Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN

PROYEK BENGKEL ELEKTRONIKA

”Desain Dan Implementasi Running Teks Berbasis AT89S52”

Oleh :
Ahda Firdaus [ 611070019 ]
Risma [ 611070020 ]
Eko Ari Septiyono [ 611070023 ]

LABORATORIUM BENGKEL ELEKTRONIKA


DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO
INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM
BANDUNG
2008
ABSTRAK

Laporan ini dibuat sebagai syarat untuk mengikuti presentasi proyek akhir dari Bengkel
Elektronika. Adapun proyek akhir in adalah membuat Desain dan Implementasi Running text Berbasis
AT89S52.
Langkah-langkah yang lakukan dalam laporan ini dijelaskan secara bertahap. Dalam pembuatan
Desain dan Implementasi Running text Berbasis AT89S52 ini, tahap pertama kali yang dilakukan
adalah membuat desain atau gambar rangkaian Running Text ini pada Protel DXP, serta gambar jalur
rangkaiannya. Tahap selanjutnya adalah memindahkan desain jalur rangkaian Running Text tersebut
pada papan PCB dengan metode kertas transfer. Tahap berikutnya adalah proses pengeboran,
pemasangan komponen dan penyolderan. Tahap terakhir adalah melakukan trouble shouting.
Laporan ini dibuat berdasarkan metode langkah pada pratikum dimana pratikan langsung bekerja
membuat Desain dan Implementasi Running text Berbasis AT89S52 tersebut. Selain metode diatas,
pratikan menggunakan metode studi pustaka berdasarkan modul yang telah diberikan dan bertanya
langsung pada asisten pembimbing jika pratikan ada yang tidak mengerti pada pengerjaan proyek akhir
ini
Kesimpulan dari proyek ini selain untuk memenuhi mata kuliah praktikum Bengkel Elektronika
juga untuk menambah skill pratikan. Pratikan juga dituntut untuk dapat mengasah solidaritas dan
kerjasama timnya masing-masing supaya pelaksanaan proyek berjalan dengan lancar dan tepat waktu.
Selain itu, pratikan dalam pelaksanaan proyek harus teliti dan hati-hati dalam melakukan setiap tahap
dari proyek akhir agar hasil yang diberikan maksimal dan bermanfaat buat kedepannya..
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hanya dengan rahmat
dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan laporan ini. Segala macam hambatan dan gangguan yang
kami dapatkan selama menyusun laporan ini kiranya menjadi suatu pelajaran yang dapat membentuk
karakter kami untuk kedepannya.
Laporan ini dibuat berdasarkan hasil praktikum yang Penulis lakukan, yaitu praktik
pelaksanaan proyek tugas besar membuat Running Text. Proyek ini sendiri adalah sistem kurikulum
laboratorium Bengkel Mekanika. Laporan ini berisi tentang proses pelaksanaan pembuatan Running
Text. Prosesnya terdiri dari 2 tahap yaitu: tahap perancangan dan tahap realisasi. Di dalam laporan ini
dijelaskan juga komponen-komponen yang digunakan dan cara pembuatan proyek.
Dalam melakukan proyek tugas besar dan menyelesaikan laporan ini , Penulis mendapatkan
berbagai macam kesulitan. Namun kesulitan ini dapat penulis lewati berkat bantuan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kak Wiwid , sebagai asisten pembingbing dan asisten Bengkel Mekanika lainnya yang telah
membimbing Penulis denga n baik,dan memberikan banyak bantuan kepada penulis.
2. Teman teman praktikum ,yang mau berbagi dan dan tidak mengganggu dalam proses
pelaksanaan proyek.
3. Teman teman kelas yang telah memberikan semangat.
4. Orang orang yang membantu penulis yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Kami menyadari laporan kami ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat
membutuhkan saran dan kritik yang sifatnya membangun, demi kesempurnaan laporan ini. Penulis
juga mohon maaf yang sebesarnya, apabila dalam penulisan laporan ini terdapat kata-kata yang salah
dan tidak berkenan di hati.
Akhirnya segala yang baik datangnya dari Allah semata. Semoga bermanfaat bagi kita dan untuk
kedepaanya.

Bandung , 21 Mei 2008


Penulis,
DAFTAR ISI

Abstrak……………………………………………………………………………………………... …….
Kata Pengantar………………………………………………………………………………………........
Daftar Isi………………………………………………………………………………………………….

