Anda di halaman 1dari 41

56

RPP Kelas Eksprimen

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X / II
Pertemuan ke- : I (Pertama)
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : 4. Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem,
perubahan materi dan energi, serta peranan manusia dalam
keseimbangan ekosistem.
Kompetensi Dasar : 4.1 Mendeskripsikan peranan komponen ekosistem dalam aliran
energi dan daur biogeokimia serta pemanfaatan komponen
ekosistem bagi kehidupan.
Indikator : 4.1.1 Mengidentifikasi komponen penyusun ekosistem.
4.1.2 Mengidentifikasi interaksi antarkomponen ekosistem.

I. Tujuan Pembelajaran :
Setelah proses pembelajaran selesai, siswa diharapkan dapat :
7.Menentukan komponen penyusun ekosistem berdasarkan sifatnya sesuai dengan
lingkungan yang diamati
8.Menentukan komponen penyusun ekosistem berdasarkan fungsinya sesuai
dengan lingkungan yang diamati.
9.Menentukan interaksi antarorganisme yang ada pada lingkungan yang diamati.
10.Menentukan interaksi antarpopulasi yang ada pada lingkungan yang diamati.
11.Menentukan interaksi antarkomunitas yang ada pada lingkungan yang diamati.
12.Menentukan interaksi antarakomponen biotik dengan abiotik yang ada pada
lingkungan yang diamati.
II. Materi Ajar
57

Organisme hidup di dalam sebuah sistem yang ditopang oleh berbagai


komponen yang saling berhubungan dan saling berpengaruh, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Kehidupan semua jenis makhluk hidup yang saling
mempengaruhi serta berinteraksi dengan alam membentuk keasatuan yang disebut
ekosistem.
A. KOMPONEN PENYUSUN EKOSISTEM
Komponen penyusun ekosistem dibedakan berdasarkan sifat serta fungsinya.
1. Berdasarkan Sifatnya
Berdasarkan sifatnya, ekosistem tersusun atas faktor biotik dan
abiotik.
a. Faktor Biotik
Faktor biotik adalah faktor yang meliputi semua makhluk hidup di bumi.
Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen; hewan berperan
sebagai konsumen; dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer
(pengurai). Faktor biotik juga meliputi tingkatan organisasi di dalam ekologi
yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan
organisasi tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling
mempengaruhi dan membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
1) Individu
Individu merupakan organisme tunggal, misalnya seekor tikus, seekor
kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia.
Dalam mempertahankan hidup, setiap individu dihadapkan pada masalah yang
penting. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan,
mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, dan memelihara anaknya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus,
misalnya duri, sayap, kantong, atau tanduk. Hewan juga memperlihatkan
perilaku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi untuk
mencari makanan. Keadaan struktur dan perilaku demikian disebut adaptasi.
Makhluk hidup beradaptasi terhadap lingkungannya melalui adaptasi
58

morfologi, adaptasi fisiologi, atau adaptasi perilaku.


a) Adaptasi morfologi
Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk
kelangsungan hidupnya. Contoh adaptasi morfologi antara lain sebagai berikut.
1) Gigi-gigi khusus
Gigi hewan karnivor atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat
gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa. Selain itu, juga terdapat
gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik mangsanya.
2) Moncong
Hewan pemakan semut (anteater) adalah hewan menyusui yang hidup di
hutan Amerika Tengah dan Selatan. Hewan ini mempunyai moncong panjang
dengan ujung berupa lubang kecil untuk mengisap semut dari sarangnya.
Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yang dapat dijulurkan jauh
keluar mulut untuk menangkap mangsanya.
3) Paruh
Paru burung finch memiliki bentuk bervariasi sesuai dengan bentuk
makanannya.
4) Daun khusus pada tumbuhan
Tumbuhan penangkap serangga, misalnya tumbuhan penangkap lalat
(Venus flytrap), memiliki daun berhelai ganda dengan tepi bergigi. Lalat yang
hinggap akan terperangkap pada ruang di antara helaian daun.
5) Akar
Tumbuhan gurun memiliki akar kuat dan panjang yang berfungsi untuk
menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Tumbuhan bakau memiliki
akar napas untuk mengambil oksigen dari udara.

b) Adaptasi fisiologi
59

Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk


mempertahankan hidupnya. Contohnya sebagai berikut.
(1) Kelenjar bau
Musang dapat mensekresikan bau busuk dengan cara menyemprotkan
cairan memlalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk
menghindarkan diri dari musuhnya.
(2) Kantong tinta
Cumi-cumi dan guritamemiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam.
Jika musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh
tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita.
(3) Perubahan warna pada kadal
Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya.
Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor
luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya.

c) Adaptasi perilaku
Adaptasi perilaku merupakan adaptasi yang di dasarkan pada perilaku.
Contohnya sebagai berikut.
(1) Pura-pura tidur atau mati
Beberapa hewqan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia.
Hewan ini sering berbaring dengan mata tertutup jika didekati seekor anjing.
(2) Migrasi
Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari
tempat yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan
salem dewasa yang berumur 4-7 tahun berkumpul di teluk di sepanjang pantai
barat Amerika Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan
mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya. Setelsh itu, ikan dewasa
biasa mati. Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air tawar.
Setelah menjadi lebih besar, ikan salem bergerak ke bagian hilir dan akhirnya
60

ke laut.

2) Populasi
Kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu
tertentu disebut populasi. Misalnya, Populasi pohon kelapa di Kelurahan
Tegakan pada tahun 2005 berjumlah 2.552 batang.
Ukuran populasi berubah sepanjang waktu . Perubahan ukuran dalam
populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan in dapat dihitung dengan
menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya hádala
kecepatan perubahan dalam populasi.
Dinamika populasi dapat disebabkan oleh manusia atau karena
kejadian alam, misalnya bencana alam, kebakaran, serangan penyakit, atau
penebangan hutan. Akan tetapi pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik
yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu
anggotanya. Karakteristik ini antara lain kerapatan (densitas), laja kelahiran
(natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik, sebaran umur, dan
pertumbuhan. Natalitas dan mortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan
populasi.
Dinamika populasi dapat juga disebabkan oleh imigrasi dan emigrasi.
Migrasi hanya terjadi pada pada organisme yang dapat bergerak, misalnya
hewan dan manusia. Imigrasi hádala perpindahan satu atau lebih organisme ke
daerah yang didatanginya. Jika di daerah yang didatangi sudah terdapat
kelompok dari jenisnya, imigrasi ini akan meningkatkan jumlah populasi.
Emigrasi ádalah peristiwa perginya satu atau lebih organisme dari statu
daerah, sehinggapopulasi organisme di daerah tersebut akan menurun. Secara
garis besar, imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi. Populasi
hewan atau tumbuhan dapat berubah, Namur perubahannya tidak mencolok.
Pertambahan atau penurunan populasi dapat mencolok jira ada gangguan drastis
dari lingkungannya, misalnya penyakit, bencana alam, dan wabah hama.
61

