Anda di halaman 1dari 11

c ccccccccccccccccccccc c 



c c c

cc c
c  c c c c c

 c cc

ccc
c

 c!   c"c#c$%c c


%c& ccc
'()*)"(+c

¬c
c
c
c ccccccccccccccccccccc c 


cc
c  c

Tiba-tiba kata-kata itu terlintas dibenakku saat aku memikirkan dirinya.


Seorang gadis pujaan hatiku. Aku memang sangat mengaguminya, tapi takdir
berkata lain, dia sudah ada yang memiliki. Meskipun begitu aku tetap menyimpan
perasaan ini untuknya. Meskipun dia tidak mengetahui bahwa aku menyayanginya.
Meskipun aku tak pernah mendapatkannya.

Aku ceritakan bagaimana aku bisa bertemu dengannya, bertemu dengan


´Bintangµ. Bermula dari keikutsertaanku di ekskul Paskibra di sebuah SMP.
Pertama kali aku berinteraksi dengannya, saat itu ia yang mengajari pasukan aku
dan kawan-kawanku. Ia mengajari kami-aku dan teman-temanku-langkah tegap.
Aku yang saat itu baru belajar, benar-benar memperhatikannya. Namun, saat kami
mempraktekan, dia malah tersenyum, tersenyum geli melihat kami.

 cpikirku cc
 c 
c

Kami yang diajarinya bertanya-tanya kebingungan. Tiba-tiba dia


menghampiriku dan bertanya kepadaku.

 c c
c

c c jawabku tergagap. Bukannya takut, tapi aku canggung.

 c ccccc c 


c c

Saat ia mengatakan itu teman-teman yang lain ikut tertawa. Lucu, mungkin
itu pikirnya. Anehnya aku malah tidak merasa tersinggung sama sekali, aku malah
merasa senang.

Dari kejadian itu aku mulai tertarik untuk mengenalnya, mulai dari
mengetahui namanya, sampai meminta nomer handphonenya. Saat istirahat paskib,
aku sempat bertanya kepada temanku di satu pasukan tadi, Rio namanya.

cc c c cc 


cc tanyaku tanpa berbasa-basi.

c ccccc!c cc


 c c c c cc
 c"c
cc jawab Rio. Sontak mukaku memerah.

c ccc cc #c 


c  cc cc

$cc c cc cc


cc

ºc
c
c
c ccccccccccccccccccccc c 


$c c%c ucapku mengalihkan pembicaraan.

  , akhirnya kutahu namanya, sekarang tinggal mencari nomer


handphonenya, pikiranku kemana-kemana dibuatnya. Hahaha.

cc c 
c c c cc c cc c& c
 c cpikirku. Aku semakin rajin untuk latihan paskib. Bukan karena apa-apa,
tapi hanya bertemu dan dekat dengannya. Haha

Aku semakin mengaguminya terlebih saat aku masuk Organisasi Siswa Intra
Sekolah (OSIS). Saat itu ia juga masuk OSIS, nilai seleksinya termasuk yang paling
tinggi dan aku dengar ia selalu mendapat peringkat satu di kelasnya.

' ( )c*
ccc  pujiku dalam hati.

Aku selalu mencari cara bagaimana bisa mendapatkan nomor


handphonenya. Aku tidak mungkin memintanya langsung. Nyaliku teralu ciut
untuk melakukan hal sebodoh itu. Sampai suatu ketika aku bisa mendapatkan
nomornya. Awalnya aku dekat dengan salah satu teman Kak Fitri, Kak Ilmi
namanya, teman Kak Fitri di paskib. Aku tau dia salah satu orang yang dekat
dengan Kak Fitri, jadi aku mencoba untuk bertanya padanya. Pertama aku
bercerita tentang OSIS atau paskib kepada Kak Ilmi, lama-lama aku memberanikan
diri untuk menanyakan nomor handphone Kak Fitri.

c  c c  c c  c c !c  c +c   c c c
 c

Jariku mengetik setiap tombol yang ada di handphone. Tak sabar ingin
mendapatkan nomor seseorang yang istimewa. Menurutku. Kak Ilmi membalas
lama sekali. Sempat aku berfikir Kak Ilmi tidak akan memberikan nomor itu
padaku. Handphoneku bergetar, Kak Hilmi.

