temperatur, yang dapat diukur
menggunakan alat yang disebut kalorimeter. Kalorimeter biasa digunakan apabila pada saat
reaksi volume atau tekanan dalam keadaan konstan. Reaksi pada volume konstan dapat
dilakukan dalam container tertutup yang rigid. Sedangkan reaksi dengan tekanan konstan
dapat diperoleh pada reaksi dalam container terbuka.

Pada umumnya, pada sebuah reaksi terjadi pertukaran panas antara kalorimeter dan
isinya., sehingga kita perlu menentukan kalor yang diserap oleh kalorimeter. Jumlah kalor
yang diserap oleh kalorimeter untuk menaikkan temperaturnya sebesar 1 derajat disebut
sebagai tetapan kalorimeter. Salah satu cara untuk menentukan tetapan kalorimeter adalah
mencampurkan sejumlah air dingin (massa m1, suhu T1) dengan sejumlah air hangat (massa
m2, suhu T2) di dalam kalorimeter yang akan ditentukan tetapannya. Perbedaan temperatur air
yang dicampurkan harus diatur agar tidak lebih dari 10 derajat. Jika kalorimeter tidak
menyerap kalor dari campuran ini, kalor yang diberikan air panas harus sama dengan kalor
yang diserap air dingin. Tetapi, apabila terdapat perbedaan antara kalor yang diserap air
dingin dan dilepaskan oleh air panas, maka perbedaan kalor itulah yang diserap oleh
kalorimeter. Harga tetapan kalorimeter diperoleh dengan membagi jumlah kalor yang diserap
kalorimeter dengan perubahan temperatur pada kalorimeter.

III Cara Kerja

Percobaan I

Penentuan tetapan kalorimeter

Sebanyak 25 cm3 air dimasukkan ke dalam kalorimeter. Kemudian temperatur dicatat.


25 cm3 air yang lain dipanaskan di gelas kimia menggunakan bunsen burner hingga ±10° di
atas temperatur kamar. Setelah itu, air yang telah dipanaskan dimasukkan ke dalam
kalorimeter dan diaduk. Kalorimeter ditutup rapat. Temperatur dicatat selama 10 menit
selang satu menit. Hasil dinyatakan dalam grafik selang waktu Vs temperatur.

Percobaan II
Penentuan kalor reaksi Zn(s) + CuSO4 (aq)

Sebanyak 50 cm3 larutan 1M CuSO4 dimasukkan ke dalam kalorimeter. Kemudian,


temperatur dicatat selama 2 menit selang waktu ½ menit. Bubuk Zn ditimbang hingga 3-3,10
gram dan dimasukkan ke dalam kalorimeter. Temperatur dicatat selama 10 menit selang 1
menit setelah pencampuran. Hasil dinyatakan dalam grafik selang waktu Vs temperatur.
Percobaan III
Penentuan kalor pelarutan etanol dalam air

Sebanyak 18 cm3 air dimasukkan ke dalam kalorimeter menggunakan buret.


Temperatur air dalam kalorimeter dicatat selama 2 menit selang ½ menit. 29 cm3 etanol
dimasukkan ke dalam buret lain dan dicatat temperaturnya. Etanol dimasukkan ke dalam
kalorimeter dan dikocok. Temperatur dicatat selama 4 menit dengan selang waktu ½ menit.
Hasil dinyatakan dalam grafik selang waktu Vs temperatur. Percobaan dilakukan dengan
berbagai perbandingan volum.
Volume (cm3) Mol
No air/mol
Air Etanol
etanol
1. 18,0 29,0 2
2. 27,0 19,3 5
3. 36,0 14,5 8
4. 36,0 11,6 10
5. 36,0 5,8 20
6. 45,0 4,8 30

Percobaan IV
Penentuan kalor penetralan HCl dan NaOH

Sebanyak 25cm3 HCl 2 M dimasukkan ke dalam kalorimeter. Kedudukan temperatur


dicatat. 25 cm3 NaOH 2,05 M diatur agar bertemperatur sama dengan HCl. Kemudian NaOH
dituang ke dalam kalorimeter. Campuran dikocok dan temperatur campuran dicatat selama 5
menit selang 2 menit. Hasil dibuat dalam bentuk grafik temperatur Vs selang waktu.

