RSILABUS 2008 TUGAS Irigasi Dan Bangunan Air(2)

SILABUS MATA KULIAH

Program studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Jumlah SKS Semester Mata Kuliah Pra Syarat : Teknik Sipil : : Tugas Irigasi dan Bangunan Air : 1 (Satu) : V (Lima) : Disyaratkan sudah pernah mengambil atau sedang menempuh mata kuliah Irigasi dan Bangunan Air, sudah pernah mengambil mata kuliah Hidrologi dan Hidraulika. Deskripsi Mata Kuliah : Tugas Irigasi dan Bangunan Air adalah suatu mata kuliah yang mendukung dan berkesinambungan dari mata kuliah teori Irigasi dan Bangunan Air (IBA), dengan tugas ini teori yang didapatkan dari kuliah Irigasi dan Bangunan Air dapat diaplikasikan dalam bentuk desain dan perencanaan. Adapun mata kuliah yang berkaitan dengan Tugas Irigasi dan Bangunan Air adalah mata kuliah teori IBA sendiri, mata kuliah hidraulika dan mata kuliah Hidrologi. Secara tidak langsung mata kuliah ini berhubungan dan sangat mendukung dari mata kuliah PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air) di semester VI. Sehingga secara khusus mata kuliah Tugas Irigasi dan Bangunan Air sangat urgen bagi pembangunan pertanian khususnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah agraris (pertanian). Pada kajian Tugas ini meliputi analisis perencananaan jaringan irigasi dan bangunan-bangunan penunjang, juga desain jaringan irigasi dan bangunan-bangunan penunjangnya. Dikaji lebih mendalam tentang perencanaan cara penyediaan debit air yang diperlukan untuk usaha lahan pertanian, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan dan desain jaringan saluran irigasi. Kemudian dilanjutkan dengan analisis perencanaan dan desain bangunan utama (head work) yang meliputi: bangunan Bendung (weir of spillway), bangunan Pengambilan (intake structure) dan bangunan Penguras (sluice structure/ flushing structure), dan analisis kantong Lumpur. Kemudian dilanjutkan analisis perencanaan dan desain bangunan pendukung saluran irigasi seperti : perencanaan dan desain bangunan bagi dan sadap, bangunan Terjunan (drop structure), gorong-gorong (box culvert), bangunan Talang (flume), bangunan Sipon (siphon structure) dan bangunan Alat Ukur Debit (discharge measurement). Standar Kompetensi : 1. Mahasiswa mampu merencanakan lay-out Jaringan Irigasi dan Bangunan-bangunan air pendukungnya. 2. Mahasiswa mampu merencanakan dan menghitung kebutuhan air untuk tanaman (ET); Curah hujan efektif untuk padi dan palawija. 3. Mahasiswa mampu merencanakan dan menghitung kebutuhan air di areal usaha pertanian (NFR).

. spidol. Indikator Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan : 1. Mahasiswa mampu merencanakan dan mendesain Bangunan Utama (head work)/ Bendung (weir) serta bangunan-bangunan penunjangnya seperti : bangunan pengambilan (intake structure). dan bagian-bagian pokok yang harus dikerjakan. Pengairan PU. Mahasiswa mampu merencanakan dan menghitung kebutuhan / kapasitas debit rencana masing-masing saluran. . PAU Ilmu Teknik. Dasar-dasar Teknik Irigasi. Kompetensi Dasar Mampu mengikuti prosedur pengerjaan Tugas Irigasi dan Bangunan Air. Yogyakarta. Dapat mempersiapkan data-data lapangan. 8. Dapat mempersiapkan bahan referensi untuk mendesain suatu Irigasi dan Bangunanbangunan penunjangnya. Galang Waktu Penilaian Tugas Pekerjaan Rumah. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar 50 menit Alat : Papan tulis. Standar Perencanaan Irigasi. 5. Mengenalkan Penjelasan bentuk dan prosedur untuk contoh-contoh mengikuti tugas. 2. OHP. 7. C. dan dimensi saluran. 2. Quiz mandiri. KP 01 – 07 .4. bangunan penguras (flushing structure atau sluice structure). Mahasiswa mampu merencanakan dan mendesain Gorong-gorong (box culvert) dan Terjunan (drop structure). Dirjen.V. Pengalaman Materi Ajar Pembelajaran 1. dan kantong lumpur. 1986. Mahasiswa mampu merencanakan dan mendesain Talang (flume) dan Sipon (siphon). Mengenalkan data-data yang penting untuk perencanaan dan desain. kapur. Mahasiswa mampu merencanakan dan mendesain bangunan Bagi dan Sadap. Laptop. dan Alat Ukur Debit (discharge measurement) 6. Tugas Iirgasi dan Bangunan Air. LCD Sumber Belajar: Sudjarwadi. 1992. Universitas Gadjah Mada.

