Anda di halaman 1dari 7

Sauber

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Akurasi Terperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
BMW Sauber-Ferrari

Nama resmi BMW Sauber F1 Team

Kantor pusat Hinwil, Switzerland

Bos tim Peter Sauber


Direktur teknik James Key
Formula Satu musim 2010
22. Pedro de la Rosa
Pembalap 22. Nick Heidfeld[1]
23. Kamui Kobayashi
Pembalap tes Esteban Gutiérrez[2]
Sasis Sauber C29
Mesin Ferrari 056
Ban Bridgestone
Sejarah tim dalam ajang Formula Satu
Balapan pertama Grand Prix Afsel 1993
Balapan terakhir Grand Prix Brasil 2010
Ikut balapan 290
Juara dunia konstruktor 0
Juara dunia pembalap 0
Menang 1
Posisi pole 1
Lap tercepat 2
Musim terakhir 2009
Klasemen musim terakhir Posisi 6 (36 poin)
Sauber Formula One Engineering (selanjutnya biasa disebut sebagai Sauber atau
Team Sauber F1) adalah salah satu tim dan konstruktor Formula 1 asal Swiss. Tim ini
sempat berlaga atas nama Sauber secara penuh dari tahun 1993 sampai 2005. Awal
musim 2006 Peter Sauber menjual sahamnya kepada pabrikan mobil BMW sehingga
nama tim berubah menjadi BMW Sauber. Sejak keputusan BMW yang mundur dari F1 di
akhir 2009, santer diberitakan bahwa tim Sauber Original akan kembali lagi ke arena.
Dan kemudian pada 3 Desember waktu Swiss akhirnya dipastikan bahwa tim Sauber
akan kembali lagi berlaga di ajang F1 mulai musim 2010.[3][4]

Daftar isi
[sembunyikan]

• 1 Awal mula
• 2 Formula 1
o 2.1 Mitra Mercedes-Benz
o 2.2 Era Ford
o 2.3 Adik Ferrari
o 2.4 BMW-Sauber
o 2.5 2010: Kembali ke F1
• 3 Pembalap kenamaan
• 4 Catatan kaki

• 5 Pranala luar

[sunting] Awal mula


Tim Sauber mulai terlibat di dunia motorsport sejak 1967 lewat Peter Sauber. Namun,
mulai resmi terlibat tahun 1970 setelah mendirikan perusahaan sendiri di Swiss. Mobil
pertama yang ia kembangkan waktu itu masih mengandalkan mesin
Volkswagen.Selanjutnya pada 1975, Sauber berhasil mengembangkan mobil C4 dengan
bodi monokok bermesin Cosworth BDG. Dan satu tahun berikutnya perusahaan bernama
P.P. Sauber A.G di Hinwill dekat Zurich itu mulai memproklamirkan diri sebagai
konstruktor mobil-mobil balap dan memproduksi mobil balap C5 bermesin BMW untuk
kompetisi balapan Grup 6.

Tahun 1981, Sauber melakukan terobosan di dunia motorsport dengan memproduksi


versi khusus dari BMW M1 dan menjuarai Nurburging 1000 Km di tahun yang sama.
Hasil itu membuat Sauber semakin serius memfokuskan diri di dunia balap. Pada 1983, ia
beralih ke mesin Mercedes-Benz dengan tenaga turbocharge. Teknologi yang
dikembangkan Sauber itu kemudian mendapat perhatian dari Mercedes-Benz dan
akhirnya menawarkan kerjasama yang menghasilkan mobil juara World Sportscar
Championship Grup 6 yaitu C9 (1989) dan C11 (1990). Namun aliansi dengan pabrikan
Jerman itu terputus pada 1990 karena Mercedes ingin mengembangkan mesin balap
sendiri dan tidak setuju dengan rencana Sauber turun ke Formula 1.
[sunting] Formula 1
[sunting] Mitra Mercedes-Benz