3) Komunitas
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada statu
waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu
sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks
dibandingkan dengan individu dan populasi.
Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas
dan antarkomponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.
Tempat hidup hewan atau tumbuhan disebut habitat. Aktivitas
organisme dalam pemanfaatan sumber daya alam dan bagaimana organisme
berpengaruh pada organisme lain, berkaitan dengan niche atau relung. Ahli
ekologi Charles Elton menggambarkan relung ekologis sebagai kedudukan
fungsional suatu organisme dalam komunitasnya.
Sebagian besar spesies menempati relung yang berbeda-beda. Apa yang
terjadi seandainya beberapa spesies berada pada relung yang sama? Untuk
kelangsungan hidup, spesies memerlukan materi dan energi yang diambil dari
lingkungannya. Keterbatasan sumber daya yang ada pada satu relung akan
diperebutkan oleh spesies-spesies yang ada. Karena masing-masing berusaha
untuk memperoleh makanan, maka terjadi kompetisi. Spesies yang kuat
mendesak spesies yang lemah untuk pergi mencari relung lain, bahkan spesies
yang lemah dapat mati.

b. Faktor Abiotik
Factor abiotik ádalah faktor yang meliputi factor fisik dan nimia. Factor
fisik utama yang mempengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut.

1) Suhu
Suhu merupakan salah satu syarat yang diperlukan organisme untuk
62

hidup. Ada jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.
2) Sinar matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena
matahari menetukan suhu lingkungan. Sinar matahari juga merupakan unsur
vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai producen untuk berfotosintesis.
3) Air
Air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan,
air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran bici. Bagin
hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain,
misalnya transportasi bagi manusia dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur
abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan
pelapuk.
4) Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang
berbeda menyebabkan organisme yang hidup di dalamnya juga berbeda. Tanah
juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama
tumbuhan.
5) Ketinggian
Ketinggian tempat menetukan jenis organisme yang hidup di suatu
tempat. Hal ini karena ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik
dan kimia yang berbeda.
6) Angin
Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan, juga berperan
dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.

7) Garis lintang
Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang
63

berbeda pula. Garis lintang secara tidak langsung menyebabakan perbedaan


distribusi organisme di permukaan bumi.

2. Berdasarkan fungsinya
Ditinjau dari jabatan fungsional organisme dalam habitatnya, ekosistem
tersusun atas komponen-komponen sebagai berikut.
a. Produsen
Organisme yang bersifat autotrof (auto = sendiri dan trphikos =
makanan) adalah organisme yang mampu menyediakan makanannya sendiri.
Organisme autotrof membuat bahan organik dari bahan anorganik dengan
bantuan energi seperti energi matahari dan energi kimia. Komponen autotrof
berfungsi sebagai produsen. Contohnya tumbuhan hijau dan alga.
b. Konsumen
Organisme yang bersifat heterotrof (heteros = berbeda, trophikos =
makanan) merupakan organisme yang memanfaatkan bahan organik yang
terdapat pada organisme lain sebagai makanannya. Komponen ekosistem
heterotrof berfungsi sebagi konsumen. Organisme yang tergolong bersifat
heterotrof adalah manusia dan hewan.
c. Pengurai (Dekomposer)
Pengurai atau dekomposer adalah organisme heterotrof yang
menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik
kompleks). Dekomposer menyerap sebagaian hasil penguraian tersebut dan
melepaskan bahan-bahan yang sederhana untuk dapat digunakan kembali oleh
produsen. Organisme yang termasuk dekomposer adalah bakteri dan jamur.

d. Detritivor
Detritivor adalah organisme heterotrof yang memanfaatkan serpihan
64

organik padat (detritus) sebagai sumber makanan. Contoh organisme detrivor


adalah cacing tanah, luing, dan sebagian anggota Echinodermata (Solomon et al.
2005 dalam Pratiwi, 2007).

B. INTERAKSI ANTARKOMPONEN EKOSISTEM


Pada tiap-tiap komponen penyusun ekosistem terjadi interaksi antara lain
sebagai berikut.
1. Interaksi antarorganisme
Makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap
individu akan selalu berhubungan dengan individu lain, baik yang berspesies sama
maupun yang berbeda spesies. Interaksi yang demikian banyak kita lihat di sekitar
kita. Interaksi antarorganiame dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang
kurang erat. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagaiberikut.
a. Netral
Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang
sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak
disebut netral. Contohnya antara capung dan sapi.
b. Predasi
Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator).
Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tidak dapat hidup.
Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Contohnya,
singa dengan kijang, beruang dengan ikan salem.
c. Parasitisme
Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies.
Hubungan ini menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain. Dalam hubungan
ini, satu organisme hidup dan mengambil makanan dari organisme inangnya sehingga
merugikan inangnya. Contohnya, Plasmodium dengan manusia, Taenia saginata
dengan sapi, dan benalu dengan pohon inangnya.
d. Komensalisme
65

Komensalisme merupakan hubungan antara dua organisme yang berbeda


spesies dimana salah satu spesies diuntungkan, sedangkan spesies lainnya tidak
dirugikan ataupun diuntungkan. Contohnya anggrek dengan pohon yang
ditumpanginya.
e. Mutualisme
Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies
yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contohnya bakteri Rhizobium yang
hidup pada bintil akar kacang-kacangan.

2. Interaksi antarpopulasi
Dalam suatu komunitas, antara populasi yang satu dengan populasi yang
lain selalu berinteraksi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Contoh
interaksi antarpopulasi adalah alelopati
Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, jika populasi yang satu
menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi yang lain. Contohnya,
rumput teki menghalangi tumbunya rumput lain karena tumbuhan ini menghasilkan
zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme, istilah alelopati dikenal sebagai
anabiosa. Contohnya jamur Penicillium sp. Menghasilkan antibiotik yang dapat
menghambat pertumbuhan bakteri tertentu.
Kompetisi intraspesifik merupakan interaksi antarpopulasi. Kompetisi ini
terjadi jika antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan
untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contohnya, persaingan antara populasi
kambing dengan populasi sapi di padang rumput.

