P. 1
LapKas Kista Bartholin Ctine drNandono

LapKas Kista Bartholin Ctine drNandono

|Views: 1,612|Likes:
Dipublikasikan oleh Christ Mas

More info:

Published by: Christ Mas on Nov 23, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2013

pdf

text

original

Laporan Kasus (Christine Susanto

) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ---------

1

LAPORAN KASUS

I.

IDENTITAS PENDERITA Nama Jenis Kelamin Tempat/tanggal lahir Umur Status Pekerjaan Tanggal MRS Suami Agama Alamat : Ny. Y.N. : Perempuan : Tangerang, 27 Maret 1982 : 28 tahun : Menikah : Ibu rumah tangga : 19 Oktober 2010 : Tn. S : Islam : Jl. Siswa Raya, Tangerang

II.

ANAMNESIS Keluhan Utama : Benjolan di kemaluan

Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien datang ke poliklinik dengan keluhan adanya benjolan di daerah kemaluan yang disadari olehnya sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Benjolan tidak nyeri, membesar, Tidak ada perdarahan, belum pernah ada keluar cairan,, Tidak ada keputihan, tidak ada gangguan berkemih maupun buang air besar.

Riwayat Obstetri: Menikah pertama usia 24 tahun. G1 P1 A0 Anak pertama lahir normal, perempuan, 4 tahun.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010

Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ---------

2

Riwayat Haid: Pasien mengaku mengalami haid pertama kali saat berusia 8 tahun. Pasien mengaku haidnya teratur, siklus haid sekitar 28 30 hari, dan lamanya sekitar 7 hari. Pasien

tidak pernah mengeluh ada nyeri saat haid. Pasien lupa tanggal Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) tapi pasien mengaku bulan Oktober 2010 masih dapat haid.

Riwayat Penyakit Dahulu: Pasien menyangkal adanya riwayat operasi sebelumnya maupu penyakit lain seperti asma, hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit serius lainnya.

Riwayat Alergi dan Obat-obatan: y y Riwayat alergi obat disangkal Riwayat alergi makanan disangkal.

Riwayat Keluarga: y Tidak ada anggota keluarga yang sakit serupa dengan pasien.

Riwayat Ekonomi dan Sosial: y Pasien berasal dari golongan sosial ekonomi menengah, pekerjaan ibu rumah tangga y y Riwayat merokok disangkal Riwayat minum alkohol disangkal.

III.

PEMERIKSAAN FISIK

STATUS GENERALIS: Keadaan Umum : Sedang Kesadaran Status Gizi : Compos mentis : Normal (BB: 46.5 kg; TB: 154 cm)

Tekanan Darah : 110/80 mmHg
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010

tidak ada nyeri tekan. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. ronkhi (-/-). tidak teraba adanya massa/ pembesaran kelenjar. diameter 3mm/3mm. wheezing (-/-) Jantung: S1S2 reguler.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 . Thoraks : Simetris. ikterik (-). Lidah bersih. timpani. tidak oedem. : Simetris. : Simetris. Gerak bola mata terkonjugasi ke segala arah. tidak hiperemis. Pupil bulat. tidak terdapat benjolan atau luka. : Bibir merah muda. tidak teraba massa. edema tungkai (-/-). Faring tidak hiperemis. Reflex cahaya langsung dan tidak langsung (+/+). tidak ada sianosis. tidak ada nyeri tekan. tidak ada discharge. : Normocepali. : Hidung simetris. tidak sianosis.8 0C Kulit Kepala Wajah Mata : Turgor baik. mukosa mulut tidak ada sariawan. tidak memakai gigi palsu. Tonsil tidak hiperemis. batas tegas. Gigi utuh. ukuran T1/T1 . tidak ada pernapasan cuping hidung. nyeri ketok CVA (-/-) : Tidak ada deformitas. gallop (-) Abdomen Punggung Ekskremitas : Supel.--------- 3 Nadi Pernapasan Suhu : 80 x/menit. tidak ada retraksi. arkus faring simetris. Telinga Hidung Mulut : Bentuk normal. kenyal. Leher : Bentuk normal. regular. Paru: Suara nafas vesikuler. : Konjungtiva tidak pucat. isokor. isi cukup : 20 x/menit : 36. tidak nyeri. tidak ada deformitas. sclera tidak ikterik. akral hangat.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Status Lokalis : Kemaluan Tampak benjolan di labia minora sinistra dengan ukuran 3 x 2 x 2 cm. murmur (-). simetris. BU (+).