c cc c,-./0,122c

c Yeah! Akhirnya aku mendapatkan nomornya. Tadinya aku berniat ingin


langsung meng-sms-nya, tapi aku bingung, topik apa yang akan aku bahas saat
meng-sms-nya. Akupun mengurungkan niatku dan mencari waktu yang tepat untuk
meng-sms-nya dan mengenalinya.c

Suatu hari diadakan perpisahan kelas 9 di SMPku dan OSIS menjadi


panitianya. Tanggal 4 Mei 2010. Di momen itulah aku mencoba mendekatinya
lewat sms. Aku dan dia, Kak Fitri , duduk bersebelahan dibatasi Kak Fajar. Yah,
dibatasi oleh Kak Fajar, agak kesal memang, tapi itu lebih baik dari pada aku harus
c
c
c
c ccccccccccccccccccccc c 


bersebelahan dengannya tanpa dibatasi orang lain. Aku mencoba meng-sms-nya,


kata pertama

cc
c*3cccc) # c
c*3##c

Topik pertama adalah MotoGp. Aku tau dia sangat menyukai MotoGp, sebuah
olahraga balap motor, yang biasa disukai kaum adam dan aku juga tau dia adalah
penggemar berat dari Jorge Lorenzo, rider MotoGp asal Spanyol. Aku mengetahui
hal itu dari status di Facebooknya, begini isi statusnya  c " 4c


 dari situ aku mengetahuinya.
Jariku bersemangat mengetik sms, walaupun agak gugup. Aku
memperhatikan Kak Fitri. Dia yang dari tadi memegang handphonenya, apa
mendapat sebuah sms, sms dariku. Aku takut sms itu salah kirim, atau Kak Fitri
sudah ganti nomor, atau aku dibohongi Kak Ilmi. Campur aduk rasanya. Tiba-tiba
handphoneku bergetar, Kak Fitri, dia membalas smsku. Aku deg-degan membuka
sms darinya, apa balasannya ya? Tak sabar.

*(cc
c

Hanya itu balasannya.

*
c
c c c  c
c
 balasanku ingin membuatnya
penasaran.

$c c c
c

Aku tersenyum membaca smsnya. Senyum bahagia.

 cc##c

Tapi, belum sempat aku mendapatkan balasannya, handphoneku direbut Kak Fajar.

c  c
c 5  c
 c c

 Ucap Kak Fajar saat
melihat ada sms di handphoneku dari Kak Fitri. Kaf Fitri yang dari tadi sibuk
dengan rasa penasarannya, sontak melihat ke arah aku. Aku malu. Langsung
kurebut handphoneku dari tangan Kak Fajar.

& ledek Kak Fajar.

Saatku baca smsnya, isinya masih sama dengan sms yang tadi. Aku tidak
berani membalas smsnya. Aku takut dia mengetahui bahwa itu aku. Aneh,
seharusnya aku senang jika ia mengenaliku, tapi ini malah sebaliknya, aku malah
takut ia tau siapa aku sebenarnya. Tiba-tiba handphoneku bergetar lagi. Kak Fitri.

Gc
c
c
c ccccccccccccccccccccc c 


Aduh, gimana nih! Aku takut! Jantungku berdetak sangat cepat. Perlahan kubuka is
I sms itu, huruf demi huruf kusambung menjadi kata sampai ke kalimat.

cc&ccc6  cc

c

c *(cc
cc

Aku tersenyum melihat isi smsnya. Hari itu rasanya adalah hari yang paling
indah bagiku. 4 Mei 2010, tanggal yang akan selalu aku ingat.

Kami meneruskan topik sms kami, meskipun identitasku sudah terbongkar


sebagai seorang ARI. Huft! Masih seputar MotoGp. Kupikir tidak ada hal lain yang
bisa aku jadikan topik saat itu, karena waktu itu aku masih  +  c  )
istilahnya. Hahaha..

Aku sangat senang bisa



 dengannya. Hampir setiap hari pada jam yang sama,
17.00, aku mengiriminya sebuah sms. Satu kalimat tanya yang selalu aku tanyakan
kepadanya, dan sama dari hari ke hari.

c cc##c

Aneh, setiap kata yang aku ketik di sms selalu diakhiri ## haha..

