Anda di halaman 1dari 5

PENGUJIAN CACAT LASAN DENGAN MENGGUNAKAN SINARMX

Djuhana

Puslitbang KIM-LIPI, Kawasan Puspiptek Serpong - Tangerang

ABSTRAK

PENGUJIAN CACAT LASAN DENGAN MENGGUNAKAN SlNAR-X. Pengujian cacat lasan dengan menggunakan sinar-X telah dilakukan. Benda uji yang dibuat adalah dan bahan pelat baja karbon rendah dengan tebal4,6,8,10, dan 12 mm kemudian dibuat sambungan dengan eara dilas. Setelah itu benda uji diperiksa dengan menggunakan sinar-X dan dengan menggunakan ftlm Agfa 07. Hasil pengujian menunjukkan densitas film rata-rata 1,8 dan ditemukan cacat lasan seperti cacat retal<, porositas, dan lubang jarum.

ABSTRACT

WELDING DEFECT TESTING BY USING X·RA Y. Welding defect testing by uSing X-ray has been carried out Sample is invented from low carbon steel material plate with thickness 4,6,8,10,and 12 mm, then invented joint with by weld. Then sample inspected by using X-ray and by using Agfa D7 film. The result examinations show film density 1,8 and crack, porosity, and worm hole defect.

PENDAHULUAN

Sebelum terjadi krisis ekonomi pembangunan pabrik di dalam negeri cukup banyak. Salah satu pabrik yang dibangun adalah pabrik pengolahan grafit yang didirikan di daerah Ciligon. Pabrik tersebut merupakan proyek kerja sarna antara penanam modal asing dari Australia dan penanam modal dalam negeri.

DaJam pembangunan pabrik tersebut dibutuhkan beberapa komponen mekanik diantaranya adalab saluran (duefing) untuk tempat aliran bahan baku grafit, Saluran tersebut akan dibuat dari bahan pelat baja karbon rendah dan dibuat bentuk silinder dengan cara dirol dan disambung dengan menggunakan lasan.. Berdasarkan spesifikasi teknis yang diminta sambungan lasan harus diperiksa dengan radiografi.

Sebelum pekerjaan dimulai, terlebih dahulu dilakukan uji fungsi terhadap alat-aIat yang akan digunakan seperti alat pengelasan dim alat pengujian seperti alat sinar-X (X-ray) serta alat uji tank dan kekerasan. Untuk mendukung kegiatan tersebut peralatan harus dipersiapkan sebaik mungkin. Salah satu pengujian yang akan disampaikan adalah uji fungsi alat sinar-X

Sejak tahun 1982 Puslitbang KIM-LIPI mendapat bantuan peraIatan dari Jerman Barat. Salah satu bantuan peralatan NDT adalah sinar-X merk Philips tipe MG 160 kapasitas 160 kV. Alat tersebut dapat menguji bahan untuk baja setebal 40 mm dan alumunium 220 mm.

Untuk melakukan uji fungsi sinar-X adalah dengan melakukan pengujian terhadap benda uji lasan.

~ 2g J-.:. 2000

Bahan benda uji dari bahan flat best karbon rendah kemudian . dilas dengan menggunakan las busur listrik eJektrode terbungkus (Shielded Metal Arc welding SMA W) Ialu basil lasan dilakukan pengujian dengan menggunakan sinar-X selanjutnya film basil sinar-X dieva1uasi

Makalah ini bertujuan untuk mengetahui fungsi alat sinar-X dengan melakukan pengujian benda uji hasi11asan dari bahan pelat baja karbon rendah.

lEORIDASAR

Sinar-X adalah gelombang elektromagnetis dengan panjang gelombang antara 0,01 urn dan 0,003 nm, Gelombang ini dihasilkan oleh tabung Coolidge. Tabung ini terdiri atas filamen yang dipanaskan dalam tabung gel as hampa. Filamen yang dipanaskan (kathade) melepaskan elektron yang dipercepat bergerak menuju target tungsten (anode) oleh adanya perbedaan potensial melebihi 100 kV. Dari energi yang timbul karena benturan keras itu, 99 % berubah menjadi panas dan sekitar I % menjadi sinar-X melalui perubahan selubung elektron tungsten. [1,2].