TERAPI Rencana: Marsupialisasi (Senin) VII.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------.8 kg TD : 90/60 mmHg Ekstirpasi kista Bartholin ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. FOLLOW UP 18 Oktober 2010 : S= O= benjolan belum mengecil BB : 47 kg TD : 90/60 mmHg A= P= Kista Bartholin Ciprofloxacin 3 x 500 mg Nutriflam 3 x 1 tab 20 Oktober 2010 : BB: 46. DIAGNOSIS Kista bartholini VI.--------- 4 IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG (tidak ada) V.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 .

Intervensi bedah yang dapat dilakukan antara lain berupa insisi dan drainase. marsupialisasi.--------- 5 BAB I PENDAHULUAN Kelenjar Bartholin terletak bilateral di posterior introitus dan bermuara dalam vestibulum pada posisi arah jam 4 dan 8. Kista tersebut dapat menjadi terinfeksi. Pasien dengan abses Bartholin umumnya mengeluhkan nyeri vulva yang akut dan bertambah secara cepat dan progresif. Dapat berupa medikamentosa dan intervensi bedah. Pembesaran kelenjar Bartholin pada pasien yang berusia lebih dari 40 tahun jarang ditemukan. kelenjar ini mulai berfungsi. dan eksisi. Kista Bartholin merupakan masalah umum pada wanita usia reproduksi. dapat pula disebabkan karena infeksi langsung pada kelenjar Bartholin.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 . pemasangan Word catheter. Penyebab dari kelainan kelenjar Bartholin adalah tersumbatnya bagian distal dari duktus kelenjar yang menyebabkan retensi dari sekresi. Pada masa pubertas.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Di Amerika Serikat. Kelenjar ini biasanya berukuran sebesar kacang dan tidak teraba kecuali pada keadaan penyakit atau infeksi. sehingga terjadi pelebaran duktus dan pembentukan kista. Abses Bartholin selain merupakan akibat dari kista terinfeksi. memberikan kelembaban bagi vestibulum. insidensnya adalah sekitar 2% dari wanita usia reproduksi akan mengalami pembengkakan pada salah satu atau kedua kelenjar Bartholin. Dan bila bertambah besar maka dapat menimbulkan dispareunia. ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. dan selanjutnya berkembang menjadi abses. dan perlu dikonsultasikan pada gynecologist untuk dilakukan biopsi. Dalam penanganan kista dan abses bartholin. Penyakit yang menyerang kelenjar Bartholin biasanya terjadi pada wanita antara usia 20 dan 30 tahun. Kista bartholin bila berukuran kecil sering tidak menimbulkan gejala.

----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Ke idanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 ¢ §¦ £ A ANA   ¡ ¥¤   6 Gambar 1. Kelenjar ini biasanya berukuran sebesar kacang dan ukurannya jarang melebihi 1 cm. Pada masa pubertas kelenjar ini mulai berfungsi. Kelenjar Bartholin berkembang dari tunas dalam epitel daerah posterior dari vestibulum. B.--------- Kelenjar Bartholin (greater vestibular glands) merupakan homolog dari kelenjar Cowper (kelenjar bulbourethral pada laki-laki)1. yang bermuara ke dalam vestibulum ¨ pada arah jam 4 dan jam 8.5 Sekitar dua persen wanita pernah terinfeksi kista Bartholin dan abses selama hidupnya. .6 Abses hampir tiga kali lebih sering ditemukan daripada kista. EPIDEMIOLOGI Kista Bartholin merupakan pertumbuhan kistik yang paling sering ditemukan pada vulva.5 cm.4. Anatomi kelenjar Bartholin.2 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. dan studi ini juga mengemukakan bahwa wanita dengan angka paritas yang tinggi berada pada risiko terendah. Sebuah case control study membuktikan bahwa wanita berkulit hitam dan putih lebih mudah mengalami kista atau abses Bartholin dibandingkan dengan wanita ras Hispanik.3 (Gambar 1).2. memberikan kelembaban bagi vestibulum. Kelenjar ini terletak bilateral di dasar labia minora dan mengalirkan hasil sekresinya melalui duktus sepanjang 2 2. Kelenjar ini tidak teraba kecuali pada keadaan penyakit atau infeksi.Laporan Kas s (Chris ine S santo) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------.