BAB I . PENDAHULUAN
I . 1 . Latar Belakang……………………………………………………………………………….
I . 2 . Tujuan………………………………………………………………………………………...
I . 3 . Rumusan Masalah……………………………………………………………………………
I . 4 . Batasan Masalah……………………………………………………………………………...
BAB II . DASAR TEORI
II . 1 . Software Yang Digunakan………………………………………………………………….
II . 2 . PCB Dan Pengawatan………………………………………………………………………
BAB III . ISI
III . 1 . Komponen-Komponen Yang Digunakan…………………………………………………..
III . 2 . Cara Pembuatan Alat……………………………………………………………………….
III . 3 . Kendala Dalam Proses Pembuatan…………………………………………………………
III . 4 . Cara Kerja Alat……………………………………………………………………………..
BAB IV . SIMPULAN DAN SARAN
IV . 1 . S impulan……………………………………………………………………………………
IV . 2 . Saran………………………………………………………………………………………..

Daftar Pusta ka…………………………………………………………………………………………….


Lampiran………………………………………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Perkembangan dunia teknologi dari tahun ke tahun semakin maju dan canggih. Penerapan
teknologi terhadap peralatan dalam berbagai bidang juga semakin maju. Perkembangan ini didukung
juga dengan semakin berkembangnya komponen-komponen elektronika yang digunakan untuk
membuat peralatan tersebut. Salah satu peralatan elektronika yang saat ini juga banyak digunakan
untuk oleh masyarakat adalah Running Text. Running Text ini pada umumnya digunakan sebagai
papan iklan atau sekedar untuk menampilkan suatu kalimat yang biasanya dipasang pada pintu masuk
pertokoan atau tempat lainnya. Selain itu Running Text juga biasanya dibuat oleh mahasiswa elektro
untuk keperluan tugas besar atau pun proyek akhir. Oleh karena itu, Running Text yang dibuat pada
tugas besar kali ini adalah untuk melengkapi tugas praktikum Bengkel Elektronika dan
mengaplikasikan materi yang telah diperoleh saat praktikum.
Laboratorium Bengkel Elektronika juga merupakan laboratorium yang harus mampu
menciptakan mahasiswa diploma yang berkualitas dan siap kerja di lapangan. Oleh karena itu ,
dikeluarkanlah proyek tugas besar yaitu membuat Running Text. Dengan membuat Running Text,
diharapkan mahasiswa dapat mengetahui peralatan yang digunakan dalam praktikum, serta proses
pembua tannya dari tahap perencanaan sampai dengan tahap realisasi.

1.1 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan proyek tugas besar ini adalah sebagai berikut :
1) Mengaplikasikan materi - materi yang diberikan selama praktikum.
2) Mengetahui peralatan yang digunakan dalam membuat Running Text.
3) Mengetahui proses pelaksanaan pembuatan Running Text pada papan PCB yang berbasis AT89S52.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam proyek ini adalah sebagai berikut :
1) Bagaimana cara perancangan dan pembuatan rangkaian Running Text.
2) Peralatan apa saja yang digunakan dalam pembuatan Running Text.
3) Bagaimana proses pembuatan Running Text pada papan PCB yang berbasis AT89S52.
1.3 Batasan Masalah
Pada proyek pembuatan Desain dan Implementasi Running text Berbasis AT89S52 ini hanya dibatasi
pada beberapa pokok permasalahan. Adapun Batasan masalah pada proyek kali ini adalah sebagai berikut :

1) Running Text berbasis AT89S52 ini terdiri dari empat bagian utama yaitu catu daya, SISMIN, driver
kolom, dan LED display.
2) Sistem catu daya terdiri da ri komponen ; trafo stepdown, diode brigde, Elco 2200 mikrofarad dan 100
mikrofarad, regulator 7805.
3) Sistem minimum terdiri dari komponen ; mikrokontroller (IC NCS 51), resistor pack, X-tall, IC UDN
2891, push button, LED.
4) Driver kolom yang dibuat terdiri dari komponen ; gerbang AND (IC 74 LS 08 ), IC ULN 2003 sebagai
pengganti gerbang NOT, decade counter.
5) Display untuk Running Text terdiri dari LED ( Light Emiting Diode ).
6) Catu daya, SISMIN, driver kolom dan LED display dibuat pada papan PCB single layer. Dan proses
penyolderan komponen pada rangkaian tersebut menggunakan kawat timah.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. P ROTEL DXP