3. Interaksi antarkomunitas
Komunitas adalah kumpulan populasi yang berada di suatu daerah yang
sama dan saling berinteraksi. Contoh komunitas adalah sawah dan sungai. Komunitas
66

sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung,


ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, alga, zooplankton, fitoplankton,
dan pengurai. Antara komunitas sungai dan sawah terjadi interaksi dalam bentuk
peredaran nutrien dari air sungai ke sawah dan peredaran organisme dari kedua
komunitas tersebut.
Interaksi antarkomunitas cukup kompleks karena tidak hanya melibatkan
organisme, tetapi juga aliran energi dan makanan. Interaksi antarkomunitas dapat kita
amati, misalnya pada daur karbon. Daur karbon melibatkan ekosistem yang berbeda
misalnya laut dan darat.

4. Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik


Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik menyebabkan terjadinya
aliran energi dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga
steruktur atau tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi.
Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu sistem dapat
mempertahankan keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya
keseimbangan ini merupakan ciri khas ekosistem. Apabila keseimbangan ini tiadak
diperoleh, maka akan mendorong terjadinya dinamika atau perubahan ekosistem
untuk mencapai keseimbangan baru.

III. Metode Pembelajaran : Pendekatan


Pembelajaran Inqury dalam Setting Lingkungan
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
67

Jenis Kegiatan Fase Waktu


A. Kegiatan Awal ( 10 menit)
1. Mempersiapkan Fase 1 3 menit
siswa untuk
belajar dengan 7 menit
menyampaikan
tujuan
B. Kegiatan Inti (75 menit)
1. Menjelaskan teori umum mengenai komponen Fase 1 15menit
penyusun ekosistem dan interaksi antarkomponen
ekosistem dengan menggunakan papan tulis
2. Memberikan bimbingan kepada siswa untuk Fase 2 10menit
mengembangkan kemampuan berpikir siswa dalam
merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan
mengenai komponen penyusun ekosistem dan interaksi
antar komponen yang ada di lingkungan.
3. Membimbing siswa merumuskan jawaban yang telah
diungkapkan yang bersifat dugaan sementara Fase 3 5 menit
(hipotesis) terhadap kegiatan mereka tentang
komponen penyusun ekosistem dan interaksi
antarkomponen ekosistem.
4. Membawa siswa ke lingkungan di sekitar kelas 5 menit
5. Membagi siswa dalam kelompok diskusi yang terdiri Fase 4 10 menit
atas 5-6 siswa dan memotivasi siswa agar bekerja sama
dengan baik, dalam menjawab rumusan masalah yang
telah dibuat berdasarkan lingkungan yang diamatinya.
6. Membawa siswa kembali ke kelas
5 menit
7. Membimbing setiap kelompok berdiskusi untuk Fase 4
merampungkan jawaban dari rumusan masalah 10 menit
8. Meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan Fase 5
10 menit
68

hasil diskusi kelompok sedangkan kelompok lain


menanggapi, sehingga terjadi diskusi kelas untuk
menemukan jawaban yang tepat.
9. Membimbing siswa menarik kesimpulan terhadap apa 5 menit
yang telah dilakukan.

C. Kegiatan Akhir (5 menit)


1. Memberikan penghargaan kepada kelompok dengan Fase 6 2 menit
presentasi terbaik.
2. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) lalu menutup Fase 6 3 menit
proses pembelajaran.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
1. Papan tulis dan spidol
2. Buku Biologi SMA kelas X
3. Lingkungan disekitar sekolah
VI. Penilaian
A. Pilihlah salah satu jawaban yang tepat
1. Adaptasi berikut ini yang termasuk dalam adaptasi morfologi adalah....

a. Perubahan warna pada kadal d. Kelenjar bau


b. Pura-pura tidur atau mati e. Kantong tinta
c. Daun khusus pada tumbuhan
2. Salah satu penyusun komponen ekosistem jika ditinjau dari jabatan fungsional
organisme dalam habitatnya adalah....
a. predasi d. Pengurai (dekomposer)
b. migrasi e. mutualisme
c. komensalisme
69

3. Rumput teki yang menghalangi tumbuhnya rumput lain karena menghasilkan


zat toksik disebut....
a. interaksi antarkomunitas d. Interaksi antarorganisme
b. komensalisme e. Interaksi antarpopulasi
c. parasitisme
4. Interaksi yang terjadi antara sawah dengan sungai disebut....
a. interaksi antarkomunitas d. Interaksi antarorganisme
b. komensalisme e. Interaksi antarpopulasi
c. interaksi antara komponen biotik dengan abiotik

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X / II
Pertemuan ke- : II (dua)
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
70

Standar Kompetensi : 4. Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem,


perubahan materi dan energi, serta peranan manusia dalam
keseimbangan ekosistem.
Kompetensi Dasar :4.1 Mendeskripsiskan peranan komponen ekosistem dalam
aliran energidan daur biogeokimia serta pemanfaatan
komponen ekosistem bagi kehidupan.
Indikator : 4. 1.3 Menjelaskan proses aliran energi.
: 4. 1. 4 Menjelaskan mekanisme daur biogeokimia
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran selesai, siswa diharapkan dapat :
4.Menentukan rantai makanan yang dapat terjadi pada lingkungan yang diamati.
5.Menjelaskan tingkat trofik rantai makanan yang dapat terjadi pada lingkungan
yang diamati.
6.Menjelaskan piramida ekologi rantai makanan yang dapat terjadi pada
lingkungan yang diamati.
7.Menentukan daur biogeokimia yang dapat terjadi pada lingkungan yang diamati.
II. Materi Ajar
A. ALIRAN ENERGI DAN DAUR BIOGEOKIMIA
Dalam ekosistem terjadi aliran energi dan daur biogeokimia yang
melibatkan faktor biotik dan abiotik.

Cahaya matahari merupakan sumber energi utama kehidupan.


Tumbuhan berklorofil memanfaatkan cahayamatahari untuk berfotosintesis.
Organisme yang menggunakan energi cahaya untuk mengubah zat anorganik
menjadi zat organik disebut organisme fotoautotrof. Organisme yang
menggunakan energi yang didapat dari reaksi kimia untuk membuat makanan
disebut organisme kemoautotrof.
Golongan organisme aototrof merupakan makanan yang penting bagi
organisme heterotrof. Organisme heterotrof nadalah organisme yang tidak dapat
71

membuat makanannya sendiri, misalnya manusia, hewan, dan bakteri tertentu.