Bandung. OHP Pekerjaan BangunanSumber Belajar: Rumah. Yogyakarta. KP 01 . Dit. 1986. Pengairan PU. Pengairan PU. bangunan Sudjarwadi. Dirjen. Galang Persada. Mengetahui cara merencanakan dan mendesain lay-out system jaringan Irigasi dan Bangunan-bangunan penunjang. Buku Petunjuk Perencanaan Irigasi. Tugas Irigasi dan kapur. Mampu merencanakan dan mendesain lay-out system jaringan Irigasi. irigasi. C.Persada... Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan : 1. Bagian penunjang untuk Standar Perencanaan Irigasi. Universitas Gadjah Mada. 1992. Bandung. 1986. Teknik Irigasi. Standar Perencanaan Irigasi. Quiz penunjang Dasar-dasar mandiri. Mampu merencanakan dan mendesain lay-out bangunanbangunan penunjang. spidol. Lay-out Jaringan 50 menit Alat : Papan tulis. PAU Ilmu Teknik. Mampu merencanakan layout Jaringan Irigasi dan Bangunanbangunan air pendukungnya. 2.V. Jen.

PAU Ilmu Teknik. kapur. Dit. Pengairan PU. Quiz mandiri. 1992. Mampu menghitung curah hujan efektif untuk padi dan palawija. Galang Persada. Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan : 1.V. Yogyakarta. 3. Mampu merencanakan dan menghitung kebutuhan air untuk Tanaman.. 1986. 1. C. Galang Persada. Pengairan PU. Dirjen. Standar Tugas Pekerjaan Rumah. 2. 1986. Bagian penunjang untuk Standar Perencanaan Irigasi.V. Mengenal perhitungan curah hujan efektif untuk padi Kebutuhan Air Untuk Tanaman dan Curah Hujan Efektif 100 menit Alat : Papan tulis. Mampu merencanakan dan menghitung kebutuhan air suatu tanaman. Universitas Gadjah Mada. 2. Mengenal perhitungan curah hujan rerata harian tiap bulan. Mengenal perhitungan kebutuhan air untuk tanaman. Buku Petunjuk Perencanaan Irigasi. C. Bandung.. OHP Sumber Belajar: Sudjarwadi. Dasar-dasar Teknik Irigasi. Mengenal pola tanam.– 07 . 4. Bandung. spidol. Jen. .

dan palawija. Dit. Buku Petunjuk Perencanaan Irigasi. Alat : Papan tulis. Pengairan PU. KP 01 – 07 .. Bandung. Quiz mandiri. C. Jen. Mampu merencanakan dan menghitung kebutuhan air untuk areal usaha pertanian Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan : Mampu merencanakan dan 1. C. 1997. Tugas Pekerjaan Rumah. Gunadarma. 2. Mengenal jaringan irigasi . Bagian penunjang untuk Standar Perencanaan Irigasi. Jakarta. Perencanaan Irigasi. Irigasi dan Bangunan Air. Bandung. Galang Persada. Mengenal perhitungan kebutuhan air di sawah.V. Galang Persada.V. 1992. OHP Sumber Belajar: Sudjarwadi. 1986. Dirjen Pendidikan Tinggi. Kebutuhan air di 50 areal usaha menit pertanian (Net Field Requirment = NFR). kapur. spidol. Dasar-dasar Teknik Irigasi.

menghitung kebutuhan air di sawah. unit tersier dengan data kebutuhan air masing-masing petak tersier. KP 01 – 07 . Gunadarma. .V. C. Bandung. Yogyakarta... Pengairan PU. Pengairan PU. Bagian penunjang untuk Standar Perencanaan Irigasi. Buku Petunjuk Perencanaan Irigasi. Dirjen Pendidikan Tinggi. 1986. C.V. Irigasi dan Bangunan Air. Universitas Gadjah Mada. 1986. Standar Perencanaan Irigasi. PAU Ilmu Teknik. Galang Persada. Galang Persada. Bandung. Dirjen. Jen. Dit. 1997.