Percobaan V
Penentuan kalor penetralan HCl dan NH4OH

Sebanyak 25cm3 HCl 2 M dimasukkan ke dalam kalorimeter. Kedudukan temperatur


dicatat. 25 cm3 NH4OH 2,05 M diatur agar bertemperatur sama dengan HCl. Kemudian
NH4OH dituang ke dalam kalorimeter. Campuran dikocok dan temperatur campuran dicatat
selama 5 menit selang 2 menit. Hasil dibuat dalam bentuk grafik temperatur Vs selang waktu.
Percobaan VI
Penentuan kalor penetralan NaOH dan CH3COOH

Sebanyak 25cm3 CH3COOH 2 M dimasukkan ke dalam kalorimeter. Kedudukan


temperatur dicatat. 25 cm3 NaOH 2,05 M diatur agar bertemperatur sama dengan CH3COOH.
Kemudian NaOH dituang ke dalam kalorimeter. Campuran dikocok dan temperatur
campuran dicatat selama 5 menit selang 2 menit. Hasil dibuat dalam bentuk grafik temperatur
Vs selang waktu.

IV Hasil dan Perhitungan

Percobaan I

Penentuan tetapan kalorimeter


Volume air dingin = Volume air hangat = 25cm3
Massa jenis air = 1 g/cm3
Massa air dingin = Massa air hangat = ρ x V = 1 g/cm3 x 25cm3= 25 g
Temperatur air dingin : 27℃
Temperatur air hangat : 42℃

Tabel temperatur campuran selama 10 menit selang 1 menit


Waktu (menit) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
32,5 32 32 32 32 32 32 32 32
Temperatur 32℃
℃ ℃ ℃ ℃ ℃ ℃ ℃ ℃ ℃

Yintercept (x=0)= -0.0273x + 32.2 = 32.2


Temperatur campuran (pada t=0) = 32,2℃
Perhitungan:
a. Kalor yang diserap air dingin
Q1= mair x cair x ∆T2
= 25g x 4,2 J/gK x (32,2℃ - 27℃) = 546 Joule
b. Kalor yang dilepas air panas
Q2= mair x cair x ∆T2
= 25g x 4,2 J/gK x (42℃ - 32,2℃)= 1029 Joule
c. Kalor yang diterima kalorimeter
Q3= Q2 - Q1 = 1029 Joule – 546 Joule = 483 Joule
d. Tetapan kalorimeter
k= Q3∆T2 = 483 joule5.2 K = 92.9 J/K

Percobaan II

Penentuan kalor reaksi Zn(s) + CuSO4 (aq)

Tetapan Kalorimeter= 84 J/K cZnSO4= 3,52 J/gK Volume ZnSO4= 50 cm3

Massa jenis ZnSO4= 1,14 g/cm3 Maka, massa ZnSO4= ρ x V = 50 cm3 x 1,14 g/cm3= 57g

Temperatur awal larutan CuSO4= 27℃

Tabel temperatur Zn(s) + CuSO4 (aq) selama 10 menit selang 1 menit

Waktu (menit) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
32 33 35 35 35 35 36 36
Temperatur 32℃ 32℃
℃ ℃ ℃ ℃ ℃ ℃ ℃ ℃

Grafik temperatur Zn(s) + CuSO4 (aq) selama 10 menit selang 1 menit

Yintercept(x=0) = 0.5152x + 31.267= 31,27

Perhitungan
a. Kalor yang diserap larutan
Q4= mZnSO4 x cZnSO4 x ∆T4
= 57g x 3,52 J/gK x (31,27ºC-27℃)=856,7 Joule
b. Kalor yang diserap kalorimeter
Q5= K x ∆T4
= 84 J/K x 4,27K =358,68 Joule
c. Kalor reaksi
Q6 = Q5+ Q4 = 856,7 Joule + 358,68 Joule =1215,38 Joule
d. Entalpi reaksi
ΔHr = - Q60,04 mol = - 1215,38 Joule0,04 mol = - 30384,5 J/mol
Percobaan III

