Anda di halaman 1dari 14

Prosedur dan Metode KLHS

Oleh:
Sunardi
Pusat Penelitian Sumberdaya Alam dan Lingkungan
(Institute of Ecology)
LPPM - UNPAD

Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010


Prosedur generik KLHS

• SEA can be described as a family of approaches using a variety


of tools, rather than a sinle, fixed and prescriptive approach
(OECD 2006; Partidario 2000)
• Tidak ada satu cara/pendekatan/teknik universal untuk KLHS
• KLHS dapat disusun dgn berbagai cara, bentuk, bahkan nama
• Pendekatan yang baik adalah pendekatan yg tailor-made

Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010


Prosedur KLHS menurut pendekatan
KLHS dgn Kerangka AMDAL KLHS sbg Penilaian Kajian Terpadu utk
Keberlanjutan Lingkungan Penilaian Keberlanjutan
EIA Mainframe SEA Environmental Sustainability Integrated Assessment for
Appraisal or Environmental Sustainability, or Sustainability
Appraisal Appraisal
1. Penapisan 1. Penapisan awal 1. Identifikasi masalah

2. Pelingkupan 2. Analisis efek lingkungan 2. Tetapkan tujuan yg hendak


dicapai
3. Dokumen lingkungan hidup a. Lingkup & karakter efek 3. Kembangkan alternatif atau
(KLHS) potensial pilihan KRP untuk mencapai
tujuan
4. Partisipasi masyarakat b. Kebutuhan penanggulangan 4. Analisis dampak sosial, ekonomi
efek & lingkungan hidup dari KRP
5. Konsultasi c. Lingkup & karakter residual 5. Bandingkan manfaat & kerugian
dr setiap
6. Pengambilan keputusan d. Tindak lanjut, termasuk 6. Paparkan bagaiamana
pemantauan efek pemantauan & evaluasi
diimplementasikan
7. Pemantauan & tindak lanjut e. Kepedulian masyarakat &
parapihak
Sumber: UNECE (2003) Sumber: CEAA (2004) Sumber: European Commission
Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010
(2005)
• Prosedur berbasis AMDAL (EIA Mainframe) dibakukan sebagai protokol
KLHS oleh United Nations Economic Comission for Europe (UNECE)

• Tidak berbeda jauh dgn prosedur European Community melalui SEA


Directive

• Di Indonesia, prosedur KLHS belum dibakukan; disarankan mengikuti


prosedur yg dibakukan UNECE

Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010


PROSEDUR GENERIK KLHS

Penapisan (Screening)

• Proses penapisan dilakukan untuk menentukan wajib /tidaknya KLHS bagi


suatu KRP
• KRP tertentu berdasarkan pertimbangan strategik, wajib KLHS tanpa
Proses Penapisan
Contoh: RPJP, RPJM, RTRW

Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010


Pasal 15 UU No. 32 Tahun 2009
(1) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip
pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu
wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.

(2) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib melaksanakan KLHS sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ke dalam penyusunan atau evaluasi:
a. rencana tata ruang wilayah (RTRW) beserta rencana rincinya, rencana pembangunan jangka
panjang (RPJP), dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) nasional, provinsi, dan
kabupaten/kota; dan

b. kebijakan, rencana, dan/atau program yang berpotensi menimbulkan dampak dan/atau risiko
lingkungan hidup.

(3) KLHS dilaksanakan dengan mekanisme:


a. pengkajian pengaruh kebijakan, rencana, dan/atau program terhadap kondisi lingkungan hidup di
suatu wilayah;
b. perumusan alternatif penyempurnaan kebijakan, rencana, dan/atau program; dan
c. rekomendasi perbaikan untuk pengambilan keputusan kebijakan, rencana, dan/atau program
yang mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010


Jenis KRP

Penuhi kriteria
KRP tergolong wajib KLHS Ya Wajib KLHS
tanpa proses penapisan tanpa
penapisan?