Aku pikir dengan kata ## Kak Fitri tidak akan mencurigai niatku yang
sebenarnya. Ingin mendekatinya. Haha. Malu kalau harus berterus terang.

Seminggu berlalu, aku mulai bisa menilai siapa Kak Fitri sebenarnya. Gadis
berjilbab penyuka MotoGp ini ternyata asik juga di ajak smsan. Orangnya baik,
bahasanya ringan, dan sama sekali tidak menilaiku sebagai adik kelasnya. Ia malah
menganggapku seperti teman biasa. Lagi-lagi aku terpesona akan kepribadiannya.
Aku semakin bersemangat ingin mengenalnya lebih jauh lagi.

Kak Fitri inspirasiku, Kak Fitri penyemangatku, Kak Fitri Bintangku.


´Bintangµ julukan aku untuk Kak Fitri. Julukan itu bermula dari sebuah kejadian
yang membuat aku cukup putus asa. Seminggu telah berlalu dari hari pertama kali
aku meng-sms Kak Fitri, aku mendapat berita tentang Kak Fitri. Bukan berita
buruk, malah itu adalah kabar bahagia bagi Kak Fitri. Tapi berita itu cukup
membuatku jatuh, jatuh dari semangat yang selama ini kutanam untuk mengenali
Kak Fitri. Seorang temanku Lavyan, ia berkata bahwa Kak Fitri sudah ada yang
punya, c c c  kesal rasanya. Levyan memang sudah lebih dulu meng-sms
Kak Fitri, dan dia juga sama sepertiku, mengagupi Kak Fitri. Aku kemudian
menggali informasi tersebut dari Lavyan.

rc
c
c
c ccccccccccccccccccccc c 


&c c  c ccc c%c c  ccc


 c c

 c c c !c  c  c ) # c c  c  c %c
 c  c

 
c1cc
 c c

cc!c

c c cc c c c c


cc

3 cc c cc  c c cc c

Aku kesal mendengar hal itu. Aku putus asa! (lebe ya?). Impianku untuk
mengenali Kak Fitri.

Aku jadi lemas, sedih dan menyendiri setelah mendengar informasi dari
Levyan. Bahkan saat istirahat pun aku lebih berdiam diri di teras kelas,
menyandarkan punggungku pada sebuah tiang penyangga. Hal yang tidak di duga-
duga kemudian terjadi, Kak Fitri tiba-tiba berjalan ke arah kelasku. Aku tidak tau
tujuannya. Satu hal, aku senang karena di hari itu aku telah bertemu dengannya.
Saat melintasiku Kak Fitri tersenyum, seperti menyapa dengan halus.


 gumamku.

Saat pulang sekolah, aku tidak langsung pulang ke rumah., karena aku
mengikuti latihan upacara untuk kelasku yang mendapat giliran tugas menjadi
petugas upacara Senin depan. Aku ditugaskan menjadi pembaca teks UUD 1945.
Saat latihan konsentrasiku sedikit, alhasil suka salah deh. Apalagi waktu teman-
temanku meledek Levyan yang sedang smsan dengan Kak Fitri. Jujur, aku
cemburu, konsentrasiku semakin buyar. Ingin rasanya cepat-cepat pulang ke
rumah, mengambil handphone dan meng-sms Kak Fitri untuk menyatakan
perasaanku. Niatan itu muncul di pikiranku.

Sore hari, sekitar jam 16.30 latihan upacara selesai. Aku bergegas pulang ke
rumah. Sesampainya di rumah aku mengambil handuk untuk pergi mandi. Selesai
mandi aku mengambil handphoneku dan berbaring di kasur kesayanganku. Lelah
rasanya, tapi jari-jariku tidak merasa lelah saat aku menyuruh mereka menekan
tombol demi tombol huruf dan angka untuk meng-sms Kak Fitri. Seperti biasa, aku
memulai smsku.

c cc7#c

Dan tidak lama Kak Fitri membalasnya.

´"c c'8c c8c

‰c
c
c
c ccccccccccccccccccccc c 


Sebenarnya aku ingin memberitahukan Kak Fitri tentang perasaanku. Tapi


niatan itu jadi hilang. Aku jadi ingat kalau Kak Fitri sudah punya pacar. Akhirnya,
aku putuskan untuk tidak membalas sms itu. Maaf ya Kak!