Makanan organisme heterotrof berupa bahan organik yang sudah jadi.
Aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi
satu ke bentuk energi lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, ke
konsumen primer, ke konsumen tingkat tinggi, sampai ke saproba.
Pengalihan energi juga berlangsung melalui sederetan organisme yang
memakan dan yang dimakan di dalam rantai makanan maupun jaring-jaring
makanan. Daur materi dan aliran energi ini berlangsung dalam ekosistem.
a. Rantai makanan
Para ilmuan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu rantai
pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit.
1) Rantai pemangsa
Dalam rantai pemangsa, landasan utamanya adalah tumbuhan hijau
sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivor
sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivor yang memangsa herbivor
sebagai konsumen II, dan berakhir pada hewan pemangsa karnivor maupun
herbivor sebagai konsumen III dan IV.
2) Rantai parasit
Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang
hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan
benalu.
3) Rantai saprofit
Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai,
misalnya jamur dan bakteri.
Rantai-rantai diatas tidaklah berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan satu
dengan yang lainnya sehingga membentuk jaring-jaring makanan.
b. Tingkat trofik
Organisme dalam kelompok ekologi yang terlibat dalam rantai
makanan digolongkan dalam tingkat-tingkat trofik. Tingkat trofik tersusun dari
72

seluruh organisme pada rantai makanan yang bernomor sama dengan tingkat
makan-memakan.
Sumber energi terbesar di bumi adalah matahari. Tumbuhan yang
menghasilkan gula lewat proses fotosintesis hanya memakai energi matahari dan
CO2 dari udara. Oleh karena itu, tumbuhan tersebut digolongkan dalam tingkat
trofik pertama. Hewan herbifor atau organisme yang memakan tumbuhan
termasuk anggota tingkat trofik kedua. Karnivor yang secara langsung memakan
herbifor termasuk tingkat trofik ketiga. Karnivor yang memakan karnivor di
tingkat trofik ketiga termasuk dalam anggota tingkat trofik keempat.

c. Piramida ekologi
Struktur trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida
ekologi. Ada tiga jenis piramida ekologi, yaitu piramida jumlah, piramida
biomassa, dan piramida energi.
1) Piramida jumlah
Komposisi organisme yang tergolong tingkat trofik dapat disajikan
dalam piramida jumlah. Organisme di tingkat trofik pertama biasanya paling
melimpah, sedangkan organisme di tingkat kedua, ketiga, dan selanjutnya makin
berkurang. Dapat dikatakan bahwa pada kebanyakan komunitas normal jumlah
tumbuhan selalu lebih banyak daripada organisme herbivor. Demikian pula,
jumlah herbivor selalu lebih banyak daripada jumlah karnivor tingkat I. Karnivor
tingkat I juga selalu lebih banyak daripada karnivor tingkat II. Piramida jumlah
ini didasarkan atas jumlah organisme di tiap tingkat trofik.
2) Piramida biomassa
Piramida jumlah yang sederhana seringkali kurang membantu dalam
memperagakan aliran energi dalam ekosistem. Penggambaran yang lebih realistik
dapat disajikan dengan piramida biomassa. Biomassa adalah ukuran berat materi
hidup di waktu tertentu. Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan
massa seluruh organisme di habitat tertentu, dan dinyatakan dalam gram.
73

Untuk menghidari kerusakan habitat, maka biasanya pengukuran


menggunakan metode sampel. Sampel diukur, kemudian total seluruh biomassa
dihitung dengan perbandingan tertentu. Pengukuran seperti ini akan menghasilkan
informasi yang lebih akurat tentang apa yang terjadi pada ekosistem.
3) Piramida energi
Piramida energi dibuat berdasarkan observasi yang dilakukan dalam
waktu yang lama. Piramida energi mampu memberikan gambaran paling akurat
tentang aliran energi dalam ekosistem.
Pada piramida energi terjadi penurunan jumlah energi berturut-turut
dari tingkat trofik terendah sampai tingkat trofik tertinggi. Berkurangnya energi
pada setiap tungkat trofik terjadi karena hal-hal berikut:
b) hanya sebagian makanan yang ditangkap dan
dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya.
c) makanan yang dimakan tidak bisa seluruhnya
dicerna dan ada yang dikeluarkan sebagai
sampah.
d) hanya sebagian makanan yang dicerna menjadi
bagian dari tubuh organisme, sedangkan
sisanya digunakan sebagai sumber energi.

1. Daur Biogeokimia
Daur biogeokimia melibatkan komponen biotik dan abiotik di alam.
Unsur atau senyawa kimia mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali
lagi ke komponen abiotik. Daur unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui
organisme, tetapi juga melibatkan reaksi kimia dalam lingkungan abiotik
sehingga disebut daur biogeokimia.
Daur-daur tersebut antara lain daur air, karbon, nitroge, sulfur, dan
fosfor. Dalam daur biogeokimia, mikroorganisme memiliki peran yang sangat
besar.
74

a. Daur Nitrogen (N2)

Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu sekitar 80 % dari


udara. Nitrogen bebas dapat diikat atau difiksasi terutama oleh bakteri yang hidup
pada tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polong-polongan) dan
beberapa jenis alga. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau
oksigen dengan bantuan kilat atau petir.
Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah dalam bentuk
amonia (NH3), ion nitrit (NO2-), dan ion nitrat (NO3-).

Beberapa bakteri yang dapat menambat nitrogen terdapat pada akar


tumbuhan polong-polongan dan akar tumbuhan lain, misalnya Marsilea crenata.
Selain itu, terdapat bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara
langsung, yakni Azotobacter sp. yang bersifat aerob. Alga hijau biru Nostoc sp.
dan Anabaena sp. juga mampu mengikat nitrogen.
Nitrogen yang diikat biasanya dalam bentuk amonia. Amonia
diperoleh dari hasil penguraian jaringan yang mati oleh bakteri. Amonia ini akan
mengalami nitrifikasi oleh bakteri nitrit, yaitu Nitrosomonas dan Nitrosococcus
sehingga menghasilkan nitrat yang dapat diserap oleh akar tumbuhan.
Selanjutnya, oleh bakteri nitrifikan, nitrat diubah menjadi amonia kembali melalui
denitrifikasi, dan amonia dilepaskan ke udara. Dengan cara ini, daur nitrogen
akan berulang dalam ekosistem.

b. Daur Fosfor
Di alam, fosfor terdapata dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat
organaik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan
tanah).
Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh
dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut
75

di air tanah atau air laut akan mengendap di sedimen laut. Oleh karena itu, fosfat
banyak terdapat di batu karang dan fosil. Fosfat dari batu dan fosil akan terkikis
dan kembali membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat
anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan. Daur ini berulang terus
menerus.
c. Daur Karbon
Di atmosfer terdapat kandungan karbon dioksida (CO2) sebanyak

0,03 %. Sumber-sumber CO2 di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan,
erupsi vulkanik, pembakaran batu bara, dan asap pabrik.
Karbon dioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk
fotosintesis dan menghasilkan oksigen (O2) yang akan digunakan oleh manusia
dan hewan untuk respirasi.
Tumbuhan yang mati, dalam waktu lama dapat membentuk batu bara
di dalam tanah. Batu bara dimanfaatkan sebagai bahan bakar sehingga kadar CO2
di udara bertambah.
Di ekosistem air, pertukaran CO2 dengan atmosfer berjalan secara
tidak langsung. Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat
yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi
alga yang memproduksi makanan untuk dirinya sendiri dan organisme lain yang
heterotrof. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, CO2 yang mereka
keluarkan menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat dalam air seimbang dengan
jumlah CO2 dai air.

