Anda di halaman 1dari 8

Perkembangan Islam

pada Abad
Pertengahan

Disusun oleh kelompok 1 :


1. Annisaa Solihah
2. Wanty Widiawati
3. Dina Nurhandayani
4. Fadilla Amalia
5. Desi Purnamasari
6. Ressa Anggi
7. M.Luthfan Alwafi
8. Maulud Zakaria
9. Agie Ginanjar
10. Fauzan Akbar
XI IPA 1
A. Sekilas tentang Dunia Islam pada Abad Pertengahan

Pada periode klasik, Islam mengalami kemajuan dan masa keemasan, yang
ditandai dengan sangat luasnya wilayah kekuasaan Islam, adanya integrasi antarwilayah
Islam dan adanya kemajuan di bidang ilmu dan sains. Pada abad pertengahan ,Islam
mengalami kemunduran. Hal ini ditandai dengan tidak adanya lagi kekuasaan Islam yang
utuh yang meliputi seluruh wilayah Islam dan terpecahnya Islam menjadi kerajaan yang
terpisah. Kerajaan-kerajaan itu adalah sebagai berikut :
1. Kerajaan Ottoman di Turki
Kerajaan ini didirikan dan diproklamasikan kemerdekaannya oleh Usman dari bangsa
Turki Usmani, setelah Sultan Aluddin dari Dinasti Seljuk meninggal dunia tahun 1300 M.
Usman dinobatkan sebagai raja (sultan) pertama di Kerajaan Ottoman. Kerajaan Ottoman
mengalami kemajuan pada masa kerajaan Sultan Muhammad II (1451-1481 M) yang
mendapatkan julukan al Fatih (Sang Penakluk). Sultan ini berjasa besar karena telah
menyebarkan Islam ke benua Eropa melalui penaklukan benteng kota, Konstantinovel ibu
kota Romawi Timur pada tahun 1543 M. Kerajaan ini mengalami masa keemasan pada masa
Sultan Sulaiman (1520-1566 M) yang bergelar Sulaiman Agung dan al Qonuni. Pada masa
pemerintahannya, Kerajaan Ottoman memiliki wilayah kekuasaan yang cukup luas, yaitu
Afrika Utara sampai ke batas Sungai Danube dengan tiga lautan, yaitu Laut Merah, Laut
Tengah, dan Laut Hitam.
Namun setelah Sulaiman meninggal dunia, Kerajaan Ottoman, Turki mengalami
kemunduran sehingga satu demi satu wilayah kekuasaannya melepaskan diri.
2. Kerajaan Mogul di India
Penyebaran Islam di India dapat dilihat dalam empat periode, yaitu periode sebelum
kerajaan Mogul (705-1526 M), periode Mogul ( 1526-1858 M), periode masa penjajahan
Inggris (1858-1947 M) dan periode India sekuler (1947- sekarang).
Kerajaan ini didirikan oleh Zahirudin Muhammad Babur, keturunan Zengis Khan bangsa
Mongol pada tahun 1526 M . Kerajaan ini berpusat di Delhi (India). Ada 15 sultan yang silih
berganti memimpin kerajaan ini, yang pertama Zahiruddin Muhammad Babur (1526-1530
M), dan yang terakhir Sultan Bahadur Syah II (1837-1858 M). Kerajaan ini mencapai puncak
kejayaannya ketika masa Akbar Syah I (1556-1605 M), Jahangir (1605- 1620 M), Syah Jehan
(1627- 1658 M), dan Aurangzeb (1658-1707 M).
Wilayah kekuasaan Mogul antara lain, Kabul, Lahore, Multan, Delhi, dan lain-lain.
3. Kerajaan Safawi di Persia ( Sekarang Iran)
Umat Islam telah menguasai Persia sejak tahun 641 M. Setelah itu bangsa Persia yang
semula beragama Zoroaster berbondong masuk Islam. Selama tiga abad, bangsa Mongol
menguasai Persia hingga pada tahun 1501 M muncul dinasti baru, yaitu Kerajaan Safawi.
Kerajaan ini didirikan oleh Syah Ismail Safawi ( Ismail I) pada tahun 907 H (1501 M) di
Tabriz. Beliau berkuasa pada tahun 1501- 1524 M, yang wilayah kekuasaannya sebelah barat
berbatasan dengan kerajaan Ottoman (Turki), dan di sebelah timur dengan Kerajaan Mogul
di India, yang ketiganya merupakan tiga kerajaan besar pada abad pertengahan.
Setelah pemerintahan Islaim berakhir, kerajaan ini silih berganti dipimipin oleh 17
sultan, dengan sultan terakhir Sultan Muhammad.
Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada pemerintahan Syah Abbas (1585-1628
M), yang berjasa mempersatukan Persia, mengusir Portugis dari Kepulauan Khormuz,
merubah nama Pelabuhan Gumtan menjadi Bandara Abbas (sampai sekarang), dan juga
memindahkan ibu kota dari Qizzuan ke Isfahan.
Setelah pemerintahannya berakhir, kedudukan Kerajaan Safawi menjadi lemah yang
disebabkan oleh perebutan kekuasaan.
Selanjutnya, Persia Dinasti Zand (1759-1794 M), Dinasti Kajar (1794-1925 M), dan
Dinasti Pahlevi (1925-1979). Kemudian sejak Februari 1979 melalui Reformasi Islam yang
dipimpin oleh ulama terkenal Ayatullah Khomeini (1900-1989 M), sistem kerajaan diganti
menjadi sistem republik (demokrasi) dengan nama Jumhuri ye Islami ye Iran (Republik Islam
Iran) dengan Presiden pertamanya Abal Hasaan badi Sadr.
Pada saat kerajaan-kerajaan Islam dan umat Islam di berbagai wilayah di Asia dan Afrika
berada dalam keadaan lemah, sebaliknya di Eropa justru dalam keadaan kuat.
Perkembangan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi baru di bangsa Eropa, seperti
Spanyol, Inggris, Prancis, Portugis, dan Belanda dalam keadaan kuat dan maju, yang salah
satu faktornya adalah daru dunia Islam.
Pada awalnya, bangsa Eropa mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan dari Islam
pada periode klasik, seperti ilmu kedokteran, sejarah, pertambangan dan kimia yang
kemudian mereka dalami dan kembangkan sendiri hingga berhasil melaksanakan revolusi di
berbaai bidang.
Selanjutnya, bangsa Eropa berusaha menjajah negara-negara lemah, khususnya
kerajaan dan umat Islam yang ada di wilayah Benua Asia dan Afrika, yang bertujuan untuk :
1. Gold, untuk memperoleh keuntungan besar, khususnya di bidang perdagangan bangsa
Eropa.
2. Glory, untuk mencapai kejayaan atau kekuasaan,
3. Gospel, untuk menyebarluaskan agama Kristen.

