Anda di halaman 1dari 10

M.

Yusha Firdaus
XI TKJ B
No. Urut : 18
Tujuan
 Siswa dapat memahami apa itu Routing.
 Siswa dapat memahami cara pemasangan Router pada Packet Tracer.
 Siswa dapat memahami cara mengkonfigurasi Router pada Packet Tracer.

Pendahuluan
Routing, merupakan proses penyampaian data dari satu host kepada host yang lain
yang tergabung pada satu jaringan komputer. Proses Routing pada modul referensi, terjadi
pada layer Network.
Berdasarkan prosesnya, Routing dibagi menjadi dua jenis, yaitu Routing langsung dan
Routing tidak langsung.
Routing langsung, merupakan penyampaian data antarhost yang terdapat dalam satu
network. Pengiriman data antarhost dapat dilakukan secara directly atau langsung tanpa
perantara device apapun. Contohnya pengiriman data yang dilakukan oleh host dengan IP
address 192.168.0.1/24 menuju host dengan IP address 192.168.0.2/24.
Sedangkan Routing tidak langsung, merupakan penyampaian data antarhost pada
network yang berbeda. Pengiriman data antarhost pada proses Routing ini memerlukan
device perantara, yang disebut dengan Router.

Pada proses Routing tidak langsung, Router memiliki sebuah tabel yang berisi data-data
tentang akses jaringan dari satu network menuju ke network lainnya. Tabel tersebut dapat
diberikan input dengan dua cara, yaitu secara Static Routing dan Dynamic Routing
Static Routing, merupakan cara penginputan data tabel secara manual oleh network
administrator yang mengelola Autonomous System.
Sedangkan Dynamic Routing, merupakan cara penginputan data tabel secara otomatis
oleh device (Router) tersebut.
Alat & Bahan :
 1 Unit PC dengan OS terintegrasi dan terinstal aplikasi pendukung (Cisco Packet
Tracer)

Langkah Kerja :
 Siapkan alat & bahan.
 Aktifkan PC.
 Aktifkan aplikasi pendukung (eg : Cisco Packet Tracer). Lihat gambar 1.1!

Gambar 1.1
 Buat topologi jaringan berikut!
Routing 1

Routing 2

Routing 3
 Tuliskan hasil pengamatan dari praktek tersebut.
Hasil Pengamatan
Berikut adalah hasil dari pengamatan yang telah saya laksanakan.

Routing 1

Routing 2
Routing 3
Tabel Routing 1.
No. Device Logical address info Rule(s) accessing
1 PC No.1 (End Device) Network address : 10.10.10.0 Default gateway : 10.10.10.2
IP address : 10.10.10.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
2 RT_01 (Router-Port.1) Network address : 10.10.10.0 Static Route(s) : 12.12.12.0/24 via 11.11.11.2
IP address : 10.10.10.2
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
RT_01 (Router-Port.2) Network address : 11.11.11.0
IP address : 11.11.11.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
3 RT_02 (Router-Port.1) Network address : 11.11.11.0 Static Route(s) : 10.10.10.0/24 via 11.11.11.1
IP address : 11.11.11.2
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
RT_02 (Router-Port.2) Network address : 12.12.12.0
IP address : 12.12.12.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
4 PC No.2 (End Device) Network address : 12.12.12.0 Default gateway : 12.12.12.1
IP address : 12.12.12.2
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
Tabel Routing 2.
No. Device Logical address info Rule(s) accessing
1 PC No.1 (End Device) Network address : 20.20.20.0 Default gateway : 20.20.20.2
IP address : 20.20.20.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
2 RT_01 (Router-Port.1) Network address : 20.20.20.0 Static Route(s) : 40.40.40.0/24 via 30.30.30.2
IP address : 20.20.20.2 Static Route(s) : 50.50.50.0/24 via 40.40.40.2
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
RT_01 (Router-Port.2) Network address : 30.30.30.0
IP address : 30.30.30.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
3 RT_02 (Router-Port.1) Network address : 30.30.30.0 Static Route(s) : 50.50.50.0/24 via 40.40.40.2
IP address : 30.30.30.2 Static Route(s) : 20.20.20.0/24 via 30.30.30.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
RT_02 (Router-Port.2) Network address : 40.40.40.0
IP address : 40.40.40.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
4 RT_03 (Router-Port.1) Network address : 40.40.40.0 Static Route(s) : 30.30.30.0/24 via 40.40.40.1
IP address : 40.40.40.2 Static Route(s) : 20.20.20.0/24 via 30.30.30.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
RT_03 (Router-Port.2) Network address : 50.50.50.0
IP address : 50.50.50.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
5 PC No.2 (End Device) Network address : 50.50.50.0 Default gateway : 50.50.50.1
IP address : 50.50.50.2
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
Tabel Routing 3.
No. Device Logical address info Rule(s) accessing
1 PC No.1 (End Device) Network address : 1.1.1.0 Default gateway : 1.1.1.2
IP address : 1.1.1.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
2 RT_01 (Router-Port.1) Network address : 1.1.1.0 Static Route(s) : 3.3.3.0/24 via 2.2.2.2
IP address : 1.1.1.2 Static Route(s) : 4.4.4.0/24 via 2.2.2.2
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24) Static Route(s) : 5.5.5.0/24 via 4.4.4.2
RT_01 (Router-Port.2) Network address : 2.2.2.0 Static Route(s) : 6.6.6.0/24 via 4.4.4.2
IP address : 2.2.2.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
3 RT_02 (Router-Port.1) Network address : 2.2.2.0 Static Route(s) : 1.1.1.0/24 via 2.2.2.1
IP address : 2.2.2.2 Static Route(s) : 5.5.5.0/24 via 4.4.4.2
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24) Static Route(s) : 6.6.6.0/24 via 4.4.4.2
RT_02 (Router-Port.2) Network address : 3.3.3.0
IP address : 3.3.3.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
RT_02 (Router-Port.3) Network address : 4.4.4.0
IP address : 4.4.4.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
4 PC No.2 (End Device) Network address : 3.3.3.0 Default gateway : 3.3.3.1
IP address : 3.3.3.2
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
5 RT_03 (Router-Port.1) Network address : 4.4.4.0 Static Route(s) : 3.3.3.0/24 via 4.4.4.1
IP address : 4.4.4.2 Static Route(s) : 2.2.2.0/24 via 4.4.4.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24) Static Route(s) : 1.1.1.0/24 via 2.2.2.1
RT_03 (Router-Port.2) Network address : 5.5.5.0
IP address : 5.5.5.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
RT_03 (Router-Port.3) Network address : 6.6.6.0
IP address : 6.6.6.1
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
6 PC No.3 (End Device) Network address : 5.5.5.0 Default gateway : 5.5.5.1
IP address : 5.5.5.2
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
7 PC No.4 (End Device) Network address : 6.6.6.0 Default gateway : 6.6.6.1
IP address : 6.6.6.2
Subnet mask : 255.255.255.0 (/24)
Kesimpulan
 Pada proses Static Routing, terdapat default gateway yang berfungsi sebagai jalan
atau gerbang untuk mencapai network lain melalui Router.
 Sistem kerja dari Router adalah saling mengenalkan network yang berbeda. Misal dari
network A, Router dari pihak network A akan mengenalkan network B kepada kita.
Begitupun sebaliknya.