Anda di halaman 1dari 10

BAB 2 Dengan demikian Kota Bogor akan menjadi :

TUJUAN, KEBIJAKAN DAN  Kota yang nyaman sebagai tempat tinggal


(Comfortably)
STRATEGI PENATAAN  Kota yang menarik dan produktif
(Attractive)
RUANG KOTA  Kota berwawasan lingkungan (Green City)

2.2 Peran dan Fungsi Kota Bogor

2.1 Tujuan Penataan Ruang Kota Bogor berada dalam wilayah administratif
Provinsi Jawa Barat dan secara regional mempunyai
Visi pembangunan Kota Bogor yang tertuang dalam keterkaitan yang sangat erat dengan Provinsi DKI
RPJPD adalah ‘Kota Jasa yang Nyaman dengan Jakarta khususnya dalam lingkup Kawasan
Masyarakat Madani dan Pemerintahan Amanah’. Jabodetabekpunjur.
Keterkaitan ini terlihat pada
Tujuan Penataan Ruang adalah ‘Mewujudkan Tata pola aktiftas pergerakan
Ruang Berwawasan Lingkungan yang mendukung penduduk antara Kota Bogor
Visi Kota’. dan kota-kota lainnya dalam
lingkup Jabodetabekpunjur.
Indikator pencapaian tujuan penataan ruang akan Hal ini membentuk sistem dan
bercirikan ; struktur pelayanan kegiatan
• Pembangunan kota sesuai dengan daya dukung yang memerlukan
dan daya tampung penanganan dalam hal
• Pengamanan dan pelestarian kawasan lindung pembagian peran dan fungsi
masing-masing kota di wilayah
• Upaya pencapaian RTH 30%
tersebut.
• Revitalisasi kawasan heritage Peran dan fungsi Kota Bogor
• Struktur ruang yang polisentris dipengaruhi oleh arahan
• Sistem transportasi ramah lingkungan kebijakan penataan ruang
• Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan regional seperti RTRWN,
RTRWP Jawa Barat, Perpres Jabodetabekpunjur dan
RTRW Kabupaten Bogor sebagai wilayah tetangga.
Gambar Arahan Pola Ruang
dalam Perpres
Jabodetabekpunjur
RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BOGOR 1
2009-2028
Tabel Arahan Kebijakan dan Rencana Terkai
Penataan Ruang Kota Bogor

Kebijakan Arahan terkait Peran kota


eksternal Bogor

RTRWN, PP 26/2007 Bagian dari PKN Jabodetabek dengan Perkotaan


arahan revitalisasi kota-kota yang
telah berfungsi (I/C/3)
Kawasan strategis : kawasan Perkotaan
perkotaan Jabodetabekpunjur
dengan arahan
rehabilitasi/revitalisasi kawasan
Kawasan andalan : Bogor Puncak Pariwisata
Cianjur, dengan arahan kegiatan
pertanian, pariwisata, industri
pengolahan, perikanan
RTRWP Jawa Barat Kawasan perkotaan nasional dengan Kawasan
2025 kegiatan industri, pariwisata, perkotaan
perdagangan dan jasa yang berdaya
saing dan berorientasi nasional dan
internasional.
Perpres Nomor 54  B1 : perumahan hunian Hunian padat,
Tahun 2008 tentang padat, perdagangan jasa, perdagangan jasa,
Penataan Ruang industri non polutan dan industri non
Kawasan difungsikan sebagai pusat polutan
Jabodetabekpunjur pengembangan kegiatan
ekonomi unggulan
 B3 : perumahan hunian Hunian rendah,
rendah, pertanian dan pertain, kawasan
untuk mempertahankan lindung
fungsi kawasan resapan air
Perda 19/2008 Peran dan fungsi Kota Cibinong Pusat pelayanan
tentang RTRW sebagai pusat pemerintahan, penduduk Kab
Kabupaten Bogor perdagangan dan jasa wilayah yang berbatasan
Kabupaten dengan kota

