Anda di halaman 1dari 4

INDUKTANSI SENDIRI, INDUKTANSI SILANG

DAN HUKUM LENZ


Mar’atus Sholihah / 10630016

Siti Maryamah / 106300

Dalam pembahasan kita mengenai induktansi bersama kita meninjau dua rangkaian
bebas yang terpisah; sebuah arusdalam satu rangkaian menciptakan medan magnetik, dan
medan ini menimbulkan sebuah fluks yang melalui rangkaian kedua. Jika arus dalam
rangkaian pertama berubah, maka fluks yang melalui rangkaian kedua berubah, dan tge
diinduksi dalam rangkaian kedua itu.
Sebuah efek terkait yang penting terjadi walaupun jika kita hanya meninjau sebuah
rangkaian tunggal yang terisolasi. Bila ada sebuah arus yang hadir dalam sebuah rangkaian,
arus tersebut menimbulkan medan magnetik yang menyebabkan fluks magnetik melalui
rangkaian yang sama; fluks ini berubah bila arus berubah. Jadi setiap rangkaian yang
mengangkut arus yang berubah akan mempunyai sebuah tge yang diinduksi di dalamnya oleh
perubahan magnetiknya sendiri. Tge seperti itu dinamakan tge induksi-sendiri (self-induced
emf). Menurut hukum Lenz sebuah tge induksi-sendiri selalu menentang perubahan arus yang
menyebabkan tge sehingga membuat cenderung lebih sukar untuk terjadinya sebuah arus.
Karena alasan ini, maka tge induksi-sendiri dapat sangat penting seandainya ada sebuah arus
yang berubah-ubah.
Tge induksi-sendiri dapat terjadi dalam sembarang rangkaian karena akan selalu ada
fluks magnetik yang melalui simpul tertutup dari sebuah rangkaian yang mengangkut arus.
Tetapi efek itu menjadi sangat besar jika rangkaian itu memasukkan sebuah koil dengan N
lilitan kawat. Sebagai akibat dari arus i, ada sebuah fluks magnetik rata-rata ФB yang melalui
setiap lilitan kecil. Analogi untuk mendefinisikan induktansi-sendiri adalah sebagai berikut :
N ФB
L= ... (induktansi-sendiri)
i
Bila tidak ada bahaya dengan induktansi bersama, induktansi sendiri juga dinamakan
induktansi (saja). Satuan untuk induktansi sendiri sama dengan induktansi bersama, yaitu
Henry.
Jika arus i dalam rangkaian berubah, maka fluks ФB juga berubah; laju-laju perubahan
itu dikaitkan dengan :
d ФB
N = L di
dt
dt
Dalam hukum Faraday untuk koil dengan N lilitan, tge induksi-sendiri adalah
d ФB
ε=-N , sehingga diperoleh :
dt
di
ε=-L
dt
... (tge induksi-sendiri)
Tanda minus adalah refleksi dari hukum Lenz; hukum itu mengatakan bahwa tge
induksi-sendiri dalam sebuah rangkaian menentang setiap perubahan arus dalam rangkaian
tersebut.
Sebuah alat rangkaian yang dirangkai mempunyai induktansi tertentu dinamakan
induktor. Seperti resistor dan kapasitor, induktor adalah elemen antara rangkaian elektronika
modern yang sangat diperlukan. Tujuannya adalah untuk menentang setiap perubahan arus
yang melalui rangkaian itu. Sebuah induktor dalam rangkaian arus searah membantu untuk
mempertahankan sebuah arus tunak atau arus tetap meskipun terjadi fluktuasi tge yang
diterapkan; dalam rangkaian arus bolak-balik, sebuah induktor cenderung menekan
perubahan arus yang lebih cepat dari yang diinginkan.
Untuk memahami rangkaian yang mengandung induktor, kita perlu mengembangkan
sebuah prinsip umum, yang analog dengan kaidah simpal Kirchoff. Untuk mengaplikasikan
kaidah tersebut, kita bergerak mengelilingi sebuah simpal konduksi, dan kita mengelilingi
simpal. Jumlah aljabar dan selisih-selisih mengelilingi setiap simpal tertutup harus sama
dengan nol karena medan listrik yang dihasilkan oleh muatan yang didistribusikan di
sekeliling rangkaian itu adalah konserfatif. Kita menyatakan medan konserfatif seperti itu
sebagai ⃗Ec .

Bila sebush induktor dimasukkan dalam suatu rangkaian situasinya berubah. Medan
listrik yang diinduksi secara magnetik di dalam koil induktor tidak konserfatif; kita akan
menyatakan dengan ⃗ En . Kita perlu memikirkan secara singkat hati-hati mengenai peranan
dari berbagai medan itu. Marilah kita menganggap bahwa kita berurusan dengan induktor
yang koilnya mempunyai hambatan yang dapat diabaikan. Maka sebuah listrik yang sangat
kecil diperlakukan untuk membuat muatan bergerak melalui koil-koil tersebut, sehimgga
Ec + ⃗
medan listrik total ⃗ En di dalam koil itu harus sama dengan nol, walaupun tidak ada di
antara medan-medan itu yang secara individu sama dengan nol. Karena ⃗ Ec tidak sama dengan
nol, maka kita mengetahui bahwa harus ada pengumpulan muatan pada terminal-terminal
induktor dan pada permukaan konduktornya, untuk menghasilkan medan ini

Soal-soal penyelesaian
1. Sebuah selenoida teroida berinti udara dengan luas penampang A dan jari-jari rata-rata
r dililit secara rapat dengan N lilitan kawat. Tentukanlah induktansi sendirinya L.
Anggaplah bahwa B adalah homogen melalui sebuah penampang (yakni, abaikanlah
perubahan B dengan jarak dari sumbu toroida itu).