Perkembangan dunia komputer sekarang semakin maju, banyak software yang membantu dan
mendukung dalam pekerjaan elektronika kita, salah satunya adalah Protel DXP. Software ini
merupakan software yang popular di dunia elektronika, Protel dapat menunjang mekanisme
perancangan alat dan rangkaian elektronika. Software Protel DXP ini merupakan perbaikan dari protel
versi sebelumnya ( misal Protel 99SE ), yang sudah dilengkapi database yang terintegrasi.
Protel ini memiliki tampilan luar yang menarik, fitur -fitur yang baru dibandingkan dengan versi
sebelumnya, dan software ini support pada windows NT/XP. Untuk memulai protel DXP ini, klik
Start >>Program>>Altium>>DXP. Dalam software Protel DXP terdapat beberapa menu dan submenu
yang sangat membantu saat perancangan rangkaian Running Text, diantaranya sebagai berikut :
a. Membuat Project Baru adalah untuk membuat suatu pekerjaan baru dengan menggunakan protel
DXP. Langkah – langkah untuk membuat project baru antara lain :
? Klik pada Create a new Board Level Design Project, atau File>>New>>PCB Project.
? Kemudian simpan dengan nama file sesuai dengan keinginan, File>>Save Project AS….
b. Schematic Document, Langkah – langkah untuk membuat Schematic Document baru adalah :
? klik File >> New >> Schematic, atau klik kanan pada project, pilih New Schematic.
? Kemudian muncul lembar schematic document, simpan dengan File >> Save As…..