PAU Ilmu Teknik. 1. spidol.. Jakarta. Dirjen. Dasar-dasar dan Praktek Irigasi. V. Pengairan PU... Mampu merencanakan kapasitas debit saluran irigasi. dkk. . Mampu merencanakan dan menghitung kebutuhan air /kapasitas debit rencana saluran Irigasi dan dimensinya. 1992. Tugas Pekerjaan Rumah.E. ed. OHP Sumber Belajar: Sudjarwadi. Universitas Gadjah Mada. John Wiley & Sonss. Irrigation Principles and Practices. kapur. 1992. 4th Edition. 2. Erlangga. Vaughn E. 2. Mengenal perhitungan dimensi saluran dari data kebutuhan air di areal pertanian. Pen. New York. Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan : 1. Kebutuhan / kapasitas debit rencana masingmasing saluran. Quiz mandiri. Mampu merencanakan dan menghitung dimensi saluran irigasi.. 1986. 1979.4. Dasar-dasar Teknik Irigasi. Mengenal perhitungan kapasitas debit saluran irigasi dengan berbagai metode.. Hansen. dkk. Hansen. Inc.Jakarta. Yogyakarta. dan dimensi saluran. 100 menit Alat : Papan tulis.

. dkk. Galang Persada. C.. Bandung. KP 01 – 07 . Irigasi dan Bangunan Air.. Bagian penunjang untuk Standar Perencanaan Irigasi. John . V. 1997. Bandung. Jen. Jakarta.V. 1979. Galang Persada. 4th Edition. Buku Petunjuk Perencanaan Irigasi. Dit.3. Gunadarma.E. 1986. Mampu merencanakan dan menghitung alinemen tikungan saluran irigasi.V. Hansen. Standar Perencanaan Irigasi. Dirjen Pendidikan Tinggi. Irrigation Principles and Practices. C. Pengairan PU.

kapur. Universitas Gadjah Mada. Irrigation Engineering. OHP Sumber Belajar: Sudjarwadi. N. Mampu merencanakan dan menghitung dimensi Alat Ukur Debit. Yogyakarta. Dasar-dasar Teknik Irigasi. 1992. Quiz mandiri. 2005. Mampu merencanakan dan mendesain Bangunan Bagi dan Sadap. Bangunan Bagi dan Sadap. Hal 138 – 147. ..Wiley & Sonss. Mengenal desain bangunan Alat Ukur Debit. dkk. Tugas Pekerjaan Rumah. Mengenal desain bangunan Bagi dan Sadap. Pen.. Mc Graw-Hill Pub.N. ed. Mampu merencanakan dan menghitung dimensi Bangunan Bagi dan Sadap. PAU Ilmu Teknik. 2. Co. dan Alat Ukur Debit (dischargemeasurement) 50 menit Alat : Papan tulis. 7th. spidol. 2. Pengairan PU. Jakarta... Dirjen. Basak. 1986. Inc. Vaughn E. Erlangga. Hansen. New York. Mampu merencanakan dan mendesain Alat Ukur Debit untuk 1. Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan : 1.4. 1992. Dasar-dasar dan Praktek Irigasi. ed.

C.V. Buku Petunjuk Perencanaan Irigasi.E.. Jakarta. 1997. Galang Persada. Irigasi dan Bangunan Air. Bandung. Hansen. dkk. Bagian penunjang untuk Standar Perencanaan Irigasi. Irrigation Principles and Practices. Galang Persada. John .V. KP 01 – 07 .. Dirjen Pendidikan Tinggi. 4th Edition. C. Jen.berbagi tipe. Bandung. V. 1979. Dit. Standar Perencanaan Irigasi. Pengairan PU. Gunadarma. 1986..

Pengairan PU... 50 menit Alat : Papan tulis. 1986. Jen.V. 2. Universitas Gadjah Mada. Quiz mandiri. Standar Perencanaan Irigasi. Bandung. OHP Sumber Belajar: Sudjarwadi. Yogyakarta.Wiley & Sonss. Buku Petunjuk Perencanaan Irigasi. Mengenal desain bangunan Gorong-gorong. PAU Ilmu Teknik. 1. Mampu merencanakan dan menghitung dimensi Terjunan. KP 01 – 07 . Dasar-dasar Teknik Irigasi. Pengairan PU. Galang Persada. Gorong-gorong (box culvert) dan Terjunan (drop structure). Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan : 1. Mampu merencanakan dan menghitung dimensi Goronggorong. Mampu dan mendesain Terjunan. spidol. . kapur. Mengenal desain bangunan Terjunan.. 2. 1986. Dirjen. Inc. C. New York. 1992. Dit. Bagian penunjang untuk Standar Tugas Pekerjaan Rumah. Mampu merencanakan dan mendesain Gorong-gorong.

