Anda di halaman 1dari 19

11/17/2008

PEMERIKSAAN
FISIK DASAR PARU
Semester 7

Sub Bag. Paru Fak UWK Surabaya

PENDAHULUAN
1. Anamnesa
2. Inspeksi
3. Palpasi Dx
4. Perkusi
5. Aukultasi

1. ANAMNESE
- Batuk (Cough)
- Haemoptysis
- Dyspnea
- Nyeri Dada (Chest Pain)

1
11/17/2008

DIAGNOSA FISIK
Sifat-sifat fisik yang dapat berubah adalah :
Sifat-
I. Bentuk (ukuran) toraks
II. Distensibilitas (pergerakan
pergerakan))
III. Sifat sebagai penghantar getaran

I. BENTUK TORAKS
1. Volume mengecil :
- Atelektasis
- Fibrosis
- Schwarte (Fibrosis pleura)
2. Volume membesar :
- Emfisema paru
- Efusi pleura
- Pnemotoraks
3. Volume tetap :
- Konsolidasi

II. PERGERAKAN

Pergerakan dinding toraks berkurang pada :


1. Gangguan otot-otot pernapasan
- Muscular dystrophy
- Polio myelitis
2. Tahanan dinding toraks
- Obesitas
- Kifoskoliosis
3. Pengembangan paru
- Konsolidasi paru
- Fibrosis
- Atelektasis
4. Jaringan paru tertekan :
- Efusi pleura
- Pnemotoraks
- Tumor yang besar
5. Hiperinflasi jaringan paru :
- Elastic recoil Tahanan eksp

2
11/17/2008

III. PENGHANTARAN GETARAN


Suara dapat dibedakan karena :
• Nada
• Intensitas
• Timbre
Nada ditentukan oleh :
a. Frekuensi
- Frekuensi rendah  nada rendah
- Frekuensi tinggi  nada tinggi
b. Panjang dan penampang tabung
- Pendek dan kecil penampangnya
 Tinggi nadanya
Intensitas suara
Kerasnya suara ditentukan oleh energi dan frekuensi
Suara akan intensitasnya bila melalui medium yang
mis.. Dari lumen bronkus  dd
berbeda, mis dd.. toraks

Timbre
Sifat atau kualitas suara tergantung dari perbandingan relatif
nada dasar dan overtone.
Di Paru kita dapat membedakan suara getaran mis. Bernafas,
berbicara, berbisik dan suara ketuk.

Penilaian penghantaran getaran melalui : palpasi, perkusi,


auskultasi

Palpasi
Tactile fremitus di seluruh permukaan toraks sama, kecuali
pada bagian atas hemitoraks kanan lebih kuat, karena letak
bronkus besar lebih dekat ke dinding dada. Fremitus vokal
kurang kuat pada wanita dan anak-anak, karena kurang
bergema suaranya.

3
11/17/2008

Fremitus Vokal

Fremitus Vokal meningkat pada :


Konsolidas (bronkus terbuka)

Fremitus Vokal menurun pada :


- Atelektasis obstruksi
- Efusi pleura
- Pnemotoraks
- Obesitas
- Otot dada tebal

PERKUSI
SUARA NADA WAKTU PA

 Pekak > Tinggi > Pendek Padat


 Redup Tinggi Pendek udara <
 Sonor normal normal normal

 Hipersonor Rendah Panjang udara>

 Timpani > Rendah > Lama udara

4
11/17/2008

AUSKULTASI

1. SUARA NAPAS
2. SUARA TAMBAHAN
3. SUARA BISIK
4. SUARA PERCAKAPAN

SUARA NAPAS
 Aliran udara  Paru mengalami pusaran
dan benturan, ok percabangan bronkus 
getaran suara yang dihantarkan mel. Lumen
bronkus sebagian kecil.

 Alveoli sebagai “selective transmitter”


akan menahan getaran dengan frekuensi
100-150 cycle per detik.