Karena massa vulva pada wanita pascamenopause dapat berupa kanker. ETIOPATOLOGI Tersumbatnya bagian distal dari duktus Bartholin dapat menyebabkan retensi dari sekresi. Kista bartholin dengan diameter 1-3 cm seringkali asimptomatik.000 woman-years). Sumbatan ini biasanya merupakan akibat sekunder dari peradangan nonspesifik atau trauma. dan abses bisa berkembang dalam kelenjar.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 . biopsi e cisional mungkin diperlukan. dengan akibat berupa pelebaran duktus dan pembentukan kista. khususnya antara 20 hingga 29 tahun. Kista dan abses bartholin seringkali dibedakan secara klinis. prognosis dapat menjadi buruk.--------- 7 Involusi bertahap dari kelenjar Bartholin dapat terjadi pada saat seorang wanita mencapai usia 30 tahun. Namun. Beberapa peneliti mengusulkan bahwa eksisi pembedahan tidak diperlukan karena risiko kanker kelenjar Bartholin sangat rendah (0. sehingga menyebabkan distensi dari kelenjar dan tuba yang berisi cairan. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. © Gambar 2. jika diagnosis kanker tertunda. Kelenjar Bartholin sangat sering terinfeksi dan dapat membentuk kista atau abses pada wanita usia reproduksi. Kista Bartholin terbentuk ketika ostium dari duktus tersumbat.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------.114 kasus per 100. kadang menyebabkan nyeri dan dispareunia. Kista tersebut dapat menjadi terinfeksi.8 Hal ini mungkin menjelaskan sering terjadinya Kista Bartholin dan abses kelenjar selama usia reproduksi. Pembesaran unilateral pada Abses Bartholin C. Sedangkan kista yang berukuran lebih besar.

diikuti dengan timbulnya discharge ( sangat mungkin menandakan adanya ruptur spontan dari abses) Hasil pemeriksaan fisik yang dapat diperoleh dari pemeriksaan terhadap Kista Bartholin adalah sebagai berikut: y Pasien mengeluhkan adanya massa yang tidak disertai rasa sakit. dan tidak disertai dengan tanda tanda selulitis di sekitarnya.12 D. kista dapat tender. unilateral. Abses kelenjar Bartholin disebakan oleh polymicrobial (Tabel 1). atau kista yang terinfeksi. y y Jika berukuran besar. MANIFESTASI KLINIS Pasien dengan kista dapat memberi gejala berupa pembengkakan labial tanpa disertai nyeri.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 .11. Dispareunia Nyeri pada waktu berjalan dan duduk Nyeri yang mendadak mereda. 4. Pasien dengan abses Bartholin umumnya mengeluhkan nyeri vulva yang akut dan bertambah secara cepat dan progresif. Pasien dengan abses dapat memberikan gejala sebagai berikut: y y y y Nyeri yang akut disertai pembengkakan labial unilateral.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------.--------- 8 Abses Bartholin merupakan akibat dari infeksi primer dari kelenjar. Discharge dari kista yang pecah bersifat nonpurulent Sedangkan hasil pemeriksaan fisik yang diperoleh dari pemeriksaan terhadap abses Bartholin sebagai berikut: ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------.