Menginjak 1993, Sauber akhirnya memulai debut F1 di GP Afrika Selatan dengan mobil
C12 bermesin V10 hasil desain Harvey Postlethwaite. Produksi mesin itu bekerjasama
dengan Ilmor Engineering. Pada balapan pertamanya tersebut, Sauber diperkuat
pembalap Karl Wendlinger dan J.J. Lehto. Lehto berhasil finis di posisi lima dan
mendapatkan dua poin. Prestasi ini cukup mengagumkan, pasalnya Sauber hanyalah tim
dengan dukungan dananya pas-pasan. Pada akhir musim 1993, Sauber menempati posisi
tujuh Kejuaraan Konstruktor dan mengumpulkan 12 poin. Memasuki musim 1994,
Sauber mempromosikan Heinz-Harald Frentzen dari test driver sebagai pembalap kedua
menggantikan JJ Lehto. Sedangkan Karl tetap dipertahankan. Frentzen tampil
menakjubkan sejak awal sampai akhir musim. Di tahun yang sama, Sauber praktis tak
bekerjasama lagi dengan Ilmor karena telah diambil alih oleh Mercedes-Benz. Di tahun
1994, tim Sauber ditimpa musibah. Karl terluka parah dan koma karena menabrak
dinding saat sesi latihan GP Monako. Namun performa Frentzen yang prima
menempatkan Sauber di urutan delapan Kejuaraan Konstruktor dengan 12 poin. Pada
akhir musim, hubungan Sauber dan Mercedes-Benz tak bisa diselamatkan karena
sejumlah konflik yang melanda dua perusahaan tersebut.

[sunting] Era Ford

Musim 1995 Sauber beralih ke mesin Ford. Sayangnya, Sauber sudah lebih dulu
mendesain mobil C14 dengan mesin V10, sementara Ford bermesin V8. Di awal-awal
balapan musim 1995, mobil terlalu lamban karena kurang balance; mesin dan girboks
terlalu berat sementara mesin kalah 70 hp dibanding Ferrari dan Renault. Meskipun
begitu, pada 1996 tim ini sukses meraih podium di GP Monaco yang diguyur hujan lebat
tak lama setelah start.

[sunting] Adik Ferrari

Pada 1997, Sauber membuat sebuah lompatan. Mereka menjalin kerjasama dengan
Ferrari dan memakai mesin V10 tim kuda jingkrak itu. Sejak itu, prestasi Sauber dari
musim ke musim semakin baik dan sempat menempati urutan empat Kejuaraan
Konstruktor tahun 2001, dibawah kendali Kimi Raikkonen dan Nick Heidfeld.

Musim 2002 posisi Kimi digantikan oleh Felipe Massa. Peter Sauber kemudian berujar
bahwa baik Felipe dan Kimi memiliki masa depan bagus di ajang F1. Ramalannya
kemudian terbukti saat Kimi dan Felipe merajai F1 2007 bersama tim Ferrari. Pembalap
senior Heinz-Harald Frentzen masuk ke tim Sauber di 2003, dan sekaligus pula
mengakhiri karier F1-nya di tim tersebut.

Setelah tampil bagus di musim 2004, tim Sauber mengejutkan Ferrari dengan
kepindahannya ke ban Michelin pada musim 2005 setelah sebelumnya memakai
Bridgestone. Publik F1 pun semakin percaya bahwa kemitraan Sauber dan Ferrari sudah
terpecah, dimana Ferrari saat itu telah menjalin aliansi dengan Red Bull dan Spyker.
Pertengahan 2005 diumumkan kepada public bahwa Peter Sauber telah setuju untuk
menjual sebagian saham timnya kepada BMW yang telah lepas dari tim Williams.

[sunting] BMW-Sauber

Sebuah tim baru dengan wajah lama meluncur di arena Formula 1 musim 2006. Tim
tersebut bernama BMW Sauber yang merupakan hasil akusisi dari tim Sauber yang oleh
pabrikan BMW mereka beli pada pertengahan 2005 dari tangan Peter Sauber, dan
kemudian tetap mempertahankan Peter sebagai konsultan tim. Bos tim ini adalah DR.
Mario Theissen. Tim ini berlaga di F1 selama empat musim dari 2006 sampai 2009.
Puncak prestasi tim ini adalah pada 2008 dimana Robert Kubica berhasil memenangi
balapan di GP Kanada. Pertengahan 2009 BMW memutuskan untuk mengundurkan diri
dari ajang F1, dan kemudian di awal Desember 2009 mereka menjual kembali saham
yang telah mereka beli pada 2005 tersebut kepada pemilik aslinya, Peter Sauber dan
sekaligus mengembalikan nama tim menjadi Sauber.