Tidak

Proses Penapisan

Penuhi kriteria
KRP tergolong wajib KLHS Ya Wajib KLHS
melalui proses penapisan tanpa
penapisan?
Tidak
KRP tidak tergolong wajib
KLHS
Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010
Proses Penapisan:

Kriteria:
• Apakah rancangan KRP berpotensi mendorong timbulnya percepatan kerusakan
SDA dan pencemaran lingkungan yg kini tengah berlangsung di suatu wilayah/DAS
• Apakah rancangan KRP berpotensi meningkatkan intensitas bencana banjir,
longsor, atau kekeringan di wilayah yg saat ini tengah mengalami krisis ekologi
• Apakah rancangan KRP berpotensi menurunkan mutu air dan udara termasuk
ketersediaan air bersih yg dibutuhkan oleh suatu wilayah yg berpenduduk padat
• Apakah rancangan KRP akan menyebabkan jumlah penduduk golongan miskin
sebagai akibat adanya pembatasan baru atas akses dan kontrol thd sumber2 alam
yg semula dapat mereka akses
• Apakah rancangan KRP berpotensi mengancam keberlanjutan penghidupan
(livelihood sustainability) suatu komunitas atau kelompok masyarakat tertentu di
masa datang.

Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010


Pelingkupan:
• Pelingkupan adalah proses yg sistematis dan terbuka untuk
mengidentifikasi isu-isu penting atau konsekuensi lingkungan hidup yg
akan timbul berkenaan dgn rencana KRP
• Pelingkupan adalah focusing isu-isu

Metode yg dapat digunakan:


- seminar-diskusi
- FGD
- Workshop/lokakarya

Metode lain (sebagai pelengkap):


- daftar uji (checklist)
- matrik interaksi
- bagan alir dampak lingkungan
Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010
Dokumen KLHS:
• Dokumen KLHS memuat: identifikasi, deskripsi dan evaluasi thd
konsekuensi/pengaruh lingkungan yg signikan yg akan timbul akibat rencana KRP
• Dokumen KLHS harus memuat:
1. Pengetahuan & metode terkini yg digunakan dlm menilai pengaruh lingkungan
2. Level of detail dan muatan yg terkandung dlm rancangan KRP serta posisi KRP
dimaksud dlm pengambilan keputusan
3. Kepentingan dari masyarakat
4. Informasi yg dibutuhkan oleh institusi pengambil keputusan

Hal-hal yg harus diperhatikan dalam pengumpulan & analisis data:


1. Relevansi data dan informasi yg dianalisis dgn karakter draft KRP
2. Analisis konsekuensi/pengaruh lingkungan yg akan timbul
3. identifikasi upaya utk mencegah & menanggulangi dampak negatif dan
meningkatkan dampak positif yg akan timbul
Panduan: Aplikasi Precautionary Principles
Aplikasi hierarki pengelolaan lingkungan (pencegahan,
pengurangan, pengendalian limbah)
Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010
Partisipasi Masyarakat:
• KLHS harus melibatkan masyarakat (participative principle)
• Tingkat keterlibatan masyarakat tergantung dr level KRP
• Biasanya keterlibatan masyarakat untuk KEBIJAKAN lebih luas dan intens
dibanding pada RENCANA dan PROGRAM

• Media: survey/kuesioner, FGD, talk show, masukan terlulis dll

Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010


Pengambilan Keputusan:

KRP yang akan diputuskan harus mempertimbangkan:


- Kesimpulan-kesimpulan pokok yg termuat dlm KLHS
- Langkah-langkah pencegahan & pengendalian yg termuat dlm KLHS
- Pandangan instansi pemerintah yg bertanggung jawab di bidang LH dan
Kesehatan
- Aspirasi masyarakat

Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010


Pemantauan dan Tindak Lanjut:
Tujuan pemantauan: mengidentifikasi sejak dini dampak/konsekuensi negatif
agar dapat diambil langkah-langkah pencegahan sec memadai

Aspek yg harus dipantau:


- lingkungan hidup,
- kesehatan,
- sosial-ekonomi terkait

Sedikit negara memiliki mekanisme pemantauan untuk implementasi KRP

Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010


Pelatihan KLHS - Bandung 10-12 Nopember 2010