Absorsi radiasi oleh benda padat adalah bila sinar-x menembus bahan padat, sebagian akan terserap, bila tebal bahan bertambah, radiasi yang tembus berkurang secara eksponensial, f.J adalah koefisien absorpsi linier yang bergatung pada bahan dan energi radiasi.

131

kato

Gambar-1 Sistem peralatan sinar-X

Gambar -2 Absorsi radiasi oJeh benda padat

METODE PERCOBAAN

Bahan yang digunakan untuk percobaan ini adaIah dari pel at baja karbon rendah, ukurannya 50 x 200 mrn dan tebalnya 4,6.8. 10, dan 12 mm masing-masing jumlahnya 2 buah. Kemudian bahan yang tebalnya sarna dilas menjadi 5 buah benda uji dengan menggunakan mesin las busur listrik elektrode. Selanjutnya benda uji di uji dengan menggunakan sinar-Xdan dengan menggunakan film Agfa D7. Susunan peralatan sinar-X ditunjukkan pada gambar-3.

-
0
X "')"Iulx:
~ = : weter hoses
J l.
I Control unit I
380V
... I I 220
r-t"" HW_ Mains
160~V supply unit
HTGen=!o< t-- I

V

Peralatan yang digunakan adaIah sinar-X tipe MG 160 rnerk Philips kapasitas 160 kV. Spesifikasi teknis peralatan yang digunakan dapat dilihat pada tabel-l [3] .

Tabel -1 Spesifikasi teknis peralatan sinar-X

Unit Spesifikasi teknis
Control unit Power SIIPly 3 kW
Input current 21 rnA (max
Berat dan ukuran 35 kg,
483x398x620 rnm
Tegangan 380V (max) 50/60 Hz
,200 V(max)50/60 Hz
H. T. Generator Arus luaran 45 rnA (max)
Berat 221 kg
X-ray tube Tegangan tube 16-160 kV
Daya luaran max 3 kW
Fokus spot 3x3 mm,jil1e
O,4xO,4 mrn
Laju aliran air yang dibutuhkan
4 l/menit
Ukuran dan berat dia. 100 rum,
panjang 5] 0 mm
dan 8kg Cara percobaan yang diJakukan pertama-tarna set-up jarak antara sumber dengan benda uji sejauh 700 mm, kemudian menernpatkan penny diatas benda uji, selanjutnya menempatkan film di bawah bend a uji, JaJu penyinaran benda uji dengan sinar-X dengan waktu penyinaran, tegangan, dan arus seperti pada tabeI-2. Setelah film kering selanjutnya film di cuci, setelah itu flIm diperiksa dengan alat viewer dan dilakukan pengukuran densitas dengan densitometer.

Sinar-X

L.--_iiiiiiiiii!!iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii_"""f..f-- Benda uji

"

Film

Gambar-3 Susunan alat sinar-X Gambar-4 Set-up pengujian

132 ~ 2S1 J"""", 2000

Tabel-2 Walctu penyinaran,tegangan,dan arus

No. Tebal bahan Walctu Tegangun Arus
. penyinaran
(mrn) (menit.detik ) (tv) (rnA)
J 4 2 75 19
2 6 420 75 19
3 8 10 75 19
4 10 2.5 ]00 19
5 12 440 100 19 BASU. PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN

Pengujian yang telah dilakukan dengan menggunakan sinar-X merk Philips tipe MG 160, pemeriksaan densitas film diperoleh rata-rata 1,8 dan hasil pemeriksaan cacat lasan dapat dilihat pada Tabel- 3.