PENYELESAIAN dari persamaan yang mendefinisikan induktansi, maka L = NФBᶴi


¿
sedangkan besar medan di suatu jarak r dari sumbu toroida adalah B = µ0∋ 2 π r ¿ .
Jika kita menganggap bahwa medan itu mempunyai besar ini pada keseluruhan luas
penampang A, maka fluks magnetik yang melalui penampang itu adalah
µ NiA
ФB = BA = 0
2π r
Fluks ФB adalah sama melalui setiap lilitan, dan induktansi-sendiri L itu adalah
N ФB µ0 N 2 i
L= =
i 2π r
Misalkan N = 200 lilitan, A = 5,0 × 10-4 m2, dan r = 0,10 m; maka
( 4 π ×10−7 Wb / A ∙m ) ( 200 )2 ( 5,0× 10−4 m2 )
L=
2 π ( 0.10 m )
= 40 × 10−6 H = 40 µH

2. Jika arus dalam selenoida toroida dalam contoh nomer 1 bertambah secara homogen
dari nol ke 6,0 A dalam waktu 3,0 µs, cari besar dan arah tge induksi-sendiri itu

PENYELESAIAN kecepatan perubahan arus selenoida itu adalah


di 6,0 A
106 A / s
dt 3,0× 10−6 s = 2,0 ×
=

di
|ε| = L||
dt
= (40 × 10−6 H)(2,0 × 10−6 A/ s) = 80 V

3. Sebuah arus tetap 2 A di dalam kumparan dengan 400 putaran menyebabkan fluks
10−4 Wb menghubungkan (melewati) lilitan-lilitan kumparan. Hitunglah
a) ggl balik induksi rata-rata dalam kumparan jika arus dihentikan selama 0,08
det
b) induktans kumparan
c) energi yang tersimpan di dalam kumparan

PENYELESAIAN

∆ ФM (10¿¿−4 – 0)Wb
a) |ε| = N | |
∆t
= 400
0,08 det
¿ = 0,5 V

∆i ε∆t ( 0,5V ) (0,08 det )


b) |ε| = N | |
∆t
atau L = | |
∆i
=
( 2−0 ) A
= 0,02 H

1 1
c) Energi = LI2 = (0,02 H)(2 A)2 = 0,04 J
2 2

4. Sebuah selenoida dengan inti udara panjang memiliki luas penampang melintang A
dan N loop kawat pada panjang selenoida d. Tentukan
a) Induktans dirinya
b) Induktansnya jika medium intinya memiliki permeabilitas µ

PENYELESAIAN

a) Kita menulis
∆ ФM Δi
|ε|=N
∆t | |dan |ε|=L
Δ t | |
Dengan menyetarakan kedua pernyataan ini untuk |ε| menghasilkan
∆ ФM
L=N
∆t | |
Jika arus berubah dari nol ke I, maka fluks tersebut berubah dari nol ke Ф M .
Maka, dalam hal ini Δi = I dan ΔФ M = Ф M . Maka induktans diri, yang
diasumsikan konstan untuk semua kasus, adalah
ФM BA
L=N =N I
I
Tetapi, untuk selenoida inti udara, B = μ0nI = μ0(N / d)I. Substitusi
menghasilkan L = μ0 N 2 A /d
b) Jika medium inti memiliki permeabilitas µ dan bukannya μ0, maka B dan L,
akan bertambah dengan faktor μ/ μ0. Sehingga L = μ0 N 2 A /d. Sebuah
selenoida inti-besi memiliki induktans diri jauh lebih tinggi dibandingkan
selenoida inti-udara.

5. Sebuah selenoida sepanjang 30 cm dibuat dengan menggulung kawat sebanyak 2000


lilitan pada sebuah batang besi yang luas penampang melintangnya adalah 1,5 cm2.
Jika permeabilitas relatif besi 600, berapakah induktans diri selenoida tersebut?
Berapakah ggl rata-rata yang diinduksikan di dalam selenoida ketika arus di dalamnya
menurun dari 0,60 A menjadi 0,10 A dalam waktu 0,030 detik?

PENYELESAIAN melihat dari soal 4(b) di mana kM = μ/ μ0,


k M μ0 N 2 A ( 600 ) ( 4 π ×10−7 T ∙ m/ A ) ( 2000 )2 (1,5× 10− 4 m 2 )
L= = = 1,51 H
d 0,30
dan
Δi 0,50 A
|ε| = L | |
Δt
= (1,51 H)
0,030 det
= 25 V