Anda di halaman 1dari 8

IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI KORPUS DATA

NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL HARRY POTTER


“HARRY POTTER AND THE SORCERERS STONE”
(Harry Potter dan Batu Bertuah)

A. Nilai-Nilai Pendidikan Yang Dapat Mengubah Pola Pikir Anak ke Arah yang
Positif.

1. keluarga Dursley memiliki segalanya yang mereka inginkan, Tetapi mereka juga
punya rahasia, dan ketakutan terbesar mereka adalah, kalau ada orang yang
mengetahui rahasia ini. (7;3;2)
2. Keluarga Durley tahu bahwa keluarga Potter juga juga punya seorang anak laki-
laki kecil, tetapi mereka belum pernah melihatnya. Anak ini salah satu alasan
bagus lain kenapa mereka tidak mau dekat-dekat keluarga Potter. Mereka tidak
ingin Dudley bergaul dengan anak seperti itu (8;1;11)
3. Meskipun burung hantu normalnya berburu di malam hari dan jarang terlihat di
siang hari, ratusan orang melihat burung-burung hantu beterbangan ke segala
penjuru sejak matahari terbit. (13;3;3)
4. Mr. dan Mras. Dursley membelikan Dudley dan Piers es krim cokelat besar di
pintu masuh, dank arena si gadis penuh senyum di mobile s krim itu sudah
terlanjur menanyai Harry dia ingin es krim apa sebelum mereka sempat mengajak
Harry pergi, mereka membelikannya es loli lemon yang murah. Cukup enak juga,
pikir Harry yang menjilati es lolinya sembari menonton gorola yang menggaruk-
garuk kepalanya, (37; 4;8)
5. Harry berjalan bolak-balik mengitari kamar barunya. Ada yang tahu dia belum
menerima surat pertamanya. Jelas itu berarti mereka akan mencoba lagi. Dan kali
ini dia akan memastikan mereka tidak akan gagal. Dia punya rencana. (53;2;5).
6. Akhirnya, karena tak seorang pun kelihatannya akan menjelaskan, dia nerkata,
“Maaf, tapi msaya tetap belum tahu siapa anda. (66;2;4)
7. Harry merasa ini sudsah kelewatan. Dia kan sekolah, dan angka-angkanya juga
tidak buruk. (67;2;1)
8. Tetapi paman Vernon tidak mau menyerah tanpa perlawanan (77;4;1)
9. Tetapi awalnya dia mengira ruang itu kosong. Kemudian dilihatnya bungkusan
kertas cokelat kecil kumal tergeletak di lantai. Hagrid memungutnya dan
memasukkannya hati-hati ke dalam mantelnya. Harry ingin sekali tahu apa isi
bungkusan itu, tetapi dia tahu sebaiknya tidak bertanya. (97;4;5)
10. Bagi Harry tidak ada yang salah kalau tidak mampu membeli burung hantu. Lagi
pula dia sendiri tak pernah punya uang sepeser pun sampai sampai sebulan yang
lalu. (126;4;1)
11. “Mereka termasuk di antar rombongan pertama yang kembali memihak kita
setelah Kau-Tahu-Siapa menghilang. Katanya mereka disihir. Ayahnya tidak
percaya. Dia bilang ayah Malfoy tidak perlu alas an untuk memihak Sihir-Hiam”.
(138;2;6)
12. “Satu perahu tak boleh lebih dari empat anak” seru Hagrid, seraya menunjuk
armada perahu kecil-kecil yang siap menunggu di dekat tepi danau. (140;2;6)
13. Harry tidak merasa berani ataupun cerdas atau apapun juga pada saat itu.Kalau
saja topi itu menyebutkan asrama bagi mereka yang merasa gelisah dan mau
muntah, asrama itulah yang paling cocok untuknya. (148;3;5).
14. “Hmmm,” terdengar suara kecil di telinganya. “Sulit, sangat sulit. Keberanian
besar, rupanya. Otak juga encer. Ada bakat, oh, astaga, ya- dan kehausan
membuktikan diri, ah, itu menarik…. Jadi, sebaiknya di mana kau tempatkan.