d. Daur sulfur
Sebagian besar sulfur tersimpan dalam batuan bumi. Sulfur yang ada
di atmosfer secara alami berasala dari letusan gunung berapi berupa hidrogen
sulfida dan aktivitas mikroorganisme anaerob di rawa. Selain itu, sulfur juga
76

dapat terlepas dari batuan karena erosi oleh angin dan air. Sebagian kecil sulfur
yang terlepas ini dapat digunakan oleh tumbuhan dan memasuki rantai makanan
sebelum terlepas kembali ke tanah oleh aktivitas mikroorganisme.
Sulfur dioksida yang ada di atmosfer bereaksi dengan oksigen
membentuk sulfur trioksida. Produk ini akan bereaksi dengan air di udara,
kemudian jatuh membentuk hujan asam.

III. Metode Pembelajaran : Pendekatan Pembelajaran Inquiry dalam Setting


Lingkungan
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Jenis Kegiatan Fase Waktu
A. Kegiatan Awal (10 menit)
1. Meminta siswa mengumpul tugas yang diberikan pada Fase 1 5 menit
pertemuan pertama.
2. Guru mempersiapkan siswa untuk belajar dengan 5 menit
mengingatkan materi yang diberikan pada pertemuan
pertama, selanjutnya menyampaikan tujuan
pembelajaran.
77

B. Kegiatan Inti (75 menit)


1. Guru menyampaikan informasi latar belakang Fase 2 15menit
pentingnya mempelajari aliran energi dan daur
biogeokimia. Fase 2 5 menit
2. Menjelaskann tahap demi tahap kepada siswa mengenai
aliran energi dan daur biogeokimia.
3. Memberikan bimbingan kepada siswa untuk Fase 3 5 menit
mengembangkan kemampuan berpikir siswa dalam
merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan
mengenai aliran energi dengan lingkungannya.
4. Membimbing siswa merumuskan jawaban yang telah
diungkapkan yang bersifat dugaan sementara (hipotesis) Fase 4 5 menit
terhadap kegiatan mereka tentang komponen penyusun
ekosistem dan interaksi antarkomponen ekosistem. 5 menit
5. Membawa siswa ke lingkungan di sekitar kelas 15 menit
6. Membagi siswa dalam kelompok diskusi yang terdiri Fase 4
atas 5-6 siswa dan memotivasi siswa agar bekerja sama
dengan baik, dalam menjawab rumusan masalah yang
5 menit
telah dibuat berdasarkan observasi lingkungan
7. Membawa siswa kembali ke kelas
10 menit
8. Membimbing setiap kelompok berdiskusi untuk
merampungkan jawaban dari rumusan masalah
5 menit
9. Meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan Fase 5
hasil diskusi kelompok sedangkan kelompok lain
menanggapi, sehingga terjadi diskusi kelas untuk
menemukan jawaban yang tepat. 5 menit
10. Membimbing siswa menarik kesimpulan terhadap apa
yang telah dilakukan.
78

C. Kegiatan Akhir (10 menit)


1. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hal-hal Fase 6 5 menit
yang telah dipelajari pada pertemuan ini.
2. Guru memberikan tugas lanjutan dalam bentuk evaluasi 5 menit
dan mengakhiri pembelajaran.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
1. Papan tulis dan spidol
2. Buku Biologi kelas X penerbit Erlangga
3. Lingkungan di sekitar sekolah.

VI. Penilaian
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke
bentuk energi yang lain. Urutan aliran energi yang betul berikut ini adalah....
a. sinar matahari, saproba dalam tanah, konsumen, produsen
b. sinar matahari, produsen, konsumen, saproba dalam tanah
c. saproba dalam tanah, produsen, konsumen, cahaya matahari
d. produsen, konsumen, cahaya matahari, saproba dalam tanah
2. Organisme dalam kelompok ekologi yang terlibat dalam rantai makanan
digolongkan dalam tingkat-tingkat trofik. Herbivor pada tingkatan trofik
berada pada....
a. tingkat rofik I
b. tingkat trofik II
c. tingkat trofik III
d. tingkat trofik IV
79

3. Piramida berikut ini yang tidak termasuk dalam piramida ekologi adalah....
a. piramida jumlah
b. piramida populasi
c. piramida biomassa
d. piramida energi
4. Daur yang melibatkan komponen biotik dan abiotik di alam, dimana unsur
kimia mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke abiotik
adalah....
a.daur krebs
b.daur ulang
c.daur biogeokimia
d.siklus TCA
80

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X / II
Pertemuan ke- : III (Ketiga)
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : 4. Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem,
perubahan materi dan energi, serts peranan manusia dalam
keseimbangan ekosistem.
Kompetensi Dasar : 4.2 Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan
masalah perusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian
lingkungan.
.4.3 Menganalisis jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah.
4.4 Membuat produksi daur ulang limbah
Indikator : 4.2.1 Menjelaskan tentang kerusakan lingkungan dan upaya
pelestariannya
4.2.2 Menjelaskan tentang limbah dan daur ulang limbah.

I. Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran selesai, siswa diharapkan dapat :
1. Menentukan kerusakan lingkungan yang terjadi pada
lingkungan yang diamati.
2. Menjelaskan tentang etika lingkungan.
3. Menjelaskan tentang limbah dan daur ulang limbah.

II. Materi Ajar


KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN UPAYA PELESTARIANNYA
Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia akan mengganggu
keseimbangan lingkungan karena peran komponen lingkungan berubah. Perubahan
81

lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia atau karena faktor alami.
Dampak dari perubahan belum tentu sama, namun akhirnya manusia juga yang harus
memikul serta mengatasinya.
1. Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia
Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia contohnya adalah
penebangan hutan, pembangunan permukiman, dan intensifikasi pertanian.
Penebangan hutan secara liar dapat mengurangi fungsi hutan sebagai penahan
air. Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang. Penggundulan hutan juga
dapat menyebabkan terjadinya banjir dan erosi. Akibat lain adalah munculnya
harimau, babi hutan, dan ular di permukiman penduduk karena habitat asli hewan
tersebut semakin sempit.
Pembangunan permukiman pada daerah yang subur merupakan salah satu
tuntutan kebutuhan papan. Akan tetapi, tindakan ini dapat memicu munculnya
persoalan lain yang lebih serius. Semakin padat populasi manusia, lahan yang semula
produktif dapat menjadi tidak atau kurang produktif lagi.
Pembangunan jalan di kampung dan desa dengan cara betonisasi
menyebabkan air sulit meresap ke dalam tanah. Akibatnya, daerah tersebut mudah
mengalami banjir jika hujan lebat. Selain itu, tumbuhan di daerah sekitarnya menjadi
kekurangan air sehingga tumbuhan tidak efektif melakukan fotosintesis. Akibat lebih
lanju, kita merasakan keadaan semakin panas akibat tumbuhan tidak dapat secara
optimal memanfaatkan CO2.

