SISTEM SARAF OTONOM

12 Januari 2009 oleh PRO-HEALTH OLEH : ERFANDI Merupakan saraf-saraf yang bekerjanya tidak dapat disadari dan bekerja secara otomatis disebut juga otot tak sadar. Sistem saraf otonom terbagi menjadi 2 bagian yaitu : 1. Sistem simpatis Terbagi menjadi dua bagian yang terdiri dari saraf otonom cranial dan saraf otonom sacral.. Terletak di depan kolumna vertebra dan berhubungan dengan sumsum tulang belakang melalui serabut-serabut saraf. Fungsinya : - Mensarafi otot jantung - Mensarafi pembuluh darah dan otot tak sadar - Mempersarafi semua alat dalam seperti lambung, pancreas dan usus - Melayani serabut motorik sekretorik pada kelenjar keringat - Serabut motorik pada otot tak sadar dalam kulit - Mempertahankan tonus semua otot sadar 2. Saraf Parasimpatis Fungsi saraf parasimpatis adalah - Merangsang sekresi kelenjar air mata, kelenjar sublingualis, submandibularis dan kelenjar-kelenjar dalam mukosa rongga hidung - Mensarafi kelenjar air mata dan mukosa rongga hidung - Menpersarafi kelenjar ludah - Mempersarafi parotis - Mempersarafi sebagian besar alat tubuh yaitu jantung, paru-paru, GIT, ginjal, pancreas, lien, hepar dan kelenjar suprarenalis - Mempersarafi kolon desendens, sigmoid, rectum, vesika urinaria dan alat kelamin

Serat-serat ini nerukuran lebih panjang dibandingkan dengan serat praganglion simpatis karena serat-serat itu tidak terputus sampai mencapai ganglion terminal yang terletak didalam atau dekat organ efektor.Baik asetilkolin maupun norepinefrin juga berfungsi sebagai zat perantara kimiawi di bagian tubuh lainnaya.serat-serat itu bersama dengan semua serat praganglion otonom disebut sebagai kolinergik.namun cabang-cabang terminal dari serat otonom mengandung banyak tonjolan (varicosities) yang secara simultan mengeluarkan neurotransmitter ke daerah luas pada organ yang dipersarafi dan bukan ke sebuah sel.berkeringat dan ukuran pupil.system ini dianggap sebagai cabang involunter divisi eferen.misalnya sirkulasi.bersinaps dengan badan sel neuron pascaganglion didalam ganglion yangb terdapat di rantai ganglion simpatis yang terletak di kedua sisi korda spinalis.Informasi aferen visceral biasanya tidakmencapai tingkat kesadaran.tidak seluruhnya benar bahwa individu tidak memiliki kontrol trehadap aktivitas yang diatur oleh system otonom.Namun.disertai kenyataan bahwa di otot polos atau jantung setiap perubahan aktivitas listrik akandisebarkan melalui gap junction.sehingga individu tidak mungkin secara sadar mengontrol keluaran eferen yang .Sebaliknya.Serat pascgangliion panjang yang berasal dari rantai ganglion itu berakhir pada organ-oragn efektor.Serat-serat pascaganglion parasimpatis mengeluarkan aseilkolin. Sistem saraf otonom terdiri dari system saraf simpatis dan parasimpatis.Pelepasan neurotransmitter yang bersifat difus ini.memiliki arti bahwa keseluruhan organ biasanya dipengaruhi aktivitas otonom bukan sel satu per satu.Miksi dan defekasi sistem saraf otonom Jalur saraf otonom terdiri dari suatu rantai 2 neuron.sebagian serat pascaganglion simpatis disebut serat adrenergic karena mengeluarkan noreadrenalin (norepinefrin). Serat-serat praganglion simpatis dan parasimpatis mengeluarkan neurotransmitter yang sama.berbeda dengan cabang volunteer somatic.dengan saraf pascaganglion menjalani jarak sisanya.Sebagian serat praganglion simpatis berukuran sangat pendek.Dengan demikian..yang mempersarafi otot rangka dan dapat dikontrol secara volunteer.yaitu asetilkolin. Serat-serat praganglion parasimpatis berasal dari daerah cranial dan sacral (sebagian saraf kranialis mengandung seratparasimpatis).Sebagian serat praganglion melewati rantai ganglion tanpa membentuk sinaps dan kemudian berakhir di ganglion kolateral simpatis yang terletak sekitar separuh jalan antara SSP dan organ-organ yang dipersarafi.dengan neurotransmitter terakhir yang berbeda antara saraf simpatis dan parasimpatis.Serat-serat saraf simpatis berasal dari daerah torakal dan lumbal korda spinalis. Serat-serat otonom pascaganglion tidak berakhir pada sebuah tonjolan seperti kepala sinaps (synaptic knob).Serat-serat pascaganglion yang sangat pendek berakhir di sel-sel organ yang bersangkutan itu sendiri.Dengan demikian.pencernaan. Sistem saraf otonom mengontrol aktivitas organ visceral involunter Sistem saraf otonom mengatur aktivitas alat-alat dalam (visceral) yang dalam keadaan normal di luar kesadaran dan control volunter.tetapi ujung-ujung pascaganglion kedua system ini mengeluarkan neurotransmitter yang berlainan (neurotransmitter yang mempengaruhi organ efektor).