(151;5;2)
15. “Selamat datang1” katanya. “selamat dating untuk mengikuti tahun ajaran baru di
Howgwarts. (153;5;5)
16. Disiplin dan pandai, dia langsung memperingatkan murid-muridnya begitu
mereka duduk untuk mengikuti pelajarannya yang pertama. (167;3;2)
17. Tak ada keraguan lagi, Hagrid jelas-jelas tak berani menatap Hrry Kali ini. Dia
cuma menggumam tak jelas dan menawari Harry bolu keras lagi. Harry membaca
berita itu lagi. (177;21)
18. Harry menggeleng. Dia mengerti apa yang harus dilakukannya.
Melaksanakannyalah yang akan jadi masalah. (212;2;1)
19. Pelajaran-pelajarannya juga semakin menarik, setelah mereka menguasai dasar-
dasarnya. (213;2;6)
20. Mereka sama sekali tidak ingin melakukannya, tetapi tak punya pilihan lain.
Mereka berputar dan berlari kembali ke pintu dan memutar kuncinya, agak susah
karena keduanya panic dan gemetar_Harry menarik pintu hingga terbuka_dan
mereka berlari kedalam. (219;2;1)
21. “Astaga harmione, kau piker semua guru itu orang suci atau apa,” (229;2;6)
22. “Ibumu baik sekali,” kata Harry. Dia mencoba bon-bonnya, yang ternyata enak
sekali. (249;3;7)
23. Dia benar-benar telah melakukan sesuatu yang bias dibangakan sekarang_tak
seorang pun bias mengatakan lagi dia Cuma sekadar nama terkenal.
(280;2;4)”Bukan _Charlie_kakakmu Charlie. Di Rumania. Sedang belajar tentang
naga. Kita bisa mengirim norbert kepadanya. Charlie bisa memeliharanya dan
kemudian melepaskannya kea lam bebas!” (294;1;5)
24. Harry dan Hermione bergegas ke rumah sakit pada akhir hari itu dan menemukan
Ron terbaring parah di tempat tidur. (296;3;1)
25. Harry nyaris senang ujian tak lama lagi. Kesibukan belajar membuatnya sejenak
melupakan kesedihannya. (305;4;1)
26. Harry sudah separo jalan menuju pintu itu ketika dia ingat janjinya kepada diri
sendiri untuk tidak ikut campur urusan orang lain. (306;2;7)
27. “Selamat malam,” kata Ronan. “ Kalian pelajar ya? Banyak yang kalian pelajari
di sekolah?”
“ Sedikit,” kata Hermione malu-malu. (314;2;10)
28. “Selalu saja yang tak bersalah jadi korban lebih dulu.” (314;3;3)
29. “Kau mau turun duluan? Yakin?” Tanya Ron. “Aku tak tahu seberapa dalamnya.
Berikan serulingnya kepada Hermione supaya dia bisa membuat anjing it uterus
tertidur.” (342;1;1)
30. “Aku harus berbohong,” pikirnya putus asa. “Aku harus melihat dan berbohong
tentang apa yang kulihat, begitu saja.” (360;4;7)
31. Ketakutan akan nama memperbesar ketakutan akan benda itu sendiri. (368;1;1)
B. Nilai-Nilai Pendidikan Yang Dapat Mengubah Sikap Anak ke Arah yang Positif.

1. Sulit baginya untuk berkonsentrasi pada bor sore itu, dan ketika meninggalkan
kantornya pada pikul lima sore, dia masih cemas sehinga menabrak orang di
depan pintu “Maaf,” gumamnya, ketika laki-laki tua yang ditabraknya terhuyung
nyaris jatuh. (11;3;5)
2. :DIAM!” raung paman Vernon dan dua ekor labah-labah terjatuh dari langit-langit
lemari. Dia menarik nafas dalam beberapa kali dan kemudian memaksakan
wajahnya tersenyum, kelihatannya memelas sekali. (51;1;5)
3. Harry menengadah menatap si raksasa. Dia bermaksud mengucapkan terima
kasih, tetapi kata-katanya menghilang dalam perjalanan ke mulutnya, dan yang
dikatakannya malah, “Aiapa kau?” (65;3;1)
4. “Merekalah yang harus minta maaf! Aku tahu suratmu tidak kuterima, tapi tak
pernah kuduga kau tidak tahu tentang Hogwarts. (67;1;3)
5. “Aku tahu beberapa hal,” katanya. “Aku bias matematika dan pelajaran-pelajaran
yangt lain.” (67;3;3).
