Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS JURNAL

Clinical evidence of growth hormone for patients undergoing


abdominal surgery: Meta-analysis of randomized controlled trials

Oleh kelompok 3a:


Adhe Juliance W.
Aditya Tri W.
Dudella D.
Dwi Cahya
Intan Dyah A.
Laksita Barbara
Ratna R.

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2010
1. Identifikasi Masalah.
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengidentifikasi keefektifan dan keamanan
growth hormone (GH) perioperatif dengan obat pada pasien yang sedang menjalani
pembedahan abdomen.

2. Analisis Jurnal
Methodology
Penelitian menggunakan data yang didapatkan dari literature terkomputerisasi
dari MEDLINE. Rancangan penelitian ini mengguanakan percobaan klinis acak,
dengan populasinya pasien dewasa di rumah sakit yang menjalani pembedahan
abdominal. Intervensi yang diberikan yaitu growth hormone vs obat pada waktu
yang sama dengan pemberian nutrisi yang sama. Variable hasil: keseimbangan
nitrogen, lamanya perawatan di rumah sakit, glukosa darah, syndrome keletihan
pascaoperasi, insiden infeksi, morbiditas, mortalitas, retensi cairan, pengaruh
imunomodulatori, kekambuhan tumor. Analisis data menggunakan metaanalisis
terkomputerisasi.
Hasil
Dari 460 artikel, 38 diantaranya mengidentifikasi RCT yang membandingkan GH
dengan pengobatan yang dilakukan. 18 studi kemudian dimasukkan dalam
methaanalisis. Tidak semua study melaporkan hasilnya tapi 11 study
diantaranya melaporkan tentang keseimbangan nitrogen postoperasi, 3 study
tentang pasien yang tinggal di rumah sakit, 3 study tentang syndrome fatigue
postoperasi dan 6 study tentang peningkatan glukosa darah
Kombinasi semua hasil penelitian menunjukkan bahwa GH mempunyai efek
positif :
 dalam meningkatkan keseimbangan nitrogen setelah pembedahan
 menurunkan tingkat lamanya pasien tinggal di RS,
 menurunkan sindrom fatigue setelah pembedahan.
Tapi efek negatifnya dapat meningkatkan kadar glukosa darah
Namun, bukti tersebut tidak kuat karena adanya perbedaan pada pasien, dosis
atau panjang pengobatan, dan heterogenitas yg telah dijelaskan.

3. Kritik dan Saran


Kritik
a) Jurnal menyediakan data tentang pengaruh GH pada keseimbangan
nitrogen, sindrom keletihan pascaoperasi, lamanya perawatan di rumah
sakit, dan peningkatan glukosa darah, namun tidak dijelaskan lebih lanjut
tentang prosesnya.
b) Hasil penelitian ini kurang kuat karena adanya perbedaan pada pasien
antara lain; dosis yang diberikan, lamanya pengobatan, dan
heterogenitas.
c) Data penelitian diambil dari literature pada tahun yang terlalu lama. Selisih
waktu antara data yang satu dengan data yang lain terlalu jauh. (lebih dari
lima tahun).
Saran
a. Sebaiknya jurnal dilengkapi dengan pathway agar bisa memberi gambaran
tentang pengaruh growth hormone terhadap variable-variabel yang telah
ditentukan.
b. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang dapat mengukur adanya
heterogenitas. Selain itu diperlukan data-data dengan variable kontrol yang
sama.
c. Perlu dilakukan pengumpulan data terbaru tentang pembedahan abdomen.
Sebaiknya dilakukan perluasan sumber data.
4. Aplikasi hasil penelitian pada setting pelayanan kesehatan Indonesia.
Walaupun hasil dari penelitian ini kurang kuat, namun secara garis besar dapat
disimpulkan bahwa growth hormone (GH) dapat membantu pemulihan pasien
pascaoperasi. Pemberian GH terbukti efektif dengan pengontrolan terhadap
kadar gula darah pasien.

Anda mungkin juga menyukai