? Mengatur ( setting ) Schematic Document


Pada Schematic document ini kita dapat mengatur ( setting ) ukuran dari tampilan
schematic document dan juga memilih ukuran kertas yang ingin digunakan.
? Menggambar pada Schematic , pada lembar schematic ini merupakan tempat untuk
menggambar atau mendesain rangkaian yang ingin kita buat, komponen – komponen
yang kita butuhkan untuk menggambar rangkaian dapat kita peroleh pada menu Design
>> Browse>>Library. Pada Libarary ini tersedia komponen – komponen yang kita
butuhkan, namun apabila komponen yang kita butuhkan tidak ada pada tampilan library
maka kita dapat melakukan search pada library.
? Menempatkan komponen dan mengubah keterangan komponen pada schematic,
komponen yang telah diperoleh pada library kemudian dipindahkan pada lembar
schematic . Untuk mengubah atau mengatur properties dari komponen tersebut tekan
TAB pada keyboard. Tiga poin utama yang perlu diperhatikan pada properties
komponen adalah Designator, Comment, dan Footprint. Selain itu nilai Value juga perlu
diperhatikan.
? Pengkabelan Circuit, bila semua komponen telah lengkap maka selanjutnya adalah
menghubungkan tiap komponen ( wiring ) dengan Wire.
? Net dan Net Label, Net digunakan untuk menghubungkan antara dua titik yang tidak
tersambung dengan menggunakan Net Label, tanpa menggunakan wire, cara ini lebih
praktis untuk rangkaian yang rumit.
? Compile Document, Compile Document dilakukan untuk mengetahui apakah rangkaian
yang kita buat terdapat kesalahan atau tidak. Jika pada rangkaian yang telah dibuat
terdapat kesalahan maka akan muncul window messages yang berisi data warning.
? Net List, Net list ini dilakukan apabila sudah tidak ada kesalahan pada lembar schematic
yang sedang dikerjakan. Net List merupakan file text dengan extention *.NET yang
berisi tentang data kompone n yang telah kita buat beserta Net dan jalur – jalurnya.
c. PCB Document, Untuk membuat PCB Document ada dua cara yang digunakan yaitu PCB
Board Wizard dan dengan PCB blank. Langkah – langkah untuk membuat PCB baru adalah
sebagai berikut :
? Klik File >> New >> PCB, atau klik kanan pada project, pilih New >> PCB.
? kemudian muncul lembar schematic dokumen, simpan dengan File >> Save As.
? Membuat garis / kotak pembatas, kotak pembatas digunakan jika tidak menggunakan
wizard.
? Updating PCB, langkah – langkah untuk me lakukan updating PCB adalah sebagai
berikut :
? Buka schematic yang telah kita buat, klik design >>Update PCB, kemudian akan muncul
window data komponen.
? klik validate change, kemudian muncul tanda chek list menunjukkan tidak ada error, klik
execute change >>close.
? Klik View >>Fit Document untuk menemukan komponen yangtelah diexecute dan pindah
pada worksheet PCB.kemudian letakkan pada kotak pembatas.
? Klik View >>Fit Board untuk memfokuskan pandangan.
? Kemudian ataur letak komponen sesuai keinginan menggunakan autoplacer, Klik
Tools>>Auto Placement>>Auto Placer.
? Rules Pada PCB, sebelum kita me-routing beberapa hal harus kita perhatikan, klik Design >>
Rules. Kemudian muncul window PCB Rules and Constraints Editor.
1. Klik Electrical
? Clearence, untuk mengatur jarak lubang dengan jalur komponen.
? Short-Circuit, pastikan Allow short circuit tidak terpilih ( uncheck ).
2. Klik Routing
? Width, untuk mengatur lebar jalur.
? Routing layers, untuk mengatur jumlah layer yang kita inginkan.
? Routing Corners, untuk mengatur kemiringan susut dan jarak pada belokan jalur.
? Routing Vias, untuk mengatur lubang ( hole ) kaki komponen.
? Routing, merupakan proses penentuan jalur konduktor PCB, klik Auto Route >> All,
muncul window Situs Routing Strategies, pilih Default 2 Layers Board >>Route All,
kemudian secara otomatis akan me -routing sendiri dan jalur – jalur di PCB akan
terbentuk, kemudian akan muncul messages yang melaporkan hasil routing yang telah
dilakukan. apabila ingin mengulangi routing terlebih dahulu di Unroute. Klik Tools
>>Un-route>>All.
? Membuat Lubang untuk Penyangga Papan PCB, langkah – langkah untuk membuat
lubang penyangga pada papan PCB adalah sebagai berikut :
? Klik Place Pad pada toolbar, tekan TAB untuk mengatur ukuran sesuai yang diinginkan. klik
OK.
? Letakkan pad pada masing – masing sudut papan PCB.
? Membuat Ground Plane, langkah – langkah untuk membuat grand plane :
? Klik Place Polygon Plane
? Ganti layer menjadi Bottom Layer, min prim length : 0 mm, connect to net : GND, Grid Size
dan Track Width diatur sesuai yang diinginkan.
? Klik OK.
d. Print Out PCB, langkah – langkah untuk mendapatkan print out atau hasil cetak dari PCB yang
telah dibuat yaitu sebagai berikut :
? Klik project >>project option, kemudian muncul window Option for Project.
? Pilih Default Prints>>Composite Drawing >>Configure. Kemudian muncul window PCB
Printout Properties.
? Klik kanan pada window pilih Create Final, kemudian akan muncul beberapa Printout dan
layer.
? Delete yang tidak diperlukan dengan klik kanan pada layer dan Delete.
? Bila ingin mencetak Bottom Layer , klik kanan pada bottom layer .
? Kita bisa menambahkan layer yang ingin kita print dengan Add pada Print Layer Type.
? Jika sudah selesai klik OK untuk menutup window PCB Printout Properties, kemudian pada
window Option for Project, klik Page Setup da n muncul Composite Properties.
? Pada Print paper, set ukuran kertas, pada scale mode, pilih scaled print, scale : 1, coloe set :
Gray, Margin : sesuai keinginan.
? Klik Preview untuk melihat hasil yang akan dicetak, klik print untuk mencetak hasil,
kemudian akan muncul printer configuration untuk mengatur printer, klik OK.

2.2. PCB DAN PENGAWATAN


1) PCB ( Printed Circuit Board )
Perkembagan teknologi dalam bidang elektronika saat ini telah berkembang sedemikian
pesatnya, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya be rmunculan produk – produk baru seperti
system audio, komputer dan lain – lain.
Jika anda membuka tutup case suatu perangkat elektronika maka anda akan melihat deretan
komponen yang tersusun rapi misalnya : Resistor, Kapasitor,Transistor, IC atau komponen elektonika
lainnya. komponen tersebut tersusun dalam suatu papan rangkaian cetak. Papan rangkaian tersebut
dalam istilah popular disebut PCB atau singkatan dari Printed Circuit Board.
PCB ( Printed Circuit Board ) merupakan suatu papan rangkaian tercetak yang terbuat dari
bahan ebonite atau fiberglass dimana pada suatu permukaan sisinya dilapisi dengan lapisan tembaga
yang yang tipis ( cupro ), PCB jenis ini biasanya disebut PCB Single Side ( satu sisi ). Selain itu ada
juga jenis PCB yang kedua sisinya dilapisi dengan lapisan tembaga dan disebut PCB Double Side. Jika
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia , PCB ( Printed Circuit Board ) adalah merupaka jalur
hubungan rangkaian elektronika yang terpasang pada suatu bahan alas. Jalur hubungan rangkaian
elektronika yag dipasang tersebut disebut dengan layout.
Keuntungan menggunakan PCB dalam bidang teknik elektro antara lain sebagai berikut :
a. Dapat menghemat waktu baik dalam perancangan maupun pembuatan.
b. Menghemat tempat untuk komponen.
c. Menghilangkan penggunaan kabel yang berlebihan.
d. Memudahkan dalam perbaikan
e. Menghindari terjadinya penyebaran frekuensi.
f. Menghemat biaya.

1. Lapisan Tembaga
Lapisan tembaga dibuat dalam berbagai ukuran ketebalan, mulai dari 0.0014 sampai dengan
0.0042 inci. Papan rangkaian dikelompokkan menurut berat tembaganya tiap-tiap persegi. Ini berkisar
antara ½ sampai 3 ons per kaki persegi ( oz/ft2 ).
Ketebalan tembaga tentu saja berhubungan langsung dengan berat. Ukuran berat ini juga
menunjukkan besarnya arus listrik yang dapat mengalir melalui tembaga. Dari ketebalan tembaga
serta lebar lintasan pada papan dapat dihitung luas penampang dari jalur lintasan penghantar. Luas
penampang menentukan kemampuan maksimal penghantar tersebut untuk mengalirkan arus listrik.
Arus berlebihan akan menimbulkan panas, panas ini akan menyebabkan lembaran penghantar terlepas
karena lem yang menahannya menjadi lunak. Panas yang lebih lagi akan menyebabkan substrat
terbakar.
2. Mempersiapkan Artwork
Tujuan dari persiapan artwork adalah membangun susunan tata letak yang nantinya akan
dicetak di atas papan rangkaian. Artwork ini berguna untuk mempersiapkan lembaran pada papan
sebelum dilarutkan.
2) Pembuatan PCB ( Printed Circuit Board )
Dalam pembuatan PCB ada beberapa teknik yang digunakan seperti berikut :
o Teknik Sederhana o Sistem Gores
o Teknik Sablon o Teknik Kimia
o Sistem Jiplak o Sistem Kertas Transfer
Namun dalam pembuatan proyek ini teknik pembuatan PCB yang digunakan adalah Sistem
kertas transfer.
? Sistem Kertas Transfer
Pada system ini kita menggunakan selembar kertas yang disebut kertas transfer PCB. Kertas ini
berfungsi sebagai media transfer dari artwork PCB. Gambar yang telah didesain dengan komputer,
dipindahkan ke kertas transfer dengan menggunakan printer laser atau mesin fotokopi yang
menggunakan toner sebagai tinta.
Proses pelarutan tembaga setelah membuat artwork pada PCB disebut etching. Proses etching
menggunakan larutan FeCl3 (feriklorit). Proses etching dilakukan untuk memperoleh jalur yang telah
dibuat dengan membuang tembaga yang tidak terpakai pada PCB.

Proses pengeboran (pelubangan) dan penyolderan dilakukan setelah etching. Tetapi setelah
etching dilakukan pengecekan jalur, apakah sudah benar atau ada yang terputus. Setelah itu dilakukan
pelubangan PCB terlebih dahulu. Cara yang digunakan adalah dengan menggunakan bor. Mata bor
yang digunakan untuk pelubangan PCB disesuaikan dengan ukuran kaki komponen. Biasanya mata
bor yang digunakan dalam pelubangan PCB memiliki ukuran 0,5 mm - 1 mm.