Penentuan kalor pelarutan dalam air

ρalkohol = 0,793 g/cm3 ρair = 1 g/cm3 cetanol = 1,92 J/gK cair = 4,2 J/gK

Temperatur awal air Temperatur awal etanol

Perhitungan:

a. Kalor yang diserap air (Q7)= mair x cair x ΔT

b. Kalor yang diserap etanol (Q8) = metanol x cetanol x ΔT

3 3 2 14.
Vair (cm3) 18 27 36 45 Vetanol(cm3) 19.3 11.6 5.8 4.8
6 6 9 5
Waktu (menit) 0.5 2 1.02 1. 2.0 2. 03.0 2
3.5 4.0 metanol= T Awal TAkhir ∆T mol
Tawal (0C) 26 26 3 26 26 Tawal ( C) 25 25 25 25 25
3
Vair(cm ) Vetanol(cm 6 6 5 5 5 ρxv air/mo
) l
etanol
18 29 31 31 31 31 31 31 30 30 23 25.5 31.4 5.9 2
27 19.3 32 32 31 31 31 31 31 31 15.3 25.5 31.8 6.3 5
36 14.5 32 32 32 32 31 31 31 31 11.5 25.5 31.4 5.9 8
36 11.6 31 31 31 31 31 31 31 31 9.2 25.5 31 5.5 10
36 5.8 29 29 29 29 29 29 29 29 4.6 25.5 29 3.5 20
45 4.8 28 28 28 28 28 28 28 28 3.8 25.5 28 2.5 30
c. Kalor yang diserap kalorimeter (Q9) = k x ΔT
d. Kalor yang dihasilkan larutan(Q10) = (Q7) + (Q8) + (Q9)
e. Entalpi pelarutan (ΔH) = Q10vol etanol58
Vol
Q7 Q8 Q9 Q10 etanol/ ΔH
58
446.0 260.54 309.7 1016.3 2032.66
0.5
4 4 5 34 8
714.4 185.06 330.7 1230.2 0.3327 3697.09
2 88 5 39 59 07
892.0 130.27 309.7 1332.1 5328.40
0.25
8 2 5 02 8
288.7 1217.5
831.6 97.152 0.2 6087.51
5 02
183.7 743.86
529.2 30.912 0.1 7438.62
5 2
131.2 0.0827 7515.71
472.5 18.24 621.99
5 59 25

Grafik ΔH pelarutan terhadap mol air/mol etanol

Maka kalor pengenceran tak hingga= 7600 J/mol

Percobaan IV
Penentuan kalor penetralan HCl dan NaOH
k = 92.9 J/K
Volume HCl = Volume NaOH= 25 cm3
ρlarutan = 1,03 g/cm3 clarutan = 3,96 J/gK
Massa larutan = Vtotal x ρlarutan = 1,03 g/cm3x 50 cm3= 51,5 g
Tawal HCl = 26,8 ºC
Tawal NaOH = 26,8 ºC
Temperatur larutan HCl + NaOH
Waktu (detik) 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300

35 35 35 35 34 34 34 34 34 34
Temperatur (ºC)

Yintercept(x=0) = -0.2909x + 35.2 = 35,2

Reaksi
n HCl = M x v = 2 x 25x10-3 = 0,05
n NaOH = Mx V= 2,05 x 25 x 10-3 = 0,05125
NaOH(aq) + HCl(aq)  NaCl + H2O
M 0,05 0,05125 - -
B 0,05 0,05 0,05 0,05
S 0 0,00125 0,05 0,05
Perhitungan:
a. Kalor yang diserap larutan (Q11)
Q11= mlar x clar x ΔT = 51,5 g x 3,96 J/gK x (35,2 ºC -26,8ºC) = 1713,096 J
b. Kalor yang diserap kalorimeter (Q12)
Q12= k x ΔT = 92.9 J/K x (35,2 ºC -26,8ºC) = 295,68 J
c. Kalor reaksi (Q13)
Q13 = Q11 + Q12 = 2008,776 J
d. Kalor penetralan
ΔHn= -Q13mol NaCl = -2008,7760,05 = - 40175,52 J/mol

