P. 1
CARA GULUNG TRAFO

CARA GULUNG TRAFO

|Views: 691|Likes:
Dipublikasikan oleh Eka Nugraha Kusuma Putra

More info:

Published by: Eka Nugraha Kusuma Putra on Nov 22, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2012

pdf

text

original

Menggulung trafo

PERENCANAAN PENGGULUNGAN TRANSFORMATOR

Transformator adalah suatu alat untuk memindahkan daya listrik arus bolak ± balik dari suatu rangkaian ke rangkaian lain secara induksi electromagnet.

Suatu transformator terdiri dari 2 buah kumparan (gulungan) kawat email. Kumparan pertama disebut gulungan primer dan kumparan yang kedua disebut sekunder. Bahan ± bahan yang diperlakukan untuk menggulung suatu transformator antara lain :
a. Kern Kern atau teras besi lunak yang terbentuk dari kumparan besi lunak yang mengandung silicon yang berbentuk seperti huruf E dan I

b. Koker Koker atau rumah atau tempat mengulung kumparan primer dan sekunder

c. Kawat email Kawat email yang terbuat dari tembaga yang dilapiskan bahan isolasi yang tahan panas.

maka Tenaga primer harus lebih 20% sampai 25% dari tenaga sukunder. you may have to delete the image and then insert it again. The image cannot be displayed. Kerugian seperti ini sekitar 20% sampai 30% dari tembaga gulungan Primer. Your computer may not have enough memory to open the image. Dapat memakai rumus: Circle per second x 1 gulungan Keliling besi kern untuk koker Untuk menghindarkan panasnya transformator tenaga kita dapat memakai standar 56 circle/second sebagai dasar perhitungan Jadi rumus perhitungan jumlah gulungan per volt: 56 x 1 gulungan Keliling besi kern untuk koker GULUNG PER VOLT Yang dimaksud dengan gulungan per volt yaitu sejumlah gulungan kawat yang disesuaikan untuk tegangan sebesar 1 Volt. Restart your computer. or the image may have been corrupted. If the red x still appears. Keterangan : I2 =arus yang mengalir ke beban E1=tegangan gulungan primer dari PLN E2=tegangan gulungan sekunder Dinegara kita tegangan listrik berfrekuensi sekitar 50 sampai 60 Circle/second oleh sebab itu untuk menghitung gulungan pervolt kita. Apabila kita ingin merencanakan gulungan sekunder 100 watt. Yang harus selalu diingat bahwa setiap kali tegangan gulungan Sekunder diberi beban tegangannya akan turun.Penentuan Gulungan atau volt Pada system penggulungan trafo biasa terjadi penyimpangan kerugian Seperti kerugian kawat email dan kurang panas tidak diperhitungkan. and then open the file again. Untuk menetapkan besar jumlah gulung per volt dipakai ketentuan : Rumus : gpv = f / O Dimana .

Dengan jumlah lilitan tersebut diatas maka bila gulung primer dihubungkan kepada tegangan listrik jala ± jala sebesar 220 V. Berapa jumlah gulungan atau banyaknya lilitan untuk kawat primer dan sekunder. Besar jumlah gulungan per volt : Jawab : gpv = f / O f = 50 Hz O = 2. gulungan sekundernya menghasilkan tegangan sebesar 6 volt.5 cm dan tinggi 2 cm. Untuk gulungan sekunder dibutuhkan 6 x 10 = 60 lilitan. (hasil kali dari lebar dan tinggi tempat gulungan Contoh 1 : Sebuah tempat gulung kawat transformator mempunyai ukuran lebar 2. lebar tempat gulungan kawat 2.5 x 2 = 5 Cm2 gpv = 50 / 5 = 10 gulung / volt (setiap 10 lilitan kawat berlaku untuk tegangan sebesar 1 volt) Contoh 2 : Dibutuhkan sebuah transformator dengan tegangan 220 V untuk gulung primer dan tegangan 6 V digulungan sekundernya. .5 x 2 = 5 cm2 gpv = 50 / 5 = 10 Jadi untuk gulung primer dibutuhkan sejumlah 220 x 10 = 2200 lilitan.5 Cm dan tinggi 2 cm.Gpv = jumlah gulang per volt f = frekuensi listrik (50 Hz) O = luas irisan teras diukur dengan cm. Jawab : O = 2. Mengingat selalu adanya tenaga hilang di tansformator jumlah lilitan digulungan sekunder ditambahkan 10% = 60 +6 = 66 lilitan.

71 Contoh 3: Suatu alat memakai alat tenaga listrik 400 Watt dipasang pada tegangan 20 V.14 ± 37.14 ± 21.57 ± 2.45 0.3 0.20 19.27 ± 1.7 0.GARIS TENGAH KAWAT Garis tengah atau tebal kawat tembaga menentukan kemampuan kawat dilalui arus listrik.36 3.5 2 2.25 0. Tabel garis tengah kawat Garis tengah atau tebal kawat (mm) 0.53 ± 5.024 0.01 ± 1.377 0.9 1 1.6 0.477 0.86 25.3 6.82 ± 14.390 ± 0.15 0.73 14.5 4 Kemampuan dilalui arus ( A ) 0. Transformator jala-jala umumnya mempunyai gulungan yang bercabang guna menyesuaikan tegangan.51 1.35 0.28 ± 9.147 0.849 0. Contoh perencanaan mengulung trafo : Perencanakan sebuah transformator jala-jala dengan data-data sebagai berikut: . kawat akan terbakar dan putus.053 0.212 0.251 ± 0.035 ± 0.190 ± 0.2 0.770 ± 1.588 0.5 3 3.094 0.8 0.289 0.4 0. Bila listrik yang mengalir didalam kawat melebihi kemapuan dari kawat akan mengakibatkan kawat menjadi panas dan jika arus yang melalluinya jauh lebih besar dari kemampuan kawat .24 ± 28.1 0.42 9.5 0.91 1.098 ± 0.063 ± 0.141 ± 0. Untuk menghubungkan alat tersebut ke sumber aliran dibutuhkan kawat yang bergaris tengah : W = 400 Watt E = 200 Volt I = W/E I = 400/200 I = 2 Ampere Agar mampu dilewati arus sebesar 2 A dipakai kawat dengan ukuran garis tengah 1 mm.318 ± 0.16 1.016 ± 0.566 ± 0.

