Anda di halaman 1dari 5

Tugas Sistem Imunologi

Nama : Oktaviana Sari Nainggolan


Nim : 2009 33 033

1. 5 Klasifikasi obat-obatan yang secara farmakologi berhubungan dengan sistem


imun,dilihat dari klasifikasi,efek samping dan sikap perawat dalam melakukan
pengawasan terhadap pemberian obat.

- Asiklovir,Natrium Asiklovir
Klasifikasi : Antiinfeksi,antivirus
Efek samping : - SSP : sakit kepala,pusing,kelelahan,insomnia,depresi.
- IV : Letargi,kejang,koma,halusinasi.
- KV : Hipotensi,palpitasi.
- Gl : Mual,muntah,diare.
- Darah : Trombositosis.trombositopenia,leukopenia.
- Kulit : Urtikaria,jerawat,rontok rambut yang cepat.
- Otot : Kram otot,nyeri tungkai,artralgia.
Sikap perawat : Pertahankan hidrasi yang adekuat selama infusi dan dua jam
sesudahnya.Pantau dengan seksama adanya gejala SSP dan kaji
fungsi perkemihan dengan mengukur asupan (I) dan keluaran (O),
dan lakukan pemeriksaan berkala pada fungsi ginjal.Cegah
ekstravasasi,sebab hal tersebut dapat mengakibatkan peradangan
dan flebitis.Hubungi dokter jika tidak terjadi perbaikan setelah
tujuh hari.
- Basitrasin
Klasifikasi : Antiinfeksi
Efek samping : Lebih mungkin terlihat pada individu yang mendapat dosis tinggi,
terapi berdurasi panjang,atau dengan kerusakan fungsi jantung.
- SSP : Menghambat transmisi neuromuskular yang dapat
menyebabkan blokade neuromuskular yang
disertai
paralisis pernapasan.
- Gl : Anoreksia,mual,muntah,diare.
- GU : Silindruria,hematuria,gatal-gatal,dan panas di
rektal.
- Darah : Dikrasia darah,toksisitas sumsum
tulang,eosinofilia.
Sikap perawat : Injeksi IM dapat menimbulkan nyeri:amati adanya
indurasi.Pantau adanya nefrotoksisitas dan blokade
neuromuskular.Kaji fungsi ginjal dengan mengukur l&O,berat
badan,kadar obat dalam serum,urinalisis harian,dan kreatinin
serum.
- Natrium Ampilisin-Sulbaktam
Klasifikasi : Antiinfeksi,aminopensilin
Efek samping : - SSP : Kelelahan,sakit kepala,pusing.
- Gl : Diare,mual,muntah,ketidaknyamanan
abdomen,perdarahan rektal.
- Hati : Alkalin fosfatase,kreatinin kinase,bilirubin
- Darah : Penurunan jumlah Hb,neutropenia,hematokrit
Sikap perawat : Amati area IV untuk melihat danya iritasi vena dan ekstravasasi.
Pantau timbulnya hipersensitivitas(khususnya pada 20 menit
pertama pemberian dosis pertama).Perhatikan adanya gejala-
gejala superinfeksi(diare).Kaji fungsi ginjal,hati,dan hematologis
pada individu yang menjalani terapi jangka panjang/dosis tinggi.
Pertahankan asupan cairan sesuai kelompok usia.
- Amantadin Hidroklorida
Klasifikasi : Antivirus,antiinfeksi
Efek samping : - SSP : Pusing,insomnia,iritabilitas,depresi,ansietas,
halusinasi.
- KV : Hipotensi ortstatik,edema perifer,gagal jantung
kongestif.
- Kulit : Ruam,urikaria,retikularis livedo karena terapi
yang lama.
- Darah : Leukopenia,neutropenia(jarang)
Sikap perawat : Pantau dengan cermat adanya efek samping obat dab gejala-
gejala influensa.Jika terjadi insomnia,minum dosis terakhir
beberapa jam sebelum tidur.
- Amikasin Sulfat
Klasifikasi : Aminoglikosida,antibiotik
Efek samping : - Gl : mual,muntah,hilang nafsu makan
- Kulit : Ruam pada kulit,demam karena obat.
- Darah : Anemia,eosinofilia.
- Sensorik : Kerusakan saraf kranial kedelapan,ketulian,
kerusakan koklear,kehilangan keseimbangan.
Sikap perawat : Amati adanya tanda-tanda depresi pernapasan selama infusi IV.
Kadar puncak di dalam darah dicapai setelah satu jam pemberian
Dosis IM dan 30 menit-1jam setelah infusi IV terakhir.
2. 5 Jenis pemeriksaan,fungsi,makna hasil dan implikasi keperawatan,pada
pemeriksaan tes lab terjadinya disfungsi sistem imun.