Percobaan V
Penentuan kalor penetralan HCl dan NH4OH
k = 92.9 J/K
Volume HCl = Volume NH4OH= 25 cm3
ρlarutan = 1,015 g/cm3 clarutan = 3,96 J/gK
Massa larutan = Vtotal x ρlarutan = 1,015 g/cm3x 50 cm3= 50,75 g
Tawal HCl = 27 ºC
Tawal NaOH = 27 ºC
Temperatur larutan HCl + NH4OH
Waktu (detik) 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300
36.
37 37 37 37 36 36 36 36 36
Temperatur (ºC) 5

Yintercept(x=0) = -0.297x + 37.267= 37,267


Reaksi
n HCl = M x v = 2 x 25x10-3 = 0,05
n NH4OH = Mx V= 2,05 x 25 x 10-3 = 0,05125
NH4OH(aq) + HCl(aq)  NH4Cl + H2O
M 0,05 0,05125 - -
B 0,05 0,05 0,05 0,05
S 0 0,00125 0,05 0,05
Perhitungan:
a. Kalor yang diserap larutan (Q14)
Q14= mlar x clar x ΔT = 50,75 g x 3,96 J/gK x (37,267 ºC -27ºC) = 2063,36 J
b. Kalor yang diserap kalorimeter (Q15)
Q15= k x ΔT = 92.9 J/K x (37,267 ºC -27ºC) = 953,8 J
c. Kalor reaksi (Q16)
Q16 = Q14 + Q15 = 3017,1643 J
d. Kalor penetralan
ΔHn= -Q16mol NH4Cl = -3017,16430,05 = - 60343,3 J/mol

Percobaan V
Penentuan kalor penetralan CH3COOH dan NaOH
k = 84 J/K
Volume CH3COOH = Volume NaOH= 25 cm3
ρlarutan = 1,098 g/cm3 clarutan = 4,02 J/gK
Massa larutan = Vtotal x ρlarutan = 1,098 g/cm3x 50 cm3= 54,9 g
Tawal CH3COOH = 26 ºC
Tawal NaOH = 26 ºC
Temperatur larutan HCl + NaOH
Waktu (detik) 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300

33 33 33 33 33 33 33 32 32 32
Temperatur (ºC)

Yintercept(x=0) = -0.2545x + 33.4=33,4


Reaksi
n CH3COOH = M x v = 2 x 25x10-3 = 0,05
n NaOH = Mx V= 2,05 x 25 x 10-3 = 0,05125
NaOH(aq) + CH3COOH (aq)  CH3COONa + H2O
M 0,05 0,05125 - -
B 0,05 0,05 0,05 0,05
S 0 0,00125 0,05 0,05
Perhitungan:
a. Kalor yang diserap larutan (Q17)
Q17= mlar x clar x ΔT = 54,9 g x 4,02 J/gK x (33,4 ºC -26ºC) = 1633,1652 J

b. Kalor yang diserap kalorimeter (Q18)


Q18= k x ΔT = 84 J/K x (33,4 ºC -26ºC) = 621,6J
c. Kalor reaksi (Q19)
Q19 = Q18 + Q17 = 2254,77 J
d. Kalor penetralan
ΔHn=- Q19mol NH4Cl = -2254,77 0,05 = - 45095,304 J/mol