Sumber : Hasil analisis, 2009

Gambar Struktur dan Arahan Pola Ruang dalam RTRWP


Jawa Barat 2025

RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BOGOR 2


2009-2028
 Perdagangan (sentra agribisnis, otomotif,
Industri Industri Kota baru industri elektronik)
Kota satelit Kota satelit
     Bekas  Perumahan (KDB rendah, vertikal)
Jakarta PKN 
Tangerang i
Bodebek
2.3 Kebijakan dan Strategi
FUNGSI
Kota 
BS pendidikan
UNGGULAN 2.3.1 Kebijakan dan Strategi Struktur
Kota baru  D Depok
Jasa (pendidikan,
modern  Kota satelit penelitian, Ruang
madiri akomodasi,
Zona 
konvensi,
Cibinong industri kesehatan) A. Kebijakan dan Strategi Pusat Pelayanan
Pariwisata (kuliner,
or
 Bog belanja, rekreasi,
1. Penataan dan pengembangan sistem pusat
Kab budaya, iptek,
Bogo
Pun spiritual) pelayanan yang hierarkis sesuai dengan cakupan
Pertanian r ca
(kab k  Perdagangan wilayah pelayanan dan fasilitas pendukung
Ka

Perkebuna Bog   (sentra


minimumnya; dengan strategi :
Bo

o r) agribisnis,
r


go

Wisata Agro otomotif, a. Menetapkan satu pusat pelayanan kota untuk


elektronik) wilayah Kota Bogor
Pertanian Perumahan (KDB
rendah, vertikal) b. Membagi wilayah Kota Bogor menjadi lima
Wisata 
agro wilayah pelayanan (WP) yang masing-masingnya
Gambar Kedudukan Kota Bogor dalam Lingkup dilayani dengan pusat dan subpusat
Regional c. Meningkatkan akses antarpusat dan subpusat
dalam WP

Dengan mempertimbangkan perkembangan kota-kota 2. Pengendalian pembangunan pusat kota; dengan


eksternal Jabodetabek dan potensi pengembangan strategi :
internal Kota Bogor kedepan yang akan menjadi a. Membatasi perkembangan kegiatan
kekhasan dan keunggulan kompetitif maka fungsi perdagangan dan jasa primer
unggulan Kota Bogor diarahkan pada : b. Merevitalisasi pusat kota dengan tetap
 Jasa (pendidikan, penelitian, akomodasi, memperhatikan visi kota
konvensi, kesehatan)
3. Pembatasan perkembangan di wilayah selatan
 Pariwisata (kuliner, belanja, rekreasi,
dan sebagian wilayah Kecamatan Bogor Barat;
budaya, iptek, spiritual)
dengan strategi :

RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BOGOR 3


2009-2028
a. Mengendalikan perkembangan perumahan pelebaran jalan
b. Mengendalikan skala pelayanan kegiatan c. Menghilangkan gangguan sisi jalan
perdagangan dan jasa
c. Mengembangkan ruang terbuka hijau kota 11 Peningkatan kualitas pelayanan angkutan umum;
dengan strategi:
4. Penataan perkembangan di wilayah utara dan a. Mengoptimalisasi angkutan umum yang ada
sebagian wilayah barat Kota Bogor; dengan b. Menyediakan dan meningkatkan pelayanan
strategi : angkutan umum massal baik yang berbasis jalan
a. Mengembangkan perumahan dengan maupun rel
pengaturan intensitas sesuai dengan daya
tamping dan daya dukung ruang masing-masing 11 Peningkatan kualitas dan kuantitas terminal
kawasan penumpang; dengan strategi :
b. Meningkatkan akses jaringan jalan baik barat- a. Mengembangkan terminal tipe A
timur maupun utara-selatan b. Meningkatkan kualitas sarana pendukung
terminal penumpang
B. Kebijakan dan Strategi Transportasi
11 Pengembangan terminal barang; dengan strategi
11 Penegasan kembali fungsi dan hierarki jaringan :
jalan; dengan strategi : a. Mengembangkan terminal barang/ agribisnis
a. Menetapkan fungsi dan hirarki jaringan jalan b. Meningkatkan kualitas saran pendukung
b. Mengarahkan kegiatan sesuai dengan fungsi terminal agribisnis
dan hierarki jalan
11 Peningkatan kualitas dan kuantitas stasiun
11 Pendistribusian pergerakan penduduk; dengan kereta api; dengan strategi :
strategi : a. Membangun stasiun/stoplet untuk
a. Menyeimbangkan aksesibilitas yang seimbang meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa
menuju pusat-pusat kegiatan, baik untuk arah kereta api
utara-selatan maupun barat-timur b. Menata kawasan dalam stasiun dan kawasan
b. Memisahkan arus pergerakan regional dan lokal sekitarnya
c. Meningkatkan kualitas sarana pendukung
11 Peningkatan kapasitas jalan; dengan strategi : stasiun
a. Membangun jalan-jalan baru
b. Meningkatkan fungsi jalan dengan melakukan

RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BOGOR 4


2009-2028
11 Penataan sistem perparkiran yang ada untuk a. Meningkatkan kualitas air minum kota melalui
keseimbangan penyediaan dan pelayanan parkir; pengolahan bahan baku air minum sesuai dengan
dengan strategi : standard kesehatan
a. Menyediakan fasilitas parkir yang memadai b. Menjaga sumber-sumber air yang digunakan
pada setiap fasilitas umum dan fasilitas sosial sebagai sumber-sumber minum dari pencemaran
yang ada
b. Mewajibkan setiap kegiatan yang menimbulkan 11 Pengendalian terhadap penggunaan sumber-
bangkitan penduduk untuk menyediakan lahan sumber air tanah; dengan strategi :
parkir sesuai dengan kebutuhannya a. Pembatasan izin penggunaan air tanah

11 Pengintegrasian penyediaan fasilitas parkir pada 11 Peningkatan peran serta swasta dan masyarakat
pusat-pusat kegiatan yang ada; dengan strategi : dalam pengelolaan air minum; dengan strategi :
a. Membangun pusat/gedung yang digunakan a. Membuka peluang bagi pihak swasta dalam
sebagai fasilitas parkir pada setiap pusat kegiatan penyediaan dan pengelolaan air minum kota
yang belum memiliki fasilitas parkir memadai b. Memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan
yang disesuaikan dengan skala pelayanan setiap sumber air minum terutama pada sumber-sumber
pusat kegiatan mata air yang berada di dalam perumahan
b. Menata dan meningkatkan pelayanan fasilitas
parkir yang sudah ada pada pusat-pusat kegiatan 11 Peningkatan kinerja pelayanan air limbah;
sesuai dengan standar minimal penyediaan dengan strategi :
fasilitas parkir a. Mengembangkan sistem pengelolaan air
limbah domestik
C. Kebijakan dan Strategi Utilitas b. Pemenuhan standard effluent yang sesuai
dengan baku mutu untuk IPAL non domestik
11 Peningkatan cakupan pelayanan air minum ke c. Mengembangkan pelayanan IPLT
seluruh bagian kota; dengan strategi :
a. Meningkatkan cakupan sistem pelayanan 11 Penanggulangan pencemaran badan air
perpipaan penerima; dengan strategi :
b. Meningkatkan pelayanan sistem non a. Mencegah pemanfaatan sungai untuk
perpipaan/non PDAM pembuangan limbah

11 Peningkatan kualitas penyediaan air minum


perkotaan; dengan strategi :

RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BOGOR 5


2009-2028
11 Pengembangan sistem drainase mikro dan makro ke seluruh wilayah kota
kota yang berwawasan lingkungan; dengan b. Meningkatkan jumlah cadangan penyediaan
strategi : energi listrik antara interkoneksi dengan
a. Mengembangkan sistem drainase makro daerah sumber tenaga listrik
b. Mengembangkan sistem drainase mikro c. Mengembangkan sistem pengamanan untuk
(drainase jalan dan drainase lingkungan) yang mengurangi jumlah kehilangan energi listrik
terpadu dan terintegrasi
c. Memelihara jaringan drainase 111 Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan
d. Mengendalikan genangan dan banjir telekomunikasi; dengan strategi :
a. Meningkatkan pengembangkan jaringan telepon
11 Peningkatan pengelolaan situ; dengan strategi : guna pemerataan pelayanan di setiap wilayah
a. Mengembangkan sistem pengelolaan situ kota
b. Menjaga dan meningkatkan luasan b. Mengembangkan jaringan kabel bawah tanah
fungsional situ yang terintegrasi dengan jaringan utilitas kota
lainnya
11 Peningkatan pengelolaan persampahan; dengan c. Mengembangkan jaringan kabel bawah tanah
strategi : yang terintegrasi dengan jaringan utilitas kota
a. Mengembangkan sistem pengelolaan sampah lainnya
terpadu d. Mendorong penggunaan tower bersama
b. Meningkatkan penanganan dan pengurangan
sampah D. Kebijakan dan Strategi Pedestrian / Jalur
c. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pejalan
pengelolaan sampah yang ramah lingkungan
d. Merubah sistem pemrosesan akhir sampah dari 1. Penciptaan jalur-jalur sirkulasi yang berorientasi
open dumping menjadi sanitari landfill pada pejalan kaki terutama pada pusat-pusat
e. Meningkatkan aspek teknis operasional kegiatan; dengan strategi :
persampahan a. Membangun jalur-jalur pejalan kaki pada
f. Meningkatkan manajemen pengelolaan pusat-pusat kegiatan yang berorientasi pada
persampahan keamanan dan kenyamanan pejalan kaki
b. Mengintegrasikan jalur-jalur pejalan kaki
111 Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan dengan sarana dan prasarana pendukung pusat-
kelistrikan; dengan strategi : pusat kegiatan selain dengan pusat-pusat
a. Meningkatkan pelayanan jaringan listrik kegiatan

RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BOGOR 6


2009-2028
2. Penataan kembali jalur-jalur pejalan kaki yang sudah 2.3.1 Kebijakan dan Strategi Pola Ruang
ada; dengan strategi :
a. Mengembalikan fungsi jalur-jalur pejalan A. Kebijakan dan Strategi Kawasan Lindung
kaki yang difungsikan untuk kegiatan selain
sebagai jalur pelajan kaki 1. Penetapan kawasan-kawasan yang memiliki
b. Meningkatkan kualitas jalur pejalan kaki fungsi lindung; dengan strategi:
yang sudah ada a. Menetapkan sempadan sungai, sempadan
c. Mempertahankan fungsi jalur-jalur pejalan situ, ruang terbuka hijau kota sebagai kawasan
kaki yang sudah digunakan sesuai dengan yang memiliki fungsi perlindungan setempat
fungsinya b. Menetapkan cagar budaya sebagai
kawasan yang memiliki fungsi lindung terhadap
E. Kebijakan dan Strategi Ruang Evakuasi hasil-hasil budaya yang bernilai tinggi yang
Bencana dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu
pengetahuan
1. Penyediaan ruang evakuasi bencana; dengan c. Menetapkan kawasan imbuhan mata air
strategi: dan kawasan sempadan mata air sebagai
a. Penetapan ruang terbuka hijau dan ruang kawasan yang memberi perlindungan terhadap
terbuka non hijau sebagai ruang evakuasi air tanah dan memiliki fungsi lindung geologi
bencana pada masing-masing kelurahan d. Menetapkan kawasan perlindungan
b. Penetapan bangunan-bangunan yang plasma nutfah sebagai kawasan yang memiliki
mempunyai konstruksi tahan gempa sebagai fungsi lindung terhadap jenis plasma nutfah
bangunan untuk evakuasi bencana tertentu
c. pertemuan, gedung olahraga dan bangunan
lainnya yang memungkinkan untuk menjadi 2. Perlindungan terhadap fungsi kawasan-kawasan
ruang evakuasi bencana lindung yang telah ditetapkan; dengan strategi:
a. Mengembalikan fungsi bagian kawasan
2. Penataan ruang evakuasi bencana; dengan strategi: lindung yang telah berubah menjadi kawasan
a. Peningaktan kualitas bangunan yang yang fungsi utamanya bukan lindung kembali
diperuntukkan sebagai ruang evakuasi bencana pada fungsi utama lindung
agar sesuai dengan standar keamanan teknis b. Melindungi fungsi kawasan-kawasan
bangunan lindung yang ditetapkan dari perubahan dan
b. Peningaktan unsur penyediaan utilitas dasar penurunan fungsi dengan mengatur kegiatan di
pada ruang-ruang evakuasi bencana dalam dan sekitar kawasan lindung

RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BOGOR 7


2009-2028
c. Menata kawasan-kawasan lindung yang 11 Penetapan kawasan budidaya yang dibatasi
memiliki potensi wisata dan sudah menjadi perkembangannya; dengan strategi:
tujuan wisata dengan tidak mengganggu fungsi a. Menetapkan bagian selatan Kota Bogor
utama kawasan tersebut sebagai kawasan dan sebagian Bogor Barat sebagai kawasan
lindung yang dibatasi perkembangan dan skala
d. Merehabilitasi dan/atau merekonstruksi kegiatannnya
dan/atau memugar kawasan-kawasan lindung b. Mengembangkan RTH kota dan sarana
yang mengalami penurunan fungsi olahraga
e. Menetapkan mekanisme sanksi tegas 11 Penetapan kawasan budidaya yang didorong
terhadap hal-hal dan/atau pihak-pihak yang perkembangannya; dengan strategi:
secara sengaja ingin mengubah fungsi a. Menetapkan kawasan utara kota (kec
kawasan-kawasan lindung yang telah Tanah Sareal) dan bagian timur kota (kec Bogor
ditetapkan menjadi kawasan yang tidak Utara) sebagai kawasan yang didorong
berfungsi utama lindung perkembangannya
b. Mengembangkan kegiatan budidaya
dengan pemanfaatan ruang yang intensif
B. Kebijakan dan Strategi Kawasan Budidaya
B2. Perumahan
B1. Umum 1. Penetapan jenis kepadatan kawasan perumahan
11 Pengoptimalan ruang budidaya untuk mendorong pada masing-masing wilayah pelayanan kota (WP);
pertumbuhan sosial ekonomi; dengan strategi: dengan strategi:
a. Menetapkan distribusi ruang yang sesuai a. Menetapkan dan mendelineasi wilayah
dengan visi pengembangan Kota Bogor pelayanan kota yang dikembangkan sebagai
b. Menyediakan ruang kegiatan dan fasilitas perumahan berkepadatan rendah, sedang dan
sesuai dengan kebutuhan penduduknya yang tinggi
dilayaninya b. Mengatur intensitas ruang untuk masing-
11 Penetapan kawasan budidaya dengan titik berat masing tipe kepadatan perumahan
pengendalian; dengan strategi: c. Mengendalikan pengembangan
a. Mengendalikan perkembangan kegiatan di perumahan yang berpotensi menjadi perumahan
pusat kota dengan kepadatan tinggi serta cenderung kumuh
b. Menata ruang perdagangan dan jasa 2. Penataan kawasan perumahan yang ada;
dengan melengkapi infrastrutkur pendukung dengan strategi:
sesuai standar yang berlaku a. Melakukan penyesuaian terhadap

RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BOGOR 8


2009-2028
penyediaan sarana dan prasarana perumahan dengan strategi:
berdasarkan jumlah penduduk dilayani a. Mengarahkan perkembangan kegiatan
b. Merehabilitasi kawasan perumahan kumuh perdagangan jasa pada simpul-simpul pusat WP
dengan memperhatikan aspirasi penghuni dan sub WP sesuai dengan skala pelayanannya
perumahan b. Menetapkan simpul-simpul perdagangan
c. Merelokasi kawasan perumahan kumuh dan jasa pada pusat tema dan besaran
yang ada pada ruang-ruang publik dan kawasan c. Menetapkan koridor-koridor untuk
lindung dengan menyediakan kawasan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan
perumahan layak huni yang siap ditempati kegiatannya
3. Pengembangan perumahan secara vertical;
dengan strategi: B4. Industri
a. Mengembangkan perumahan secara
vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah 1. Pembatasan penambahan lokasi industri;
di lokasi dengan aksesibilitas yang baik dan dengan strategi:
dilengkapi sarana dan prasarana pendukung a. Menetapkan pemanfaatan lahan industri
perumahan yang ada dan tidak menambah lokasi industri
b. Merevitalisasi kawasan perumahan kumuh b. Membatasi pemberian izin untuk
dengan konsep perumahan secara vertikal pemanfaatan lahan industri
dengan luasan RTH yang meningkat dari
sebelumnya 2. Penataan sekitar kawasan/zona industri untuk
meminimalkan eksternalitas negatif pada
B3. Perdagangan dan Jasa lingkungan sekitarnya; dengan strategi:
1. Penataan kegiatan perdagangan dan jasa; a. Menata pemanfaatan lahan sekitar
dengan strategi: kawasan/zona industri dengan menyusun arahan
a. Menata kegiatan perdagangan dan jasa pemanfaatan lahan sekitar kawasan/zona
yang telah ada pada koridor-koridor yang industri
ditetapkan maupun pada simpul-simpul yang b. Membatasi perkembangan industri yang
ditetapkan ada pada kawasan/zona tersebut
b. Menata dan mengendalikan kegiatan
perdagangan dan jasa yang berkembang tidak 3. Pengawasan terhadap sistem instalasi pengolahan
sesuai dengan arahan intensitas dan skala air limbah (IPAL) industri; dengan strategi:
pelayanannya a. Melakukan pengawasan terhadap sistem
2. Pengembangan kegiatan perdagangan dan jasa; pengolahan air limbah (IPAL) industri

RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BOGOR 9


2009-2028
2. Pengarahan pengadaan RTH Publik; dengan strategi:
4. Pengembangan kegiatan industri kecil (industri a. Mengatur keberadaan RTH privat melalui
rumah tangga) ; dengan strategi: penetapan peraturan
a. Mendorong keberadaan industri kecil b. Meningkatkan peran masyarakat dalam
(industri rumah tangga) ramah lingkungan pengadaan RTH privat
b. Menata lokasi industri kecil
B7. Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH)
B5. Fasilitas umum dan Fasilitas Sosial
1. Peningkatkan fungsi, luasan dan kualitas ruang
1. Pemerataan sebaran fasilitas di seluruh wilayah terbuka non hijau sebagai salah satu ruang publik
kota; dengan strategi: kota; dengan strategi:
a. Membatasi pembangunan fasilitas pada WP a. Menata dan mengembangkan ruang
yang relatif telah lengkap yaitu WP pusat kota terbuka non hijau yang ada
(kecamatan Bogor Tengah) b. Meningkatkan luasan ruang terbuka non
b. Mendorong pembangunan fasilitas pada WP hijau
lainnya di luar WP pusat kota untuk menjamin
pemerataan dan mendekatkan pelayanan bagi
mayarakat B8. Sektor Informal

B6. Ruang Terbuka Hijau (RTH) 11 Pengalokasikan ruang untuk kegiatan sektor
informal; dengan strategi:
1. Pencapaian luasan ruang terbuka hijau minimal a. Menata ruang kegiatan sektor informal yang ada
30%; dengan strategi: b. Mengalokasikan ruang baru untuk kegiatan
a. Mempertahankan ruang terbuka hijau yang ada sector informal
b. Meningkatkan luasan ruang terbuka hijau dengan c. Melibatkan masyarakat dalam pengendalian
menggali potensi penyediaan ruang terbuka ruang untuk sector informal
hijau
c. Mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau yang
tidak pada fungsi utama ruang terbuka hijau
d. Mempertahankan pertanian kota sebagai salah
satu komponen ruang terbuka hijau
e. Mengembangkan pola kerjasama dalam
pemenuhan RTH publik

RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BOGOR 10


2009-2028