6. Hagrid memandang Harry dengan hangat dan rasa hormat. Tetapi Harry alih-alih,
merasa senang dan banga, merasa yakin ada kekeliruan besar. (76:2;1).
7. “Sudah malam dan banyak yang harus kita lakukan besok,” kata Hagrid keras-
keras.” Harus ke kota beli buku-buku dan peralatanmu.” (79;2;16)
8. “Aku tidak bilang itu bukan ide yang baik, tapi kau tidak boleh gunakan sihir di
dunia Muggle, kecuali dalam keadaan yang sangat istimewa,” kata Hagrid.
(103;1;12).
9. “Semua orang menganggapku istimewa,” katanya akhirnya. “Semua orang di
Leaki Caudron, Profesor Quirrell, mr. Ollivander… tetapi aku sama sekali tak
tahu apa-apa tentang sihir. (110;4;1).
10. “Perlu bantuan?” Ternyata salah satu dari si kembar berambut merah yang tadi
diikutinya menerobos boks tiket. (120;1;1)
11. “Tidak. Banyak orang yang berasal dari keluarga Muggle dan mereka belajar
dengan cukup cepat.” (127;1;15)
12. “Hati-hati lho,” Ron memperingatkan Harry. Segala_Rasa disitu benar-benar
sagala rasa tahu kan, kau mendapat rasa-rasa biasa seperti cokelat, mint segar,
selai, tapi mkau juga bias mendapat rasa bayam, hati, dan babat. (130;4;1).
13. “Kurasa aku bias menentukan sendiri mana orang yang salah, terima kasih,”
katanya dingin. (136;4;3).
14. Masing-masing asrama punya sejarah luhur dan masing-masing telah
menghasilkan penyihir hebat. (143;1;13)
15. “Aku akan kembali kalau kami sudah siap menerima kalian.” Kata professor
McGonagall.”Tunggu disini dan jangan rebut.” (144;1;1)
16. “Bagaimana dia bias berlumuran darah begitu?” Tanya Seamus penuh ingin tahu.
(156;1;1)
17. “Aku juga diminta oleh Mr Filch, penjaga sekolah, untuk mengingatkan kalian
semua, bahwa sihir tidak boleh digunakan pada saat pergantian kelas di koridor-
koridor. (158;4;3).
18. Dia yakin mereka mencoba mendobrak pintu itu dengan sengaja dan sedang
mengancam akan mengurung mereka di bawah tanah, ketika Profesor Quirrell
lewat dan menyelamatkan mereka. (165;3;8).
19. “Sedangkan monkshood dan wolfbane sebetulnya tanaman yang sama, yang juga
disebut aconite. Nah? Kenapa kalian tidak ada yang mencatat” (173;1;9)
20. “Anggap saja rumah sendiri,” kata Hagrid, sambil melepas Fang yang langsung
melompat mendekati Ron dan menjilati telinganya.(175;4;6)
21. Pelajaran terbang akan dimulai pada hari Kamis dan Gryffindor dan Slytherin
akan belajar bersama-sama. (179;1;10).
22. Neville membukanya dengan bersemangat dan menunjukkan bola kaca sebesar
kelereng besar, yang kelihatannya penuh asap putih. (181;3;2).
23. Selama bertahun-tahun dia salah memegang sapunya. (183;3;5).
24. “Ayahmu akan bangga sekali,” katanya. “Dia sendiri pemain Quidditch yang
hebat.” (190;2;7).
25. Hermione tak mau menyerah begitu mudah. Dia mengikuti Ron melewati lubang
lukisan, mendesis kepada mereka seperti angsa marah. (194;5;1).
26. “Dan untuk itu saya betul-betul harus berterima kasih kepada Malfoy,” dia
menambahkan. (207;1;8).
27. “Dia pasti sudah menyadari dia tak punya teman.” (2152;7).
28. Hermione, orang yang paling anti melanggar peraturan, sekarang berbohong
untuk menyelamatkan mereka. (222;7;3).