Karena aktivitas pencernaan dan berkemih kurang penting dalam menghadapi ancaman.sementara memperlambat aktivitas-aktivitas yang ditingkatkan oleh system simpatis. Sistem saraf simpatis meningkatkan respons-respons yang mempersiapkan tubuh untuk melakukan aktivitas fisik yang berat dalam menghadapi situasi penuh stress atau darurat.yang menungkinkan individu membuat pe nilaian visual yang cepat mengenai situasi keseluruhan yang mengancam.misalnya dalam bentuk suara.Stimulasi simpatis meningkatkan kecepatan denyut jantung.misalnya pencernaan dan pengosongan kandung kemih.Kedua system meningkatkan aktivitas beberapa organ dan menurunkan aktivitas organ-organ yang lain.cahaya.Terjadi peningkatan berkeringat sebagai antisipasi terhadap peningkatan produksi panas yang berlebihan akibat aktivitas fisik.Apabila kokain menghambat rem parasimpatis yang bersifat protektif.di pihak lain mendominasi pada situasi yang tenang dan rileks.Perhatikan bahwa satu system tidak selalu bersifat eksitatorik dan yang lain inhibitorik.tubuh dapat memusatkan diri pada aktivitas â rumah tangga umumâ nya sendiri.Stimulasi simpatis memperlambat gerakan saluran pencernaan.system simpatis menghambat aktivitas-aktivitas ini.saluran pernafasan terbuka lebar untuk memungkinkan aliran udara maksimal.Semua respons ini ditujukan untuk meningkatkan aliran darah yang kaya oksigen dan nutrisi ke otot otot rangka sebagai antisipasi terhadap aktivitas fisik yang berat.Sistem saraf simpatis dan parasimpatis menimbulkan efek yang bertentangan pada organ tertentu..sehingga daya pompa jantung tidak adekuat.tekanan darah meningkat karena konstriksi umum pembuluh darah.Respons semacam ini biasanya disebut sebagai fight or flight response.Kematian mendadak timbul jika denyut jantung menjadi terlalu cepat dan tidak teratur.Jantung berdenyut lebih cepat dan lebiuh kuat. .Pikirkan tentang sumber-sumber pada tubuh yang diperlukan pada keadaan seperti ini.Sistem parasimpatis mendorong fungsi-fungsi tubuh seperti ini.jantung tidak perlu berdenyut dengan cepat dan kuat.karena system simpatis mempersiapkan tubuh untuk melawan atau melarikan diri dari ancaman. Inhibisi system saraf parasimpatis oleh kokain mungkin merupakan factor utama dalam kematian mendadak yang disebabkan oleh kelebihan dosis kokain.sementara stimulasi parasimpatis menurunkannya.sedangkan stimulasi parasimpatis meningkatkan motilitas saluran pencernaan.atau tampilan grafik pada latar computer.Namun. Sistem parasimpatis.timbul.dan pembuluh-pembuluh darah yang mendarahi otot-otot rangka berdilatasi.misalnya ancaman fisik dari lingkungan luar.glikogen dan simpanan lemak dipecahkan untuk menghasilkan bahan baker tambahan dalam darah.tatkala seseorang sedang dalam keadaan tenang.Pada keadaan keadaan yang tidak mengancam.system simpatis dapat meningkatkan kecepatan denyut jantung tanpa kendali.Selanjutnya pu[il berdilatasi dan mata menyesuaikan diri untuk melihat jauh. Sistem saraf simpatis dan parasimpatis bersama-sama mempersarafi sebagian besar organ visceral Sebagian besar organ visceral dipersarafi oleh serat saraf simpatis dan parasimpatis.dengan teknik-teknik biofeedback individu dapat diberi suatu sinyal sadar mengenai informasi aferen visceral.Sebagai contoh.