Penerapan intensifikasi pertanian dengan panca usaha tani di satu sisi


meningkatkan produksi, sedangkan di sisi lain dapat merugikan. Misalnya
penggunaan pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.
Contoh lainnya, pemakaian bibit unggul dalam sistem pertanian monokultur dapat
mengurangi keanekaragaman. Dalam sistem pertanian monokultur, satu kawasan
lahan hanya ditanami dengan satu macam tanaman. Dengan sistem ini, ekosistem
dalam keadaan tidak stabil sehingga keseimbangan ekosistem sulit diperoleh.
Dampak yang lain akibat penerapan sistem ini adalah terjadinya ledakan populasi
82

hama.

2. Perubahan lingkungan karena faktor alam


Perubahan lingkungan secara alami disebabkan oleh bencana alam, seperti
kebakaran hutan di musim kemarau, letusan gunung berapi, gempa bumi, banjir, dan
sebagainya.

3. Pencemaran lingkungan
Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa
hal, yaitu memiliki komponen yang lengkap, terjadi interaksi antarkomponen, setiap
komponen berperan sesuai dengan fungsinya, terjadi pemindahan energi (arus
energi), dan daur biogeokimia.
Keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi berbagai perubahan,
misalnya berkurangnya fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian dari
komponen sehingga memutus mata rantai dari ekosistem. Salah satu faktor penyebab
terganggunya lingkungan adalah pencemaran atau polusi.
Kegiatan manusia maupun proses alami dapat mengubah tatanan lingkungan.
Hal itu menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sesuai dengan
peruntukannya.
Pencemaran lingkungan (polusi) adalah masuknya atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan. Polusi juga
dapat dartikan sebagai berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau
prosel alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu. Hal ini
menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat lagi berfungsi sesuai
dengan peruntukannya.
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Suatu
zat dapat disebut polutan apabila jumlahnya melebihi jumlah normal serta berada
pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar
0,033 % di udara bermanfaat bagi tumbuhan, tetapi lebih tinggi dari 0,033 % dapat
83

memberikan efek merusak. Polutan dapat bersifat merusak untuk sementara, yaitu
jika setelah bereaksi dengan zat di lingkungan menjadi tidak merusak lagi. Polutan
juga dapat merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya, timbel (Pb) tidak merusak
jika konsentrasinya rendah. Akan tetapi, dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat
terakumulasi dalam tubuh sampai ke tingkat yang merusak.
a. Macam-macam pencemaran
Pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam
bahan pencemar, dan tingkat pencemaran.
1) Menurut tempat terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi
pencemaran udara, air, dan tanah. Selain itu, ada pula pencemaran suara.
a) Pencemaran udara
Bahan pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai
berikut.
(1) Gas H2S. Gas ini bersifat racun, terdapat di
kawasan gunung berapi, juga dihasilkan
dari pembakaran minyak bumi dan batu
bara.
(2) Gas karbon monoksida (CO) dan CO2. Gas
CO tidak berwarana dan tidak berbau,
bersifat racun, merupakan hasil pembakaran
yang tidak sempurna dari bahan buangan
mobil dan mesin letup. Gas CO2 dalam
udara murni berjumlah 0,03 %. Jika
melebihi batas toleransi ini, dapat
mengganggu pernapasan. Selain itu, has
CO2 yang berlebihan di bumi dapat
mengikat panas matahari sehingga suhu
bumi bertambah panas. Pemanasan global
84

di bumi akibat CO2 disebut juga efek rumah


kaca.
(3) Partikel sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen

dioksida (NO2). Kedua partikel ini bersama


dengan partikel cair membentuk awan di
dekat permukaan tanah yang dapat
mengganggu pernapasan.
(4) Partikel padat, misalnya bakteri, jamur,
virus, bulu, dan serbuk sari juga dapat
mengganggu kesehatan.
(5) Batu bara yang mengandung sulfur jika
dibakar akan menghasilkan sulfur dioksida.
Sulfur dioksida bereaksi dengan uap air dan
oksigen menghasilkan asam sulfur. Asam
ini membentuk kabut dan suatu saat akan
jatuh sebagai hujan yang disebuit hujan
asam. Hujan asam dapat menyebabkan
gangguan pernapasan serta perubahan
morfologi pada daun, batang, dan benih
tumbuhan.

Sumber pencemaran udara lainnya dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif,
misalnya nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer
dan kemudian jatuh ke bumi. Materi radioaktif ini akan terakumulasi di tanah, air,
hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Pencemaran nuklir terhadap makhluk
hidup, dalam taraf tertentu dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit kelainan
gen, dan bahkan kematian.
Pencemaran udara dinyatakan denagn ppm (part per million) yang artinya
jumlah cm3 polutan per m3 udara.
85

b) Pencemaran air
Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa jenis bahan pencemar sbagai
berikut.
(1) Pembuanga limbah industri, sisa
insektisida, dan pembuangan sampah
domestic, misalnya sisa detergen dapat
mencemari air. Buanga industri seperti
timbel (Pb), raksa (Hg), seng (Zn), dan
CO dapat terakumulasi dan bersifat racun.
(2) Sampah organik yang dibusukkan oleh
bakteri menyebabkan O2 di air berkurang
sehingga mengganggu aktivitas
kehidupan organisme air.
(3) Fosfat hasil pembusukan NO3 dan pupuk
pertanian terakumulasi. Hal ini dapat
menyebabkan eutrofikasi, yaitu
penimbunan mineral yang menyebabkan
pertumbuhan yang cepat pada alga (algal
bloom). Saat alga mati, dekomposer yang
menguraikan alga tersebut akan
menghabiskan persediaan oksigen dalam
proses pembusukan alga. Akibatnya
banyak ikan yang mati karena kekurangan
oksigen.
Salah satu bahan pencemar di laut adalah tumpahan minyak bumi, akibat
kecelakaan kapal tanker minyak. Tumpahan minyak yang menutupi permukaan air
menyebabkan banyak organisme akuatik yang mati. Untuk membersihkan kawasan
tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal.
86

Jika penanggulangannya terlambat, kerugian akan semakin besar. Pencemaran


tersebut dapat mengganggu ekosistem laut.
Jika terjadi pencemaran air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh
organisme air. Akumulasi pencemar ini akan semakin meningkat pada organisme
pemangsa yang lebih besar.

c) Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis bahan pencemar berikut ini.
(1) sampah plastic yang sukar terurai, karet
sintesis, pecahan kaca, dan kaleng.
(2) Detergen yang bersifat nonbiodegradable
(sulit diuraikan secara alami).
(3) Zat kimia dari buangan pertanian, dan
insektisida (misalnya DDT). DDT sulit
larut, sehingga konsentrasinya semakin
tinggi pada organisme pada tingkat trofik
yang lebih tinggi.

d) Pencemaran suara
Pencemaran suara dapat disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor,
pesawat terbang, mesin pabrik, atau radio/tape recorder. Pencemaran suara dapat
mengganggu pendengaran.