29. Sekarang, dengarkan aku, kalian bertiga_kalian campuri hal-hal yang bukan
urusan kalian. (240;2;10).
30. “Tindakan seperti itulah yang akan membuat kita kalah dalam pertandingan!”
(269;3;8).
31. “Sudah tahu,” tukas Ron. “Jangan cerewet.” (276;2;15).
32. Kalian sadar kan kita harus lulus supaya bias naik kelas dua? Belajar penting
sekali, aku seharusnya sudah mulai sebulan yang lalu. (285;1;5).
33. “Dengar_datang temui aku nanti, aku tidak janji mau kasih tahu apa-apa, tapi
jangan buka rahasia di sini. (286;1;15).
34. “Jangan ajari aku apa yang aku bias atau tak bias lakukan, Potter. (303;1;16).
35. Seperti Harry, dia merasa mereka pantas mendapat hukuman itu. (308;1;11).
36. “Oh ya… kerja keras dan penderitaan adalah guru yang paling baik, kalau kalian
tanya padaku…. (309;1;2).
37. “Cerita sedikit dong, Harry, kita punya waktu seminggu sebelum kita tahu ujian
kita jeblok. Sekarang tak perlu cemas.” (327;2;8).
38. “Aku selalu menghargai keberanian… Ya, Nak, orang tua pemberani… (363;2;4).
39. “Perlu banyak keberanian untuk menghadapi lawan, tetapi diperlukan keberanian
yang sama banyaknya untuk menghadapi kawan-kawan kita. …. (378;3;3).
C. Nilai Pendidikan yang Dapat Mengubah Tingkah Laku Anak ke Aranh yang
Positif.

1. “Bahkan Muggle seperti anda pun harus ikut merayakan hari yang amat sangat
membahagiakan ini.” (12;1;10).
2. “Semua itu bisa membuat sombong anak mana pun. Sudah terkenal sebelum dia
bias bicara….” (22;1;21).
3. Paman Vernon kelihatannya sudah mendapatkan kembali keberaniannya.
(75;1;7).
4. “Harusnya tak boleh marah,” katanya menyesal, “tapi kan tidak berhasil”.
(79;1;3).
5. Keesokan harinya, pagi-pagi Harry sudah terbangun. (80;1;2).
6. “Ilmu gaib apa yang anda ajarkan, Professor Quirrell?” (90;3;8).
7. Si Goblin membaca surat itu dengan cermat. (94;3;1).
8. “Bagaimana ke Vernonnya?” tanyanya ramah, dan Harry mengangguk. (118;1;3).
9. Dia sopan sekali ketika bertanya bagaimana bias sampai ke pero. (123;1;7).
10. … Dia ingin sekali memperoleh apa pun yang hisa membantunya bertahan di
sapunya nanti…. (181;1;5).
11. “Aku akan bicara dengan Dumbledore, siapa tahu kita bias melunakkan aturan
tentang anak kelas satu itu. …. “ (189;3;13).
12. “Kau jauh lebih berani sekarang setelah kembali ke tanah dan berada bersama
teman-teman kecilmu,” Kata Harry tenang.” (191;3;6).
13. Harry kemudian melakukan sesuatu yang sangat berani dan sekaligus sangat
bodoh: dia berlari dan melompat, dan berhasil mengalungkan lengannya di
sekeliling leher si Troll. (220;3;1).
14. “Kalau pun betul begitu, berkelahi dilarang di Hogwarts, Hagrid,” tukas Snape….
(243;3;6).
15. Diberikannya kepada Neville, yang kelihatannya mau menangis. (271;4;3).
16. “Aku akan main,” katanya kepada Ron dan Hermione.” Kalu tidak, semua anak
Slytherin akan mengira aku takut menghadapi Snape. (274;2;9).
17. “Lepaskan saja,” desak Harry.”Biar dia hidup di alam bebas.” (293;1;6)
18. Harry mengerjakan tugas-tugasnya sebaik mungkin,…. (325;4;1).
D. Nilai Pendidikan yang Dapat Menarik Minat Anak dalam Membaca Novel-Novel
Harry Potter

1. Dia dikurung selama seminggu dalam lemarinya gara-gara ini, walaupun dia
sudah mencoba menerangkan bahwa dia tidak bias menjelaskan bagaimana
rambutnya bias tumbuh kembali secepat itu. (35;3;14).
2. Seperti biasa geng Dudley mengejar-ngejarnya, dan Harry sama kagetnya dengan
yang lain ketika tiba-tiba saja dia sudah duduk di cerobong asap. (36;2;5).
3. “Aku pernah mimpi tentang motor,” kata Harry yang tiba-tiba ingat mimpinya.
“Motornya terbang.” (37;1;5).
4. Harry terbelalak. Kemudian dia cepat-cepat memandang berkeliling untuk
memastikan tak ada yang melihat. Ternyata memang tidak ada. Dia kembali
memandang si ular dan balas mengedip juga. (39;3;1).
5. Amplopnya tebal dan berat, terbuat dari perkamen_kulit yang digunakan sebagai
pengganti kertas. Warnanya kuning dan nama serta alamatnya ditulis dengan
warna hijau zamrud. Tak ada perangkonya. (48;1;1).
6. Si raksasa memaksakan diri masuk, menunduksehingga kepalanya Cuma
menyentuh langit-langit. (63;3;1).
7. “ah, peduli amat kalian berdua,” kata Hagrid.”Harry_ kau penyihir.” (68;3;3).
8. “Muggle,” kata Hagrid. “itu sebutan kamu untuk manusia-manusia yang bukan
penyihir. (71;1;1).
9. Harry menghitung lima koin perunggu kecil dan si burung hantu mangulurkan
kakinya, supaya Harry bisa mamasukkan uangnya ke dalam kantong kulit kacil
yang terikat di kaki itu. (81;3;10).
10. “Penyihir punya bank?” (82;1;17).
11. “Bagaimana kau datang kemari?” Harry bertanya, mencari-cari perahu lain.
“Terbang.” Jawab Hagrid. “Terbang?” (83;1;8).
12. Vampir? Nenek sihir jahat? Kapala Harry serasa berputar. Hagrid, sementara itu,
menghitung batu pada tembok diatas tempat sampah. (91;3;1).
13. “Er_aku tak kenal tim Quiddith mana pun,”Harry mangaku.” (135;2;7).
14. Sulit membayangkan bahwa di atas situ ada langit-langit, dan bahwa aula besar
itu tidak langsung membuka kelangit. (146;3;1).
15. Kemudian topi itu meluik. Robekan di dekat tepinya membuka lebar seperti mulut
dan topi itu mulai menyanyi. (147;2;8).
16. “Masing-masing pilih nada favoritnya,” kata Dumbledore, “dan kita mulai!”
(159;3;6).
17. Jelas yang paling membosankan adalah Sejarah Sihir satu-satunya pelajaran yang
pengajarnya adalah hantu. (166;4;1).
E. Nilai Pendidikan yang Dapat Meningkatkan Kreativitas Berpikir dalam
Membaca Novel Harry Potter.

1. Mungkin orang-orang merayakan Bonfire Nigth lebih awal_padahal pesta


kembang apinya seharusnya baru minggu depan, para pemirsa! (13;2;28).
2. Bintang jatuh diseluruh Inggris? Burung-burung hantu berterbangan di siang hari?
Orang-orang misterius berjubah di mana-mana. (14;2;1).
3. Harry belakangan merasa, bahwa seharusnya dia tahu, hal menyenangkan seperti
ini tidak mungkin berlangsung terus. (38;2;1).
4. Tetapi yang paling parah, paling tidak bagi Harry, adalah Piers sudah cukup
tenang untuk berkat, “Harry tadi bicara dengan ular itu. Iya, kan, Harry?”.
(41;1;11).
5. Boom! Mereka Menggedor lagi. Dudley terbangun dengan kaget. “Di mana
meriamnya?” tanyanya bego. (63;1;3).
6. Si raksasa duduk kembali di sofa, yang langsung melesak keberatan dan mulai
mengeluarkan berbagai benda dalam sakunya: cerek tembaga, satu pak sosis lezat,
tusukan panjang, teko, beberapa cangkir yang sudah somplak, dan sebotol cairan
kuning kecokelatan yang diteguknya dulu sebelum dia menyiapkan makanan.