Kelenjar liur dipersarafi oleh kedua divisi otonom.Keduanya merangsang sekresi air liur.tetapi tidak seperti di tempat lain. 2.Satu-satunga pembulh darah yang mendapat persarafan parasimpatis adal h pembuliuh a darah yang mendarahi klitoris dan penis.yang paling menonjol adalah sebagai berikut: 1. Kelenjar keringat hanya dipersarafi oleh saraf simpatis 3.tetapi komposisi dan volume air liur yang terbentuk berbeda.Terdapat beberapa pengecualian terhadap sifat umum persarafan timbale balik ganda oleh kedua cabang system saraf otonom tersebut. Efek system saraf otonom pada berbagai organ organ Efek stimulasi simpatis Efek stimilasi parasimpatis Jantung Pembuluh darah Paru Saluran pencernaan Kandung empedu Kandung kemih Mata .bergantung dari cabang otonom mana yang dominan.Kontrol vaskuler yang akurat di kedua organ ini oleh persarafan ganda penting untuk menimbulkan ereksi. Pembuluh darah yang dipersarafi (sebagian besar arteriol dan vena dipersarafi.aktivitas simpatis dan parasimpatis tidak antagonistik.arteri dan kapiler tidak) hanya menerima serat saraf simpatis.Pengaturan dilakukan dengan meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembentukan potensial aksi diatas atau dibawah tingkat tonik serat simpatis tersebut.

Pancreas eksokrin 2.Hati Sel adipose Kelenjar eksokrin 1. medulla adrenal 2. pancreas endokrin Genital Aktivitas otak Peningkatan denyut jantung Peningkatan kekuatan kontraksi Konstriksi (sebagian besar) Dilatasi (pembuluh jantung dan otot rangka) Dilatasi bronkiolus Inhibisi sekresi mucus Penurunan motilitas Kontraksi sfingter (mencegah gerakan maju isi saluran) Inhibisi sekresi pencernaan . Kelenjar liur Kelenjar endokrin 1. Kelenjar keringat 3.

stimulasi sekresi glukagon Ejakulasi dan kontraksi orgasme Peningkatan kewaspadaan Penurunan denyut jantung Penurunan kekuatan kontraksi Dilatasi pembuluh darah yang mendarahi klitoris dan penis saja Konstriksi bronkiolus Stimulasi sekresi mucus Peningkatan motilitas Relaksasi sfingter Stimulasi sekresi pencernaan Kontraksi (pengosongan) .Relaksasi Relaksasi Dilatasi pupil Konstriksi pupil Glikogenolisis Lipolisis Inhibisi sekresi Stimulasi Stimulasi Stimulasi sekresi epinefrin dan norepinefrin Inhibisi sekresi insulin.

Kontraksi (pengosongan) Penyesuaian mata untuk melihat jauh Pentesuaian mata untukmelihat dekat Tidak ada Tidak ada Stimulasi Tidak ada Stimulasi Tidak ada Stimulasi sekresi insulin dan glukagon Ereksi Tidak ada Terdiri : n. . sensoris dan motoris di antara Sistem Saraf Pusat dan berbagai alat dalam Fungsi : mendeteksi kondisi tertentu dari lingkungan dalam dan mengadakan perubahan Aksi : sebagian besar di luar kesadaran.