Untuk meraih keuntungan besar, bangsa Eropa melakukan usaha monopoli di bidang
perdagangan, antara lain dengan cara merebut dan menguasai pusat-pusat
perdagangan yang semula dikuasai umat Islam, diantaranya :
1. Kota di pantai barat India, direbut pada tahun 1510 M yang dijadikan benteng dan
pangkalan untuk menyaingi perdagangan umat Islam dengan Afrika Timur.
2. Pelabuhan Malaka, pada tahun 1511 dikuasai dan dijadikan sebagai pangkalan untuk
menyaingi perdagangan umat islam di luar dan dalam Indonesia.
Akhirnya, setelah Eropa bertambah kuat, sedangkan kerajaan-kerajaan Islam dan umat
Islam semakin lemah terutama di bidang ekonomi, militer, dan ilmu pengetahuan, mereka
pun dijadikan negara jajahan oleh bangsa Eropa. Yang mengakibatkan kemunduran umat
Islam di berbagai bidang.

B. Perkembangan Politik Islam pada Abad Pertengahan


Perkembangan politik pada abad pertengahan sangat tidak stabil sebagai perebutan
kekuasaan dikalangan umat Islam sendiri. Perebutan kekuasaan ini menjadi faktor kelemahan
dalam upaya melakukan integrasi politik Islam. Sebagai contoh :
- Kekuasaan Bani Fatimiah digantikan dengan Dinasti Bani Ayyubi
- Dinasti Ayyubi digantikan oleh Dinasti Mamluk
- Adanya perbedaan Sunni dan Syi’ah semakin menajam
Terjadi balance of power karena di bagian barat terjadi permusuhan antara bani
Umayyah II di Andalusia dengan kekaisaran karoling di Perancis, sedangkan di bagian timur
terjadi perseteruan antara bani Abbasyah dengan kekaisaran Byzantium timur di semenanjung
Balkan. Bani Abbasyah juga bermusuhan dengan Bani Umayyah II dalam perebutan kekuasaan
pada tahun 750 M. Kekaisaran Karoling bermusuhan dengan kekaisaran Byzanium timur dalam
memperebutkan Italia. Oleh karena itu terjadilah persekutuan antara Bani Abbasyah dengan
kekaisaran Karoling, sddangkan bani Umayyah II bersekutu dengan Byzantium Timur.
Persekutuan baru berakhir setelah terjadi perang salib (1096-1291).

C. Perkembangan di Bidang Sosial Ekonomi Islam pada


Abad Pertengahan
Islam telah menguasai Andalusia pada tahun 711 M dan Konstantinopel pada tahun 1453
M. Keadaan ini mempunyai pengaruh besar terhadap pertumbuhan Eropa. Islam berarti telah
menguasai daerah timur tengah yang ketika itu menjadi jalur dagan dari Asia ke Eropa. Saat itu
perdagangan ditentukan oleh negara- negara Islam. Hal ini menyebabkan mereka menemukan
Asia dan Amerika.