2) Menurut macam bahan pencemar


Ada tiga macam pencemaran yang dibedakan berdasarkan macam bahan
pencemarnya.
a) Pencemaran kimiawi, bahan pencemar berupa zat-zat
kimia, misalnya zat radioaktif, logam (Hg, Pb, As, Cd,
Cr, dan Ni), pupuk anorganik, pestisida, detergen, dan
87

minyak.
b) Pencemaran biologi, bahan pencemar berupa
mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba
coli, dan Salmonella thyposa.
c) Pencemaran fisik, bahan pencemar berupa benda-benda
yang sulit terurai di alam, misalnya kaleng-kaleng, botol,
plastik, dan karet.

3) Menurut tingkat pencemaran


Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar bahan pencemar
dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi empat, yaitu
sebagai berikut.
a) Pencemaran yang mengakibatkan iritasi (gangguan)
ringan pada panca indra dan tubuh serta menimbulkan
kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan
kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.
b) Pencemaran yang mengakibatkan reaksi pada faal tubuh
dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya
pencemaran oleh Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang
menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
c) Pencemaran dengan kadar bahan pencemar sangat tinggi
sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian
dalam lingkungan. Misalnya pencemaran oleh nuklir.

b. Parameter pencemaran lingkungan


Untuk mengtahui apakah suatu lingkungan telah tercemar dan berapa besar
tingkat pencemaran yang terjadi, dapat digunakan beberapa parameter.
Parameter yang merupakan indicator terjadinya pencemaran adalah sebagai
berikut.
88

1) Parameter kimia
Parameter kimia meliputi CO2, derajat keasaman (pH), alkalinitas, dan kadar
logam-logam berat.
2) Parameter biokimia
Salah satu parameter biokimia adalah BOD (Biochemical Oxygen Demand). BOD
adalah kadar oksigen terlarut yang hilang dari sampel air pada waktu dan suhu
tertentu, melalui penguraian bahan organik oleh mikroorganisme.
Cara pengukurannya adalah dengan cara menyimpan sample air yang telah
diketahui kadar oksigennya selama lima hari. Kemudian, kadar oksigen diukur lagi.
BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemar organic.
Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atao BOD tidak
boleh kurang dari tiga ppm.
3) Parameter fisik
Parameter fisik meliputi suhu, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.
4) Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya bakteri,
virus, bentos, dan plankton. (Campbel et al. 2005; Mader 2004; Solomon et al. 2005).

4. Etika lingkungan
Aktivitas manusia mempengaruhi kondisi serta kualitas lingkungan. Untuk
menjaga agar kondisi alam tidak semakin parah, sudah selayaknya kita mengubah
pola pemanfaatan alam yang cenderung merusak. Kesadaran tentang pengelolaan
lingkungan memerlukan pemahaman dan penerapan prinsip ekologi serta etika
lingkungan. Etika lingkungan berkaitan dengan sikap serta perilaku yang bersifat
objektif terhadap kelestarian lingkungan.
Prinsip yang diperlukan untuk menerapkan etika lingkungan antara lain sebagai
berikut:
89

a. manusia merupakan bagian dari lingkungan


b. lingkungan diperuntukkan bagi semua makhluk hidup
c. sumber daya alam perlu dipelihara dan pemakaiannya perlu
mempertimbangkan ketersediaannya di alam
d. perbaikan kualitas kehidupan disesuaikan dengan produksi alam
e. aktivitas manusia berpengaruh terhadap alam sehingga hubungan
manusia dan alam harus saling menguntungkan.
Dalam kondisi alami, lingkungan dengan segala keragaman interaksi yang ada
mampu menjaga keseimbangan alam. Akan tetapi, seringkali kondisi yang demikian
dapat berubah oleh campur tangan manusia. Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan hidup
manusia semakin beragam seiring dengan pandangan modernisasi, sehingga banyak
aktivitasmanusia yang dapat menyebabkan perubahan lingkungan, baik yang bersifat
lokal maupun global.

5. Pengelolaan lingkungan
Pemanfaatan sumberdaya alam harus memperhatikan tata cara pengelolaan
lingkungan.
Pengelolaan lingkungan adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan,
pemeliharaan, pengawasan, penendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan.
Pengelolaan lingkungan mempunyai tujuan sebagai berikut:
a. mencapai keselaran hubungan antara manusia dengan lingkungan
b. mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana
c. mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan
d. melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk
kepentingan generasi sekarang dan mendatang
e. melindungi negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah
negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Melalui penerapan pengelolaan lingkungan, akan terwujud kedinamisan dan
harmonisasi antara manusia dengan lingkungannya.
90

Untuk mencegah dan menghindari tindakan manusia yang bersifat kontradiktif


dengan hal-hal tersebut diatas, pemerintah telah menetapkan kebijakan melalaui
Undang-uandang Lingkungan Hidup.

6. Undang-undang lingkungan hidup


Undang-undang tentang ketentuan-ketentuan pokok pemgelolaan lingkungan
hidup disahkan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982.
Undang-undang ini berisi 9 Bab dan 24 Pasal.
Undang undang lingkungan hidup bertujuan untuk mencegah kerusakan
lingkungan hidup, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan menindak para
pelanggar yang menyebabkan rusaknya lingkungan.
Undang-undang lingkungan hidup antara lain berisi hak, kewajiban, wewenang,
dan ketentuan pidana yang meliputi hal-hal berikut:
a. setiap orang mempunyai hak atas lingkungan hidup yang baik dan
sehat
b. setiap orang berkewajiban menjaga lingkungan dan mencegah serta
menanggulangi kerusakan dan pencemaran lingkungan
c. setiap orang mempunyai hak untuk berperan serta dalam rangka
pengelolaan lingkungan hidup, peran serta tersebut diatur dalam
perundang-undangan
d. barangsiapa yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya melakukan
perbuatan yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup atau
tercemarnya lingkungan hidup, diancam pidana penjara atau denda.