[sunting] 2010: Kembali ke F1

Bulan Agustus 2009 pabrikan mobil BMW mengumumkan bahwa mereka akan mundur
dari ajang F1 di akhir musim 2009. Setelah itu spekulasi tentang penjualan tim mulai
merebak, dan kemudian pada 29 November 2009 diumumkan kepada public bahwa Peter
Sauber akan kembali membeli saham yang ia jual kepada BMW di pertengahan 2005.
Setelah resmi kembali membeli sahamnya, Peter lantas mencari dukungan agar ia bias
turun lagi di F1 musim 2010. Respon grid F1 cukup baik, dimana tim-tim besar seperti
Ferrari, McLaren, dan Renault mendukung penuh Sauber agar kembali lagi ke F1,
sementara Williams dan Force India menolak kembalinya Sauber.

Tanggal 3 November waktu Jenewa, Swiss akhirnya diumumkan bahwa Sauber telah
mendapatkan izin dari FIA untuk turun di ajang F1 musim 2010. Dalam konferensi pers
terpisah di Hinwill, Peter Sauber juga mengumumkan bahwa untuk musim 2010 mereka
kembali akan beraliansi dengan tim Scuderia Ferrari, baik sebagai mitra teknik ataupun
sebagai mitra pembinaan pembalap muda, yang memang direncanakan akan digarap oleh
tim Ferrari mulai musim 2010.

[sunting] Pembalap kenamaan


• 1993-1995: Karl Wendlinger
• 1993-1994: J.J. Lehto
• 1994-1996, 2003: Heinz-Harald Frentzen
• 1994: Andrea de Cesaris
• 1995: J-C Boullin
• 1996-1998: Johnny Herbert
• 1997: Nicola Larini
• 1997: Gianni Morbidelli
• 1997: Noberto Fontana
• 1998-1999: Jean Alesi
• 1999-2000: Pedro Diniz
• 2000: Mika Salo
• 2001-2003, 2010: Nick Heidfeld
• 2001: Kimi Raikkonen
• 2002, 2004-2005: Felipe Massa
• 2005: Jacques Villeneuve
• 2006-2009: Robert Kubica
• 2010: Pedro de la Rosa
• 2010-...: Kamui Kobayashi

Mercedes GP Akan Pertahankan Schumi


Selasa, 20 Juli 2010 | 10:33 WIB
Besar Kecil Normal

TEMPO Interaktif, Jakarta - Bos tim Mercedes GP, Norbert Haug, tetap mendukung
pembalap legendaris Jerman, Michael Schumacher, meski penampilan kembali juara
dunia tujuh kali tersebut dalam musim ini banyak menerima kritikan sebagai buruk. Haug
bahkan mengatakan Schumacher dan rekan satu timnya sekarang yang jauh lebih muda,
Nico Rosberg, adalah pasangan ideal tim mereka buat musim depan.

Menjelang Grand Prix Jerman di Sirkuit Hockenheim 25 Juli mendatang, penampilan


kembali Schumacher memang jauh dari mengesankan dan di luar perkiraan banyak
orang. Dari 10 balapan yang sudah berlangsung musim ini, pembalap berusia yang kini
berusia 41 tahun itu belum pernah masuk podium.

Prestasi tertinggi musim ini dari pembalap yang juga akrab dipanggil Schumi ini adalah
urutan keempat di GP Spanyol dan GP Turki. Sedangkan Rosberg tiga kali masuk
podium sebagai peringkat ketiga.

Pada usia yang sudah tidak muda lagi dan telah istirahat tiga tahun, Schumi tampak
kehilangan sebagian kehebatannya. Ada spekulasi kalau olahragawan asal Kerpen,
Jerman, itu bakal menyelamatkan reputasinya dengan bakal kembali mundur pada akhir
musim ini. Tapi, Haug lebih menyalahkan para mekanik timnya daripada dua
pembalapnya tersebut.