- Anticardiolipin antibody (ACL,ACA)


Tipe tes : darah 5-7ml dari fungsi vena
Nilai normal : IgG antikardiolipin antibodi <23 g/L.
IgM anticardiolipin antibodi <11mg/L
Implikasi Keperawatan : - Sebelum pemeriksaan : Jelaskan prosedur pemeriksaan
Pada pasien.Katakan bahwa
Pemeriksaan tidak memerlukan
waktu yang lama
- Setelah Pemeriksaan : Berikan tekanan pada bekas
Vena pungsi untuk mencegah
Perdarahan.Awasi adanya
Perdarahan pada tempat vena
pungsi.
- Aldolase
Tipe tes : Darah yang di dapat dari vena pungsi sebanyak
4 ml.
Nilai normal : - Dewasa :3.0-8.2 sibley-Lehninger U/dl atau
22-59mU dalam suhu 370c(St unit).
- Anak : sekitar 2xnilai dewasa.
- Bayi : 4xnilai dewasa.
Implikasi Keperawatan : - Sebelum pemeriksaan : Jelaskan pada pasien
bahwa Pemeriksaan tidak
memerlukan waktu yang
lama.Hindari pemberian
injeksi IM karena akan
meningkatkan level
serum aldolase.
- Setelah Pemeriksaan : Berikan tekanan pada
bekas Vena pungsi
untuk mencegah
Perdarahan.Awasi adanya
Perdarahan pada tempat
vena pungsi.
- Antimyocardial antibody(AMA)
Tipe tes : darah vena
Nilai normal :negative(jika positif,serum diencerkan)
Implikasi keperawatan : - Sebelum pemeriksaan : Jelaskan pada pasien
bahwa Pemeriksaan tidak
memerlukan waktu yang
lama.Hindari pemberian
injeksi IM karena akan
meningkatkan level
serum aldolase.
- Setelah Pemeriksaan : Berikan tekanan pada
bekas Vena pungsi
untuk mencegah
Perdarahan.Awasi adanya
Perdarahan pada tempat
vena pungsi.
- Complement assay
Tipe tes : darah vena pungsi 7ml.
Nilai Normal :- total komlemen 75-160U/ml atau
75-160U/L (St unit).
- C3 : 55-120mg/dl atau
0.55-1.20gr/L(St unit).
- C4: 20-50mg/dl atau
0.20-0.50g/L(St unit).
Implikasi keperawatan : - Sebelum pemeriksaan : Jelaskan pada pasien
bahwa Pemeriksaan tidak
memerlukan waktu yang
lama.Hindari pemberian
injeksi IM karena akan
meningkatkan level
serum aldolase.
- Setelah Pemeriksaan : Berikan tekanan pada
bekas Vena pungsi
untuk mencegah
Perdarahan.Awasi adanya
Perdarahan pada tempat
vena pungsi.
- C-reactive protein(CRP)
Tipe tes : darah 7 ml dengan pungsi vena perifer
Nilai normal : <0.8 mg/dl.
Implikasi keperawatan : - Sebelum pemeriksaan : Jelaskan pada pasien
bahwa Pemeriksaan tidak
memerlukan waktu yang
lama.Hindari pemberian
injeksi IM karena akan
meningkatkan level
serum aldolase.
- Setelah Pemeriksaan : Berikan tekanan pada
bekas Vena pungsi
untuk mencegah
Perdarahan.Awasi adanya
Perdarahan pada tempat
vena pungsi.

4. Bagaimana cara perawat dalam mengatasi masalah tersebut dan


merekomendasikan :
Saya sebagai seorang perawat menyarankan seorang wanita muda tersebut untuk
melakukan tes darah yang didapat dari pungsi vena sebanyak 7ml dan hasil pemeriksaan
tes tersebut apabila normal menunjukkan tidak adanya HIV antigen atau antibodi.
AIDS serologi tes dapat dilakukan pada wanita untuk mengetahui antibodi
HIV,karena dapat dilihat dari situasi wanita yang berada di resiko tinggi untuk terkena
HIV& AIDS yaitu khususnya pada wanita muda yang aktif dan produktif dalam
hubungan sex bebas.