V Pembahasan

Sesuai dengan hukum termodinamika, kalor yang diserap sama dengan kalor yang
dilepas. Dalam percobaan pertama, sesuai perhitungan, kalor yang diserap air dingin adalah 546
Joule sedangkan kalor yang dilepas oleh air panas adalah 1029 Joule. Terdapat perbedaan antara
kalor yang dilepas dan diterima. Maka dapat dikatakan sebagian kalor yang dilepas air panas
ditangkap oleh kalorimeter. Perbedaan antara kalor yang diterima oleh air dingin dan kalor yang
dilepas air panas merupakan kalor yang diserap kalorimeter. Maka, kalor yang diserap
kalorimeter adalah 1029 Joule - 546 Joule = 483 Joule. Tetapan kalorimeter adalah Banyaknya
kalor yang dibutuhkan untuk meningkatkan suhu kalorimeter sebesar 1 derajat. 483 Joule adalah
banyaknya kalor yang dibutuhkan kalorimeter untuk menaikkan suhu sebesar ΔT. T akhir
diperoleh melalui regresi linear dari data suhu dalam selang waktu tertentu. X-axis pada
persamaan yang telah diperoleh melalui regresi linear diisi dengan 0 untuk mengetahu nilai suhu
tepat saat pencampuran terjadi. Kemudian ΔT = Tawal-T akhir . T awal merupakan suhu mula-mula
air dingin karena sepertihalnya kalorimeter, air dingin menyerap kalor. Maka tetapan
kalorimeternya adalah 483 Joule / 5,2 K=92,9 J/K.

Pada percobaan kedua, Suhu mula-mula CuSO4 adalah 27ºC. Kemudian setelah padatan
Zn dicampurkan ke dalam CuSO4, suhu meningkat. Maka dapat dikatakan bahwa reaksi
merupakan reaksi eksoterm yaitu reaksi yang melepas energi. Energi yang dilepas itulah yang
menyebabkan kenaikan suhu. Kalor reaksi dari reaksi tersebut adalah jumlah dari kalor yang
diserap kalorimeter ditambah jumlah kalor CuSO4. Maka jumlah kalor reaksi = (mZnSO4 x cZnSO4 x
∆T4) + ( k x ∆T4). T akhir diperoleh melalui regresi linear dari data suhu dalam selang waktu
tertentu. X-axis pada persamaan yang telah diperoleh melalui regresi linear diisi dengan 0 untuk
mengetahu nilai suhu tepat saat pencampuran terjadi. Kemudian ΔT = Tawal-T akhir . T awal. Maka
kalor reaksi yang didapat adalah 1215,38. ΔH reaksi = - Qn = - 30384,5 J/mol (negatif
menunjukkan bahwa reaksi merupakan reaksi eksoterm).

Pada percobaan 4,5, dan 6 terjdi pencampuran asam dan basa, sehingga terbentuk garam.
Reaksi tersebut disebut reaksi netralisasi, sehinga entalpinya disebut ΔH neutralization / ΔHn.
Sesuai dengan hasil percobaan, terjadi kenaikan suhu, yang berarti bahwa ketiga reaksi tersebut
termasuk reaksi eksoterm (kenaikan suhu diakibatkan karena reaksi melepas energi), maka ΔH
bernilai negatif. ΔHn adalah jumlah kalor reaksi dibagi dengan mol garam yang terbentuk.
Sedangkan kalor reaksinya adalah total kalor yang terlibat dalam reaksi, yaitu jumlah kalor
larutan ditambah jumlah kalor yang diserap kalorimeter. Maka:
ΔHn = Qtotal / ngaram

= (Qkalorimeter + Qlarutan )/ n garam

= [ (k x ΔT) + (mlar x clar x ΔT)] / n garam

VI Simpulan

1. Tetapan Kalorimeter = 92.9 J/K


2. Kalor reaksi Zn(s)+ CuSO4 = ΔHr = - 30384,5 J/mol
3. Entalpi pengenceran etanol tak hingga = ΔHpengenceran= 7600 J/mol
4. Entalpi penetralan HCl dan NaOH = ΔHn = - 40175,52 J/mol
5. Entalpi penetralan HCl dan NH4OH = ΔHn = - 60343,3 J/mol
6. Entalpi penetralan CH3COOH dan NaOH = ΔHn = - 45095,304 J/mol

VII Daftar Pustaka

Achmad, Hiskia, Tupamahu. 2001. Stoikiometri Energetika Kimia. Bandung: PT


Citra Aditya Bakti.

Brady, James E. 1999. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Jilid kesatu. Jakarta:
Binarupa Aksara.