D. Perkembangan Ajaran Islam pada Abad Pertengahan


Ajaran Islam mengalami perkembangan pada abad pertengahan, walaupun
perkembangannya tidak sepesat pada periode klasik. Di India, Kerajaan Mogul telah
melaksanakan berbagai usaha dakwah dan pendidikan Islam, antara lain dengan membangun
masjid-masjid dan madrasah-madrasah yang di dalamnya diajarkan ilmu tafsir, hadis, dan fikih.
Sekelompok ulama India menyusun sebuah kitab yang berjudul al Fatawa al Hindiyyah
yang berisi tentang kumpulan fatwa mazhab Hanafi dan dicetak dalam empat jilid besar.
Di Mesir, ketika Dinasti Mamluk berkuasa (1250-1517 M), telah mucul beberapa ulama
besar, seperti Ibnu Hajar al Asqalani; Ibnu Khaldun, Jalaluddin al Mahali dan Jalahuddin as
Suyuti, pembuat kitab Tafsir Jalalain; Ibnu Kasir, pengarang Tafsir Alquran Al Azim, dan Imam
Nawawi , pengarang kitab hadis Riyadus Salihin.

E. Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Abad


Pertengahan
Pada abad pertengahan di beberapa wilayah kekuasaan Islam, ilmu pengetahuan
mengalami perkembangan walaupun tidak semaju kejayaan Daulat Abbasiyah dan tidak mampu
menyaingi kemajuan bangsa Eropa.
Di India, pada masa pemerintahan Kerajaan Mogul telah dibangun sekolah-sekolah yang
di dalamnya diajarkan ilmu pengetahuan umum, seperti geografi, sejarah, dan lain-lain. Ketika
Sultan Syah Jehan dan Aurangzeb memerintah telah dibangun pula sekolah- sekolah tinggi.
Selain itu, pada tahun 1641 M perpustakaan di Agra telah memiliki 24.000 judul buku.
Di Mesir, ketika diperintah oleh Dinasti Mamluk (1250-1517 M) telah muncul para
cendekiawan muslim, seperti Ibnu Abi Usaibiah, penulis kitab Uyun Al Anba fi Tabaqat al At
ibba; Abu al Fida, Ibnu Tagri Badri Atabaki, dan al Maqrizi, penulis sejarah dan kedokteran;Abu
Hasan Ali Nafs, Kepala RS Kairo, penemu susunan dan peredaran darah paru-paru
manusia;Nasiruddin at Tusi, ahli obsevatorium dan Abu Faraj Tabari, ahli matematika;Ibnu
Batutah, ahli geografi.
Pada awal abad pertengahan ini pula, An Nuwairy, Ibnu Fadlullah, dan Jalaluddin
Sujyutu
menyusun kitab Mausu’at (ensiklopedia).

F. Perkembangan Kebudayaan Islam pada Abad


Pertengahan
1. Arsitektur

Kata Arsitektur, berasal daru bahasa Yunani, yaitu architectur yang berasal dari
kata arche yang berarti asli, awal, dan otentik, serta tektoo bermakna bediri stabil dan
kokoh.
Arsitektur Islam adalah ilmu sekaligus seni merancang bangunan ataupun struktur lain
yang fungsional dan dirancang berdasarkan kaidah estetika Islam yang bertolak dari
pengakuan akan keesaan Allah swt., yang terdapat pada masjid, istana, dan makam.
Di Persia pada masa keemasan Dinasti Safawi telah dibangun Masjid Syah (Masjid Imam),
Masjid Syekh Lutfullah, Istana Cebil Sutun, Jembatan Khaju, dan menara- menara goyang.
Selain itu, di kota Masyhad (ibu kota prov. Khurasan) terdapat makam Imam Al ar Rida , dan
tidak jauh dari makam itu terdapat Masjid Imam Reza dengan arsitektur Islam berkualitas
tinggi.
Di India, pada masa kejayaaan Kerajaan Mogul telah didirikan bangunan-bangunan
megah dengan arsitektur mengagumkan, seperti istana megah di Delhi dan Lahore, masjid
Jami di Aunfur, Benteng Merah, dan lain- lain. Ada juga makam yang menakjubkan dan salah
satu keajaiban dunia Taj Mahal yang merupakan persemayaman Alm. Mumtaz Mahal, istri
Syeh Jehan.
Di Turki, pada masa keemasan pemerintahan Kerajaan Usmani, telah dibangun
beberapa masjid dengan gaya arsitektur tinggi, anara lain Masjid Agung Sultan Muhammad
Al Fatih, Masjid Agung Sulaiman yang merupakan masjid terindah di Turki masa itu, dan lain-
lain.
Di Indonesia ternyata juga telah didirikan bangunan- bangunan bergaya arsitektur Islam,
yakni masjid, istana, dan makam. Seperti, Masjid Agung Demak (1506 M), Masjid Agung
Kraton Buton di Baubau, Sulawesi Tenggara (1712 M).

