Anda di halaman 1dari 6

RESUME BOSTON CREAMERY INC

RENCANA KEUNTUNGAN TAHUN 1973

Peterson dalam membuat rencana keuntungan tahun 1973 menggunakan :


- perkiraan tahun 1972 sebagai tujuan penafsiran untuk tahun 1973, atau
- hasil yang diharapkan tahun 1972 sebagai biaya anggaran tahun 1973

Empat langkah pendekatan dari perencanaan satu tahun :


1. mengembangkan unit standar untuk tiap elemen variabel biaya, ukuran produk dan kemasan
2. menafsirkan level penjualan yang realistis dan penjualan mix, dengan pertimbangan :
- jumlah hari pada satu periode
- kondisi umum ekonomi pada area pemasaran
- cuaca
- antisipasi promosi
- kompetisi
3. penilaian/penafsiran manajemen terhadap anggaran biaya tetap sesuai kebutuhan
4. perencanaan biaya itu sendiri

HASIL NYATA TAHUN 1973

- volume penjualan tahun 1973 > volume penjualan yang diperkirakan


5.968.000 > 5.720.000
- total penjualan ice cream > Anggaran penjualan
12.180.000 > 11.440.000

Tindakan yang diambil : PERBAIKAN RENCANA KEUNTUNGAN, yaitu :


1. biaya tetap yang terjadi disamakan dengan rencana asli, sehingga volume penjualan yang
direncanakan sama dengan volume penjualan sebenarnya, karena rencana asli anggaran biaya
tetap dinilai lebih baik.
2. sebaliknya, biaya variabel yang tergantung pada volume tinggi harus didasarkan pada
anggaran yang menggambarkan volume dari operasi yang sebenarnya telah tercapai, bukan
berdasarkan penafsiran volume

ANALISIS UNTUK PERBEDAAN KEUNTUNGAN TAHUN 1973

Jim Peterson, Presiden Divisi BCI, meminta Frank Robert, Vice President Penjualan dan
Marketing Divisi Ice Cream, membuat presentasi perbandingan anggaran dengan hasil nyata
(Schedule A-2 dan komentar tiap-tiap item) untuk dibawa kepada grup manajemen agar
dianalisis dengan cara yang berbeda dan mencari bagian-bagian yang patut mendapat perhatian,
sehingga dapat dilakukan perbaikan.
Komentar Jim Peterson :
a. jadwal yang ada sudah baik
b. tetapi tidak membawa kepada kecerahan karena :
- tidak menunjukkan adanya perbaikan
- tidak menunjukan penyebab asli dari perbedaan keseluruhan yang ada

Saran Jim Peterson


a. merinci perbedaan volume penjualan menjadi beberapa :
- bagian yang mengakibatkan penjualan campuran
- bagian yang mengakibatkan penjualan pasar saham
- bagian yang sebenarnya mengakibatkan perubahan seluruh volume
dan menyarankan Frank untuk menghubungi John Vance, pengontrol perusahaan, jika
memerlukan bantuan dalam mekanisme merinci perbedaan.

b. mengatur perbedaan harga dan perbedaan kuantitas

Keinginan John Peterson : presentase non-teknis dari sudut pandang manajemen secara umum.

PERTANYAAN SATU

Perubahan dalam Schedule A-2

Teknik perhitungan yang dipergunakan Frank Robert adalah perhitungan biaya standar (standar
costing) yang dapat memberikan manfaat dalam penganggaran dan kinerja, motivasi dan
pengendalian biaya bagi Boston Creamery Inc perusahaan yang membuat produk masal.

Dalam schedule A-2, telah diberikan beberapa analisa dimana dalam penyusunan anggaran telah
menggunakan metode biaya standar, yakni :
a. adanya penetapan efiensi dan sumber daya dengan menggunakan teknik manajemen yang
mengacu data masa lalu atas biaya tetap, misal : tenaga kerja, dan bahan baku langsung.
Rencana keuntungan tahun 1973 yang digunakan Peterson adalah menggunakan hasil yang
diharapkan tahun 1972 sebagai biaya anggaran tahun 1973.
b. adanya penetapan standar harga jual untuk biaya masing-masing biaya atau produk
c. mengidentifikasi varian dari masing-masing elemen biaya
d. menganalisa dan mencari penyebab utama timbulnya varian tersebut

Pada dasarnya, sebagaimana Tabel 1, terdapat dua jenis varian yang berhubungan dengan harga
dan volume. Maka varian yang terjadi disebabkan oleh dua hal, yaitu :
1. tambahan atau pengurangan biaya
2. pengurangan/penghematan bahan baku atau penambahan volume bahan baku yang disebabkan
adanya selisih harga lebih murah dari yang diharapkan

