Anda di halaman 1dari 9

Nama: Arwinda Febri

Bp : 409.295

Psikologi Umum dan Perkembangan Peserta Didik


Psikologi Matematika untuk Al kecil, usianya 4 tahun, sedang
Membangun Percaya Diri senang-senangnya belajar perkalian. Al
sudah menguasai konsep perkalian.
http://lucik.student.umm.ac.id/2010/09/ Bahkan Al selalu minta untuk belajar
24/psikologi-matematika-untuk- perkalian.
membangun-percaya-diri/
Apakah anak usia 4 tahun sudah
Dua pendekatan berbeda dapat waktunya belajar perkalian?
kita tempuh untuk mendidik dan
mengajarkan matematika kepada anak- Tentu saja Paman APIQ
anak. Khususnya bila kita lihat dari sisi memperkenalkan konsep perkalian
psikologi anak. dengan menggunakan beragam
permainan matematika kreatif APIQ.
Pertama dengan menghancurkan rasa Onde milenium dan mino milenium
percaya diri mereka. Sehingga mereka adalah permainan matematika kreatif
sadar bahwa dirinya tidak mengerti apa- yang asyik untuk memperkenalkan
apa dan bersedia untuk belajar. konsep perkalian.
Kedua dengan membangun rasa percaya Al merasa percaya diri bahwa dirinya
diri mereka. Sehingga mereka sadar sudah menguasai konsep perkalian.
dapat melakukan banyak hal dan ingin Sehingga Al terus-menerus ingin belajar
belajar apa saja yang dapat mereka matematika lagi dan lagi.
pelajari.
Bagaimana Paman APIQ membangun
Bagaimana menurut Anda? rasa percaya diri Al?
Apakah sebaiknya menggunakan Paman APIQ mengusulkan urutan
pendekatan pertama atau kedua? belajar matematika (aritmetika,
aritmatika) dasar adalah:
Tentu, biasanya tidak selalu ekstrem
salah satu dari dua pendekatan di atas. 1. Konsep penjumlahan (porsi:
Tetapi jelas salah satu akan lebih banyak)
dominan dari yang lain. Lebih dominan
manakah, pendekatan pertama atau 2. Konsep pengurangan (porsi:
kedua? sedikit)

Paman APIQ lebih memilih dominan 3. Konsep perkalian (porsi:


pendekatan kedua. Paman APIQ lebih banyak)
setuju bagaimana membangun rasa
Poin penting dari ide Paman APIQ di
percaya diri pada anak-anak kemudian
sini adalah memberikan pengurangan
mengajak mereka berpetualang denga
dengan porsi kecil. Kemudian langsung
matematika.
melangkah ke konsep perkalian dengan
porsi besar.
Pendidikan Matematika pada Anak Itulah sebabnya, mengapa masa
Usia Dini anak-anak dinamakan masa keemasan.
Sebab, setelah masa perkembangan ini
http://re-searchengines.com/widarso0508.html lewat, berapapun kapabilitas kecerdasan
Rendahnya mutu pendidikan masih yang dicapai oleh masing-masing individu,
disandang bangsa Indonesia. Hal ini dapat tidak akan meningkat lagi.
diminimalkan dengan mengoptimalkan
Bagi yang memiliki anak, tentu
pendidikan pada anak sejak dini, terutama
tidak ingin melewatkan masa keemasan
pendidikan matematika. Mengingat image
ini. Berdasarkan kajian neurologi dan
masyarakat terhadap matematika yang
psikologi perkembangan, kualitas anak
menganggap pelajaran yang menakutkan.
usia dini disamping dipengaruhi oleh
Padahal, matematika dapat diberikan
faktor bawaan juga dipengaruhi faktor
kepada anak sejak usia 0+ tahun.
kesehatan, gizi dan psikososial yang
Anak pada usia 0-6 tahun perlu diperoleh dari lingkungannya. Maka faktor
mendapat perhatian khusus karena pada lingkungan harus direkayasa dengan
usia inilah kesiapan mental dan emosional mengupayakan semaksimal mungkin agar
anak mulai dibentuk. Penelitian terhadap kekurangan yang dipengaruhi faktor
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bawaan tersebut bisa diperbaiki.
menunjukkan bahwa mutu pendidikan dan
Dalam tahun-tahun pertama
keberhasilan akademis secara signifikan
kehidupan, otak anak berkembang sangat
dipengaruhi oleh kualitas masukan
pesat dan menghasilkan bertrilyun-trilyun
pendidikan yaitu kesiapan mental dan
sambungan yang memuat berbagai
emosional anak memasuki sekolah dasar.
kemampuan dan potensi. Nutrisi bagi
Anak mulai belajar dan beradaptasi perkembangan anak merupakan benang
dengan lingkungannya sejak bayi. Hal ini merah yang tidak dapat dipisahkan satu
dikarenakan pertumbuhan otak bayi dengan yang lainnya.
dibentuk pada usia 0-6 tahun. Oleh sebab
Setidaknya terdapat 6 aspek yang
itu asupan nutrisi yang cukup juga harus
harus diperhatikan terkait dengan
diperhatikan. Para ahli neurologi meyakini
perkembangan anak antara lain:
sekitar 50% kapasitas kecerdasan manusia
terjadi pada usia 4 tahun, 80% terjadi Pertama, perkembangan fisik: hal
ketika usia 8 tahun, dan 100% ketika anak ini terkait dengan perkembangan motorik
mencapai usia 8 - 18 tahun. dan fisik anak seperti berjalan dan
kemampuan mengontrol pergerakan tubuh.

Kedua, perkembangan sensorik: berkaitan


dengan kemampuan anak menggunakan
panca indra dalam mengumpulkan
informasi.
Nama: Arwinda Febri

Bp : 409.295

Psikologi Umum dan Perkembangan Peserta Didik


Ketiga, perkembangan komunikasi dan berarti sudah mulai ada hubungan antara
bahasa: terkait dengan kemampuan dirinya dan dunia luar yang terjadi pada
menangkap rangsangan visual dan suara pertengahan tahun pertama (± 6 bulan).
serta meresponnya, terutama berhubungan Pada akhir fase ini terdapat dua hal yang
dengan kemampuan berbahasa dan penting yaitu: anak belajar berjalan dan
mengekspresikan pikiran dan perasaan. mulai belajar berbicara.

Keempat, perkembangan kognitif: Fase kedua, terjadi pada usia 2-4


berkaitan dengan bagaimana anak berpikir tahun. Anak semakin tertarik kepada dunia
dan bertindak. luar terutama dengan berbagai macam
permainan dan bahasa. Dunia sekitarnya
Kelima, perkembangan emosional:
dipandang dan diberi corak menurut
berkaitan dengan kemampuan mengontrol
keadaan dan sifat-sifat dirinya. Disinilah
perasaan dalam situasi dan kondisi
mulai timbul kesadaran akan "Akunya".
tertentu. Keenam, perkembangan sosial:
Anak berubah menjadi pemberontak dan
berkaitan dengan kemampuan memahami
semua harus tunduk kepada keinginannya.
identitas pribadi, relasi dengan orang lain,
dan status dalam lingkungan sosial. Fase ketiga, terjadi pada usia 5-8
tahun. Pada fase pertama dan kedua, anak
Para orang tua juga dituntut untuk
masih bersifat sangat subjektif namun pada
memahami fase-fase pertumbuhan anak.
fase ketiga ini anak mulai dapat melihat
Fase pertama, mulai pada usia 0-1 sekelilingnya dengan lebih objektif.
tahun. Pada permulaan hidupnya, anak Semangat bermain berkembang menjadi
diusia ini merupakan suatu mahkluk yang semangat bekerja. Timbul kesadaran kerja
tertutup dan egosentris. Ia mempunyai dan rasa tanggung jawab terhadap
dunia sendiri yang berpusat pada dirinya kewajibannya. Rasa sosial juga mulai
sendiri. Dalam fase ini, anak mengalami tumbuh. Ini berarti dalam hubungan
pertumbuhan pada semua bagian sosialnya anak sudah dapat tunduk pada
tubuhnya. Ia mulai terlatih mengenal dunia ketentuan-ketentuan disekitarnya. Mereka
sekitarnya dengan berbagai macam mengingini ketentuan-ketentuan yang logis
gerakan. Anak mulai dapat memegang dan dan konkrit. Pandangan dan keinginan
menjangkau benda-benda disekitarnya. Ini akan realitas mulai timbul.
Pendidikan Matematika berbagai macam bentuk bangun misalnya
bola, kotak, persegi, lingkaran dan
http://re-
sebagainya. Dengan memerintahkan anak
searchengines.com/widarso0508.html
mengambil bangun yang disebutkan nama
Untuk pendidikan matematika dapat dan ciri-cirinya.
diberikan pada anak usia 0+ tahun sambil
Pengenalan penjumlahan dan
bermain, karena waktu bermain anak akan
pengurangan, pakailah lima bola
mendapat kesempatan bereksplorasi, berdiameter sama yang dapat digenggam.
bereksperimen dan dengan bebas Untuk pengurangan, sebanyak lima bola
mengekspresikan dirinya. Dengan bermain, diambil satu, dua, ..., dan lima. Sebaliknya
tanpa sengaja anak akan memahami konsep- penjumlahan dengan menambahkan satu,
konsep matematika tertentu dan melihat dua, ..., sampai empat pada bola yang
tergenggam. Mengingat ciri khas pada setiap
adanya hubungan antara satu benda dan
jumlah bola yang sering dilihatnya, anak pun
yang lainnya.
akan melihat kejanggalan ketika dikurangi
atau ditambah. Peristiwa tersebut
Anak juga sering menggunakan
membuatnya semakin memahami hakikat
benda sebagai simbul yang akan
"bertambah" dan "berkurang", yang ditandai
membantunya dalam memahami konsep-
perubahan jumlah bola yang digenggamnya.
konsep matematika yang lebih abstrak.
Apalagi pada peragaan bola yang diameter
Ketika bermain, anak lebih terstimulasi
dan warnanya beragam, pemahamannya
untuk kreatif dan gigih dalam mencari solusi
tidak lagi terikat dengan ukuran, tetapi pada
jika dihadapkan atau menemukan masalah.
jumlah bola yang tampak.
Pada pendidikan matematika dapat
Pengenalan hubungan atau
diberikan misalnya pada pengenalan
pengasosiasian antara benda, misalnya
bilangan, terlebih dahulu diperdengarkan
berikan kotak dan dilanjutkan dengan
angka dengan menyebutkan angka satu, dua,
memperlihatkan benda yang berbentuk
tiga dan seterusnya. Dan perlihatkan benda-
kotak lain seperti kotak susu, bungkus sabun
benda berjumlah satu, dua, tiga dan
dan sebagainya. Dibenak anak dapat
seterusnya, bukan berarti materinya
menghubungkan antar kotak yang satu
langsung mengenalkan lambang bilangan
dengan yang lainnya. Sehingga pendidikan
"dua" karena anak akan bingung. Dengan
matematika dapat diberikan kepada anak
bertambahnya kecerdasan dan umur barulah
usia dini dimulai dari pendidikan keluarga,
diperkenalkan ke lambang bilangan.
yang dilakukan oleh orang tua sebagai guru
Pengenalan geometri, anak diberikan terdekat sang anak.

Orang Tua "Guru" Kreatif

Peran penting yang dapat dilakukan orang tua yaitu sebagai: Pertama,
Nama: Arwinda Febri

Bp : 409.295

Psikologi Umum dan Perkembangan Peserta Didik


pengamat. Orang tua mengamati apa yang dilakukan oleh anak sehingga dapat
mengikuti proses yang berlangsung. Ketika dibutuhkan, orang tua dapat memberikan
dukungan dengan mengacungkan jempol, mengangguk tanda setuju, menyatakan rasa
sukanya, bahkan ikut bermain. Kedua, manajer. Orang tua memperkaya ide anak
dengan ikut mempersiapkan peralatan sampat tempat bermain. Ketiga, teman
bermain. Orang tua ikut bermain dengan kedudukan sejajar dengan anak. Keempat,
pemimpin (play leader). Dalam hal ini orang tua berperan menjadi teman bermain,
sekaligus memberikan pengayaan dengan memperkenalkan cara serta tema baru
dalam bermain.

Pengaruh orang tua sebagai "guru" pada anak memiliki porsi terbesar
dilingkungannya, sehingga orang tua dalam mendidik dapat beracuan:

Pertama, berorientasi pada anak (pupil centered). Dalam mengajar anak tidak
dengan komunikasi satu arah dengan kata lain orang tua dinyatakan orang yang paling
tahu dan paling pandai.

Kedua, dinamis. Dalam mendidik anak bawalah mereka sambil bermain dan
orang tua dapat memancing anak untuk memunculkan ide kreatif dan inovatifnya.
Ketiga, demokratis. Ini berarti, memberikan kesempatan pada anak untuk
menuangkan pikirannya dan bersikap tidak sok kuasa.
Aplikasi matematika dalam sebanyak mungkin topik, konsep atau
kehidupan sehari-hari sehingga prnsip-prinsip dalam matematika yang
terkait dengan benda atau peristiwa itu.
matematika tidak hanya bersifat
tekstual Kita ambil sebagai acuan tentang
salah satu pengertian matematika yaitu
http://inkapela.wordpress.com/2010/02/03/
pengetahuan yang berkenaan dengan studi
matematika-vs-kehidupan-manusia/
tentang bilangan, ruang dan bentuk.
Telah banyak pembicaraan tentang
Dalam kaitannya dengan
berbagai upaya untuk meningkatkan
pengertian diatas dapatlah disimpulkan
prestasi belajar matematika siswa
bahwa matematika akan menjawab
disekolah. Diantara langkah-langkah itu
pertanyaan-pertanyaan: berapa, bagaimana
adalah berupaya agar pelajaran
letaknya, dan bagaimana wujud atau
matematika menjadi lebih bermakna
bentuknya.
sehingga dapat meningkatkan minat siswa
terhadap matematika, yang pada gilirannya Bilangan akan menjawab pertanyaan
akan meningkatkan prestasi belajar “berapa”.
matematikanya.
Kemampuan keruangan menjawab
Sebagai salah satu ilmu dasar pertanyaan tentang “bagaiman letaknya”.
haruslah matematika dapat dikaitkan dan
membantu ilmu lainnya. Disamping itu Pengetahuan tentang bangun menjawab
matematika juga dapat mendukung pertanyaan “bagaimana bentuknya”.
pengembangan teknologi (ketrampilan) Sebagai contoh:
yang diciptakan manusia untuk
memecahkan masalah-masalah dalam 1. Dalam pembelajaran
perkembangan kebutuhan manusia. matematika tentang simetri lipat
atau simetri cermin, guru pada
Jika selama ini pembelajaran akhir pembelejarannyadapat
matematika di rasakan selalu tekstual, menugaskan siswanya untuk
dapat diartikan bahwa matematika yang mencari sebanyak-banyaknya
diajarkan tidak pernah dikaitkan dengan benda baik berupa benda alam
peristiwa nyata atau dikaitkan dengan maupun benda buatan manusia
cabang ilmu yang lain . yang memiliki sifat simetri
Salah satu pemecahannya adalah cermin.
dengan mengkaitkan setiap topik dalam 2. Ambilah sebuah benda,
matematika dengan sebanyak mungkin misalnya tubuh kita sendiri
peristiwa nyata dalam kehidupan sehari- sebagai sasaran perhatian. Guru
hari. Sebaliknya dengan menetapkan suatu dapat menugaskan siswa untuk
objek berupa benda atau peristiwa menyebutkan sebanyak
(kejadian tertentu) diusahakan menemukan
Nama: Arwinda Febri

Bp : 409.295

Psikologi Umum dan Perkembangan Peserta Didik


mungkin konsep matematika mengkaitkan setiap topik dengan
yang dapat dikaitkan dengan pemanfaatannya atau penerapannya dalam
bagian-bagian tubuh kita. teknologi juga akan menghindari
pembelajaran matematika yang tekstual.
Jika siswa menyebutkan “bilangan”,
akan dikaitkan dengan banyaknya kepala Tentu saja pemahaman akan
manusia, banyaknya bola mata, banyaknya kemanfaatan atau peranan suatu topik
jari tangan dan kaki, dan sebagainya. matematika akan menjadi lebih dapat
dipahami dengan bantuan media
Jika siswa menyebutkan tentang “
khususnya alat peraga yang tepat. Dalam
ruang “ maka akan dikaitkan dengan latak
kaitan inilah maka implikasinya
dua telinga, letak kedua lubang hidung,
pengembangan media atau alat peraga
letak ruas-ruas selang jari tangan dan
pada pembelajaran matematika harus
sebagainya.
sekurang-kurangnya dapat berperan untuk
Jika siswa menyebutkian tentang :
“bentuk” maka dapat dikaitkan dengan
1. Membentu penanaman konsep
bentuk kepala, bentuk telinga, bentuk
leher, dan sebagainya. 2. Membantu pemahaman teorema

Tentu saja jawaban yang diharapkan 3. Membantu menunjukkan


dari siswa disesuaikan dengan jenjang kegunaan, kemanfaatan atau
sekolahnya. Makin tinggi tingkatannya peranannya dalam pengembangan
makin banyak dan beragam jawabannya. teknologi.
Dengan demikian, tugas yang demikian
4. Membantu menunjukkan
dapat diberikan seawal mungkin sejak
keterkaitannya dengan peristiwa
ditingkat akhir Sekolah Dasar.
atau benda alam ciptaan tuhan,
Dengan langkah demikian maka siswa Allah SWT.
dikondisikan untuk senantiasa melihat
Adalah tugas dan kewajiban kita semua
keterkaitan matematika dengan
untuk senantiasa melakukan upaya agar
pengetahuan lain, khususnya kaitannya
pembelajaran matematika dapat dirasakan
dengan ilmu pengetahuan alam (IPA).
bermakna bagi siswa.
Pembelajaran matematika yang senantiasa

Matematika Sebagai Bahasa sebagai-bahasa-universal-1/


Universal
Berpikir merupakan suatu proses
http://semangatbelajar.com/matematika-
yang terjadi di jarangan syaraf pada otak merupakan gabungan ntara berpikir
kita. Berpikir merupakan perubahan deduktif dan induktif. Untuk itu maka
dalam agregat dari representasi diri. penalaran ilmiah menyandarkan diri
Berpikir merupakan ciri utama manusia kepada proses logika deduktif dan logika
yang membedakannya dengan makhluk induktif. Matematika mempunyai peran
lain. Dengan dasar berpikir manusia yang penting dalam berpikir deduktif ini,
mengembangkan berbagai cara untuk sedangkan statistika berperan penting
dapat mengubah keadaan alam guna dalam pola berpikir induktif. Proses
kepentingan hidupnya. Berpikir dapat pengujian dalam kegiatan ilmiah
berragam orientasinya, namun secara mengharuskan kita menguasai metode
garis besar dapat dibedakan menjadi penelitian ilmiah yang pada hakikatnya
berpikir alamiah dan berpikir ilmiah. adalah pengumpulan fakta untuk
Berpikir alamiah adalah pola penalaran mendukung hipotesis yang kita ajukan.
yang berdasarkan kebiasaan sehari-hari Kemampuan berpikir ilmiah
dari pengaruh alam sekelilingnya, yang baik harus didukung oleh
misalnya penalaran tentang panasnya penguasaan sarana berpikir ini dengan
api, dinginnya es dan sebagainya. baik pula. Salah satu langkah ke arah
Sedangkan berpikir ilmiah adalah pola penguasaan itu adalah mengetahui
penalaran berdasarkan pola dan sarana dengan benar peran masing-masing
tertentu secara teratur. Yang terakhir ini sarana berpikir tersebut dalam
penting kaitannya dalam perkembangan keseluruhan proses berpikir ilmiah
ilmu pengetahuan. tersebut. Dalam tulisan ini secara khusus
dibahas mengenai matematika sebagai
Untuk dapat melakukan kegiatan
bahasa universal dan dalam konteksnya
berpikir ilmiah yang baik perlu ditunjang
sebagai sarana berpikir ilmiah.
dengan sarana berpikir ilmiah berupa
bahasa, matematika, dan statistika. Pengertian matematika sangat
Bahasa merupakan alat komunikasi sulit didefinsikan secara akurat. Pada
verbal yang dipakai dalam seluruh umumnya orang awam hanya akrab
proses berpikir ilmiah di mana bahasa dengan satu cabang matematika
merupakan alat berpikir dan alat elementer yang disebut aritmatika atau
komunikasi untuk menyampaikan jalan ilmu hitung yang secara informal dapat
pikiran tersebut kepada orang lain. didefinisikan sebagai ilmu tentang
Ditinjau dari pola berpikirnya maka ilmu berbagai bilangan yang bisa langsung
Nama: Arwinda Febri

Bp : 409.295

Psikologi Umum dan Perkembangan Peserta Didik


diperoleh dari bilangan-bilangan bulat 0, perkembangan matematika tak
1, -1, 2, – 2, …, dst, melalui beberapa tergantung pada ilmu-ilmu lain. Banyak
operasi dasar: tambah, kurang, kali dan cabang matematika yang dulu biasa
bagi. disebut matematika murni,
dikembangkan oleh beberapa
Kata “matematika” berasal dari
matematikawan yang mencintai dan
kata mathemá dalam bahasa Yunani
belajar matematika hanya sebagai hoby
yang diartikan sebagai “sains, ilmu
tanpa memperdulikan fungsi dan
pengetahuan, atau belajar” juga
manfaatnya untuk ilmu-ilmu lain.
mathematikós yang diartikan sebagai
Dengan perkembangan teknologi,
“suka belajar”.
banyak cabang-cabang matematika
Disiplin utama dalam murni yang ternyata kemudian hari bisa
matematika didasarkan pada kebutuhan diterapkan dalam berbagai ilmu
perhitungan dalam perdagangan, pengetahuan dan teknologi mutakhir.
pengukuran tanah dan memprediksi
peristiwa dalam astronomi. Ketiga
kebutuhan ini secara umum berkaitan
dengan ketiga pembagian umum bidang
matematika: studi tentang struktur, ruang
dan perubahan.

Ada pendapat terkenal yang


memandang matematika sebagai pelayan
dan sekaligus raja dari ilmu-ilmu lain.
Sebagai pelayan, matematika adalah
ilmu dasar yang mendasari dan melayani
berbagai ilmu pengetahuan lain. Sejak
masa sebelum masehi, misalnya jaman
Mesir kuno, cabang tertua dan termudah
dari matematika (aritmatika) sudah
digunakan untuk membuat piramida,
digunakan untuk menentukan waktu
turun hujan, dsb. Sebagai raja,