2. Seni Sastra

Sastrawan- sastrawan muslim yang hidup pada abad pertengahan, antara lain :
1. Farirudin al Attar (1119-1230 M)
Lahir di Nisabur, timur laut Persia. Beliau menulis puisi dan menyusun petuah- petuah
sufi selama 39 tahun. Karyanya yang sangat terkenal adalah Mantiz at Tair (musyawarah
burung) sebuah sajak yang menceritakan pengalaman religious kaum sufi.
2. Jalaluddin ar Rumi (1207-1273)
Lahir di Afganistan dan wafat di Turki, merupakan keturunan sahabat Abu Bakar as
Siddiq r.a.. Beliau adalah seorang penyair sufi terbesar pada masanya yang mendapat
gelar maulana (tuan kami). Karya tulisnya antara lain, Diwan Syamsi Tabriz dan Matnawi.
3. Sa’adi Syiraj (wafat di Syiraj antara 1291-1295 M
Beliau merupakan sastrawan Persia. Karya Tulisnya yang terpenting berjudul Bustan
(kebun buah) dan Ghulistan (kebun bunga). Yang menceritakan tentang nilai- nilai luhur
Islam.
4. Fuzuli (wafat sekitar tahun 1556 M
Salah satu karyanya yang terkenal adalah puisi berjudul Shikeyetname (pengaduan).
Fuzuli bertempat tinggal di Irak
5. Amir Khusran (1235-1325)
Beliau lahir di Patiala, barat laut India, karya- karyanya antara lain Qiranus Sa’dain,
Thuglak Na’mah yang berbentuk epos.

Keadaan seni sastra di Indonesia pada abad pertengahan dapat diketahui dengan
munculnya beberapa sastrawan muslim, seperti Hamzah Fansuri (akhir abad 16, awal
abad 17), Sumatera; Syamsuddin Passai (1630 M); Sunan Kalijaga, Ki Ageng Selo, Sunan
Panggung, dan Sunan Bonang,Jawa. Karya-karya mereka pada umumnya berisi nasihat=
nasihat agama.

Manfaat Sejarah Perkembangan Islam Abad Pertengahan


Beberapa manfaat dari sejarah perkembangan Islam abad pertengahan
diantaranya:
1. Jiwa dan semangat persatuan serta kesatuan yang dibina oleh tiga
kerajaan besar dapat membangun kerajaan pada zamannya.
2. Kerja keras dan pantang menyerah yang dilakukan oleh rakyat dan
pemimpin pada masa pertengahan telah membuahkan hasil yang gemilang.
3. Kreativitas dan ketekunan yang dimiliki para ilmuwan pada masa pertengahan telah
melahirkan berbagai ilmu pengetahuan dan perkembangan kebudayaan.
4. Meskipun mengalami perpecahan politik ditubuh umat Islam sendiri. Namun, perluasan wilayah Islam
masih terus dilanjutkan dengan demikian kebudayaan Islam tetap berkembang di Eropa. Hal tersebut
menandakan bahwa semangat kaum muslim dalam meraih cita-cita sangat tinggi sehingga
melahirkan persatuan dan kesatuan yang sangat dibutuhkan dalam mewujudkan hal tersebut.
5. Niat yang tulus ketika melakukan sesuatu karena Allah sangat dibutuhkan, ketika niat telah berubah
menjadi orientasi terhadap kekuasaan atau harta, maka dengan cepat kehancuran akan menimpa.
Hal tersebut telah banyak dibuktikan pada peristiwa-peristiwa runtuhnya Daulah Bani Umayyah, Bani
Abbasyah, dan Bani Umayyah II dan lainnya.
6. Islam memiliki jasa yang besar dalam upaya menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Eropa
memiliki kemajuan, saat ini salah satunya disebabkan jasa sarjana-sarjana muslim.

Pengaruh Perkembangan Islam Abad Pertengahan


Pengaruh perkembangan Islam abad pertengahan terhadap umat Islam di
Indonesia antara lain:
1. Muncul pemahaman dari metode berpikir tradisional menjadi rasional.
2. Berkembang pendekatan teologi Asy’ariyah.
3. Muncul madzab yang sangat besar yaitu Syafi’i, Maliki, Hambali, dan
Hanafi.
4. Memberikan pengaruh positif yang memiliki peradaban bagi masyarakat
di Indonesia.
5. Mengembangkan syiar Islam sehingga nilai-nilai ajaran Islam dapat
dianut dan dilaksanakan masyarakat muslim di Indonesia