"Untuk sisa balapan tahun ini (sembilan seri), Michael akan konsentrasi untuk mencapai
hasil terbaik dan tahun depan ia akan membalap untuk memburu gelar juara," kata Wakil
Presiden Mercedes Benz Motorsport kepada majalah Kicker. "Saya tidak ingin memilih
pasangan lain kecuali Michael Schumacher dan Nico Rosberg," ia melanjutkan.

Untuk GP Jerman, Haug mengungkapkan bakal mendukung usaha Rosberg meraih hasil
yang lebih baik setelah ia sukses finis di urutan ketiga dalam seri balapan terakhir yaitu
GP Inggris 11 Juli lalu. "Grand Prix Jerman di Hockenheim adalah satu balapan klasik
buat Mercedes-Benz. Terutama dengan kenangan bahwa pada balapan terakhir dalam
2008, Lewis Hamilton memenanginya untuk McLaren-Mercedes,” kata pria berusia 57
tahun itu. "Sekarang, dua tahun kemudian, kami akan membalap di kandang sendiri untuk
pertama kali dengan tim Silver Arrows kami yang baru," ia melanjutkan.

Adapun Hamilton, juara dunia 2008, masih memperkuat tim McLaren-Mercedes, dan
memimpin klasemen kejuaraan dunia pembalap musim ini. Rekan setimya, Jenson
Button, yang juga juara dunia musim lalu menempati urutan kedua.

Haug mengatakan ingin membawa timnya baru itu tampil sebaik mungkin, meski sadar
Hamilton dan Button bakal menjadi saingat berat setelah duet pembalap Inggris tersebut
meraih posisi kedua dan keempat di GP Inggris. Sedangkan juara pada seri terakhir itu
adalah pembalap Australia, Mark Webber, yang membela tim Red Bull-Renault.

"Di Hockenheim, kami akan memiliki banyak suporter yang akan tetap mendukung
Michael, Nico, dan Silver Arrows. Sebanyak 6500 tiket di tempat penonton Mercedes-
Benz cepat terjual habis tahun ini. Itu belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.
EUROSPORT | PRASETYO

• Share
• Send
• Print

Topik :

• FORMULA 1
• FORMULA 1

Komentar Munich - Nico Rosberg sejauh ini tampil lebih baik ketimbang rekan setimnya
di Mercedes GP, Michael Schumacher. Maka ia tak ayal kecewa ketika merasa
capaiannya tak mendapat pengakuan yang layak dari timnya sendiri.

Schumi, sapaan Schumacher, menyita fokus usai mengalami kesulitan dalam comeback-
nya ke dunia F1 musim ini. Ia juga belum mampu beradaptasi dengan karakteristik mobil
Mercedes, yang salah satunya adalah kecenderungan understeer, dan membiasakan diri
dengan ban baru Bridgestone yang bagian depannya lebih sempit.

Hal ini pun berimbas pula kepada hasil di lintasan, di mana finis terbaik Schumi adalah
posisi empat. Ia sendiri kini menghuni peringkat sembilan klasemen sementara.

Di sisi lain Rosberg memiliki posisi yang lebih baik di klasemen, tempat ketujuh. Ia pun
sempat tiga kali naik podium dengan finis di posisi tiga.
Meski demikian, Rosberg merasa capaiannya di lintasan sejauh ini kurang mendapat
perhatian. Padahal apa yang ia lalui juga tak kalah berat dari Schumi, karena ia pun baru
pindah dari tim Williams.

"Aku merasa penampilanku tak banyak dapat pengakuan," keluh Rosberg kepada Bild
yang dikutip ESPN F1.

"(Apa yang dihadapi Schumi) Sama saja denganku. Aku malah berpikir kalau Michael
sudah mampu mengadaptasikan gaya mengemudinya dengan lebih baik ketimbang
diriku. Michael kan punya pengalaman 15 tahun di F1," sungut Rosberg.

( krs / krs )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel


anda!