2. Mengenal desain bangunan Sipon.V. 1. New York. Yogyakarta. Bandung. 1997. Mampu merencanakan dan mendesain Talang. V. 1985. V. 4th Edition. Galang Persada. PAU Ilmu Teknik. 1979. Jakarta. Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan : 1.. Quiz mandiri. Irigasi dan Bangunan Air..T.Perencanaan Irigasi. dkk.. Gunadarma. . C.E. Talang (flume) dan Sipon (siphon). Dasar-dasar Teknik Irigasi. Dirjen Pendidikan Tinggi. John Wiley & Sonss. Hidraulika Tugas Pekerjaan Rumah.. Irrigation Principles and Practices. Chow. Mampu merencanakan dan mendesain Sipon. 50 menit Sudjarwadi. 1992. 2. Mampu merencanakan dan menghitung dimensi Talang. Mampu merencanakan dan menghitung dimensi Sipon. Mengenal desain bangunan Talang. Universitas Gadjah Mada. Hansen. Inc.

Pengairan PU. 1986. 1997.Saluran Terbuka. Galang Persada. C. Erlangga. Pengairan PU.V. Jakarta. Dirjen Pendidikan Tinggi. 1986. Buku Petunjuk Perencanaan Irigasi. KP 01 – 07 .. Bagian penunjang untuk Standar Perencanaan Irigasi. C. Standar Perencanaan Irigasi.V. Dit. Jakarta. Bandung. Irigasi dan Bangunan Air. . Gunadarma.. Dirjen. Bandung. Galang Persada. Jen.

Nalluri. P. . London. The Japanese Institute of Irrigation and Drainage (JIID). Galang Persada. Moffat. Novak. Developments in Hydraulic Engineering.. Vol. Bandung.B. Kriteria Perencanaan. E & FN SPON. 2. 1989. UK.. Novak. Elsevier. and C. Hydraulic Structure. London. A. 2nd Ed. 1986. UK. P. C. Standar Perencanaan Irigasi: Bangunan Utama. KP-02.Dirjen Pengairan.V.. 1984..I. 1996.

Bandung. Standar Perencanaan Irigasi. Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan : 1. 2. Mampu merencanakan dan menghitung Bangunan Utama. Mengenal desain bangunan Pengambilan. V. Pengairan PU. 4. No. Dit. Jen. Jakarta. 1985. Mengenal desain bangunan Bendung. Mengenal desain bangunan Pembilas. Buku Petunjuk Perencanaan Irigasi.2. Bangunan Utama (head work)/ Bendung (weir) 200 menit Chow. Galang Persada. Mampu merencanakan dan mendesain 1. 2.. Hidraulika Saluran Terbuka.. 1986.V. Bagian penunjang untuk Standar Perencanaan Tugas Pekerjaan Rumah. SSIMPOECF. Mengenal desain bangunan Kantong Lumpur.Headworks: Engineering Manual for Irrigation and Drainage. . Mampu merencanakan dan mendesain Bangunan Pengambilan (intake structure). Mampu merencanakan dan mendesain Bendung (weir). Quiz mandiri.. 4. 3. 1986. Mampu merencanakan dan mendesain Bangunan Pembilas (sluice structure). KP 01 – 07 . Pengairan PU. Dirjen. 3. C.T. Japan. Erlangga.

Moffat. Galang Persada. Dirjen Pengairan.I. UK. 1986. 2. London. Nalluri. P. P. C. Developments in Hydraulic Engineering. London. Vol.. 1996. Standar Perencanaan Irigasi: Bangunan Utama. UK.Bangunan Kantong Lumpur.B. Bandung. Elsevier. 1984. and C.. The Japanese . Novak. Irigasi. A. KP-02..V. C.V.. Bandung. Galang Persada. Novak. Hydraulic Structure. 2nd Ed. Kriteria Perencanaan. E & FN SPON.

1989.2. Japan. Headworks: Engineering Manual for Irrigation and Drainage. No. . SSIMPOECF.Institute of Irrigation and Drainage (JIID).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful