Anda di halaman 1dari 4

Latar belakang

Faktor lingkungan, baik yang biotik maupun yang abiotik, selalu


mengalami perubahan. Perubahan ini dapat terjadi secara tiba-tiba ataupun secara
perlahan. Manusia dengan pengetahuannya mampu mengubah keadaan lingkungan
sehingga menguntungkan dirinya, guna memenuhi kebutuhannya.
Mula-mula, pengaruh manusia terhadap lingkungannya dan keseleraanya
ini tidak terlalu besar, alam masih sanggup membuat keseimbangan baru akibat
perubahan yang dibuat oleh manusia. Namun, apa yang terjadi kemudian sangatlah
mencemaskan kita semua. Manusia, karena evolusi kebudayaannya melahirkan ilmu
dan teknologi yang terkadang sekalipun belum dikuasai sepenuhnya telah digunakan
secara luas, bukanlah hal yang mustahil justru menghacurkan kemampuan alam untuk
memulihkan diri. Mulailah manusia melepaskan diri dari ketergantungan pada alam
sekitarnya. Dia merasa bahwa alam diciptakan untuk manusia dan karena itu alam
haruslah ditaklukan untuk kepentingannya. Intervensi manusia terhadap lingkungan
terhadap ekosistem semakin dalam dan rumit,semuanya itu demi kesenangannya.
Semakin tinggi kualitas lingkungan bagi dirinya , jumlahnya pun semakin meningkat.
Terlihat bahwa populasi manusia yang berkembang dengan pesat ini, didampingi oleh
perubahan lingkungan yang terus-menerus, akhirnya perlu mendapatkan perhatian
dan tindakan bersama yang terencana dan terkoordinasi sehingga janganlah sampai
menjurus ke arah yang dapat membahayakan kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Perlu juga diingat bahwa kita hanya punya satu Bumi dan Bumi ini tidak pernah
bertambah luas permukaannya.
1. Lingkungan Hidup yang diharapkan Manusia

Semakin banyak kendaraan bermotor, maka sanagat diperlukan adanya


taman yang memberikan suasana evergreen. Hal ini dapat dicapai dengan mengisi
tanah yang tidak dipergunakan bangunan atau bentuk lain, dengan tumbuhan, flora
dan fauna khusus dirawat dan dijaga kelestariannya. Tempat demikian disebut Taman
Nasional .

2. Macam Sumber Daya Alam

Dari sekian banyak sumber daya alam yang tersedia, kita dapat
mengelompokkan menjadi dua golongan, yaitu sumber daya alam berupa mahluk
hidup( sumber daya alam biotik ) dan sumber daya alam berupa benda tidak
hidup(sumber daya alam abiotik).

3. Konservasi Sumber Daya Alam

Akibat dari penggunaan sumber daya alam yang tidak bijaksana, dalam arti
tidak memperhitungkan faktor lingkungan, timbullah masalah besar bagi manusia
sendiri. Misalnya, erosi, banjir, polusi, dan punahnya spesies hewan atau tumbuhan
tertentu dari permukaan bumi. Untuk itu, perlu adanya usaha yang bijaksana dengan
tujuan agar sumber daya alam tersedia sebanyak mungkin. Usaha ini kita kenal
sekarang sebagai usaha konservasi lingkungan. Dengan membuat sesedikit mungkin
tanah yang gundul, maka bahaya erosi dapat dikurangi. Tanaman rumput merupakan
salah satu tanaman yang baik untuk mengikat tanah agar tetap tinggal ditempatnya.
Lebih baik lagi jika lereng bukit dapat dihutankan dengan pohon kayu yang sekaligus
dapat diambil hasilnya, dan disamping tanah menjadi subur kembali berkat terjadinya
kembang tanah(humus). Usaha yang dipergunakan untuk mengawetkan atau
mengontrol air antara lain dengan pembuatan/sidetan irigasi yang baik.

5. Pertumbuhan Penduduk dan Sumber Daya Alam

Penduduk Bumi pada tahun 1975 diperkirakan berjumlah 3967 juta, tahu 1991
berjumlah 5 miliar, dan pada tahun 2000 diperkirakan mencapai 6253 juta jiwa.
Pertambahan penduduk yang pesat tersebut sudah dapat dipastikan akan
meningkatkan keperluan sumber daya alam bagi manusia. Sampai pada saat ini,
hampir diseluruh bagian Bumi telah banyak ditemukan sumber daya alam mineral,
dan bahan tambang lainnya.
6. Macam Polusi dan Bahayanya

a. Polusi Udara

Pada saat ini, masalah polusi udara telah menimbulkan kekhawatiran banyak
penduduk, terutama yang tinggal di kota besar dan daerah industri. Polusi udara
mempunyai sumber yang beranekaragam. Dari kendaraan bermotor dikeluarakan
polutan ke udara dalam bentuk gas: karbon monoksida (CO), nitrogen oksida,
belerang oksida, hidrokarbon, dan partikel padat. Disamping itu, masih terdapat lagi
sumber polusi udara, misalnya pabrik besi baja, penyulingan minyak bumi, dan
pabrik petrokimia. Menurut data yang diperoleh dari penelitian menunjukan bahwa
polusi udara telah banyak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan lebih jauh
lagi telah banyak menimbulkan kematian.
Karbon monoksida dapat menyebabkan pekerjaan darah ( butir darah merah ) atau
hemoglobin terganggu. Akibatnya, tubuh akan mengalami kekuranan oksigen yng
sangat vital sehingga jantung dan paru – paru akan bekerja lebih keras lagi untuk
memberikan oksigen. Pengaruh ini sehingga akan terjadi gangguan pada proses
pernapasan.Gas nitrogen oksida mempunyai pengaruh sama seperti gas karbon
monoksida, yaitu mempengaruhi kemampuan dalam mengikat dan mengangkut
oksigen.
Belerang dioksida banyak menimbulkan penyakit pada saluran pernapasan,
misalnya, asma, bronchitis yang sering diikuti dengan timbulnyaa emphysema, di
mana alveoli cenderung menjadi bersatu sehingga mmperkecil permukaannya.

b. Polusi Air dan Tanah

Sisa pestisida dalam tanah dapat menimbulkan banyak masalah pertanian .


pengaruh ini tampak pada tanaman yang ditanam pada masa tanam berikutnya,
atau dapat membinasakan mikroorganisme tanah.

c. Polusi Suara

Kebisingan yang berlangsung sehari-hari terutama di kota – kota besar, dengan


berkembangnya teknologi dan pertumbuhan penduduk yang pesat diperkirakan akan
meningkat dua kali lipat dalam waktu 20 tahun mendatang. Akibatnya yang akan
timbul adalah hilangnya daya pendengaran secara permanen bila seseorang
menedengar suara dengan kekuatan yang tinggi.
SARAN

Pencemaran fisik tidak semata-mata karena manusia mengeksplorasi lingkungan


fisik. Pada hakikatnya, bentuk pencemaran yang ada adalah karena adanya
pencemaran moral. Untuk mennangulangi pencemaran secara menyeluruh, harus
dilakukan perbaikan terhadap pencemaran moral dan mengembangkan sifat mental
manusia terhadap pengenalan dan pemahaman kembali seluruh nilai-nilai yang
terkandung dalam hubungan manusia dan lingkungannya.
Kebangkitan materialisme, renainsance, rasionalisme, kapitalisme, serta pemujaan
hasil-hasil ilmu pengetahuan teknologi tidak akan memecahkan persoalan jika
manusia tidak kembali kepada kebenaran mental dan moral. Apapuun revolusi yang
dilakukan tidak akan memecahkan masalah, kecuali manusia kembali kehakikat
manusiawi yang serasi dengan hukum kelestarian lingkungan hidup.