Anda di halaman 1dari 3

10 things we love about the Virgin Mary

Gereja Katolik mempunyai 3 dasar:

1. Kitab Suci (Firman Tuhan sndiri)

2. Magisterium (kuasa mengajar yg diberikan pd Hierarki gereja) 


termasuk dogma-dogma gereja. Dogma adalah ajaran2 gereja yg
kebenarannya HARUS diterima dan menjadi dasar iman setiap org
percaya.

3. Tradisi gereja (sgala tradisi/kebiasaan yg dilakukan sejak jaman para rasul


dan jemaat pertama)

Why does Mother Mary has a very special place in Catholic Church? (Luk 1: 26-
38)

1. Teotokos – Maria Bunda Allah (1st Marian Dogma)

Dasarnya adalah prinsip Tritunggal Maha Kudus – Bapa, Putra, dan Roh
kudus

Jadi, Maria Bunda Yesus juga adalah Bunda Allah (Luk 1: 31)

Sprt dlm Syahadat Para Rasul – “… yg dikandung dari Roh Kudus,


dilahirkan oleh Perawan Maria..”

2. Semper Virgo – Maria tetap perawan (2nd Marian Dogma)

Statement ttg keperawanan dikaitkan dgn kemurnian dan kesucian.

e.g The Virgin Olive Oil – artinya olive oil yg murni.

Kelahiran Yesus tidak mengurangi “keperawanan” Maria malahan


menyucikannya. Maria tetap “perawan” sebelum, sesaat dan sesudah
melahirkan Yesus.

3. Maria Immaculata – Maria dikandung tanpa dosa (3rd Dogma)

Bisa terjadi karena merupakan persiapan rencana Allah dlm penyelamatan


umat manusia lewat kelahiran PuteraNya Yesus Kristus ke dunia melalui
Bunda Maria.

Can God give special honour to a human? YES!

Terutama jika orang tersebut merespons panggilan Allah.


Maria memiliki peran yang besar dlm karya penyelamatan manusia (Luk 1:
38)

4. Maria Assumpta – Maria diangkat ke Surga (4th Dogma)

Dasarnya  tradisi gereja perdana

Maria setia mendampingi Yesus smp di kaki kayu salib (Yoh 19:26-27).

Tuhan Yesus sangat mengasihi BundaNya, sehingga Dia juga rindu agar
Bunda Maria mengalami kebahagiaan di surga bersama2 denganNya.

Dogma ini juga menjadi suatu harapan buat kita akan hidup kekekalan
bersama Tuhan.

Sama seperti Maria, bila tugas kita di dunia sdh selesai, maka kita pun
bisa menikmati kebahagiaan surgawi.

5. Maria Co-Redemptrix – the latest (5th) Marian Dogma

Ajaran gereja (Magisterium) Cor Maria et Jesu  melalui Maria kepada


Yesus.

Maria yg sejak awal terlibat dlm rencana penyelamatan manusia bersama


Yesus, perannya terus berlanjut sampai sekarang

6. Maria Mediatrix of All Graces – pengantara segala


rahmat/kemurahan Allah.

Bunda Maria disebut juga mempelai Roh Kudus (Luk 1: 35). Karena begitu
dekatnya relasi Bunda Maria dan Roh Kudus, sehingga karya Roh Kudus
bisa dinyatakan melalui Bunda Maria. Roh Kudus adalah penolong yg
diberikan Tuhan Yesus buat kita agar mampu hidup seturut kehendak
Bapa.

7. Maria Advocate - pendoa syafaat yg setia bagi kita anak2nya.

Pendoa syafaat – berdoa sbagai pengganti org lain (pray on behalf of


someone’s else). Sperti pengacara di depan hakim, Bunda Maria
bersama2 Tuhan Yesus berdoa memohon pada Bapa utk kita dan
menggantikan kita. Maria mendoakan kepada Bapa ujud2 doa-doa kita.
8. Mujizat pertama Tuhan Yesus – pernikahan di Kana mengubah air
menjadi anggur

(Yoh 2: 1-11)

Meskipun belum waktunya Yesus utk menyatakan diriNya tapi Bunda


Maria yakin/percaya pada Yesus yg akan menolong.

Bunda Maria sangat dekat dan mengenal Yesus. Apa saja yg ibuNya minta
akan Tuhan Yesus lakukan  contoh nyata Bunda Maria sbg pendoa
syafaat yg sejati.

9. Do Catholics worship Mary? No!

Segala kehormatan dan gelar Maria adalah demi kehormatan putranya


Yesus.

Disinilah letak pentingnya berdoa Rosario sambil merenungkan peristiwa2


dlm Rosario (Peristiwa Gembira, Sedih, Mulia, Terang)

Saat berdoa rosario, kita bersama2 dgn Bunda Maria berdoa,


merenungkan, menghayati, bersyukur akan smua peristiwa2 itu.

10. Why do we have to honour Mary?

Perannya yg besar dlm rencana Allah akan keselamatan

As a Mother of God  she is our mother too.. Tuhan Yesus yg memberikan


ibuNya ke kita (Yoh 19:26-27). Mary is the mother of the Church and of all
people. Maria setia mendampingi para rasul bahkan saat Pentakosta.

As the Virgin Mary  we can follow her life example of total surrender to
God, her faithfulness to God and purity (baca: kekudusan/kesucian) in
mind, body and soul.