meskipun tidak khas pada pasien sehat. dapat terjadi.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------.--------y 9 Pada perabaan teraba massa yang tender. suatu pertumbuhan massa pada wanita postmenopause perlu dievaluasi terhadap tanda tanda keganasan. Karakteristik dari lesi kistik dan solid dari vulva dapat dilihat pada Tabel 2. dan keras. nodular. Jika abses telah pecah secara spontan. Demam. Karena kelenjar Bartholin mengecil saat usia menopause.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 . Abses Bartholin Kista Bartholin harus dibedakan dari abses dan dari massa vulva lainnya. didapatkan daerah selulitis di sekitar abses. terutama bila massanya bersifat irreguler.10 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. dapat terdapat discharge yang purulen. Gambar 3. y y y Dalam beberapa kasus. fluktuasi dengan daerah sekitar yang eritema dan edema.

Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------.--------- 10 dan walaupun kasusnya  jarang.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010  Karsinoma kelenjar Bartholin memiliki persentase sekitar 1 dari kanker vulva. Karena mungkin sulit untuk membedakan tumor Bartholin dari kista Bartholin yang jinak hanya dengan pemeriksaan fisik. merupakan tempat tersering adenocarcinoma. timbulnya . dan transitional cell carcinoma. setiap wanita berusia lebih dari 40 tahun ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. adenosquamousa. kistik adenoid (suatu adenokarsinoma dengan histologis spesifik dan karakteristik klinis). Jenis lain dari tumor yang timbul di kelenjar Bartholin adalah adenokarsinoma. Sekitar 50 dari tumor kelenjar Bartholin adalah karsinoma sel skuamosa.

dan seringkali asimptomatik. Pada keadaan terinfeksi. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. PEMERIKSAAN PENUNJANG Apabila pasien dalam kondisi sehat. Beberapa kondisi berikut ini dapat merupakan sugestif keganasan kelenjar Bartholin. Dysontogenetic cysts merupakan kista jinak yang berisi mukus dan berlokasi pada introitus atau labia minora. diperlukan incisi dan drainase sederhana. DIAGNOSIS BANDING Beberapa jenis lesi vulva dan vagina dapat menyerupai kista Bartholin. tumor ini dapat masuk ke dalam saluran limfatik yang langsung menuju ke kelenjar getah bening inguinal profunda serta superficialis. Karena lokasinya yang jauh di dalam.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 . Akibatnya. Kista sebaceous pada vulva sangat sering ditemukan. Terdiri dari jaringan yang menyerupai mukosa rektum. dan tidak nyeri Terdapat riwayat keganasan labial sebelumnya. tumor dapat mempengaruhi rektum dan langsung menyebar melalui fossa ischiorectalis. tidak fluktuasi. E. dimana penyakit inflamasi jarang ditemui pada usia tersebut. F. tes laboratorium darah tidak diperlukan untuk mengevaluasi abses tanpa komplikasi atau kista. Kista sebaseous ini merupakan suatu kista epidermal inklusi dan seringkali asimptomatik. Kesalahan dalam mendiagosis keganasan Bartholin akan memberikan prognosa yang buruk. afebris. Beberapa diantaranya adalah: 1.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. sehingga perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut hingga biopsi: y y y y Usia yang lebih tua dari 40 tahun Massa yang tidak nyeri.--------- 11 perlu menjalani tindakan biopsi untuk menyingkirkan kecurigaan neoplasma. Kultur bakteri dapat bermanfaat dalam menentukan kuman dan pengobatan yang tepat bagi abses Bartholin. dan bertambah besar secara progresif Massa yang solid. sehingga ketepatan dan kecepatan dalam mendiagnosa sangat diperlukan. 2. kronis.

kista yang menimbulkan gejala dan abses kelenjar memerlukan drainase. Word Catheter Word catheter ditemukan pertama kali pada tahun 1960-an. Fibroma merupakan tumor solid jinak vulva yang sering ditemukan.--------- 12 3. Merupakan sebuah kateter kecil dengan balon yang dapat digembungkan dengan saline pada ujung distalnya. 5.5.10 French Foley kateter.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 .2 Tindakan Operatif Beberapa prosedur yang dapat digunakan: 1.12 Panjang dari kateter karet ini adalah sekitar 1 inch dengan diameter No. Indikasi untuk eksisi berupa timbulnya rasa nyeri. Hematoma pada vulva. bahwa terdapat 13% kegagalan pada prosedur ini. 4. TERAPI Pengobatan kista Bartholin bergantung pada gejala pasien. Perlu dipertimbangkan untuk dilakukan biopsi apabila timbul perdarahan dan diangkat bila timbul gejala. Incisi dan Drainase Meskipun insisi dan drainase merupakan prosedur yang cepat dan mudah dilakukan serta memberikan pengobatan langsung pada pasien. kekerasan. dan kosmetik.16 Ada studi yang melaporkan. biasanya digunakan untuk mengobati kista dan abses Bartholin. Suatu kista tanpa gejala mungkin tidak memerlukan pengobatan. Hidradenoma merupakan tumor jinak yang dapat muncul pada labia majora dan labia minora. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. namun prosedur ini harus diperhatikan karena ada kecenderungan kekambuhan kista atau abses.1. 17 2. G.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Balon kecil di ujung Word catheter dapat menampung sekitar 3-4 mL larutan saline (Gambar 4). pertumbuhan yang progresif. Dapat dibedakan dengan adanya trauma akibat berolahraga.

16 Apabila incisi dibuat terlalu besar.11 digunakan untuk membuat incisi sepanjang 5mm pada permukaan kista atau abses.16 Penting untuk menjepit dinding kista sebelum dilakukan incisi. dan ujung balon dikembangkan dengan 2ml hingga 3 ml larutan saline. atau bila tidak kista dapat collapse dan dapat terjadi incisi pada tempat yang salah.--------- 13 Gambar 4. Word catheter dimasukkan. Setelah persiapan steril dan pemberian anestesi lokal.  Setelah insisi dibuat.10.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 . dinding kista atau abses dijepit dengan forceps kecil dan blade no. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Word catheter dapat lepas.16 Incisi harus dibuat dalam introitus e ternal hingga ke cincin hymenal pada area sekitar orifice dari duktus.2. Word Catheter Adapun alat alat yang diperlukan dalam pemasangan Word catheter tercantum pada tabel 3. Balon yang mengembang ini membuat kateter tetap berada di dalam rongga kista atau abses (Gambar 5).

16 meskipun epithelialisasi mungkin terjadi lebih cepat. dan pada kasuskasus tersebut.18 Jika Kista Bartholin atau abses terlalu dalam. Dapat dilakukan kultur untuk mencari kuman penyebab. Word catheter dibiarkan di tempat selama empat sampai enam minggu.1.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Pemasangan Word Catheter Sitz bath (disebut juga hip bath.10. antibiotik diperlukan. merupakan suatu jenis mandi.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 . sekitar tiga sampai empat minggu. Gambar 5. dimana hanya bagian pinggul dan bokong yang direndam di dalam air atau saline.16 Agar terjadi epitelisasi pada daerah bekas pembedahan. Koitus harus dihindari untuk kenyamanan pasien dan untuk mencegah lepasnya Word catheter. berasal dari Bahasa Jerman yaitu sitzen yang berarti duduk. Antibiotik yang digunakan harus merupakan antibiotik spektrum luas untuk mengobati infeksi polymicrobial dengan aerob dan anaerob.) dianjurkan dua sampai tiga kali sehari dapat membantu kenyamanan dan penyembuhan pasien selama periode pasca operasi. Selama menunggu hasil kultur. pemasangan Word catheter tidak praktis. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. dan pilihan lain harus dipertimbangkan. diberikan terapi antibiotik empiris.--------- 14 Ujung bebas dari kateter dapat dimasukkan ke dalam vagina.10 Abses biasanya dikelilingi oleh selulitis yang signifikan. Pasien dianjurkan untuk merendam di bak mandi hangat dua kali sehari (Sitz bath).

Marsupialisasi Alternatif pengobatan selain penempatan Word catheter adalah marsupialisasi dari kista Bartholin (Gambar 7).5 hingga 3 cm. lalu pisahkan mukosa sekitar. Lalu dibuat incisi vertikal pada vestibular melewati bagian tengah kista dan bagian luar dari hymenal ring. s dinding kista dijepit dengan dua hemostat kecil.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Prosedur ini tidak boleh dilakukan ketika terdapat tanda tanda abses akut. Setelah dilakukan persiapan yang steril dan pemberian anestei lokal. bergantung pada besarnya kista. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. (Kanan) Dinding kista dieversi dan ditempelkan pada tepi mukosa vestibular dengan jahitan interrupted. Incisi dapat dibuat sepanjang 1.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 . Alat yang digunakan untuk Sitz Bath 3.--------- 15 Gambar 6. (Kiri) Suatu incisi vertikal dibuat pada bagian tengah kista. Marsupialisasi Kista Bartholin.10 Gambar 7.

----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010    . Komplikasi yang timbul 1 berkaitan dengan dyspareunia. isi rongga akan keluar. Setelah kista diincisi. Eksisi kista bartholin karena memiliki risiko perdarahan. Eksisi (Bartholin to ) Eksisi dari kelenjar Bartholin dapat dipertimbangkan pada pasien yang tidak berespon terhadap drainase. maka sebaiknya dilakukan di ruang operasi dengan menggunakan anestesi umum.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. dan lokulasi dapat dirusak dengan hemostat.--------- 16 Berikut adalah peralatan yang diperlukan dalam melakukan tindakan marsupialisasi. namun prosedur ini harus dilakukan saat tidak ada infeksi aktif. 4. Lalu dibuat insisi kulit berbentuk linear yang memanjang sesuai ukuran kista pada vestibulum dekat ujung medial ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Rongga ini dapat diirigasi dengan larutan saline. Kekambuhan kista Bartholin setelah prosedur marsupialisasi adalah sekitar 5 -10 . hematoma. dan infeksi. pada hari pertama setelah prosedur dilakukan. Pasien ditempatkan dalam posisi dorsal lithotomy. Dinding kista ini lalu dieversikan dan ditempelkan pada dindung vestibular mukosa dengan jahitan interrupted menggunakan benang absorbable 2 18 Sitz bath dianjurkan -0.

diseksi harus dimulai dari bagian bawah kista dan mengarah ke superior.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 .--------- 17 labia minora dan sekitar 1 cm lateral dan parallel dari hymenal ring. Alur diseksi harus dibuat dekat dengan dinding kista untuk menghindari perdarahan ple us vena dan vestibular bulb dan untuk menghindari trauma pada rectum.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Lalu dipotongdan diligasi dengan benang chromic atau benang delayed absorbable 3 -0. Diseksi Kista Setelah diseksi pada bagian superior selesai dilakukan. Hati saat melakukan incisi kulit agar tidak mengenai dinding kista. Gambar 9.  Gambar 8. vaskulariasi utama dari kista dicari dan diklem dengan menggunakan hemostat. Karena alasan ini. Ligasi Pembuluh Darah ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Bagian inferomedial kista dipisahkan secara tumpul dan tajam dari jaringan sekitar (Gambar 8). hati Struktur vaskuler terbesar yang memberi supply pada kista terletak pada bagian posterosuperior kista.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Idealnya. Dosis yang dianjurkan: 100 mg PO 2 kali sehari selama 7 hari. dapat dianjurkan sitz bath hangat 1-2 kali sehari untuk mengurangi nyeri post operasi dan kebersihan luka. Ceftriaxone Sebuah monoterapi efektif untuk N gonorrho a . Dosis yang dianjurkan: 125 mg IM sebagai single dose 2. Diindikasikan untuk C tra homatis.--------- 18 Cool packs pada saat 24 jam setelah prosedur dapat mengurangi nyeri. akan menghambat sintesis dari dinding sel bakteri dan menghambat pertumbuhan bakteri. dan efficacy yang lebih tinggi terhadap bakteri resisten. pembengkakan. Dengan mengikat pada satu atau lebih penicillin-binding protein. antibiotik harus segera diberikan sebelum dilakukan insisi dan drainase. Ciprofloxacin Sebuah monoterapi alternatif untuk ceftriaxone. Doxycycline Menghambat sintesis protein dan replikasi bakteri dengan cara berikatan dengan 30S dan 50S subunit ribosom dari bakteri. Setelah itu. Dosis yang dianjurkan: 250 mg PO 1 kali sehari 3. oleh sebab itu akan menghambat pertumbuhan bakteri dengan menginhibisi DNA-gyrase pada bakteri.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010    . efficacy yang lebih rendah terhadap bakteri gram-positif. Merupakan antibiotik tipe bakterisida yang menghambat sintesis DNA bakteri dan. Ceftriaxone adalah sefalosporin generasi ketiga dengan efisiensi broad spectrum terhadap bakteri gram-negatif. Beberapa antibiotik yang digunakan dalam pengobatan abses bartholin: 1. Pengobatan Medikamentosa Antibiotik sebagai terapi empirik untuk pengobatan penyakit menular seksual biasanya digunakan untuk mengobati infeksi gonococcal dan chlamydia. dan pembentukan hematoma.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------.