T abel-3 Hasil pengujian lasan

No. benda uji Teba! bahan (mm) Cacatlasan
I 4 Retak (c;--ack)
2 6 Lubang cw;ing (wonn hole)
3 8 Retak (crack)
4 10 Porositas (porocily)
5 J2 Lubang cacing (wonnhole) Dari data hasil pengujian pada tabel-J . Pada benda uji nomor-l pada alur lasan terdapat cacat lasan berupa cacat retak (crack) posisi melintang, Hal ini disebabkan oleh busur api yang panjang dan elektroda dan batang yang tidak tepat. Pada benda uji nornor 2 dan 12 terdapat cacat lasan lubang cacing sepanjang alur

lasan, Hal ini disebabkan oleh gas dan uap lembab dan pelat kotor, juga panjang busur api yang panjang. Pada benda uji nomor-J terdapat cacat crack. Hal ini disebabkan oleh arus terlalu rendah. Hasil penyinaran ditunjukkan pad a lampiran.

KESlMPULAN

Dan hasil eksperimen dan pembahasan yang telah dilakukan untuk mengetahui fungsi alat sinar-X dapat disimpulkan bahwa secara umum alat sinar-X berfungsi dengan baik, Hal ini ditunjukkan dengan hasil pengujian lasan menghasilkan densitas film 1,8 dan cacat retak, porositas, dan lubang jarum,

DAFfAR PUSTAKA

[J] Alexander W.O., Essential Metallurgy for Engineers, atau Dasar Metalurgi

[2] untuk rekayasawan, Tetjemahan Sriati Djaprie, PT.

Gramedia, Jakarta, 1990.

[3] Hanns, Werkstoffkunde fur Praktiker atau Pengetahuan Bahan untuk Industri, Terjemahan Drs. Daryanto, PT Bina Mitra Plaosan, Jakarta, 1994.

[4] Buku petunjuk pemakaian alat sinar-X tipe MeN merk Philips DIN 54111 part 1, Testing of Metallic Welds by X-Rays or Gamma Rays, Radiographic Techniques.

[5J Wiryosumarto, H dan Okumura, T., Teknologi Pengelasan Logam, PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 1979.

TANYA -JAWAB

Penanya : Dian (P3TIR - BATAN):

I. Berapa jarak sinar X ke bahan?

2. Apakah hanya lasan yang bisa diukur?

3. Bagaimana bila bahan yang diuji bentuknya panjang? (misal berupa pipa?

Jawaban :

1. Untuk percobaan ini 700 mm, tergantung tebal bahan.

2. Bisa hasil coran.

3. Bisa dilakukan,

Penanya : LeJy H (P2TIR - BAT AN):

1. Bahan apa saja yang dapat diukur dengan sinar X?

2. Apakah digunakan jarak dari intensitas tertentu dalam pengukuran?

3. Apakah alat ini portable, bisa dibawa ke tempat pengukuran?

Jawaban:

L Alumunium, baja

2. Ya

3. Alat ini portable.

133

Penanya: Nani Suryani

1. SampeJ dari mana saja yang pernah diperiksa?

2. Apakah uji ini bisa memprediksi umur bahan?

3. Apakah pengujian ini bisa untuk pengukuran tegangan sisa?

4. Apakah ada perbedaan hasil pengujian antara bahan yang bam dilas dengan bahan lama pengelasan?

Jawaban:

1. Sambungan .Ias~lasan, komponen hasil eouting.

2. Tidak bisa, alat ini hanya menguji baja.

3. Tidak bisa.

4. Sarna, tidak terpengaruh.

Penanya : Reinhard Pardede (pSJMN - BAT AN) I. Hal-hal barn pada sampe1 baja karbon.

Jawaban :

1. Baja karbon kurang baik jika disambung dengan pengelasan

Penanya: Adolf(p3m - BATAN):

1. Apa yang bisa diamati dengan sinar X ini? Khususnya cacat apa saja?

Jawaban :

Yang bisa diamati pada caeat ini adalah caeat crack., perositas dan caeat lain.

Penanya: Edy Mulyana (P3TIR ~ BATAN)

1. Dalam pembaeaan film radiografi untuk melihat caeat pada las-lasan lebih mudah mana menggunakan sinar X atau Co-60?

2. Sampai ketebalan berapa mili sinar X digunakan dalam radiografi sehinggga hasilnya dapat diterima dengan baik?

Jawaban:

1. Dua-duanya mudah untuk dilihat.

2. Untuk a1at ini baja bisa 4 em

134

~2gJ~2000

Benda uji no.I

Benda uji no.2

Benda uji no.3