Malam harinya, jam 22.00 mataku belum bisa terpejam. Aku masih kepikiran
berita dari Levyan itu. Kubuka jendela kamarku. Kulihat ke atas langit, banyak deh
bintangnya.

c !c  c c c ) c 


c  c c c 
c   
kemudian kuambil secarik kertas dan sebuah pulpen dari rak bukuku. Sambil
melihat bintang di langit itu, kutulis semua yang ada di hatiku. Ini isinya.
V    

     

   
 
 
  

    
  


 

  

  
    
 


   
 
   

  

  
  
  


  
  

 

  

       

    

   

   


  

 
  
    

       

      

 
  
    

   

  

   
       
åc
c
c
c ccccccccccccccccccccc c 


Aku nggak tau apa yang aku tulis. Disebut puisi, bukan,. Syair? Bukan juga.
Pantun? Hahaha, bukanlah. Itu hanya isi hatiku. Mulai saat itu aku mulai memberi
julukan ´Bintangµ untuk Kak Fitri.

Semenjak Levyan memberi tahuku bahwa Kak Fitri sudah punya pacar, aku
mengurangi niatku untuk lebih mengenali Kak Fitri, tapi aku masih sering meng-
smsnya. Kupikir melihat Kak Fitri dari jauh pun sudah cukuplah.

Hari Jumat, aku mengikuti latihan paskibra untuk memperingati HUT


Paskibra SMPku. Tetap tujuan utamaku ingin bertemu Kak Fitri. Hahaha.
Mengambil kesempatan dalam kesempitan, wk. Tapi saat itu aku malah tidak
melihatnya. Aku ingin bertanya pada yang lain, tapi aku malu, takut kalau mereka
berpikir yang lain. latihan dimulai dai jam 1 siang. Capek deh rasanya. Sampai jam 3
sore kami baru istirahat.

   c (cc c c

Suara Kak Fitri. Benar saja, Kak Fitri tiba-tiba datang sambil berlari. Aku
senang. Semangatku jadi tumbuh lagi. Kak Fitri memberikan suasana baru di sesi
latihan sore itu. Diakhir latihan, kami-anggota Paskibra-berkumpul membahas
HUT Pakibra besok. Rencananya akan diadakan acara tukar kado, yang berisi
makanan dengan harga diatas Rp 6.000.

5 c 
c c c #c ) c c 5c c

+

c c c #c
)  ucap Kak Fitri memberi saran sambil bercanda.

5
c ccc c cc    ucap Kak Tiwi, ketua paskibara.

&c#c ccc

Tapi aku menganggap ucapan Kak Fitri serius. Pulang dari latihan aku
langsung pergi kesebuah mini market di dekat rumahku. Membeli coklat dengan
harapan Kak Fitri yang akan mendapat cokalt itu besok. Aku sangat berharap hal
itu terjadi.

Hari Sabtu pun tiba. Pagi-pagi sekali aku mandi dan bersiap-siap pergi ke
sekolah. Tentu saja dengan semangat karena ingin bertemu Kak Fitri. Haha. Di saat
acara tukar kado, aku sangat antusias. Aku ingin Kak Fitri yang mendapat cokaltku.
Ingin sekali. Tapi sayang, bukan Kak Fitri yang mendapat coklatku malah teman
sekelasku. Kecewa saya.mungkin memang bukan waktuku, tapi aku sangat ingin
memberikan coklat ke Kak Fitri. Dengan harapan melalui coklat itu Kak Fitri bisa
tau gimana perasaan aku sebenernya.

Ñc
c
c
c ccccccccccccccccccccc c 


Tapi aku bingung, apa alasan aku member coklat ke Kak Fitri? Gimana pula
caranya? Aku tau pacar Kak Fitri pasti akan marah jika mengetahui pacarnya
dikasih coklat sama orang lain.

Suatu hari di tanggal 23 Mei 2010, aku mendapatkan cara dan alasan untuk
memberikan Kak Fitri coklat. Di hari itu aku melihat status di facebooknya Kak
Fitri

*3c  cc" 4ccc c


c  c

Aku langsung meng-sms Kak Fitri detik itu juga.

