Anda di halaman 1dari 3

Pemerintah Jual Selang Elpiji Rp 15.000, Regulator Rp 20.

000
lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]
Selasa, 06/07/2010 | 21:54 WIB

Jakarta - Mulai besok pemerintah akan mengganti selang dan regulator elpiji masyarakat dengan yang baru dan sudah
ber-SNI. Namun penukaran itu tidak gratis, pemerintah menetapkan harga selang Rp 15.000 dan regulator Rp 20.000.
Demikian disampaikan oleh Menko Kesra Agung Laksono ketika ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka, Jakarta,
Selasa (6/7/2010).

"Bapak Presiden sudah setujui masyarakat dapat membeli yang baru, dapat pengganti selang tersebut dengan harga
pabrik Rp 15.000, dan regulator 20 ribu. adapun pajak penjualan 10 persen ditanggung pemerintah. Masyarakat dapat
dua fasilitas, pembebasan pajak penjualan 10 persen, dan harga pabrik, di mana jauh lebih rendah dari pasar," tuturnya.

Agung mengatakan, penjualan kedua alat operasional elpiji ini akan dilakukan besok, sekaligus dilakukan sosialisasi
kepada masyarakat mengenai tata cara penggunaan elpiji. "Call center Pertamina sudah akan disampaikan di
masyarakat, di nomor telepon 500000, supaya kalau terjadi masalah segera minta pertolongan, atau ada kesulitan atau
pertanyaan," jelasnya.

Pemerintah berjanji akan melakukan pengawasan terhadap pabrik-pabrik selang dan regulator elpiji agar produksi yang
dibuatnya sesuai denga standar dan tidak berubah mutunya. "Apabila ditemukan penyimpangan maka harus dihentikan
dan diperingati, kalau masih bandel yang ditindak. kalau diketahui di bawah standar supaya ditarik," tukasnya.

Namun sampai saat ini, pemerintah baru menyediakan 10 juta paket selang dan regulator ini. Dan baru tersedia untuk
wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. "Bertahaplah, nanti seluruhnya diganti. Sekarang tabung yang beredar 44,5 juta,
nanti akan ke sana, tapi bertahap. Saya sudah sediakan besok 10 juta set," tegasnya.

Rabu, Regulator & Selang Elpiji Diganti yang Ber-SNI


Presiden SBY setuju mulai Rabu (7/7) besok, dilakukan penggantian terhadap selang karet dan regulator tabung gas 3
kg milik masyarakat yang selama ini sering meledak. Selang dan regulator akan diganti dengan yang sesuai Standar
Nasional Indonesia (SNI).

"Presiden menyetujui mulai besok diganti untuk tabung gas itu khususnya komponen terkait 3 kilo regulator dan selang
karet yang selama ini ditengarai menjadi penyebab kecelakaan ledakan tabung gas,” kata Menko Kesra Agung Laksono
usai bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, Selasa (6/7/2010).

Saat memberikan keterangan kepada wartawan Agung ditemani oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Menkeu
Agus Martowardjojo, Menteri Perindustrian MS Hidayat, serta Direktur Pertamina Karen Agustiawan.

Agung menjelaskan, masyarakat bisa menukar selang karet dan regulatornya berstandar SNI itu dengan harga untuk
selang karet Rp 15 ribu regulator Rp 20 ribu. "Adapun pajak penjualan sebesar 10 persen ditanggung pemerintah,"
lanjut Agung.

Harusnya penukaran tersebut sesuai dengan jadwal dilakukan kemarin, namun ditunda hari ini. Menurut Agung, untuk
mendapat sesuatu yang lebih baik tidak perlu tergesa-gesa. "Tak menjadi masalah lebih baik mundur satu hari tapi
dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Masyarakat yang hendak menukar regulator dan tinggal menukarkan saja milik mereka yang lama dengan membayar
total Rp 35 ribu kepada agen-agen resmi. Dengan demikian, dapat meminimalisir adanya pihak-pihak yang mengambil
keuntungan dengan menjual yang palsu. Soal antisipasi adanya pemalsuan-pemalusan, menurut Agung pihaknya telah
menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

Kok tidak digratiskan saja Pak? "Yang pertama kan sudah digratiskan, melalui program perdana, sampun (sudah),"
jawab Agung sembari menambahkan, tabung elpiji 3 kg itu telah dibagikan secara gratis kepada 16 juta warga di
seluruh Indonesia. "Kami menjual atas rekomndasi Badan Standarisasi Nasional," imbuhnya.

Selang & Regulator Tanpa SNI, Penyebab Ledakan


Setelah melakukan rapat bersama, pemerintah menyimpulkan biang kerok dari maraknya ledakan tabung gas elpiji 3 kg
adalah selang karet dan regulator yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Masyarakat mendapat banyak
keuntungan dengan membeli selang dan regulator baru.

"Ternyata ditemukan menggunakan komponen yang tidak sesuai SNI, sehingga timbul kebocoran. Kebetulan karena
kurangnya sosialisasi pemakaian tabung, berada di dapur yang sempit, terjadilah ledakan dan timbulkan korban," kata
Menko Kesra Agung Laksono.

Menurutnya, meski tidak gratis, masyarakat sebenarnya mendapat dua keuntungan dari pembelian selang dan regulator
yang baru, yaitu bebas pajak penjualan 10 persen dan dibeli dengan harga pabrik. "Harga pabrik kan jauh lebih murah
daripada harga pasar," jelas Menko Kesra.

Langkah ini, menurut Agung, merupakan pencegahan yang dilakukan pemerintah agar tidak ada lagi korban berjatuhan
akibat tabung yang meledak. Secara jangka panjang, masyarakat bisa kembali percaya untuk menggunakan gas
ketimbang minyak, sesuai dengan semangat konversi energi. "Pemerintah akan berusaha mencegah, karena sudah ada
44,5 juta set tabung yang beredar, dalam rangka konversi, dan masih ada 16 juta lagi yang segera
diluncurkan cuma-cuma dan gratis kepada masyarakat," imbuhnya.

Menurutnya, selama ini kecelakaan yang ada di masyarakat bukan dari kebocoran tabung, melainkan selang dan
regulator tadi. Agung menambahkan, Presiden SBY sudah setuju masyarakat membeli aksesoris yang baru. Ia
memastikan, penjualan selang dan regulator baru sudah bisa dilakukan esok hari. Mengenai harga dan tata cara
pembelian selengkapnya ada di sini. (*/dtc/edi)