Anda di halaman 1dari 4

Pernapasan adalah proses pengambilan O2, pengeluaran CO2 dan penggunaan

energi yang dihasilkan oleh tubuh.sistem pernapasan atau respirasi adalah sistem
organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem
pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke
dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk
dan juga mengeluarkannya.sistem pernapasan dapt dibagi menjadi dua yaitu
pernapasan dada dan pernapasan perut.

Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,
antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi
kesehatan,jenis pekerjaan, ukuran tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang
dimakan. (Tedbio, 2009)

Faktor yang mempengaruhi kecepatan frekuensi pernapasan adalah:

1. Usia

Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan manula. Semakin


bertambah usia, intensitas pernapasan akan semakin menurun

2. Jenis kelamin.

Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan perempuan

3. Suhu tubuh

Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat.di
Lingkungan yang panas tubuh mengalami peningkatan metabolisme untuk mempertahankan
suhu agar tetap stabil. Untuk itu tubuh harus lebih banyak mengeluarkan keringat agar
menurunkan suhu tubuh. Aktivitas ini membutuhkan energi yang dihasilkan dari peristiwa
oksidasi dengan menggunakan oksigen sehingga akan dibutuhkan oksigen yang lebih banyak
untuk meningkatkan frekwensi

4. Posisi tubuh
Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan posisi diam.
frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk. Frekuensi pernapasan
posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap

5. Aktivitas

Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat

6. Gaya Hidup

Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut
jantung, demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. Merokok dan pekerjaan tertentu pada
tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru.

7. Status Kesehatan

Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen
yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler
kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Selain itu penyakit-
penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah.

8. Narkotika

Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika
depresi pusat pernapasan dimedula. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik
analgetik, perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasa

9. Ketinggian

Ketinggian mempengaruhi pernapasan. Makin tinggi daratan, makin rendah O2, sehingga
makin sedikit O2 yang dapat dihirup

10. Polusi udara


Dengan adanya polusi udara, kecepatan pernapasan kita terganggu. Bernapas menjadi
lebih menyesakkan sehingga kecepatan pernapasan menurun, jumlah oksigen yang dihisap
menurun, kita pun menjadi lemas. (Junior, 2009)

Tambahan kesimpuolan:

Posisi tubuh ; Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan posisi
diam. frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk.

e) Aktivitas ; Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat

Frekuensi napas normal tergantung umur :


• Usia baru lahir sekitar 35 – 50 x/menit
• Usia < 2 tahun 25 – 35 x/menit
• usia 2-12 tahun 18 – 26 x/menit
• dewasa 16 – 20 x/menit.
• Takhipnea :Bila pada dewasa pernapasan lebih dari 24 x/menit
• Bradipnea : Bila kurang dari 10 x/menit disebut
• Apnea : Bila tidak bernapas

Denyut nadi dapat dipakai sebagai tolok ukur kondisi jantung. Denyut nadi adalah
frekuensi irama denyut/detak jantung yang dapat dipalpasi (diraba) di permukaan
kulit pada tempat-tempat tertentu. Frekuensi denyut nadi pada umumnya sama
dengan frekuensi denyut jantung/detak jantung.
1. Tempat meraba denyut nadi
a। dipergelangan tangan
b. dileher sebelah kiri/kanan
c. di dada sebelah kiri, tepat di apex jantung
d. dipelipis
2. Hal-hal yang perlu diperiksa :
a. frekuensinya
b. isinya
c. iramanya teratur apa tidak
1) frekuensi nadi akan meningkat bila kerja jantung meningkat
2) bila kita berlatih frekuensi denyut nadi dengan sendirinya akan meningkat sesuai
dengan beratnya latihan
yang dilakukan
3) setelah latihan selesai frekuensi denyut nadi akan menurun
4) orang yang terlatih denyut nadi istirahat lebih lambat dibandingkan dengan
orang yang tidak terlatih
Peningkatan denyut nadi berhubungan dengan peningkatan respirasi yang
menyebabkan meningkatnya aktivitas otot-otot respirasi, sehingga dibutuhkan
darah lebih banyak untuk mensuplai O2 dan nutrient melalui peningkatan aliran
darah .