Proses penempelan komponen pada PCB dengan menggunakan timah disebut dengan
penyolderan. Penyolderan dilakukan setelah pelubangan untuk meletakan komponen pada PCB. Dalam
melakukan penyolderan komponen tidak dilakukan secara sembarangan. Ada komponen yang tidak
tahan atau bisa panas dan rusak akibat proses penyolderan komponen tersebut terlalu lama. Oleh
karena itu, penyolderan sebaiknya dilakukan secepat mungkin dan hati-hati saat meletakkan komponen
karena melepaskan komponen setelah disolder akan menyebabkan hasil yang kurang sempurna.

Pengecekan alat elektronika yang telah selesai dibuat disebut troubleshooting . Troubleshooting
harus dilakukan untuk memeriksa apakah alat yang telah dibuat bekerja dengan baik atau tidak. Jika
tidak, bisa dilakukan penanganan khusus untuk memperbaiki alat yang sudah dibuat.
3) Pengkawatan (wiring)
Pengkawatan (wiring) adalah proses penyambungan dengan menggunakan kawat. Proses
pengkawatan (wiring) pada PCB dilakukan apabila:

? Jalur putus

Saat jalur putus, wiring dilakukan untuk menyambung jalur yang putus. Tidak semua jalur yang
putus harus dilakukan wiring. Apabila jalur yang putus terlalu panjang, maka dilakukan wiring. Tapi
apabila jalur yang putus pendek, maka bisa langsung disambung dengan timah (disolder).

? Pembuatan jumper.

Pembuatan jumper dengan kabel dilakukan apabila sudah tidak ada cara lain atau tidak ada ruang
untuk membuat jalur lagi dan apabila ada komponen yang tidak dipasang pada PCB maka digunakan
wiring.
BAB III
ISI

3.1. Komponen – komponen yang Digunakan


1) Catu Daya
a. Transformator step – down berfungsi untuk menurunkan tegangan AC dari 220 V
menjadi 9 V.
b. Dioda bridge berfunsi sebagai penyearah tegangan.
c. Regulator berfungsi sebagai pembatas tegangan. Regulator yang digunakan adalah
regulator 7805 berarti keluaran dari regulator adalah + 5 volt.
d. Kapasitor elektrolit (ELCO) yang masing – masing memiliki nilai 2200 uF dan 100 uF
yang berfungsi sebagai filter arus yang mungkin tercampur dengan arus AC agar
keluarannya menghasilkan arus DC yang lebih murni.
2) Sistem Minimum (SISMIN)
a. Microcontroller (IC NCS 51) dengan 40 pin yang be rfungsi untuk mengakses secara
input atau output.
b. X–Tal (11,0592) berfungsi pembangkit clock karena pada microcontroller tidak
memiliki clock internal sehingga butuh clock eksternal.
c. Resistor Pack (A.472)
d. Push Button (sw icth) berfungsi untuk mereset program.
e. IC UDN 2891 berfungsi sebagai driver baris yaitu pengendali baris yang ditampilkan
pada LED Display.
f. LED berfungsi sebagai indikator adanya arus listrik yang mengalir.
3) Driver Coloum
a. IC 74 LS 08 sebagai gerbang A nd.
b. IC 74 LS 04 sebagai gerbang not ( gerbang inverter ) tetapi biasanya IC ini diganti
dengan IC ULN 2003 karena me miliki keunggulan proteksi data dan lebih banyak
memiliki 8 input/output dibandingkan dengan IC 74 LS 04.
c. Decade Counter (IC 54 HC 4017) berfungsi sebagai pencacah.
4) LED Display
a. LED yang berfungsi menampilkan ( display ) informasi yang diolah pada system.
3.2. Cara Pembuatan Alat
1) Perancangan Rangkaian
a. Tahap pertama adalah membuat rancangan gambar rangkaian catu daya menggunakan
Software Protel DXP .
b. Selanjutnya membuat rancangan rangkaian system minimum ( Sismin ) dengan
menggunakan Protel DXP.
c. Terakhir adalah membuat rancangan rangkaian driver kolom dengan Protel DXP.
d. Transfer gambar (toner) yang telah dibuat kedalam PCB dengan menggunakan kertas
transfer dan dengan metode minyak transfer. Langkah – langkah transfer gambar ke
dalam PCB :
e. Bersihkan PCB terlebih dahulu dengan menggunakan sabun cuci atau deterjen.
f. setelah itu pindahkan gambar rangkaian ( transfer ) tersebut ke PCB yang telah
dibersihkan tadi. Tapi, sebelumnya PCB diolesi dengan minyak transfer terlebih dahulu.
2) Proses Etching merupakan proses menghilangkan lapisan tembaga yang tidak
digunakan dengan melarutkan PCB dalam larutan kimia Ferro Chlorit (FeCl3) yang
dicampur air hangat agar proses etching bisa lebih cepat.
3) Pengecekan Jalur, pengecekan jalur ini dilakukan untuk mengetahui apakah jalur
rangkaian yang telah dietching terhubung atau tidak.
4) Pengeboran
a. Setelah gambar rangkaian tercetak pada papan PCB, kemudian dilakukan proses
pengeboran.
b. Proses pengeboran dilakukan sesuai dengan gambar rangkaian pada PCB.
c. Pemasangan Komponen, setelah pengeboran dilakukan maka komponen yang digunakan
dipasang pada lubang hasil pengeboran.
5) Penyolderan , setelah komponen terpasang maka langkah selanjutnya adalah
melakukan penyolderan komponen tersebut. Tujuannya agar komponen yang
terpasang tadi tidak terlepas.
6) Trouble shouting, trouble shouting ini merupakan langkah terakhir yang dilakukan
dalam pembuatan proyek ini. Trouble shouting bertujuan mengecek rangkaian apakah
ada kesalahan atau tidak dan parameter keberhasilannya ialah alat dapat berjalan
sesuai program. Dan menyambung bagian – bagian block system running teks menjadi
satu kesatuan.