Upaya pengelolaan yang telah digalakkan dan undang-undang yang telah


dikeluarkan belumlah berarti, tanpa didukung kesadaran manusia akan arti penting
lingkungan serta kesadaran bahwa lingkungan merupakan titipan dari generasi yang
akan datang.
91

LIMBAH DAN DAUR ULANG LIMBAH


Limbah merupakan sumber daya alam yang telah kehilangan fungsinya.
Keberadaanya dalam lingkungan dapat mengganggu keindahan, kenyamanan, dan
kesehatan. Akumulasi limbah berpotensi menjadi polutan penyebab pencemaran.
Oleh karena itu, limbah perlu mendapat perhatian saksama serta
penanganansemaksimal mungkin sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar
bagi masyarakat.
Bermacam-macam limbah dapat berada di sekitar kita, baik limbah cair
maupun limbah padat, baik berasal dari kegiatan rumah tangga berupa limbah
dosmetik maupun dari aktivitas pembangunan, misalnya limbah pabrik.
Upaya pengelolaan dan penanganan limbah yang sedang digalakkan
antara lain pemanfaatan kembali limbah yang masih dapat dipakai, tentunya setelah
limbah yang ada menjalani proses penyeleksian. Misalnya limbah kertas dipabrik
didaur ulang untuk dijadikan kertas kembali. Limbah plastik di daur ulang untuk
dijadikan alat rumah tangga.
Pabrik-pabrik semestinya memiliki sistem penampungan serta pengolahan
limbah sehingga limbah yang terpaksa dibuang di perairan/lingkungan tidak
membahayakan masyarakat.
Di daerah yang tidak memiliki sumber air, limbah cair dapat dialirkan
menuju pabrik pengolahan lombah, untuk diproses menjadi air bersih. Tahap
pemrosesan antara lain penyaringan, pemisahan bahan partikel, dan penghancuran
limbah organik menggunakan mikroorganisme aerobik. Proses kimia digunakan
untuk menghilangkan rasa, bau, dan zat yang tidak dikehendaki dari air limbah.
Limbah pada dapat dikurangi dengan menimbun limbah dalam lubang
galian. Limbah padat dibakar dengan peralatan khusus. Gas-gas hasil pembakaran
dapat digunakan untuk menggerakkan turbin, sedangkan sisa abu dapat ditimbun.
Banyak negara telah melakukan pemisahan sampah organik dan anorganik
92

untuk keperluan daur ulang. Setiap rumah memiliki tempat sampah yang berbeda
warna sesuai peruntukannya untuk memudahkan pengelolaan. Beberapa negara juga
telah menerapkan kebijakan meminimalisasi pemakaian plastik untuk kantong belanja
dan menggantikannya dengan kertas yang lebih rama limgkungan. Penting juga bagi
masyarakatuntuk mengurang limbah domestik dengan cara berhemat dan mengurangi
sifat konsumtif (Mader 2004; Campbell et al. 2003).

III. Metode Pembelajaran : Pembelajaran Inquiry


IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Jenis Kegiatan Fase Waktu
A. Kegiatan Awal (10 menit)
1. Meminta siswa mengumpul tugas yang diberikan pada Fase 1 5 menit
pertemuan kedua.
2. Guru mempersiapkan siswa untuk belajar dengan 5 menit
mengingatkan materi yang diberikan pada pertemuan
kedua, selanjutnya menyampaikan tujuan pembalajaran.
93

B. Kegiatan Inti (75 menit)


1. Guru menyampaikan informasi latar belakang Fase 2 15menit
pentingnya mempelajari kerusakan lingkungan dan
upaya pelestariannya
2. Menjelaskan tahap demi tahap kepada siswa mengenai Fase 2 5 menit
kerusakan lingkungan dan upaya pelestariannya
3. Memberikan bimbingan kepada siswa untuk 5 menit
mengembangkan kemampuan berpikir siswa dalam
merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Fase 3
mengenai kerusakan lingkungan dan upaya
pelestariannya
4. Membimbing siswa merumuskan jawaban yang telah 5 menit
diungkapkan yang bersifat dugaan sementara (hipotesis)
terhadap kegiatan mereka tentang kerusakan lingkungan Fase 4
dan upaya pelestariannya
5. Membawa siswa ke lingkungan di sekitar kelas 5 menit
6. Membagi siswa dalam kelompok diskusi yang terdiri 15 menit
atas 5-6 siswa dan memotivasi siswa agar bekerja sama
dengan baik, dalam menjawab rumusan masalah yang Fase 5
telah dibuat berdasarkan pengamatan terhadap
lingkungan
7. Membawa siswa kembali ke kelas
5 menit
8. Membimbing setiap kelompok berdiskusi untuk
10 menit
merampungkan jawaban dari rumusan masalah
9. Meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan
5 menit
hasil diskusi kelompok sedangkan kelompok lain
menanggapi, sehingga terjadi diskusi kelas untuk
menemukan jawaban yang tepat.
94

C. Kegiatan Akhir (10 menit)


1. Guru membimbing Fase 6 5 menit
siswa untuk
menyimpulkan materi 5 menit
yang telah diperoleh
pada pertemuan ini.
2. Guru memberikan
tugas lanjutan melalui
evaluasi dan
mengakhiri
pembelajaran.

V. Alat /Bahan/Sumber Belajar


1. Lingkungan di sekitar sekolah
2. Buku Biologi kelas X penerbit Erlangga.

VI. Penilaian
A. Pilihlah salah satu jawaban yang tepat!
1. Berdasarkan tempat terjadinya, pencemaran lingkungan dapat digolongkan
sebagai berikut, kecuali....
a. pencemaran udara
b. pencemaran suara
c. pencemaran kimia
d. pencemaran air
e. pencemaran tanah
2. Tindakan berikut ini yang tidak sesuai dengan etika lingkungan adalah....
a. Pengolahan limbah sebelum dibuang ke sungai
b. Pembakaran sampah plastik di pemukiman
95

c. Penimbunan limbah di lubang galian


d. Rehabilitasi satwa langkah
e. Sistem tebang pilih
3. Masuknya polutan dalam lingkungan akan menjadikan lingkungan....
a. makin beragam komponen biotiknya
b. memiliki komponen abiotik yang semakin kompleks
c. memiliki kualitas lingkungan yang tinggi
d. berkurang daya dukungnya
e. tetap stabil, tidak mempengaruhi dinamika ekosistem
4. Proses berikut dapat mengurangi jumlah limbah padat, kecuali....
a. dibakar dengan peralatan khusus
b. ditimbun dalam lubang
c. dicairkan lalu dilarutkan dalam airs
d. didaur ulang
e. dimanfaatkan kembali sedapatnya
96

Beri Nilai