5
11/17/2008

SUARA NAPAS
1. INTENSITASNYA
2. PERBAND. F. INSP DAN F. EKSP. :
- INTENSITASNYA
- LAMANYA
- NADA
- HUBUNGAN INSP. DAN EKSP.
3.KUALITAS SUARA

MACAM SUARA NAPAS


1. VESIKULER
2. BRONKIAL
3. BRONKO – VESIKULER ATAU
VESIKO – BRONKIAL

6
11/17/2008

VESIKULER
• SUARA NAPAS NORMAL
• BERNADA RENDAH : INSP
INSP.. BERNADA RENDAH
TERDENGAR SEPANJANG F. INSP
INSP.. ;
SUARA EKSP
EKSP.. TERDENGAR LEBIH LEMAH,
LEBIH PENDEK, NADA LEBIH RENDAH
• TIDAK ADA “SILENT GAP”

BRONKIAL
• KUALITAS TUBULER
• INSP. BERNADA TINGGI DAN TERDE- NGAR
SEPANJANG F.INSP. ; SEDANGKAN EKSP.
NADANYA > TINGGI TERDENGAR
SEPANJANG EKSP.
• F.EKSP. LEBIH LAMA DARIPADA F. INSP.
• ADA “SILENT GAP”

7
11/17/2008

BRONKO-VESIKULER

 INSP. DAN EKSP. JELAS SELURUHNYA DENGAN


NADA TINGGI

 TIDAK ADA “SILENT GAP”

VESIKULER MENINGKAT

 PADA ANAK-ANAK, O. KURUS, LAT. JASMANI,


DI KEDUA PARU

 BILA SEBAGIAN PARU SAKIT  FUNGSI


BERKURANG, NAMUN YANG SEHAT
MENINGKAT FUNGSINYA  “COMPENSATORY
BREATH SOUND” ATAU “ COMPLEMENTARY
BREATH SOUND”

8
11/17/2008

VESIKULER MELEMAH
• 1. EFUSI PLEURA, PNEUMOTORAKS
• 2. AWAL PNEUMONIA, SEMBAB PARU,
EMFISEMA PARU
• NYERI PLERITIK, IGA PATAH, ARTRI
ARTRI--TIS, ASITES,
DISTENSI ABD
ABD.., OTOT PERNAPASAN LUMPH
LUMPH..
• SPASME/EDEMA GLOTIS, OBSTRUKSI TRAKEA,
BRONKUS BRONKEOLUS

SUARA NAPAS BRONKIAL

KONSOLIDASI
KOMPRESI, BRONKUS TERBUKA
CONTOH : PNEUMONIA, TB PARU,
PENYAKIT-PENYAKIT YANG
MENYEBABKAN KOMPRESI JARINGAN
PARU

9
11/17/2008

SUARA NAPAS ASMATIK


• INSP. NORMAL ATAU PENDEK, DIIKUTI
EKSP. LEBIH LAMA DENGAN NADA LEBIH
TINGGI DISERTAI DENGAN WHEEZE

SUARA NAPAS ABNORMAL YANG


LAIN

• SUARA KAVITAS
• SUARA AMFORIK
• SUARA COG
COG--WHEEL

10
11/17/2008

SUARA KAVITAS

 KUALITAS SUARA DEEP HOLLOW


NADA RENDAH, NADA ESKP. LEBIH
RENDAH DARIPADA INSP.
TERDENGAR PADA : KAVITAS DAN
PNEMOTORAKS DENGAN FISTULA

SUARA AMFORIK

• SEPERTI SUARA KAVITAS,


TETAPI DENGAN NADA TINGGI
• KUALITAS SUARA NYARING

11
11/17/2008

SUARA COG-WHEEL

• FASE INSP. (KADANG-KADANG JUGA FASE


EKSP). TERPUTUS-PUTUS OLEH PAUSE
YANG TIDAK TERATUR
• DISEBABKAN OK MENGALIRNYA UDARA
YANG TERPUTUS-PUTUS
• PADA TB AWAL, MENGGIGIL,
KELEMAHAN DAN GUGUP