Maka table diatas perlu lebih diperinci dalam dua kelompok varian, yaitu :
Varian harga, yang meliputi :
- varian harga bahan baku
- varian tarif tenaga kerja
- varian pengeluaran biaya overhead
- varian harga jual

Varian volume, yang meliputi :


- varian pemakaian bahan baku
- varian efisiensi tenaga kerja
- varian volume overhead
- varian volume penjualan

Pemerincian sebagaimana saran Jim Peterson ini memberikan beberapa manfaat, yaitu :

a. Dengan dilakukan rekonsiliasi laba, maka varian-varian yang ada dapat menjelaskan mengapa
laba yang dianggarkan tidak tercapai terhadap anggaran periode tersebut.

b. Varian-varian itu sendiri memperlihatkan secara rinci hal-hal yang penting terjadinya
perbedaan antara laba aktual dengan anggarannya, sehingga nampak terdapat varian yang
manambah laba (favourable) dan yang merugikan atau mengurangi laba (unfovourable/adverse)

c. Laporan yang dibuat demikian, karena telah memperlihatkan secara rinci hal-hal yang penting
terjadinya perbedaan antara laba aktual dengan anggarannya, memungkinkan manajemen untuk
mengetahui penyebab masalah tanpa harus melakukan deteksi atau menjabarkan varian secara
berbelit-belit atau terlalu teknikal.

PERTANYAAN KEDUA

Bagaimana John Parker membentuk laporan analisis perbedaan

Berdasarkan laporan analisis perbedaan BCI, penentuan harga dalam analisis perbedaan oleh
John Parker menggunakan prosedur sangat berkaitan dengan penyusunana anggaran, yaitu :

1. Penjualan sebagai factor kunci dalam perusahaan

Sebagaimana terlihat dalam Rencana Keuntungan tahun 1973, dalam penyusunan anggaran
Bonston Creamery Inc telah memusatkan penjualan sebagai factor kunci dalam perusahaan,
sehingga tanggung jawab utama dalam penyusunan anggaran terletak pada Frank Robert, Vice
President Penjualan dan Pemasaran.
Frank Robert bertugas mempertimbangkan volume penjualan saat ini, mengantisipasi kondisi
perdagangan masa yang akan datang, dan menggunakan umpan balik laporan riset pasar yang
dilakukan tenaga penjualan dalam rangka penyusunan anggaran.
Walaupun dalam Rencana Keuntungan tersebut hanya ditampilkan angka penjualan untuk tahun
tersebut, barangkali secara lengkap, laporan tersebut memuat rincian angka penjualan menurut
jenis, konsumen, wilayah, dan bulanan.
Setelah penjualan diidentifikasi, kemudian disusun anggaran produksi dan operasi, yang
merupakan tanggung jawab John Parker, VP Manufacturing and Operation. Anggaran produksi
dan operasi ini disusun berdasarkan ketentuan anggaran penjualan, dengan kemungkinan adanya
perubahan-perubahan yang diperlukan seperti tingkat persediaan, sehingga ketentuan operasional
dihasilkan.

Anggaran produksi dan operasi ini menguraikan : volume output, kapan diperlukan, departemen
yang yang memproduksi, tenaga kerja, biaya bahan baku, dan sumber daya lain yang
dikonsumsi, sebagaimana pada schedule A-2 diatas.

Anggaran operasi dan produksi ini menentukan tingkat aktivitas, yaitu anggaran overhead atau
biaya tak langsung bagi tiap-tiap departemen dan tingkat aktivitas jasa yang diperlukan seperti :
departemen pemasaran, departemen administrasi penjualan dan distribusi, departemen akuntansi,
dan departemen personalia.

2. Tanggung jawab timbulnya selisih laba kotor

Selisih laba kotor yang terjadi perlu diinvestigasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab
penyimpangan laba tersebut dan siapa yang bertanggung jawab.
Pada umumnya penyimpangan laba kotor disebabkan oleh :
a. Selisih harga jual
Penyimpangan ini disebabkan perusahaan telah menjual produk dengan harga jual lebih besar
atau lebih kecil dibandingkan dengan harga jual yang telah direncanakan . Tanggung jawab
penyimpangan ini terletak pada pejabat perusahaan yang memiliki kewenangan untuk
menentukan harga jual yaitu bagian atau departemen penjualan dan pemasaran.

b. selisih volume penjualan dan volume harga pokok penjualan


Selisih ini disebabkan karena perusahaan telah menjual produk dengan volume penjualan lebih
besar atau lebih kecil dibandingkan dengan volumen penjualan yang telah direncanakan.
Tanggung jawab dari penyimpangan ini berada pada bagian pemasaran dan penjualan, karena
kuantitas yang akan dijual sangat tergantung pada harga jual produk dan keaktifan bagian
pemasaran dalam menjual produk. Kedua faktor tersebut masih dalam jangkauan pengendalian
bagian pemasaran. Sedang faktor di luar jangkauan kendali bagian pemasaran seperti :
kemacetan dalam produksi yang mengakibatkan kuantitas yang dihasilkan menurun sehingga
yang dapat dijual menurun. Tanggung jawab karena faktor ini berada pada bagian produksi.