Timbul jaringan parut. Tingkat kekambuhan umumnya dilaporkan kurang dari 20%. Azitromisin Digunakan untuk mengobati infeksi ringan sampai sedang yang disebabkan oleh beberapa strain organisme. Pada beberapa kasus dilaporkan necrotizing fasciitis setelah dilakukan drainase abses. y y Perdarahan. PROGNOSIS Jika abses dengan didrainase dengan baik dan kekambuhan dicegah. terutama pada pasien dengan koagulopati. KOMPLIKASI y y Komplikasi yang paling umum dari abses Bartholin adalah kekambuhan.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 .--------- 19 4. prognosisnya baik. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Dosis yang dianjurkan: 1 g PO 1x H. I.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Alternatif monoterapi untuk C tra homatis.

marsupialisasi.--------- 20 BAB III KESIMPULAN Kista Bartholin dan abses Bartholin merupakan masalah umum pada wanita usia reproduksi. dan medikamentosa. pemasangan Word catheter tidak praktis. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. dan eksisi. Jika Kista Bartholin atau abses terlalu dalam. dapat pula disebabkan karena infeksi langsung pada kelenjar Bartholin. Oleh sebab itu. namun prosedur ini haru s dilakukan saat tidak ada infeksi aktif. sehingga terjadi pelebaran duktus dan pembentukan kista. Penyakit ini seringkali recurrence. Intervensi bedah yang dapat dilakukan antara lain berupa incisi dan drainase.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 . dan pilihan lain harus dipertimbangkan. dan perlu dikonsultasikan pada gynecologist untuk dilakukan biopsi. Kista tersebut dapat menjadi terinfeksi. Incidensnya adalah sekitar 2% dari wanita usia reproduksi. Pasien dengan abses Bartholin umumnya mengeluhkan nyeri vulva yang akut dan bertambah secara cepat dan progresif. Prosedur seperti marsupialisasi tidak boleh dilakukan ketika terdapat tanda tanda abses akut. Pembesaran kelenjar Bartholin pada pasien yang berusia lebih dari 40 tahun jarang ditemukan. pemasangan Word catheter. Penyebab dari kelainan kelenjar Bartholin adalah tersumbatnya bagian distal dari duktus kelenjar yang menyebabkan retensi dari sekresi. Pemilihan terapi ini disesuaikan dengan ukuran dan keadaan kista. abses perlu diobati dengan pemberian antibiotik broad spectrum. sehingga diperlukan suatu penanganan yang adekuat. Abses Bartholin selain merupakan akibat dari kista terinfeksi. Dalam penanganan kista dan abses bartholin. Usia yang paling sering terserang penyakit kelenjar Bartholin adalah wanita antara usia 20 dan 30 tahun. Eksisi dari kelenjar Bartholin dapat dipertimbangkan pada pasien yang tidak berespon terhadap drainase. ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Dapat berupa intervensi bedah. Dan bila bertambah besar maka dapat menimbulkan dispareunia. Kista bartholin bila berukuran kecil sering tidak menimbulkan gejala. dan selanjutnya berkembang menjadi abses.