SUARA METAMORFOSA

• KUALITAS DAN INTENSITAS SUARA


BERUBAH--UBAH PADA SATU SIKLUS
BERUBAH
PERNAPASAN

12
11/17/2008

SUARA BERDENTING METALIK

PADA HIDROPNEMOTORAKS ATAU


KAVITAS YANG BESAR, OK
PECAHNYA GELEMBUNG UDARA PADA
UJUNG FISTULA

SUARA TAMBAHAN

• BERASAL DARI PARU


• BERASAL DARI PLEURA
• BERASAL DARI MEDIASTINUM

13
11/17/2008

SUARA TAMBAHAN
DARI PARU
►SELALU PATOLOGIS
►TIMBUL KARENA : SEKRET,
PENYEMPITAN LUMEN, TERBUKANYA
ASINUS (ALVEOLI) YANG SEBELUMNYA
KOLAPS
►ISTILAH : ADVENTITIOUS SOUND
(INGGRIS), RALES (PERANCIS), RHONCHI
(LATIN)

RONKI

RONKI BASAH : SUARA


TERPUTUS-PUTUS
RONKI KERING : SUARA TIDAK
TERPUTUS-PUTUS

14
11/17/2008

RONKI BASAH

 RONKI BASAH KASAR : SUARA


GELEMBUNG UDARA BESAR YANG
PECAH
 BANYAK SEKRET DI SAL. NAPAS BESAR
 PADA PEND. TAK KUAT BATUK KARENA
KESADARAN MENURUN ATAU KEADAAN
UMUM LEMAH

RONKI BASAH SEDANG

SEPERTI SUARA GELEMBUNG UDARA


KECIL-KECIL YANG PECAH
BANYAK SEKRET DI SALURAN NAPAS
KECIL DAN SEDANG
PADA BRONKIEKTASIS DAN
BRONKOPNEMONIA

15
11/17/2008

RONKI BASAH HALUS


 TIDAK MEMPUNYAI SIFAT GELEMBUNG
LAGI
 SEPERTI GESEKAN RAMBUT ATAU DUA
JARI BASAH MENEMPEL KEBUDIAN
DIPISAHKAN MENDADAK
 PADA SEMBAB PARU DINI, PNEUMONIA
DINI (ASINUS KOLAPS MEMBUKA
MENDADAK

RONKI KERING

• BERNADA RENDAH (SONOROUS)


• TERDENGAR SEPERTI MENGERANG
• KARENA OBSTRUKSI PARTIAL SAL. NAPAS
BESAR
• BERNADA TINGGI (SIBILAN)
• TERDENGARNYA MENCICIT
• KARENA OBSTRUKSI SAL. NAPAS KECIL
(WHEEZE)

16
11/17/2008

SUARA TAMBAHAN
DARI PLEURA
KARENA GESEKAN PLEURA
BUKAN SUARA NAPAS, TAPI SEIRAMA
DENGAN PERNAPASAN
TERDENGAR JELAS PADA INSP. DAN
LEBIH KERAS LAGI BILA STETOSKOP
DITEKAN, SUARANYA KASAR
PADA PLERITIS SIKA ATAU PLERITIS
FIBRINOSA

SUARA TAMBAHAN DARI


MEDIASTINUM

• KARENA PNEMOMEDIASTINUM
• SUARA TERPUTUS-
TERPUTUS-PUTUS YANG
SEIRAMA DENGAN PERNAPASAN
ATAU DENYUT JANTUNG

17
11/17/2008

SUARA BISIK
PEND. MENGUCAPKAN DESIS BERBISIK,
PITA SUARA TAK BERGETAR, NADA TINGGI,
JELAS TERDENGAR PD LARING, MAKIN
KEBAWAH MAKIN LEMAH DAN KABUR
DISEBUT BRONCHIAL WHISPERED
PECTORILOQUE
PADA KONSOLIDASI, ATELEKTASIS
KOMPRESI BRONKUS TERBUKA

SUARA PERCAKAPAN

 PEND. MENGUCAPKAN KATA-KATA: SATU,


DUA, TIGA ATAU SEMBILAN BERULANG
KALI, KITA DENGARKAN MEL. STETOSKOP,
SUARA PALING JELAS DI LARING, MAKIN
KEBAWAH MAKIN KABUR
 JELAS DI PARU: BRONKOFONI + PADA
KONSOLIDASI DAN ATELEKTASIS KOMPRESI
BRONKUS TERBUKA

18
11/17/2008

SUARA PERCAKAPAN

EGOFONI = BRONKOFONI
DENGAN KUALITAS SUARA NASAL
TERDENGAR PADA TEPI ATAS
EFUSI PLEURA

TERIMA KASIH…..

19