c. Selisih harga pokok penjualan


Hal ini disebabkan harga pokok penjualan yang terjadi lebih besar atau lebih kecil dibandingkan
harga pokok penjualan yang direncanakan. Selisih ini disebabkan karena kegiatan di dalam
berproduksi, sehingga yang bertanggung jawab adanya selisih adalah bagian produksi.

Dari kedua tersebut maka Tampilan 3 Analisis Perbedaan dari Penfsiran Pendapatan dan
Operasi, terdapat beberapa varian, yaitu :
- varian harga pokok penjualan
- varian volume penjualan dan varian volume harga pokok penjualan
- varian harga pokok penjualan

Dari uraian diatas memang nampak bahwa Frank Robert mampu untuk “bermain angka” dengan
target yang direncanakan. Selain itu Frank Robert mampu menaikkan penjualan karena
kemampuan tenaga penjualan, sehingga perusahaan mendapatkan laba yang memuaskan, maka
dari sudut pandang kinerja perusahaan dengan fokus pada penjualan, Frank Robertlah yang
cenderung mendapat penghargaan dari pimpinan, walaupun dapat dipahami tidak mungkin Frank
Robert mencapainya tanpa bantuan John Parker.

PERTANYAAN KETIGA

Tindakan yang diperlukan untuk periode tahun 1974

1. Penentuan rencana keuntungan yang realistis antara kemampuan tenaga penjualan dan
pemasaran dengan kemampuan atau kapasitas produksi
2. Setiap bulan, manajer diminta untuk menjelaskan terjadinya varian-varian yang besar karenan
melebihi persentase tertentu yang diperkenankan. Dengan cara ini usaha dan waktu yang berguna
tidak terbuang hanya untuk memeriksa varian-varian yang kecil dan dapat dicari jalan keluar
sehinggan kerugian yang lebih besar dapat dicegah.
3. Tidak hanya menjelaskan, tetapi juga tindakan. Apabila varian-varian yang terjadi secara
komulatif ternyata posisinya melebihi anggaran. Misalnya : pada BCI adanya penambahan
tenaga kerja dan kerja lembur yang berlebihan yang menyebabkan pengeluaran berlebihan. Maka
dapat diambil beberpa tindakan untuk mengatasinya, seperti : mengurangi penempatan
karyawan, mengurangi jam lebur, dalam periode sepi dialihkan menjadi staf par-time,
pengecekan bahan baku yang mungkin terbuang, mencari pasokan yang lebih murah dan
memantau efisiensi energi.

PERTANYAAN KEEMPAT

Beberapa kelemahan utama dari teori managemen “roti dan mentega”, yaitu :

1. Dengan dilakukannya beberapa penyesuaian atau perbaikan anggaran maka para manager
lebih banyak memusatkankan waktunya untuk memikirkan hal tersebut.
2. Tidak semua kegiatan biayanya dapat dikendalikan dengan standar anggaran, tetapi cukup
efektif dengan membandingkan rata-rata biaya
3. Dalam membandingkan anggaran/satandar dengan biaya aktual, adanya pengeluaran yang tak
terkendali yang merupakan biaya pusat. Kesulitan yang timbul bila pengeluaran telah
dimasukkan tetapi menejer yang bersangkutan tidak berwenang atas biaya tersebut.
4. Ketidaktepatan anggaran/standar berakibat tidak dapat dipakai sebagai alat perencanaan,
koordinasi, dan pengawasan dengan baik.

Anggaran sebagai alat managemen

Secara keseluruhan hal yang nampak pada kasus ini, anggaran adalah alat manajemen bagi
perusahaan berupa informasi keuangan yang dihasilkannya. Terdapat beberapa peran dari
anggaran, yaitu :

a. Mencapai tujuan utama, yaitu mengendalikan dan mengurangi biaya dengan memantau biaya-
biaya masa lalu guna memperbaikinya untuk kinerja di masa yang akan datang dan sebagai dasar
untuk evaluasi kerja.

b. Mencapai tujuan jangka pendek anggaran antara lain :


- penguasaan pangsa pasar sebesar persentase tertentu
- memperoleh sejumlah laba yang telah ditetapkan
- mencapai laba atas modal (return of capital) pada tingkat harga tertentu.

c. Alat untuk memotivasi karyawan

d. Sebagai alat untuk pengambilan keputusan