(66;1;3)
7. … dan ketika Dudley terakhir kali memukulnya, bukankah dia telah berhasil
membalasnya tanpa sadar? Bukankan dia yang melepas ular boa yang
menakutkan Dudley? (77;3;8)
8. “Lihat sendiri, kan?” kata Hagrid. “Harry Potter, tidak mungkin penyihir_tungu
saja, kau akan terkenal di Hogwarts.” (77;4;3).
9. “Dingin enak juga_dan aku juga tidak menolak sepotong kue ulang tahunmu.”
(82;1;16).
10. “Hagrid,” kata Harry, agak terengah-engah karena berlari agar tidak ketingalan,
“tadi kubilang ada naga di Gringotts?”.( 85;1;4).
11. Betulkah ada toko yang menjual buku mantra dan sapu terbang? 88;1;2).
12. “Beruntungnya aku,” bisik pak tua pelayan bar. “Harry Potter_sungguh
kehormatan besar.” (89;1;10).
13. … Orang bila dia ketemu vampire di Black Forest dan sempat ribut dengan nenek
sihir jahat_sejak itu dia berubah. (91;2;10).
14. “Hati naga, tujuh belas Sickle per ons, gila mereka…” (92;3;8).
15. Kami menggunakan rambut unicorn, bulu ekor burung phoenix, dan nadi jantung
naga. Tak ada dua tongkat Ollivander yang sama. (107;1;18).
16. Hrry terbangun pukul lima esok paginya dan terlalu gembira sekaligus tegang,
sehinga tidak bias tidur lagi. (114;2;1).
17. “Kalu begitu pastilah kau sudah banyak tahu tentang sihir.” (125;1;20).
18. “Kau yakin yang kucapkan tadi mantra?” Tanya si anak perempuan. (133;1;1).
19. Kalian akan belajar dalam satu kelas dengan teman-teman seasrama kalian, tidur
di asrama kalian, dan melewatkan waktu luang di ruang rekreasi di asrama kalian.
(143;1;8).
20. “Dia jenuis! Penyihir paling hebat di dunia! Tapi dia memang agak sinting, ya,
Kentang, Harry?”. (154;1;6).
21. Kurasa aku belum memperkenalkan diri? Sir Nicholas de Mimsy-Porpington siap
melayani Anda. (154;2;14).
22. “Kakek Algie puas sekali, sehingga dia membelikan aku katakku itu.” (157;1;5).
23. Aku terutama tertarik pada Transfigurasi, tahu kan, mengubah sesuatu menjadi
sesuatu yang lain. ( 157;2;5).
24. Mungkin Harry makan agak terlalu banyak, karena bermimpi aneh sekali.
(162;4;1).
25. Ternya pelajar sihir jauh lebih rumit, seperti kemudian Harry ketahui, daripada
sekadar melambaikan tongkat sihirmu dan mangucapkan kata-kata aneh.
(166;2;2).
26. “Transfigurasi adalah salah satu ilmu sihir yang paling rumit dan paling
berbahaya yang aka kalian pelari di Hogwarts,” katanya, (167;4;1).
27. “Aku bias mengajarkan kalian bagaimana membotolkan kepopuleran, merebus
kejayan, menyumbat kematian_ kalau kalian buakn kepala-kepala kosong seperti
anak-anak lain yang biasa kuajar. (171;1;20).
28. Dan mereka melewatkan banyak waktu untuk mereka-mereka apa kiranya yang
memerlukan penjagan begitu ketat. (204;1;11).
29. “Selamat natal juga,” kata Harry. “Coba lihat ini. Aku dapat hadiah!” (248 3;11).
30. Harry dan Ron masih mendiskusikan apa yang akan mereka lakukan dengan Batu
bertuah jika mereka memilikinya. (274;2;3).
31. “Wah, wah, wah,” bisiknya, “ kita dalam kesulitan.” Jubah Gaib ketinggalan di
atas menara. (300;4;4).
32. Harry merasa bisa mendengar setiap desah angina, setiap derik ranting. Apa yang
terjadi? Di mana yang lain?” (317;1;2).
33. “Aku harus berbohong,” pikirnya putus asa. “Aku harus melihat dan berbohong
tentang apa yang kulihat, begitu saja.” (360;4;13).