The image cannot be displayed. gpv = 50/5 = 10.Teras besi yang dipergunakan mempunyai lebar 2. Tentukan berapa jumlah gulung primer dan gulung sekunder beserta cabang . untuk kemudian ditambah gulungan lagi sebesar 33 lilitan buat tegangan 9 V. you may have to delete the image and then insert it again.5 Cm dan tinggi 2 Cm. Berapa ukuran tebal kawat yang dibutuhkan. Pemecahannya: 0 = 2.cabangnya. kemudian ujung dari akhir gulungan disalurkan keluar sebagai cabang untuk kemudian digulung lagi sebanyak 1100 lilitan lagi untuk tegangan 2200 V. Jumlah gulungan sekunder untuk 9 V: 9 X 10 = 90 lilitan + 10% = 99 lilitan. Jumlah gulungan sekunder untuk 6 V: 6 X 10 = 60 lilitan + 10% = 66 lilitan. Demikian halnya digulung sekunder: kawat digulung dulu sebesar 66 lilitan untuk tegangan 6 V kemudian di cabang. Cara menggulung kawatnya untuk tegangan 110 V dan 220 V tidak digulung sendiri-sendiri.5 mm (dilihat di daftar tebal kawat) Tebal kawat primer: Untuk menentukan tebal kawat untuk kawat gulungan primer harus diketahui besar arus primer. Selanjutnya untuk menentukan tebal atau diameter kawat digulung primer dan digulung sekunder dilakukan sebagai berikut: Tebal kawat sekunder: Karena gulung sekunder telah ditentukan mempunyai besar arus 500 mA diperlukan kawat yang mempunyai diameter 0. Besar arus primer: II = WL/EI . Restart your computer. If the red x still appears. tetapi cukup mencabang sebagai berikut: digulung dulu sebanyak 1100 lilitan untuk 110 V.5 x 2 = 5 Cm2. Your computer may not have enough memory to open the image. Jumlah gulungan primer untuk 110 V: 110 X 10 = 1100 lilitan Jumlah gulung primer untuk 220 V: 220 X 10 = 2200 lilitan. or the image may have been corrupted. Dikehendaki gulung primer untuk dipasang pada tegangan 110 V atau 220 V dan gulung sekunder yang menghasilkan tegangan 6 V dan 9 V. and then open the file again. yang menghasilkan arus 500 mA.

EI = tegangan primer.25 X W2 = 1. Karena besar tegangan primer juga belum diketahui. and then open the file again. Your computer may not have enough memory to open the image. Besar tegangan primer : W1 = 1.025 A = 25 mA.5 A.25 X W2 (rendemen dianggap 80%) W1 = besar tegang digulung primer W2 = besar tegangan digulung sekunder.6/220 = 0. Tebal kawat sekunder 0. diberi cabang dan ditambah 33 lilitan untuk 9 V. Besar arus primer : I1 = W1/E1 I1 = 5. W2 = tegangan sekunder.15 mm.25 X 4.5 mm. 0. you may have to delete the image and then insert it again.625 Watt dibutuhkan 5. Menurut daftar tebal kawat primer untuk untuk 25 mA berukuran: 0. or the image may have been corrupted. (500mA) Besar tegangan sekunder : W2 = 0 X 0. Restart your computer.II = besar arus primer. If the red x still appears. Tebal kawat 0. .6 Watt. Besar tegangan sekunder W2 = E2 X 12. WL = tenaga digulung primer. Dari keterangan di atas transformator yang direncanakan mempunyai ukuran-ukuran seperti dibawah ini: The image cannot be displayed. Gulung sekunder untuk 6 V: 66 lilitan. Besar arus dan tegangan sekunder telah diketahui yaitu: 9 V.5 = 4. maka dapat ditentukan dengan memakai RUMUS : W1 = 1. Jumlah gulung primer untuk 110 V: 1100 lilitan. untuk 220 V.5 = 5.15 mm. diberi cabang kemudian digulung lagi sebanyak 1100 lilitan. E2 = tegangan sekunder.5 Watt.

Antara syaf satu dengan yang lainnya diberi isolasi kertas tipis. . Pembuatan cabang dari lilitan dilakukan dengan membengkokkan kawat diluar lilitan. Guna melakukan itu semua pada lobang tempat gulungan dimasukkan sepotong kayu ukuran yang sesuai yang pada kedua belah ujungintinya dimasukkan as dari logam yang berhubungan dengan alat pemutar.Cara menggulung kawat trafo dipraktek dilkukan dengan melilitkan kawat secara merata syaf demi syaf. and then open the file again. The image cannot be displayed. If the red x still appears. (lihat gambar) Apakah bagian primer atau sekunder yang digulung terlebih dulu tidak menjadi soal karena kedua akan memberi hasil yang sama. you may have to delete the image and then insert it again. or the image may have been corrupted. Restart your computer. Your computer may not have enough memory to open the image. untuk kemudian dilanjutkan manggulung lagi kawat sampai selesai.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->