7c " 4c c  c



c ##c c   c  c 5)c 
c c
&c

cc c c" 4c


c c8

c c cc c&cc

c ccc8

c
c c6c c##c

 c ccc9:c

  c
  c" 4c c
c
cc) c c##c

 ccc  c c cc

ccc+c9:c

Lewat taruhan MotoGp. Dengan alasan taruhan aku bisa memberi Kak Fitri
coklat.

Malam harinya siaran MotoGp ditanyangkan. Jam 19.00 race di kelas


MotoGp dimulai dengan Jorge Lorenzo sebagai peraih pole position dan Valentino
Rossi mengikuti dibelakangnya. Di race-race awal jarak antara Jorge Lorenzo dan
Valentino Rossi masih dekat. Aku takut. Bukan takut kalah, tapi aku takut kalau
aku menang dan nggak bisa ngasih Kak Fitri coklat. Di race-race pertengahan
persaingan semakin ketat, tapi mendekati akhir race jarak Lorenzo dan Rossi
menjauh. Lorenzo memimpin. Aku senang. Aku segera mengambil kunci motorku
dan pergi ke sebuah mini market untuk membeli coklat. Sepulangnya dari mini
market, kubuka handphoneku, ternyata ada sms dari Kak Fitri.

´8c
cc c) cc&c9:c

Sesuai dugaanku. Lorenzolah yang menang. Akhirnya, aku dapat waktu yang
tepat untuk memberi Kak Fitri coklat.

Ôc
c
c
c ccccccccccccccccccccc c 


 cc  c
cc

 ccc6c c )cccc



c

Mungkin Kak Fitri merasa nggak enak sama aku.

ccc
c c   c c) c## balasku meyakininya.

c  c 
c c##c

Malam itu aku sangat senang. Nggak sabar deh nunggu besok. Haha.

Senin pagi saat jam istirahat, seperti biasa aku duduk di teras kelasku.
Menunggu Kak Fitri yang biasanya melewati kelasku jika ingin ke kantin. Benar
saja, waktu itu Kak Fitri melewati kelasku. Aku gugup saat akan memberikan coklat
itu. Nyaliku ciut. Padahal dari rumah aku telah bertekad akan memberikan langsung
padanya. Ternyata tekad itu berubah. Aku takut kalau nanti aku gugup berhadapan
dengannya. Akhirnya aku menyuruh temanku, Ahmad untuk memberikannya. Saat
Ahmad memberikan coklat itu, aku membelakangi meeka. Aku tidak ingin
melihatnya. Aku juga tidak mendengar bagaimana pembicaraan Ahmad dengan
Kak Fitri saat memberikan coklat itu. Aku hanya mendengar dengan samar-samar.

c!ccccc8

c c

ccccc) c )c  c c

Hanya itu. Selebihnya, aku tidak mengetahui.

Setelah Ahmad memberikan coklat itu, aku masuk ke kelas. Ahmad


mengikutiku. Di kelas Ahmad menceritakan kejadian itu. Di tengah-tengah
pembicaraan kami, handphone Ahmad bergetar. Ada sms, sms dari Kak Fitri.

 c  c 


c c  c c ;  c
c c c
 c c $c
c
 ccc c

Aku dan Ahmad membacanya bersama-sama. Kemudian Ahmad


menyerahkan handphone kepadaku. Menyuruhku membalas sms itu.

´cc
cc6 +
 cc3cc c
cc c c
c
c
c c ccc c c ccoc balasku

  cc86c  cc c


 c c

¬ c
c
c
c ccccccccccccccccccccc c 


;8cc&   c<ccc c 


cc 
c
##c

Aku mengakhiri smsku supaya Kak Fitri tigak merasa c  lagi
denganku. Aku senang. Bulan Mei sangat memberikanku kenangan menyenangkan.
Meskipun begitu, aku masih takut jika suatu saat pacar Kak Fitri tahu niat dan
maksudku yang sebenarnya. Aku memberikan coklat ke Kak Fitri bukan karena
taruahan, tapi aku ingin Kak Fitri menyadari bagaimana perasaanku terhadapnya.
Semoga saja.

3 c) c  cc!c c c
c
 cc

Hanya itu harapanku. Satu harapan yang sangat berarti bagiku.

¬¬c
c
c