3.3. Kendala dalam Proses Pembuatan


1) Dalam pembuatan sketsa gambar rangkaian pada Protel DXP sering terjadi error pada
software yang menghambat kerja praktikan.
2) Pada saat pemindahan tonel ke PCB tidak sempurna dan harus diulangi dari awal karena
terlalu sedikit minyak transfernya sehingga kalau di dilarutkan dengan FeC l3 lapisan
tembaga akan terlarut semua sehingga jalur banyak yang putus.
3) Air yang kurang panas membuat proses pelarutan sangat lama.
4) Pengeboran yang kurang tepat (tidak simetris) mengakibatkan pemasangan komponen
menjadi sulit dan lama khususnya pada pemasangan soket IC pada driver coloum yang
mempunyai pin (kaki komponen) banyak.
5) Pemasangan kaki komponen yang terbalik khususnya kumponen IC dan komponen yang
memiliki polaritas seperti Elco sehingga akan mengakibatkan komponen tidak bekerja .
6) Penyoderan yang lama mengakibatkan panasnya komponen sehingga mengakibatkan
komponen yang sensitive terhadap panas menjadi rusak , serta penyolderan yang terlalu
banyak timahnya mengakibatkan tersambungnya jalur pada PCB yang berdekatan dan
terlalu sedikit timah mengakibatkan komponen yang sudah terpasang akan mudah lepas
dan/atau kaki komponen tidak menyambung dengan papan PCB.