Memarzadeh Sanaz. eds. 4th ed.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Hoffman BL. Landay Melanie. 1985:19. Hodge C. St. DeCherney AH. 10e. Lense JJ. USA: McGraw-Hill ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Bartholin's cyst: marsupialization or aspiration?.169:32 4. Louis: Mosby.1619 20. Schorge JO. 12. Schaffer JI. The vulv a. Gynaecology illustrated. "Chapter 4.57:1611 6.645 6. Comprehensive gynecology. Hoffman BL. Halvorson LM. 5th ed. USA: McGraw-Hill 3. South Med J. Satmary Wendy A. St Louis: Mosby.61:514 8. Cunningham FG. Barbieri RL.195 6 5. Govan AD. Barclay David L. Baltimore: Williams & Wilkins. Stillman FH. Word B. J Am Fam Physician. Muto MG. 1968. Wilkinson EJ. Schorge JO. 1995:11 5.152:569 70. Kaufman RH. " 9. Office management of Bartholin gland cysts and abscesses. Aerobic and anaerobic microbiology of Bartholin's abscess. 4. Halvorson LM. Obstet Gyneco . Postmenopausal Bartholin gland enlargement: a hospital -based cancer risk assessment. 1998. 10. Schaffer JI. # 11. Am J Obstet Gyneco . Visco AG. In: Ryan KJ. Cunningham FG: Williams Gynecology. Atlas of vulvar disease. 1985. Hill DA. St. "Chapter 49. Premalignant & Malignant Disorders of the Vulva & Vagina" (Chapter). 1995:66 8. Kistner's Gynecology: principles and practice. Office treatment of cyst and abscess of Bartholin's gland duct.87:286 90. ! 8. 7. 4th ed. 2001:482 6. 6. Brook I.--------- 21 DAFTAR PUSTAKA 1. Cheetham DR. Smith Donna M. 1996. Surg Gyneco Obstet. Berkowitz RS. 6th ed. 2. 3d ed New York: Churchill Livingstone. Callander R. Bradshaw KD. 1989. Stenchever MA. Stone IK.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 . Del Priore G. Bradshaw KD. Benign diseases of the vulva and vagina. Louis: Mosby. Nathan L: CURRENT Diagnosis & Treatment Obstetrics & Gynecology. Benign Disorders of the Lower Reproductive Tract" (Chapter). 1994:168 248.

Schorge JO. Bartholinitis after vulvovaginal surgery. Bradshaw KD. Horowitz IR. Trent. In: Rock JA. Gynecologic Disorders" (Chapter). Apgar BS.--------- 22 Am J Obstet Gyneco . Hoffman BL. Te Linde's Operative gynecology. Grossman MB.178:1143 4. Woodruff JD. 1988. 18. 8th ed. Bartholin's cyst/abscess: Word catheter insertion. Cunningham FG. MacKay H. eds. Fowler GC. Saul HM.158(3 pt 1):76 7. "Chapter 41. 1998. St. 14. Thompson JD. Philadelphia: Lipincott Raven. USA: McGraw-Hill ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------.: CURRENT Medical Diagnosis & Treatment 2010. . Procedures for primary care physicians. Schaffer JI. In: Pfenninger JL. 17. Cunningham FG: Williams Gynecology. Schaffer JI. Am J Obstet Gyneco . McPhee SJ. Schorge JO. Jr. 1994:596 600. 16. eds. Bradshaw KD. USA: McGraw-Hill % $ 15. Surgeries for Benign Gynecologic Conditions" (Chapter). "Chapter 18. 1997:890 3. Hoffman BL. Halvorson LM. Buscema J. Louis: Mosby. Surgical conditions of the vulva. The role of Ch amydia trachomatis in Bartholin's gland abscess.Laporan Kasus (Christine Susanto) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Papadakis MA. Halvorson LM.----------------------------Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan & Kandungan Siloam Hospital Lippo Village ~ Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 11 Oktober 2010 18 Desember 2010 $ 13. Tierney LM. Peters WA.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->