3.4. Cara Kerja Alat


1) Catu Daya
Dalam catu daya tegangan input 220 volt AC diturunkan dengan trafo step-down menjadi 9
volt AC. Kemudian tegangan output dari trafo masuk ke diode brigde dengan siklus negative dan
siklus positif. Didalam diode brigde ini tegangan disearahkan menjadi tegangan DC dimana keluaran
dari diode brigde masih berupa tegangan DC yang kasar ( belum murni ). Kemudian tegangan hasil
penyearahan masuk ke kepasitor 2200 µF untuk difiter agar tegangan menjadi lebih halus kemudian
masuk ke regulator,fungsi dari regulator ini adalah membatasi tegangan agar tegangan ke sistem tidak
kelebihan sehingga tidak merusak komponen,setelah itu ada kapasitor lagi yang berfungsi menyaring
tegangan yang mungkin masih lolos dari penyaringan kapasitor pertama (bay pass) ,kapasitor ini
memiliki kapasitansi 100µF dari catu daya ini diperoleh tegangan output 5 volt yang akan dialirkan
kesemua system.
2) Sistem Minimum ( SISMIN )
System minimum terdiri dari mikrokontroler dengan jumlah pin 40 yang dibagi menjadi 4
buah port kaki 1-10 port 1 dengan kaki 1 menuju ke driver baris(IC UDN 2981),kaki 11-20 adalah port
3 dengan kaki ke 20 adalah ground,kaki 21-30 termasuk kedalam port 2 dan port 0 terdiri dari kaki 31-
40 dengan kaki ke-40 adalah vcc dengan catuan 5 volt dan pada port 0 ini dipasang resistor pack A.472
karena pada IC NCS51 keluaran port 0 tidak stabil.IC NCS51 ini berfungsi untuk akses secara input
dan output,didalam sismin terdapat X-Tal 11,0592MHz,yang artinya setiap instruksi dikerjakan selama
1µs.X-Tal berfungsi sebagai clock karena pada IC NS51 tidak memiliki clock internal sehingga
dibutuhkan clock eksternal yang berfungsi mengatur waktu kerja system.Push botton ini berfungsi
untuk mengatur program ke set awal.
3) Cara Kerja Driver Kolom
Secara umum driver kolom berfungsi sebagai pengatur kerja running text (nyala-mati LED).
IC 74LS08 berfungsi sebagai gerbang AND. IC 74LS08 menghasilkan logika 1 ya ng kemudian
diteruskan ke IC ULN 2003 pada kaki ke-1 yang terhubung LED. Kaki positif LED terhubung dengan
kaki 1 IC, sedangkan kaki negatif LED terhubung ke catu daya. Catu daya mengirimkan logika 1 dan
kaki IC mengirim logika 1 sehingga LED menyala. Lalu kaki IC ke -1 non-aktif (kondisi reset)
sehingga mengirim logika 0 dan LED tidak menyala. Dilanjutkan ke kaki IC ke-2 dan begitu
seterusnya. Setelah IC terakhir, maka IC ULN 2003 akan terus me -reset hanya pada IC terakhir (tidak
kembali ke IC ULN 2003 pertama) sehingga LED akan menyala pada IC terakhir saja. Pada simulasi,
yang bergerak adalah LED kondisi OFF sedangkan pada kenyataannya yang bergerak adalah LED
kondisi ON.
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN

4.1. Simpulan
Dari hasil pengerjaan proyek maka dapat disimpulkan bahwa :

a. Software Protel DXP yang digunakan sangat membantu dalam melaksanakan proyek tugas
besar ini dan membantu dalam proses perancangan dan pembuatab jalur rangkaian..
b. Dalam proyek tugas besar kali ini telah dibuat rangkaia n Running Text yang berbasis
AT89S52 yang terdiri dari catu daya, SISMIN, driver kolom, dan LED display.
c. Dalam pembuatan rangkaian running text ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu
perancangan, transfer jalur rangkaian ke PCB, pengeboran, penyolderan dan trouble
shouting.
d. Pemasangan komponen pada rangkaian harus sesuai dengan polaritas dari komponen agar
tidak terjadi kesalahan pada rangkaian yang dapat menyebabkan kerusakan pada Running
Text yang dibuat.

4.2. Saran
a. Sebaiknya laporan yang dibuat sesuai dengan alat yang dibuat saat praktikum.
b. Menjelaskan lebih rinci dan detail lagi tentang blok diagram proyek yang dibuat.
c. Waktu pengerjaan laporan lebih lama agar pembuatan laporan lebih maksimal.
d. Sebaiknya laboratorium bengkel lebih rapi dan bersih agar saat melakukan praktikum
lebih nyaman dan kondusif.
Daftar Pustaka

Asisten . 2007 . Modul Praktikum Bengkel Mekanika . Bandung : B-Mechatronic Laboratoria STT Telkom

Asisten . 2008 . Modul Praktikum Bengkel Elektronika . Bandung : B -Mechatronic Laboratoria IT Telkom

www.alldatasheet.com

www.datasheetarchive.com
Lampiran
Data Sheet Mikrokontroler AT89S52
Lampiran
Data Sheet UDN 2981
Lampiran
Data Sheet ULN 2003
Lampiran
Data Sheet Regulator 7805
Lampiran
Data Sheet 74LS08
Lampiran
Data Sheet MC74HC4017
Lampiran
Rangkaian Catu Daya
Lampiran
Rangkaian Sistem Minimum
Lampiran
Rangkaian Driver Kolom